Subcribe to our RSS feeds Join Us on Facebook Follow us on Twitter Add to Circles
+82221152857 wijayadie@yahoo.com
Memuat...

Ciuman Pertama Dan Terakhir Buat Gie

Sharing Yaa
Soe Hok Hie atau yang lebih akrab dipanggil Gie di lingkungan teman - temannya adalah seorang Intelectual Abortus, seorang intelektual yang mati muda. Meninggal di usia emasnya, yakni 27 tahun Soe Hok Gie meninggalkan banyak cerita.

www.belantaraindonesia.org

Ia yang seorang mahasiswa Jurusan Sejarah Fakultas Sastra UI, ia yang seorang pendiri Mapala UI, ia seorang penulis, seorang mahasiswa yang kritis dan juga seorang pendaki gunung.

Rasa respektasi terhadapnya karena dua hal, yakni Gie seorang mahasiswa yang kritis dan Gie yang juga seorang pendaki yang meninggal di Semeru. Gie dan Semeru. Dua kata yang tak bisa terlepas terikat satu sama lain. Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu lah tempat berpijak Gie untuk terakhir kali.

 “Saya melihat Gie mengerang - erang waktu itu,” begitu tutur Herman O. Lantang, “Gak lama setelah itu dia meninggal. Sebelumnya saya sempat memberikan napas buatan. Pengetahuan saya masih terbatas soal pertolongan keracunanan gas. Tapi, yang saya tahu gas beracun itu lebih rendah. Dan praktis waktu menuju puncak, Gie sering terlihat jongkok dan duduk. Jadi dugaan saya Gie terlalu banyak menghirup gas beracun. Setelah tahu Gie meninggal, saya langsung turun dan meninggalkan jasadnya di atas. Menjelang Cemoro Tunggal, saya lihat Idhan juga mengalami kondisi yang sama seperti Gie.” 

www.belantaraindonesia.org
Sesaat setelah Gie meninggal Arcopodo 17 Des 69 ( Dokumentasi Herman Lantang )
“Kalo ditanya siapa orang yang pertama kali mencium Gie ya saya ini,”

Begitu kelakar Herman Lantang mengenang detik - detik terakhir Gie. Menurut pengakuannya, dia sempat memberikan napas buatan saat Gie mengerang menjelang kematiannya.

“Melihat dia ( Gie ) seperti itu, saya reflek memangkunya dan memberikan napas buatan. Saat itu saya tidak peduli soal gas beracun. Setelahnya, karena saya pun sudah merasa pusing dan hampir lewat ( meninggal ), saya habiskan satu veldples ( botol minum tentara ) air, padahal saya orang yang paling disiplin soal air.” Lanjutnya.
www.belantaraindonesia.org
Sesaat sebelum Idhan Meninggal-Herman Lantang dan Idhan Lubis ( dokumentasi Herman Lantang )
Tuturan Herman O. Lantang akan kematian sahabatnya dengan Nomor Registrasi ‘M.007.UI’ itu di Semeru begitu gamblang. Bang Herman, sapaan akrabnya, bisa dikatakan sebagai living legend - nya pendaki gunung Indonesia. Pendiri Mapala UI sekaligus kawan pendakian Gie yang menemaninya hingga detik hidup terakhir, begitu ia dikenal. Persahabatan Soe Hok Gie dan Herman Lantang  selayaknya menjadi panutan bagi para pendaki gunung semua.

Artikel terkait untuk dibaca



25 Belantara Indonesia Fans:

  1. thanks infonya ya,,ane bener2 baru tau kronologisnya

    BalasHapus
  2. jadi selain gie..idhamjuga meninggal ya bang?
    ironis ya,,dia adalah legenda

    BalasHapus
  3. Terimakasih banyak atas informasinya..!
    salam kenal dan semoga sukses ,,,
    Kalau menurut saya ini mencotohkan pemuda yang perjuangan.

    BalasHapus
  4. semoga cerita ini bisa di jadikan pelajaran yang berarti bagi para pendaki gunung.

    BalasHapus
  5. sudah cukup lama juga yah kejadian nya...
    thanks sudah berbagi cerita nya.

    BalasHapus
  6. ternyata bukan hanya gie saja yah yang meninggal waktu pendakian tersebut..
    terimakasih info nya.

    BalasHapus
  7. semoga para pendaki bisa lebih berhati-hati lagi supaya tidak ada lagi yang mengalami kejadian seperti gie.

    BalasHapus
  8. :'(
    kasihan....
    :(
    yang sabar, ya kak...
    aku bacanya hampir mau nangis.
    pasti sakit rasanya di tinggal temen.

    BalasHapus
  9. pasti berat ya kehilangan sahabat dekat ketika situasi jauh dari mana-mana

    BalasHapus
  10. ciuman pertama memang mengesankan gan ha ha ha ....

    BalasHapus
  11. kisah yang sangat inspiratif...sampai ada filemnya dulu kan

    BalasHapus
  12. Persabatan di bawa sampai mati anehnya mengapa dari sekian pendaki hanya Gie dan Idham yang meninggal sedangkan yang lainnya masih bisa bertahan terhadap gas beracun itu. Harus di temukan jawabannya..

    BalasHapus
  13. manusia langka dijaman sekarang.
    dengan kejujuran dan semangat membela kaum tertindas.

    BalasHapus
  14. Terima kasih ya sudah share informasinya :)
    Ditunggu lagi updateannya ya :D

    BalasHapus
  15. bagus sobb informasinya, di tunggu informasi yang lainnya

    BalasHapus
  16. trimakasih sob, informasi yang di sajikan membuat wawasan menjadi bertambah

    BalasHapus
  17. saya suka artikelnya sob, trimakasih banyak atas informasinya

    BalasHapus

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial Belantara Indonesia. Kami berhak menghapus kata - kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, antar golongan, porno serta spammer, Terima kasih Sahabat alam Indonesia!