Subcribe to our RSS feedsJoin Us on FacebookFollow us on TwitterAdd to Circles
+82221152857 wijayadie@yahoo.com

Tips Belanja Alat Pendakian Gunung Secara Online

Para pendaki gunung pemula sering mengeluhkan tidak memiliki alat – alat untuk menunjang kegiatan pendakian gunungnya, seperti tenda dome, sleeping bag, matras, sepatu gunung dan lain – lain. Kebanyakan dari mereka akan bertanya kesana kemari dan melupakan bahwa jaman sudah maju dengan teknologinya. Yakni Internet! Mereka lupa bahwa ada tempat untuk bertanya apa saja yang lebih terpercaya.

www.blanja.com

Browsing di internet dan mencari toko yang menjual alat – alat pendakian gunung lebih mudah dilakukan daripada harus bertanya kesana kemari dan belum tentu mendapatkan apa yang di inginkannya. Dan apalagi jika kita menginginkan barang seken, tentu mudah dan tak perlu kita sungkan karena barang kita membeli seken.

Di internet banyak toko yang menawarkan alat pendakian gunung dan umumnya mereka menawarkan cara berbelanja secara online, yakni menurut Wikipedia adalah berbelanja tanpa memerlukan komunikasi dengan tatap muka. Yang mudahnya kita memilih barang, mentransfer sejumlah uang sesuai harga barang dan kita akan mendapat kiriman barang tersebut. Menghemat tenaga bukan?

Tetapi banyak yang mengkhawatirkan belanja secara online tersebut tidak aman. Takut jika kita sudah mentransfer dana, ternyata barang tak terkirimkan. Lalu bagaimana tips agar kita berbelanja alat pendakian gunung secara online dengan aman?

Sederhana dan mudah sebenarnya. Karena belanja online yang utama bermodalkan kepercayaan antar pembeli dan penjual, maka kita harus mengetahui reputasi toko tersebut, alamat validnya dan testimoni yang ada di web toko online tersebut.

Biasanya karena kepuasan pembeli, mereka akan meninggalkan testimoni kepuasan atas barang yang mereka beli. Dari mulai pujian terhadap produk dan kelancaran serta ketepatan pengiriman barang.

Detailkan barang yang akan kita beli dengan cara kita bertanya lebih dalam kepada penjual, jangan takut kita di anggap cerewet, jika jawaban dari penjual kita rasa memuaskan, mengapa kita ragu untuk membelinya?

Metode belanja secara online juga pada masa sekarang sudah menjadi semacam trend setter. Kebanyakan orang akan bangga jika ditanya tentang barangnya dan dijawab beli secara online. Paling tidak kita sudah mengikuti perkembangan jaman tidak lagi perlu mondar mandir dipertokoan.

Pendakian gunung memang sebuah kegiatan yang tidak boleh kita anggap sepele, lengkapi pendakian kita dengan alat – alat yang pas dan tepat demi keselamatan kita. Bila repot harus membeli dimana, belanjalah secara online, lebih mudah dan tak melelahkan.

Bila hendak berbelanja secara online lebih akurat lagi dan tak harus bingung browsing kesana kemari di internet, langsung saja buka tab browser dan kita ketikkan www.blanja.com di sana kita bisa memilih barang yang kita perlukan dengan mudah dan pengiriman yang tepat waktu. Silahkan berbelanja di www.blanja.com
Para pendaki gunung pemula sering mengeluhkan tidak memiliki alat – alat untuk menunjang kegiatan pendakian gunungnya, seperti tenda dome, sleeping bag, matras, sepatu gunung dan lain – lain. Kebanyakan dari mereka akan bertanya kesana kemari dan melupakan bahwa jaman sudah maju dengan teknologinya. Yakni Internet! Mereka lupa bahwa ada tempat untuk bertanya apa saja yang lebih terpercaya.

www.blanja.com

Browsing di internet dan mencari toko yang menjual alat – alat pendakian gunung lebih mudah dilakukan daripada harus bertanya kesana kemari dan belum tentu mendapatkan apa yang di inginkannya. Dan apalagi jika kita menginginkan barang seken, tentu mudah dan tak perlu kita sungkan karena barang kita membeli seken.

