Not seeing a Kembali Ke Atas? Go to our FAQ page for more info.
Join Us on FacebookFollow us on TwitterAdd to Circles
+81391470737 savanna@belantaraindonesia.org
Memuat...

Fakta Tentang Soe Hok Gie

Sharing Yaa
Soe Hok Gie seperti kita tahu adalah salah satu legenda pendaki gunung dan seorang demonstran tangguh pada masanya yang dimiliki Indonesia. Seorang pemuda baik yang karena hal tersebut banyak dikenang oleh para sahabatnya hingga kini. Dan fakta berikut ini adalah sedikit tentang Soe Hok Gie yang bagi kalangan petualang hanya dikenal sebagai pendaki gunung yang meninggal di Semeru.


1. Soe Hok Gie ( 17 Desember 1942 – 16 Desember 1969 ) adalah salah seorang aktivis Indonesia dan mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia Jurusan Sejarah tahun 1962 – 1969.

2. Soe Hok Gie menamatkan pendidikan SMA di Kolese Kanisius. Nama Soe Hok Gie adalah dialek Hokkian dari namanya Su Fu - yi dalam bahasa Mandarin.

3. Ia adalah seorang anak muda yang berpendirian yang teguh dalam memegang prinsipnya dan rajin mendokumentasikan perjalanan hidupnya dalam buku harian. Buku hariannya kemudian diterbitkan dengan judul Catatan Seorang Demonstran ( 1983 ).

4. Soe Hok Gie adalah anak keempat dari lima bersaudara keluarga Soe Lie Piet alias Salam Sutrawan. Dia adik kandung Arief Budiman atau Soe Hok Djin, dosen Universitas Kristen Satya Wacana yang juga dikenal vokal dan sekarang berdomisili di Australia.

5. Hok Gie dikenal sebagai penulis produktif di beberapa media massa, misalnya Kompas, Harian Kami, Sinar Harapan, Mahasiswa Indonesia, dan Indonesia Raya. Sekitar 35 karya artikelnya ( kira - kira sepertiga dari seluruh karyanya ) selama rentang waktu tiga tahun Orde Baru, sudah dibukukan dan diterbitkan dengan judul Zaman Peralihan ( Bentang, 1995 ).

6. Juga skripsi sarjana mudanya perihal Sarekat Islam Semarang, tahun 1999 diterbitkan Yayasan Bentang dengan judul Di Bawah Lentera Merah. Sebelumnya, skripsi S1 - nya yang mengulas soal pemberontakan PKI di Madiun, juga sudah dibukukan dengan judul Orang - orang di Persimpangan Kiri Jalan ( Bentang, 1997 ).

7. Sebagai bagian dari aktivitas gerakan, Soe Hok Gie juga sempat terlibat sebagai staf redaksi Mahasiswa Indonesia, sebuah koran mingguan yang diterbitkan oleh mahasiswa angkatan 66 di Bandung untuk mengkritik pemerintahan Orde Lama.

8. Hok Gie meninggal bersama rekannya, Idhan Dhanvantari Lubis, di puncak Gunung Semeru akibat menghirup asap beracun gunung tersebut.

9. John Maxwell menulis biografi Soe Hok Gie dengan judul Soe Hok Gie - A Biography of A Young Indonesian Intellectual ( Australian National University, 1997 ).

10. Pada tahun 2005, catatan hariannya menjadi dasar bagi film Gie

Artikel Terkait Untuk Dibaca