"Dia bangkit, kembali berdiri mengumpulkan segenap tenaga yang tersisa. Lalu berjalan tertatih melanjutkan puncak yang sudah hampir ia gapai ujungnya"
Detik - detik mengharukan seorang pendaki tunadaksa dari Indonesia bernama Sabar Gorky yang akhirnya mampu menjejakkan kaki di puncak Gunung Elbrus 5642 M dpl, Rusia. Saat itu ia bersama tim sampai di puncak yang merupakan salah satu anggota dari 7 atap dunia ini pada pukul 1645 waktu setempat atau 1945 WIB tepat pada tanggal 17 Agustus 2011.
Sebuah momen yang sangat langka karena bertepatan dengan hari kemerdekaan bangsa Indonesia. Semoga spiritnya menular ke seantero nusantara bahwa seorang pendaki tunadaksa mampu berkiprah dalam pencapaian prestasi kelas dunia.
Sabar tinggal Desa Gendingan, RT 3 RW 6, Jebres, Solo. Pria kelahiran 9 September 1968 ini telah menggeluti dunia petualang sejak tahun 1985. Tentunya sudah tidak di ragukan lagi tentang jam terbangnya dalam mengeksplorasi alam pegunungan di Indonesia.
Pada tahun 1996, Sabar mengalami kecelakaan yang membuat kakinya sebelah kanan terpaksa harus di amputasi. Kenyataan ini ternyata tidak membuat dia memutuskan untuk berhenti dari hobinya, yaitu panjat tebing. Dengan keadaan yang serba terbatas dia juga masih tetap menjadi kepala keluarga yang bertanggung jawab dalam menafkahi keluarganya.
Sebelum mengalami kecelakaan dia telah aktif menggeluti dunia petualangan. Sederetan gunung tinggi di Indonesia seperti Gunung Merapi, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Merbabu, pernah didakinya. Selain mendaki gunung, ia juga aktif mengikuti perlombaan balap sepeda, dan panjat dinding. Ia bahkan pernah memenangkan medali emas kejuaraan panjat dinding Asia pada tahun 2009.
Setelah kehilangan kaki kanannya, penjelajahannya belumlah berhenti. Justru malah semakin berkibar sepak terjangnya. Terbukti dengan berhasilnya ia dengan satu kaki mendaki Elbrus. Bahkan saat ini beliau tengah mempersiapkan ekspedisi Gunung Kilimanjaro, puncak tertinggi benua Afrika.
"Dengan kehendak yang Maha Kuasa, kami sebagai manusia tak akan menaklukan, tapi akan bersahabat dengan gunung itu ( Kilimanjaro )," kata Sabar dalam acara pelepasan Tim Ekspedisi di Pusat Niaga JIExpo, Jakarta Pusat.
Sejarah nama Gorky
"Gorky" adalah nama baru yang di sematkan di belakang nama Sabar setelah dia berhasil mencapai puncak gunung Elbrus, Rusia. Menurut catatan sejarah Rusia, karena perjalanan hidupnya yang berliku maka pujangga Alexey Maximovich Peshkov mendapatkan panggilan baru Maxim Gorky, alias "Maxim si empunya hidup pahit." Nama akhir Gorky ( pahit ) yang awalnya merupakan olok - olokan bagi si Maxim kini justru menjadi sebuah julukan bernilai positif. Indonesia pun kini telah memiliki Gorky yang lain: Sabar Gorky. Source And Photo Credit
Belantara Indonesia
adalah Web Organisasi dan tidak ada jaminan bahwa tulisan di web ini akan adil, tidak bias dan seimbang. Bersikaplah dewasa dan jika anda membutuhkan opini dari pihak lain atau pihak yang berseberangan pendapat, anda dapat mencarinya dari sumber lain. Informasi yang disediakan oleh web ini bersifat apa adanya, tanpa jaminan dengan kepercayaan penuh pada kedewasaan para pembacanya. Dan opini didalam web ini adalah murni opini kami, tidak mewakili opini organisasi lain maupun institusi baik secara langsung maupun tidak langsung.

4 comments
Jadi terinsfirasi nich...!!
Semangaatt...
Makasih bnyak infonya...!!
Merdeka!!!!merdeka!!!!
mantaaappp. . .
luar biasa bang, mantaap abisss. . .
wah ana baru tahu ternyata ada orang indonesia yang sangat menginspirasi semua para pendaki gunung indonesia khususnya, semoga kedepan lebih banyak lahir gorky gorky yang baru
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial Belantara Indonesia. Kami berhak menghapus kata - kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, antar golongan, porno serta spammer, Terima kasih Sahabat alam Indonesia!