Subcribe to our RSS feeds Join Us on Facebook Follow us on Twitter Add to Circles
+82221152857 wijayadie@yahoo.com

Mengapa Gagal Mendaki Gunung?

Mengapa Gagal Mendaki Gunung? Pertanyaan yang sering kita dengar atau justru kita ungkapkan. Tentu hal itu bisa terjadi pada siapapun, pada pendaki dimanapun. Pada intinya, ada dua faktor yang mempengaruhi berhasil tidaknya sebuah pendakian gunung. Apa sajakah itu?

www.belantaraindonesia.org
Property Fitri
1. Faktor Intern
Seperti kondisi fisik, pengetahuan dan persiapan. Bila pendaki tidak mempersiapkan pendakian, maka dia hanya memperbesar bahaya subyektif ( subjective danger ). Misalnya, bahaya kedinginan karena pendaki tidak membawa jaket tebal atau tenda untuk melawan dinginnya udara dan kencangnya angin.

2. Faktor Ekstern
Cuaca, kondisi alam, gas beracun yang dikandung gunung dan sebagainya yang merupakan sifat dan bagian alam. Karena itu, bahaya yang mungkin timbul seperti angin badai, pohon tumbang, letusan gunung atau meruapnya gas beracun dikategorikan sebagai bahaya objektif ( objective danger ). Seringkali faktor itu berubah dengan cepat di luar dugaan manusia.

Tidak lagi bisa ditawar, mendaki gunung adalah kegiatan fisik berat. Karena itu, kebugaran fisik adalah hal mutlak. Untuk berjalan dan menarik badan dari rintangan dahan atau batu, otot tungkai dan tangan harus kuat. Untuk menahan beban ransel, otot bahu harus kuat.

Daya tahan ( endurance ) amat diperlukan karena dibutuhkan perjalanan berjam - jam hingga hitungan hari untuk bisa tiba di puncak. Bila tidak biasa berolahraga, calon pendaki sebaiknya melakukan jogging dua atau tiga kali seminggu, dilakukan dua hingga tiga minggu sebelum pendakian. Mulailah jogging tanpa memaksa diri, misalnya cukup 30 menit dengan lari - lari santai.

Tingkatkan waktu dan kecepatan jogging secara bertahap pada kesempatan berikutnya. Bila kegiatan itu terasa membosankan, dapat diselingi dengan berenang.

Dua olahraga itu sangat bermanfaat meningkatkan endurance dan kapasitas maksimum paru - paru menyedot oksigen ( Volume O2 maximum / VO2 max ). Latihan push up, sit up, pull up sebaiknya juga dilakukan untuk memperkuat otot - otot.

Mendaki gunung yang baik dengan melangkah perlahan dalam langkah - langkah kecil dan dalam irama tetap. Dengan berjalan seperti itu, pendaki dapat mengatur napas, dan menggunakan tenaga se - efisien mungkin. 
Mengapa Gagal Mendaki Gunung? Pertanyaan yang sering kita dengar atau justru kita ungkapkan. Tentu hal itu bisa terjadi pada siapapun, pada pendaki dimanapun. Pada intinya, ada dua faktor yang mempengaruhi berhasil tidaknya sebuah pendakian gunung. Apa sajakah itu?

www.belantaraindonesia.org
Property Fitri
1. Faktor Intern
Seperti kondisi fisik, pengetahuan dan persiapan. Bila pendaki tidak mempersiapkan pendakian, maka dia hanya memperbesar bahaya subyektif ( subjective danger ). Misalnya, bahaya kedinginan karena pendaki tidak membawa jaket tebal atau tenda untuk melawan dinginnya udara dan kencangnya angin.

2. Faktor Ekstern
Cuaca, kondisi alam, gas beracun yang dikandung gunung dan sebagainya yang merupakan sifat dan bagian alam. Karena itu, bahaya yang mungkin timbul seperti angin badai, pohon tumbang, letusan gunung atau meruapnya gas beracun dikategorikan sebagai bahaya objektif ( objective danger ). Seringkali faktor itu berubah dengan cepat di luar dugaan manusia.

Tidak lagi bisa ditawar, mendaki gunung adalah kegiatan fisik berat. Karena itu, kebugaran fisik adalah hal mutlak. Untuk berjalan dan menarik badan dari rintangan dahan atau batu, otot tungkai dan tangan harus kuat. Untuk menahan beban ransel, otot bahu harus kuat.

Daya tahan ( endurance ) amat diperlukan karena dibutuhkan perjalanan berjam - jam hingga hitungan hari untuk bisa tiba di puncak. Bila tidak biasa berolahraga, calon pendaki sebaiknya melakukan jogging dua atau tiga kali seminggu, dilakukan dua hingga tiga minggu sebelum pendakian. Mulailah jogging tanpa memaksa diri, misalnya cukup 30 menit dengan lari - lari santai.

Tingkatkan waktu dan kecepatan jogging secara bertahap pada kesempatan berikutnya. Bila kegiatan itu terasa membosankan, dapat diselingi dengan berenang.

Dua olahraga itu sangat bermanfaat meningkatkan endurance dan kapasitas maksimum paru - paru menyedot oksigen ( Volume O2 maximum / VO2 max ). Latihan push up, sit up, pull up sebaiknya juga dilakukan untuk memperkuat otot - otot.

Mendaki gunung yang baik dengan melangkah perlahan dalam langkah - langkah kecil dan dalam irama tetap. Dengan berjalan seperti itu, pendaki dapat mengatur napas, dan menggunakan tenaga se - efisien mungkin. 
Read More
2 comments

Lingkungan Mendaki Gunung Bukan Habitat Manusia?

Mendaki Gunung adalah sebuah kegiatan yang termasuk dalam kategori olahraga. Hanya saja, kegiatan tersebut dilakukan di tengah alam terbuka yang liar, jalanan yang tentunya ekstrim. Dari hal itu bisa di simpulkan bahwa lingkungan mendaki gunung sesungguhnya bukan habitat manusia.

www.belantaraindonesia.org
Property Fitri
Sebagai contoh, Badan SAR Nasional mendata bahwa dari bulan Januari 1998 sampai dengan April 2001 tercatat 47 korban pendakian gunung di Indonesia yang terdiri dari 10 orang meninggal, 8 orang hilang, 29 orang selamat, 2 orang luka berat dan 1 orang luka ringan, dari seluruh pendakian yang tercatat.

Data lain, sejak tahun 1969 sampai 2001, Gunung Gede dan Pangrango di Jawa Barat telah memakan korban jiwa sebanyak 34 orang.

Selanjutnya, dari 4000 orang yang berusaha mendaki puncak Everest sebagai puncak gunung tertinggi di dunia, hanya 400 orang yang berhasil mencapai puncak dan sekitar 100 orang meninggal.

Rata - rata kecelakaan yang terjadi pada pendakian dibawah 8000 m telah tercatat sebanyak 25% pada setiap periode pendakian.

Memang, mendaki gunung memiliki unsur petualangan. Petualangan adalah sebagai satu bentuk pikiran yang mulai dengan perasaan tidak pasti mengenai hasil perjalanan dan selalu berakhir dengan perasaan puas karena suksesnya perjalanan tersebut.

Perasaan yang muncul saat bertualang adalah rasa takut menghadapi bahaya secara fisik atau psikologis. Tanpa adanya rasa takut maka tidak ada petualangan karena tidak ada pula tantangan.

Resiko mendaki gunung yang tinggi, tidak menghalangi para pendaki untuk tetap melanjutan pendakian, karena para pendaki gunung memiliki kecenderungan sensation seeking ( pemburuan sensasi ) tinggi. Para sensation seeker menganggap dan menerima risiko sebagai nilai atau harga dari sesuatu yang didapatkan dari sensasi atau pengalaman itu sendiri.

 Pengalaman - pengalaman yang menyenangkan maupun kurang menyenangkan tersebut membentuk self - esteem ( kebanggaan / kepercayaan diri ).

Pendaki gunung legendaris asal Inggris, Sir George Leigh Mallory, kerap menjawab pendek pertanyaan mengapa ia begitu "tergila - gila" naik gunung. "Because It Is There" ujarnya. Selain jawaban itu, masih banyak alasan mengapa seseorang mendaki gunung atau menggeluti kegiatan petualangan lainnya.

