Author Archives: admin

Tentang Gunung Bayangkaki

http://www.belantaraindonesia.org/2011/01/tentang-gunung-bayangkaki.html

Gunung Bayangkaki adalah gunung yang tak aktif yang terletak di Ponorogo Jawa Timur, tepatnya di Desa Temon Kecamatan Sawoo, selain indahnya alam yang luar biasa, juga gunung ini terkenal dengan segala mitos – mitosnya yang berbau mistis dan di percaya hingga kini.

Gunung Bayangkaki memiliki empat puncak, yakni paling timur bernama puncak atau gunung Ijo, puncak yang kedua bernama puncak atau Gunung Tuo, yang nomor tiga bernama Puncak Tumpak atau Puncak Bayangkaki kemudian yang ujung barat dinamakan puncak atau gunung Gentong. Tetapi kebanyakan orang tidak tahu nama keempat puncak tersebut, yang mereka tahu hanyalah Gunung Bayangkaki.

Keempat puncak tersebut memiliki keindahan alam yang luar biasa. Di balik indahnya alam dan kokohnya batu-batu besar yang menjulang tersebut, Bayangkaki memiliki keunikan – keunikan dan masih diselimuti dengan hal – hal dan sekaligus mitos yang terus berkembang dalam masyarakat sampai sekarang.

PUNCAK ATAU GUNUNG GENTHONG

Gunung Genthong ini terletak paling barat ( jika dilihat dari utara ), gunung ini merupakan gunung batu dengan puncak yang tidak rata ( melengkung ). Kalau dicermati bentuk gunung ini hampir mirip dengan kepala kera raksasa. Di puncak gunung ini tidak ada tumbuhan besar yang hidup, yang ada hanya rumput. Mitos yang berkembang dalam masyarakat dengan Gunung Genthong ini adalah ketika puncak ini sudah terbakar berarti musim penghujan akan segera tiba.  

Mitos ini sudah berkembang sejak jaman nenek moyang dulu, hingga sekarang kepercayaan tersebut masih berkembang. Menurut kepercayaan masyarakat yang membakar puncak ini bukanlah manusia. Entah apa dan siapa yang membakar puncak tersebut tidak ada yang tahu. Kapan waktu terbakarnya pun orang tidak tahu. Tiba – tiba saja gunung tersebut sudah hangus.

Walau tidak terjadi kemarau panjang dan rumput diatas puncak masih hijau, ketika musim penghujan akan tiba gunung ini pasti terbakar. Mitos ini dimanfaatkan masyarakat sekitar, ketika mengetahui puncak gunung ini sudah gosong karena terbakar, mereka segera berbenah mempersiapkan peralatan dan perlengkapan bercocok tanam.

Selain itu mitos yang berkembang, jika hutan yang ada di Bayangkaki dibuka atau dikelola menjadi lahan produktif walau cuma satu jengkal, mitosnya akan keluar hama tikus yang menyerang lahan pertanian disebelah timur gunung. Masih banyak lagi mitos yang menyelimuti Bayangkaki.

Dibalik mitos mistis yang menyelimuti Bayangkaki, Bayangkaki memiliki keindahan alam yang luar biasa. Untuk itulah bagi siapa saja yang ingin mencari suasana yang berbeda, datanglah ke Bayangkaki.

12 Kemampuan Agar Selamat Saat Di Alam Bebas

Dunia alam bebas memang dunia yang tidak mudah kita tebak dalam hal unsur memberi keselamatan bagi para perambahnya. Banyak hal yang membuat kita menjadi celaka saat berada di tengahnya. Yang paling utama adalah keteledoran kita karena tidak memiliki kemampuan agar selamat di alam bebas. Benarkah?

www.belantaraindonesia.org

Petualang dan penulis buku asal Amerika, Creek Stewart, terkenal dengan kalimatnya yang bilang bahwa bencana itu hanya masalah waktu. “Bukan apakah kita akan tertimpa bencana, tapi kapankah.” katanya dalam bukunya yang berjudul Build the Perfect Bug – Out Bag: Your 72 – Hour Disaster Survival Kit.

Dan berikut ini 12 kemampuan yang seharusnya Anda miliki agar selamat saat di alam bebas.

1. Menemukan Lokasi Bermalam Yang Aman
Anda mesti menemukan tempat yang kering dan tidak terletak lebih rendah dari permukaan tanah di sekitarnya. Hindari lembah dan area yang bisa dialiri air karena banjir bisa datang kapan saja. Pilih tempat yang jauh dari sarang serangga atau pohon – pohon lapuk. Anda tak mau ditimpuk kayu saat tidur, ‘kan?

www.belantaraindonesia.org

2. Mendirikan Shelter Darurat
Ingat ya, ini sekedar tempat berlindung. Jadi jangan harap, Anda akan menemukan kenyamanan ala di tenda. Hipotermia adalah pembunuh utama jika Anda terdampar di daerah bercuaca dingin seperti gunung. Supaya selamat, Anda butuh tempat berlindung yang terisolasi agar suhu badan tetap hangat.

Temukan beberapa cabang pohon yang cukup kuat untuk disusun sebagai tempat berlindung. Gunakan pohon yang masih berdiri sebagai tumpuan. Lapisi shelter Anda dengan daun atau ranting. Jangan lupa, lapisi juga lantainya dengan daun yang lebih lebar. Itu untuk mencegah panas tubuh diserap oleh tanah.

3. Menyalakan Api

www.belantaraindonesia.org

Anda dianjurkan menyalakan api menggunakan baterai. Baterai jenis apa saja bisa — Anda tinggal bikin arusnya jadi pendek. Hubungkan kutub (+) dan (-) dari baterai dengan kertas timah ( dari bungkus rokok atau permen karet ). Percikkan api yang akan tercipta ke bundelan yang terbuat dari benda kering dan lembut seperti akar, rumput, atau kain. Jaga api supaya tetap menyala. Siapkan kayu bakar.

4. Membesarkan Api

www.belantaraindonesia.org

Setelah berhasil menyalakan api di bundelan, Anda butuh kayu dalam beberapa ukuran: sebesar tusuk gigi, cotton bud, dan pensil. Pertama – tama, siapkan balok kayu seukuran lengan sebagai alas bundelan. Kemudian, sandarkan kayu sebesar tusuk gigi dengan miring di atas bundelan tersebut — ini akan membentuk sudut yang bisa dilalui oksigen. Tambahkan kayu yang berukuran lebih besar satu per satu. Begitu seterusnya hingga api unggun siap.

