Subcribe to our RSS feeds Join Us on Facebook Follow us on Twitter Add to Circles
+82221152857 wijayadie@yahoo.com
Memuat...

Flora Dan Fauna Di Rinjani

Sharing Yaa
Flora dan Fauna adalah sesuatu hal yang akrab bisa dijumpai di wilayah pegunungan. Terutama bagi para pendaki gunung, akan relatif mudah dan dipastikan akan menemui jenis - jenis flora dan fauna. Di masing - masing gunung tentu jenis flora dan faunanya tak selalu sama. Begitu juga jenis - jenis tersebut di Rinjani, gunung tertinggi ketiga di Indonesia.

BUNUT NGENGKANG


Dalam Bahasa Sasak, Bunut berarti beringin dan Ngengkang berarti berdiri dengan kaki terbuka lebar. Bunut Ngengkang adalah sebuah pohon beringin besar dan tinggi yang sangat rindang dan batang pohonnya terlihat seperti sepasang kaki yang sedang terbuka lebar. Bunut Ngengkang biasanya dijadikan sebagai tempat peristirahatan oleh para pendaki sambil memandangi pohon beringin raksasa tersebut. Tempat ini juga merupakan titik persimpangan antara jalan dari Senaru dan Semokan.

MONTONG SATAS


Di tempat ini terdapat sebuah batu besar yang juga sering dipakai oleh para pendaki untuk melepaskan lelah sambil meneguk bekal air minum yang dibawa. Batu yang terdapat di Montong Satas ini dijuluki Batu Penyesalan karena biasanya pada titik ini muncul kebimbangan dan penyesalan dalam hati para pendaki antara melanjutkan perjalanan atau kembali. Kebimbangan muncul karena jarak yang tersisa masih cukup jauh padahal badan telah letih sementara untuk kembali ke Senaru juga tak kalah jauhnya. Dalam keadaan normal dan kondisi fit, Montong Satas dapat ditempuh dalam waktu dua jam dari Bunut Ngengkang.

SANGGAH BASONG ( MUNTIACUS MUNTJAK )


Sanggah dalam Bahasa Sasak berarti rusa dan Basong berarti anjing. Jadi Sanggah Basong berarti jenis rusa yang punya kemiripan dengan anjing dalam hal ini adalah jumlah puting susunya yang terdiri dari lima puting sementara rusa atau sanggah biasa memiliki empat punting susu. Rusa jenis ini memang satwa asli yang dapat dijumpai di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Tanduknya agak melengkung ke belakang dan baunya mirip dengan anjing.

KALIMANTONG ( STRAWBERRY LOKAL )
Tanaman ini banyak tumbuh di sepanjang jalan menuju kawasan Gunung Rinjani. Pohonnya berduri bagaikan pohon mawar. Buahnya merah seperti Strawberry. Buah Kalimantong ( Strawberry ) ini dapat dimakan dan rasanya manis sedikit kecut. Buah ini dapat menjadi pelepas dahaga dan lapar.

EDELWEISS ATAU SANDAR NYAWA ( ANAPHALIS JAVANICA )


Jenis tanaman ini menurut kepercayaan tidak boleh dipetik karena tanaman ini dipercaya merupakan tanaman di dalam Taman Sari di kerajaan Jin di alam gaib. Untuk memperoleh bunga ini, masyarakat pada zaman dahulu harus berani mempertaruhkan nyawanya. Itulah sebabnya bunga ini disebut dengan bunga Sandar Nyawa. Bunga ini tidak pernah layu. Usianya sama dengan usia mahluk gaibDonasi

Artikel terkait untuk dibaca



0 Belantara Indonesia Fans:

Poskan Komentar

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial Belantara Indonesia. Kami berhak menghapus kata - kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, antar golongan, porno serta spammer, Terima kasih Sahabat alam Indonesia!