Anggota - anggota kelompok pecinta alam di Indonesia contohnya. Mereka punya alasan lebih panjang dari Mallory. "Nasionalisme tidak dapat tumbuh dari slogan atau indoktrinasi. Cinta tanah air hanya tumbuh dari melihat langsung alam dan masyarakatnya. Untuk itulah kami naik gunung".

Bagaimanapun, gunung dengan rimba liarnya, tebing terjal, udara dingin, kencangnya angin yang membuat tulang ngilu, malam yang gelap dan kabut yang pekat bukanlah habitat manusia modern.

Bahaya yang dikandung alam itu akan menjadi semakin besar bila pendaki gunung tidak membekali diri dengan peralatan, kekuatan fisik, pengetahuan tentang alam, dan navigasi yang baik. Tanpa persiapan yang baik, naik gunung tidak bermakna apa - apa.

Alangkah indah dan semaraknya alam serta lingkungan pendaki gunung apabila ada hal menarik lain, mengapa mendaki gunung. Apakah itu?

Yang mencintai udara jernih
Yang mencintai terbang burung - burung
Yang mencintai keleluasaan & kebebasan
Yang mencintai Bumi
Mereka mendaki ke puncak gunung - gunung

#24 Desember 1969_Sanento Yuliman_mengantar kepergian Gie#
Mendaki Gunung adalah sebuah kegiatan yang termasuk dalam kategori olahraga. Hanya saja, kegiatan tersebut dilakukan di tengah alam terbuka yang liar, jalanan yang tentunya ekstrim. Dari hal itu bisa di simpulkan bahwa lingkungan mendaki gunung sesungguhnya bukan habitat manusia.

www.belantaraindonesia.org
Property Fitri
Sebagai contoh, Badan SAR Nasional mendata bahwa dari bulan Januari 1998 sampai dengan April 2001 tercatat 47 korban pendakian gunung di Indonesia yang terdiri dari 10 orang meninggal, 8 orang hilang, 29 orang selamat, 2 orang luka berat dan 1 orang luka ringan, dari seluruh pendakian yang tercatat.

Data lain, sejak tahun 1969 sampai 2001, Gunung Gede dan Pangrango di Jawa Barat telah memakan korban jiwa sebanyak 34 orang.

Selanjutnya, dari 4000 orang yang berusaha mendaki puncak Everest sebagai puncak gunung tertinggi di dunia, hanya 400 orang yang berhasil mencapai puncak dan sekitar 100 orang meninggal.

Rata - rata kecelakaan yang terjadi pada pendakian dibawah 8000 m telah tercatat sebanyak 25% pada setiap periode pendakian.

Memang, mendaki gunung memiliki unsur petualangan. Petualangan adalah sebagai satu bentuk pikiran yang mulai dengan perasaan tidak pasti mengenai hasil perjalanan dan selalu berakhir dengan perasaan puas karena suksesnya perjalanan tersebut.

Perasaan yang muncul saat bertualang adalah rasa takut menghadapi bahaya secara fisik atau psikologis. Tanpa adanya rasa takut maka tidak ada petualangan karena tidak ada pula tantangan.

Resiko mendaki gunung yang tinggi, tidak menghalangi para pendaki untuk tetap melanjutan pendakian, karena para pendaki gunung memiliki kecenderungan sensation seeking ( pemburuan sensasi ) tinggi. Para sensation seeker menganggap dan menerima risiko sebagai nilai atau harga dari sesuatu yang didapatkan dari sensasi atau pengalaman itu sendiri.

 Pengalaman - pengalaman yang menyenangkan maupun kurang menyenangkan tersebut membentuk self - esteem ( kebanggaan / kepercayaan diri ).

Pendaki gunung legendaris asal Inggris, Sir George Leigh Mallory, kerap menjawab pendek pertanyaan mengapa ia begitu "tergila - gila" naik gunung. "Because It Is There" ujarnya. Selain jawaban itu, masih banyak alasan mengapa seseorang mendaki gunung atau menggeluti kegiatan petualangan lainnya.

Anggota - anggota kelompok pecinta alam di Indonesia contohnya. Mereka punya alasan lebih panjang dari Mallory. "Nasionalisme tidak dapat tumbuh dari slogan atau indoktrinasi. Cinta tanah air hanya tumbuh dari melihat langsung alam dan masyarakatnya. Untuk itulah kami naik gunung".

Bagaimanapun, gunung dengan rimba liarnya, tebing terjal, udara dingin, kencangnya angin yang membuat tulang ngilu, malam yang gelap dan kabut yang pekat bukanlah habitat manusia modern.

Bahaya yang dikandung alam itu akan menjadi semakin besar bila pendaki gunung tidak membekali diri dengan peralatan, kekuatan fisik, pengetahuan tentang alam, dan navigasi yang baik. Tanpa persiapan yang baik, naik gunung tidak bermakna apa - apa.

Alangkah indah dan semaraknya alam serta lingkungan pendaki gunung apabila ada hal menarik lain, mengapa mendaki gunung. Apakah itu?

Yang mencintai udara jernih
Yang mencintai terbang burung - burung
Yang mencintai keleluasaan & kebebasan
Yang mencintai Bumi
Mereka mendaki ke puncak gunung - gunung

#24 Desember 1969_Sanento Yuliman_mengantar kepergian Gie#
Read More
2 comments

Sebelum Mendaki Rinjani, Singgahi Dahulu Desa Bayan

Apabila kita suka menjelajahi suatu wilayah baru, akan menjadi menarik untuk mengenal budaya dan sekelumit kehidupan masyarakat setempat. Dan jika Anda memiliki kesempatan untuk mendaki Gunung Rinjani, singgahi dahulu Desa Bayan.

www.belantaraindonesia.org

Jalan - jalan di perkampungan penduduk lokal yang menghuni sekitar kawasan wisata tentu akan menjadi pengalaman mengesankan. Apalagi, sejak dulu Indonesia terkenal memiliki keragaman budaya dan adat istiadat yang dapat menjadi suguhan wisata serta memperkaya pengalaman Anda.

Salah satunya adalah Desa Bayan. Desa Bayan adalah salah satu dari sekian banyak desa wisata di belahan Indonesia yang menarik dikunjungi. Desa Bayan terletak di kaki Gunung Rinjani ( di kawasan sekitar Taman Nasional Gunung Rinjani ) yang secara administratif berada di wilayah Kecamatan Bayan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

Desa adat ini dihuni oleh penduduk asli Lombok, yaitu suku Sasak yang memiliki kearifannya sendiri dalam menjaga kelestarian adat dan alam yang mereka huni. Suku Sasak masih memegang teguh adat dan mematuhi aturan adat yang diwariskan oleh leluhur.

Selain keindahan panorama alamnya, Desa Bayan juga terkenal dengan bangunan tradisional masyarakat Sasak dan tata kehidupan mereka. Atap rumbia, dinding bambu, dan lantai berupa tanah liat yang dipadatkan adalah beberapa ciri khas arsitektur rumah masyarakat Suku Sasak, khususnya di Desa Bayan.

www.belantaraindonesia.org
Suku Sasak
Terdapat pembagian yang jelas pula mengenai wilayah - wilayah bangunan antara bangunan khusus dan bangunan umum. Bagi para pemangku adat, mereka mendiami wilayah Kampu. Wilayah ini adalah wilayah khusus dimana tidak sembarang orang dapat memasukinya; pagar bambu sebagai pembatas wilayah menjadi penegas aturan tak tertulis tersebut.

Di wilayah ini terdapat beberapa rumah adat yang pembagian dan namanya pun disesuaikan dengan fungsi atau sifat dari sang pemangku adat.

Rumah - rumah adat ( bale )—yang rangka konstruksinya sebagian besar dari campuran kayu dan bambu—juga memiliki pembagian khusus mengenai desain interiornya. Terdapat inan bale ( induk rumah ) yaitu wilayah khusus atau pribadi untuk menyimpan barang - barang pribadi, seperti harta dan barang berharga, beras, sesaji, dan lainnya. Ada pula wilayah khusus tamu perempuan ( amben bleh ), dan lain sebagainya.

Selain bangunan tersebut di atas, daya tarik Desa Bayan yang lainnya adalah adanya Masjid Bayan yang merupakan masjid tertua di Lombok. Masjid ini juga adalah penanda masuknya Islam ke Lombok oleh salah satu Wali Songo, yaitu Sunan Giri.

www.belantaraindonesia.org
Masjid Bayan
Meski telah beberapa kali direnovasi, masjid yang tingginya hanya 1,5 meter dan luas 10x10 meter ini masih mempertahankan bentuk aslinya. Lantainya masih berupa tanah liat yang dipadatkan, atapnya rumbia dengan rangka bambu, dindingnya pun adalah dinding bambu, serta tidak terdapat listrik.