5. Mencari Air Bersih
Ada dua jenis air di alam liar: air yang bisa Anda minum dan air yang bisa membunuh Anda. Saat Anda ragu air itu bisa diminum atau tidak, pilihan terbaik adalah memasaknya. Jika opsi memasak air tak ada di menu, Anda harus bergantung pada hujan dan embun karena air hujan dan embun tak perlu dimasak. Tampung air ketika hujan. Di pagi hari, usap embun di dedaunan dengan kain lap lalu peras kainnya di wadah penampung.

www.belantaraindonesia.org

Akar – akar pohon dan beberapa jenis kaktus seperti sylibum ( milk thistles ) mengandung air di dalamnya. Kalau Anda sedang di luar negeri dan ada pohon Mapel disekitar Anda, sayat batangnya karena getah pohon mapel bisa jadi sirup berenergi buat Anda.

6. Memanen Air Dari Pohon

www.belantaraindonesia.org

Seperti manusia, tumbuhan itu juga ‘berkeringat’ sepanjang hari. Proses menguapkan air ini namanya transpirasi. Untuk bisa memanen air bersih dan bisa diminum ini, Anda tinggal membungkus ranting pohon yang berdaun dengan plastik, lalu ikat plastiknya rapat – rapat. Dalam waktu beberapa jam air udah terkumpul di dalam plastik dan siap diminum.

7. Mencari Tumbuhan Yang Bisa Dimakan
Dalam,situasi dimana tujuan utama Anda adalah bertahan hidup, tak usah muluk – muluk berniat berburu hewan liar. Jangankan rusa, kelinci saja susah ditangkap. Gantungkan hidup Anda pada hewan – hewan kecil kayak ikan, katak, atau kadal.

www.belantaraindonesia.org

Namun, pilihan paling aman adalah menyantap tumbuhan. Pisang dan nanas sangat mudah ditemukan di hutan Indonesia. Selain itu, Anda juga bisa mengonsumsi rotan, rebung, daun semanggi, dan paku – pakuan. Tambah wawasan Anda soal makanan di alam liar dari buku – buku panduan.

8. Berburu Dengan Tombak
Ketika hasrat karnivora Anda sudah tak bisa dibendung lagi, buatlah tombak bermata empat yang akan jauh lebih efektif dalam menangkap ikan dan hewan buruan lain daripada tombak bermata tunggal. Caranya, tebas kayu pohon sehingga panjangnya sama dengan tombak pada umumnya dan diameternya kira – kira 2,5 sentimeter.

www.belantaraindonesia.org

Belah salah satu ujungnya jadi empat bagian, masing – masing sepanjang 25 cm. Sempalkan kayu atau batu kecil agar empat bagian tadi terpisah. Tajamkan ujung – ujungnya. Jadilah tombak bermata empat hasil kerja keras Anda.

9. Membaca Kompas Alam

www.belantaraindonesia.org

Jika GPS dan kompas Anda rusak ( atau lupa Anda bawa ), dengan mudah Anda bisa menentukan arah timur dan barat dari posisi Matahari terbit dan terbenam. Jika Anda menggunakan jam tangan analog, hadapkan jarum jam ke arah Matahari. Tarik garis imajiner diantara jarum jam dan angka 12 — itu adalah garis yang menghubungkan utara dan selatan.

10. Membaca Rasi Bintang
Cari paling mudah untuk menentukan arah mata angin setelah Matahari terbenam ialah menemukan rasi bintang Beruang Besar. Rasi ini dikenal juga dengan nama Gayung Besar. Istimewanya, ketika rasi bintang lain berputar dan ‘berpindah’ sepanjang malam rasi bintang ini tetap berada di utara.

www.belantaraindonesia.org

Ciri – ciri gugusan bintang ini adalah terdiri dari 7 bintang dan berbentuk gayung. Nah, di seberang Gayung Besar terdapat gugusan bintang Gayung Kecil, yang seperti namanya berukuran lebih kecil dan tidak sebenderang Gayung Besar. Di ujung ‘gagang’ Gayung Kecil terdapat Polaris a.k.a. North Star: arah utara yang paling hakiki. Di daerah khatulistiwa seperti Indonesia, North Star bisa ditemui di dekat garis horizon.

11. Membuat Simpul Bowline

www.belantaraindonesia.org

Beruntung jika Anda dulu rajin ikut kegiatan Pramuka: anak – anak Pramuka mengatakan, simpul ini sebagai simpul bendera. Bagi Anda yang belum tahu, simpul ini berguna untuk mengikat dan menahan beban. Semakin berat beban yang ditahannya, semakin kencang simpul itu mengikat.

12. Mengirim Sinyal S.O.S
Pada suatu waktu, mungkin karena kondisi fisik, satu – satunya harapan Anda adalah menunggu pertolongan. Pastikan Anda berada di tempat terbuka seperti padang rumput atau puncak bukit agar Anda mudah dilihat dan dievakuasi. Pilihan pertama membuat sinyal ialah dengan kepulan asap dari api.

www.belantaraindonesia.org

Harap diingat: ini bukan soal api besar saja, tapi juga bagimana caranya asap yang Anda hasilkan bisa mengepul tebal sehingga menarik perhatian pesawat atau kapal yang lewat. Jadi ketika api yang Anda buat udah membara, tumpukkan dedaunan dan rumput yang masih hijau dan lembab di atasnya. Asap akan mengepul tebal. Walaupun hanya bertahan 10 – 15 detik, itu akan cukup untuk menarik perhatian.

Sinyal Dari Cermin
Pilihan kedua adalah menggunakan sinyal dari cermin. Bahkan refleksi dari cahaya Bulan bisa dilihat dari jarak hampir 160 kilometer, lebih jauh jangkauannya daripada senter. Manfaatkan benda apapun yang bisa memantulkan cahaya seperti spion atau layar ponsel.

www.belantaraindonesia.org


Kuncinya ialah mengarahkan pantulan cahaya secara tepat, dan ini cukup mudah. Arahkan cermin Anda ke Matahari atau Bulan ( tidak secara langsung, tapi dimiringkan sedikit ) hingga Anda melihat pantulan cahaya di permukaan cermin tersebut.

