Subcribe to our RSS feeds Join Us on Facebook Follow us on Twitter Add to Circles
+82221152857 wijayadie@yahoo.com
Memuat...

Moses Gatotkaca

Sharing Yaa
Kita mungkin tidak banyak yang menyadari bahwa nama jalan yang berada di Yogyakarta diangkat dari nama - nama tokoh yang telah mewarnai perjalanan sejarah Indonesia. Peristiwa reformasi dan kerusuhan yang terjadi pada bulai Mei 1998 tidak dapat dipisahkan dari Jalan Gejayan atau Kolombo, Bunderan UGM, Kantor Pos Besar, Gedung DPRD Yogyakarta, dll.

www.belantaraindonesia.org

Sebagai contoh, jalan yang melintang di antara jalan dekat UNY sampai Ring Road Utara yang biasa kita sebut dengan Jalan Gejayan atau Kolombo, merupakan tempat bersejarah yang dimana dijalan ini mahasiswa - mahasiswa dari kampus - kampus di daerah Yogyakarta menyalurkan segala aspirasi. Di jalan ini pula telah terjadi kerusuhan yang menyebabkan banyak toko - toko terbakar, rusak, dan penjarahan terjadi.

Sementara sisa kerusuhan massa demonstran, masih terlihat sampai saat ini dijalan yang meliputi Jalan Colombo, Jalan Prof. Yohanes, Jalan Gejayan, Jalan Laksda Adisucipto, dan kampung kampung sekitarnya. Massa demonstran yang semula berasal dari kalangan akademisi menjalankan aksinya dengan damai, berubah menjadi aksi anarkis ketika massa dari berbagai elemen ikut didalamnya. Hal ini yang menjadi salah satu awal tidak terkendalinya massa demonstran dan awal terjadinya kerusuhan.

www.belantaraindonesia.org
Jalan Gejayan
Peristiwa sejarah yang masih mengakar kuat dalam ingatan kita dalam peristiwa reformasi dan kerusuhan yang tejadi pada bulan Mei 1998 adalah peristiwa terbunuhnya mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Mahasiswa yang bernama lengkap Moses Gatotkaca ini tewas pada hari Jum’at tanggal 8 Mei 1998. Moses Gatotkaca merupakan salah satu pahlawan reformasi yang gugur, selain empat mahasiswa Universitas Trisakti yang terbunuh dalam peristiwa Tragedi Trisakti, yaitu Elang Mulya Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, dan Hendrawan Sie, yang tewas tertembak di dalam kampus, terkena peluru tajam di tempat - tempat vital seperti kepala, leher, dan dada dan Yun Hap, mahasiswa Universitas Indonesia, yang juga terbunuh dalam peristiwa Tragedi Semanggi II yang terjadi pada tanggal 23 September 1999.

Moses ditemukan sekarat oleh beberapa mahasiswa dari Posko PMI Universitas Sanata Dharma, setelah aparat melakukan pembersihan di daerah bentrokan sekitar hotel Radisson Yogyakarta ( Jogja Plasa Hotel ). Moses ditemukan tergeletak di jalan dengan kondisi tangannya patah menelikung ke belakang, dan kepalanya mengalami luka parah.

Dari telinga dan hidungnya darah segar terus menerus mengalir. Dengan menggunakan ambulans, Moses dibawa ke rumah sakit Panti Rapih sekitar pukul 21.55 WIB, tetapi dalam perjalanan ia menghembuskan nafas terakhirnya. Dari hasil visum dokter menyatakan bahwa korban mengalami pendarahan telinga dan mulut diduga mengalami retak tulang dalam dasar tengkorak.

Moses Gatotkaca
Sebagai bentuk penghormatan maka sejak tanggal 20 Mei 1998, Jalan Kolombo yang berada disebelah utara hotel Radisson ( Jogja Plaza ) ini diubah namanya menjadi jalan Moses Gatotkaca. Sedangkan jalan Gejayan berubah nama menjadi Jalan Affandi. Tentu apapun nama jalannya saat ini kita tentu takkan bisa melepaskan dengan sebutan nama Jalan Gejayan, bahkan masih banyak orang yang tidak tahu tentang proses berubahnya nama Jalan Gejayan menjadi Jalan Affandi beserta peristiwa sejarah yang telah terjadi di jalan tersebut. source  Indian Loans

Artikel terkait untuk dibaca