Subcribe to our RSS feeds Join Us on Facebook Follow us on Twitter Add to Circles
+82221152857 wijayadie@yahoo.com
Memuat...

Prabu Brawijaya V Dan Hargo Dalem Gunung Lawu

Sharing Yaa
Hargo Dalem adalah salah satu puncak gunung Lawu di perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur. Disanalah dimulainya kisah melegenda Prabu Brawijaya V yang muksa secara misterius. Kisah tersebut dimulai pada akhir zaman Kerajaan Majapahit, 1400 Masehi. Pada masa pasang surutnya Kerajaan Majapahit, yang bertahta sebagai Raja adalah Sinuhun Bumi Nata Brawijaya Ingkang Jumeneng Kaping 5 ( pamungkas ).

www.belantaraindonesia.org
Hargo Dalem Lawu
Dua istrinya yang terkenal ialah Dara Petak putri dari daratan Tiongkok dan Dara Jingga. Dari Dara Petak lahir putra Jinbun Fatah, dari Dara Jingga lahir putra Pangeran Katong. Jinbun Fatah setelah dewasa menghayati keyakinan yang berbeda dengan ayahandanya yang beragama Budha. Jinbun Fatah seorang Muslim. Dan bersamaan dengan pudarnya Majapahit, Jinbun Fatah mendirikan Kerajaan di Glagah Wangi ( Demak ). Melihat situasi dan kondisi yang demikian itu , masygullah hati Sang Prabu. Akankah jaman Kerta Majapahit dapat dipertahankan?

Sebagai raja yang bijak, pada suatu malam, dia pun akhirnya bermeditasi memohon petunjuk Sang Maha Kuasa. Dan wisik pun datang, pesannya : Sudah saatnya cahaya Majapahit memudar dan wahyu kedaton akan berpindah ke kerajaan yang baru tumbuh serta masuknya agama baru ( Islam ) memang sudah takdir dan tak bisa terelakkan lagi.

Pada malam itu pulalah Sang Prabu dengan hanya disertai pemomongnya yang setia Sabdopalon diam - diam meninggalkan Keraton dan melanglang Praja dan pada akhirnya naik ke Puncak Lawu. Sebelum sampai di puncak, dia bertemu dengan dua orang Umbul ( bayan / kepala dusun ) yakni Dipa Menggala dan Wangsa Menggala. Sebagai abdi dalem yang setia dua orang Umbul itu pun tak tega membiarkan tuannya begitu saja. Niat di hati mereka adalah mukti mati bersama Sang Prabu. Syahdan, Sang Prabu bersama tiga orang abdi itupun sampailah di puncak Hargo Dalem.

Saat itu Sang Prabu bertitah : "Wahai para abdiku yang setia sudah saatnya aku harus surut, aku harus muksa dan meninggalkan dunia ramai ini. Kepada kamu Dipa Menggala, karena kesetiaanmu kuangkat kau menjadi penguasa gunung Lawu dan membawahi semua mahluk gaib ( peri, jin dan sebangsanya ) dengan wilayah ke barat hingga wilayah Merapi / Merbabu, ke Timur hingga gunung Wilis, ke selatan hingga Pantai selatan , dan ke utara sampai dengan pantai utara dengan gelar Sunan Gunung Lawu. Dan kepada Wangsa Menggala, kau kuangkat sebagai patihnya, dengan gelar Kyai Jalak."

Suasana pun hening dan melihat drama semacam itu, tak kuasa menahan gejolak di hatinya, Sabdopalon pun memberanikan diri berkata kepada Sang Prabu: "Bagaimana mungkin ini terjadi Sang Prabu? Bila demikian adanya hamba pun juga pamit berpisah dengan Sang Prabu, hamba akan naik ke Hargo Dumiling dan meninggalkan Sang Prabu di sini". Dan dua orang tuan dan abdi itupun berpisah dalam suasana yang mengharukan.

www.belantaraindonesia.org
Hargo Dumilah Lawu
Singkat cerita Sang Prabu Brawijaya pun muksa di Hargo Dalem, dan Sabdopalon moksa di Hargo Dumiling. Tinggalah Sunan Lawu Sang Penguasa gunung dan Kyai Jalak yang karena kesaktian dan kesempurnaan ilmunya kemudian menjadi mahluk gaib yang hingga kini masih setia melaksanakan tugas sesuai amanat Sang Prabu Brawijaya.

