Subcribe to our RSS feeds Join Us on Facebook Follow us on Twitter Add to Circles
+82221152857 wijayadie@yahoo.com

Di Sisi Megahnya Merapi

Berada di sisi megahnya Merapi dan bertempat tinggal disana, serasa bagai duduk di tengah bom waktu yang kapan saja bisa meledak dan menghancurkan kehidupan. Gunung Merapi berada di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah yang merupakan salah satu gunung teraktif di dunia. Gunung Merapi termasuk salah satu dari 500 gunung aktif di Indonesia, dan setidaknya ada 129 gunung yang masih aktif.


Meskipun cukup sering meletus Gunung Merapi sangat berperan penting bagi kehidupan orang Jawa dan Kesultanan. Letusan Merapi yang berupa lava, abu dan mineral vulkanik yang menyebar ke daerah sekitarnya, membuat tanah - tanah di sekitar gunung ini subur dan paling subur di dunia, hal ini menjadikan kawasan disekitar Gunung Merapi dipadati oleh para penduduk.

Gunung berapi yang megah ini berbentuk kerucut, dengan ketinggian 2.911 meter di atas permukaan laut, gunung ini juga berperan penting dalam menentukan kehidupan kerajaan dan alam di wilayah Jawa. Pada awal abad ke - 11, kerajaan Mataram kuno menghilang secara misterius, dan tiba - tiba bergeser ke Jawa Timur. Para ilmuwan menduga bahwa kekuatan letusan Merapi pada tahun 1006 Masehi merupakan penyebab kehancuran kekaisaran Mataram.

Letusan Gunung Merapi yang dasyat ini juga menutupi Candi Borobudur di dekatnya dengan abu vulkanik yang berbahaya. Baru - baru ini pada abad ke - 20, letusan besar pada tahun 1930 menewaskan 1300 jiwa. Saat ini Merapi masih sering meletus, tetapi orang - orang yang tinggal di sekitar kawasan gunung ini telah berteman dekat dengan gunung ini dan menerima gemuruh dan letusan ringan Gunung Merapi sebagai bagian dari fenomena alam biasa.

Masyarakat lokal menghormati kekuatan yang luar biasa dari gunung berapi ini. Setiap tahun, pada hari perayaan penobatan Sultan, persembahan ( labuhan ) dibawa dari keraton Yogyakarta ke Gunung Merapi dan ke selatan Samudera Hindia, hal ini bertujuan untuk menenangkan roh - roh penjaga gunung dan laut dan untuk membawa kesejahteraan kepada penduduk di wilayah Jawa. Merapi terus dipantau oleh sejumlah pihak berwenang, yang bertugas untuk memperingatkan penduduk mengenai letusan yang akan datang.


Wisata Lava Merapi

Jejak letusan Gunung Merapi 2010 dikemas dalam bentuk wisata lava tour oleh Pemerintah Kabupaten Sleman. Anda bisa langsung mendekati bekas - bekas terjangan awan panas dan lava Merapi yang sudah dingin terutama di Dusun Manggung, Umbulharjo. Anda yang selama ini hanya melihat lava ataupun material merapi dari televisi atau membaca surat kabar, kini dapat melihatnya dari dekat.

Wisata lava meliputi kawasan Manggung, Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan. Di daerah - daerah tersebut, lava dingin mencapai ketinggian hingga 20 meter yang tentunya akan sangat menarik rasa penasaran untuk melihat dan menyentuh material gunung Merapi tersebut secara langsung. Wisata lava tour ini akan dilakukan manakala Merapi dalam kondisi normal dan tidak masuk pada zona rawan Merapi.

Anda yang datang diperbolehkan melihat kondisi material Merapi yang masih panas maupun perkampungan yang terbakar. Dari kawasan ini, anda dapat menyaksikan puncak Merapi yang menjulang setinggi 2.968 meter di atas permukaan laut ( dpl ) dihiasi oleh asap sulfatara yang tak pernah berhenti mengepul dari mulut kawahnya, memperlihatkan bahwa gunung ini tak pernah berhenti beraktivitas.

Puncak Merapi menjanjikan daya pikat untuk menikmati keindahan matahari terbit pada pagi hari dengan pemandangan alami dari jajaran Gunung Ungaran, Gunung Telomoyo dan Merbabu. Gunung Merapi dan sekitarnya menawarkan wisata gunung api seperti udara yang sejuk, lintas alam, keindahan kubah lava yang masih aktif.