Di internet banyak toko yang menawarkan alat pendakian gunung dan umumnya mereka menawarkan cara berbelanja secara online, yakni menurut Wikipedia adalah berbelanja tanpa memerlukan komunikasi dengan tatap muka. Yang mudahnya kita memilih barang, mentransfer sejumlah uang sesuai harga barang dan kita akan mendapat kiriman barang tersebut. Menghemat tenaga bukan?

Tetapi banyak yang mengkhawatirkan belanja secara online tersebut tidak aman. Takut jika kita sudah mentransfer dana, ternyata barang tak terkirimkan. Lalu bagaimana tips agar kita berbelanja alat pendakian gunung secara online dengan aman?

Sederhana dan mudah sebenarnya. Karena belanja online yang utama bermodalkan kepercayaan antar pembeli dan penjual, maka kita harus mengetahui reputasi toko tersebut, alamat validnya dan testimoni yang ada di web toko online tersebut.

Biasanya karena kepuasan pembeli, mereka akan meninggalkan testimoni kepuasan atas barang yang mereka beli. Dari mulai pujian terhadap produk dan kelancaran serta ketepatan pengiriman barang.

Detailkan barang yang akan kita beli dengan cara kita bertanya lebih dalam kepada penjual, jangan takut kita di anggap cerewet, jika jawaban dari penjual kita rasa memuaskan, mengapa kita ragu untuk membelinya?

Metode belanja secara online juga pada masa sekarang sudah menjadi semacam trend setter. Kebanyakan orang akan bangga jika ditanya tentang barangnya dan dijawab beli secara online. Paling tidak kita sudah mengikuti perkembangan jaman tidak lagi perlu mondar mandir dipertokoan.

Pendakian gunung memang sebuah kegiatan yang tidak boleh kita anggap sepele, lengkapi pendakian kita dengan alat – alat yang pas dan tepat demi keselamatan kita. Bila repot harus membeli dimana, belanjalah secara online, lebih mudah dan tak melelahkan.

Bila hendak berbelanja secara online lebih akurat lagi dan tak harus bingung browsing kesana kemari di internet, langsung saja buka tab browser dan kita ketikkan www.blanja.com di sana kita bisa memilih barang yang kita perlukan dengan mudah dan pengiriman yang tepat waktu. Silahkan berbelanja di www.blanja.com
Read More
12 comments

Sang Pemberani Yang Masuk Dalam Kawah Merapi

Di balik sukses evakuasi Eri Yunanto, Mahasiswa Atmajaya Yogyakarta yang jatuh ke dalam kawah Gunung Merapi pada Sabtu 16 Mei 2015, ada 6 pemberani yang gagah yang bernyali memasuki kawah Gunung Merapi untuk memasangkan tali ke tubuh survivor agar bisa di angkat dari dasar jurang kawah. Memang, di balik sukses besar ada keberanian yang besar pula.

www.belantaraindonesia.org

Enam orang tersebut adalah Bakat Setyawan alias Lahar, Endro Sambodo, Andry Suzanto, Muchsin, Rahmadiono dan Ridho. Nama pertama berasal dari relawan Barameru Boyolali, sedangkan lima nama terakhir berasal dari Tim SAR DIY.

Dari keenam orang itu, hanya dua orang yang benar - benar masuk hingga dasar kawah, sedangkan empat lainnya memberikan back - up di ketinggian 50 meter dari dasar kawah. Dua orang yang masuk hingga dasar itu adalah Bakat Setyawan alias Lahar dan Endro Sambodo.