Penerangan di dalam masjid masih berupa obor. Di sekitar masjid juga terdapat beberapa makam tua yang dipercaya sebagai makam tokoh yang pernah berperan dalam penyebaran Islam di kawasan tersebut. Masjid ini juga menjadi tempat dilaksanakannya beberapa ritual keagamaan dan upacara - upacara tertentu.

Tak jauh dari Masjid Bayan, terdapat kompleks rumah adat yang dikenal dengan nama Bale Adat Gubug Karang Bajo. Terdapat sekira 25 rumah adat yang dihuni oleh beberapa tokoh: lokak pande ( staf ahli ), lokak penguban ( yang mengayomi dan melindungi umat, juga sebagai pembawa payung agung dalam upacara Mauludan ), amak lokak ( tetua adat ), melokak pemangkuan singgan dalem ( intelejen ), dan pemangku melokak walin gumi ( penasehat spiritual ).

Untuk memasuki rumah adat, ada beberapa peraturan yang harus diikuti. Diantaranya adalah mengenakan kain tenunan asli Bayan yang dilapis dengan kain bermotif kotak - kotak. Pakaian selain kain tersebut tidak boleh dikenakan. Untuk bagian kepala, dikenakan sapuk atau jong, sejenis penutup kepala.

www.belantaraindonesia.org

Setelah puas berkeliling desa dan melihat langsung keunikan dan kearifan budaya lokal masyarakat Suku Sasak, kawasan wisata lain yang dapat jadi pilihan ( selain mendaki Gunung Rinjani tentu saja ) adalah mata air Mandala di kawasan hutan adat Desa Bayan, Bangket Bayan, serta Air Terjun Sindang Gile dan Tiu Kelelep.

Air terjun tersebut tepatnya berada di kawasan Desa Senaru ( 2 kilometer dari Desa Bayan ). Untuk menuju air terjun Sindang Gile, sekira dua ratusan anak tangga akan mengantar Anda ke lokasi air terjun dengan ketinggian 40 meter.

Anda dapat mandi di sini, dan konon air terjun ini berkhasiat mengobati penyakit, contohnya reumatik. Sekira 1 kilometer dari sini, ada pula Air Terjun Tiu Kelep ( tinggi sekira 30 meter ) yang memiliki kolam renangnya yang indah.

Menurut kepercayaan masyarakat lokal, mandi di air terjun ini konon dipercaya dapat membuat awet muda dan membuat enteng jodoh bagi yang belum menikah. Selain kedua air terjun ini, tak jauh dari lokasi, tepatnya di bagian atas air terjun Sindang Gile, terdapat kawasan wisata yang menawarkan pemandangan dramatis yaitu Bangket Bayan; kata bangket sendiri adalah berarti sawah. src
Apabila kita suka menjelajahi suatu wilayah baru, akan menjadi menarik untuk mengenal budaya dan sekelumit kehidupan masyarakat setempat. Dan jika Anda memiliki kesempatan untuk mendaki Gunung Rinjani, singgahi dahulu Desa Bayan.

www.belantaraindonesia.org

Jalan - jalan di perkampungan penduduk lokal yang menghuni sekitar kawasan wisata tentu akan menjadi pengalaman mengesankan. Apalagi, sejak dulu Indonesia terkenal memiliki keragaman budaya dan adat istiadat yang dapat menjadi suguhan wisata serta memperkaya pengalaman Anda.

Salah satunya adalah Desa Bayan. Desa Bayan adalah salah satu dari sekian banyak desa wisata di belahan Indonesia yang menarik dikunjungi. Desa Bayan terletak di kaki Gunung Rinjani ( di kawasan sekitar Taman Nasional Gunung Rinjani ) yang secara administratif berada di wilayah Kecamatan Bayan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

Desa adat ini dihuni oleh penduduk asli Lombok, yaitu suku Sasak yang memiliki kearifannya sendiri dalam menjaga kelestarian adat dan alam yang mereka huni. Suku Sasak masih memegang teguh adat dan mematuhi aturan adat yang diwariskan oleh leluhur.

Selain keindahan panorama alamnya, Desa Bayan juga terkenal dengan bangunan tradisional masyarakat Sasak dan tata kehidupan mereka. Atap rumbia, dinding bambu, dan lantai berupa tanah liat yang dipadatkan adalah beberapa ciri khas arsitektur rumah masyarakat Suku Sasak, khususnya di Desa Bayan.

www.belantaraindonesia.org
Suku Sasak
Terdapat pembagian yang jelas pula mengenai wilayah - wilayah bangunan antara bangunan khusus dan bangunan umum. Bagi para pemangku adat, mereka mendiami wilayah Kampu. Wilayah ini adalah wilayah khusus dimana tidak sembarang orang dapat memasukinya; pagar bambu sebagai pembatas wilayah menjadi penegas aturan tak tertulis tersebut.

Di wilayah ini terdapat beberapa rumah adat yang pembagian dan namanya pun disesuaikan dengan fungsi atau sifat dari sang pemangku adat.

Rumah - rumah adat ( bale )—yang rangka konstruksinya sebagian besar dari campuran kayu dan bambu—juga memiliki pembagian khusus mengenai desain interiornya. Terdapat inan bale ( induk rumah ) yaitu wilayah khusus atau pribadi untuk menyimpan barang - barang pribadi, seperti harta dan barang berharga, beras, sesaji, dan lainnya. Ada pula wilayah khusus tamu perempuan ( amben bleh ), dan lain sebagainya.

Selain bangunan tersebut di atas, daya tarik Desa Bayan yang lainnya adalah adanya Masjid Bayan yang merupakan masjid tertua di Lombok. Masjid ini juga adalah penanda masuknya Islam ke Lombok oleh salah satu Wali Songo, yaitu Sunan Giri.

www.belantaraindonesia.org
Masjid Bayan
Meski telah beberapa kali direnovasi, masjid yang tingginya hanya 1,5 meter dan luas 10x10 meter ini masih mempertahankan bentuk aslinya. Lantainya masih berupa tanah liat yang dipadatkan, atapnya rumbia dengan rangka bambu, dindingnya pun adalah dinding bambu, serta tidak terdapat listrik.

Penerangan di dalam masjid masih berupa obor. Di sekitar masjid juga terdapat beberapa makam tua yang dipercaya sebagai makam tokoh yang pernah berperan dalam penyebaran Islam di kawasan tersebut. Masjid ini juga menjadi tempat dilaksanakannya beberapa ritual keagamaan dan upacara - upacara tertentu.

Tak jauh dari Masjid Bayan, terdapat kompleks rumah adat yang dikenal dengan nama Bale Adat Gubug Karang Bajo. Terdapat sekira 25 rumah adat yang dihuni oleh beberapa tokoh: lokak pande ( staf ahli ), lokak penguban ( yang mengayomi dan melindungi umat, juga sebagai pembawa payung agung dalam upacara Mauludan ), amak lokak ( tetua adat ), melokak pemangkuan singgan dalem ( intelejen ), dan pemangku melokak walin gumi ( penasehat spiritual ).

Untuk memasuki rumah adat, ada beberapa peraturan yang harus diikuti. Diantaranya adalah mengenakan kain tenunan asli Bayan yang dilapis dengan kain bermotif kotak - kotak. Pakaian selain kain tersebut tidak boleh dikenakan. Untuk bagian kepala, dikenakan sapuk atau jong, sejenis penutup kepala.

www.belantaraindonesia.org

Setelah puas berkeliling desa dan melihat langsung keunikan dan kearifan budaya lokal masyarakat Suku Sasak, kawasan wisata lain yang dapat jadi pilihan ( selain mendaki Gunung Rinjani tentu saja ) adalah mata air Mandala di kawasan hutan adat Desa Bayan, Bangket Bayan, serta Air Terjun Sindang Gile dan Tiu Kelelep.

Air terjun tersebut tepatnya berada di kawasan Desa Senaru ( 2 kilometer dari Desa Bayan ). Untuk menuju air terjun Sindang Gile, sekira dua ratusan anak tangga akan mengantar Anda ke lokasi air terjun dengan ketinggian 40 meter.

