Subcribe to our RSS feeds Join Us on Facebook Follow us on Twitter Add to Circles
+82221152857 wijayadie@yahoo.com

Menjaga Bunga Abadi Merbabu

Edelweis memang kerap dihubungkan dengan keabadian lantaran bunganya yang tak pernah layu. Bahkan, yang lebih menakjubkan umurnya mampu bertahan hingga seratus tahun. Tumbuhan langka dan dilindungi ini sering dianggap sebagai perlambang cinta, ketulusan, pengorbanan, dan keabadian.

www.belantaraindonesia.org
Bunga Edelweis yang dapat kita jumpai sewaktu mendaki Gunung Merbabu di Jawa Tengah ( Kristina Dewi )
Di negara kita, kembang ini kerap disebut Eidelweis atau Edelweis. Menurut sejarahnya, Edelweiss berasal dari bahasa Jerman, ‘edel’ yang berarti mulia dan ‘weiss’ yang berarti putih. Edelweis merupakan tumbuhan gunung yang sangat cantik dan terkenal.

Bunganya kecil - kecil, yang tak layu dimakan waktu. Bunga Abadi bisa tumbuh menjulang delapan meter. Dia tumbuhan endemik zona alpina montana di berbagai pegunungan tinggi Indonesia, termasuk di Gunung Merbabu.

Dalam ‘Flora Pegunungan Jawa’, C.G.G.J. van Steenis menyebutkan Edelweis ditemukan dari Gunung Gede hingga Gunung Tengger. Sebagai perintis, dia mampu bertahan hidup di atas tanah tandus sekalipun.

Kemampuannya membentuk mikoriza dengan jamur tanah tertentu, secara efektif dapat memperluas jangkauan akar - akarnya. Inilah yang membuat dia meningkatkan efisiensi dalam mencari zat hara.

Edelweis berdaun panjang, tipis dan berbulu lebat; bagian tengah bunga berwarna oranye dan kepala bunga yang menyerupai aster. Edelweis cocok tumbuh pada kondisi panas terik di daerah terbuka di kawah dan puncak.

Sebaliknya tumbuhan ini tidak akan mampu bersaing untuk tumbuh di hutan yang gelap dan lembab. Selain itu, Edelweis sangat disukai serangga seperti kutu, kupu - kupu, lalat dan lebah.

Edelweis menjadi magnet bagi pengunjung Taman Nasional Gunung Merbabu, Jawa Tengah. Edelweis bisa dijumpai di jalur pendakian Selo, mulai dari Tuk Pakis hingga Sabana I dan Sabana II. Edelweis tumbuh lebat terlihat dari Sabana I dan Sabana II pada 2.700 – 2.750 meter dari muka laut.

Hamparan Edelweis Di Merbabu seluas 50 hektare ini memanjakan mata pengunjung yang sebagian besar pecinta alam. Di tempat inilah pengunjung menyempatkan diri mengabadikan sang bunga abadi sebagai bukti petualangan ke Gunung Merbabu.

Bunga Edelweis biasanya mekar pada April hingga Agustus. Pada bulan - bulan tersebut pengunjung bisa menikmati keindahannya secara nyata. Terlebih pada 17 Agustus, saat jumlah pendaki Gunung Merbabu mencapai puncaknya, selain momen pergantian tahun.

Keberadaan padang Edelweis bukanlah tanpa ancaman. Lantaran identik dengan keabadian dan kesetiaan cinta, tumbuhan ini menjadi incaran pengunjung Gunung Merbabu, yang sebagian besar kaum muda. Para pendaki itu kerap memetik Edelweis untuk dipersembahkan kepada seseorang yang dianggap spesial.

Tak jarang, sebagian memetiknya untuk kenang - kenangan: sang pendaki pernah mendaki Gunung Merbabu. Karena untuk mendapatkannya perlu perjuangan keras, Edelweis juga simbol pengorbanan.

Ancaman lain yang juga perlu diperhatikan adalah kebakaran hutan. Seperti yang terjadi belum lama ini, api melahap Gunung Merbabu pada September dan Oktober 2012. Kebakaran seluas 630 hektare itu menghanguskan sebagian padang Edelweis.

Untuk menghindari Edelweis dari kepunahan, Taman Nasional Gunung Merbabu melakukan berbagai upaya. Salah satunya, membuat tata tertib bagi pendaki. Dalam tata tertib itu disebutkan pendaki dilarang mengambil Edelweis di kawasan konservasi ini.

Upaya lainnya: sosialisasi peraturan perundangan ke khalayak tentang tumbuhan yang dilindungi. Sosialisasi juga sering dilakukan petugas secara langsung kepada calon pendaki saat pengajukan Simaksi ( Surat Ijin Masuk Kawasan Konservasi ).

Untuk menghindari terjadinya bahaya kebakaran, disampaikan pula himbauan untuk selalu memastikan tidak meninggalkan bara api yang dapat memicu kebakaran.

Saat Tahun Baru dan 17 Agustus, jumlah pendaki di Taman Nasional Gunung Merbabu akan meningkat tajam. Mengantisipasi hal itu, Balai Taman Nasional Gunung Merbabu menggelar pengamanan jalur pendakian secara rutin.

Salah satu tujuannya, mengantisipasi pelanggaran seperti pengambilan Edelweis. Upaya menjaga kelestarian sang Bunga Abadi tak pernah terhenti. Dengan kesadaran bersama, niscaya keindahannya bisa selamanya dinikmati oleh anak cucu.  src
Edelweis memang kerap dihubungkan dengan keabadian lantaran bunganya yang tak pernah layu. Bahkan, yang lebih menakjubkan umurnya mampu bertahan hingga seratus tahun. Tumbuhan langka dan dilindungi ini sering dianggap sebagai perlambang cinta, ketulusan, pengorbanan, dan keabadian.

www.belantaraindonesia.org
Bunga Edelweis yang dapat kita jumpai sewaktu mendaki Gunung Merbabu di Jawa Tengah ( Kristina Dewi )
Di negara kita, kembang ini kerap disebut Eidelweis atau Edelweis. Menurut sejarahnya, Edelweiss berasal dari bahasa Jerman, ‘edel’ yang berarti mulia dan ‘weiss’ yang berarti putih. Edelweis merupakan tumbuhan gunung yang sangat cantik dan terkenal.

Bunganya kecil - kecil, yang tak layu dimakan waktu. Bunga Abadi bisa tumbuh menjulang delapan meter. Dia tumbuhan endemik zona alpina montana di berbagai pegunungan tinggi Indonesia, termasuk di Gunung Merbabu.

Dalam ‘Flora Pegunungan Jawa’, C.G.G.J. van Steenis menyebutkan Edelweis ditemukan dari Gunung Gede hingga Gunung Tengger. Sebagai perintis, dia mampu bertahan hidup di atas tanah tandus sekalipun.

Kemampuannya membentuk mikoriza dengan jamur tanah tertentu, secara efektif dapat memperluas jangkauan akar - akarnya. Inilah yang membuat dia meningkatkan efisiensi dalam mencari zat hara.

Edelweis berdaun panjang, tipis dan berbulu lebat; bagian tengah bunga berwarna oranye dan kepala bunga yang menyerupai aster. Edelweis cocok tumbuh pada kondisi panas terik di daerah terbuka di kawah dan puncak.

Sebaliknya tumbuhan ini tidak akan mampu bersaing untuk tumbuh di hutan yang gelap dan lembab. Selain itu, Edelweis sangat disukai serangga seperti kutu, kupu - kupu, lalat dan lebah.

Edelweis menjadi magnet bagi pengunjung Taman Nasional Gunung Merbabu, Jawa Tengah. Edelweis bisa dijumpai di jalur pendakian Selo, mulai dari Tuk Pakis hingga Sabana I dan Sabana II. Edelweis tumbuh lebat terlihat dari Sabana I dan Sabana II pada 2.700 – 2.750 meter dari muka laut.

Hamparan Edelweis Di Merbabu seluas 50 hektare ini memanjakan mata pengunjung yang sebagian besar pecinta alam. Di tempat inilah pengunjung menyempatkan diri mengabadikan sang bunga abadi sebagai bukti petualangan ke Gunung Merbabu.

Bunga Edelweis biasanya mekar pada April hingga Agustus. Pada bulan - bulan tersebut pengunjung bisa menikmati keindahannya secara nyata. Terlebih pada 17 Agustus, saat jumlah pendaki Gunung Merbabu mencapai puncaknya, selain momen pergantian tahun.

Keberadaan padang Edelweis bukanlah tanpa ancaman. Lantaran identik dengan keabadian dan kesetiaan cinta, tumbuhan ini menjadi incaran pengunjung Gunung Merbabu, yang sebagian besar kaum muda. Para pendaki itu kerap memetik Edelweis untuk dipersembahkan kepada seseorang yang dianggap spesial.

Tak jarang, sebagian memetiknya untuk kenang - kenangan: sang pendaki pernah mendaki Gunung Merbabu. Karena untuk mendapatkannya perlu perjuangan keras, Edelweis juga simbol pengorbanan.

Ancaman lain yang juga perlu diperhatikan adalah kebakaran hutan. Seperti yang terjadi belum lama ini, api melahap Gunung Merbabu pada September dan Oktober 2012. Kebakaran seluas 630 hektare itu menghanguskan sebagian padang Edelweis.

Untuk menghindari Edelweis dari kepunahan, Taman Nasional Gunung Merbabu melakukan berbagai upaya. Salah satunya, membuat tata tertib bagi pendaki. Dalam tata tertib itu disebutkan pendaki dilarang mengambil Edelweis di kawasan konservasi ini.

Upaya lainnya: sosialisasi peraturan perundangan ke khalayak tentang tumbuhan yang dilindungi. Sosialisasi juga sering dilakukan petugas secara langsung kepada calon pendaki saat pengajukan Simaksi ( Surat Ijin Masuk Kawasan Konservasi ).

Untuk menghindari terjadinya bahaya kebakaran, disampaikan pula himbauan untuk selalu memastikan tidak meninggalkan bara api yang dapat memicu kebakaran.

Saat Tahun Baru dan 17 Agustus, jumlah pendaki di Taman Nasional Gunung Merbabu akan meningkat tajam. Mengantisipasi hal itu, Balai Taman Nasional Gunung Merbabu menggelar pengamanan jalur pendakian secara rutin.

Salah satu tujuannya, mengantisipasi pelanggaran seperti pengambilan Edelweis. Upaya menjaga kelestarian sang Bunga Abadi tak pernah terhenti. Dengan kesadaran bersama, niscaya keindahannya bisa selamanya dinikmati oleh anak cucu.  src
Read More
9 comments

Nepal Butuh Bantuan Mengukur Tinggi Everest

Percaya atau tidak, tak satu pun manusia yang mengetahui ketinggian sebenarnya dari puncak gunung tertinggi di dunia, gunung Everest. Sejauh ini, kita sepakat bahwa gunung itu memiliki tinggi 8.848 meter, sesuai hasil survei yang dilakukan oleh pemerintah India pada tahun 1954 lalu.

www.belantaraindonesia.org

Hasil yang sedikit berbeda diungkapkan oleh pemerintah China yang menyatakan tinggi Everest hanya 8.843 meter, karena mereka tidak menghitung lapisan es di puncak gunung tersebut. Di sisi lain, US National Geographic Society, yang mengukur ketinggian Everest pada tahun 1999 menggunakan GPS menyatakan, tinggi gunung itu 8.849 meter.

Kini, Nepal, negara yang bersama dengan China, yang sama - sama memiliki sebagian kawasan gunung tersebut, meminta bantuan dunia internasional untuk mengukur ketinggian pasti Gunung Everest. Bantuan yang diperlukan berupa dana dan pengetahuan dari donor internasional, dan juga komunitas ilmiah global.

Ini merupakan bagian dari proyek berjangka waktu tiga tahun milik pemerintah Nepal untuk memastikan tinggi gunung itu. Tetapi kami tidak punya kemampuan ilmiah ataupun sumber daya untuk menuntaskan misi tersebut,” kata Krishna Raj BC, Director General Survey Department, lembaga survei milik pemerintah Nepal.

Kepastian tinggi gunung ini sendiri penting bagi negara - negara terkait seperti Nepal dan China yang saling berbagi perbatasan di puncak gunung itu. Sayangnya, ketinggian pasti gunung itu sendiri tidak dapat disepakati jika kedua negara belum setuju apakah lapisan salju di puncak gunung akan dihitung atau tidak.

Yang pasti, satu hal penting yang harus dipertimbangkan adalah, lempeng tektonik sub kontinen India merupakan lempeng yang aktif dan terus menghantam lempeng Himalaya. Proses yang telah berlangsung selama jutaan tahun ini merupakan fenomena yang memunculkan gunung tersebut.

Kalaupun angka pasti ketinggian gunung Everest sudah ditemukan, kemungkinan, dalam seribu tahun ke depan, ketinggian gunung itu perlu diukur ulang.  src
Percaya atau tidak, tak satu pun manusia yang mengetahui ketinggian sebenarnya dari puncak gunung tertinggi di dunia, gunung Everest. Sejauh ini, kita sepakat bahwa gunung itu memiliki tinggi 8.848 meter, sesuai hasil survei yang dilakukan oleh pemerintah India pada tahun 1954 lalu.

www.belantaraindonesia.org

Hasil yang sedikit berbeda diungkapkan oleh pemerintah China yang menyatakan tinggi Everest hanya 8.843 meter, karena mereka tidak menghitung lapisan es di puncak gunung tersebut. Di sisi lain, US National Geographic Society, yang mengukur ketinggian Everest pada tahun 1999 menggunakan GPS menyatakan, tinggi gunung itu 8.849 meter.

Kini, Nepal, negara yang bersama dengan China, yang sama - sama memiliki sebagian kawasan gunung tersebut, meminta bantuan dunia internasional untuk mengukur ketinggian pasti Gunung Everest. Bantuan yang diperlukan berupa dana dan pengetahuan dari donor internasional, dan juga komunitas ilmiah global.

Ini merupakan bagian dari proyek berjangka waktu tiga tahun milik pemerintah Nepal untuk memastikan tinggi gunung itu. Tetapi kami tidak punya kemampuan ilmiah ataupun sumber daya untuk menuntaskan misi tersebut,” kata Krishna Raj BC, Director General Survey Department, lembaga survei milik pemerintah Nepal.

Kepastian tinggi gunung ini sendiri penting bagi negara - negara terkait seperti Nepal dan China yang saling berbagi perbatasan di puncak gunung itu. Sayangnya, ketinggian pasti gunung itu sendiri tidak dapat disepakati jika kedua negara belum setuju apakah lapisan salju di puncak gunung akan dihitung atau tidak.

Yang pasti, satu hal penting yang harus dipertimbangkan adalah, lempeng tektonik sub kontinen India merupakan lempeng yang aktif dan terus menghantam lempeng Himalaya. Proses yang telah berlangsung selama jutaan tahun ini merupakan fenomena yang memunculkan gunung tersebut.

Kalaupun angka pasti ketinggian gunung Everest sudah ditemukan, kemungkinan, dalam seribu tahun ke depan, ketinggian gunung itu perlu diukur ulang.  src
Read More
6 comments

Perlengkapan Mendaki Everest Dulu Dan Kini

Sejak pertama kali Gunung Everest didaki pada tahun 1920 - an, banyak perubahan yang terjadi. Terutama dari sisi kesiapan manusia untuk menuju si Atap Dunia. Buku The Call of Everest keluaran National Geographic Books memberi beberapa perbandingan alat - alat yang digunakan manusia dulu dan kini.

Altimeter ( 1924 - 2012 )
Pionir George Mallory wafat saat mendaki gunung ini pada tahun 1924. Jenazah dan altimeternya baru ditemukan saat ekspedisi Conrad Anker pada 1999. Dari altimeter itu, sejarawan Everest berharap bisa menentukan titik ketinggian Mallory.

www.belantaraindonesia.org
Altimeter milik George Mallory tahun 1924 ( kiri ) dibandingkan dengan altimeter saat ini
Namun, hal ini gagal dilakukan karena alat tersebut sudah rusak. Altimeter yang kini digunakan adalah Trimble GeoXH 6000, juga berperan sebagai peta dan navigasi. Lengkap dengan sistem operasi Windows mobile dan kamera.

Backpack ( 1963 - 2012 )
Dulu, para pendaki harus membawa backpack yang berat dengan frame alumunium, dan dikencangkan di bagian punggung.

www.belantaraindonesia.org
Perbandingan backpack pada tahun 1963 dan 2012 ( Mark Theissen / Becky Hale, NGS [ kiri ], Black Diamond Equipment [ kanan ] )
Kini, backpack yang digunakan sudah lebih nyaman dan ringan. Beberapa merk ternama juga dirancang menggunakan frame internal agar penggunanya lebih leluasa bergerak.

Oksigen ( 1953 - 2012 )
Saat Ekspedisi Bristish Everest tahun 1953, tiap pendakinya dibebani dengan sistem oksigen seberat 15,8 kilogarm. 59 tahun kemudian, tim dari National Geographic melalui jalur yang sama dengan mereka tapi dengan bobot sistem oksigen hanya 2,4 hingga 3,4 kilogram.

www.belantaraindonesia.org
Perbandingan sistem oksigen untuk menaiki Everst pada tahun 1953 dan 2012 ( Royal Geographical Society with IBG [ kiri ], Summit Oxygen [ kanan ] )
Kamera ( 1921 - 2012 )
Alexander Kellas, penjelajah Himalaya, membawa kamera "jadul" pada saat ekspedisinya ke Everest pada tahun 1921. Sayangnya ia tewas karena disentri dan gagal jantung pada saat ekspedisi tersebut.

www.belantaraindonesia.org
Perbandingan kamera milik Alexander Kellas pada tahun 1921 dengan kamera yg digunakan kru National Geographic tahun 2012. ( Royal Geographical Society with IBG [ kiri ], Matt Propert, NGS [ kanan ] )
Kamera di kanan pada foto ini merupakan Canon 5D Mark II dengan beberapa fitur digital. Kamera ini merupakan satu dari beberapa kamera yang digunakan kru National Geographic saat ekspedisi ke Everest tahun 2012 lalu.

Kantung tidur ( 1963 - 2012 )
Kantung tidur berwarna hijau ini merupakan inovasi teranyar pada tahun 1960-an. Tapi dibandingkan dengan kantung tidur yang ada saat ini, dibuat untuk mengakomodasi tidur pendaki lebih baik.

www.belantaraindonesia.org
Kantung tidur tahun 1983 ( hijau ) dengan yang digunakan kru National Geographic pada 2012. (Mark Theissen / Becky Hale, NGS [ kiri ], The North Face [ kanan ] )
Salah satu kantung tidur yang digunakan kru National Geographic pada ekspedisi Everest tahun 2012 memiliki tempat penyimpanan di kaki untuk keamanan ekstra.  src
Sejak pertama kali Gunung Everest didaki pada tahun 1920 - an, banyak perubahan yang terjadi. Terutama dari sisi kesiapan manusia untuk menuju si Atap Dunia. Buku The Call of Everest keluaran National Geographic Books memberi beberapa perbandingan alat - alat yang digunakan manusia dulu dan kini.