Gunung Merapi terletak di Provinsi Jawa Tengah terletak lebih kurang 25 km dari Yogyakarta, merupakan gunung termuda dalam rangkaian gunung berapi yang mengarah ke selatan dari Gunung Ungaran. Merapi menjadi salah satu dari 16 gunung api dunia yang termasuk dalam Gunung Api Dekade Ini. Gunung Merapi yang berpredikat sebagai salah satu gunung teraktif di dunia, Merapi menyimpan potensi bencana alam berupa letusan atau erupsi. Gunung Merapi merupakan satu dari 129 gunung api yang ada di Indonesia dan merupakan yang paling aktif. Periode letusan Gunung Merapi tercatat 2 - 8 tahun, tetapi aktivitas kecil seperti pembentukan kubah lava terjadi hampir sepanjang tahun.

Gunung Merapi terbentuk pertama kali sekitar 60.000 - 80.000 tahun yang lalu. Namun sejarah aktivitasnya baru mulai diamati dan ditulis sebagai dokumen sejak tahun 1791. Gunung Merapi terbentuk karena aktivitas di zona subduksi Lempeng Indo - Australia yang bergerak ke bawah Lempeng Eurasia menyebabkan munculnya aktivitas vulkanik di sepanjang bagian tengah Pulau Jawa.

Para peneliti geologi mengajukan berbagai macam teori mengenai keganasan letusan Merapi. Salah satunya yang terkenal datang dari ahli geologi Belanda, Reinout Willem van Bemmelen, yang mengajukan asumsi bahwa Gunung Merapi pernah meletus hebat pada 1006. Letusan hebat ini, oleh para ahli arkeologi kemudian ditafsirkan sebagai penyebab bagi pusat - pusat kerajaan Mataram Kuno mengalami kemunduran dan kemudian berpindah dari Jawa Tengah ke Jawa Timur.

Merapi pernah meletus beberapa kali, di antaranya tahun 1672, 1786, 1822, 1872, dan 1930. Kemudian pada tahun - tahun selanjutnya, yaitu erupsi 1954, 1961, 1969, dan 1972 - 1973. Erupsi lainnya terjadi pada 1994 yang menewaskan puluhan orang, sementara erupsi tahun 1998 tidak menimbulkan korban jiwa, karena letusannya mengarah ke atas. Terjadi juga terjangan lahar dan awan panas atau wedhus gembel ketika erupsi tahun 2006.

Bagi masyarakat sekitarnya Gunung Merapi mandatangkan material pasir yang luar biasa banyak dan berkualitas bagus. Selain itu Gunung Merapi merupakan obyek wisata yang sangat menarik dan banyak dikunjungi untuk melihat pemandangan yang menakjubkan dari gardu pandang atau yang ingin menikmati keindahan puncak Merapi dengan melakukan pendakian secara langsung.

Gunung Merapi merupakan obyek pendakian yang populer karena gunung ini merupakan gunung yang sangat mempesona. Keadaan ini berubah sangat drastis sejak 26 Oktober 2010 saat Gunung Merapi meletus. Masyarakat dikawasan lereng Gunung Merapi saat ini hidup dalam keterbatasan setelah letusan. Mereka kehilangan tempat tinggal, harta berharga, dan sanak saudara. Sebelumnya sumber penghidupan masyarakat dilereng Merapi adalah pertanian dan perternakan.

Museum Gunung Api Merapi ( MGM )

Apabila wisata lava Merapi kurang cocok dengan minat Anda maka mengapa tidak mengunjungi Museum Gunung Merapi. Bangunannya berdiri megah di lereng selatan Gunung Merapi. Tepatnya, loksinya terletak di Desa Harjobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta, atau sekitar 5 km dari kawasan obyek wisata Kaliurang. Museum Gunung Api Merapi ini diperkenalkan dengan sebutan 'Merapi Jendela Bumi’ karena merupakan wahana edukasi konservasi yang berkelanjutan serta pengembangan ilmu kebencanaan gunung api, gempa bumi, dan bencana alam lainnya.


Bangunan Museum Gunung Merapi ( MGM ) diresmikan 1 Oktober 2009 oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM ), Purnomo Yusgiantoro. Dibangun di atas tanah seluas 3,5 hektar dengan bangunan induk museum seluas 4.470 meter persegi ini merupakan aset geo - wisata baru di wilayah propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ( DIY ).