Bagi Bakat, masuk ke kawah Merapi bukan hal baru. Tahun 2014 lalu, dia juga melakukan hal serupa pada bulan Mei dan November 2014 lalu, dalam rangka pemetaan mitigasi bencana. Bahkan Bakat, atau yang akrab disapa Lahar oleh kawan - kawan sesama relawan, pernah memperkirakan bahwa kejadian yang dialami Eri kali ini akan terjadi pada suatu saat.

Kerja keras sebagai relawan sudah dilakoni Bakat sejak bergabung di Relawan Barameru Boyolali sejak tahun 2008. Tak cuma membantu pendaki yang tersesat atau hilang, lelaki itu juga membantu warga ketika Merapi mengalami erupsi dari waktu ke waktu.

www.belantaraindonesia.org

Bahkan tak cuma di Merapi, Bakat juga beberapa kali datang ke lokasi bencana gunung meletus di daerah lain, untuk membantu warga yang menjadi korban. "Saya beberapa kali ke Sinabung untuk membantu menyelamatkan warga dari amukan lahar panas di sana," ujar pemuda asal Desa Kembang Kuning, Cepogo, Boyolali tersebut.

Untuk Di Ingat
Banyaknya pendaki yang sampai ke puncak Merapi, sedikit banyak dipengaruhi oleh budaya pop media sosial ( medsos ). Hal itu membuat pendaki pemula yang belum berpengalaman ikut - ikutan dalam tren tersebut.

Tren mengunggah foto di puncak Merapi, bisa mengakibatkan pendaki pemula merasa ingin ikut - ikutan. Secara protap teknis, pihak TNGM sudah melakukan berbagai peringatan melalui petugas basecamp ataupun papan peringatan. Akan tetapi hal tersebut masih banyak dilanggar oleh pendaki.

Standard perlengkapan pendakian pun masih banyak dilanggar, ada beberapa diantaranya masih membawa celana jeans ataupun pendek, bekal minum yang mereka bawa pun masih kurang. Hal - hal tersebut lah yang kemudian perlu mendapatkan evaluasi lebih lanjut.

Para pendaki sebaiknya  mematuhi semua peraturan pendakian, khususnya di Gunung Merapi. Termasuk diantaranya larangan untuk "muncak", pada puncak setinggi sekitar 2.968 Mdpl tersebut..
Di balik sukses evakuasi Eri Yunanto, Mahasiswa Atmajaya Yogyakarta yang jatuh ke dalam kawah Gunung Merapi pada Sabtu 16 Mei 2015, ada 6 pemberani yang gagah yang bernyali memasuki kawah Gunung Merapi untuk memasangkan tali ke tubuh survivor agar bisa di angkat dari dasar jurang kawah. Memang, di balik sukses besar ada keberanian yang besar pula.

www.belantaraindonesia.org

Enam orang tersebut adalah Bakat Setyawan alias Lahar, Endro Sambodo, Andry Suzanto, Muchsin, Rahmadiono dan Ridho. Nama pertama berasal dari relawan Barameru Boyolali, sedangkan lima nama terakhir berasal dari Tim SAR DIY.

Dari keenam orang itu, hanya dua orang yang benar - benar masuk hingga dasar kawah, sedangkan empat lainnya memberikan back - up di ketinggian 50 meter dari dasar kawah. Dua orang yang masuk hingga dasar itu adalah Bakat Setyawan alias Lahar dan Endro Sambodo.

Bagi Bakat, masuk ke kawah Merapi bukan hal baru. Tahun 2014 lalu, dia juga melakukan hal serupa pada bulan Mei dan November 2014 lalu, dalam rangka pemetaan mitigasi bencana. Bahkan Bakat, atau yang akrab disapa Lahar oleh kawan - kawan sesama relawan, pernah memperkirakan bahwa kejadian yang dialami Eri kali ini akan terjadi pada suatu saat.