Anda dapat mandi di sini, dan konon air terjun ini berkhasiat mengobati penyakit, contohnya reumatik. Sekira 1 kilometer dari sini, ada pula Air Terjun Tiu Kelep ( tinggi sekira 30 meter ) yang memiliki kolam renangnya yang indah.

Menurut kepercayaan masyarakat lokal, mandi di air terjun ini konon dipercaya dapat membuat awet muda dan membuat enteng jodoh bagi yang belum menikah. Selain kedua air terjun ini, tak jauh dari lokasi, tepatnya di bagian atas air terjun Sindang Gile, terdapat kawasan wisata yang menawarkan pemandangan dramatis yaitu Bangket Bayan; kata bangket sendiri adalah berarti sawah. src
Read More
11 comments

10 Gunung Indonesia Yang Sebaiknya Pesawat Terbang Jangan Melintas

Sering kita mengetahui beberapa kecelakaan pesawat yang terjatuh atau terhempas di sebuah wilayah. Hal tersebut bisa terjadi karena faktor cuaca, tehnis hingga hal berbau mistis. Apalagi jika kecelakaan tersebut terjadi di lereng gunung. Dan berikut ini 10 gunung Indonesia yang sebaiknya pesawat terbang jangan melintas.

1. Gunung Sibayak, Sumatera Utara
Gunung Sibayak adalah sebuah gunung yang menghadap ke Kota Berastagi di Sumatera Utara. Gunung ini berada di sekitar 50 kilometer barat daya Kota Medan. Pesawat Fokker F - 28 Garuda Indonesia pada 11 Juli 1979 terjatuh. Sebanyak 4 awak dan 57 penumpangnya tewas.

www.belantaraindonesia.org

Pada 26 September 1997 giliran pesawat Garuda Indonesia Penerbangan GA 152 terjatuh. Sebanyak 222 orang dan 12 awak tewas. Setelah itu, warga Karo menemukan empat bangkai helikopter yang belum terangkut.

2. Gunung Halimun Salak, Jawa Barat
Gunung yang menjadi lokasi jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 ini dikenal sebagai tempat yang menyimpan banyak misteri. Pesawat Sukhoi yang jatuh pada 9 Mei 2012 bukanlah pesawat pertama yang jatuh di gunung ini. Sebelumnya, sudah ada enam kali pesawat jatuh di kawasan Nasional Gunung Halimun Salak ini.

www.belantaraindonesia.org

Sebelumnya pada 10 Oktober 2002, pesawat Trike bermesin PKS 098 jatuh di Lido, Bogor yang mengakibatkan 1 tewas. Selain itu, pada 29 Oktober 2003, helikopter Sikorsky S - 58T Twinpac TNI AU jatuh di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor dengan jumlah korban tewas sebanyak 7 orang.

3. Bahorok, Pegunungan Bukit Barisan  
Bahorok berada di sebuah kecamatan di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Indonesia. Angin Bahorok  merupakan angin yang paling ditakuti warga setempat.Pada 4 September 2009 lalu, Angin Bahorok pernah menyapu wilayah Deli Serdang, Sumatera Utara.

www.belantaraindonesia.org

Ratusan rumah hancur diterpa angin yang dikenal dengan angin puting beliung ini. Pada 29 September 2009, Pesawat Cassa 212 terjatuh diduga terkena angin bahorok di pegunungan Bahorok. Sebanyak 14 penumpang dan 4 kru pesawat tewas.

4. Gunung Ciremai, Jawa Barat
Gunung Ciremai secara administratif termasuk dalam wilayah tiga kabupaten, yakni Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Gunung ini merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat.

www.belantaraindonesia.org

Selasa 28 November 2011, pesawat Cessna 172 PK NIP milik Nusa Flying International School ditemukan terjatuh di Kawah Burung Gunung Ciremai itu. Tiga orang yang berada di dalam pesawat seluruhnya tewas.

5. Gunung Merapi, Yogyakarta  
Gunung Merapi adalah gunung berapi yang berada di bagian tengah Pulau Jawa. Lereng sisi selatan berada dalam administrasi Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kawasan hutan di sekitar puncaknya menjadi kawasan Taman Nasional Gunung Merapi sejak tahun 2004.

www.belantaraindonesia.org

Merapi menjadi satu dari enam belas gunung api dunia masuk dalam proyek Gunung Api dekade ini. Keangkeran Gunung Merapi ini, membuat sejumlah penerbangan tidak pernah melintasi gunung tersebut.

6. Gunung Tinombala, Sulawesi Tengah

www.belantaraindonesia.org

Gunung Tinombala berada di pegunungan Bosagong Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Pada 29 Maret 1977 pesawat Merpati Nusantara Airlines jenis DHC-6 Twin Otter beregistrasi PK - NUP jatuh di kawasan pegunungan tersebut. Co - pilot Mochammad Masykoer, flight engineer Abhy Irawan dan 20 orang penumpang tewas.  

7. Gunung Lawu, Perbatasan Jawa Tengah Dan Jawa Timur
Lawu ( 3.265 m ) terletak di Pulau Jawa, Indonesia, tepatnya di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.

www.belantaraindonesia.org

Status gunung ini adalah gunung api “istirahat” dan telah lama tidak aktif, terlihat dari rapatnya vegetasi serta puncaknya yang tererosi. Di lerengnya terdapat kepundan kecil yang masih mengeluarkan uap air dan belerang.

Gunung Lawu memiliki tiga puncak, yakni Puncak Hargo Dalem, Hargo Dumiling, dan Hargo Dumilah. Yang terakhir ini adalah puncak tertinggi.

Senin 31 Januari 2011 Tim SAR Gunung Lawu, Jawa Tengah pernah menyisir lokasi Gunung Lawu karena menerima laporan dari masyarakat yang mendengar suara ledakan yang diduga pesawat jatuh di sekitar Candi Cetho. Hanya saja lokasi suara ledakan tersebut masih simpang siur dan tim SAR tak menemukan pesawat jatuh.  

8. Gunung Kumawa, Papua Barat  
Gunung Kumawa berada di Kabupaten Kaimana yang merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Papua Barat, Indonesia. Ibukota kabupaten ini terletak di Kaimana. Pada 9 Agustus 1995 Pesawat HS 748 PK - KHL milik Bouraq Airlines menabrak Gunung Kumawa, Kaimana, Irian Jaya. Sebanyak 7 awak dan 3 penumpang tewas.

9. Gunung Sangkareang, Nusa Tenggara Barat
Gunung Sangkareang masuk dalam kawasan Gunung Rinjani yang berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung Rinjani merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 M dpl serta terletak pada lintang 8º25' LS dan 116º28' BT ini merupakan gunung favorit bagi pendaki Indonesia karena keindahan pemandangannya.

www.belantaraindonesia.org

Pada 25 Januari 1990 Pesawat HS 748 PK - OBW milik Airfast menabrak gunung Sangkareang, Lombok karena cuaca buruk. Tiga crew dan 16 penumpang tewas.

10. Gunung Bromo, Jawa Timur
Gunung Bromo ( dari bahasa Sanskerta: Brahma, salah seorang Dewa Utama Hindu ), merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata, Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif.

www.belantaraindonesia.org

Bromo mempunyai ketinggian 2.392 Mdpl itu berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi. Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter ( utara - selatan ) dan ± 600 meter ( timur - barat ).

Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari - jari 4 km dari pusat kawah Bromo. Pada 6 Maret 1979 pesawat terbang Garuda Indonesia, penerbangan 553 Fokker F - 28 yang terbang tanpa penumpang dari Denpasar menuju Surabaya menabrak lereng Gunung Bromo di ketinggian 6.200 kaki. Keempat awak tewas dalam insiden ini. lihat
Sering kita mengetahui beberapa kecelakaan pesawat yang terjatuh atau terhempas di sebuah wilayah. Hal tersebut bisa terjadi karena faktor cuaca, tehnis hingga hal berbau mistis. Apalagi jika kecelakaan tersebut terjadi di lereng gunung. Dan berikut ini 10 gunung Indonesia yang sebaiknya pesawat terbang jangan melintas.