Bentuk bangunan Museum Gunung Merapi mirip sebuah candi, memiliki undak, kaki, badan, dan kepala. Menurut filosofi Hindu, bagian kepala berbentuk kerucut dianalogikan sebagai gunung api yang merupakan sumber kehidupan masyarakat sekitarnya. Pada dinding lobby dipenuhi dengan relief yang menggambarkan kehidupan gunung api dan manusia. Pada bagian tengah lobby tersaji sebuah maket gunung api berskala besar lengkap dengan uap.

Di dinding kanan lobby terdapat proses pembuatan museum yang dimulai dari penandatanganan, proses pembangunan, dan momentum peresmian museum. Museum Gunung api Merapi dilengkapi area lobby dan ruangan - ruangan yang mengambil tema Volcano World, On The Merapi Volcano Trail, Manusia dan Gunung api, Bencana Gempa bumi dan Tsunami, Bencana Gerakan Tanah, Diorama, Peralatan Survey, Extra - terrestrial Volcano, Film Show, dan fasilitas penunjang lainnya. Selain itu rencanaya, museum ini nantinya juga akan dilengkapi dengan taman, area parkir, dan plaza sebagai sarana dan fasilitas bagi pengunjung museum.


Di museum ini anda akan mendapatkan berikut ini.

* Informasi fenomena gunung api terbentuk sebagai hasil proses - proses geologi, yang tampil dipermukaan bumi diantaranya berupa bentang alam gunung api, struktur geologi gunung api, produk hasil letusan gunung api, dan produk - produk hasil proses lainnya.

* Informasi ilmiah kegunung apian, kegempaan dan gerakan tanah yang merupakan proses dinamika geologi, dicerminkan diantaranya dalam informasi model pembentukan, mekanisme terbentuknya maupun proses - proses yang menyertainya.

* Informasi sumber daya gunung api, sebagai potensi yang dapat dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakat, pengembangan infra - struktur dan lainnya.

* Informasi aspek sosial budaya diantaranya menyangkut kehidupan, budaya, tradisi, mitos dan lainnya yang berkaitan dengan lingkungan dan keberadaan suatu gunung

* Informasi mitigasi bencana gunung api, gempa bumi, tsunami, gerakan tanah yang ditampilkan dalam bentuk informasi sistem monitoring, penelitian dan pengamatan, sistem peringatan dini, dan upaya mitigasi bencana diantaranya menyangkut sistem penyelamatan masyarakat terhadap ancaman bahaya letusan gunung api, kegempaan dan gerakan tanah.

Terima Kasih: Indonesiaku
Berada di sisi megahnya Merapi dan bertempat tinggal disana, serasa bagai duduk di tengah bom waktu yang kapan saja bisa meledak dan menghancurkan kehidupan. Gunung Merapi berada di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah yang merupakan salah satu gunung teraktif di dunia. Gunung Merapi termasuk salah satu dari 500 gunung aktif di Indonesia, dan setidaknya ada 129 gunung yang masih aktif.


Meskipun cukup sering meletus Gunung Merapi sangat berperan penting bagi kehidupan orang Jawa dan Kesultanan. Letusan Merapi yang berupa lava, abu dan mineral vulkanik yang menyebar ke daerah sekitarnya, membuat tanah - tanah di sekitar gunung ini subur dan paling subur di dunia, hal ini menjadikan kawasan disekitar Gunung Merapi dipadati oleh para penduduk.

Gunung berapi yang megah ini berbentuk kerucut, dengan ketinggian 2.911 meter di atas permukaan laut, gunung ini juga berperan penting dalam menentukan kehidupan kerajaan dan alam di wilayah Jawa. Pada awal abad ke - 11, kerajaan Mataram kuno menghilang secara misterius, dan tiba - tiba bergeser ke Jawa Timur. Para ilmuwan menduga bahwa kekuatan letusan Merapi pada tahun 1006 Masehi merupakan penyebab kehancuran kekaisaran Mataram.

Letusan Gunung Merapi yang dasyat ini juga menutupi Candi Borobudur di dekatnya dengan abu vulkanik yang berbahaya. Baru - baru ini pada abad ke - 20, letusan besar pada tahun 1930 menewaskan 1300 jiwa. Saat ini Merapi masih sering meletus, tetapi orang - orang yang tinggal di sekitar kawasan gunung ini telah berteman dekat dengan gunung ini dan menerima gemuruh dan letusan ringan Gunung Merapi sebagai bagian dari fenomena alam biasa.

