Not seeing a Kembali Ke Atas? Go to our FAQ page for more info.
Join Us on FacebookFollow us on TwitterAdd to Circles
+81391470737 savanna@belantaraindonesia.org
Memuat...

Jalur Pendakian Rinjani Akan Diperpendek Dengan Kereta Gantung

Sharing Yaa
Jalur pendakian Rinjani yang selama ini diakrabi para pendaki gunung yang terkenal dengan panjang dan dengan beberapa jalur yang bisa dilewati untuk menuju puncaknya, oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat akan diperpendek untuk mengundang lebih banyak lagi wisatawan yang berkunjung ke Rinjani.

www.belantaraindonesia.org

Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu di Tanjung, mengatakan, untuk memperpendek pendakian ke Gunung Rinjani dengan ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut bisa dilakukan dengan menggunakan kereta gantung.

Ia mengatakan, kereta gantung digunakan hingga setengah dari perjalanan pendakian kemudian baru dilanjutkan dengan berjalan kaki. Dengan cara ini jarak tempuh Gunung Rinjani relatif pendek sehingga bisa lebih banyak wisatawan mengunjungi obyek wisata tersebut terutama wisatawan usia lanjut.

"Kalau energi listrik kita mencukupi saya ingin pendakian Gunung Rinjani dilengkapi dengan kereta gantung untuk memperpendek jalan menunju obyek wisata tersebut. Untuk mewujudkan ini tentu kita membutuhkan dukungan investor, karena membutuhkan investasi cukup besar," ujarnya.

Jalur resmi pendakian Rinjani melalui dua jalur resmi yakni jalur pendakian Senaru di Kabupaten Lombok Utara dengan waktu tempuh 10 jam berjalan kaki karena jaraknya kurang lebih delapan kilometer, dan jalur Sembalun Kabupaten Lombok Timur dengan waktu tempuh relatif sama yakni 10 jam, untuk sampai di Danau Segara Anak.

Untuk mencapai puncak Gunung Rinjani, masih dibutuhkan waktu 4 - 5 jam melalui jalur pendakian yang ditetapkan, namun melewati kawasan hutan.

www.belantaraindonesia.org

Gunung Rinjani yang merupakan gunung api tertinggi kedua di Indonesia setelah Gunung Kerinci ( 3.800 meter ) yang terletak di Sumatera, merupakan geowisata yang ramai dikunjungi wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara.

Potensi geowisata itu berupa panorama kaldera, danau, puncak, kawah, air terjun, mata air panas, goa, sejarah letusan, lubang letusan dan aliran lava baru sehingga tengah diusulkan menjadi geopark pertama di Indonesia.

Musim pendakian Gunung Rinjani dimulai pertengahan April hingga awal Desember sesuai kondisi cuaca.  essay writing

Artikel Terkait Untuk Dibaca