Altimeter ( 1924 - 2012 )
Pionir George Mallory wafat saat mendaki gunung ini pada tahun 1924. Jenazah dan altimeternya baru ditemukan saat ekspedisi Conrad Anker pada 1999. Dari altimeter itu, sejarawan Everest berharap bisa menentukan titik ketinggian Mallory.

www.belantaraindonesia.org
Altimeter milik George Mallory tahun 1924 ( kiri ) dibandingkan dengan altimeter saat ini
Namun, hal ini gagal dilakukan karena alat tersebut sudah rusak. Altimeter yang kini digunakan adalah Trimble GeoXH 6000, juga berperan sebagai peta dan navigasi. Lengkap dengan sistem operasi Windows mobile dan kamera.

Backpack ( 1963 - 2012 )
Dulu, para pendaki harus membawa backpack yang berat dengan frame alumunium, dan dikencangkan di bagian punggung.

www.belantaraindonesia.org
Perbandingan backpack pada tahun 1963 dan 2012 ( Mark Theissen / Becky Hale, NGS [ kiri ], Black Diamond Equipment [ kanan ] )
Kini, backpack yang digunakan sudah lebih nyaman dan ringan. Beberapa merk ternama juga dirancang menggunakan frame internal agar penggunanya lebih leluasa bergerak.

Oksigen ( 1953 - 2012 )
Saat Ekspedisi Bristish Everest tahun 1953, tiap pendakinya dibebani dengan sistem oksigen seberat 15,8 kilogarm. 59 tahun kemudian, tim dari National Geographic melalui jalur yang sama dengan mereka tapi dengan bobot sistem oksigen hanya 2,4 hingga 3,4 kilogram.

www.belantaraindonesia.org
Perbandingan sistem oksigen untuk menaiki Everst pada tahun 1953 dan 2012 ( Royal Geographical Society with IBG [ kiri ], Summit Oxygen [ kanan ] )
Kamera ( 1921 - 2012 )
Alexander Kellas, penjelajah Himalaya, membawa kamera "jadul" pada saat ekspedisinya ke Everest pada tahun 1921. Sayangnya ia tewas karena disentri dan gagal jantung pada saat ekspedisi tersebut.

www.belantaraindonesia.org
Perbandingan kamera milik Alexander Kellas pada tahun 1921 dengan kamera yg digunakan kru National Geographic tahun 2012. ( Royal Geographical Society with IBG [ kiri ], Matt Propert, NGS [ kanan ] )
Kamera di kanan pada foto ini merupakan Canon 5D Mark II dengan beberapa fitur digital. Kamera ini merupakan satu dari beberapa kamera yang digunakan kru National Geographic saat ekspedisi ke Everest tahun 2012 lalu.

Kantung tidur ( 1963 - 2012 )
Kantung tidur berwarna hijau ini merupakan inovasi teranyar pada tahun 1960-an. Tapi dibandingkan dengan kantung tidur yang ada saat ini, dibuat untuk mengakomodasi tidur pendaki lebih baik.

www.belantaraindonesia.org
Kantung tidur tahun 1983 ( hijau ) dengan yang digunakan kru National Geographic pada 2012. (Mark Theissen / Becky Hale, NGS [ kiri ], The North Face [ kanan ] )
Salah satu kantung tidur yang digunakan kru National Geographic pada ekspedisi Everest tahun 2012 memiliki tempat penyimpanan di kaki untuk keamanan ekstra.  src
Read More
1 comment

Terusiknya Suku Sherpa Akibat Komersialisasi Everest

Terusiknya Suku Sherpa Akibat Komersialisasi Everest. Suku Sherpa sebenarnya adalah orang yang sangat sabar. Tetapi apabila mereka merasa terusik, disiksa, dan didiskriminasi, mereka akan cenderung bereaksi. Ini adalah sebuah hal yang tidak pernah kita duga atau ketahui, karena selama ini kabar tentang Suku Sherpa adalah suku yang sangat 'narimo ing pandum'.

www.belantaraindonesia.org

Penyerangan tiga pendaki  Everest yang terdiri dari Simone Moro dari Italia, Ueli Steck dari Swiss, dan Jonathan Griffith pendaki dan fotografer dari Inggris, oleh sherpa --penduduk asli Himalaya yang tinggal di Nepal dan Tibet, terkenal dengan keahliannya mendaki gunung-- beberapa waktu lalu merupakan akibat dari komersialisasi Gunung Everest secara besar - besaran. Bentuk "penjualan" Everest ini dilakukan tanpa memperhatikan akar kebudayaan dan penduduk setempat.

Hal tersebut diungkapkan oleh Pete Athans, seorang pendaki gunung yang telah tujuh kali mencapai puncak Gunung Everest dan telah berpartisipasi dalam 15 ekspedisi di sana. Ia kini aktif mendukung kebudayaan Sherpa dan membantu dalam bidang kesehatan dan pendidikan di pedesaan Everest.

Menurt Athans, komersialisasi akan Gunung Everest telah mendatangkan begitu banyak pendaki dari beragam bangsa dengan ambisi terpendam menggapai puncak tertinggi dunia. Situasi ini mengakibatkan wilayah Everest menjadi penuh sesak dan mengusik penduduk setempat yakni Sherpa. Sherpa merasa ruang mereka menjadi terbatas dengan semakin banyaknya pendaki yang berdatangan.

"Jelas ada kompetisi untuk berbagi wilayah di gunung. Ini menciptakan suasana tegang dan kompetitif," ujar Athans. Peristiwa penyerangan yang dilakukan oleh Sherpa sebenarnya bukanlah pertama kalinya terjadi.

Tahun 1996 bahkan, mereka membunuh sekelompok orang yang tak mereka kenal. Kelompok orang tersebut berada di titik yang sangat tinggi di mana dikenal dengan zona kematian. Fakta yang terjadi ialah Simone dan kawan - kawan berada di titik tersebut ( zona kematian ).

Kejadian ini di satu sisi memang mengejutkan, namun di sisi lain tidak. "Yang mencengangkan ialah Simone jelas hidup, bekerja dan menghabiskan banyak waktunya di sana, rasanya sulit dipercaya jika Ia tidak sensitif terhadap keberadaan orang - orang tersebut," kata Athans.

Sementara keberadaan para pendaki membuat tekanan bagi Sherpa. Setiap satu Sherpa biasanya memandu satu pendaki. Dengan begitu banyaknya pendaki sekarang jelas harus memiliki kemampuan yang lebih canggih agar cepat sampai di puncak dengan melewati jalan yang aman. Mereka pula bertanggung jawab membersihkan gunung pasca pendaki selesai mencapai puncak.

Menurut Athans, Suku Sherpa sebenarnya orang yang sangat sabar. Namun jika mereka merasa terusik, disiksa dan didiskriminasi mereka cenderung bereaksi.  src
Terusiknya Suku Sherpa Akibat Komersialisasi Everest. Suku Sherpa sebenarnya adalah orang yang sangat sabar. Tetapi apabila mereka merasa terusik, disiksa, dan didiskriminasi, mereka akan cenderung bereaksi. Ini adalah sebuah hal yang tidak pernah kita duga atau ketahui, karena selama ini kabar tentang Suku Sherpa adalah suku yang sangat 'narimo ing pandum'.

www.belantaraindonesia.org

Penyerangan tiga pendaki  Everest yang terdiri dari Simone Moro dari Italia, Ueli Steck dari Swiss, dan Jonathan Griffith pendaki dan fotografer dari Inggris, oleh sherpa --penduduk asli Himalaya yang tinggal di Nepal dan Tibet, terkenal dengan keahliannya mendaki gunung-- beberapa waktu lalu merupakan akibat dari komersialisasi Gunung Everest secara besar - besaran. Bentuk "penjualan" Everest ini dilakukan tanpa memperhatikan akar kebudayaan dan penduduk setempat.

Hal tersebut diungkapkan oleh Pete Athans, seorang pendaki gunung yang telah tujuh kali mencapai puncak Gunung Everest dan telah berpartisipasi dalam 15 ekspedisi di sana. Ia kini aktif mendukung kebudayaan Sherpa dan membantu dalam bidang kesehatan dan pendidikan di pedesaan Everest.

Menurt Athans, komersialisasi akan Gunung Everest telah mendatangkan begitu banyak pendaki dari beragam bangsa dengan ambisi terpendam menggapai puncak tertinggi dunia. Situasi ini mengakibatkan wilayah Everest menjadi penuh sesak dan mengusik penduduk setempat yakni Sherpa. Sherpa merasa ruang mereka menjadi terbatas dengan semakin banyaknya pendaki yang berdatangan.

"Jelas ada kompetisi untuk berbagi wilayah di gunung. Ini menciptakan suasana tegang dan kompetitif," ujar Athans. Peristiwa penyerangan yang dilakukan oleh Sherpa sebenarnya bukanlah pertama kalinya terjadi.

Tahun 1996 bahkan, mereka membunuh sekelompok orang yang tak mereka kenal. Kelompok orang tersebut berada di titik yang sangat tinggi di mana dikenal dengan zona kematian. Fakta yang terjadi ialah Simone dan kawan - kawan berada di titik tersebut ( zona kematian ).

Kejadian ini di satu sisi memang mengejutkan, namun di sisi lain tidak. "Yang mencengangkan ialah Simone jelas hidup, bekerja dan menghabiskan banyak waktunya di sana, rasanya sulit dipercaya jika Ia tidak sensitif terhadap keberadaan orang - orang tersebut," kata Athans.

Sementara keberadaan para pendaki membuat tekanan bagi Sherpa. Setiap satu Sherpa biasanya memandu satu pendaki. Dengan begitu banyaknya pendaki sekarang jelas harus memiliki kemampuan yang lebih canggih agar cepat sampai di puncak dengan melewati jalan yang aman. Mereka pula bertanggung jawab membersihkan gunung pasca pendaki selesai mencapai puncak.

Menurut Athans, Suku Sherpa sebenarnya orang yang sangat sabar. Namun jika mereka merasa terusik, disiksa dan didiskriminasi mereka cenderung bereaksi.  src
Read More
3 comments

Spektakulernya Alam Rinjani

Spektakulernya Alam Rinjani banyak menyimpan keanekaragaman hayati yang tidak mudah kita temukan di wilayah atau negara lain. Maka tidak salah apabila Rinjani menjadi ikon dari keindahan dan kekayaan alam Indonesia. Pecinta pendakian akan di suguhi dengan trekking luar biasa dan bagi pecinta konservasi, akan menemukan kekayaan flora dan fauna yang hanya ada di Indonesia!

www.belantaraindonesia.org

Tidak heran Rinjani menarik banyak wisatawan mancanegara untuk mendakinya dan melihat langsung keindahan Gunung Rinjani. Selain itu Gunung Rinjani merupakan salah satu spot terindah dan diincar oleh banyak fotografer karena medannya untuk mendaki terbilang sulit dan butuh persiapan yang matang. Dibutuhkan banyak persiapan dan perlengkapan untuk bisa mendaki dengan nyaman.

Ketika kita mendengar Gunung Rinjani yang terbayang adalah keindahan gunung ini dan cerita - cerita seru selama pendakian, tidak heran Gunung Rinjani merupakan sebuah gunung yang esksotis dan sebuah ikon di Pulau Lombok, NTB. Dengan tingginya yang mencapai 3.726 meter dari permukaan laut ( Mdpl ), gunung ini pun mencatatkan dirinya sebagai gunung api tertinggi ke - 2 di Indonesia, setelah Gunung Kerinci di Tanah Sumatera.

Gunung Rinjani terletak di 3 wilayah kabupaten di Lombok, yakni Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur dan masih berstatus gunung api aktif sampai sekarang. Para ahli vulkanologi memperkirakan, Gunung Rinjani meletus pada tahun 1257.

Kemudian, pada letusan yang terjadi pada tahun 1874, di tengah kawah Rinjani muncul sebuah gunung baru, yang kemudian dikenal dengan Gunung Baru Jari ( 2.376 Mdpl ). Aktivitas Rinjani terakhir terjadi pada tahun 2010 yang melontarkan lava dan meterial vulkanik lainnya hingga area sejauh 5,5 km.

Walaupun masih beberapa kali meletus, kita masih bisa mendaki. Tentunya dengan izin terlebih dahulu ke Taman Nasional, karena merekalah yang bisa menentukan kita untuk bisa naik apa tidaknya dengan memperkirakan cuaca alam dan aktivitas gunung tersebut.

Saat ini Gunung Rinjani juga telah lama menjadi obsesi berbagai kalangan, mulai dari pendaki gunung, peneliti lingkungan dan gunung api, para fotografer baik profesional maupun hobi, hingga wisatawan penikmat alam dan keindahan. Alamnya yang kaya dengan keanekaragaman hayati, medannya yang menantang, serta panorama alamnya spektakuler menjadi rangkaian daya tarik dari gunung ini.

Puncak Gunung Rinjani, panorama alamnya yang spektakuler serta medannya yang menantang adalah daya tarik utama bagi para pendaki gunung. Selain itu, di kawasan ini juga terdapat Danau Segara Anak, sumber mata air panas berikut air terjunnya, sebagai daya tarik lainnya.

Kawasan Rinjani menjadi habitat ragam flora dan fauna serta fenomena alam yang dapat menjadi sumber plasma nutfah dan sangat berguna untuk pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan hingga penelitian.

www.belantaraindonesia.org

Dari sisi flora, kawasan ini memiliki sejumlah flora endemik Nusa Tenggara, seperti Vernonia Albiflora, Vernonia Tengwalii dan beberapa jenis anggrek ( Peristylus Rintjaniensis dan Peristylus Lombokensis ).

Sementara pada sisi fauna, selain menjadi habitat kawanan babi hutan ( Sus Scrofa ), kera abu - abu ( Macaca Fascicularis ), Lutung ( Tracyphitecus Auratus Cristatus ), Trenggiling ( Manis javanica ), Musang Rinjani ( Paradoxurus- Hermaproditus Rhindjanicus ), Leleko atau Congkok ( Felis Bengalensis Javanensis ), Rusa Timor ( Cervus Timorensis Floresiensis ) dan Landak ( Hystrix javanica ).

Di sini juga terdapat beberapa jenis burung yang diantaranya adalah Punglor Kepala Hitam ( Zootera Doherty ), Koakiau ( Philemon Buceroides Neglectus ), Kakatua Jambul Kuning ( Cacatua Shulphurea Parvula ), Isap Madu Topi Sisik ( Lichmera Lombokia ), Punglor Kepala Merah ( Zootera Interpres ), Perkici Dada Merah ( Trichoglossus Haematodus ).

Walaupun secara ketika pendakian kita jarang menjumpai hewan hewan ini, tetapi tercatat hewan hewan di atas masih ditemukan.

Dengan kekayaan yang dimilikinya, pada tahun 1997 pemerintah Indonesia menetapkan kawasan Gunung Rinjani sebagai Taman Nasional dengan luas kawasan perlindungan yang mencapai 41.330 hektar. src
Spektakulernya Alam Rinjani banyak menyimpan keanekaragaman hayati yang tidak mudah kita temukan di wilayah atau negara lain. Maka tidak salah apabila Rinjani menjadi ikon dari keindahan dan kekayaan alam Indonesia. Pecinta pendakian akan di suguhi dengan trekking luar biasa dan bagi pecinta konservasi, akan menemukan kekayaan flora dan fauna yang hanya ada di Indonesia!

www.belantaraindonesia.org

Tidak heran Rinjani menarik banyak wisatawan mancanegara untuk mendakinya dan melihat langsung keindahan Gunung Rinjani. Selain itu Gunung Rinjani merupakan salah satu spot terindah dan diincar oleh banyak fotografer karena medannya untuk mendaki terbilang sulit dan butuh persiapan yang matang. Dibutuhkan banyak persiapan dan perlengkapan untuk bisa mendaki dengan nyaman.

Ketika kita mendengar Gunung Rinjani yang terbayang adalah keindahan gunung ini dan cerita - cerita seru selama pendakian, tidak heran Gunung Rinjani merupakan sebuah gunung yang esksotis dan sebuah ikon di Pulau Lombok, NTB. Dengan tingginya yang mencapai 3.726 meter dari permukaan laut ( Mdpl ), gunung ini pun mencatatkan dirinya sebagai gunung api tertinggi ke - 2 di Indonesia, setelah Gunung Kerinci di Tanah Sumatera.

Gunung Rinjani terletak di 3 wilayah kabupaten di Lombok, yakni Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur dan masih berstatus gunung api aktif sampai sekarang. Para ahli vulkanologi memperkirakan, Gunung Rinjani meletus pada tahun 1257.

Kemudian, pada letusan yang terjadi pada tahun 1874, di tengah kawah Rinjani muncul sebuah gunung baru, yang kemudian dikenal dengan Gunung Baru Jari ( 2.376 Mdpl ). Aktivitas Rinjani terakhir terjadi pada tahun 2010 yang melontarkan lava dan meterial vulkanik lainnya hingga area sejauh 5,5 km.

Walaupun masih beberapa kali meletus, kita masih bisa mendaki. Tentunya dengan izin terlebih dahulu ke Taman Nasional, karena merekalah yang bisa menentukan kita untuk bisa naik apa tidaknya dengan memperkirakan cuaca alam dan aktivitas gunung tersebut.

Saat ini Gunung Rinjani juga telah lama menjadi obsesi berbagai kalangan, mulai dari pendaki gunung, peneliti lingkungan dan gunung api, para fotografer baik profesional maupun hobi, hingga wisatawan penikmat alam dan keindahan. Alamnya yang kaya dengan keanekaragaman hayati, medannya yang menantang, serta panorama alamnya spektakuler menjadi rangkaian daya tarik dari gunung ini.

Puncak Gunung Rinjani, panorama alamnya yang spektakuler serta medannya yang menantang adalah daya tarik utama bagi para pendaki gunung. Selain itu, di kawasan ini juga terdapat Danau Segara Anak, sumber mata air panas berikut air terjunnya, sebagai daya tarik lainnya.

Kawasan Rinjani menjadi habitat ragam flora dan fauna serta fenomena alam yang dapat menjadi sumber plasma nutfah dan sangat berguna untuk pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan hingga penelitian.

www.belantaraindonesia.org

Dari sisi flora, kawasan ini memiliki sejumlah flora endemik Nusa Tenggara, seperti Vernonia Albiflora, Vernonia Tengwalii dan beberapa jenis anggrek ( Peristylus Rintjaniensis dan Peristylus Lombokensis ).

Sementara pada sisi fauna, selain menjadi habitat kawanan babi hutan ( Sus Scrofa ), kera abu - abu ( Macaca Fascicularis ), Lutung ( Tracyphitecus Auratus Cristatus ), Trenggiling ( Manis javanica ), Musang Rinjani ( Paradoxurus- Hermaproditus Rhindjanicus ), Leleko atau Congkok ( Felis Bengalensis Javanensis ), Rusa Timor ( Cervus Timorensis Floresiensis ) dan Landak ( Hystrix javanica ).

Di sini juga terdapat beberapa jenis burung yang diantaranya adalah Punglor Kepala Hitam ( Zootera Doherty ), Koakiau ( Philemon Buceroides Neglectus ), Kakatua Jambul Kuning ( Cacatua Shulphurea Parvula ), Isap Madu Topi Sisik ( Lichmera Lombokia ), Punglor Kepala Merah ( Zootera Interpres ), Perkici Dada Merah ( Trichoglossus Haematodus ).

Walaupun secara ketika pendakian kita jarang menjumpai hewan hewan ini, tetapi tercatat hewan hewan di atas masih ditemukan.