Kerja keras sebagai relawan sudah dilakoni Bakat sejak bergabung di Relawan Barameru Boyolali sejak tahun 2008. Tak cuma membantu pendaki yang tersesat atau hilang, lelaki itu juga membantu warga ketika Merapi mengalami erupsi dari waktu ke waktu.

www.belantaraindonesia.org

Bahkan tak cuma di Merapi, Bakat juga beberapa kali datang ke lokasi bencana gunung meletus di daerah lain, untuk membantu warga yang menjadi korban. "Saya beberapa kali ke Sinabung untuk membantu menyelamatkan warga dari amukan lahar panas di sana," ujar pemuda asal Desa Kembang Kuning, Cepogo, Boyolali tersebut.

Untuk Di Ingat
Banyaknya pendaki yang sampai ke puncak Merapi, sedikit banyak dipengaruhi oleh budaya pop media sosial ( medsos ). Hal itu membuat pendaki pemula yang belum berpengalaman ikut - ikutan dalam tren tersebut.

Tren mengunggah foto di puncak Merapi, bisa mengakibatkan pendaki pemula merasa ingin ikut - ikutan. Secara protap teknis, pihak TNGM sudah melakukan berbagai peringatan melalui petugas basecamp ataupun papan peringatan. Akan tetapi hal tersebut masih banyak dilanggar oleh pendaki.

Standard perlengkapan pendakian pun masih banyak dilanggar, ada beberapa diantaranya masih membawa celana jeans ataupun pendek, bekal minum yang mereka bawa pun masih kurang. Hal - hal tersebut lah yang kemudian perlu mendapatkan evaluasi lebih lanjut.

Para pendaki sebaiknya  mematuhi semua peraturan pendakian, khususnya di Gunung Merapi. Termasuk diantaranya larangan untuk "muncak", pada puncak setinggi sekitar 2.968 Mdpl tersebut..
Read More
11 comments

Foto Terakhir Sebelum Jatuh Ke Kawah Merapi

Kabar tentang Eri Yunanto seorang pendaki dari Yogyakarta yang terjatuh di kawah Merapi setelah berfoto ria itu bukanlah insiden tragis yang pertama kali terjadi di dunia. Demi sebuah momen bagus di alam, kadang ada risiko yang mengancam. Dan semoga hal tersebut bisa menjadi pelajaran yang berharga bagi pendaki lain.

www.belantaraindonesia.org
Foto - foto yang direkam sesama rekan pendaki Dicky memperlihatkan posisi Eri Yunanto sebelum jatuh ke kawah Gunung Merapi
Salah satu pendaki sempat merekam posisi Eri Yunanto di Puncak Garuda sebelum mahasiswa Universitas Atmajaya Yogyakarta itu jatuh ke kawah Gunung Merapi, Sabtu 16 Mei 2015 lalu. Foto rekaman Dicky, teman dekat Eri menjadi petunjuk bagi tim pencarian untuk mencari tubuh Eri.

"Saya sempat mengambil fotonya dua kali, setelah itu ia hendak turun, dalam sepersekian detik ia terpeleset dan terjatuh berguling," kata Dicky.

Dicky mengatakan, sebelum Eri menaiki batu Puncak Garuda, ada pendaki lain yang telah berhasil naik kemudian menuruni batuan tersebut. Eri kemudian menyusul naik, namun jatuh saat turun dari batu.

"Ia sudah sempat diingatkan oleh pendaki lainnya, kalau ingin naik jangan ragu - ragu, kalau ragu tidak usah saja. Ia memang berhasil naik, namun kemudian ketika hendak turun dirinya merasa ragu, hingga akhirnya saya diminta untuk menghadang tepat didepannya, untuk menjaganya," tuturnya.

"Motivasi terbesar Eri memang untuk berfoto di tempat tersebut, dari rumah sudah ia niatkan untuk dapat mengambil foto di situ ( batu Puncak Garuda ). Kalau saya malah takut untuk menaiki puncak tersebut," ujarnya.