Masyarakat lokal menghormati kekuatan yang luar biasa dari gunung berapi ini. Setiap tahun, pada hari perayaan penobatan Sultan, persembahan ( labuhan ) dibawa dari keraton Yogyakarta ke Gunung Merapi dan ke selatan Samudera Hindia, hal ini bertujuan untuk menenangkan roh - roh penjaga gunung dan laut dan untuk membawa kesejahteraan kepada penduduk di wilayah Jawa. Merapi terus dipantau oleh sejumlah pihak berwenang, yang bertugas untuk memperingatkan penduduk mengenai letusan yang akan datang.


Wisata Lava Merapi

Jejak letusan Gunung Merapi 2010 dikemas dalam bentuk wisata lava tour oleh Pemerintah Kabupaten Sleman. Anda bisa langsung mendekati bekas - bekas terjangan awan panas dan lava Merapi yang sudah dingin terutama di Dusun Manggung, Umbulharjo. Anda yang selama ini hanya melihat lava ataupun material merapi dari televisi atau membaca surat kabar, kini dapat melihatnya dari dekat.

Wisata lava meliputi kawasan Manggung, Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan. Di daerah - daerah tersebut, lava dingin mencapai ketinggian hingga 20 meter yang tentunya akan sangat menarik rasa penasaran untuk melihat dan menyentuh material gunung Merapi tersebut secara langsung. Wisata lava tour ini akan dilakukan manakala Merapi dalam kondisi normal dan tidak masuk pada zona rawan Merapi.

Anda yang datang diperbolehkan melihat kondisi material Merapi yang masih panas maupun perkampungan yang terbakar. Dari kawasan ini, anda dapat menyaksikan puncak Merapi yang menjulang setinggi 2.968 meter di atas permukaan laut ( dpl ) dihiasi oleh asap sulfatara yang tak pernah berhenti mengepul dari mulut kawahnya, memperlihatkan bahwa gunung ini tak pernah berhenti beraktivitas.

Puncak Merapi menjanjikan daya pikat untuk menikmati keindahan matahari terbit pada pagi hari dengan pemandangan alami dari jajaran Gunung Ungaran, Gunung Telomoyo dan Merbabu. Gunung Merapi dan sekitarnya menawarkan wisata gunung api seperti udara yang sejuk, lintas alam, keindahan kubah lava yang masih aktif.

Gunung Merapi terletak di Provinsi Jawa Tengah terletak lebih kurang 25 km dari Yogyakarta, merupakan gunung termuda dalam rangkaian gunung berapi yang mengarah ke selatan dari Gunung Ungaran. Merapi menjadi salah satu dari 16 gunung api dunia yang termasuk dalam Gunung Api Dekade Ini. Gunung Merapi yang berpredikat sebagai salah satu gunung teraktif di dunia, Merapi menyimpan potensi bencana alam berupa letusan atau erupsi. Gunung Merapi merupakan satu dari 129 gunung api yang ada di Indonesia dan merupakan yang paling aktif. Periode letusan Gunung Merapi tercatat 2 - 8 tahun, tetapi aktivitas kecil seperti pembentukan kubah lava terjadi hampir sepanjang tahun.

Gunung Merapi terbentuk pertama kali sekitar 60.000 - 80.000 tahun yang lalu. Namun sejarah aktivitasnya baru mulai diamati dan ditulis sebagai dokumen sejak tahun 1791. Gunung Merapi terbentuk karena aktivitas di zona subduksi Lempeng Indo - Australia yang bergerak ke bawah Lempeng Eurasia menyebabkan munculnya aktivitas vulkanik di sepanjang bagian tengah Pulau Jawa.

Para peneliti geologi mengajukan berbagai macam teori mengenai keganasan letusan Merapi. Salah satunya yang terkenal datang dari ahli geologi Belanda, Reinout Willem van Bemmelen, yang mengajukan asumsi bahwa Gunung Merapi pernah meletus hebat pada 1006. Letusan hebat ini, oleh para ahli arkeologi kemudian ditafsirkan sebagai penyebab bagi pusat - pusat kerajaan Mataram Kuno mengalami kemunduran dan kemudian berpindah dari Jawa Tengah ke Jawa Timur.

Merapi pernah meletus beberapa kali, di antaranya tahun 1672, 1786, 1822, 1872, dan 1930. Kemudian pada tahun - tahun selanjutnya, yaitu erupsi 1954, 1961, 1969, dan 1972 - 1973. Erupsi lainnya terjadi pada 1994 yang menewaskan puluhan orang, sementara erupsi tahun 1998 tidak menimbulkan korban jiwa, karena letusannya mengarah ke atas. Terjadi juga terjangan lahar dan awan panas atau wedhus gembel ketika erupsi tahun 2006.