Ketika Anda melihat kapal atau pesawat lewat, bikin salam peace dengan salah satu tangan Anda, dan “letakkan” kapal atau pesawat nan jauh disana itu di antara dua jari damai tadi. Kemudian gerakkan pemantul cahaya maju dan mundur dibelakang salam peace Anda.

10 Budaya Indonesia Yang Pernah Di Klaim Malaysia

Indonesia negara yang kaya akan budaya dan aneka ragam kekayaan lainnya. Semua yang dimiliki Indonesia tentu menjadi kebanggaan rakyatnya yang jumlahnya ratusan juta berjajar di pulau – pulau yang jumlahnya juga ribuan. Tetapi seiring itu, kabar tidak sedap pun berhembus, bahwa budaya Indonesia di klaim oleh negara tetangga, Malaysia.

Sedih, marah, bingung. Tetapi lebih baik kita mencintai budaya Indonesia dengan terlebih dahulu mengenalnya. Dan inilah 10 budaya Indonesia yang pernah di klaim Malaysia.

1. Batik
Kepemilikan batik sebagai warisan budaya tak berbenda menggelinding setelah Malaysia mengklaim sebagai warisan nenek moyangnya. Untuk mengakhiri polemik, Pemerintah Indonesia akhirnya mendaftarkan batik ke UNESCO untuk mendapatkan pengakuan.

www.belantaraindonesia.org

3 September 2008 sebagai titik awal proses Nominasi Batik Indonesia ke UNESCO. Namun baru diterima secara resmi oleh UNESCO pada 9 Januari 2009. UNESCO kemudian melakukan pengujian tertutup di Paris 11-14 Mei 2009. Hasilnya, 2 Oktober 2009, UNESCO mengukuhkan batik sebagai warisan budaya IndonesiaBatik adalah milik Indonesia Malaysia tak berhak lagi mengklaimnya.

2. Lagu Rasa Sayange

www.belantaraindonesia.org

Polemik klaim lagu “Rasa Sayange” cepat berakhir. Pemerintah Malaysia sendiri yang mengakhirinya. 11 November 2007, Menteri Kebudayaan, Kesenian, dan Warisan Budaya Malaysia, Rais Yatim mengakui bahwa Rasa Sayange adalah milik Indonesia.

3. Reog Ponorogo

www.belantaraindonesia.org

Usai mengklaim Lagu Rasa Sayange, perilaku Malaysia yang suka mengklaim budaya Indonesia berlanjut. Namun masalah ini tidak berlanjut ke UNESCO karena Pemerintah Diraja Malaysia melakukan klarifikasi. Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Datuk Zainal Abidin Muhammad Zain membantah bahwa Pemerintah Malaysia tidak pernah mengklaim Reog Ponorogo. Reog Ponorogo sendiri kata dia bukan sebagai budaya asli negaranya.

4. Wayang Kulit

www.belantaraindonesia.org

Malaysia pernah mengklaim wayang kulit sebagai budayanya. Padahal sudah jelas wayang kulit ini adalah budaya khas Jawa. Pertunjukan wayang kulit telah diakui oleh UNESCO pada tanggal 27 November 2003, sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan dalam bidang cerita narasi.

5. Kuda Lumping

www.belantaraindonesia.org

Tarian ini berasal dari Jawa. Namun, orang – orang Jawa mewariskannya kepada anak – anaknya yang sudah menetap di Malaysia sehingga diklaim sebagai budaya warisan negeri Jiran.

6. Rendang Padang

www.belantaraindonesia.org

Klaim Rendang Padang tak berlangsung lama karena dalam catatan sejarah masakan yang paling enak di dunia itu bukanlah produk asli Malaysia. Masakan Rendang berasal dari Sumatera Barat.

7. Keris
Keris merupakan salah satu senjata para raja Majapahit. Wilayah yang paling banyak memakai keris adalah Jawa, Madura, Nusa Tenggara, Sumatera, Pesisir Kalimantan dan Sulawesi. Malaysia tak bisa mengklaimnya karena sejarah membuktikan bahwa budaya Indonesia.

www.belantaraindonesia.org

Bukti keris merupakan budaya Indonesia terdapat di Candi Borobudur. Dalam satu panel relief Candi Borobudur ( abad ke – 9 ) yang memperlihatkan seseorang memegang benda serupa keris.

8. Angklung

www.belantaraindonesia.org

Angklung adalah budaya khas dari masyarakat Sunda, Jawa Barat, Indonesia. Warisan leluhur ini juga pernah diklaim oleh Malaysia. Polemik klaim Malaysia berakhir setelah alat musik ini terdaftar sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia di UNESCO sejak November 2010.

9. Tari Pendet dan Tari Piring
Kedua tari yang berasal dari Pulau Sumatera ini juga pernah diklaim Malaysia. Tari piring adalah salah satu seni tari tradisional di Minangkabau yang berasal dari Kota Solok, Provinsi Sumatera Barat.

www.belantaraindonesia.org
www.belantaraindonesia.org

Sementara Tari Pendet dari Bali. Namun yang paling menonjol klaim Malaysia pada Tari Pendet. Sebab tari ini dijadikan sebagai iklan promosi kunjungan ke Malasyia “Visit Malaysia Years”.

10. Gamelan Jawa

www.belantaraindonesia.org

Gamelan Jawa merupakan alat musik khas Jawa yang terdiri dari berbagai macam alat musik. Selain bonang, gong, ada pula rebab dan alat musik lainnya yang biasanya mengiringi wayang.

KINI, ADA BEBERAPA BENDA ATAU MAKANAN KHAS INDONESIA SUDAH DI KLAIM YAITU : NASI GORENG, GAMELAN, CENDOL DAN ADA BEBERAPA LAGI. Entah apalagi nanti, mungkin Belantara Indonesia jadi Belantara Malaysia!

Sebagian Gunung Tinggi Di Dunia

Dari berbagai Gunung tinggi di dunia, ada beberapa gunung yang menjadi acuan pendakian dan petualangan bagi para penggiat alam bebas pegunungan. Walau hobby tersebut sering kali memakan korban baik fisik maupun jiwa. Tetapi panggilan hati untuk menjadi bagian dari sejarah pendakian terasa semakin melebar dan menguat walau resiko seperti tadi masih ada di pikiran. Berikut beberapa gunung tinggi di dunia yang masih menjadi favorit para petualang alam bebas.