Tidak disangka, Eri terperosok jatuh ke sisi kanan puncak menuju kawah. Menurut Dicky, terpelesetnya Eri berlangsung sangat cepat. Ia hanya dapat menyaksikan temannya itu jatuh ke sebelah kanan lalu terguling menuju kawah. Dirinya menambahkan, temannya itu baru kali pertama menaiki Gunung Merapi.

Operasi pencarian survivor Eri Yunanto memakai alat khusus berupa alat bantu pernapasan ( breathing aparatus ) dan pesawat mini tanpa awak ( drone ).

Pengendali Misi Pencarian ( SMC ) Suwiknya mengatakan, dua alat tersebut berfungsi untuk mempermudah pencarian. Hal itu berkait medan dan kondisi jatuhnya survivor di kawah Merapi.

"Drone kami gunakan untuk memetakan tempat dugaan jatuhnya pendaki. Dari situ akan dievaluasi jalur yang bisa ditempuh oleh penyelamat. Kami menerjunkan dua drone, dalam misi ini," ujarnya.

Sementara itu, breathing aparatus berfungsi untuk mengurangi risiko terhirupnya gas beracun yang ada di kawah Merapi.

"Kami juga harus melihat arah angin, sebab bila angin cenderung diam, hal itu justru berbahaya untuk penyelamat, karena konsentrasi gas beracun tinggi. Kalau ada angin berembus, maka udara akan bersirkulasi," tutur Suwiknya yang juga Kepala Resort Selo SPTN wilayah II Boyolali.  NG
Kabar tentang Eri Yunanto seorang pendaki dari Yogyakarta yang terjatuh di kawah Merapi setelah berfoto ria itu bukanlah insiden tragis yang pertama kali terjadi di dunia. Demi sebuah momen bagus di alam, kadang ada risiko yang mengancam. Dan semoga hal tersebut bisa menjadi pelajaran yang berharga bagi pendaki lain.

www.belantaraindonesia.org
Foto - foto yang direkam sesama rekan pendaki Dicky memperlihatkan posisi Eri Yunanto sebelum jatuh ke kawah Gunung Merapi
Salah satu pendaki sempat merekam posisi Eri Yunanto di Puncak Garuda sebelum mahasiswa Universitas Atmajaya Yogyakarta itu jatuh ke kawah Gunung Merapi, Sabtu 16 Mei 2015 lalu. Foto rekaman Dicky, teman dekat Eri menjadi petunjuk bagi tim pencarian untuk mencari tubuh Eri.

"Saya sempat mengambil fotonya dua kali, setelah itu ia hendak turun, dalam sepersekian detik ia terpeleset dan terjatuh berguling," kata Dicky.

Dicky mengatakan, sebelum Eri menaiki batu Puncak Garuda, ada pendaki lain yang telah berhasil naik kemudian menuruni batuan tersebut. Eri kemudian menyusul naik, namun jatuh saat turun dari batu.

"Ia sudah sempat diingatkan oleh pendaki lainnya, kalau ingin naik jangan ragu - ragu, kalau ragu tidak usah saja. Ia memang berhasil naik, namun kemudian ketika hendak turun dirinya merasa ragu, hingga akhirnya saya diminta untuk menghadang tepat didepannya, untuk menjaganya," tuturnya.

"Motivasi terbesar Eri memang untuk berfoto di tempat tersebut, dari rumah sudah ia niatkan untuk dapat mengambil foto di situ ( batu Puncak Garuda ). Kalau saya malah takut untuk menaiki puncak tersebut," ujarnya.

Tidak disangka, Eri terperosok jatuh ke sisi kanan puncak menuju kawah. Menurut Dicky, terpelesetnya Eri berlangsung sangat cepat. Ia hanya dapat menyaksikan temannya itu jatuh ke sebelah kanan lalu terguling menuju kawah. Dirinya menambahkan, temannya itu baru kali pertama menaiki Gunung Merapi.

Operasi pencarian survivor Eri Yunanto memakai alat khusus berupa alat bantu pernapasan ( breathing aparatus ) dan pesawat mini tanpa awak ( drone ).

