Subcribe to our RSS feeds Join Us on Facebook Follow us on Twitter Add to Circles
+82221152857 wijayadie@yahoo.com

Perancang Masjid Istiqlal Seorang Protestan

Sharing Yaa
Masjid Istiqlal adalah masjid yang terkenal di Indonesia dan terletak di dekat kantor Presiden Republik Indonesia dan juga berjarak sekitar 200 meter dari Lapangan Banteng. Masjid Istiqlal sering digunakan oleh para petinggi negara ini dan para Duta Besar negara sahabat apabila ada acara - acara besar keagamaan.


Masjid Istiqlal diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 1978. Kini Istiqlal, yang berarti ’merdeka’, menjadi masjid nasional sekaligus masjid terbesar di Tanah Air, bahkan masjid terbesar di Asia Tenggara. Dengan luas bangunan sekitar 4 hektar dan luas tanah 9 hektar, kompleks Istiqlal mampu menampung hingga 70 ribu orang sekaligus pada waktu bersamaan. Selain memiliki bangunan induk dan kubah, Istiqlal dilengkapi dengan emper penghubung, teras raksasa dan menara, halaman, taman, air mancur, serta ruang wudhu yang luas.

Masjid Istiqlal dibangun selama 17 tahun, dimulai pada 24 Agustus 1961, ditandai peletakan batu pertama oleh Presiden Soekarno. Rencana pembangunan Istiqlal sendiri muncul pada 1950. Saat itu Menteri Agama, KH Wachid Hasyim, melansir gagasan membangun sebuah masjid yang berskala nasional dan mencerminkan jati diri Indonesia. Bersama Agus Salim, Anwar Tjokroaminoto, dan Ir Sofwan, mereka membentuk Yayasan Mesjid Istiqlal.

Pada 1954 Presiden Soekarno menyetujui gagasan tersebut. Diputuskan bahwa arsitektur masjid disayembarakan secara terbuka. Presiden Soekarno sendiri yang menjadi Ketua Dewan Juri, dibantu Ir Rooseno, HAMKA, dan Oemar Husein Amin. Pada 5 Juli 1955 panitia sayembara mengumumkan desain berjudul “Ketuhanan” sebagai pemenang. Perancangnya adalah Frederich Silaban, seorang arsitek yang kelak disebut Soekarno sebagai “By the Grace of God”.

Frederich Silaban
Jatuhnya pilihan pada rancangan tersebut, tentu bukan suatu kebetulan. Ada dua koinsidensi yang menarik di sini. Pertama, Silaban merupakan seorang penganut Protestan yang taat. Kedua, posisi Istiqlal berhadapan dengan Gereja Katedral di sebelah selatan.

Dua koinsidensi yang muncul di balik pembangunan Istiqlal, menunjukkan bagaimana konsep toleransi beragama dikembangkan begitu halus dan sistemik. Tradisi toleransi beragama seperti ini harus menjadi salah satu penanda jati diri nasional.  Source

Artikel terkait untuk dibaca



11 Belantara Indonesia Fans:

  1. Alhamdulillah ternyata masih ada toleransi di dalam perbedaan yang mencolok,semoga ni bisa mnjadi plajaran buat kita yang kadang tak terdapat sikap toleransi meski tiada perbedaan di antara kita,amin

    BalasHapus
  2. mampir gan,..!!!! masih ada toleransi didalam prbedaan,..!!!

    BalasHapus
  3. wahh saya bru tahu sejarah ini...
    makasih infonya bang...

    BalasHapus
  4. indahnya perbedaan...
    semua itu bukan kebetulan belaka, itu adalah takdir...

    BalasHapus
  5. owh,,jadi perancang masjid istiqlal adalah seorang protestan,,,begitu tinggi yatoleransi beragama saat itu,,,

    BalasHapus
  6. itulah yang patut dicontoh ya Habib, nggak kayak sekarang, gampang sekali bermata merah membakar darah dalam menghadapi hal sepele

    BalasHapus
  7. itulah yang patut dicontoh ya Habib, nggak kayak sekarang, gampang sekali bermata merah membakar darah dalam menghadapi hal sepele

    BalasHapus
  8. tak penting siapa yang merancangnnya yang penting masjid tersebut menjadi salah satu masjid bersejarah yang kita punya . .

    BalasHapus
  9. Wahh .. ternyata mesjid istiqlal itu dibuat oleh seorang protestan to ?
    Baru tau nih, makasi infonya ..

    BalasHapus
  10. baru tahu sekarang nih kalau mesjid istiqlal dirancang oleh arsitek agama lain..
    memang sudah dari dulu dicontohkan toleransi beragama itu seperti apa, dan sekarang kita sangat merindukan cara toleransi beragama seperti waktu dulu.

    BalasHapus
  11. terima kasih sejarah nya, sangat bermanfaat.

    BalasHapus

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial Belantara Indonesia. Kami berhak menghapus kata - kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, antar golongan, porno serta spammer, Terima kasih Sahabat alam Indonesia!