Dengan kekayaan yang dimilikinya, pada tahun 1997 pemerintah Indonesia menetapkan kawasan Gunung Rinjani sebagai Taman Nasional dengan luas kawasan perlindungan yang mencapai 41.330 hektar. src
Read More
4 comments

Rinjani Ramai, Masyarakat Menuai Harapan

Rinjani Ramai, Masyarakat Menuai Harapan. Keberadaan obyek wisata pendakian Gunung Rinjani membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat. Tentu sejalan dengan semakian ramainya para wisatawan yang berkunjung dan mendaki Rinjani yang bertinggi 3.726 Mdpl, pendapatan masyarakat pun semakin meningkat.

www.belantaraindonesia.org

Keindahan dan keunikan Gunung Rinjani menjadi daya tarik bagi wistawan mancanegara dan nusantara untuk berkunjung ke obyek wisata tersebut. Ini memberikan berkah bagi masyarakat sekitarnya, karena terbuka peluang kerja dan berusaha.

Wisata pendakian Gunung Rinjani merupakan salah satu obyek wisata alam terbaik di Asia Tenggara. Kunjungan wisatawan ke obyek wisata minat khusus itu juga mengalami peningkatan setiap tahun.

Dengan kian berkembangnya obyek wisata pendakian membuka peluang berusaha bagi masyarakat sekitarnya. Ini terbukti pada awalnya jumlah Trekking Organizer ( TO ) terbilang minim, namun kini berkembang menjadi 18.

Demikian juga jumlah "porter" ( petugas pembawa peralatan dan barang pendaki ) jumlahnya mencapai 250 orang di pintu pendakian Senaru, Kabupaten Lombok Utara, dan 150 orang di Sembalun, Lombok Timur. Di Teres Genit, Kecamatan Bayan, juga terdapat 100 orang porter.

Berkembangnya wisata pendakian Gunung Rinjani juga memunculkan usaha baru, yakni pemandu wisata air terjun yang saat ini berjumlah 22 orang. Sementara jumlah pemandu perempuan yang sebelumnya hanya lima orang kini bertambah menjadi 32 orang.

Usaha akomodasi juga berkembang cukup pesat, saat ini berjumlah 25 homestay, yaitu 16 unit berada di Senaru dan sembilan unit di Sembalun.

www.belantaraindonesia.org

Pemangku adat yang disebut "melokak" juga mendapat rezeki dari kehadiran para wisaatawan itu, yakni melayani jasa "sembek" yakni memberikan tanda di dahi wisatawan dengan kapur sirih dan kunyit.

Menurut kepercayaan masyarakat setempat, ini dimaksudkan agar tidak ada gangguan selama pendakian. Ini sekaligus sebagai salah satu upaya pelestarian budaya dan bisa dijadikan daya tarik wisata.

Dengan kian berkembangnya wisata pendakian Gunung Rinjani tersebut berdampak pula pada meningkatnya sampah di kawasan Gunung Rinjani. Hal itu disebabkan kurangnya kesadaran sebagian wisatawan terhadap pentingnya memelihara kebersihan. src
Rinjani Ramai, Masyarakat Menuai Harapan. Keberadaan obyek wisata pendakian Gunung Rinjani membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat. Tentu sejalan dengan semakian ramainya para wisatawan yang berkunjung dan mendaki Rinjani yang bertinggi 3.726 Mdpl, pendapatan masyarakat pun semakin meningkat.

www.belantaraindonesia.org

Keindahan dan keunikan Gunung Rinjani menjadi daya tarik bagi wistawan mancanegara dan nusantara untuk berkunjung ke obyek wisata tersebut. Ini memberikan berkah bagi masyarakat sekitarnya, karena terbuka peluang kerja dan berusaha.

Wisata pendakian Gunung Rinjani merupakan salah satu obyek wisata alam terbaik di Asia Tenggara. Kunjungan wisatawan ke obyek wisata minat khusus itu juga mengalami peningkatan setiap tahun.

Dengan kian berkembangnya obyek wisata pendakian membuka peluang berusaha bagi masyarakat sekitarnya. Ini terbukti pada awalnya jumlah Trekking Organizer ( TO ) terbilang minim, namun kini berkembang menjadi 18.

Demikian juga jumlah "porter" ( petugas pembawa peralatan dan barang pendaki ) jumlahnya mencapai 250 orang di pintu pendakian Senaru, Kabupaten Lombok Utara, dan 150 orang di Sembalun, Lombok Timur. Di Teres Genit, Kecamatan Bayan, juga terdapat 100 orang porter.

Berkembangnya wisata pendakian Gunung Rinjani juga memunculkan usaha baru, yakni pemandu wisata air terjun yang saat ini berjumlah 22 orang. Sementara jumlah pemandu perempuan yang sebelumnya hanya lima orang kini bertambah menjadi 32 orang.

Usaha akomodasi juga berkembang cukup pesat, saat ini berjumlah 25 homestay, yaitu 16 unit berada di Senaru dan sembilan unit di Sembalun.

www.belantaraindonesia.org

Pemangku adat yang disebut "melokak" juga mendapat rezeki dari kehadiran para wisaatawan itu, yakni melayani jasa "sembek" yakni memberikan tanda di dahi wisatawan dengan kapur sirih dan kunyit.

Menurut kepercayaan masyarakat setempat, ini dimaksudkan agar tidak ada gangguan selama pendakian. Ini sekaligus sebagai salah satu upaya pelestarian budaya dan bisa dijadikan daya tarik wisata.

Dengan kian berkembangnya wisata pendakian Gunung Rinjani tersebut berdampak pula pada meningkatnya sampah di kawasan Gunung Rinjani. Hal itu disebabkan kurangnya kesadaran sebagian wisatawan terhadap pentingnya memelihara kebersihan. src
Read More
3 comments

Semesta Mendukung

Semesta Mendukung. Mempertimbangkan beratnya kerja di bidang konservasi, menyelamatkan hutan - hutan, lautan, danau, bukan hanya untuk kepentingan manusia, tetapi juga untuk mahluk penghuni bumi ini, maka patut kita renungkan pendapat Eckhart Tolle, tentang “Ego dan Kesadaran” yang bisa kita unduh di filecloud

www.belantaraindonesia.org
Copyright Open Recruitment Belantara Indonesia di Segoro Gunung Lereng Lawu
Ego akan lebih banyak membawa kerusakan, karena ia selalu meminta, terus merasa kekurangan. Eksploitasi sumberdaya alam yang terjadi secara terus menerus dalam skala yang semakin meningkat untuk memenuhi energi, pertumbuhan ekonomi, dengan mengatasnamakan demi pembangunan, telah terbukti dapat menghabiskan sumberdaya alam kita. 

Cadangan batubara Indonesia akan habis dalam waktu 20 tahun ke depan; hutan hujan tropis dataran rendah Sumatera dan Kalimantan sudah menipis dan cenderung habis tidak sampai tahun 2015 - 2020; kini kita telah menjadi net importer minyak, adalah sebagian dari cerita - cerita nyata tentang merebaknya keyakinan akan faham antroposentrisme untuk mendukung developmentalisme yang sudah usang dan banyak dikritik itu.

Ideologi pembangunan yang mengutamakan pertumbuhan dengan akibat kehancuran sumber - sumber daya alam baik yang dapat diperbaharui ( hutan ) maupun yang tidak dapat diperbaharui ( tambang ), yang disebut sebagai “ekonomi cowboy” semestinya harus dihentikan.

Manusia - manusia yang bekerja di konservasi alam, dan para penyelamat - penyelamat lingkungan, telah lama bekerja atas dasar kesadaran. Prof Yohanes menyatakan apabila kita bekerja dengan kesadaran maka terjadilah apa yang ia sebut sebagai “mestakung” atau “semesta mendukung”. 

Ide, kerja, dan niat baik kita akan mendapatkan dukungan dari semesta alam, sebagaimana diuraikan oleh Eckhart Tolle, akan connected to universal intelligent, akan mendapatkan rahmat dari Tuhan, yaitu bekerja dengan modal tiga hal : acceptance, enjoyment, dan enthusiasm.  src

Semesta Mendukung. Mempertimbangkan beratnya kerja di bidang konservasi, menyelamatkan hutan - hutan, lautan, danau, bukan hanya untuk kepentingan manusia, tetapi juga untuk mahluk penghuni bumi ini, maka patut kita renungkan pendapat Eckhart Tolle, tentang “Ego dan Kesadaran” yang bisa kita unduh di filecloud

www.belantaraindonesia.org
Copyright Open Recruitment Belantara Indonesia di Segoro Gunung Lereng Lawu
Ego akan lebih banyak membawa kerusakan, karena ia selalu meminta, terus merasa kekurangan. Eksploitasi sumberdaya alam yang terjadi secara terus menerus dalam skala yang semakin meningkat untuk memenuhi energi, pertumbuhan ekonomi, dengan mengatasnamakan demi pembangunan, telah terbukti dapat menghabiskan sumberdaya alam kita. 

Cadangan batubara Indonesia akan habis dalam waktu 20 tahun ke depan; hutan hujan tropis dataran rendah Sumatera dan Kalimantan sudah menipis dan cenderung habis tidak sampai tahun 2015 - 2020; kini kita telah menjadi net importer minyak, adalah sebagian dari cerita - cerita nyata tentang merebaknya keyakinan akan faham antroposentrisme untuk mendukung developmentalisme yang sudah usang dan banyak dikritik itu.

Ideologi pembangunan yang mengutamakan pertumbuhan dengan akibat kehancuran sumber - sumber daya alam baik yang dapat diperbaharui ( hutan ) maupun yang tidak dapat diperbaharui ( tambang ), yang disebut sebagai “ekonomi cowboy” semestinya harus dihentikan.

Manusia - manusia yang bekerja di konservasi alam, dan para penyelamat - penyelamat lingkungan, telah lama bekerja atas dasar kesadaran. Prof Yohanes menyatakan apabila kita bekerja dengan kesadaran maka terjadilah apa yang ia sebut sebagai “mestakung” atau “semesta mendukung”. 

Ide, kerja, dan niat baik kita akan mendapatkan dukungan dari semesta alam, sebagaimana diuraikan oleh Eckhart Tolle, akan connected to universal intelligent, akan mendapatkan rahmat dari Tuhan, yaitu bekerja dengan modal tiga hal : acceptance, enjoyment, dan enthusiasm.  src

Read More
10 comments

Kucing Besar Terakhir Di Jawa

Kucing Besar Terakhir Di Jawa adalah Macan Tutul Jawa atau dalam bahasa latinnya adalah Panthera pardus melas. Merupakan satu - satunya simbol Raja Hutan terakhir yang tersisa setelah punahnya Harimau Jawa. Macan Tutul Jawa ( Java Leopard ) merupakan satu dari sembilan subspesies Macan Tutul ( Panthera pardus ) di dunia yang merupakan satwa endemik pulau Jawa.

www.belantaraindonesia.org

Macan Tutul Jawa ( Panthera pardus melas ) yang dimasukkan dalam status konservasi “Critically Endangered” ini mempunyai dua variasi yaitu Macan Tutul berwarna terang dan Macan Tutul berwarna hitam yang biasa disebut dengan Macan Kumbang. Meskipun berwarna berbeda, kedua kucing besar ini adalah subspesies yang sama.

Ciri - ciri Macan Tutul Jawa.
Dibandingkan subspesies macan tutul lainnya, Macan Tutul Jawa ( Panthera pardus melas ) mempunyai ukuran relatif kecil. Panjang tubuh berkisar antara 90 – 150 cm dengan tinggi 60 – 95 cm. Bobot badannya berkisar 40 – 60 kg.

Subspesies Macan Tutul yang menjadi satwa endemik pulau Jawa ini mempunyai khas warna bertutul - tutul di sekujur tubuhnya. Pada umumnya bulunya berwarna kuning kecoklatan dengan bintik - bintik berwarna hitam. Bintik hitam di kepalanya berukuran lebih kecil. Macan Tutul Jawa betina serupa, dan berukuran lebih kecil dari jantan.

Macan Tutul Jawa ( Panthera pardus melas ) sebagaimana macan tutul lainnya adalah binatang nokturnal yang lebih aktif  di malam hari. Kucing besar ini termasuk salah satu binatang yang pandai memanjat dan berenang.

Macan Tutul Jawa adalah binatang karnivora yang memangsa buruannya seperti kijang, monyet ekor panjang, babi hutan, kancil dan owa jawa, landak jawa, surili dan lutung hitam. Kucing besar ini juga mampu menyeret dan membawa hasil buruannya ke atas pohon yang terkadang bobot mangsa melebih ukuran tubuhnya. Perilaku ini selain untuk menghindari kehilangan mangsa hasil buruan, selain itu juga untuk penyimpanan persediaan makanan.

www.belantaraindonesia.org

Konservasi Macan Tutul Jawa. Kucing besar ini termasuk satwa yang dilindungi dari kepunahan di Indonesia berdasarkan UU No.5 tahun 1990 dan PP No.7 tahun 1999. Oleh IUCN Red list, Macan Tutul Jawa ( Panthera padus melas ) digolongkan dalam status konservasi “Kritis” ( Critically Endangered ). Selain itu juga masuk dalam dalam CITES Apendik I yang berarti tidak boleh diperdagangkan.

Jumlah populasi Macan Tutul Jawa tidak diketahui dengan pasti. Data dari IUCN Redlist memperkirakan populasinya di bawah 250 ekor ( 2008 ) walaupun oleh beberapa instansi dalam negeri terkadang mengklaim jumlahnya masih di atas 500 - an ekor.

Macan Tutul Jawa ( Panthera pardus melas ) atau macan kumbang merupakan salah satu subspesies dari macan tutul yang hanya ditemukan di hutan tropis, pegunungan dan kawasan konservasi Pulau Jawa, Indonesia. Dibandingkan macan tutul lainnya, jenis ini paling kecil dan memiliki indra penglihatan serta penciuman yang tajam.

Populasi Macan Tutul Jawa ini tersebar di beberapa wilayah yang berbeda seperti di Taman Nasional ( TN ) Ujung Kulon, TN. Gunung Halimun Salak, TN. Gunung Gede, Hutan Lindung Petungkriyono Pekalongan, dan TN. Meru Betiri Jawa Timur.

Melihat kenyataan yang ada maka perlu disusun suatu rencana guna meningkatkan upaya penyelamatan Macan Tutul dan habitatnya. Bahkan pada kondisi ideal, masyarakat lokal adalah pemeran utama dalam upaya pelestarian dan penyelamatan ini. Hal ini bisa tercapai jika masyarakat mempunyai tingkat pemahaman, kepedulian dan kemampuan yang cukup dalam upaya pelestarian dan penyelamatan Macan Tutul. ( Dari berbagai sumber )
Kucing Besar Terakhir Di Jawa adalah Macan Tutul Jawa atau dalam bahasa latinnya adalah Panthera pardus melas. Merupakan satu - satunya simbol Raja Hutan terakhir yang tersisa setelah punahnya Harimau Jawa. Macan Tutul Jawa ( Java Leopard ) merupakan satu dari sembilan subspesies Macan Tutul ( Panthera pardus ) di dunia yang merupakan satwa endemik pulau Jawa.

www.belantaraindonesia.org

Macan Tutul Jawa ( Panthera pardus melas ) yang dimasukkan dalam status konservasi “Critically Endangered” ini mempunyai dua variasi yaitu Macan Tutul berwarna terang dan Macan Tutul berwarna hitam yang biasa disebut dengan Macan Kumbang. Meskipun berwarna berbeda, kedua kucing besar ini adalah subspesies yang sama.

Ciri - ciri Macan Tutul Jawa.
Dibandingkan subspesies macan tutul lainnya, Macan Tutul Jawa ( Panthera pardus melas ) mempunyai ukuran relatif kecil. Panjang tubuh berkisar antara 90 – 150 cm dengan tinggi 60 – 95 cm. Bobot badannya berkisar 40 – 60 kg.

Subspesies Macan Tutul yang menjadi satwa endemik pulau Jawa ini mempunyai khas warna bertutul - tutul di sekujur tubuhnya. Pada umumnya bulunya berwarna kuning kecoklatan dengan bintik - bintik berwarna hitam. Bintik hitam di kepalanya berukuran lebih kecil. Macan Tutul Jawa betina serupa, dan berukuran lebih kecil dari jantan.

Macan Tutul Jawa ( Panthera pardus melas ) sebagaimana macan tutul lainnya adalah binatang nokturnal yang lebih aktif  di malam hari. Kucing besar ini termasuk salah satu binatang yang pandai memanjat dan berenang.

Macan Tutul Jawa adalah binatang karnivora yang memangsa buruannya seperti kijang, monyet ekor panjang, babi hutan, kancil dan owa jawa, landak jawa, surili dan lutung hitam. Kucing besar ini juga mampu menyeret dan membawa hasil buruannya ke atas pohon yang terkadang bobot mangsa melebih ukuran tubuhnya. Perilaku ini selain untuk menghindari kehilangan mangsa hasil buruan, selain itu juga untuk penyimpanan persediaan makanan.

www.belantaraindonesia.org

Konservasi Macan Tutul Jawa. Kucing besar ini termasuk satwa yang dilindungi dari kepunahan di Indonesia berdasarkan UU No.5 tahun 1990 dan PP No.7 tahun 1999. Oleh IUCN Red list, Macan Tutul Jawa ( Panthera padus melas ) digolongkan dalam status konservasi “Kritis” ( Critically Endangered ). Selain itu juga masuk dalam dalam CITES Apendik I yang berarti tidak boleh diperdagangkan.

Jumlah populasi Macan Tutul Jawa tidak diketahui dengan pasti. Data dari IUCN Redlist memperkirakan populasinya di bawah 250 ekor ( 2008 ) walaupun oleh beberapa instansi dalam negeri terkadang mengklaim jumlahnya masih di atas 500 - an ekor.

Macan Tutul Jawa ( Panthera pardus melas ) atau macan kumbang merupakan salah satu subspesies dari macan tutul yang hanya ditemukan di hutan tropis, pegunungan dan kawasan konservasi Pulau Jawa, Indonesia. Dibandingkan macan tutul lainnya, jenis ini paling kecil dan memiliki indra penglihatan serta penciuman yang tajam.

Populasi Macan Tutul Jawa ini tersebar di beberapa wilayah yang berbeda seperti di Taman Nasional ( TN ) Ujung Kulon, TN. Gunung Halimun Salak, TN. Gunung Gede, Hutan Lindung Petungkriyono Pekalongan, dan TN. Meru Betiri Jawa Timur.

Melihat kenyataan yang ada maka perlu disusun suatu rencana guna meningkatkan upaya penyelamatan Macan Tutul dan habitatnya. Bahkan pada kondisi ideal, masyarakat lokal adalah pemeran utama dalam upaya pelestarian dan penyelamatan ini. Hal ini bisa tercapai jika masyarakat mempunyai tingkat pemahaman, kepedulian dan kemampuan yang cukup dalam upaya pelestarian dan penyelamatan Macan Tutul. ( Dari berbagai sumber )
Read More
21 comments

Jelajah Gunung Talamau

Jelajah Gunung Talamau. Gunung yang terletak di Propinsi Sumatera Barat tepatnya di Kabupaten Pasaman Barat ini, merupakan satu dari beberapa gunung yang mempunyai panorama alam yang menarik di daerah Minang Kabau.

www.belantaraindonesia.org

Dengan ketinggian 2982 Mdpl menjadikannya sebagai puncak tertinggi daerah Sumatera Barat. Gunung ini bisa didaki dari desa Pinaga. Gunung Talamau mempunyai keunikan tersendiri yaitu pada puncaknya terdapat banyak telaga, dan umumnya jumlah telaga tersebut selalu berbeda - beda dan tidak selalu sama setiap dijumpai para pendaki.
 