1. Annapurna 

Gunung Annapurna terletak di Nepal, memiliki tinggia 8000 meter. Termasuk dalam daftar 10 besar gunung tertinggi di dunia, serta termasuk salah satu palin berbahaya karena banyaknya pendaki yang tewas saat berusaha menaklukkan medan Annapurna. Berdasarkan catatan, sejak pertama kali di buka untuk pendakian umum tahun 1950, gunung ini telah menelan korban tewas 53 pendaki. Jika ingin mencoba mendaki Annapura, disarankan carilah informasi sebanyak-banyaknya tentang medan gunung tersebut. Yang terbaik adalah menyusuri Annapurna Sanctuary di Nepal.

2. K2

Gunung yang terletak di bagian Karakoram dari Himalaya antara Pakistan dan Republik Rakyat China; merupakan pegunungan nasional di Pakistan. Tinggi pegunungan ini mencapai 8,611 meter. Ini, merupakan gunung tertinggi kedua di dunia dan dikenal dengan medan tersulit di dunia, sehingga hanya pendaki yang berpengalaman saja agaknya yang bisa mendaki gunung ini. Bahkan rute yang dianggap paling mudahpun, memerlukan kerja keras dan tergolong rumit. Batu – batu yang curam, serta harus melintasi tiang – tiang es yang tipis yang bisa roboh sewaktu – waktu tanpa peringatan. Kesukaran medan ini membuat gunung ini menjadi salah satu paling berbahaya di dunia. Agustus tahun lalu menjadi bulan paling kelam, 11 pendaki tewas mengenaskan. Ini kecelakaan tertinggi sejak 1986 di mana 13 pendaki tewas hanya dalam tempo dua pekan.

3. Nanga Parbat 

Nanga Parbat berada di urutan kesembilan gunung tertinggi di dunia terletak di Pakistan. Dalam tingkat kesulitan, medan gunung Nanga Parbat disebut sama beratnya dengan K2. Sulitnya medan pada gunung ini membuat ia mendapat julukan “The Man Eater” . Bisa jadi ini karena banyaknya pendaki yang tewas di sini.

4. Kangchenjunga 

Kangchenjunga, adalah gunung tertinggi ke-3 di dunia setelah Gunung Everest dan Chogori dengan ketinggian 8.586 meter ( 28.169 kaki ). Gunung ini juga adalah gunung tertinggi ke-2 di Nepal. Kangchenjunga berarti “Lima Harta Karun Salju, karena ia terdiri dari 5 puncak, empat diantaranya mencapai lebih dari 8.450 meter. Harta karun itu melambangkan 5 benda milik dewa yaitu emas, perak, permata, biji – bijian dan kitab suci. Tingkat kematian di gunung ini termasuk paling tinggi dibanding yang lain, yakni mencapai 22 persen setiap tahunnya. Meski begitu tetap banyak pendaki yang berminat mencoba.

5. The Eiger 

Disebut juga Nordwand, atau wajah utara berada di puncak pegunungan Swiss, merupakan tujuan legendaries bagi para pendaki yang gemar bertualang di gunung – gunung berbahaya. Tercatat mulai didaki tahun 1938. Medan berbahaya mengharuskan pendaki memiliki skill tertentu dan harus mengerahkan segala kemampuannya. Beratnya medan membuat gunung itu mendapat julukan Mordwand atau Murder Wall.

6. The Matterhorn 

Gunung ini berbentuk unik, menyerupai terompet yang naik dari lembah sekitarnya. Gunung ini terkenal sebagai salah satu yang memiliki tingkat kematian tinggi. Ada beberapa factor yang menyebabkan, medan yang berat, termasuk longsoran salju atau bebatuan yang bisa datang tiba – tiba.

7. Mt. Vinson Mt Vinson, gunung yang paling tinggi di Antartika. 

Tapi bukan soal tingginya yang penting, namun tingkat kesukaran dan tingginya kematian di sini, membuatnya masuk dalam daftar gunung gunung paling berbahaya di dunia. Satu hal lagi yang mungkin harus menjadi pertimbangan para pendaki, adalah cuaca dingin yang bisa mencapai sangat ekstrem dan sulit ditebak, membuat orang harus berpikir ulang bila ingin mencoba mendaki. Waspadalah, sebab kecelakaan kecil saja pun bisa berakibat fatal.

8. Baintha Brakk 

Populer dengan sebutan raksasa, Baintha Brakk merupakan salah satu gunung paling sulit di daki di dunia. Mulai didaki pertama kali tahun 1971. Salah satu pendaki yang pernah merasakan kekejaman Baintha Brakk adalah Doug Scott, yang sempat patah kedua kakinya, dan terpaksa turun merangkak melawan angin topan menuju base camp. Ini sungguh luar biasa, namun tak menyurutkan para petualang berbahaya untuk mencoba dan mencoba lagi. Kematian bukan hal yang menakutkan bagi para pendaki ini. Kisah – kisah kegagalan membuat gunung ini sangat terkenal di dunia dan memiliki reputasi paling berbahaya tiada tara.

9. Mt. Everest 

Tercatat 1.500 orang lebih telah mencoba mendaki gunung yang paling tinggi di dunia ini. Dari jumlah ini hanya 50 orang lebih yang berhasil sampai di puncaknya. Kalau dilihat dari ketinggian gunung ini, maka tak dapat disangkal lagi kalau gunung ini paling berbahaya di dunua. Jika anda berniat ke sana, anda akan menemui perkemahan Everest di bawah, di sanalah para pendaki Everest berkumpul.

10. Denali Mt McKinley 

Juga dikenal sebagai Denali, adalah gunung yang paling tinggi di Amerika Utara. Meskipun ketinggiannya adalah hanya 20.320 kaki, namun kesulitan medannya tidak kalah dari gunung gunung tinggi lainnya. Cuaca dan suhu merupakan hal paling serius dalam mendaki gunung ini. Karenanya tingkat keberhasilan mendaki gunung ini hanya 50 persen, sebagian menyerah sebelum mencapai puncak.