Bagi masyarakat sekitarnya Gunung Merapi mandatangkan material pasir yang luar biasa banyak dan berkualitas bagus. Selain itu Gunung Merapi merupakan obyek wisata yang sangat menarik dan banyak dikunjungi untuk melihat pemandangan yang menakjubkan dari gardu pandang atau yang ingin menikmati keindahan puncak Merapi dengan melakukan pendakian secara langsung.

Gunung Merapi merupakan obyek pendakian yang populer karena gunung ini merupakan gunung yang sangat mempesona. Keadaan ini berubah sangat drastis sejak 26 Oktober 2010 saat Gunung Merapi meletus. Masyarakat dikawasan lereng Gunung Merapi saat ini hidup dalam keterbatasan setelah letusan. Mereka kehilangan tempat tinggal, harta berharga, dan sanak saudara. Sebelumnya sumber penghidupan masyarakat dilereng Merapi adalah pertanian dan perternakan.

Museum Gunung Api Merapi ( MGM )

Apabila wisata lava Merapi kurang cocok dengan minat Anda maka mengapa tidak mengunjungi Museum Gunung Merapi. Bangunannya berdiri megah di lereng selatan Gunung Merapi. Tepatnya, loksinya terletak di Desa Harjobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta, atau sekitar 5 km dari kawasan obyek wisata Kaliurang. Museum Gunung Api Merapi ini diperkenalkan dengan sebutan 'Merapi Jendela Bumi’ karena merupakan wahana edukasi konservasi yang berkelanjutan serta pengembangan ilmu kebencanaan gunung api, gempa bumi, dan bencana alam lainnya.


Bangunan Museum Gunung Merapi ( MGM ) diresmikan 1 Oktober 2009 oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM ), Purnomo Yusgiantoro. Dibangun di atas tanah seluas 3,5 hektar dengan bangunan induk museum seluas 4.470 meter persegi ini merupakan aset geo - wisata baru di wilayah propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ( DIY ).

Bentuk bangunan Museum Gunung Merapi mirip sebuah candi, memiliki undak, kaki, badan, dan kepala. Menurut filosofi Hindu, bagian kepala berbentuk kerucut dianalogikan sebagai gunung api yang merupakan sumber kehidupan masyarakat sekitarnya. Pada dinding lobby dipenuhi dengan relief yang menggambarkan kehidupan gunung api dan manusia. Pada bagian tengah lobby tersaji sebuah maket gunung api berskala besar lengkap dengan uap.

Di dinding kanan lobby terdapat proses pembuatan museum yang dimulai dari penandatanganan, proses pembangunan, dan momentum peresmian museum. Museum Gunung api Merapi dilengkapi area lobby dan ruangan - ruangan yang mengambil tema Volcano World, On The Merapi Volcano Trail, Manusia dan Gunung api, Bencana Gempa bumi dan Tsunami, Bencana Gerakan Tanah, Diorama, Peralatan Survey, Extra - terrestrial Volcano, Film Show, dan fasilitas penunjang lainnya. Selain itu rencanaya, museum ini nantinya juga akan dilengkapi dengan taman, area parkir, dan plaza sebagai sarana dan fasilitas bagi pengunjung museum.


Di museum ini anda akan mendapatkan berikut ini.

* Informasi fenomena gunung api terbentuk sebagai hasil proses - proses geologi, yang tampil dipermukaan bumi diantaranya berupa bentang alam gunung api, struktur geologi gunung api, produk hasil letusan gunung api, dan produk - produk hasil proses lainnya.

* Informasi ilmiah kegunung apian, kegempaan dan gerakan tanah yang merupakan proses dinamika geologi, dicerminkan diantaranya dalam informasi model pembentukan, mekanisme terbentuknya maupun proses - proses yang menyertainya.

* Informasi sumber daya gunung api, sebagai potensi yang dapat dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakat, pengembangan infra - struktur dan lainnya.

* Informasi aspek sosial budaya diantaranya menyangkut kehidupan, budaya, tradisi, mitos dan lainnya yang berkaitan dengan lingkungan dan keberadaan suatu gunung

* Informasi mitigasi bencana gunung api, gempa bumi, tsunami, gerakan tanah yang ditampilkan dalam bentuk informasi sistem monitoring, penelitian dan pengamatan, sistem peringatan dini, dan upaya mitigasi bencana diantaranya menyangkut sistem penyelamatan masyarakat terhadap ancaman bahaya letusan gunung api, kegempaan dan gerakan tanah.

