Monthly Archives: February 2020

Merapi Membersihkan Diri

Merapi, gunung aktif termuda di dunia sedang sibuk saat ini, membersihkan dirinya sendiri, dari berbagai sampah dan kotoran yang di tinggalkan para pengagumnya. Coba gapai puncak Garuda Merapi. Disana tumpukan sampah menggunung, seolah hendak mengalahkan megahnya puncak Garuda. Siapa pembuat sampahnya? Ya tak ada lain, para pendaki Merapi lah sang penciptanya. Mulai dari bekas bungkus rokok, bungkus mie instan, kaleng dan botol minuman, kain kotor yang tak di pakai, dan aneka barang yang telah berubah menjadi sampah dan sekira tak berguna lagi bagi para pendaki. Dan lokasi TPA ( Tempat Pembuangan Akhir ) nya berada persis di samping depan puncak Garuda! Mengenaskan! Belum lagi di Pasar Bubrah di bawah puncak, onggokan sampah di mana – mana. Pantas jika kusebut Merapi membersihkan diri dengan keluarnya lava pijar, wedus gembel, dan lahar dingin menuju ke sungai – sungai di kaki Merapi. Nantinya setelah amukan Merapi selesai, kawasan tubuh Merapi kembali bersih dari sampah. Inilah cara Merapi bersih diri.

Dari semalaman, 4 – 5 November 2010, Basecamp Belantara Indonesia bergiat dan jauh dari tidur. Basecamp terbuka untuk pengungsian untuk rekan dan keluarga Belantara Indonesia. Karena status amukan wedus gembel sejauh 20 km dari puncak Merapi. Suara dentuman, hujan abu dan pasir, belum lagi gemuruh kendaraan lalu lalang di sepanjang jalanan Jogjakarta, menghindari amukan Merapi. Pada akhirnya, sepeda motor Belantara Indonesia kru harus rusak dan macet karena abu! Sial, padahal hendak di gunakan pergi belanja gula pasir di toko 24 jam di kawasan Basecamp. jalan kaki sambil dengan alasan olahraga di jalani..he he he..

Kini suasana Basecamp seolah hidup kembali. Ramai di jadikan tempat singgah. Inilah wujud bakti kami secara kemanusiaan. Di saat seluruh Jogjakarta di selimuti abu vulkanik, kami merasa terlindungi di Basecamp Belantara Indonesia. Semoga Merapi tak melupakan kenangannya bersama kami saat kami melintasinya dan ikut semampu apapun untuk membersihkan badannya dari onggokan sampah. Jangan lupakan kami Merapi! Kami masih mencintaimu dan tak akan hilang cinta ini dengan segala amukanmu.

Biarkan kami hidup dan nantinya masih bisa mengukir kenangan lagi bersamamu, di lereng indahmu dan puncak megahmu. Biarkan kami hidup ya Allah..Ingatkan Merapi agar tak melupakan kami. Seimbangkan kematian saudara kami dengan kenaikan derajat alam ini. Pelukan Merapi telah merubah pola, semoga membuat kami ingat, bahwa Merapi dan gunung – gunung lain adalah milik Tuhan dan mereka berhak atas kehidupan layak di alam semesta. Tak akan pantas sampai kapanpun kami merubah dan merusaknya.

Biarkan kami hidup di bawah Merapi yang kami cintai dan kami kagumi, agar nantinya masih ada kesempatan untuk merasakan pelukan ramah Merapi kembali saat berada di rumahnya. Ingat dan tunggu kami Merapi, kami Belantara Indonesia akan mengunjungimu suatu saat nanti.

Ketika engkau sering berteriak dan menangis karena disakiti oleh cinta,tak kah kau sadar bahwa alam dan hutan ini juga berteriak mengerang karena kau sakiti? Betapa engkau telah merusaknya dengan bermacam alasan yang kadang tak masuk akal. Jangan mengeluh saat alam membalas, dengan amukannya yang tak pandang bulu karena terlalu dalam sakitnya.

Merayap dipekatnya malam, menyeruak semak belukar, menembus hutan belantara, mendaki batu terjal, menggapai Puncak Dunia!!…Kurengkuh karya luar biasa sang Maha Karya, kucapai bersama peluh, seiring gemuruh badai gunung, walau sepi terkungkung…Nikmatmu Ya Allah..tak terkira ketika karyamu yang agung berhasil kucapai, seiring teriakku: “Kan kujaga segala milikMu!!!”…Alam indah Indonesia!

Janganlah Menjadi Pendaki Sampah!

Janganlah menjadi pendaki sampah bagi anda yang saat ini suka bergiat di alam bebas khususnya mendaki gunung dan menempuh rimba. Jadilah pendaki sejati yang berhati baja dan bernurani selembut kapas serta berotak cerdas. Dan nantinya nama anda akan dikenang oleh alam sebagi pendaki gunung yang tak hanya tahu naik kemudian turun dan berteriak dengan bangga: Salam Lestari! Tetapi dikenang sebagai pendaki yang berjiwa ksatria. Itulah wujud pendaki dan pecinta alam sejati.

Saat ini penimbunan sampah di gunung – gunung semakin menjadi dan semakin menumpuk. Dahulu di puncak Merapi, sampah menggunung, kemudian dengan sederhana khas alam, Merapi membersihkan diri , dengan letusannya, sampah di lereng dan puncaknya pun hilang dan bersih. Tetapi kini apa yang terjadi? Sampah masih tetap mulai muncul di lerengnya dan di sepanjang Pasar Bubrah. Salah siapa?

Sampah menggunung di lereng gunung

Mau tak mau dan yakin tak yakin, ini adalah ulah para pendaki yang pantas diberi gelar Pendaki Sampah! Tidak menghargai rumah alam, sampah pribadi di sebarkan di sepanjang gunung, bahkan di sela – sela batu. Apa maksudnya? Andakah yang disebut pecinta alam? Andakah yang dengan bangga menempelkan stiker nama organisasi anda yang ada kata PA dan PALA di basecamp kaki gunung?

Menjadi pendaki sampah adalah hal sepele dan ringan dibanding menjadi pendaki terhormat. Tetapi menjadi pendaki terhormat jauh lebih ringan dibandingkan menjadi pendaki sampah. Itu juga termasuk pendaki yang sudah dengan semangat jauh – jauh datang menyambangi gunung, kemudian hanya tahu naik dan turun gunung. Sama sekali jauh dari kata peduli! Saat rekan – rekannya yang lain sibuk mencari sisa – sisa sampah untuk dikumpulkan kemudian dibawa turun, dia lebih asyik dengan menjuntai langkah menyusuri alam. Dialah penikmat alam yang bisa dikategorikan pendaki sampah!

 

Bersih Gunung? Ayo lakukan!

Sudah bukan saatnya mendaki gunung hanya bersenang – senang dan merugikan alam. Berlatihlah peduli dengan konservasi alam dan perawatannya. Jadilah pendaki yang melegenda dengan tahu cara mencintai alam dan melestarikannya. Jangan hanya tahu ucapan: Salam Lestari! Cobalah cintai alam sepenuh hati agar bumi bernafas kembali.

Pecinta alam sejati akan menangis bila melihat alam rusak dan kotor oleh hal yang sebenarnya biasa dari pendaki sampah. Yakni membuang sampah sembarangan. Berjiwalah besar, cobalah balikkan keadaan bila sampah di buang di kamar anda, apa yang anda lakukan? Renungkanlah.