Apabila pendaki atau tim pendaki hanya satu atau dua kali menjejakkan kaki di puncak Everest, tidak demikian halnya dengan seorang pria yang akan kami tuliskan berikut ini. Sedikit mengingatkan, pendakian ke puncak Everest hampir tidak mungkin dilakukan tanpa bantuan Sherpa. Sherpa adalah sekelompok kecil masyarakat Himalaya yang bekerja sebagai pemandu dan pembawa logistik selama pendakian. Bisa dikatakan, Sherpa adalah kuda beban sekaligus kompas navigasi.
Namun sayangnya, peran Sherpa tidak pernah di publikasikan dalam kesuksesan sebuah pendakian. Yang di ekspos hanyalah kisah sukses seorang pendaki atau tim pendaki yang membawa pesan sponsor. Padahal, sepanjang umur sang pendaki, mereka mungkin hanya satu kali mencapai puncak Himalaya .
Adalah seorang Sherpa bernama Apa, yang berasal dari Nepal. Pada awal tahun 2011 ini, Sherpa Apa telah menjejakkan kakinya di puncak Everest untuk ke 21 ( dua puluh satu ) kali. Sebuah rekor yang tidak mungkin dapat dicapai oleh seorang pendaki gunung profesional sekalipun.
Menurut berita yang di rilis oleh Discovery News pada tanggal 11 Mei 2011, Sherpa Apa memimpin lima pendaki lainnya yang tergabung dalam tim Eco Everest Expedition 2011 dan berhasil mencapai puncak Everest . Tim Eco Everest Expedition 2011 mengusung misi khusus dalam pendakian kali ini. Mereka mengkampanyekan “kesadaran tentang dampak perubahan iklim di Himalaya”. Tim pendaki juga membersihkan sekitar 4 ton sampah dalam pendakian kali ini.
Kesuksesan Apa Sherpa kali ini di capai pada usia 51 tahun, dimana dia telah menekuni profesi Sherpa sejak tahun 1990 sekaligus menandai peran penting Sherpa di Himalaya, sejak misi menggapai puncak Everest pertama pada tahun 1953 yang dilakukan oleh Edmund Hillary dan Tenzing Norgay . Dan sejak saat itu, setidaknya telah ada sekitar 3.000 Sherpa di Himalaya dengan berbagai rentang umur, mulai dari yang tua hingga yang muda.
Kini, Apa Sherpa menetap di Salt Lake City, Utah, Amerika Serikat. Dia lalu mendapat sebutan SUPER SHERPA. Tetapi belakangan, sebutan Sherpa dipakai untuk semua pemandu lokal meskipun belum tentu dari suku Sherpa.
Belantara Indonesia
adalah Web Organisasi dan tidak ada jaminan bahwa tulisan di web ini akan adil, tidak bias dan seimbang. Bersikaplah dewasa dan jika anda membutuhkan opini dari pihak lain atau pihak yang berseberangan pendapat, anda dapat mencarinya dari sumber lain. Informasi yang disediakan oleh web ini bersifat apa adanya, tanpa jaminan dengan kepercayaan penuh pada kedewasaan para pembacanya. Dan opini didalam web ini adalah murni opini kami, tidak mewakili opini organisasi lain maupun institusi baik secara langsung maupun tidak langsung.




3 comments
tangguh tangguh sekali sherpa ini
semoga semakin semakin semangat ajah yaa
salm kenal
Mantaapppp...
Semangaaaaatttt....
pingin rasanya ikutan begituan,,,,
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial Belantara Indonesia. Kami berhak menghapus kata - kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, antar golongan, porno serta spammer, Terima kasih Sahabat alam Indonesia!