Jumlah yang umum terlihat adalah 13 telaga, gunung Talamau berdekatan sekali dengan Gunung Pasaman hanya dipisahkan oleh sebuah sungai.
 
Dari daerah puncak Gunung Talamau kita bisa melihat dengan jelas puncak Gunung Pasaman, atau yang dikenal juga dengan sebutan sebagai “Puncak Rajo Imbang Langik” yaitu nama yang diambil dari nama seorang raja yang pernah bertahta di daerah Pasaman ini pada dulunya.

Untuk mencapai puncak Gunung Talamau kita akan melewati 6 pos. Dari puncak gunung Talamau kita bisa menyadel atau turun dan naik ke Gunung Pasaman.
 
Penduduk disekitar Gunung Talamau ini hidup dengan mata pencaharian bertani dan mayoritas beragama Islam. Gunung ini lebih terawat dibadingkan dengan gunung Marapi dan Singgalang. Jauh lebih bersih, ini tidak lepas dari dedikasi penduduk setempat yang selalu menjaga keasrian dan kebersihan Gunung Talakmau dari pendaki - pendaki yang tidak bertanggung jawab.
 
Untuk Akomodasi yang ada dan tidak jauh dari gunung ini tersebar beberapa penginapan yang layak di Padang Tujuh yang berjarak sekitar 3 km dari desa Pinaga.
 
Selain itu juga terdapat lokasi Camping Ground di Bukit Harimau Campo yang tidak jauh dari lokasi air terjun Puti Lenggo Geni. Selain keindahan alamnya, gunung ini juga banyak menyimpan cerita - cerita menarik yang berasal dari legenda yang dipercaya oleh penduduk setempat.
 
Seperti contoh saat kita memasuki Padang Siranjano, diwajibkan untuk membaca “Assalamualaikum” karena dipercaya didaerah tersebut dihuni oleh seorang Kyai. Dan juga nama - nama puncak dan telaga di gunung ini juga diambil berdasarkan beberapa cerita legenda yang diyakini oleh penduduk disekitar gunung Talamau ini.
 
Akses menuju ke lokasi jika dari kota Padang menuju ke desa Pinaga yang merupakan desa titik awal pendakian bisa dicapai dengan menggunakan angkutan bus umum atau kendaraan pribadi.
 
Jika dari kota Bukit Tinggi, kita mengarahkan kendaaraan menuju Simpang Ampek dengan kemudian dilanjutkan kearah desa Pinaga yang berjarak tempuh kurang lebih 10 km.
 
Jalur resmi menuju puncak Gunung Talamau adalah dari desa Pinaga akan tetapi juga ada pilihan jalur pendakian lainnya yaitu dari Desa Durian Kandang Aia Maruek.
 
Jalur ini akan menuju puncak Gunung Pasaman terlebih dahulu kemudian baru menyadel ke puncak Gunung Talakmau. Jika kita mendaki dari desa Pinaga dan turun didesa Durian Kandang, akan memakan waktu kurang lebih 5 hari.

Rute pendakian posko 1 desa Pinaga 320 Mdpl
 
Desa Pinaga yang berada pada ketinggian 320m dpl. Posko 1 berada tidak jauh dari jalan raya Simpang Empat – Panti. Dari Posko 1 menuju Posko 2 atau yang berada di Bukit Harimau Campo, akan melewati 4patok kilometer yaitu Km14, Km13, Km12, Km11. Keadaan jalan dari Posko 1 ke Posko 2 merupakan jalur jalan gerobak. Selain itu kita juga akan melewati persawahan dan perladangan penduduk.
 
Posko 2 pondok bukik Harimau campo 710 Mdpl
 
Perjalan dari Posko 1 hingga sampai ditempat ini sekitar 2,5 jam. Posko 2 ini berada pada ketinggian 710m dpl. Ditempat ini terdapat sebuah pondok yang dihuni oleh seorang pendaki asal Sumatera Barat yang merupakan seorang volunter yang merawat dan memelihara gunung Talamau ini. Tidak jauh dari lokasi ini kita bisa menemukan sebuah air terjun yang cukup besar bernama air terjun Puti Lenggo Geni.
 
Posko 3 pondok Rindu Alam 1100 Mdpl
 
Posko ini dikenal juga dengan nama Sari Bunyibunyian karena pada tempat ini kita mendengar aneka bunyi serangga dan burung - burung. Posko dengan ketinggian 1100 Mdpl ini berjarak waktu tempuh dari pos sebelumnya sekitar 2,5 jam. Di pos ini kita tidak menemukan adanya pondok kecuali sebuah tanah datar dan juga di pos ini terdapat sumber mata air berupa sungai kecil , sehingga kita bisa mengisi perbekalan air.
 
Posko 4 Bumi Sarasah 1860 Mdpl
 
Setelah menempuh perjalanan selama lebih kurang 3 jam maka kita akan sampai di pos Bumi Sarasah. Disini terdapat sebuah pondok tanpa dinding. Dilokasi pos ini juga kita bisa menemukan sumber mata air berupa sungai kecil yang mengalir jernih. Posko ini berada pada ketinggian 1860m dpl.
 
Posko 5 Paninjauan 2500 Mdpl
 
Pos ini berjarak tempuh sekitar 2 jam 25 menit dari pos sebelumnya serta juga mempunyai sumber mata air . Jalan setapak dari posko Bumi Sarasah hingga posko Paninjauan ini sedikit lebih curam dibandingkan keadaan jalan setapak sebelumnya. Di pos ini kita bisa menemukan sebuah pondok beratap seng tanpa dinding. Tidak lama kemudian kita akan memasuki daerah.
 
Basecamp Rajawali Putih 2880 Mdpl
 
Dari posko 5 menuju basecamp Rajawali Putih berjarak tempuh sekitar 75 menit. dan setelah melewati tanjakan yang cukup curam maka kita akan sampai disebuah dataran padang rumput yang bernama “Padang Siranjano” tidak lama setelah kita menempuh dataran luas ini maka kita akan menemukan telaga-telaga yang berjumlah 13 buah. 
Selain itu juga puncak utama gunung Talamau ini juga sudah terlihat. Lokasi dekat telaga - telaga ini sangat cocok dijadikan sebagai tempat mendirikan tenda. Puncak Tiang trianggulasi yang hancur Puncak Tri Martha 2982 Mdpl 
Gunung Talamau ini mempunyai 3 buah puncak yaitu puncak utama bernama Trimarta, puncak Kedua Puncak Rajawali dan Puncak Ketiga bernama Puncak Rajo Dewa . Selain itu dari puncak akan terlihat jelas lokasi telaga - telaga yang ada di gunung ini, juga jika edarkan pandangan akan terlihat sayup sayup dikejauhan berdiri gunung Talang, Gunung Sorik MarapiGunung Singgalang dan gunung Tandikat.
 
Ada banyak sekali tempat - tempat menarik yang bisa kita kunjungi di gunung ini, objek - objek alam itu tersebar di gunung Talamau ini, diantaranya: Air terjun Puti Lenggo Geni yang tingginya mencapai 109 meter; Padang Sirinjano, sebuah padang rumput yang berada di ketinggian 2640 Mdpl seluas 40 hektar yang dihuni oleh Rusa, Kijang, Kambing hutan dan Tapir.
 
Terdapat juga beberapa buah telaga yang dalam bahasa setempat disebut dengan Talago, jumlah normalnya adalah 13 buah telaga dan kebanyakan pendaki terkadang menemukannya dalam jumlah yang berbeda - beda, mungkin ini disebabkan oleh banyak sedikitnya kandungan air di gunung ini.
 
Ke 13 telaga itu antara lain Talago Puti Sangka Bulan; Talago Tapian Sutan Bagindo; Talago Tapian Puti Mambang Surau; Talago Siuntuang Sudah; Talago Puti Bungsu; Talago Rajo Dewa; Talago Satwa; Talago Lumuik; Talago Biru; Talago Mandeh Rubiah; Talago Imbang Langik; Talago Cindua Mato; Talago Buluah Parindu; kawag belerang.
 
Juga terdapat lima di puncak yang tersebar dikawasan puncak gunung ini, ada empat goa yang berada didaerah puncak gunung Talamau. Sedangkan dikaki gunung ada objek wisata historis berupa Batu Balipek kain yang berada dikaki Gunung Pasaman didesa Aia Maruek Kinali.  src
Jelajah Gunung Talamau. Gunung yang terletak di Propinsi Sumatera Barat tepatnya di Kabupaten Pasaman Barat ini, merupakan satu dari beberapa gunung yang mempunyai panorama alam yang menarik di daerah Minang Kabau.

www.belantaraindonesia.org

Dengan ketinggian 2982 Mdpl menjadikannya sebagai puncak tertinggi daerah Sumatera Barat. Gunung ini bisa didaki dari desa Pinaga. Gunung Talamau mempunyai keunikan tersendiri yaitu pada puncaknya terdapat banyak telaga, dan umumnya jumlah telaga tersebut selalu berbeda - beda dan tidak selalu sama setiap dijumpai para pendaki.
 
Jumlah yang umum terlihat adalah 13 telaga, gunung Talamau berdekatan sekali dengan Gunung Pasaman hanya dipisahkan oleh sebuah sungai.
 
Dari daerah puncak Gunung Talamau kita bisa melihat dengan jelas puncak Gunung Pasaman, atau yang dikenal juga dengan sebutan sebagai “Puncak Rajo Imbang Langik” yaitu nama yang diambil dari nama seorang raja yang pernah bertahta di daerah Pasaman ini pada dulunya.

Untuk mencapai puncak Gunung Talamau kita akan melewati 6 pos. Dari puncak gunung Talamau kita bisa menyadel atau turun dan naik ke Gunung Pasaman.
 
Penduduk disekitar Gunung Talamau ini hidup dengan mata pencaharian bertani dan mayoritas beragama Islam. Gunung ini lebih terawat dibadingkan dengan gunung Marapi dan Singgalang. Jauh lebih bersih, ini tidak lepas dari dedikasi penduduk setempat yang selalu menjaga keasrian dan kebersihan Gunung Talakmau dari pendaki - pendaki yang tidak bertanggung jawab.
 
Untuk Akomodasi yang ada dan tidak jauh dari gunung ini tersebar beberapa penginapan yang layak di Padang Tujuh yang berjarak sekitar 3 km dari desa Pinaga.
 
Selain itu juga terdapat lokasi Camping Ground di Bukit Harimau Campo yang tidak jauh dari lokasi air terjun Puti Lenggo Geni. Selain keindahan alamnya, gunung ini juga banyak menyimpan cerita - cerita menarik yang berasal dari legenda yang dipercaya oleh penduduk setempat.
 
Seperti contoh saat kita memasuki Padang Siranjano, diwajibkan untuk membaca “Assalamualaikum” karena dipercaya didaerah tersebut dihuni oleh seorang Kyai. Dan juga nama - nama puncak dan telaga di gunung ini juga diambil berdasarkan beberapa cerita legenda yang diyakini oleh penduduk disekitar gunung Talamau ini.
 
Akses menuju ke lokasi jika dari kota Padang menuju ke desa Pinaga yang merupakan desa titik awal pendakian bisa dicapai dengan menggunakan angkutan bus umum atau kendaraan pribadi.
 
Jika dari kota Bukit Tinggi, kita mengarahkan kendaaraan menuju Simpang Ampek dengan kemudian dilanjutkan kearah desa Pinaga yang berjarak tempuh kurang lebih 10 km.
 
Jalur resmi menuju puncak Gunung Talamau adalah dari desa Pinaga akan tetapi juga ada pilihan jalur pendakian lainnya yaitu dari Desa Durian Kandang Aia Maruek.
 
Jalur ini akan menuju puncak Gunung Pasaman terlebih dahulu kemudian baru menyadel ke puncak Gunung Talakmau. Jika kita mendaki dari desa Pinaga dan turun didesa Durian Kandang, akan memakan waktu kurang lebih 5 hari.

Rute pendakian posko 1 desa Pinaga 320 Mdpl
 
Desa Pinaga yang berada pada ketinggian 320m dpl. Posko 1 berada tidak jauh dari jalan raya Simpang Empat – Panti. Dari Posko 1 menuju Posko 2 atau yang berada di Bukit Harimau Campo, akan melewati 4patok kilometer yaitu Km14, Km13, Km12, Km11. Keadaan jalan dari Posko 1 ke Posko 2 merupakan jalur jalan gerobak. Selain itu kita juga akan melewati persawahan dan perladangan penduduk.
 
Posko 2 pondok bukik Harimau campo 710 Mdpl
 
Perjalan dari Posko 1 hingga sampai ditempat ini sekitar 2,5 jam. Posko 2 ini berada pada ketinggian 710m dpl. Ditempat ini terdapat sebuah pondok yang dihuni oleh seorang pendaki asal Sumatera Barat yang merupakan seorang volunter yang merawat dan memelihara gunung Talamau ini. Tidak jauh dari lokasi ini kita bisa menemukan sebuah air terjun yang cukup besar bernama air terjun Puti Lenggo Geni.
 
Posko 3 pondok Rindu Alam 1100 Mdpl
 
Posko ini dikenal juga dengan nama Sari Bunyibunyian karena pada tempat ini kita mendengar aneka bunyi serangga dan burung - burung. Posko dengan ketinggian 1100 Mdpl ini berjarak waktu tempuh dari pos sebelumnya sekitar 2,5 jam. Di pos ini kita tidak menemukan adanya pondok kecuali sebuah tanah datar dan juga di pos ini terdapat sumber mata air berupa sungai kecil , sehingga kita bisa mengisi perbekalan air.
 
Posko 4 Bumi Sarasah 1860 Mdpl
 
Setelah menempuh perjalanan selama lebih kurang 3 jam maka kita akan sampai di pos Bumi Sarasah. Disini terdapat sebuah pondok tanpa dinding. Dilokasi pos ini juga kita bisa menemukan sumber mata air berupa sungai kecil yang mengalir jernih. Posko ini berada pada ketinggian 1860m dpl.
 
Posko 5 Paninjauan 2500 Mdpl
 
Pos ini berjarak tempuh sekitar 2 jam 25 menit dari pos sebelumnya serta juga mempunyai sumber mata air . Jalan setapak dari posko Bumi Sarasah hingga posko Paninjauan ini sedikit lebih curam dibandingkan keadaan jalan setapak sebelumnya. Di pos ini kita bisa menemukan sebuah pondok beratap seng tanpa dinding. Tidak lama kemudian kita akan memasuki daerah.
 
Basecamp Rajawali Putih 2880 Mdpl
 
Dari posko 5 menuju basecamp Rajawali Putih berjarak tempuh sekitar 75 menit. dan setelah melewati tanjakan yang cukup curam maka kita akan sampai disebuah dataran padang rumput yang bernama “Padang Siranjano” tidak lama setelah kita menempuh dataran luas ini maka kita akan menemukan telaga-telaga yang berjumlah 13 buah. 
Selain itu juga puncak utama gunung Talamau ini juga sudah terlihat. Lokasi dekat telaga - telaga ini sangat cocok dijadikan sebagai tempat mendirikan tenda. Puncak Tiang trianggulasi yang hancur Puncak Tri Martha 2982 Mdpl 
Gunung Talamau ini mempunyai 3 buah puncak yaitu puncak utama bernama Trimarta, puncak Kedua Puncak Rajawali dan Puncak Ketiga bernama Puncak Rajo Dewa . Selain itu dari puncak akan terlihat jelas lokasi telaga - telaga yang ada di gunung ini, juga jika edarkan pandangan akan terlihat sayup sayup dikejauhan berdiri gunung Talang, Gunung Sorik MarapiGunung Singgalang dan gunung Tandikat.
 
Ada banyak sekali tempat - tempat menarik yang bisa kita kunjungi di gunung ini, objek - objek alam itu tersebar di gunung Talamau ini, diantaranya: Air terjun Puti Lenggo Geni yang tingginya mencapai 109 meter; Padang Sirinjano, sebuah padang rumput yang berada di ketinggian 2640 Mdpl seluas 40 hektar yang dihuni oleh Rusa, Kijang, Kambing hutan dan Tapir.
 
Terdapat juga beberapa buah telaga yang dalam bahasa setempat disebut dengan Talago, jumlah normalnya adalah 13 buah telaga dan kebanyakan pendaki terkadang menemukannya dalam jumlah yang berbeda - beda, mungkin ini disebabkan oleh banyak sedikitnya kandungan air di gunung ini.
 
Ke 13 telaga itu antara lain Talago Puti Sangka Bulan; Talago Tapian Sutan Bagindo; Talago Tapian Puti Mambang Surau; Talago Siuntuang Sudah; Talago Puti Bungsu; Talago Rajo Dewa; Talago Satwa; Talago Lumuik; Talago Biru; Talago Mandeh Rubiah; Talago Imbang Langik; Talago Cindua Mato; Talago Buluah Parindu; kawag belerang.
 
Juga terdapat lima di puncak yang tersebar dikawasan puncak gunung ini, ada empat goa yang berada didaerah puncak gunung Talamau. Sedangkan dikaki gunung ada objek wisata historis berupa Batu Balipek kain yang berada dikaki Gunung Pasaman didesa Aia Maruek Kinali.  src
Read More
3 comments

Puncak Sejati Adalah Konservasi

Puncak Sejati Adalah Konservasi. Pada era dulu hingga kini, banyak manusia yang berlabelkan pendaki gunung terus menerus memburu sebuah tempat yang akan menjadikannya seorang pendaki yang sejati. Dan tempat itu adalah puncak gunung! Di mulai dari proses awal perjalanan pendakian hingga berlelah raga menyusuri tingginya tebing, akan terpuaskan rasa dengan meraih puncak.

www.belantaraindonesia.org

Itulah seorang pendaki gunung. Apa yang di dapat dari pendakiannya? Kepuasan batin oleh tercapainya puncak gunung. Lelah pun terlupakan. Hanya itu?

Sebagian pendaki, metode pendakiannya adalah pendakian tradisional. Naik, puncak, turun kembali dan melupakan tentang menjaga alam gunung. Sampah bertebaran, pohon teramuk dan teraniaya, rumput dan semak meranggas. Membabi buta guna mencapai puncak tertinggi.

Mereka lupa bahwa ada kewajiban mutlak yang harus dilakukan, yakni turut menjaga asrinya alam di gunung dan hutan yang di timpakan jejaknya, yakni dengan cara: Konservasi! Apakah itu konservasi?

Konservasi adalah upaya pelestarian lingkungan, tetapi tetap memperhatikan, manfaat yang dapat di peroleh pada saat itu dengan tetap mempertahankan keberadaan setiap komponen lingkungan untuk pemanfaatan masa depan.

Pemanfaatan sumber daya alam hayati perlu dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan secara bijaksana, hal ini untuk menjamin agar persediaan sumberdaya alam tidak habis dalam waktu singkat. Pemanfaatan dengan penuh tanggung jawab dan bijaksana itulah yang kita sebut dengan konservasi.

Jadi, para pendaki gunung dengan segenap kemampuannya saat melakukan pendakian dan tetap melakukan kewajibannya, yakni berlaku konservatif akan menemukan puncak dari segala puncak yaitu Puncak Sejati yang bernama Konservasi.

Menjadi manusia pendaki yang berguna bagi alam, berguna bagi lingkungan dan cinta dengan keramahan alam.

Seperti hal kecil dengan membawa turun kembali sampah milik kita sendiri atau sampah yang bisa terlihat di lereng gunung. Bila sebelumnya pernah melakukan dosa membuang sampah di gunung sekecil apapun itu, tebuslah dengan melakukan aksi bersih gunung saat mendaki gunung itu lagi.

