Subcribe to our RSS feeds Join Us on Facebook Follow us on Twitter Add to Circles
+82221152857 wijayadie@yahoo.com
Memuat...

Tanaman Kandidat Obat Penyakit Lupus

Sharing Yaa
Penyakit lupus atau biasa disebut ‘anjing hutan’, bawaan genetis juga faktor lingkungan yang menyerang kekebalan tubuh manusia, masih jadi ancaman bagi masyarakat Indonesia. Awalnya, penderita penyakit ini dikira mempunyai kelainan kulit, berupa kemerahan di sekitar hidung dan pipi .


Tanaman Sosor Bebek
Bercak - bercak merah di bagian wajah dan lengan, panas dan rasa lelah berkepanjangan , rambutnya rontok, persendian kerap bengkak dan timbul sariawan. Penyakit ini tidak hanya menyerang kulit, tetapi juga dapat menyerang hampir seluruh organ yang ada di dalam tubuh. Pemanfaatan obat - obat tradisional Indonesia dinilai potensial untuk menanggulangi penyakit ini.

Songgolangit
Kunyit
Penggalian potensi obat - obatan lokal ini menjadi salah satu sasaran diadakannya peringatan Hari Lupus se - Dunia ( World Lupus Day / WLD ). Peringatan yang dilaksanakan Syamsi Dhuha Foundation ( SDF ), sebuah LSM nirlaba yang khusus memberikan perhatian pada penyakit lupus dan orang dengan lupus ( odapus ), bekerja sama dengan Sekolah Farmasi ITB pada 5 Mei 2012 hari ini, bertempat di Aula Timur ITB.

Nangka
Ketela Rambat
Pihak SDF menyatakan, ingin menggali potensi bahan alam Indonesia sebagai suplemen terapi lupus sekaligus menjadi bagian dari usaha dunia untuk dapat menemukan terapi lupus yang aman dan efektif. Pada “CFL SDF Awards“ tahun 2011 lalu muncul proposal penelitian tentang daun cocor bebek, daun songgolangit, propolis, dan kunyit maka yang muncul sebagai proposal penelitian tahun ini, di antaranya, biji nangka, ketela rambat, dan daun belimbing wuluh. Dan foto - foto di sini adalah beberapa tanaman yang menjadi kandidat obat penyakit lupus.

Belimbing Wuluh
Lebah Madu
Semoga dengan semakin banyak ditemukannya berbagai macam obat alami, akan semakin menyadarkan kita bahwa pelestarian alam dan lingkungan sangat amat mendesak dilakukan guna menyelamatkan spesies bernama manusia itu sendiri.

Sesungguhnya Allah tidaklah menurunkan sebuah penyakit melainkan menurunkan pula obatnya. Obat itu diketahui oleh orang yang bisa mengetahuinya dan tidak diketahui oleh orang yang tidak bisa mengetahuinya.” ( HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan Al-Hakim )

Salam Rimba dan Lestarilah Alamku Niscaya Sehatlah Daku.
Sabtu 5 Mei 2012 Menjelang Hari Lupus Sedunia   Ragil Pembelajar

Artikel terkait untuk dibaca



3 Belantara Indonesia Fans:

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial Belantara Indonesia. Kami berhak menghapus kata - kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, antar golongan, porno serta spammer, Terima kasih Sahabat alam Indonesia!