Terima Kasih: Indonesiaku
Read More
6 comments

Hutan Sumatera Berstatus List Of World Heritage In Danger

Hutan hujan tropis di Sumatera dimasukkan dalam status List of World Heritage In Danger atau dalam bahasa Indonesianya, daftar warisan dunia yang terancam akibat perusakan. Mengenai status itu di umumkan oleh World Heritage Committee dalam suatu pertemuan tahunan di Paris Perancis. Membuat hati terpana dan gusar. Sejauh itukah perusakan hutan Indonesia oleh hal - hal yang sebenarnya jauh dari akal sehat?

Masuknya hutan hujan tropis Sumatera ke dalam daftar diharapkan memberikan pesan bahwa pelestarian harus segera dilakukan. "Pesan bagi dunia untuk mendukung pelestarian situs ini," kata Peter Suide, penasehat senior di World Heritage International Union for Conservation of Nature ( IUCN ).


Sejak tahun 2004, IUCN mendorong masuknya kawasan hutan Sumatera dalam daftar situs terancam. Setelah pengawasan selama 5 tahun terakhir, IUCN dan UNESCO menemukan bahwa hutan Sumatera butuh restorasi segera. Pembangunan jalan, pertanian, dan perkebunan adalah ancaman utama bagi hutan ini. "Komite telah mengambil keputusan setelah debat bertahun - tahun. Kita perlu memastikan bahwa ini mendorong adanya langkah nyata untuk mengatasi ancaman yang ada," tegas Suide.

Selain Hutan Sumatera, wilayah lain yang kini juga masuk daftar situs terancam adalah cadangan bisofer Rio Platano di Honduras, wilayah yang terdiri dari hutan, kawasan mangrove, coastal lagoon, dan savana ini masuk dalam daftar terancam karena rendahnya penegakan hukum sehingga aktivitas perusakan semakin merajalela.


List of World Heritage in Danger diciptakan agar pemerintah negara setempat dan dunia internasional turut mendukung pelestarian wilayah tertentu. Sebelumnya, wilayah Virgin komi Forest di Rusia dan Machu Picchu yang dikenal sebagai peninggalan peradaaban Inca telah dimasukkan dalam daftar terancam ini.

Sumber: National Geographic
Hutan hujan tropis di Sumatera dimasukkan dalam status List of World Heritage In Danger atau dalam bahasa Indonesianya, daftar warisan dunia yang terancam akibat perusakan. Mengenai status itu di umumkan oleh World Heritage Committee dalam suatu pertemuan tahunan di Paris Perancis. Membuat hati terpana dan gusar. Sejauh itukah perusakan hutan Indonesia oleh hal - hal yang sebenarnya jauh dari akal sehat?

Masuknya hutan hujan tropis Sumatera ke dalam daftar diharapkan memberikan pesan bahwa pelestarian harus segera dilakukan. "Pesan bagi dunia untuk mendukung pelestarian situs ini," kata Peter Suide, penasehat senior di World Heritage International Union for Conservation of Nature ( IUCN ).


Sejak tahun 2004, IUCN mendorong masuknya kawasan hutan Sumatera dalam daftar situs terancam. Setelah pengawasan selama 5 tahun terakhir, IUCN dan UNESCO menemukan bahwa hutan Sumatera butuh restorasi segera. Pembangunan jalan, pertanian, dan perkebunan adalah ancaman utama bagi hutan ini. "Komite telah mengambil keputusan setelah debat bertahun - tahun. Kita perlu memastikan bahwa ini mendorong adanya langkah nyata untuk mengatasi ancaman yang ada," tegas Suide.

Selain Hutan Sumatera, wilayah lain yang kini juga masuk daftar situs terancam adalah cadangan bisofer Rio Platano di Honduras, wilayah yang terdiri dari hutan, kawasan mangrove, coastal lagoon, dan savana ini masuk dalam daftar terancam karena rendahnya penegakan hukum sehingga aktivitas perusakan semakin merajalela.


List of World Heritage in Danger diciptakan agar pemerintah negara setempat dan dunia internasional turut mendukung pelestarian wilayah tertentu. Sebelumnya, wilayah Virgin komi Forest di Rusia dan Machu Picchu yang dikenal sebagai peninggalan peradaaban Inca telah dimasukkan dalam daftar terancam ini.

Sumber: National Geographic
Read More
1 comment

Gunung Adalah Penjaga Bumi

Gunung adalah penjaga bumi dari ancaman berbagai bahaya yang pastinya mengancam manusia dan seluruh mahluk penghuninya. Selama ini bila kita ingat gunung, akan banyak hal yang terlintas dalam pikiran kita, diantaranya, gunung berapi yang meletus dengan sangat dahsyatnya. Disamping itu, letusan gunung bisa menimbulkan efek bencana alam yang luar biasa, seperti gempa bumi, tsunami dan yang pasti muntahan lava pijar yang mampu meluluhlantakkan sendi - sendi kehidupan.