Tempat - tempat lain yang diyakini misterius oleh penduduk setempat selain tiga puncak tersebut yakni: Sendang Inten, Sendang Drajat, Sendang Panguripan, Sumur Jalatunda, Kawah Candradimuka, Repat Kepanasan / Cakrasurya, dan Pringgodani.

Bagaimana situasi Majapahit sepeninggal Sang Prabu? Konon sebagai yang menjalankan tugas kerajaan adalah Pangeran Katong. Figur ini di mitoskan sebagai orang yang sakti dan konon juga muksa di Ponorogo yang juga masih wilayah gunung Lawu lereng Tenggara.

Semoga kisah tersebut menjadi bahan pengetahuan kita semua. Mencintai Lawu dan mengerti kisah dibaliknya yang menjadi kisah Indonesia.

Artikel terkait untuk dibaca



7 Belantara Indonesia Fans:

  1. Sumber kisah ini dari mana mas? dari buku atau apa?

    Saya jg pengen memasukkan kisah sejarah ini di blog saya....

    BalasHapus
  2. Dyah Dara Petak dan Dara Jingga adalah isteri dari Kertarajasa Jayawardhana (Wijaya, pendiri Majapahit). Ayah Raden Patah adalah Bhre Kertabhumi yang gugur di kedaton pada tahun 1478 (Sirna ilang kertining bhumi) dengan permaisuri yang terkenal sebagai Putri Campa.

    BalasHapus
  3. Maaf mas...kalau untuk penjelasan diatas kurang tepat..soalnya untuk yg meninggal atau moksa di gn.lawu adalah anak ke 3 brawijaya V dengan puteri campa...kalau raden patah bukan dari puteri campa tapi dari selir cina...yg pada akhirnya di titipkan di pamannya yg menjadi pejabat di palembang yaitu arya damar...saya bisa kasih penjelasan yg panjang kalo berkenan

    BalasHapus
  4. waduh..ceritanya beda2..terlalu banyak versi..tapi saya yakin seyakin2nya tentang sabda palon naya genggong akan datang lagi untuk mengembalikan kedamaian di tanah jawa walaupun akan ada bencana seiring meletusnya gunung2 ditanah jawa

    BalasHapus
  5. raja brawijawanya muksa di hargo dalem, kedua umbulnya juga jadi demit penguasa gunung, dan patihnya raja (sabdo palon) juga muksa di Hargo Dumiling,terus yang mengarang cerita ini siapa yaaa kok bisa cerita ini sampai ke kita kan cerita nya ada empat orang dua muksa dan dua jadi demit,tokoh lain yang meneruskan cerita ini siapa,atau hanya karangan saja

    BalasHapus
    Balasan
    1. jangan terbuai cerita jaman keemasan majapahit akan kembali lagi karena itu hanya sebuah mimpi yang dihembuskan pihak asing supaya kita belajar klenik dan ilmu ilmu yang tidak ada manfaatnya di dunia nyata,tujuan mereka cuma satu menjajah pikiran bangsa kita agar senantiasa percaya dengan tahayul,dengan begitu semakin orang percaya tahayul dan klenik akan semakin mantap pihak asing dalam menjajah bangsa kita baik secara materi dan mental. kenapa karena orang semakin percaya dengan pikiran tahayul dan klenik mudah sekali tertipu dan semakin jauh dari rasional
      ,mari jadikan bangsa kita lebih pintar dengan ilmu logika dan sebagainya agar kekayaan alam kita tidak dirampok oleh bangsa lain,

      Hapus
  6. jangan terbuai cerita jaman keemasan majapahit akan kembali lagi karena itu hanya sebuah mimpi yang dihembuskan pihak asing supaya kita belajar klenik dan ilmu ilmu yang tidak ada manfaatnya di dunia nyata,tujuan mereka cuma satu menjajah pikiran bangsa kita agar senantiasa percaya dengan tahayul,dengan begitu semakin orang percaya tahayul dan klenik akan semakin mantap pihak asing dalam menjajah bangsa kita baik secara materi dan mental. kenapa karena orang semakin percaya dengan pikiran tahayul dan klenik mudah sekali tertipu dan semakin jauh dari rasional
    ,mari jadikan bangsa kita lebih pintar dengan ilmu logika dan sebagainya agar kekayaan alam kita tidak dirampok oleh bangsa lain,

    BalasHapus

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial Belantara Indonesia. Kami berhak menghapus kata - kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, antar golongan, porno serta spammer, Terima kasih Sahabat alam Indonesia!