11. Fitz Roy Cerro Chalten, atau Mount Fitz Roy

Adalah gunung yang paling tinggi di Patagonia’s Los Glaciares National Park. Fitz Roy dikeliling batu curam yang menyulitkan pendaki untuk mencapai puncak. Cuaca yang sulit ditebak juga membuat gunung ini menjadi teramat berbahaya. Itu sebabnya, jarang ada pendaki yang mau mencoba mendaki Mount Fitz Roy. Dalam setahun hanya satu pendaki nekad yang menjajal kesulitan gunung ini.

Apa Dan Siapa Pecinta Alam?

Apa dan siapa pecinta alam? Sebuah pertanyaan yang sebenarnya sering berkumandang di seantero rimba dan alam dunia. Asumsi membingungkanlah yang terjadi tentang pecinta alam. Hampir tidak ada data yang jelas mengapa nama tersebut bisa melambung dan karena peristiwa apa. Sejauh ini hanya saat Kode Etik Pecinta Alam yang di resmikan saat Gladian bersama ke IV di Ujung Pandang pada tahun 1974.

APA PECINTA ALAM?

Pecinta alam adalah pribadi yang mencintai alam, dengan hati , perasaan dan perbuatan. Semua bisa di lihat saat dimanapun dia berada. Karena alam adalah bahasa universal sebagai penggambaran suatu tempat luas tak berbatas ruang dan waktu. Bisa dalam ruangan didalam rumah, sekolah, kantor, pasar dan lain – lain tempat. Bisa dari lingkungan sekitar, kawan, saudara, bahkan musuh dan juga flora dan fauna. Tidak hanya berpikiran sempit bahwa alam adalah gumpalan pohon di tengah rimba atau dilerengnya gunung. Dan pada hakekatnya, sebagai penyandang nama pecinta alam, dia mencintai alam, dan karena cinta, dia akan peduli dan mengasihi. Tidak akan rela jika yang dicintai terluka oleh apapun.

SIAPA PECINTA ALAM?

Pecinta alam adalah suatu sosok yang tegar dan mudah bersimpati kepada alam luas, iba bila terluka dan akan tegas saat melihat sesuatu menyakitinya. Semua karena rasa cinta. Tetapi apa yang terjadi kini? Ada asumsi bahwa seseorang berhak atau sudah menyandang nama megah, pecinta alam apabila telah mendaki tingginya gunung! Dan sebelum itu terjadi, dia bukan pecinta alam. Itu saja. Mudah bukan mencari jabatan pecinta alam? Intinya, bagi yang belum pernah mendaki gunung, adalah bukan pecinta alam!

Itulah mitos salah selama ini. Lihat di tembok – tembok basecamp di kaki gunung atau dilereng – lereng gunung, mudah kita menemukan bendera, spanduk atau stiker bertuliskan nama organisasi yang ada tambahan pecinta alam, pala dll. Tidak akan mudah kita temui nama tersebut di kegiatan alam terbuka lain selain pendakian gunung, seperti hiking, konservasi alam, arung jeram dll. Mengapa?

Itulah kesalahan mendasar bagi para penggiat alam bebas, tidak mengetahui secara luas apa itu pecinta alam? Dan siapa pecinta alam? Dan seberapa pantasnya kita menyandang nama itu? Benarkah cinta kita kepada alam cinta yang sesungguhnya? Apa maksud teriakan Salam Lestari?

Apabila anda pecinta alam sejati, sematkan nama itu di hati dan jaket anda. Dimanapun anda berada, dan dimanapun anda berkegiatan alam terbuka untuk alam bebas. Marilah kita mulai, apabila anda senang berkegiatan alam terbuka, walaupun bukan pendaki gunung, gunakan nama PA dan PALA di sela nama organisasi anda, dan teriakkan kata: Salam Lestari di saat berkegiatan. Karena pecinta alam bukan milik pendaki gunung semata. Janganlah menjadi pendaki sampah tetapi jadilah pecinta alam konservatif .

Akhir kalimat: Salam Rimba Indonesia!

10 Dampak Pemanasan Global

Pemanasan Global atau Global Warming memang telah menghantui Bumi, yang nantinya tidak akan lebih dari satu abad lagi Bumi akan merasakan dampaknya dengan membuat porak porandanya peradaban penghuni Bumi. Bencana yang di timbulkan karena perubahan dan ketidak stabilan iklim mulai banyak menelan korban yang tidak sedikit jumlahnya. Walau masih berupa studi dan prediksi, tidak ada salahnya kita mulai mengetahui dampak pemanasan global ini.

1. HUTAN AMAZON AKAN BERUBAH MENJADI GURUN

Memiliki jutaan spesies dan cadangan 1/5 air bersih dunia, hutan Amazon merupakan hutan hujan tropis terbesar di dunia. Tetapi pemanasan global dan penggundulan hutan membalikkan fungsi hutan sebagai penyerap karbon dan merubah 30 – 60 persen hutan menjadi padang rumput kering. Proyeksi – proyeksi menunjukkan hutan ini bisa lenyap menjelang tahun 2050.

2. GREAT BARRIER REEF LENYAP DALAM 20 TAHUN

Naiknya air laut akibat pemanasan global dalam 20 tahun akan menenggelamkan gugusan karang ajaib ini. Charlie, mantan kepala peneliti di Australian Institute of Marine Science mengatakan pada The Times: “Tidak ada harapan, Great Barrier akan lenyap 20 tahun lagi atau lebih. Sekali karbon dioksida ( CO2 ) menyentuh level seperti yang diprediksi antara tahun 2030 dan 2060, seluruh karang akan lenyap. Hal ini didukung para peneliti karang dan juga semua organisasi terkait lainnya. Ini sudah kritis dan beginilah kenyataanya.”

3. GURUN SAHARA AKAN MENGHIJAU

Para ilmuwan melihat tanda – tanda bahwa gurun Sahara dan wilayah di sekitarnya menghijau akibat makin meningkatnya curah hujan. Hujan ini mampu merevitalisasi wilayah gersangnya sehingga menarik komunitas petani. Kecenderungan menyusutnya gurun ini dijelaskan oleh model – model iklim, yang memprediksi kembalinya ke kondisi yang merubah Sahara menjadi padang rumput subur seperti sekitar 12 ribu tahun yang lalu.