1. Gunung Sibayak, Sumatera Utara
Gunung Sibayak adalah sebuah gunung yang menghadap ke Kota Berastagi di Sumatera Utara. Gunung ini berada di sekitar 50 kilometer barat daya Kota Medan. Pesawat Fokker F - 28 Garuda Indonesia pada 11 Juli 1979 terjatuh. Sebanyak 4 awak dan 57 penumpangnya tewas.

www.belantaraindonesia.org

Pada 26 September 1997 giliran pesawat Garuda Indonesia Penerbangan GA 152 terjatuh. Sebanyak 222 orang dan 12 awak tewas. Setelah itu, warga Karo menemukan empat bangkai helikopter yang belum terangkut.

2. Gunung Halimun Salak, Jawa Barat
Gunung yang menjadi lokasi jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 ini dikenal sebagai tempat yang menyimpan banyak misteri. Pesawat Sukhoi yang jatuh pada 9 Mei 2012 bukanlah pesawat pertama yang jatuh di gunung ini. Sebelumnya, sudah ada enam kali pesawat jatuh di kawasan Nasional Gunung Halimun Salak ini.

www.belantaraindonesia.org

Sebelumnya pada 10 Oktober 2002, pesawat Trike bermesin PKS 098 jatuh di Lido, Bogor yang mengakibatkan 1 tewas. Selain itu, pada 29 Oktober 2003, helikopter Sikorsky S - 58T Twinpac TNI AU jatuh di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor dengan jumlah korban tewas sebanyak 7 orang.

3. Bahorok, Pegunungan Bukit Barisan  
Bahorok berada di sebuah kecamatan di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Indonesia. Angin Bahorok  merupakan angin yang paling ditakuti warga setempat.Pada 4 September 2009 lalu, Angin Bahorok pernah menyapu wilayah Deli Serdang, Sumatera Utara.

www.belantaraindonesia.org

Ratusan rumah hancur diterpa angin yang dikenal dengan angin puting beliung ini. Pada 29 September 2009, Pesawat Cassa 212 terjatuh diduga terkena angin bahorok di pegunungan Bahorok. Sebanyak 14 penumpang dan 4 kru pesawat tewas.

4. Gunung Ciremai, Jawa Barat
Gunung Ciremai secara administratif termasuk dalam wilayah tiga kabupaten, yakni Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Gunung ini merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat.

www.belantaraindonesia.org

Selasa 28 November 2011, pesawat Cessna 172 PK NIP milik Nusa Flying International School ditemukan terjatuh di Kawah Burung Gunung Ciremai itu. Tiga orang yang berada di dalam pesawat seluruhnya tewas.

5. Gunung Merapi, Yogyakarta  
Gunung Merapi adalah gunung berapi yang berada di bagian tengah Pulau Jawa. Lereng sisi selatan berada dalam administrasi Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kawasan hutan di sekitar puncaknya menjadi kawasan Taman Nasional Gunung Merapi sejak tahun 2004.

www.belantaraindonesia.org

Merapi menjadi satu dari enam belas gunung api dunia masuk dalam proyek Gunung Api dekade ini. Keangkeran Gunung Merapi ini, membuat sejumlah penerbangan tidak pernah melintasi gunung tersebut.

6. Gunung Tinombala, Sulawesi Tengah

www.belantaraindonesia.org

Gunung Tinombala berada di pegunungan Bosagong Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Pada 29 Maret 1977 pesawat Merpati Nusantara Airlines jenis DHC-6 Twin Otter beregistrasi PK - NUP jatuh di kawasan pegunungan tersebut. Co - pilot Mochammad Masykoer, flight engineer Abhy Irawan dan 20 orang penumpang tewas.  

7. Gunung Lawu, Perbatasan Jawa Tengah Dan Jawa Timur
Lawu ( 3.265 m ) terletak di Pulau Jawa, Indonesia, tepatnya di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.

www.belantaraindonesia.org

Status gunung ini adalah gunung api “istirahat” dan telah lama tidak aktif, terlihat dari rapatnya vegetasi serta puncaknya yang tererosi. Di lerengnya terdapat kepundan kecil yang masih mengeluarkan uap air dan belerang.

Gunung Lawu memiliki tiga puncak, yakni Puncak Hargo Dalem, Hargo Dumiling, dan Hargo Dumilah. Yang terakhir ini adalah puncak tertinggi.

Senin 31 Januari 2011 Tim SAR Gunung Lawu, Jawa Tengah pernah menyisir lokasi Gunung Lawu karena menerima laporan dari masyarakat yang mendengar suara ledakan yang diduga pesawat jatuh di sekitar Candi Cetho. Hanya saja lokasi suara ledakan tersebut masih simpang siur dan tim SAR tak menemukan pesawat jatuh.  

8. Gunung Kumawa, Papua Barat  
Gunung Kumawa berada di Kabupaten Kaimana yang merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Papua Barat, Indonesia. Ibukota kabupaten ini terletak di Kaimana. Pada 9 Agustus 1995 Pesawat HS 748 PK - KHL milik Bouraq Airlines menabrak Gunung Kumawa, Kaimana, Irian Jaya. Sebanyak 7 awak dan 3 penumpang tewas.

9. Gunung Sangkareang, Nusa Tenggara Barat
Gunung Sangkareang masuk dalam kawasan Gunung Rinjani yang berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung Rinjani merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 M dpl serta terletak pada lintang 8º25' LS dan 116º28' BT ini merupakan gunung favorit bagi pendaki Indonesia karena keindahan pemandangannya.

www.belantaraindonesia.org

Pada 25 Januari 1990 Pesawat HS 748 PK - OBW milik Airfast menabrak gunung Sangkareang, Lombok karena cuaca buruk. Tiga crew dan 16 penumpang tewas.

10. Gunung Bromo, Jawa Timur
Gunung Bromo ( dari bahasa Sanskerta: Brahma, salah seorang Dewa Utama Hindu ), merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata, Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif.

www.belantaraindonesia.org

Bromo mempunyai ketinggian 2.392 Mdpl itu berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi. Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter ( utara - selatan ) dan ± 600 meter ( timur - barat ).

Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari - jari 4 km dari pusat kawah Bromo. Pada 6 Maret 1979 pesawat terbang Garuda Indonesia, penerbangan 553 Fokker F - 28 yang terbang tanpa penumpang dari Denpasar menuju Surabaya menabrak lereng Gunung Bromo di ketinggian 6.200 kaki. Keempat awak tewas dalam insiden ini. lihat
Read More
9 comments

Tips Mendaki Gunung Bersama Pasangan

Mendaki gunung bersama pasangan tentu menjadi sebuah perjalanan petualangan yang sulit untuk dilupakan. Ada suka dan duka bersama orang tercinta. Ada sebuah ungkapan dari seorang pendaki, bukan kemana gunung yang akan kita daki, tetapi dengan siapa kita pergi mendaki kesana.

www.belantaraindonesia.org

Ungkapan tersebut tidak selalu benar dan tak selamanya salah. Intinya, perjalanan pendakian bersama seseorang yang spesial, yang Anda cintai, pasti memberikan cerita lebih istimewa dan pengalaman berkesan tiada dua.

Apalagi, kalau perjalanan pendakian Anda bersama pasangan dilalui dengan romantis. Rasanya, jadi suatu kenangan manis yang bisa bikin Anda berdua makin lengket.  Bila Anda mau mendaki gunung bersama pasangan lebih romantis, cobalah lakukan tips berikut ini.

1. Jangan Ada Yang Disembunyikan
Peraturan pertama agar pendakian Anda berdua lebih romantis adalah harus memiliki sikap saling terbuka. Artinya, tidak ada yang disembunyikan atau dipendam dalam hati selama pendakian. Katakan ya kalau Anda benar - benar ingin datang ke suatu destinasi walau jaraknya cukup jauh dari rumah. Atau, katakan tidak jika Anda memang tidak menyukai tujuan bersama Anda.

Untuk itu, cobalah saling jujur kepada pasangan saat pendakian. Lalu, selesaikanlah dengan pikiran yang dingin dan mencari jalan tengah terbaik. Selalu ada alternatif - alternatif, asal Anda berdua saling terbuka, menghargai dan memberi solusi.

2. Waktu Anda Selalu Untuknya
Perjalanan pendakian akan sangat terasa romantis kalau Anda terus berada di samping pasangan untuk menjaga dan memperhatikannya. Oleh sebab itu, waktu Anda saat mendaki adalah hanya untuk pasangan Anda.