Bagi komunitas pendaki baik komersil maupun non profit, sebisa mungkin melakukan aksi bersih gunung dalam setiap pendakian massalnya. Jangan hanya jadi ajang pelampiasan ambisi pribadi ataupun usaha menarik keuntungan semata. Alangkah bagusnya diiringi dengan kegiatan bernilai konservasi minimal bersih gunung atau melakukan reboisasi dan lainnya.

Pemahaman tentang green climbing mountain harus disebarluaskan kepada pendaki pemula maupun kelompok pecinta alam baru lewat milis, jejaring sosial, diskusi, pendidikan dasar kepecintaalaman di sekolah, kampus, dan lainnya. Tanamkan kesadaran bahwa hutan, gunung, dan isinya adalah harta tak ternilai, investasi masa depan untuk kehidupan generasi berikutnya.

Justru banyak yang berkomentar dan memandang kegiatan pendaki konservatif dengan pandangan sebelah mata. Misalnya melihat pendaki memungut sampah, dia akan berkata:" Sedang mulung ya mas ?" atau " Titip ya sampahnya.." dan lain - lain perilaku. Dan yang lebih menyakitkan lagi adalah ucapan: " Ah malas, capek..mengapa mesti bawa turun sampah? "

Itu adalah hal kecil dari pendaki konservatif, masih banyak hal yang bisa dilakukan dan harus dilakukan bagi pendaki yang berhaluan konservatif. Pada intinya, ikut menjaga agar alam ini tetap hijau dan terawat. Bila itu terjadi, dalam pendakian gunung anda mencari lokasi untuk befoto akan lebih bangga, walau wajah tidak mendukung, tetapi alam membantu membuat penampilan kita di foto menjadi lebih bagus.

Ingatlah perilaku jorok kita di gunung, dapat merusak imej seluruh pendaki di mata dunia. Nah, detik ini juga lakukanlah Green Adventuring, Green Mountaineering dalam setiap petualangan dan pendakian. Karena Puncak Sejati Adalah Konservasi.
Puncak Sejati Adalah Konservasi. Pada era dulu hingga kini, banyak manusia yang berlabelkan pendaki gunung terus menerus memburu sebuah tempat yang akan menjadikannya seorang pendaki yang sejati. Dan tempat itu adalah puncak gunung! Di mulai dari proses awal perjalanan pendakian hingga berlelah raga menyusuri tingginya tebing, akan terpuaskan rasa dengan meraih puncak.

www.belantaraindonesia.org

Itulah seorang pendaki gunung. Apa yang di dapat dari pendakiannya? Kepuasan batin oleh tercapainya puncak gunung. Lelah pun terlupakan. Hanya itu?

Sebagian pendaki, metode pendakiannya adalah pendakian tradisional. Naik, puncak, turun kembali dan melupakan tentang menjaga alam gunung. Sampah bertebaran, pohon teramuk dan teraniaya, rumput dan semak meranggas. Membabi buta guna mencapai puncak tertinggi.

Mereka lupa bahwa ada kewajiban mutlak yang harus dilakukan, yakni turut menjaga asrinya alam di gunung dan hutan yang di timpakan jejaknya, yakni dengan cara: Konservasi! Apakah itu konservasi?

Konservasi adalah upaya pelestarian lingkungan, tetapi tetap memperhatikan, manfaat yang dapat di peroleh pada saat itu dengan tetap mempertahankan keberadaan setiap komponen lingkungan untuk pemanfaatan masa depan.

Pemanfaatan sumber daya alam hayati perlu dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan secara bijaksana, hal ini untuk menjamin agar persediaan sumberdaya alam tidak habis dalam waktu singkat. Pemanfaatan dengan penuh tanggung jawab dan bijaksana itulah yang kita sebut dengan konservasi.

Jadi, para pendaki gunung dengan segenap kemampuannya saat melakukan pendakian dan tetap melakukan kewajibannya, yakni berlaku konservatif akan menemukan puncak dari segala puncak yaitu Puncak Sejati yang bernama Konservasi.

Menjadi manusia pendaki yang berguna bagi alam, berguna bagi lingkungan dan cinta dengan keramahan alam.

Seperti hal kecil dengan membawa turun kembali sampah milik kita sendiri atau sampah yang bisa terlihat di lereng gunung. Bila sebelumnya pernah melakukan dosa membuang sampah di gunung sekecil apapun itu, tebuslah dengan melakukan aksi bersih gunung saat mendaki gunung itu lagi.

Bagi komunitas pendaki baik komersil maupun non profit, sebisa mungkin melakukan aksi bersih gunung dalam setiap pendakian massalnya. Jangan hanya jadi ajang pelampiasan ambisi pribadi ataupun usaha menarik keuntungan semata. Alangkah bagusnya diiringi dengan kegiatan bernilai konservasi minimal bersih gunung atau melakukan reboisasi dan lainnya.

Pemahaman tentang green climbing mountain harus disebarluaskan kepada pendaki pemula maupun kelompok pecinta alam baru lewat milis, jejaring sosial, diskusi, pendidikan dasar kepecintaalaman di sekolah, kampus, dan lainnya. Tanamkan kesadaran bahwa hutan, gunung, dan isinya adalah harta tak ternilai, investasi masa depan untuk kehidupan generasi berikutnya.

Justru banyak yang berkomentar dan memandang kegiatan pendaki konservatif dengan pandangan sebelah mata. Misalnya melihat pendaki memungut sampah, dia akan berkata:" Sedang mulung ya mas ?" atau " Titip ya sampahnya.." dan lain - lain perilaku. Dan yang lebih menyakitkan lagi adalah ucapan: " Ah malas, capek..mengapa mesti bawa turun sampah? "

Itu adalah hal kecil dari pendaki konservatif, masih banyak hal yang bisa dilakukan dan harus dilakukan bagi pendaki yang berhaluan konservatif. Pada intinya, ikut menjaga agar alam ini tetap hijau dan terawat. Bila itu terjadi, dalam pendakian gunung anda mencari lokasi untuk befoto akan lebih bangga, walau wajah tidak mendukung, tetapi alam membantu membuat penampilan kita di foto menjadi lebih bagus.

Ingatlah perilaku jorok kita di gunung, dapat merusak imej seluruh pendaki di mata dunia. Nah, detik ini juga lakukanlah Green Adventuring, Green Mountaineering dalam setiap petualangan dan pendakian. Karena Puncak Sejati Adalah Konservasi.
Read More
1 comment

Rahasia Di Balik Tulusnya Senyum Edelweiss

Rahasia Di Balik Tulusnya Senyum Edelweiss di sela - sela bebatuan di tingginya gunung serta di dinginnya cuaca. Di antara semua itu, di antara tanah vulkanik tandus dan berbatu tampak semak bunga putih yang cantik berbunga. Ya, itulah Edelweiss.

www.belantaraindonesia.org

Walaupun lingkungannya tidak ramah, Edelweiss tetap tersenyum dan memekarkan banyak bunga, berjasa menghiasi tebing dan tanah tandus menjadi cantik. Karena itulah Edelweiss disebut bunga ketulusan.

Sebenarnya, ada rahasia di balik ketulusan senyum Edelweiss. Yaitu mikoriza. Mikoriza adalah jamur di akar yang tugasnya menahan nitrogen dan menghancurkan materi organik. Berkat Mikoriza inilah, Edelweiss bisa mendapatkan nutrisi yang membuatnya tetap hidup dan berbunga di tanah pegununungan yang tandus.

Hubungan di antara Mikoriza dan Edelweiss ini bersifat simbiosis mutualisme. Artinya, keduanya saling bahu membahu. Nah, peran Edelweiss dalam hidup jamur itu adalah membantu Mikoriza melengkapi daur hidup.

Peran serta Edelweiss besar sekali. Ia menjadi tanaman pertama yang tumbuh di tanah yang tandus dan sedikit kandungan unsur haranya. Saat tumbuh itu, Edelweiss menghasilkan unsur - unsur hara yang dibutuhkan tanaman jenis lain agar bisa tumbuh.

Selain itu, Edelweiss juga meminimalkan resiko erosi di gunung itu. karena Edelweiss juga berfungsi menjadi tanaman penutup yang bisa menahan derasnya air hujan dan lajunya pergeseran permukaan tanah.

Selain disebut bunga ketulusan, Edelweiss juga disebut bunga keabadian. Edelweiss juga dianggap sebagai bunga yang eksklusif, yang hanya bisa didapat jika kita pergi naik gunung.

Karena semua keunikan nama dan keeksklusifan itu, bunga Edelweiss sering dijadikan cenderamata. Akibatnya, saat ini populasi bunga Edelweiss amat jauh berkurang. Bahkan, bisa dibilang mulai langka!

Karena cantik dan uniknya Edelweiss, apabila suatu saat nanti Anda mendaki gunung, janganlah memetik Edelweiss, tetapi cukuplah di foto dan ceritakan keindahannyasrc 
Rahasia Di Balik Tulusnya Senyum Edelweiss di sela - sela bebatuan di tingginya gunung serta di dinginnya cuaca. Di antara semua itu, di antara tanah vulkanik tandus dan berbatu tampak semak bunga putih yang cantik berbunga. Ya, itulah Edelweiss.

www.belantaraindonesia.org

Walaupun lingkungannya tidak ramah, Edelweiss tetap tersenyum dan memekarkan banyak bunga, berjasa menghiasi tebing dan tanah tandus menjadi cantik. Karena itulah Edelweiss disebut bunga ketulusan.

Sebenarnya, ada rahasia di balik ketulusan senyum Edelweiss. Yaitu mikoriza. Mikoriza adalah jamur di akar yang tugasnya menahan nitrogen dan menghancurkan materi organik. Berkat Mikoriza inilah, Edelweiss bisa mendapatkan nutrisi yang membuatnya tetap hidup dan berbunga di tanah pegununungan yang tandus.

Hubungan di antara Mikoriza dan Edelweiss ini bersifat simbiosis mutualisme. Artinya, keduanya saling bahu membahu. Nah, peran Edelweiss dalam hidup jamur itu adalah membantu Mikoriza melengkapi daur hidup.

Peran serta Edelweiss besar sekali. Ia menjadi tanaman pertama yang tumbuh di tanah yang tandus dan sedikit kandungan unsur haranya. Saat tumbuh itu, Edelweiss menghasilkan unsur - unsur hara yang dibutuhkan tanaman jenis lain agar bisa tumbuh.

Selain itu, Edelweiss juga meminimalkan resiko erosi di gunung itu. karena Edelweiss juga berfungsi menjadi tanaman penutup yang bisa menahan derasnya air hujan dan lajunya pergeseran permukaan tanah.

Selain disebut bunga ketulusan, Edelweiss juga disebut bunga keabadian. Edelweiss juga dianggap sebagai bunga yang eksklusif, yang hanya bisa didapat jika kita pergi naik gunung.

Karena semua keunikan nama dan keeksklusifan itu, bunga Edelweiss sering dijadikan cenderamata. Akibatnya, saat ini populasi bunga Edelweiss amat jauh berkurang. Bahkan, bisa dibilang mulai langka!

Karena cantik dan uniknya Edelweiss, apabila suatu saat nanti Anda mendaki gunung, janganlah memetik Edelweiss, tetapi cukuplah di foto dan ceritakan keindahannyasrc 
Read More
18 comments

4 Kota Yang Lebih Tinggi Dari Puncak Gunung Semeru

4 Kota Yang Lebih Tinggi Dari Puncak Gunung Semeru, gunung di Jawa Timur Indonesia yang memiliki ketinggian 3.676 Mdpl. Kota - kota di dunia berikut ini letaknya memang lebih tinggi dari gunung legendaris tersebut. Kita bisa bayangkan, betapa dinginnya apabila kita berada di sana. Beberapa kota di dunia terletak di dataran tinggi, yang bahkan sejajar dengan puncak - puncak gunung.

Dan inilah 4 kota tertinggi di dunia yang lebih tinggi dari puncak Gunung Semeru.

1. Lhasa, Tibet
Dikenal sebagai 'Atap Dunia', Tibet jadi destinasi impian banyakwisatawan . Ibukotanya yakni Lhasa terletak di ketinggian sekitar 3.650 Mdpl, hampir sama dengan puncak Gunung Semeru.

www.belantaraindonesia.org

Tapi siapa sangka, dengan udara dingin yang menggigit tulang itu, penduduk Lhasa cukup banyak. Ada 250.000 penduduk kota ini, wisatawan pun lalu - lalang di jalan raya. Tempat yang tak boleh dilewatkan tentu saja Istana Potala, tempat kediaman Dalai Lama.

2. Potosi, Bolivia
Kota Potosi di Bolivia menjadi salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO. Terletak di ketinggian 4.090 Mdpl, Potosi dulunya adalah kota tambang perak.

www.belantaraindonesia.org

Potosi adalah salah satu kota terbesar di Benua Amerika. Pertambangan perak yang dulu berjalan berpengaruh besar terhadap identitas para penduduknya sekarang. Meski begitu, Potosi ditinggali cukup banyak penduduk.

3. El Alto, Bolivia
'El Alto' dalam bahasa Indonesia berarti 'ketinggian'. Ini karena El Alto berada di ketinggian 4.150 Mdpl.

www.belantaraindonesia.org

Kota ini terbentuk karena adanya pembuatan rel kereta api yang menghubungkan Danau Titicaca di Peru dengan ibukota Bolivia, La Paz. Sekarang El Alto dihuni oleh 650.000 penduduk, cukup ramai untuk ukuran kota yang super dingin.

4. La Rinconada, Peru
Kota tertinggi di dunia terletak di Peru. Inilah La Rinconada, yang terletak di ketinggian 5.100 Mdpl. Sebagai perbandingan, puncak tertinggi di Indonesia yakni Carstenz Pyramid berada di ketinggian 4.884 Mdpl.

www.belantaraindonesia.org

Ya, La Rinconada bahkan lebih tinggi dari Carstenz Pyramid! Sulit membayangkan ada manusia yang bisa tinggal di sana. Tapi rupanya, kota ini dihuni oleh sekitar 30.000 penduduk. Mayoritas dari mereka bekerja di pertambangan emas lokal. src
4 Kota Yang Lebih Tinggi Dari Puncak Gunung Semeru, gunung di Jawa Timur Indonesia yang memiliki ketinggian 3.676 Mdpl. Kota - kota di dunia berikut ini letaknya memang lebih tinggi dari gunung legendaris tersebut. Kita bisa bayangkan, betapa dinginnya apabila kita berada di sana. Beberapa kota di dunia terletak di dataran tinggi, yang bahkan sejajar dengan puncak - puncak gunung.

Dan inilah 4 kota tertinggi di dunia yang lebih tinggi dari puncak Gunung Semeru.

1. Lhasa, Tibet
Dikenal sebagai 'Atap Dunia', Tibet jadi destinasi impian banyakwisatawan . Ibukotanya yakni Lhasa terletak di ketinggian sekitar 3.650 Mdpl, hampir sama dengan puncak Gunung Semeru.

www.belantaraindonesia.org

Tapi siapa sangka, dengan udara dingin yang menggigit tulang itu, penduduk Lhasa cukup banyak. Ada 250.000 penduduk kota ini, wisatawan pun lalu - lalang di jalan raya. Tempat yang tak boleh dilewatkan tentu saja Istana Potala, tempat kediaman Dalai Lama.

2. Potosi, Bolivia
Kota Potosi di Bolivia menjadi salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO. Terletak di ketinggian 4.090 Mdpl, Potosi dulunya adalah kota tambang perak.

www.belantaraindonesia.org

Potosi adalah salah satu kota terbesar di Benua Amerika. Pertambangan perak yang dulu berjalan berpengaruh besar terhadap identitas para penduduknya sekarang. Meski begitu, Potosi ditinggali cukup banyak penduduk.

3. El Alto, Bolivia
'El Alto' dalam bahasa Indonesia berarti 'ketinggian'. Ini karena El Alto berada di ketinggian 4.150 Mdpl.

www.belantaraindonesia.org

Kota ini terbentuk karena adanya pembuatan rel kereta api yang menghubungkan Danau Titicaca di Peru dengan ibukota Bolivia, La Paz. Sekarang El Alto dihuni oleh 650.000 penduduk, cukup ramai untuk ukuran kota yang super dingin.

4. La Rinconada, Peru
Kota tertinggi di dunia terletak di Peru. Inilah La Rinconada, yang terletak di ketinggian 5.100 Mdpl. Sebagai perbandingan, puncak tertinggi di Indonesia yakni Carstenz Pyramid berada di ketinggian 4.884 Mdpl.

www.belantaraindonesia.org

Ya, La Rinconada bahkan lebih tinggi dari Carstenz Pyramid! Sulit membayangkan ada manusia yang bisa tinggal di sana. Tapi rupanya, kota ini dihuni oleh sekitar 30.000 penduduk. Mayoritas dari mereka bekerja di pertambangan emas lokal. src
Read More
19 comments

Tips Memotret Saat Malam Di Gunung

Tips Memotret Saat Malam Di Gunung adalah sebuah hiburan tersendiri setelah pada siang hari kita merasa telah terkuras habis seluruh tenaga dalam menapaki jalan terjal. Penat yang telah menyelimuti akan seolah terbayar saat malam menjelang, karena malam adalah waktu yang tepat untuk sejenak mengistirahatkan tubuh.

www.belantaraindonesia.org

Mungkin sebagian dari Anda memilih mengisi malam dengan memuaskan hobi masak memasak, beberapa rekan lainnya bersantai dengan mengobrol di depan Api Unggun. Tetapi ada juga yang lebih banyak menggunakan waktu malam untuk melakukan ritual hunting foto! Apakah bisa? Apakah tidak takut kamera rusak karena suhu dingin?

Berikut beberapa tips memotret saat malam di gunung bagi yang ingin memotret pada waktu malam:

PERALATAN
Karena memotret malam termasuk salah satu kategori memotret yang khusus jadi mungkin membutuhkan juga beberapa peralatan pendukung untuk menghasilkan foto yang bagus.

Kamera yang mempunyai fasilitas mode manual diperlukan untuk bisa menangkap hasil foto dengan kualitas cahaya rendah. Kalau yang tidak ada fasilitas mode manualnya terpaksa harus lebih kreatif dengan pencahayaan yang ada atau mengandalkan lampu flash tapi dengan hasil yang standar saja. Kamera poket yang mempunyai fasilitas mode manual maupun DSLR ( digital slr ) kelas entry level sudah cukup untuk dipergunakan memotret malam hari.

Tripod juga merupakan salah satu pendukung untuk memotret malam. Karena pencahayaan yang rendah sehingga terkadang kita harus menggunakan kecepatan yang sangat rendah. Kalau terasa membawa tripod bisa mengandalkan tripod alam, seperti batu, dahan pohon, dll. Tapi memang kelemahannya kita akan jadi lebih terbatas dalam melakukan pemotretan.

Kabel release juga bisa kita bawa apabila kita memang berniat untuk mengabadikan lintasan bintang ( star trail ). Karena bisa membantu untuk mengunci kecepatan shutter kamera sesuai dengan yang kita inginkan.

Lampu flash bawaan kamera sebenarnya cukup untuk pemotretan malam, tapi apabila ingin lebih hasil yang lebih kreatif kita bisa memasukan lampu flash external. Lampu flash external biasanya digunakan ketika melakukan pemotretan malam dengan memasukkan obyek penting ke dalam komposisi kita.

Baterai juga menjadi salah satu pendukung yang perlu. Apalagi di suhu yang dingin baterai akan cepat drop. Batere cadangan yang tidak digunakan sebaiknya dibungkus kain hangat.