4. ANGIN TOPAN BERTIUP LEBIH DAHSYAT

Belum bisa dijelaskan apakah Global Warming bertanggung jawab atas terjadinya badai Katrina. Tetapi ada indikasi – indikasi bahwa Global Warming akan menciptakan badai – badai berkategori 5 – badai Katrina sendiri berkategori 4 saat menghantam Lousiana. Kekuatan badai dimulai dari adanya air hangat dan model – model ramalan menunjukkan badai di masa depan akan menjadi lebih dahsyat seiring dengan naiknya temperatur lautan. Global Warming juga membuat badai – badai itu lebih destruktif dengan naiknya permukaan laut yang memicu banjir yang lebih besar di wilayah pesisir.

5. HEWAN – HEWAN MENYUSUT

Studi baru menyebutkan bahwa bahwa spesies – spesies hewan mengalami penyusutan rata – rata hingga 50 persen dari massa tubuhnya dalm 30 tahun terakhir. Penelitian awal terhadap domba menduga bahwa musim dingin yang lebih pendek dan ringan membuat domba – domba itu tidak menambah berat badannya untuk bertahan hidup pada tahun pertama hidupnya. Faktor seperti ini dapat juga mempengaruhi populasi ikan. Para peneliti menyebutkan perubahan iklim ini bisa mengganggu rantai – rantai makanan, dimana predator di puncak rantai makanan yang paling terpengaruhi karena menyusutnya mangsa.

6. KOTA LONDON TENGGELAM PADA TAHUN 2100

Tidak hanya karang dan pulau – pulau landai yang terancam Global Warming. Faktanya sebuah ancaman besar juga menghantui wilayah kota besar di wilayah pantai yang beresiko tenggelam di bawah air akibat naiknya permukaan laut. Lusinan kota – kota dunia termasuk London dan New York bisa saja lenyap tenggelam menjelang akhir abad ini, menurut penelitian yang menyebutkan Global Warming akan mengakibatkan naiknya permukaan air laut lebih cepat dari yang diprediksi sebelumnya. London termasuk kota besar yang beresiko tinggi seperti digambarkan dalam sebuah film tahun 2007 berjudul “Flood“. Menurut para ahli kota ini akan tenggelam tidak sampai 100 tahun lagi.

7. INDONESIA KEHILANGAN RIBUAN PULAU – NYA

Akibat Global Warming, sedikitnya 2000 pulau kecil di kepulauan Indonesia mungkin akan hilang sebelum yahun 2030 dan hal ini diperparah sebagai konsekuensi penambangan liar dan aktivitas lain yang merusak lingkungan. Indonesia hingga saat ini telah kehilangan sedikitnya 24 dari 17.500 pulau – pulau di wilayahnya.

8. GLOBAL WARMING AKAN MEMICU TERORIS

Global Warming bisa menciptakan kondisi ketidakstabilan di negara – negara miskin, sehingga memicu terjadinya migrasi dan menjadi tempat subur berkembangnya terorisme. Kondisi negara yang tidak stabil akibat iklim yang keras dan tidak menentu menyebabkan banyak orang meninggalkan negaranya dan karena tekanan beberapa di antaranya bisa melakukan tindak terorisme. Belum lagi masalah akibat penolakan dari negara yang didatangi para imigran ini.

9. PEGUNUNGAN ALPEN MENCAIR

Tahun – tahun belakangan ini terlihat pengurangan intensitas salju di wilayah – wilayah rendah, menyusutnya volume glacier ( sungai es ), dan juga meningkatnya cairnya wilayah es beku. Hal ini berdampak langsung pada aktivitas turisme di musim dingin. Diprediksi glacier – glacier itu akan hilang antara tahun 2030 dan 2050. Itali dan Swiss telah memutuskan untuk menggambar ulang batas – batas wilayah mereka akibat berkurangnya glacier – glacier di Alpine dan menyapu tanda batas – batas wilayah dua negara itu.

10. TENGGELAMNYA KEPULAUAN MALDIVA


Wilayah kepulauan rendah dan flat yang dikelilingi lautan diprediksi akan ditenggelamkan oleh lautan yang mengelilinginya itu. Hal ini merupakan berita buruk bagi para penghuninya dan juga bagi dunia pariwisata yang mengandalkan pantai – pantai berpasir putih dengan air hangatnya. Para peneliti memberi waktu tidak lebih dari seratus tahun sebelum kepulauan ini bebar – benar lenyap ditelan samudera.

Menakutkan memang, meski hampir semua dari kita mungkin tidak akan mengalaminya, tetapi anak cucu kitalah yang akan menghadapinya. Mungkin sebagian orang menganggap isu Global Warming hanyalah bualan saja, tapi mungkin sebagian dari kita telah merasakan naiknya temperatur di wilayah masing – masing jika dibandingkan kira – kira 10 tahun yang lalu.

Memang belum ada yang membuktikannya sebagai akibat Global Warming atau pemanasan global, tetapi satu hal sudah jelas, sudah waktunya manusia memikirkan kembali untuk menghargai alam dan bersahabat dengan alam dalam segala aktivitasnya termasuk dalam strategi pembangunan, baik infrastruktur maupun industri.

Merapi Membersihkan Diri

Merapi, gunung aktif termuda di dunia sedang sibuk saat ini, membersihkan dirinya sendiri, dari berbagai sampah dan kotoran yang di tinggalkan para pengagumnya. Coba gapai puncak Garuda Merapi. Disana tumpukan sampah menggunung, seolah hendak mengalahkan megahnya puncak Garuda. Siapa pembuat sampahnya? Ya tak ada lain, para pendaki Merapi lah sang penciptanya. Mulai dari bekas bungkus rokok, bungkus mie instan, kaleng dan botol minuman, kain kotor yang tak di pakai, dan aneka barang yang telah berubah menjadi sampah dan sekira tak berguna lagi bagi para pendaki. Dan lokasi TPA ( Tempat Pembuangan Akhir ) nya berada persis di samping depan puncak Garuda! Mengenaskan! Belum lagi di Pasar Bubrah di bawah puncak, onggokan sampah di mana – mana. Pantas jika kusebut Merapi membersihkan diri dengan keluarnya lava pijar, wedus gembel, dan lahar dingin menuju ke sungai – sungai di kaki Merapi. Nantinya setelah amukan Merapi selesai, kawasan tubuh Merapi kembali bersih dari sampah. Inilah cara Merapi bersih diri.