Pengendali Misi Pencarian ( SMC ) Suwiknya mengatakan, dua alat tersebut berfungsi untuk mempermudah pencarian. Hal itu berkait medan dan kondisi jatuhnya survivor di kawah Merapi.

"Drone kami gunakan untuk memetakan tempat dugaan jatuhnya pendaki. Dari situ akan dievaluasi jalur yang bisa ditempuh oleh penyelamat. Kami menerjunkan dua drone, dalam misi ini," ujarnya.

Sementara itu, breathing aparatus berfungsi untuk mengurangi risiko terhirupnya gas beracun yang ada di kawah Merapi.

"Kami juga harus melihat arah angin, sebab bila angin cenderung diam, hal itu justru berbahaya untuk penyelamat, karena konsentrasi gas beracun tinggi. Kalau ada angin berembus, maka udara akan bersirkulasi," tutur Suwiknya yang juga Kepala Resort Selo SPTN wilayah II Boyolali.  NG
Read More
15 comments

Ada Surga Di Batas Jombang

1 Maret 2015  ini aku buka dengan petualangan lagi, dan spesialnya biasanya petualangan keluar Jombang tapi kali ini aku dan sohibku ingin cari surga tersembunyi di kota tercinta Jombang yaitu ke Kedung Cinet yang menurutku masih belum terkenal sih. Berbekal nekat dan penasaran kami pun berangkat, itu pun sebenarnya males juga soalnya sudah tengah hari.

www.belantaraindonesia.org

Perjalanan dimulai dari rumahku sekitaran pukul setengah 12 siang dan asli, itu bukan waktu yang enak buat keluar tapi berhubung udah kelamaan nyepi di rumah jadi yah ngikut aja. Sebenarnya kita gak tau apa - apa tapi untung aja sebelum sohibku dateng kerumah aku sempatin browsing dan nyasar ke blog orang dan alhasil ada jalan terang meskipun gak terang banget sih alias masih remang - remang.

Kembali ke topic Kedung Cinet adalah sungai yang konon katanya menjadi tempat mandi para prajurit Majapahit setelah pulang berperang, itu sih yang aku tau. Nah itu senjata kita buat menuju tempat yang sama sekali asing buat kita. Terima kasih mbah google, terima kasih si empuhnya blog jadinya kita tau deh harus kemana...hehee

www.belantaraindonesia.org

Jalannya sih menurutku gampang diingat soalnya Cuma ngikutin arah aja menuju Plandaan dan mencari desa Klitih soalnya cuman lurus aja tapi yang sedikit menantang itu yah akses jalan kesananya yang lewat hutan , bayangin aja aku sama temenku yang notabene cewek - cewek lewat hutan dan serasa bukan di Jombang ( gak usah dibayangin juga gpp ).

Jalannya juga masih ada rusak dan membahayakan apalagi pas musim hujan kayak gini. Dan berhubung Kedung Cinet belum menjadi tempat wisata jalan satu - satunya ketika kita sudah melewati hutan adalah Tanya ke warga setempat, dan jangan takut karena warga sekitar sangat ramah dan bisa memberitahu kita secara lengkap..

www.belantaraindonesia.org

Alhamdulillah akhirnya kita sampai ditempat tujuan dan yang buat aku heran gak ada tempat parkir atau tanah yang cukup buat parkir sepeda jadi para pengunjung pada parkir di jalan dan itu sangat menganggu orang yang lewat dan gak itu aja, untuk turun ke sungainya butuh usaha karena jalan yang cukup terjal dan licin. Sekerdar informasi kami memakan waktu sekitar 1 jam dari kota Jombang. Dan akhirnya kita sampai.

Tak lama sampai, dan masih asyik main air eh hujan turun dan itu berbahaya jadi kita cepat - cepat naik dan pulang, pulangnya pun butuh perjuangan karena hujan yang cukup lebat itu yang membuat jalan semakin licin. untuk yang ingin mengunjungi tempat yang indah ini alangkah baiknya kalo tidak musim hujan karena saat musim hujan kayak gini airnya cukup deras dan membuat air sungainya jadi keruh.