Perbedaan suhu yang hangat di dalam tenda dan berubah dratis di luar terkadang menyebabkan permukaan lensa menjadi berkabut. Salah satu solusi yang bisa digunakan adalah dengan tidak melalukan perpindahan suhu secara mendadak.

Masukan kamera ke dalam tas plastik, ikat ( atau tali ) serapat mungkin. Biarkan dulu sampai sejenakan supaya suhu di dalam plastik bisa beradaptasi. Setelah itu baru dipindahkan ke tempat yang berbeda suhunya. Jangan langsung dilepas ikatannya, biarkan suhu di dalam plastik menyesuaikan suhu di di luar.

www.belantaraindonesia.org

MENGATUR SETINGAN KAMERA
Fokus. Karena malam gelap sehingga auto focus pada lensa biasanya akan lama mencari focus yang tepat dan seringkali meleset. Rubah ke mode manual focus dan atur di focus yang diinginkan. Apabila tidak ada obyek yang dekat, bisa menggunakan manual focus ke unlimited focus. Cara paling mudah, atur lensa ke arah unlimited ( tanda ~ ) dan geser sedikit ke arah berlawanan

Diafgrama. Kondisi cahaya yang minim membutuhkan bukaan diafragma yang cukup lebar untuk bisa menghasilkan hasil dengan waktu yang tidak terlalu lama. Karena semakin lebar bukaan diafragma semakain cepat waktu yang digunakan untuk menangkap cahaya yang masuk ke sensor kamera. Lensa dengan bukaan lebar ( f > 2.8 ) akan sangat bermanfaat. Tapi kalau adanya lensa kits dengan bukaan f/3.5 sudah cukup untuk dipakai memotret di gunung malam hari.

Kecepatan. Waktu yang digunakan dalam memotret malam biasanya akan lebih panjang daripada kalau untuk kondisi siang yang terang. Seringkali kita dipaksa harus menggunakan kecepatan lebih dari 1 detik – 30 detik. Kalau untuk menangkap lintasan bintang ( star trail ) bahkan terkadang bisa 2 – 10 menit ( tergantung kebutuhan )

ISO. Setingan ISO kamera untuk kondisi pemotretan malam bervariasi mulai dari 100 – 1600 ( kalau kamera sekarang bisa sampai 3200 – 6400 ). Tidak ada aturan bakunya, tergantung seperti apa hasil foto yang kita inginkan. Makin kecil ISO, waktu yang dibutuhkan lebih lama, atau bukaan difragma harus lebih besar, tapi hasil foto tidak terlalu banyak noise. Sedangkan dengan menggunakan ISO tinggi, kita bisa mempersingkat waktu atau mengurangi bukaan diafragma, dengan kekurangan hasil foto akan timbul noise.

www.belantaraindonesia.org

OBYEK FOTO
Beberapa obyek foto malam yang bisa kita abadikan ketika melakukan perjalanan naik gunung antara lain :

Tempat berkemah : perkemahan dengan tenda yang diterangi lampu bisa menjadi salah satu obyek foto malam yang menarik.Apalagi dengan latar belakang langit yang dipenuhi bintang atau cahaya lampu kota. Karena biasanya cahaya lampu tenda lumayan terang, sehingga tidak mutlak menggunakan setingan manual maupun tripod.

Gemerlap lampu kota dari kejauhan. Apabila tempat bermalam kita mempunyai pemandangan yang terbuka biasanya kita bisa menikmati cahaya kota terdekat. Tripod dan setingan manual tidak mutlak tapi lebih membantu bila ada.

Malam bertabur bintang. Kalau melakukan perjalanan di waktu musim kemarau, kemungkinan kita mendapatkan langit malam yang cerah akan lebih banyak. Sedikitnya polusi cahaya sehingga kita bisa menikmati malam yang dipenuhi ribuan bintang. Kamera poket dengan setingan manual maupun dslr yang menggunakan tripod harusnya mampu untuk menangkap cahaya bintang.

Foto perjalanan. Apabila kita melakukan perjalanan di waktu malam, kita bisa juga mengambil foto perjalanan tersebut. Tapi karena memang tidak bisa konsen ke memotret jadi lebih ke dokumentasi biasa. Untuk ini kamera poket dengan menggunakan lampu flash pun cukup.

Foto narsis. foto diri dengan latar belakang malam di gunung, siapa yang tidak mau kan ? bisa dipakai buat update profile di social media. Kalau mau foto narsis yang lebih bagus bisa menggunakan kamera dengan setingan manual ditambah dengan lampu flash.

Yang penting adalah bagaimana kita memanfaatkan waktu yang ada sesuai dengan manajemen perjalanan yang sudah kita rencanakan. Jangan sampai kegiatan hunting foto malam yang bukan merupakan aktivitas utama menjadi pengahalang untuk kegiatan hari berikutnya. Kecuali memang kalau Anda bertujuan untuk hunting foto dan naik gunung hanya sekedar sarana untuk mendapatkan foto   foto indah di gunung belaka. src
Tips Memotret Saat Malam Di Gunung adalah sebuah hiburan tersendiri setelah pada siang hari kita merasa telah terkuras habis seluruh tenaga dalam menapaki jalan terjal. Penat yang telah menyelimuti akan seolah terbayar saat malam menjelang, karena malam adalah waktu yang tepat untuk sejenak mengistirahatkan tubuh.

www.belantaraindonesia.org

Mungkin sebagian dari Anda memilih mengisi malam dengan memuaskan hobi masak memasak, beberapa rekan lainnya bersantai dengan mengobrol di depan Api Unggun. Tetapi ada juga yang lebih banyak menggunakan waktu malam untuk melakukan ritual hunting foto! Apakah bisa? Apakah tidak takut kamera rusak karena suhu dingin?

Berikut beberapa tips memotret saat malam di gunung bagi yang ingin memotret pada waktu malam:

PERALATAN
Karena memotret malam termasuk salah satu kategori memotret yang khusus jadi mungkin membutuhkan juga beberapa peralatan pendukung untuk menghasilkan foto yang bagus.

Kamera yang mempunyai fasilitas mode manual diperlukan untuk bisa menangkap hasil foto dengan kualitas cahaya rendah. Kalau yang tidak ada fasilitas mode manualnya terpaksa harus lebih kreatif dengan pencahayaan yang ada atau mengandalkan lampu flash tapi dengan hasil yang standar saja. Kamera poket yang mempunyai fasilitas mode manual maupun DSLR ( digital slr ) kelas entry level sudah cukup untuk dipergunakan memotret malam hari.

Tripod juga merupakan salah satu pendukung untuk memotret malam. Karena pencahayaan yang rendah sehingga terkadang kita harus menggunakan kecepatan yang sangat rendah. Kalau terasa membawa tripod bisa mengandalkan tripod alam, seperti batu, dahan pohon, dll. Tapi memang kelemahannya kita akan jadi lebih terbatas dalam melakukan pemotretan.

Kabel release juga bisa kita bawa apabila kita memang berniat untuk mengabadikan lintasan bintang ( star trail ). Karena bisa membantu untuk mengunci kecepatan shutter kamera sesuai dengan yang kita inginkan.

Lampu flash bawaan kamera sebenarnya cukup untuk pemotretan malam, tapi apabila ingin lebih hasil yang lebih kreatif kita bisa memasukan lampu flash external. Lampu flash external biasanya digunakan ketika melakukan pemotretan malam dengan memasukkan obyek penting ke dalam komposisi kita.

Baterai juga menjadi salah satu pendukung yang perlu. Apalagi di suhu yang dingin baterai akan cepat drop. Batere cadangan yang tidak digunakan sebaiknya dibungkus kain hangat.

Perbedaan suhu yang hangat di dalam tenda dan berubah dratis di luar terkadang menyebabkan permukaan lensa menjadi berkabut. Salah satu solusi yang bisa digunakan adalah dengan tidak melalukan perpindahan suhu secara mendadak.

Masukan kamera ke dalam tas plastik, ikat ( atau tali ) serapat mungkin. Biarkan dulu sampai sejenakan supaya suhu di dalam plastik bisa beradaptasi. Setelah itu baru dipindahkan ke tempat yang berbeda suhunya. Jangan langsung dilepas ikatannya, biarkan suhu di dalam plastik menyesuaikan suhu di di luar.

www.belantaraindonesia.org

MENGATUR SETINGAN KAMERA
Fokus. Karena malam gelap sehingga auto focus pada lensa biasanya akan lama mencari focus yang tepat dan seringkali meleset. Rubah ke mode manual focus dan atur di focus yang diinginkan. Apabila tidak ada obyek yang dekat, bisa menggunakan manual focus ke unlimited focus. Cara paling mudah, atur lensa ke arah unlimited ( tanda ~ ) dan geser sedikit ke arah berlawanan

Diafgrama. Kondisi cahaya yang minim membutuhkan bukaan diafragma yang cukup lebar untuk bisa menghasilkan hasil dengan waktu yang tidak terlalu lama. Karena semakin lebar bukaan diafragma semakain cepat waktu yang digunakan untuk menangkap cahaya yang masuk ke sensor kamera. Lensa dengan bukaan lebar ( f > 2.8 ) akan sangat bermanfaat. Tapi kalau adanya lensa kits dengan bukaan f/3.5 sudah cukup untuk dipakai memotret di gunung malam hari.

Kecepatan. Waktu yang digunakan dalam memotret malam biasanya akan lebih panjang daripada kalau untuk kondisi siang yang terang. Seringkali kita dipaksa harus menggunakan kecepatan lebih dari 1 detik – 30 detik. Kalau untuk menangkap lintasan bintang ( star trail ) bahkan terkadang bisa 2 – 10 menit ( tergantung kebutuhan )

ISO. Setingan ISO kamera untuk kondisi pemotretan malam bervariasi mulai dari 100 – 1600 ( kalau kamera sekarang bisa sampai 3200 – 6400 ). Tidak ada aturan bakunya, tergantung seperti apa hasil foto yang kita inginkan. Makin kecil ISO, waktu yang dibutuhkan lebih lama, atau bukaan difragma harus lebih besar, tapi hasil foto tidak terlalu banyak noise. Sedangkan dengan menggunakan ISO tinggi, kita bisa mempersingkat waktu atau mengurangi bukaan diafragma, dengan kekurangan hasil foto akan timbul noise.

www.belantaraindonesia.org

OBYEK FOTO
Beberapa obyek foto malam yang bisa kita abadikan ketika melakukan perjalanan naik gunung antara lain :

Tempat berkemah : perkemahan dengan tenda yang diterangi lampu bisa menjadi salah satu obyek foto malam yang menarik.Apalagi dengan latar belakang langit yang dipenuhi bintang atau cahaya lampu kota. Karena biasanya cahaya lampu tenda lumayan terang, sehingga tidak mutlak menggunakan setingan manual maupun tripod.

Gemerlap lampu kota dari kejauhan. Apabila tempat bermalam kita mempunyai pemandangan yang terbuka biasanya kita bisa menikmati cahaya kota terdekat. Tripod dan setingan manual tidak mutlak tapi lebih membantu bila ada.

Malam bertabur bintang. Kalau melakukan perjalanan di waktu musim kemarau, kemungkinan kita mendapatkan langit malam yang cerah akan lebih banyak. Sedikitnya polusi cahaya sehingga kita bisa menikmati malam yang dipenuhi ribuan bintang. Kamera poket dengan setingan manual maupun dslr yang menggunakan tripod harusnya mampu untuk menangkap cahaya bintang.

Foto perjalanan. Apabila kita melakukan perjalanan di waktu malam, kita bisa juga mengambil foto perjalanan tersebut. Tapi karena memang tidak bisa konsen ke memotret jadi lebih ke dokumentasi biasa. Untuk ini kamera poket dengan menggunakan lampu flash pun cukup.

Foto narsis. foto diri dengan latar belakang malam di gunung, siapa yang tidak mau kan ? bisa dipakai buat update profile di social media. Kalau mau foto narsis yang lebih bagus bisa menggunakan kamera dengan setingan manual ditambah dengan lampu flash.

Yang penting adalah bagaimana kita memanfaatkan waktu yang ada sesuai dengan manajemen perjalanan yang sudah kita rencanakan. Jangan sampai kegiatan hunting foto malam yang bukan merupakan aktivitas utama menjadi pengahalang untuk kegiatan hari berikutnya. Kecuali memang kalau Anda bertujuan untuk hunting foto dan naik gunung hanya sekedar sarana untuk mendapatkan foto   foto indah di gunung belaka. src
Read More
14 comments

Menjejak Gunung Tambora

Menjejak Gunung Tambora. Siapa yang tidak mengenal Gunung Tambora di Pulau Sumbawa Nusa Tenggara Barat? Tambora pernah meletus tahun 1815 dan asapnya konon mencapai Eropa hingga Amerika. Letusannya mampu menjadi sejarah dunia. Inilah perjalanan menelusuri Gunung Tambora.

www.belantaraindonesia.org

Letusan Gunung Tambora ratusan tahun silam mempengaruhi iklim dunia. Sebagian wilayah di Eropa menjadi musim dingin. Bahkan, pasukan Napoleon pun kalah melawan Prusia akibat kelaparan dan cuaca yang menjadi dingin sehingga logistik mereka habis.

Terlepas dari itu, Gunung Tambora adalah sebuah maha karya Tuhan yang luar biasa indah. Pemandangan sepanjang mata memandang di Gunung Tambora bakal membuat Anda lupa daratan!

Untuk mengunjungi Gunung Tambora, jalur yang biasa dilalui adalah Jalur Pramuka dan Dorapati. Namun, Jalur Pramuka lebih mudah untuk ditempuh juga memiliki sumber mata air yang penting bagi para pendaki.

www.belantaraindonesia.org
Kaldera Tambora
Dari Jalur Pramuka sampai menuju Puncak Gunung Tambora terdapat 5 pos. Masing - masing pos dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan. Biasanya, para pendaki berangkat saat pagi hari pukul 08.00 WITA. Mereka bisa tiba di Pos 5 sekitar pukul 17.00-19.00 WITA.

Setelah itu, biasanya perjalanan menuju puncak dimulai pukul 04.00 WITA dan tiba di puncaknya pukul 06.30 WITA. Di sinilah, Anda bisa memandangi Mentari yang terbit dengan cantik dan kaldera luas dengan diameter mencapai 7 Km.

www.belantaraindonesia.org
Kaldera Tambora
Gunung Tambora tidak seterjal gunung berapi lainnya, seperti Gunung Rinjani. Jalur Tambora agak landai, karena setelah meletus Gunung Tambora tinggal separuh dari ketinggiannya yang mencapai sekitar 5.000 Mdpl.

Saat ini, ketinggian Gunung Tambora adalah sekitar 2.800 Mdpl. Meski demikian, Gunung Tambora tetap menakjubkan dan mengundang banyak orang untuk menjelajahinya. src  
Menjejak Gunung Tambora. Siapa yang tidak mengenal Gunung Tambora di Pulau Sumbawa Nusa Tenggara Barat? Tambora pernah meletus tahun 1815 dan asapnya konon mencapai Eropa hingga Amerika. Letusannya mampu menjadi sejarah dunia. Inilah perjalanan menelusuri Gunung Tambora.

www.belantaraindonesia.org

Letusan Gunung Tambora ratusan tahun silam mempengaruhi iklim dunia. Sebagian wilayah di Eropa menjadi musim dingin. Bahkan, pasukan Napoleon pun kalah melawan Prusia akibat kelaparan dan cuaca yang menjadi dingin sehingga logistik mereka habis.

Terlepas dari itu, Gunung Tambora adalah sebuah maha karya Tuhan yang luar biasa indah. Pemandangan sepanjang mata memandang di Gunung Tambora bakal membuat Anda lupa daratan!

Untuk mengunjungi Gunung Tambora, jalur yang biasa dilalui adalah Jalur Pramuka dan Dorapati. Namun, Jalur Pramuka lebih mudah untuk ditempuh juga memiliki sumber mata air yang penting bagi para pendaki.

www.belantaraindonesia.org
Kaldera Tambora
Dari Jalur Pramuka sampai menuju Puncak Gunung Tambora terdapat 5 pos. Masing - masing pos dapat ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan. Biasanya, para pendaki berangkat saat pagi hari pukul 08.00 WITA. Mereka bisa tiba di Pos 5 sekitar pukul 17.00-19.00 WITA.

Setelah itu, biasanya perjalanan menuju puncak dimulai pukul 04.00 WITA dan tiba di puncaknya pukul 06.30 WITA. Di sinilah, Anda bisa memandangi Mentari yang terbit dengan cantik dan kaldera luas dengan diameter mencapai 7 Km.

www.belantaraindonesia.org
Kaldera Tambora
Gunung Tambora tidak seterjal gunung berapi lainnya, seperti Gunung Rinjani. Jalur Tambora agak landai, karena setelah meletus Gunung Tambora tinggal separuh dari ketinggiannya yang mencapai sekitar 5.000 Mdpl.

Saat ini, ketinggian Gunung Tambora adalah sekitar 2.800 Mdpl. Meski demikian, Gunung Tambora tetap menakjubkan dan mengundang banyak orang untuk menjelajahinya. src  
Read More
6 comments

Memetik Hikmah Dari Sang Bunga Abadi

Memetik Hikmah Dari Sang Bunga Abadi. Ya bunga abadi itu adalah Edelweis yang kebanyakan dari para penggiat alam bebas menemui dan mengenalnya saat berada di ketinggian gunung. Edelweis, sebuah tanaman eksotik dan endemik khas daerah Alpina atau Montana. Tanaman dari family Asteraceae tumbuh dan berkembang di daerah pegunungan dengan iklim yang dingin dan pada ketinggian diatas 2000 Mdpl.

www.belantaraindonesia.org

Hampir semua pegunungan ditumbuhi Edelweis. Beragam spesies muncul sehingga menciptakan keragaman yang menarik. Dari morfologi bunganya saja, terlihat ada Edelweis berwarna putih, ungu dan kuning, dan masih ada lagi mungkin di tempat lain. Anphalis javanica, adalah Edelweis yang banyak di jumpai di pegunungan pulau Jawa.

Beragam istilah muncul untuk menyebut nama tanaman eksotis ini. Ada yang menyebut sebagai bunga keabadian, ketulusan dan perjuangan, dan masih banyak lagi intepretasi yang lain. Disebut bunga keabadian, karena bunganya yang terus awet dan berada dipuncak gunung sebagai simbol keabadian.

Lambang ketulusan, karena Edelweis tumbuh di daerah yang khusus dan ekstrem, sehingga seolah menerima keadaan apa adanya tanpa menuntut kondisi yang mengenakan. Bunga ini juga mengandung arti sebagai lambang perjuangan, karena bunga ini tumbuh ditempat yang tandus, dingin, miskin unsur hara dan untuk mendapatkannya harus bersusah payah mendaki gunung.

Karena demikian hebatnya bunga ini, membuat mereka yang mengaku pecinta alam atau penggiat alam bebas berusaha mengabadikan bunga tersebut bahkan harus rela memindahkan habitatnya walau hanya setangkai bunganya saja.

Di beberapa tempat wisata, Edelweis menjadi barang dagangan yang cukup menjanjikan karena banyak diburu mereka yang tak sanggup memetik di gunung. Saking laris manisnya, maka eksploitasi Edelweis dilakukan penduduk untuk di perdagangkan.