Jangan terlalu lama ngobrol dengan orang lain yang baru Anda kenal dalam perjalanan. Ingat, waktu Anda terlalu berharga buatnya. Berilah seluruh waktu Anda untuk pasangan. Lupakan sejenak soal kerjaan, teman atau urusan bisnis lainnya. Apalagi Anda sibuk dengan peralatan Anda daripada menghabiskan waktu untuk berfoto - foto lebih banyak dengannya saat sedang bersantai di lereng gunung.

Kalau Anda lebih banyak mencurahkan waktu untuk pasangan saat pendakian, tentu dia akan merasa amat dihargai.

3. Lebih Perhatian
Berilah perhatian lebih saat Anda melakukan pendakian dengan pasangan. Tentu, pasangan Anda lebih ingin merasa nyaman dan aman saat melakukan perjalanan jauh bersama.

Bagi para pria, tak ada salahnya Anda menahan tidur dan biarkan sang kekasih tidur lebih awal. Anda juga bisa membawa barang bawaannya saat dia kerepotan menenteng daypack-nya.

Bagi wanita yang sudah sering melakukan pendakian daripada pria, jangan segan untuk membantunya mengatur barang dan tata cara di Base Camp jika si pria tak tahu caranya. Atau, Anda bisa meminta waktu untuk istirahat kala si pria sudah terlihat kelelahan. Jika kedua pasangan saling perhatian, tentu suasana sepanjang perjalanan terasa romantis.

4. Siapkan Kejutan
Banyak cara untuk menyiapkan kejutan saat perjalanan pendakian gunung. Saat di Gunung Gede misalnya, Anda bisa diam - diam mengajak pasangan untuk membuka perbekalan dan makan berdua di Alun - Alun Surya Kencana tanpa memberitahunya lebih dulu.

Tentu banyak cara romantis lain yang bisa Anda siapkan. Selalu banyak ide untuk menyiapkan kejutan agar perjalanan lebih romantis. Cara yang lebih umum, siapkan bunga dan berilah saat dia baru bangun tidur di tenda. So sweet...

5. Mewah Sedikit Kenapa Tidak?
Banyak gunung - gunung favorit yang bisa Anda jangkau berdua atau dengan menyertakan pasangan. Tidak ada salahnya Anda mengajaknya untuk mendaki Gunung Rinjani yang terkenal dengan keindahan alamnya. Apabila tempat tinggal Anda jauh dari Lombok, justru itu sebuah kejutan yang romantis untuk nantinya mengikrarkan atau memperteguh cinta Anda berdua di Segara Anak Gunung Rinjani.
Mendaki gunung bersama pasangan tentu menjadi sebuah perjalanan petualangan yang sulit untuk dilupakan. Ada suka dan duka bersama orang tercinta. Ada sebuah ungkapan dari seorang pendaki, bukan kemana gunung yang akan kita daki, tetapi dengan siapa kita pergi mendaki kesana.

www.belantaraindonesia.org

Ungkapan tersebut tidak selalu benar dan tak selamanya salah. Intinya, perjalanan pendakian bersama seseorang yang spesial, yang Anda cintai, pasti memberikan cerita lebih istimewa dan pengalaman berkesan tiada dua.

Apalagi, kalau perjalanan pendakian Anda bersama pasangan dilalui dengan romantis. Rasanya, jadi suatu kenangan manis yang bisa bikin Anda berdua makin lengket.  Bila Anda mau mendaki gunung bersama pasangan lebih romantis, cobalah lakukan tips berikut ini.

1. Jangan Ada Yang Disembunyikan
Peraturan pertama agar pendakian Anda berdua lebih romantis adalah harus memiliki sikap saling terbuka. Artinya, tidak ada yang disembunyikan atau dipendam dalam hati selama pendakian. Katakan ya kalau Anda benar - benar ingin datang ke suatu destinasi walau jaraknya cukup jauh dari rumah. Atau, katakan tidak jika Anda memang tidak menyukai tujuan bersama Anda.

Untuk itu, cobalah saling jujur kepada pasangan saat pendakian. Lalu, selesaikanlah dengan pikiran yang dingin dan mencari jalan tengah terbaik. Selalu ada alternatif - alternatif, asal Anda berdua saling terbuka, menghargai dan memberi solusi.

2. Waktu Anda Selalu Untuknya
Perjalanan pendakian akan sangat terasa romantis kalau Anda terus berada di samping pasangan untuk menjaga dan memperhatikannya. Oleh sebab itu, waktu Anda saat mendaki adalah hanya untuk pasangan Anda.

Jangan terlalu lama ngobrol dengan orang lain yang baru Anda kenal dalam perjalanan. Ingat, waktu Anda terlalu berharga buatnya. Berilah seluruh waktu Anda untuk pasangan. Lupakan sejenak soal kerjaan, teman atau urusan bisnis lainnya. Apalagi Anda sibuk dengan peralatan Anda daripada menghabiskan waktu untuk berfoto - foto lebih banyak dengannya saat sedang bersantai di lereng gunung.

Kalau Anda lebih banyak mencurahkan waktu untuk pasangan saat pendakian, tentu dia akan merasa amat dihargai.

3. Lebih Perhatian
Berilah perhatian lebih saat Anda melakukan pendakian dengan pasangan. Tentu, pasangan Anda lebih ingin merasa nyaman dan aman saat melakukan perjalanan jauh bersama.

Bagi para pria, tak ada salahnya Anda menahan tidur dan biarkan sang kekasih tidur lebih awal. Anda juga bisa membawa barang bawaannya saat dia kerepotan menenteng daypack-nya.

Bagi wanita yang sudah sering melakukan pendakian daripada pria, jangan segan untuk membantunya mengatur barang dan tata cara di Base Camp jika si pria tak tahu caranya. Atau, Anda bisa meminta waktu untuk istirahat kala si pria sudah terlihat kelelahan. Jika kedua pasangan saling perhatian, tentu suasana sepanjang perjalanan terasa romantis.

4. Siapkan Kejutan
Banyak cara untuk menyiapkan kejutan saat perjalanan pendakian gunung. Saat di Gunung Gede misalnya, Anda bisa diam - diam mengajak pasangan untuk membuka perbekalan dan makan berdua di Alun - Alun Surya Kencana tanpa memberitahunya lebih dulu.

Tentu banyak cara romantis lain yang bisa Anda siapkan. Selalu banyak ide untuk menyiapkan kejutan agar perjalanan lebih romantis. Cara yang lebih umum, siapkan bunga dan berilah saat dia baru bangun tidur di tenda. So sweet...

5. Mewah Sedikit Kenapa Tidak?
Banyak gunung - gunung favorit yang bisa Anda jangkau berdua atau dengan menyertakan pasangan. Tidak ada salahnya Anda mengajaknya untuk mendaki Gunung Rinjani yang terkenal dengan keindahan alamnya. Apabila tempat tinggal Anda jauh dari Lombok, justru itu sebuah kejutan yang romantis untuk nantinya mengikrarkan atau memperteguh cinta Anda berdua di Segara Anak Gunung Rinjani.
Read More
7 comments

Istana Megah Di Atas Awan

Jepang, selain dikenal sebagai negeri Sakura, karena keberadaan bunga Sakura yang hanya ada di Jepang, juga dikenal sebagai negara yang mempunyai banyak bangunan istana. Banyak istana di berbagai wilayah di Jepang yang dipugar dan dibangun kembali oleh pemerintah sebagai tujuan wisata termasuk istana satu ini.

www.belantaraindonesia.org

Istana Takeda atau istana yang dijuluki sebagai Machu Picchu of Japan ini memang begitu terkenal di seluruh antero Jepang. Machu Picchu sendiri merupakan sebutan istana atas awan yang terletak di kawasan Amerika Latin. Istana Takeda pun merupakan "istana di atas awan" Jepang karena letaknya yang di atas gunung..
.
Istana Takeda terletak di ketinggian 353 meter puncak Gunung Wadayamacho, Hyogo, Jepang. Karena letaknya yang sangat tinggi inilah yang membuatnya terlihat seperti mengambang di atas awan. Meskipun begitu, efek di atas awan ini hanya bisa terlihat di waktu - waktu tertentu saja seperti saat musim gugur bulan September hingga November dimana perbedaan suhu udara saat malam dan siang hari sangat tinggi..
.
Selain waktu - waktu tersebut, ada berbagai kondisi lain yang bisa membuat efek Machu Picchu ini muncul kembali. Di antaranya adalah saat hari cerah, angin tidak bertiup kencang dan di daerah Bantan ( sekitar istana Takeda ) ketika suasana berkabut. Sedangkan saat musim dingin tiba, istana ini akan diselimuti salju putih yang membuatnya terlihat seperti awan.

www.belantaraindonesia.org

Lebih lanjut, Istana Takeda dibangun oleh Raja Daimyo yang berasal dari klan samurai Yamana pada tahun 1443. Setelah menjadi tempat syuting film "Anata e" ( 2012 ), istana ini menjadi ramai oleh pengunjung dan dibuka menjadi tempat wisata dengan biaya masuk 300 Yen ( sekitar Rp 30 ribu ).

