Subcribe to our RSS feeds Join Us on Facebook Follow us on Twitter Add to Circles
+82221152857 wijayadie@yahoo.com
Memuat...

Apa Makna Sumpah Palapa Gajah Mada?

Sharing Yaa
Apa Makna Sumpah Palapa Gajah Mada? Sumpah Palapa yang telah banyak kita tahu sejak mulai dari bangku Sekolah Dasar, tetapi jarang yang mengetahui apa makna dari sumpah yang legendaris tersebut yang di ucapkan oleh Mahapatih kerajaan Majapahit, Gajah Mada.

www.belantaraindonesia.org

Sira Gadjah Mada paptih amangkubumi tan ayun amukti palapa, sira Gadjah Mada: Lamun huwus kalah Nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tanjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa." ( Gajah Mada, Padmapuspita, 1966:38 ).

Demikian sumpah lantang sang patih Kerajaan Majapahit, Gajah Mada, menurut kitab Pararaton. Ikrar terucap karena kuatnya keinginan Gajah Mada untuk membendung pengaruh kerajaan - kerajaan Asia Tenggara di Kepulauan Nusantara.

Nusantara harusnya berada di bawah kuasa kerajaan yang ada di dalamnya, bukan dikuasai kerajaan lain yang ada di daratan Asia Tenggara. Kukuhnya ucapan ini dalam sejarah Nusantara membuat kata "palapa" diabadikan menjadi nama satelit komunikasi milik Indonesia.

Tetapi, di balik kekuatan kata tersebut, terselip banyak tafsir yang coba menerka apa arti sebenarnya. Dosen arkeologi FIB UI, Agus Aris Munandar, dalam Gajah Mada Biografi Politik, menyebut bahwa ada sebagian kalangan yang mengartikan amukti palapa dengan "memakan buah kepala" atau "memakan buah palapa".

"Namun, jika buah kepala memang jelas maksudnya, ada buah yang dinamakan kelapa. Namun, 'buah palapa' sampai sekarang belum ada yang mengetahui bentuk, apalagi rasanya," tulis Agus.

M Yamin menafsirkannya dengan makna berbeda lagi. Menurutnya, palapa berarti Gajah Mada akan pantang bersenang - senang sebelum janjinya terucap. Sementara Slamet Muljana, profesor yang ternama dengan Tafsir Sejarah Nagarakretagama, yang kerap jadi referensi mengenai perjalanan Majapahit, menyebut bahwa amukti palapa artinya bebas tugas atau cuti.

Tafsiran lain datang dari pakar bahasa Jawa Kuno, P J Zoetmulder, yang coba mengupasnya dari asal arti amukti dan palapa. Menurutnya, amukti palapa diartikan "( mendapat ) kesenangan yang tiada berakhir".

"Gajah Mada akan mendapat kesenangan yang tiada taranya jika saja seluruh wilayah Nusantara yang disebutkan dalam sumpahnya itu dapat mengakui kekuasaan Majapahit," papar Zoetmulder.

Mana yang benar? Multitafsir, belum ada kesepakatan akan hal ini. Gajah Mada sendiri mangkat dengan meninggalkan nama harum di Nusantara. Menurut kitab Pararaton, ia wafat pada tahun Saka 1290, tetapi pada Nagarakertagama dituliskan Gajah Mada mangkat pada tahun Saka 1286.

Kepergiannya membuat Prabu Hayam Wuruk larut dalam duka. Ia berusaha mencari pengganti hingga dipanggillah para anggota dewan pertimbangan agung. Tetapi, hingga akhir pertemuan besar itu, tidak juga Hayam Wuruk berhasil menempatkan pengganti posisi dengan kemuliaan besar macam Gajah Mada.

Disebutkan dalam "Menuju Puncak Kemegahan: Sejarah Kerajaan Majapahit" karya Slamet Muljana, rapat itu memutuskan bahwa Gajah Mada tidak akan diganti.

Gajah Mada sendiri adalah salah tokoh besar di jaman Majapahit. Uniknya, tidak ada literatur maupun prasasti yang menyebutkan kapan Majapahit lahir, tetapi menurut Pararaton , ia memulai karirnya di Majapahit sebagai Komandan Bhayangkara, sebuah satuan pasukan elit kerajaan. karena berhasil menyelamatkan Prabu Jayanegara saat pemberontakan Ra Kunti sekitar tahun 1309 -1328 M ia diangkat sebagi Patih Kahuripan.

Dua tahun kemudian menjadi Patih Kediri. tahun 1329 Masehi, Patih Majapahit yakni Aryo Tadah atau lebih terkenal dengan sebutan Empu Krewes mengundurkan diri sebagai Patih dan menunjuk Gajah Mada sebagai Patih. 
Namun, Gajah Mada tidak serta merta begitu saja menerima jabatan itu. Dia justru bersedia menjadi patih setelah menaklukkan Keta dan Sadeng ( pemberontak ). Akhirnya setelah berhasil memadamkan api pemberontakan pada tahun 1334 Tribhuwana Tunggadewi mengangkat Gajah Mada sebagai Patih. src

Artikel terkait untuk dibaca



13 Belantara Indonesia Fans:

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial Belantara Indonesia. Kami berhak menghapus kata - kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, antar golongan, porno serta spammer, Terima kasih Sahabat alam Indonesia!