Tidak berbeda jauh dengan tangan - tangan jahil penggiat alam bebas, walau tidak melakukan jual beli Edelweis, tetap saja mengambil tanpa memikirkan dampaknya. Memetik tanpa menanam, begitulah yang terjadi dan kenyataannya demikian. Entah sampai kapan perilaku tersebut akan berhenti, apakah menunggu kesadaran masing - masing pribadi atau setelah bunga keabadian tersebut habis dari habitatnya.

Mungkin bagi kita yang memiliki kesadaran akan arti penting Edelweis yang terancam oleh tangan - tangan jahil, tidak usah terlalu risau. Mungkin jika mata kita jeli, maka tanpa bersusah payah akan menemukan bunga keabadian tersebut.

Tentu saja ada aturan main, dan menaati aturannya sebelum bertemu dengan bunga eksotik tersebut. Jangan berpikir, Edelweis hanya tumbuh pada stratifikasi vegetasi tertentu, yakni Montana atau Alpina yang terletak hampir di puncak gunung. Tetapi bunga ini, bisa di temui di tempat - tempat tertentu dan spesifik sesuai dengan habitat aslinya.

Mari arahkan mata dan pandangan kita untuk sejenak bisa menikmati Anaphalis javanica. Jangan mengambil atau merusak, cukup nikmati dan abadikan lewat gambar agar semua orang bisa menikmati.

Ketika Edelweis mekar, dia akan bertahan lama. Edelweis tumbuh didataran tinggi, di daerah lereng - lereng gunung. Tidak hanya mengandung makna abadi namun bunga ini bisa disebut bunga yang kokoh karena Edelweis bisa mengajarkan kepada manusia tentang kegigihannya dalam menghadapi situasi apapun, jadi Edelweis bercerita tentang pengorbanan.

Edelweis tidak mati ataupun layu ketika berada di suhu yang dingin dan bahkan bisa mencapai suhu dibawah 0°, Edelweis juga tidak akan layu begitu saja. Disini Edelweis berbicara tentang ketulusan. Bunga yang kecil namun sangat indah jika bersatu. Seperti manusia yang seharusnya tidak hidup sendiri, jika bisa bersatu akan membuat hubungan lebih indah.

Banyak hal yang bisa kita teladani dari satu jenis bunga bernama Edelweis, Aku ingin menjadi Bunga Edelweis yang tumbuh di atas ketinggian, yang sulit didapatkan orang, yang kokoh bertahan dari serangan berbagai cuaca dan kondisi, Edelweis tumbuh dengan tulus dan setelah didapatkan dia akan setia menjaga keindahan, keabadiannya. src   src great quotes
Memetik Hikmah Dari Sang Bunga Abadi. Ya bunga abadi itu adalah Edelweis yang kebanyakan dari para penggiat alam bebas menemui dan mengenalnya saat berada di ketinggian gunung. Edelweis, sebuah tanaman eksotik dan endemik khas daerah Alpina atau Montana. Tanaman dari family Asteraceae tumbuh dan berkembang di daerah pegunungan dengan iklim yang dingin dan pada ketinggian diatas 2000 Mdpl.

www.belantaraindonesia.org

Hampir semua pegunungan ditumbuhi Edelweis. Beragam spesies muncul sehingga menciptakan keragaman yang menarik. Dari morfologi bunganya saja, terlihat ada Edelweis berwarna putih, ungu dan kuning, dan masih ada lagi mungkin di tempat lain. Anphalis javanica, adalah Edelweis yang banyak di jumpai di pegunungan pulau Jawa.

Beragam istilah muncul untuk menyebut nama tanaman eksotis ini. Ada yang menyebut sebagai bunga keabadian, ketulusan dan perjuangan, dan masih banyak lagi intepretasi yang lain. Disebut bunga keabadian, karena bunganya yang terus awet dan berada dipuncak gunung sebagai simbol keabadian.

Lambang ketulusan, karena Edelweis tumbuh di daerah yang khusus dan ekstrem, sehingga seolah menerima keadaan apa adanya tanpa menuntut kondisi yang mengenakan. Bunga ini juga mengandung arti sebagai lambang perjuangan, karena bunga ini tumbuh ditempat yang tandus, dingin, miskin unsur hara dan untuk mendapatkannya harus bersusah payah mendaki gunung.

Karena demikian hebatnya bunga ini, membuat mereka yang mengaku pecinta alam atau penggiat alam bebas berusaha mengabadikan bunga tersebut bahkan harus rela memindahkan habitatnya walau hanya setangkai bunganya saja.

Di beberapa tempat wisata, Edelweis menjadi barang dagangan yang cukup menjanjikan karena banyak diburu mereka yang tak sanggup memetik di gunung. Saking laris manisnya, maka eksploitasi Edelweis dilakukan penduduk untuk di perdagangkan.

Tidak berbeda jauh dengan tangan - tangan jahil penggiat alam bebas, walau tidak melakukan jual beli Edelweis, tetap saja mengambil tanpa memikirkan dampaknya. Memetik tanpa menanam, begitulah yang terjadi dan kenyataannya demikian. Entah sampai kapan perilaku tersebut akan berhenti, apakah menunggu kesadaran masing - masing pribadi atau setelah bunga keabadian tersebut habis dari habitatnya.

Mungkin bagi kita yang memiliki kesadaran akan arti penting Edelweis yang terancam oleh tangan - tangan jahil, tidak usah terlalu risau. Mungkin jika mata kita jeli, maka tanpa bersusah payah akan menemukan bunga keabadian tersebut.

Tentu saja ada aturan main, dan menaati aturannya sebelum bertemu dengan bunga eksotik tersebut. Jangan berpikir, Edelweis hanya tumbuh pada stratifikasi vegetasi tertentu, yakni Montana atau Alpina yang terletak hampir di puncak gunung. Tetapi bunga ini, bisa di temui di tempat - tempat tertentu dan spesifik sesuai dengan habitat aslinya.

Mari arahkan mata dan pandangan kita untuk sejenak bisa menikmati Anaphalis javanica. Jangan mengambil atau merusak, cukup nikmati dan abadikan lewat gambar agar semua orang bisa menikmati.

Ketika Edelweis mekar, dia akan bertahan lama. Edelweis tumbuh didataran tinggi, di daerah lereng - lereng gunung. Tidak hanya mengandung makna abadi namun bunga ini bisa disebut bunga yang kokoh karena Edelweis bisa mengajarkan kepada manusia tentang kegigihannya dalam menghadapi situasi apapun, jadi Edelweis bercerita tentang pengorbanan.

Edelweis tidak mati ataupun layu ketika berada di suhu yang dingin dan bahkan bisa mencapai suhu dibawah 0°, Edelweis juga tidak akan layu begitu saja. Disini Edelweis berbicara tentang ketulusan. Bunga yang kecil namun sangat indah jika bersatu. Seperti manusia yang seharusnya tidak hidup sendiri, jika bisa bersatu akan membuat hubungan lebih indah.

Banyak hal yang bisa kita teladani dari satu jenis bunga bernama Edelweis, Aku ingin menjadi Bunga Edelweis yang tumbuh di atas ketinggian, yang sulit didapatkan orang, yang kokoh bertahan dari serangan berbagai cuaca dan kondisi, Edelweis tumbuh dengan tulus dan setelah didapatkan dia akan setia menjaga keindahan, keabadiannya. src   src great quotes
Read More

Darimana Asal Bunga Edelweis?

Darimana Asal Bunga Edelweis? Pertanyaan yang menggelitik. Apakah bunga Edelweis ada yang menanamnya atau dia tumbuh begitu saja dengan sendirinya? Family Asteraceae memiliki karangan bunga, dan menghasilkan banyak sekali bunga generatif. Oleh angin, serbuk - serbuk bunga yang berisi bunga - bunga generatif di terbangkan dan disaat mendapat media yang tepat akan tumbuh dan berkembang.

www.belantaraindonesia.org

Pertumbuhan Edelweis tergolong cepat, walau hanya memiliki tinggi 1 meter, akan menghasilkan bunga - bunga generatif yang melimpah. Di daerah yang sama sekali tidak terusik, seperti pegunungan, Edelweis mampu tumbuh hingga 8 m dan dengan batang yang kokoh.

Dari kajian ekologis, Edelweis memiliki peran sebagai pioner dalam revegetasi dan suksesi. Menjadi tanaman pertama yang tumbuh dan menghasilkan unsur - unsur hara sebagai media tumbuh tanaman lain. Selain tanaman perintis, Edelweis menjadi “cover corp” atau tanaman penutup yang mempu menahan hempasan air hujan dan laju permukaan, sehingga meminimalkan resiko erosi.

Disisi lain, banyak serangga yang hidup didalam bunga untuk sekedar menghisap nektar atau berlindung didalam rimbunya dedaunan.

Di lokasi yang bukan habitat aslinya, Edelweis akan mengalami gangguan pertumbuhan. Di lokasi tersebut, Edelwesi terlihat dengan daun dan bunga yang tak serimbun di pegunungan, dan terkesan kurus. Namun adanya pembatas faktor lingkungan tak menghalangi Edelweis untuk tetap hidup, yakni dengan beradaptasi walau dengan pertumbuhan yang tidak normal.

Sungguh perjuangan yang tidak mudah bagi Edelweis agar tetap hidup dilingkungan barunya. Yang menjadi ancaman, bukanlah kondisi lingkungan, tetapi yang ditakutkan adalah ulah tangan jahil yang tidak bertanggung jawab.

Menjadi pertanyaan sekarang, bisakah kita menjaga dan mengapresiasi tanaman eksotis tersebut. Jangan gara - gara dengan embel - embel bunga keabadian lantas memetik dan mempersembahkan kepada kekasih, percuma tak ada yang abadi kecuali bunga plastik yang perlu ratusan tahun agar terurai.

Naif juga jika memetik Edelweis sebagai wujud ketulusan cinta, sebab Edelweis sudah lebih tulus dari cinta siapapun, sebab dia rela menjadi yang pertama untuk sebuah kehidupan.

Jangan tanyakan tentang perjuangan untuk Edelweis, karena bunga ini harus benar - benar survive agar mampu menjadi yang pertama dalam suksesi dan revegetasi. Bijak sekali juga kita bisa belajar dari Edelweis ini bagaimana tentang keabadian, ketulusan dan pengorbanan, baik kepada orang terkasih, sesama dan alam ini, seperti yang ditunjukan Edelweis dalam habitatnya. src affordable auto insurance
Darimana Asal Bunga Edelweis? Pertanyaan yang menggelitik. Apakah bunga Edelweis ada yang menanamnya atau dia tumbuh begitu saja dengan sendirinya? Family Asteraceae memiliki karangan bunga, dan menghasilkan banyak sekali bunga generatif. Oleh angin, serbuk - serbuk bunga yang berisi bunga - bunga generatif di terbangkan dan disaat mendapat media yang tepat akan tumbuh dan berkembang.

www.belantaraindonesia.org

Pertumbuhan Edelweis tergolong cepat, walau hanya memiliki tinggi 1 meter, akan menghasilkan bunga - bunga generatif yang melimpah. Di daerah yang sama sekali tidak terusik, seperti pegunungan, Edelweis mampu tumbuh hingga 8 m dan dengan batang yang kokoh.

Dari kajian ekologis, Edelweis memiliki peran sebagai pioner dalam revegetasi dan suksesi. Menjadi tanaman pertama yang tumbuh dan menghasilkan unsur - unsur hara sebagai media tumbuh tanaman lain. Selain tanaman perintis, Edelweis menjadi “cover corp” atau tanaman penutup yang mempu menahan hempasan air hujan dan laju permukaan, sehingga meminimalkan resiko erosi.

Disisi lain, banyak serangga yang hidup didalam bunga untuk sekedar menghisap nektar atau berlindung didalam rimbunya dedaunan.

Di lokasi yang bukan habitat aslinya, Edelweis akan mengalami gangguan pertumbuhan. Di lokasi tersebut, Edelwesi terlihat dengan daun dan bunga yang tak serimbun di pegunungan, dan terkesan kurus. Namun adanya pembatas faktor lingkungan tak menghalangi Edelweis untuk tetap hidup, yakni dengan beradaptasi walau dengan pertumbuhan yang tidak normal.

Sungguh perjuangan yang tidak mudah bagi Edelweis agar tetap hidup dilingkungan barunya. Yang menjadi ancaman, bukanlah kondisi lingkungan, tetapi yang ditakutkan adalah ulah tangan jahil yang tidak bertanggung jawab.

Menjadi pertanyaan sekarang, bisakah kita menjaga dan mengapresiasi tanaman eksotis tersebut. Jangan gara - gara dengan embel - embel bunga keabadian lantas memetik dan mempersembahkan kepada kekasih, percuma tak ada yang abadi kecuali bunga plastik yang perlu ratusan tahun agar terurai.

Naif juga jika memetik Edelweis sebagai wujud ketulusan cinta, sebab Edelweis sudah lebih tulus dari cinta siapapun, sebab dia rela menjadi yang pertama untuk sebuah kehidupan.

Jangan tanyakan tentang perjuangan untuk Edelweis, karena bunga ini harus benar - benar survive agar mampu menjadi yang pertama dalam suksesi dan revegetasi. Bijak sekali juga kita bisa belajar dari Edelweis ini bagaimana tentang keabadian, ketulusan dan pengorbanan, baik kepada orang terkasih, sesama dan alam ini, seperti yang ditunjukan Edelweis dalam habitatnya. src affordable auto insurance
Read More

Mengapa Konservasi Perlu Dilakukan?

Mengapa Konservasi Perlu Dilakukan? Sebuah pertanyaan yang terkadang kita kesulitan menjawabnya. Tetapi pada dasarnya, pemanfaatan sumber daya alam hayati perlu dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan secara bijaksana, hal ini untuk menjamin agar persediaan sumberdaya alam tidak habis dalam waktu singkat. Pemanfaatan dengan penuh tanggung jawab dan bijaksana itulah yang kita sebut dengan konservasi.

www.belantaraindonesia.org

Sumber daya alam dan ekosistemnya merupakan bagian dari kehidupan manusia, baik masyarakat tradisional maupun modern. Disamping itu, faktor lain yang perlu dipertimbangkan adalah faktor ekonomis dimana manusia memanfaatkan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Semua segi kehidupan manusia tergantung dari adanya sumber daya alam,baik langsung maupun tidak langsung, baik yang tinggal di kota maupun desa.

Konservasi memiliki nilai secara ekonomis maupun sosial filosofis. Secara ekonomi nilai konservasi mencakup :

1. Pelestarian tanah dan air, 
2. Stabilitas iklim, 
3. Konservasi sumberdaya alam hayati yang dapat diperbaharui, 
4. Perlindungan plasmanuftah, 
5. Ekowisata. 

Nilai konservasi secara sosial - filosofis :

1. Mutu kehidupan yanglebih baik, 
2. Tanggung jawab moral,
3. Sebagai warisan anak cucu dan kebanggaan bangsa.  
Mengapa Konservasi Perlu Dilakukan? Sebuah pertanyaan yang terkadang kita kesulitan menjawabnya. Tetapi pada dasarnya, pemanfaatan sumber daya alam hayati perlu dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan secara bijaksana, hal ini untuk menjamin agar persediaan sumberdaya alam tidak habis dalam waktu singkat. Pemanfaatan dengan penuh tanggung jawab dan bijaksana itulah yang kita sebut dengan konservasi.

www.belantaraindonesia.org

Sumber daya alam dan ekosistemnya merupakan bagian dari kehidupan manusia, baik masyarakat tradisional maupun modern. Disamping itu, faktor lain yang perlu dipertimbangkan adalah faktor ekonomis dimana manusia memanfaatkan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Semua segi kehidupan manusia tergantung dari adanya sumber daya alam,baik langsung maupun tidak langsung, baik yang tinggal di kota maupun desa.

Konservasi memiliki nilai secara ekonomis maupun sosial filosofis. Secara ekonomi nilai konservasi mencakup :

1. Pelestarian tanah dan air, 
2. Stabilitas iklim, 
3. Konservasi sumberdaya alam hayati yang dapat diperbaharui, 
4. Perlindungan plasmanuftah, 
5. Ekowisata. 

Nilai konservasi secara sosial - filosofis :

1. Mutu kehidupan yanglebih baik, 
2. Tanggung jawab moral,
3. Sebagai warisan anak cucu dan kebanggaan bangsa.  
Read More
1 comment

Mengenal Macaca Fascicularis

Mengenal Macaca Fascicularis atau Monyet Ekor Panjang yang merupakan monyet asli Asia Tenggara dan kini sudah tersebar hampir di seluruh Asia. Monyet ini sangat mudah adaptasi dengan lingkungan barunya dan termasuk hewan liar yang mampu mengikuti perkembangan peradaban manusia. Selain menjadi hewan peliharaan dan pertunjukan, monyet ini juga digunakan sebagai kelinci percobaan dalam bidang kedokteran.

www.belantaraindonesia.org

Monyet Ekor Panjang merupakan jenis monyet yang mempunyai panjang ekor lebih kurang sama dengan panjang tubuh, yang diukur dari kepala hingga ujung tubuhnya.

Panjang tubuh berkisar antara 385 - 648mm. Panjang ekor pada jantan dan betina antara 400 - 655 mm. Berat tubuh jantan dewasa berkisar antara 3,5-8 kg. Warna tubuhnya bervariasi, mulai dari abu - abu sampai kecoklatan, dengan bagian ventral bewarna putih.

Anak yang baru lahir berambut kehitaman. Masa kehamilan berkisar antara 153 -179 hari dan umumnya melahirkan hanya satu ekor anak. Monyet Ekor Panjang paling sering digunakan dalam percobaan biomedik. Di dalam tubuhnya sering ditemukan antibodi untuk virus jenis - jenis tertentu.

HABITAT
Hidup pada hutan primer dan sekunder mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut. Pada dataran tinggi, jenis monyet ini biasanya dijumpai di daerah pertumbuhan sekunder atau pada daerah - daerah perkebunan penduduk. Seringkali juga ditemukan di hutan bakau sampai ke hutan di dekat perkampungan.

MAKANAN
Monyet ini pemakan segala jenis makanan ( omnivora ), namun komposisinya mengandung lebih banyak buah - buahan ( 60% ), selebihnya berupa bunga, daun muda, biji, umbi. Monyet yang hidup dirawa - rawa kadang - kadang turun ke tanah pada saat air surut dan berjalan menelusuri sungai mencari serangga.

Monyet yang hidup didaerah bakau atau pesisir, sering dijumpai memakan kepiting atau jenis moluska lainnya. Sehingga sering monyet ini disebut “Crabs eating macaque”.

Monyet ini memiliki alat kelamin menonjol, yang jantan kantong zakar besar. Masa kawin pada setiap siklus, kawinnya beramai - ramai, seekor pejantan kawin dengan beberapa ekor betina dan seekor betina kawin dengan beberapa ekor pejantan. Masa bunting selama 116 hari. src
Mengenal Macaca Fascicularis atau Monyet Ekor Panjang yang merupakan monyet asli Asia Tenggara dan kini sudah tersebar hampir di seluruh Asia. Monyet ini sangat mudah adaptasi dengan lingkungan barunya dan termasuk hewan liar yang mampu mengikuti perkembangan peradaban manusia. Selain menjadi hewan peliharaan dan pertunjukan, monyet ini juga digunakan sebagai kelinci percobaan dalam bidang kedokteran.

www.belantaraindonesia.org

Monyet Ekor Panjang merupakan jenis monyet yang mempunyai panjang ekor lebih kurang sama dengan panjang tubuh, yang diukur dari kepala hingga ujung tubuhnya.