Selain dapat menikmati kemegahan istana Takeda, wisatawan juga dapat melihat indahnya bunga Sakura yang bermekaran ketika musim semi sembari mendaki gunung sampai ke istana tersebut. src
Jepang, selain dikenal sebagai negeri Sakura, karena keberadaan bunga Sakura yang hanya ada di Jepang, juga dikenal sebagai negara yang mempunyai banyak bangunan istana. Banyak istana di berbagai wilayah di Jepang yang dipugar dan dibangun kembali oleh pemerintah sebagai tujuan wisata termasuk istana satu ini.

www.belantaraindonesia.org

Istana Takeda atau istana yang dijuluki sebagai Machu Picchu of Japan ini memang begitu terkenal di seluruh antero Jepang. Machu Picchu sendiri merupakan sebutan istana atas awan yang terletak di kawasan Amerika Latin. Istana Takeda pun merupakan "istana di atas awan" Jepang karena letaknya yang di atas gunung..
.
Istana Takeda terletak di ketinggian 353 meter puncak Gunung Wadayamacho, Hyogo, Jepang. Karena letaknya yang sangat tinggi inilah yang membuatnya terlihat seperti mengambang di atas awan. Meskipun begitu, efek di atas awan ini hanya bisa terlihat di waktu - waktu tertentu saja seperti saat musim gugur bulan September hingga November dimana perbedaan suhu udara saat malam dan siang hari sangat tinggi..
.
Selain waktu - waktu tersebut, ada berbagai kondisi lain yang bisa membuat efek Machu Picchu ini muncul kembali. Di antaranya adalah saat hari cerah, angin tidak bertiup kencang dan di daerah Bantan ( sekitar istana Takeda ) ketika suasana berkabut. Sedangkan saat musim dingin tiba, istana ini akan diselimuti salju putih yang membuatnya terlihat seperti awan.

www.belantaraindonesia.org

Lebih lanjut, Istana Takeda dibangun oleh Raja Daimyo yang berasal dari klan samurai Yamana pada tahun 1443. Setelah menjadi tempat syuting film "Anata e" ( 2012 ), istana ini menjadi ramai oleh pengunjung dan dibuka menjadi tempat wisata dengan biaya masuk 300 Yen ( sekitar Rp 30 ribu ).

Selain dapat menikmati kemegahan istana Takeda, wisatawan juga dapat melihat indahnya bunga Sakura yang bermekaran ketika musim semi sembari mendaki gunung sampai ke istana tersebut. src
Read More
18 comments

Tips Berfoto Tetap Bagus Dengan Kamera Smartphone

Kamera Smartphone atau kamera yang diadaptasikan dengan perangkat ponsel memang sedang mewabah dan menjadi tren. Para traveller banyak yang menggunakan kamera tersebut dalam perjalanannya. Lebih ringan, mudah dan multifungsi. Kemudian kendala kamera adalah tidak bisa semaksimal kamera pocket biasa ataupun DLSR. ( tentuu..)

www.belantaraindonesia.org

Memang, foto yang dihasilkan dari kamera ponsel terbilang masih terbatas. Bukan semata - mata karena besar kecilnya resolusi atau ukuran sensor gambar yanag ada di dalamnya, tetapi juga karena cara kita mengoperasikannya.

Ingin menghasilkan foto bagus dengan kamera smartphone? Berikut tips - tipsnya:

Dekatkan Kamera ke Obyek 
Banyak kamera smartphone yang benar - benar dapat menghasilkan foto detil ketika Anda mendekatkan kameranya ke obyek foto. Sensor kecil yang ada pada kamera smartphone memberikan kedalam ruang ( dept of field ) yang lebar sehingga Anda bisa membidik seluruh objek foto dengan lebih fokus.

Ketika semakin dekat, Anda juga dapat mengontrol pencahayaan dengan lebih leluasa. Usahakan cahaya yang menerangi obyek foto mencukupi agar peluang untuk mendapatkan hasil foto yang detil terbuka lebar.

Jangan Gunakan Zoom 
Fungsi zoom digital memang cukup membantu saat mengambil gambar dari jarak jauh. Tapi coba perhatikan di preview - nya, semakin Anda melakukan zoom, kualitas gambar terlihat menurun. Jadi lebih baik, berpura - puralah kalau kamera smartphone Anda tidak memiliki fungsi pembesaran gambar tersebut.

Zoom hanya akan menurunkan resolusi foto Anda secara keseluruhan dan membuat foto tidak tajam. Jika kamera ponsel Anda memiliki sensor beresolusi 8 megapiksel atau lebih, lebih baik lakukan cropping dari foto yang dihasilkan daripada zooming.

Coba Edit Foto 
Jika ingin hasilkan foto unik, hal yang dapat Anda lakukan adalah dengan menggunakan filter. Bisa pakai aplikasi berbagi foto Instagram atau yang lainnya. Ada juga aplikasi editing seperti Snapseed, Photoshop Express, dan iPhoto.

Ketiga aplikasi edit foto tersebut memungkinkan Anda untuk mengatur penyesuaian gambar yang tidak berlebihan, seperti kontras, ketajaman, dan suhu warna.

Namun jika ingin hasil yang lebih baik, cobalah untuk mengolah foto di komputer. Dijamin hasilnya akan jauh lebih bagus dan Anda pun memperoleh kreativitas yang lebih besar ketika mengolah foto di komputer.

Pilih Aplikasi Kamera Terbaik 
Aplikasi kamera di smartphone tujuannya untuk memperoleh kontrol lebih. Mengutip laman Pop Photo, ada beberapa pilihan aplikasi standar, namun yang cukup populer adalah Camera Awesome yang dibuat oleh SmugMug - dapat diperoleh di Apple App Store atau Google Play Store.

Aplikasi kamera ini memungkinkan Anda untuk membidik gambar secara terus - menerus, mengatur fokus, dan lainnya dari kunci eksposur. Ada juga aplikasi Camera+ yang juga menyuguhkan beragam fitur untuk pemotretan yang lebih terkontrol.

Pastikan Lensa Selalu Bersih 
Saku celana bukanlah tempat yang bersih, banyak kotoran atau debu yang dapat membuat lensa kamera smartphone Anda menjadi buram. Hal itu dapat membuat hasil foto terlihat kusam dan gelap - terlebih ketika Anda menggunakan filter.

Untuk membersihkannya, gunakan kain yang lembut agar lensa tak tergores. Bisa juga menggunakan kaus oblong jika dalam situasi darurat. Sesekali, ada baiknya gunakan larutan pembersih lensa agar semua kotoran yang menempel bisa terangkat dengan sempurna. src
Kamera Smartphone atau kamera yang diadaptasikan dengan perangkat ponsel memang sedang mewabah dan menjadi tren. Para traveller banyak yang menggunakan kamera tersebut dalam perjalanannya. Lebih ringan, mudah dan multifungsi. Kemudian kendala kamera adalah tidak bisa semaksimal kamera pocket biasa ataupun DLSR. ( tentuu..)

www.belantaraindonesia.org

Memang, foto yang dihasilkan dari kamera ponsel terbilang masih terbatas. Bukan semata - mata karena besar kecilnya resolusi atau ukuran sensor gambar yanag ada di dalamnya, tetapi juga karena cara kita mengoperasikannya.

Ingin menghasilkan foto bagus dengan kamera smartphone? Berikut tips - tipsnya:

Dekatkan Kamera ke Obyek 
Banyak kamera smartphone yang benar - benar dapat menghasilkan foto detil ketika Anda mendekatkan kameranya ke obyek foto. Sensor kecil yang ada pada kamera smartphone memberikan kedalam ruang ( dept of field ) yang lebar sehingga Anda bisa membidik seluruh objek foto dengan lebih fokus.