Dari semalaman, 4 – 5 November 2010, Basecamp Belantara Indonesia bergiat dan jauh dari tidur. Basecamp terbuka untuk pengungsian untuk rekan dan keluarga Belantara Indonesia. Karena status amukan wedus gembel sejauh 20 km dari puncak Merapi. Suara dentuman, hujan abu dan pasir, belum lagi gemuruh kendaraan lalu lalang di sepanjang jalanan Jogjakarta, menghindari amukan Merapi. Pada akhirnya, sepeda motor Belantara Indonesia kru harus rusak dan macet karena abu! Sial, padahal hendak di gunakan pergi belanja gula pasir di toko 24 jam di kawasan Basecamp. jalan kaki sambil dengan alasan olahraga di jalani..he he he..

Kini suasana Basecamp seolah hidup kembali. Ramai di jadikan tempat singgah. Inilah wujud bakti kami secara kemanusiaan. Di saat seluruh Jogjakarta di selimuti abu vulkanik, kami merasa terlindungi di Basecamp Belantara Indonesia. Semoga Merapi tak melupakan kenangannya bersama kami saat kami melintasinya dan ikut semampu apapun untuk membersihkan badannya dari onggokan sampah. Jangan lupakan kami Merapi! Kami masih mencintaimu dan tak akan hilang cinta ini dengan segala amukanmu.

Biarkan kami hidup dan nantinya masih bisa mengukir kenangan lagi bersamamu, di lereng indahmu dan puncak megahmu. Biarkan kami hidup ya Allah..Ingatkan Merapi agar tak melupakan kami. Seimbangkan kematian saudara kami dengan kenaikan derajat alam ini. Pelukan Merapi telah merubah pola, semoga membuat kami ingat, bahwa Merapi dan gunung – gunung lain adalah milik Tuhan dan mereka berhak atas kehidupan layak di alam semesta. Tak akan pantas sampai kapanpun kami merubah dan merusaknya.

Biarkan kami hidup di bawah Merapi yang kami cintai dan kami kagumi, agar nantinya masih ada kesempatan untuk merasakan pelukan ramah Merapi kembali saat berada di rumahnya. Ingat dan tunggu kami Merapi, kami Belantara Indonesia akan mengunjungimu suatu saat nanti.

Ketika engkau sering berteriak dan menangis karena disakiti oleh cinta,tak kah kau sadar bahwa alam dan hutan ini juga berteriak mengerang karena kau sakiti? Betapa engkau telah merusaknya dengan bermacam alasan yang kadang tak masuk akal. Jangan mengeluh saat alam membalas, dengan amukannya yang tak pandang bulu karena terlalu dalam sakitnya.

Merayap dipekatnya malam, menyeruak semak belukar, menembus hutan belantara, mendaki batu terjal, menggapai Puncak Dunia!!…Kurengkuh karya luar biasa sang Maha Karya, kucapai bersama peluh, seiring gemuruh badai gunung, walau sepi terkungkung…Nikmatmu Ya Allah..tak terkira ketika karyamu yang agung berhasil kucapai, seiring teriakku: “Kan kujaga segala milikMu!!!”…Alam indah Indonesia!

Janganlah Menjadi Pendaki Sampah!

Janganlah menjadi pendaki sampah bagi anda yang saat ini suka bergiat di alam bebas khususnya mendaki gunung dan menempuh rimba. Jadilah pendaki sejati yang berhati baja dan bernurani selembut kapas serta berotak cerdas. Dan nantinya nama anda akan dikenang oleh alam sebagi pendaki gunung yang tak hanya tahu naik kemudian turun dan berteriak dengan bangga: Salam Lestari! Tetapi dikenang sebagai pendaki yang berjiwa ksatria. Itulah wujud pendaki dan pecinta alam sejati.

Saat ini penimbunan sampah di gunung – gunung semakin menjadi dan semakin menumpuk. Dahulu di puncak Merapi, sampah menggunung, kemudian dengan sederhana khas alam, Merapi membersihkan diri , dengan letusannya, sampah di lereng dan puncaknya pun hilang dan bersih. Tetapi kini apa yang terjadi? Sampah masih tetap mulai muncul di lerengnya dan di sepanjang Pasar Bubrah. Salah siapa?

Sampah menggunung di lereng gunung

Mau tak mau dan yakin tak yakin, ini adalah ulah para pendaki yang pantas diberi gelar Pendaki Sampah! Tidak menghargai rumah alam, sampah pribadi di sebarkan di sepanjang gunung, bahkan di sela – sela batu. Apa maksudnya? Andakah yang disebut pecinta alam? Andakah yang dengan bangga menempelkan stiker nama organisasi anda yang ada kata PA dan PALA di basecamp kaki gunung?

Menjadi pendaki sampah adalah hal sepele dan ringan dibanding menjadi pendaki terhormat. Tetapi menjadi pendaki terhormat jauh lebih ringan dibandingkan menjadi pendaki sampah. Itu juga termasuk pendaki yang sudah dengan semangat jauh – jauh datang menyambangi gunung, kemudian hanya tahu naik dan turun gunung. Sama sekali jauh dari kata peduli! Saat rekan – rekannya yang lain sibuk mencari sisa – sisa sampah untuk dikumpulkan kemudian dibawa turun, dia lebih asyik dengan menjuntai langkah menyusuri alam. Dialah penikmat alam yang bisa dikategorikan pendaki sampah!

 

Bersih Gunung? Ayo lakukan!

Sudah bukan saatnya mendaki gunung hanya bersenang – senang dan merugikan alam. Berlatihlah peduli dengan konservasi alam dan perawatannya. Jadilah pendaki yang melegenda dengan tahu cara mencintai alam dan melestarikannya. Jangan hanya tahu ucapan: Salam Lestari! Cobalah cintai alam sepenuh hati agar bumi bernafas kembali.

Pecinta alam sejati akan menangis bila melihat alam rusak dan kotor oleh hal yang sebenarnya biasa dari pendaki sampah. Yakni membuang sampah sembarangan. Berjiwalah besar, cobalah balikkan keadaan bila sampah di buang di kamar anda, apa yang anda lakukan? Renungkanlah.