Panjang tubuh berkisar antara 385 - 648mm. Panjang ekor pada jantan dan betina antara 400 - 655 mm. Berat tubuh jantan dewasa berkisar antara 3,5-8 kg. Warna tubuhnya bervariasi, mulai dari abu - abu sampai kecoklatan, dengan bagian ventral bewarna putih.

Anak yang baru lahir berambut kehitaman. Masa kehamilan berkisar antara 153 -179 hari dan umumnya melahirkan hanya satu ekor anak. Monyet Ekor Panjang paling sering digunakan dalam percobaan biomedik. Di dalam tubuhnya sering ditemukan antibodi untuk virus jenis - jenis tertentu.

HABITAT
Hidup pada hutan primer dan sekunder mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut. Pada dataran tinggi, jenis monyet ini biasanya dijumpai di daerah pertumbuhan sekunder atau pada daerah - daerah perkebunan penduduk. Seringkali juga ditemukan di hutan bakau sampai ke hutan di dekat perkampungan.

MAKANAN
Monyet ini pemakan segala jenis makanan ( omnivora ), namun komposisinya mengandung lebih banyak buah - buahan ( 60% ), selebihnya berupa bunga, daun muda, biji, umbi. Monyet yang hidup dirawa - rawa kadang - kadang turun ke tanah pada saat air surut dan berjalan menelusuri sungai mencari serangga.

Monyet yang hidup didaerah bakau atau pesisir, sering dijumpai memakan kepiting atau jenis moluska lainnya. Sehingga sering monyet ini disebut “Crabs eating macaque”.

Monyet ini memiliki alat kelamin menonjol, yang jantan kantong zakar besar. Masa kawin pada setiap siklus, kawinnya beramai - ramai, seekor pejantan kawin dengan beberapa ekor betina dan seekor betina kawin dengan beberapa ekor pejantan. Masa bunting selama 116 hari. src
Read More
8 comments

2 Metode Konservasi

Konservasi adalah upaya untuk menjaga apa yang telah ada, dalam hal ini adalah sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, dalam artian tidak menambah atau mengurangi. Kecuali apabila dalam upaya untuk mengembalikan kembali ( rehabilitasi ) kemampuan produktivitas sumber daya alam sekurang - kurangnya pada keadaan semula.

www.belantaraindonesia.org

Ada dua metode yang dapat dilakukan dalam melakukan konservasi, yaitu :

1. Metode langsung ( represif )
Yang dimaksud metode langsung disini adalah pemerintah dan masyarakat langsung turun ke kawasan sumber daya alam hayati dan ekosistem yang dianggap perlu untuk dilakukannya konservasi. Contohnya :

Konservasi Hutan Daerah Aliran Sungai 
Daerah aliran sungai adalah suatu daerah yang dibatasi oleh pemisah topografis, yang menerima hujan, menampung dan mengalirkannya ke sungai dan seterusnya ke danau atau ke laut. Peristiwa banjir dan kekeringan merupakan bencana yang datang silih berganti pada suatu wilayah.

Hal ini terjadi karena bersumber dari daerah aliran sungai yang telah gagal memenuhi fungsinya lagi sebagai penampung air hujan yang jatuh dari langit dan penyalur aliran menuju ke sungai - sungai. Pada umumnya ekosistem suatu daerah aliran sungai terdiri dari hutan, pemukiman, sawah dan sungai.

Konservasi daerah aliran sungai ini dapat dilakukan dengan cara :
1. Tetap menjaga kondisi fisik alam di daerah hulu aliran sungai. Apabila ternyata di daerah hulu tersebut terjadi perubahan yang mengakibatkan kerusakan sistem daerah aliran sungai, maka dapat dilakukan tindakan untuk mengembalikan kepada asal kondisi daerah tersebut. Seperti melakukan reboisasi hutan di daerah hulu.
2. Pengendalian pemanfaatan sumber daya alam yang ada di daerah aliran sungai, agar tingkat erosi dapat ditekan.

Konservasi Tanah Dan Air
Konservasi tanah dan air adalah usaha menambah produktivitas tanah dan menjaga kuantitas dan kualitas air.

Konservasi tanah dan air ini dapat dilakukan dengan cara vegetasi. Antara lain :
1. Penanaman tumbuhan - tumbuhan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan tanah dalam menyerap air dan memelihara keseimbangan unsur hara tanah. Atau dengan cara meletakkan sisa - sisa tumbuhan di atas tanah agar memperkecil tingkat penguapan air tanah.
2. Penanaman tumbuhan penutup tanah.
3. Pergiliran tumbuhan ( sistem penanaman berbagai tumbuhan secara bergilir dengan ukuran waktu tertentu pada sebidang tanah untuk mempertahankan sifat fisik tanah ).

Konservasi Tumbuhan Dan Satwa
Konservasi tumbuhan dan satwa dapat dilakukan dengan cara antara lain :
1. Pengelolaan dan pengembangan kawasan suaka alam.
2. Pengembangan dan pembangunan taman nasional dan pembentukan taman nasional baru.
3. Penangkapan flora dan fauna yang terancam punah.
4. Pengembangan taman hutan raya.

2. Metode tidak langsung ( preventif )
Dalam hal ini metode tidak langsung adalah metode pengenalan konservasi dengan cara pendekatan - pendekatan pada masyarakat agar tercipta sumber daya manusia yang berkualitas dan berwawasan dalam berkonservasi. Contohnya :

Dengan Cara Interpretasi
Yaitu suatu kegiatan pendidikan yang bertujuan untuk merubah sikap masyarakat menjadi bersikap positif dalam pengelolaan sumber daya alam.

Kegiatan interpretasi dilakukan dengan cara mempertemukan masyarakat dengan obyek interpretasi, sehingga masyarakat dapat memperoleh pengalaman langsung melalui panca indera.

Obyek interpretasi yang dimaksud adalah segala sesuatu yang ada dalam kawasan konservasi, antara lain :
a. Potensi sumber daya alam
- Flora dan Fauna
- Kawah gunung
- Air terjun
- Perairan pantai, dsb

b. Potensi budaya dan sejarah
- Batuan megalitik
- Situs purbakala
- Folklore
- Kehidupan penduduk asli, dsb

Konservasi interpretasi dapat juga dilakukan dengan cara :
a. Pemutaran video / slide mengenai permasalahan konservasi
b. Sandiwara boneka untuk anak yang bertema konservasi
c. Diskusi masyarakat dengan pemandu kawasan konservasi

Pendidikan Kader Konservasi Sumber Daya Alam
Yaitu kegiatan yang diselenggarakan hasil kerjasama antara pemerintah dan masyarakat atau Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM ) dalam mencetak kader - kader yang peduli dalam konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya. Di dalam kesehariannya para kader konservasi ini biasa disebut POLHUT ( Polisi Hutan ) atau Jagawana.

Penyuluhan Kepada Masyarakat
Kegiatan ini sangat penting, karena masyarakat sekitarlah yang memiliki akses paling dekat dengan kawasan konservasi. Sehingga penyuluhan dan penyadaran kepada masyarakat sekitar kawasan konservasi perlu dilakukan, agar masyarakat menjadi sadar atas bahayanya kehilangan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui itu.

Pembinaan Cinta Alam Sejak Dini
Kegiatan ini mengkhususkan untuk memberikan pengenalan kepentingan sumber daya alam di sekitar kita. Obyek dari kegiatan ini adalah usia remaja ke bawah. Diharapkan dengan adanya kegiatan pengenalan sejak dini, akan lebih banyak manusia yang lebih sadar dalam menjaga dan melestarikan sumber daya alam di sekitarnya. src
Konservasi adalah upaya untuk menjaga apa yang telah ada, dalam hal ini adalah sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, dalam artian tidak menambah atau mengurangi. Kecuali apabila dalam upaya untuk mengembalikan kembali ( rehabilitasi ) kemampuan produktivitas sumber daya alam sekurang - kurangnya pada keadaan semula.

www.belantaraindonesia.org

Ada dua metode yang dapat dilakukan dalam melakukan konservasi, yaitu :

1. Metode langsung ( represif )
Yang dimaksud metode langsung disini adalah pemerintah dan masyarakat langsung turun ke kawasan sumber daya alam hayati dan ekosistem yang dianggap perlu untuk dilakukannya konservasi. Contohnya :

Konservasi Hutan Daerah Aliran Sungai 
Daerah aliran sungai adalah suatu daerah yang dibatasi oleh pemisah topografis, yang menerima hujan, menampung dan mengalirkannya ke sungai dan seterusnya ke danau atau ke laut. Peristiwa banjir dan kekeringan merupakan bencana yang datang silih berganti pada suatu wilayah.

Hal ini terjadi karena bersumber dari daerah aliran sungai yang telah gagal memenuhi fungsinya lagi sebagai penampung air hujan yang jatuh dari langit dan penyalur aliran menuju ke sungai - sungai. Pada umumnya ekosistem suatu daerah aliran sungai terdiri dari hutan, pemukiman, sawah dan sungai.

Konservasi daerah aliran sungai ini dapat dilakukan dengan cara :
1. Tetap menjaga kondisi fisik alam di daerah hulu aliran sungai. Apabila ternyata di daerah hulu tersebut terjadi perubahan yang mengakibatkan kerusakan sistem daerah aliran sungai, maka dapat dilakukan tindakan untuk mengembalikan kepada asal kondisi daerah tersebut. Seperti melakukan reboisasi hutan di daerah hulu.
2. Pengendalian pemanfaatan sumber daya alam yang ada di daerah aliran sungai, agar tingkat erosi dapat ditekan.

Konservasi Tanah Dan Air
Konservasi tanah dan air adalah usaha menambah produktivitas tanah dan menjaga kuantitas dan kualitas air.

Konservasi tanah dan air ini dapat dilakukan dengan cara vegetasi. Antara lain :
1. Penanaman tumbuhan - tumbuhan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan tanah dalam menyerap air dan memelihara keseimbangan unsur hara tanah. Atau dengan cara meletakkan sisa - sisa tumbuhan di atas tanah agar memperkecil tingkat penguapan air tanah.
2. Penanaman tumbuhan penutup tanah.
3. Pergiliran tumbuhan ( sistem penanaman berbagai tumbuhan secara bergilir dengan ukuran waktu tertentu pada sebidang tanah untuk mempertahankan sifat fisik tanah ).

Konservasi Tumbuhan Dan Satwa
Konservasi tumbuhan dan satwa dapat dilakukan dengan cara antara lain :
1. Pengelolaan dan pengembangan kawasan suaka alam.
2. Pengembangan dan pembangunan taman nasional dan pembentukan taman nasional baru.
3. Penangkapan flora dan fauna yang terancam punah.
4. Pengembangan taman hutan raya.

2. Metode tidak langsung ( preventif )
Dalam hal ini metode tidak langsung adalah metode pengenalan konservasi dengan cara pendekatan - pendekatan pada masyarakat agar tercipta sumber daya manusia yang berkualitas dan berwawasan dalam berkonservasi. Contohnya :

Dengan Cara Interpretasi
Yaitu suatu kegiatan pendidikan yang bertujuan untuk merubah sikap masyarakat menjadi bersikap positif dalam pengelolaan sumber daya alam.

Kegiatan interpretasi dilakukan dengan cara mempertemukan masyarakat dengan obyek interpretasi, sehingga masyarakat dapat memperoleh pengalaman langsung melalui panca indera.

Obyek interpretasi yang dimaksud adalah segala sesuatu yang ada dalam kawasan konservasi, antara lain :
a. Potensi sumber daya alam
- Flora dan Fauna
- Kawah gunung
- Air terjun
- Perairan pantai, dsb

b. Potensi budaya dan sejarah
- Batuan megalitik
- Situs purbakala
- Folklore
- Kehidupan penduduk asli, dsb

Konservasi interpretasi dapat juga dilakukan dengan cara :
a. Pemutaran video / slide mengenai permasalahan konservasi
b. Sandiwara boneka untuk anak yang bertema konservasi
c. Diskusi masyarakat dengan pemandu kawasan konservasi

Pendidikan Kader Konservasi Sumber Daya Alam
Yaitu kegiatan yang diselenggarakan hasil kerjasama antara pemerintah dan masyarakat atau Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM ) dalam mencetak kader - kader yang peduli dalam konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya. Di dalam kesehariannya para kader konservasi ini biasa disebut POLHUT ( Polisi Hutan ) atau Jagawana.

Penyuluhan Kepada Masyarakat
Kegiatan ini sangat penting, karena masyarakat sekitarlah yang memiliki akses paling dekat dengan kawasan konservasi. Sehingga penyuluhan dan penyadaran kepada masyarakat sekitar kawasan konservasi perlu dilakukan, agar masyarakat menjadi sadar atas bahayanya kehilangan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui itu.

Pembinaan Cinta Alam Sejak Dini
Kegiatan ini mengkhususkan untuk memberikan pengenalan kepentingan sumber daya alam di sekitar kita. Obyek dari kegiatan ini adalah usia remaja ke bawah. Diharapkan dengan adanya kegiatan pengenalan sejak dini, akan lebih banyak manusia yang lebih sadar dalam menjaga dan melestarikan sumber daya alam di sekitarnya. src
Read More
7 comments

Pengertian Konservasi

Konservasi adalah upaya pelestarian lingkungan, tetapi tetap memperhatikan, manfaat yang dapat di peroleh pada saat itu dengan tetap mempertahankan keberadaan setiap komponen lingkungan untuk pemanfaatan masa depan.

www.belantaraindonesia.org

Namun menurut Adishakti ( 2007 ) istilah konservasi yang biasa digunakan para arsitek mengacu pada Piagam dari International Council of Monuments and Site ( ICOMOS ) tahun 1981, yaitu Charter for the Conservation of Places of Cultural Significance, Burra, Australia, yang lebih dikenal dengan Burra Charter.

Disini dinyatakan bahwa konsep konservasi adalah semua kegiatan pelestarian sesuai dengan kesepakatan yang telah dirumuskan dalam piagam tersebut. Konservasi adalah konsep proses pengelolaan suatu tempat atau ruang atau obyek agar makna kultural yang terkandung di dalamnya terpelihara dengan baik.

Kegiatan konservasi meliputi seluruh kegiatan pemeliharaan sesuai dengan kondisi dan situasi lokal maupun upaya pengembangan untuk pemanfaatan lebih lanjut.

Suatu program konservasi sedapat mungkin tidak hanya dipertahankan keasliannya dan perawatannya tetapi juga bisa mendatangkan nilai ekonomi atau manfaat lain bagi pemilik atau masyarakat luas.

Dalam hal ini peran arsitek sangat penting dalam menentukan fungsi yang sesuai karena tidak semua fungsi dapat dimasukkan. Kegiatan yang dilakukan ini membutuhkan upaya lintas sektoral, multi dimensi dan disiplin, serta berkelanjutan.

Tujuan dari kegiatan konservasi, antara lain :
 a. Memelihara dan melindungi tempat - tempat yang indah dan berharga, agar tidak hancur atau berubah sampai batas - batas yang wajar.

b. Menekankan pada penggunaan kembali bangunan lama, agar tidak terlantar. Apakah dengan menghidupkan kembali fungsi lama, ataukah dengan mengubah fungsi bangunan lama dengan fungsi baru yang dibutuhkan.

c. Melindungi benda - benda cagar budaya yang dilakukan secara langsung dengan cara membersihkan, memelihara, memperbaiki, baik secara fisik maupun khemis secara langsung dari pengaruh berbagai faktor lingkungan yang merusak.

d. Melindungi benda - benda ( dalam hal ini benda - benda peninggalan sejarah dan purbakala ) dari kerusakan yang diakibatkan oleh alam, kimiawi dan mikro organisme.

Sasaran konservasi adalah
1. Tercapainya keselarasan, keserasian, keseimbangan, antara manusia dan lingkungan hidup,
2. Terwujudnya manusia Indonesia sebagai insan lingkungan hidup yang memiliki sikap dan tindak melindungi dan membina lingkungan hidup,
3. Terjaminnya kepentingan generasi masa kini dan generasi masa depan,
4. Tercapainya kelestarian fungsi lingkungan hidup,
5. Terkendalinya pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana.
6. Terlindunginya Indonesia terhadap dampak usaha dan atau kegiatan di luar wilayah negara yang memyebabkan pencemaran dan atau perusakan lingkungan hidup. ( Dari Berbagai Sumber )
Konservasi adalah upaya pelestarian lingkungan, tetapi tetap memperhatikan, manfaat yang dapat di peroleh pada saat itu dengan tetap mempertahankan keberadaan setiap komponen lingkungan untuk pemanfaatan masa depan.

www.belantaraindonesia.org

Namun menurut Adishakti ( 2007 ) istilah konservasi yang biasa digunakan para arsitek mengacu pada Piagam dari International Council of Monuments and Site ( ICOMOS ) tahun 1981, yaitu Charter for the Conservation of Places of Cultural Significance, Burra, Australia, yang lebih dikenal dengan Burra Charter.

Disini dinyatakan bahwa konsep konservasi adalah semua kegiatan pelestarian sesuai dengan kesepakatan yang telah dirumuskan dalam piagam tersebut. Konservasi adalah konsep proses pengelolaan suatu tempat atau ruang atau obyek agar makna kultural yang terkandung di dalamnya terpelihara dengan baik.

Kegiatan konservasi meliputi seluruh kegiatan pemeliharaan sesuai dengan kondisi dan situasi lokal maupun upaya pengembangan untuk pemanfaatan lebih lanjut.

Suatu program konservasi sedapat mungkin tidak hanya dipertahankan keasliannya dan perawatannya tetapi juga bisa mendatangkan nilai ekonomi atau manfaat lain bagi pemilik atau masyarakat luas.

Dalam hal ini peran arsitek sangat penting dalam menentukan fungsi yang sesuai karena tidak semua fungsi dapat dimasukkan. Kegiatan yang dilakukan ini membutuhkan upaya lintas sektoral, multi dimensi dan disiplin, serta berkelanjutan.

Tujuan dari kegiatan konservasi, antara lain :
 a. Memelihara dan melindungi tempat - tempat yang indah dan berharga, agar tidak hancur atau berubah sampai batas - batas yang wajar.

b. Menekankan pada penggunaan kembali bangunan lama, agar tidak terlantar. Apakah dengan menghidupkan kembali fungsi lama, ataukah dengan mengubah fungsi bangunan lama dengan fungsi baru yang dibutuhkan.

c. Melindungi benda - benda cagar budaya yang dilakukan secara langsung dengan cara membersihkan, memelihara, memperbaiki, baik secara fisik maupun khemis secara langsung dari pengaruh berbagai faktor lingkungan yang merusak.

d. Melindungi benda - benda ( dalam hal ini benda - benda peninggalan sejarah dan purbakala ) dari kerusakan yang diakibatkan oleh alam, kimiawi dan mikro organisme.

Sasaran konservasi adalah
1. Tercapainya keselarasan, keserasian, keseimbangan, antara manusia dan lingkungan hidup,
2. Terwujudnya manusia Indonesia sebagai insan lingkungan hidup yang memiliki sikap dan tindak melindungi dan membina lingkungan hidup,
3. Terjaminnya kepentingan generasi masa kini dan generasi masa depan,
4. Tercapainya kelestarian fungsi lingkungan hidup,
5. Terkendalinya pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana.
6. Terlindunginya Indonesia terhadap dampak usaha dan atau kegiatan di luar wilayah negara yang memyebabkan pencemaran dan atau perusakan lingkungan hidup. ( Dari Berbagai Sumber )
Read More
6 comments