Ketika semakin dekat, Anda juga dapat mengontrol pencahayaan dengan lebih leluasa. Usahakan cahaya yang menerangi obyek foto mencukupi agar peluang untuk mendapatkan hasil foto yang detil terbuka lebar.

Jangan Gunakan Zoom 
Fungsi zoom digital memang cukup membantu saat mengambil gambar dari jarak jauh. Tapi coba perhatikan di preview - nya, semakin Anda melakukan zoom, kualitas gambar terlihat menurun. Jadi lebih baik, berpura - puralah kalau kamera smartphone Anda tidak memiliki fungsi pembesaran gambar tersebut.

Zoom hanya akan menurunkan resolusi foto Anda secara keseluruhan dan membuat foto tidak tajam. Jika kamera ponsel Anda memiliki sensor beresolusi 8 megapiksel atau lebih, lebih baik lakukan cropping dari foto yang dihasilkan daripada zooming.

Coba Edit Foto 
Jika ingin hasilkan foto unik, hal yang dapat Anda lakukan adalah dengan menggunakan filter. Bisa pakai aplikasi berbagi foto Instagram atau yang lainnya. Ada juga aplikasi editing seperti Snapseed, Photoshop Express, dan iPhoto.

Ketiga aplikasi edit foto tersebut memungkinkan Anda untuk mengatur penyesuaian gambar yang tidak berlebihan, seperti kontras, ketajaman, dan suhu warna.

Namun jika ingin hasil yang lebih baik, cobalah untuk mengolah foto di komputer. Dijamin hasilnya akan jauh lebih bagus dan Anda pun memperoleh kreativitas yang lebih besar ketika mengolah foto di komputer.

Pilih Aplikasi Kamera Terbaik 
Aplikasi kamera di smartphone tujuannya untuk memperoleh kontrol lebih. Mengutip laman Pop Photo, ada beberapa pilihan aplikasi standar, namun yang cukup populer adalah Camera Awesome yang dibuat oleh SmugMug - dapat diperoleh di Apple App Store atau Google Play Store.

Aplikasi kamera ini memungkinkan Anda untuk membidik gambar secara terus - menerus, mengatur fokus, dan lainnya dari kunci eksposur. Ada juga aplikasi Camera+ yang juga menyuguhkan beragam fitur untuk pemotretan yang lebih terkontrol.

Pastikan Lensa Selalu Bersih 
Saku celana bukanlah tempat yang bersih, banyak kotoran atau debu yang dapat membuat lensa kamera smartphone Anda menjadi buram. Hal itu dapat membuat hasil foto terlihat kusam dan gelap - terlebih ketika Anda menggunakan filter.

Untuk membersihkannya, gunakan kain yang lembut agar lensa tak tergores. Bisa juga menggunakan kaus oblong jika dalam situasi darurat. Sesekali, ada baiknya gunakan larutan pembersih lensa agar semua kotoran yang menempel bisa terangkat dengan sempurna. src
Read More
12 comments

Surga Yang Tersembunyi Di Bromo

Datang ke Bromo, seperti biasanya Anda melewati rute normal. Tetapi ternyata ada rute yang tersembunyi dan memutar tetapi menawarkan pemandangan alam yang indah. Di mulai dari Pasuruan kemudian langsung tembus ke Bromo. Benar - benar surga yang tersembunyi di Bromo.

www.belantaraindonesia.org

Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memang selalu seru untuk dijelajahi. Cobalah dalam sekali dua kali untuk melihat indahnya alam taman nasional satu ini dari sisi yang tidak biasa, alias jarang dilewati wisatawan.

Jika biasanya wisatawan mengunjungi Pananjakan untuk melihat sunrise, merasakan eksotisme pasir berbisik, atau menikmati savana di Bukit Teletubbies, cobalah melewati daerah hutan milik Taman Nasional untuk mengelilingi Bromo melalui jalur Pasuruan - Malang.

Bromo dan area sekitarnya memang terletak di sebuah ceruk yang dibagi ke 4 kabupaten di Jawa Timur, Pasuruan, Malang, Lumajang, dan Probolinggo. Anda bisa berangkat dari dusun Kandang Sari yang terletak di Kecamatan Tosari, Pasuruan. Menelusuri jalan setapak dan hutan yang cukup lebat, hingga akhirnya sampai tembus ke Ciri, Malang.

Jalanan yang akan Anda lewati cukup menantang, kadang hanya tanah, kadang berbatu. Ada beberapa bagian yang curam dan becek terkena hujan, ukurannya hanya cukup dilewati satu motor.

Konon katanya, jalur ini biasa digunakan para kompeni Belanda zaman dulu untuk menuju ke pos pemantauan. Pos pemantauan dan bangunannya pun masih tersisa di daerah ini.

www.belantaraindonesia.org

Anda bisa melewati jalan dengan trekking jalan kaki sekitar 3 jam, atau menggunakan sepeda trail. Jalur ini sering dijadikan trayek off road, karena mampu memicu adrenalin siapapun yang melewatinya.

Pemandangan yang bisa dinikmati di jalur ini adalah Gunung Batok berhamparkan savana, dan bukit - bukit berwarna hijau dan kuning keemasan di depannya. Kita bisa melihat bukit Teletubbies dan sumber mata air Widodaren dari atas.

Jika langit cerah, warna biru langit dan awan - awan yang bergerak akan berpadu sempurna dengan warna hijau savana. Sungguh eksotis! Kita juga bisa menikmati padang tumbuhan khas dataran tinggi yang berwarna merah hijau.

Bagi Anda yang suka tantangan dan hal baru, jalur ini sungguh patut dicoba. Apalagi jalur ini masih sepi, jadi jalanan berasa milik sendiri. src
Datang ke Bromo, seperti biasanya Anda melewati rute normal. Tetapi ternyata ada rute yang tersembunyi dan memutar tetapi menawarkan pemandangan alam yang indah. Di mulai dari Pasuruan kemudian langsung tembus ke Bromo. Benar - benar surga yang tersembunyi di Bromo.

www.belantaraindonesia.org

Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memang selalu seru untuk dijelajahi. Cobalah dalam sekali dua kali untuk melihat indahnya alam taman nasional satu ini dari sisi yang tidak biasa, alias jarang dilewati wisatawan.

Jika biasanya wisatawan mengunjungi Pananjakan untuk melihat sunrise, merasakan eksotisme pasir berbisik, atau menikmati savana di Bukit Teletubbies, cobalah melewati daerah hutan milik Taman Nasional untuk mengelilingi Bromo melalui jalur Pasuruan - Malang.

Bromo dan area sekitarnya memang terletak di sebuah ceruk yang dibagi ke 4 kabupaten di Jawa Timur, Pasuruan, Malang, Lumajang, dan Probolinggo. Anda bisa berangkat dari dusun Kandang Sari yang terletak di Kecamatan Tosari, Pasuruan. Menelusuri jalan setapak dan hutan yang cukup lebat, hingga akhirnya sampai tembus ke Ciri, Malang.

Jalanan yang akan Anda lewati cukup menantang, kadang hanya tanah, kadang berbatu. Ada beberapa bagian yang curam dan becek terkena hujan, ukurannya hanya cukup dilewati satu motor.

Konon katanya, jalur ini biasa digunakan para kompeni Belanda zaman dulu untuk menuju ke pos pemantauan. Pos pemantauan dan bangunannya pun masih tersisa di daerah ini.

www.belantaraindonesia.org

Anda bisa melewati jalan dengan trekking jalan kaki sekitar 3 jam, atau menggunakan sepeda trail. Jalur ini sering dijadikan trayek off road, karena mampu memicu adrenalin siapapun yang melewatinya.

Pemandangan yang bisa dinikmati di jalur ini adalah Gunung Batok berhamparkan savana, dan bukit - bukit berwarna hijau dan kuning keemasan di depannya. Kita bisa melihat bukit Teletubbies dan sumber mata air Widodaren dari atas.

Jika langit cerah, warna biru langit dan awan - awan yang bergerak akan berpadu sempurna dengan warna hijau savana. Sungguh eksotis! Kita juga bisa menikmati padang tumbuhan khas dataran tinggi yang berwarna merah hijau.

Bagi Anda yang suka tantangan dan hal baru, jalur ini sungguh patut dicoba. Apalagi jalur ini masih sepi, jadi jalanan berasa milik sendiri. src
Read More
12 comments