Namun, apakah ini berarti bahwa ketiadaan gunung akan menghilangkan bencana alam yang kerap kali menelan korban jiwa ini, dan menjadikannya lebih aman untuk dihuni? Fakta menunjukkan sebaliknya. Bumi yang rata akibat ketiadaan gunung ternyata justru akan menghancurkan segala yang ada.

Kerak bumi adalah lapisan permukaan tempat kita sehari - hari berjalan dan membangun rumah dengan aman. Tetapi, kerak bumi ternyata tidak diam alias bergerak di atas suatu lapisan lain yang dinamakan mantle( jaket ), yang lebih padat dari kerak bumi. Jika tidak ada perangkat yang mengendalikan pergerakan kerak bumi ini, maka goncangan dan gempa terus - menerus akan terjadi di bumi, yang tentu menjadikannya tempat yang benar - benar tak dapat dihuni. Namun, keberadaan gunung - gunung dan struktur perpanjangannya yang menghujam jauh ke dalam bumi berperan besar mengurangi pergerakan lapisan di bawah permukaan tanah, sehingga mencegah atau memperkecil goncangan yang diakibatkannya.
Gunung - gunung di bumi terbentuk akibat pergerakan dan tubrukan antar - lempengan raksasa yang membentuk lapisan kerak bumi. Ketika dua lempengan saling bertubrukan, salah satunya biasanya akan menerobos di bawah lempengan yang kedua. Lempengan kedua yang berada bagian atas terdorong ke atas sehingga membentuk punggung gunung.

Pada saat bersamaan, lempengan yang berada di bawah terus menembus, menghujam ke bawah, dan membentuk perpanjangan yang jauh ke dalam bumi. Ini berarti gunung memiliki semacam akar berupa perpanjangan yang menancap dan menghujam ke dalam bumi. Bagian ini sama besarnya dengan punggung gunung yang tampak menjulang tinggi di atas permukaan bumi. Dengan kata lain, gunung tertancap dan mengakar kokoh pada bagian kerak bumi yang disebut mantle ( jaket ).

Jadi, gunung mencengkeram lempengan - lempengan bumi dengan memanjang ke atas dan ke bawah permukaan bumi. Dengan demikian gunung menembus dan menancap pada tempat bertemunya lempengan - lempengan tersebut. Dengan cara ini, gunung mencegah kerak bumi bergerak atau bergeser secara terus - menerus di atas lapisan magma atau di antara lapisan - lapisannya. Singkatnya, kita dapat menyamakan gunung sebagaimana paku atau pasak yang menancap dan mencengkeram lembaran - lembaran papan kayu dengan erat dan kokoh. Kerak bumi yang bersifat mudah bergerak ini diredam oleh gunung, sehingga mampu mencegah guncangan hingga batas tertentu.
Gunung yang tampak kokoh perkasa juga memiliki peran lain dalam menjaga keseimbangan di bumi, terutama dalam penyebaran panas. Perbedaan suhu antara khatulistiwa dan wilayah kutub bumi adalah sekitar 100 derajat C. Jika perbedaan suhu tersebut terjadi di permukaan bumi yang rata, maka ini akan memunculkan aliran udara berupa badai angin sangat kencang berkecepatan hingga 1000 km ( 621 mil ) per jam yang akan menghancurkan bumi. Namun, permukaan bumi yang tidak rata mampu menahan aliran angin kencang yang dimunculkan oleh perbedaan suhu ini.

Jajaran pegunungan bermula dengan gunung Himalaya di Cina, yang berlanjut dengan gunung Taurus di selatan Turki, dan kemudian naik ke atas hingga jajaran pegunungan Alpina di Eropa. Jajaran pegunungan Atlantik dan Samudera Pasifik juga memiliki fungsi yang sama. Sebagaimana seluk - beluk dan bagian bumi yang lain, apa yang ada pada gunung merupakan bagian dari kekuatan, kehebatan dan kesempurnaan ciptaan Tuhan. Tuhan telah menciptakan bumi beserta seluruh seluk - beluknya dengan sempurna sebagai tempat hidup kita.
Gunung adalah penjaga bumi dari ancaman berbagai bahaya yang pastinya mengancam manusia dan seluruh mahluk penghuninya. Selama ini bila kita ingat gunung, akan banyak hal yang terlintas dalam pikiran kita, diantaranya, gunung berapi yang meletus dengan sangat dahsyatnya. Disamping itu, letusan gunung bisa menimbulkan efek bencana alam yang luar biasa, seperti gempa bumi, tsunami dan yang pasti muntahan lava pijar yang mampu meluluhlantakkan sendi - sendi kehidupan.