Kode Etik Pecinta Alam

Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa alam beserta isinya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

* Pecinta Alam Indonesia sebagai bagian dari masyarakat Indonesia sadar akan tanggung jawab kami kepada Tuhan, Bangsa, dan Tanah Air.

* Pecinta alam Indonesia sadar bahwa pecinta alam sebagai makhluk yang mencintai alam sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa.

Sesuai dengan hakekat diatas, maka kami dengan kesadaran menyatakan :

1. Mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Memelihara alam beserta isinya serta menggunakan sumber alam sesuai dengan kebutuhannya.
3. Mengabdi kepada bangsa dan tanah air.
4. Menghormati tata kehidupan yang berlaku pada masyarakat sekitarnya serta menghargai manusia dengan kerabatnya.
5. Berusaha mempererat tali persaudaraan antar pecinta alam sesuai asas pecinta alam.
6. Berusaha saling membantu serta saling menghargai pelaksanaan pengabdian terhadap Tuhan, Bangsa dan tanah air.
7. Selesai

DISAHKAN BERSAMA
DALAM GLADIAN KE IV
DI UJUNG PANDANG TAHUN 1974
Pukul 01.00 WITA

Pasar Bubrah Gunung Merapi

Merapi,gunung yang terlampau akrab dengan kami Belantara Indonesia.Berlokasi di 3 wilayah langsung ( setahu kami.. ), yakni Magelang, Jogjakarta dan Boyolali. Merapi bukan termasuk gunung tinggi. Karena ketinggian merapi hanya sekitar 2900 mdpl. lebih tinggi Merbabu di sampingnya. Mengawali pendakian lewat Cepogo Boyolali. Tetapi walau tak terlalu tinggi, merapi menyimpan suasana hebat sebagai bagian dari alam dan ciptaan Tuhan. Merapi sebenarnya jalur pendakiannya relatif tak sulit sepanjang pos 1 sampai pos 3, yakni berupa hutan yang mulai mengerut karena aktifitas gunung yang masih sangat berapi dan aktif. Sesampai Di Memoriam pos 3, yakni tempat dimana ada batu memoriam di peruntukkan bagi pendaki yang tewas saat pendakian merapi, kita dihadapkan langsung dengan tempat ciri khas merapi, yaitu Pasar Bubrah! yang letaknya tepat dibawah puncak merapi. Tempat itu biasanya di gunakan para pendaki untuk beristirahat, tidur ataupun memasak bekal, karena pasar bubrah lokasinya sangat datar dan banyak bebatuan untuk sekedar bertahan dan bersandar. Dan bisa juga untuk mendirikan tenda lalu….ngorok sepuasnya…

Pasar Bubrah Merapi dahulu merupakan bekas kawah merapi ratusan tahun lalu yang telah mati. Dan ditengah pasar bubrah berdiri lagi kawah baru yang sampai sekarang masih aktif, dengan puncaknya yang terkenal, Puncak Garuda, karena di sana ada batu berdiri kokoh membentuk seperti burung garuda lambang negara kita. Tetapi sekarang batu garuda mulai runtuh perlahan karena aktifitas gunung yang terus bergetar. Dan di pasar bubrah banyak mitos dan cerita yang berkembang, bahwa tempat itu adalah sarang mahluk halus penunggu gunung. ( sebagai pendaki, hampir tak pernah menakuti ataupun memikirkan hal seperti itu, kecuali pendaki merangkap dukun..hehehehe ), akan tetapi sebagai manusia kita cukup menghormati mitos tersebut yang sangat dipercaya penduduk lokal merapi. Tokoh penunggu yang terkenal bernama Kyai atau Mbah Petruk,yang kata orang, beliau adalah penunggu merapi tetap. Tetapi di luar itu, jika kita berada di pasar bubrah yang harus lebih diwaspadai adalah badai yang sering datang.

Pengalaman Belantara Indonesia, jika badai datang sebaiknya kita segera mencari tempat perlindungan, misalnya batu dan kita berbaring bersama rombongan. Karena perlindungan di merapi tak ada lain selain batu besar, pepohonan di sekitar pasar bubrah hampir tak ada lagi. Setelah beristirahat cukup di pasar bubrah kita selanjutnya menuju puncak garuda, yaitu lewat jalur menanjak sekitar 1 jam perjalanan normal.

Di sarankan jika kita memulai menanjaki menuju puncak sebaiknya kita mengambil posisi zig zag, dikarenakan sepanjang jalan menuju puncak banyak terdapat batu – batu lepas yang berbahaya jika longsor terkena pijakan pendaki lain di atasnya dan akan mengenai kita. Berhati-hati dan kenali medan dengan baik. Setelah sampai puncak kita akan melewati kawah mati, yang bisa di turuni dan tempat untuk berfoto. Setelah kawah mati akhirnya kita sampailah di Puncak GARUDA, yang letaknya berdampingan dengan kawah aktif / utama merapi.

Sebaiknya waspada jika kita disana karena kawah merapi letaknya dekat dengan puncak garuda dan rawan bagi kita jika tak berhati-hati. Bisa – bisa kita terpeleset dan terperosok jurang yang merupakan kawah yang berwarna kuning asapnya. Sayang sekali di sekitar kawah banyak sekali sampah yang sengaja di tinggalkan atau di buang pendaki. Bungkus rokok, mie, botol minuman dll, ada baiknya kita jaga bersama, bawa turun kembali sampah kita dan buang di dekat Base Camp atau dibakar dibawah. Disepanjang puncak kita bisa melihat Gunung merbabu terasa dekat dan dikejauhan nampak gunung Sumbing dan Sindoro.

Perjalanan turun dari puncak kita juga perlu berhati-hati karena bebatuan lepas tadi dan jangan sampai kita salah jalan karena jika kita teralu asyik berjalan kadang kaki tak terasa menuju kiri dari jalur pendakian ke puncak, dan di kiri adalah jurang Grawah yang teramat dalam yang adalah jalur lahar merapi menuju Kali / sungai Bebeng wilayah Jogjakarta. Berhati – hati ya kawan dan biarkan merapi tetap alami tanpa kita kotori bahkan kita remehkan. Cintai Merapi sebagai alam ciptaan Tuhan dan milik kita semua. Salam Lestari!