Tempat ini bisa jadi destinasi perjalananmu karena selain lokasinya yang masih belum banyak orang yang tau tapi juga jalan menuju kesini cukup bisa memanjakan mata kita karena masih sangat asri.

Aruna  Sahabat Belantara Indonesia Di Jombang, Jawa Timur, Indonesia
1 Maret 2015  ini aku buka dengan petualangan lagi, dan spesialnya biasanya petualangan keluar Jombang tapi kali ini aku dan sohibku ingin cari surga tersembunyi di kota tercinta Jombang yaitu ke Kedung Cinet yang menurutku masih belum terkenal sih. Berbekal nekat dan penasaran kami pun berangkat, itu pun sebenarnya males juga soalnya sudah tengah hari.

www.belantaraindonesia.org

Perjalanan dimulai dari rumahku sekitaran pukul setengah 12 siang dan asli, itu bukan waktu yang enak buat keluar tapi berhubung udah kelamaan nyepi di rumah jadi yah ngikut aja. Sebenarnya kita gak tau apa - apa tapi untung aja sebelum sohibku dateng kerumah aku sempatin browsing dan nyasar ke blog orang dan alhasil ada jalan terang meskipun gak terang banget sih alias masih remang - remang.

Kembali ke topic Kedung Cinet adalah sungai yang konon katanya menjadi tempat mandi para prajurit Majapahit setelah pulang berperang, itu sih yang aku tau. Nah itu senjata kita buat menuju tempat yang sama sekali asing buat kita. Terima kasih mbah google, terima kasih si empuhnya blog jadinya kita tau deh harus kemana...hehee

www.belantaraindonesia.org

Jalannya sih menurutku gampang diingat soalnya Cuma ngikutin arah aja menuju Plandaan dan mencari desa Klitih soalnya cuman lurus aja tapi yang sedikit menantang itu yah akses jalan kesananya yang lewat hutan , bayangin aja aku sama temenku yang notabene cewek - cewek lewat hutan dan serasa bukan di Jombang ( gak usah dibayangin juga gpp ).

Jalannya juga masih ada rusak dan membahayakan apalagi pas musim hujan kayak gini. Dan berhubung Kedung Cinet belum menjadi tempat wisata jalan satu - satunya ketika kita sudah melewati hutan adalah Tanya ke warga setempat, dan jangan takut karena warga sekitar sangat ramah dan bisa memberitahu kita secara lengkap..

www.belantaraindonesia.org

Alhamdulillah akhirnya kita sampai ditempat tujuan dan yang buat aku heran gak ada tempat parkir atau tanah yang cukup buat parkir sepeda jadi para pengunjung pada parkir di jalan dan itu sangat menganggu orang yang lewat dan gak itu aja, untuk turun ke sungainya butuh usaha karena jalan yang cukup terjal dan licin. Sekerdar informasi kami memakan waktu sekitar 1 jam dari kota Jombang. Dan akhirnya kita sampai.

Tak lama sampai, dan masih asyik main air eh hujan turun dan itu berbahaya jadi kita cepat - cepat naik dan pulang, pulangnya pun butuh perjuangan karena hujan yang cukup lebat itu yang membuat jalan semakin licin. untuk yang ingin mengunjungi tempat yang indah ini alangkah baiknya kalo tidak musim hujan karena saat musim hujan kayak gini airnya cukup deras dan membuat air sungainya jadi keruh.

Tempat ini bisa jadi destinasi perjalananmu karena selain lokasinya yang masih belum banyak orang yang tau tapi juga jalan menuju kesini cukup bisa memanjakan mata kita karena masih sangat asri.

Aruna  Sahabat Belantara Indonesia Di Jombang, Jawa Timur, Indonesia
Read More
16 comments