Namun, apakah ini berarti bahwa ketiadaan gunung akan menghilangkan bencana alam yang kerap kali menelan korban jiwa ini, dan menjadikannya lebih aman untuk dihuni? Fakta menunjukkan sebaliknya. Bumi yang rata akibat ketiadaan gunung ternyata justru akan menghancurkan segala yang ada.

Kerak bumi adalah lapisan permukaan tempat kita sehari - hari berjalan dan membangun rumah dengan aman. Tetapi, kerak bumi ternyata tidak diam alias bergerak di atas suatu lapisan lain yang dinamakan mantle( jaket ), yang lebih padat dari kerak bumi. Jika tidak ada perangkat yang mengendalikan pergerakan kerak bumi ini, maka goncangan dan gempa terus - menerus akan terjadi di bumi, yang tentu menjadikannya tempat yang benar - benar tak dapat dihuni. Namun, keberadaan gunung - gunung dan struktur perpanjangannya yang menghujam jauh ke dalam bumi berperan besar mengurangi pergerakan lapisan di bawah permukaan tanah, sehingga mencegah atau memperkecil goncangan yang diakibatkannya.
Gunung - gunung di bumi terbentuk akibat pergerakan dan tubrukan antar - lempengan raksasa yang membentuk lapisan kerak bumi. Ketika dua lempengan saling bertubrukan, salah satunya biasanya akan menerobos di bawah lempengan yang kedua. Lempengan kedua yang berada bagian atas terdorong ke atas sehingga membentuk punggung gunung.

Pada saat bersamaan, lempengan yang berada di bawah terus menembus, menghujam ke bawah, dan membentuk perpanjangan yang jauh ke dalam bumi. Ini berarti gunung memiliki semacam akar berupa perpanjangan yang menancap dan menghujam ke dalam bumi. Bagian ini sama besarnya dengan punggung gunung yang tampak menjulang tinggi di atas permukaan bumi. Dengan kata lain, gunung tertancap dan mengakar kokoh pada bagian kerak bumi yang disebut mantle ( jaket ).

Jadi, gunung mencengkeram lempengan - lempengan bumi dengan memanjang ke atas dan ke bawah permukaan bumi. Dengan demikian gunung menembus dan menancap pada tempat bertemunya lempengan - lempengan tersebut. Dengan cara ini, gunung mencegah kerak bumi bergerak atau bergeser secara terus - menerus di atas lapisan magma atau di antara lapisan - lapisannya. Singkatnya, kita dapat menyamakan gunung sebagaimana paku atau pasak yang menancap dan mencengkeram lembaran - lembaran papan kayu dengan erat dan kokoh. Kerak bumi yang bersifat mudah bergerak ini diredam oleh gunung, sehingga mampu mencegah guncangan hingga batas tertentu.
Gunung yang tampak kokoh perkasa juga memiliki peran lain dalam menjaga keseimbangan di bumi, terutama dalam penyebaran panas. Perbedaan suhu antara khatulistiwa dan wilayah kutub bumi adalah sekitar 100 derajat C. Jika perbedaan suhu tersebut terjadi di permukaan bumi yang rata, maka ini akan memunculkan aliran udara berupa badai angin sangat kencang berkecepatan hingga 1000 km ( 621 mil ) per jam yang akan menghancurkan bumi. Namun, permukaan bumi yang tidak rata mampu menahan aliran angin kencang yang dimunculkan oleh perbedaan suhu ini.

Jajaran pegunungan bermula dengan gunung Himalaya di Cina, yang berlanjut dengan gunung Taurus di selatan Turki, dan kemudian naik ke atas hingga jajaran pegunungan Alpina di Eropa. Jajaran pegunungan Atlantik dan Samudera Pasifik juga memiliki fungsi yang sama. Sebagaimana seluk - beluk dan bagian bumi yang lain, apa yang ada pada gunung merupakan bagian dari kekuatan, kehebatan dan kesempurnaan ciptaan Tuhan. Tuhan telah menciptakan bumi beserta seluruh seluk - beluknya dengan sempurna sebagai tempat hidup kita.
Read More
1 comment