Subcribe to our RSS feeds Join Us on Facebook Follow us on Twitter Add to Circles
+82221152857 wijayadie@yahoo.com
Memuat...

Eyang Lawu Di Taman Sari Bawah

Sharing Yaa
Eyang Lawu selama ini identik dengan penyebutan sang penunggu gunung Lawu di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tetapi benarkah Eyang Lawu itu sosok yang nyata dan ada di Lawu? Kembali mengulas pendakian kami ke gunung Lawu lewat jalur Cemoro Kandang di Jawa Tengah. Pendakian yang nyaris sempurna, hanya satu ketidaksempurnaan, yakni hujan deras yang mengguyur hampir sepanjang malam.


Di awali dari pos 1 hingga pos 3 hujan mengguyur dan senter badai kami padam! Akhirnya terpaksa berhenti langkah karena gelap bersarang. Menjelang pagi kami lanjutkan lagi perjalanan hingga sampai pos 5 di atas Cokro Srengenge di dekat taman Edelweis Lawu.


Singkatnya, dalam perjalanan turun, dari pos 2 Taman Sari Atas menuju pos 1 Taman Sari Bawah, hujan masih mengguyur deras, membuat tak sabar hingga pos 1 untuk rehat sejenak mengistirahatkan raga yang lelah. Hingga di pos 1 kami putuskan tidur di pos dan akan meninggalkan Lawu keesokan harinya.

Pagi tiba saat kami bangun, suasana pos 1 telah berubah, ada sosok yang baru kami temui sepanjang kami mengarungi Lawu. Kami jabat tangan dan memperkenalkan diri dari Belantara Indonesia Jogjakarta. Obrolan berlangsung akrab dengan pria tua berambut gondrong, yang kami panggil Eyang Lawu, karena dari obrolannya, kami tangkap, dia sangat mengenal medan Lawu dan sering membantu menjadi SAR di sana.

Eyang Lawu


Hingga pada akhirnya, rencana kembali ke Jogja pagi menjadi siang hari baru terlaksana karena obrolan panjang lebar. Dan bagi kawan yang pernah atau ingin menuju Lawu lewat Cemoro Kandang, bila bertemu beliau, galilah banyak cerita dari beliau, karena banyak ilmu yang bisa kita ambil dari petualang tua. Ilmu baik dan berguna. Tidak hanya omong kosong belaka. Atau yang pernah berbagi cerita dengan beliau bisa di share kan disini.




Hanya sekedar sharing, dan mungkin bukan hal penting bagi anda, tetapi bagi kami ini adalah kenangan baik yang tidak akan terlupa bila menuju Lawu kembali. Selamat berpetualang, dan salam rimba Indonesia!

Artikel terkait untuk dibaca



5 Belantara Indonesia Fans:

  1. wah eyang lawunya sudah tua juga yah, makasih gan sudah berbagi ceritanya

    BalasHapus
  2. kapan ya... saya seperti jenengan berpetualang terus... maju terus pantang mundur belantara ...ha..ha.

    BalasHapus
  3. @hamdaka hahaha..tiap orang punya hobby ndiri2 mas...aku suka ini, njenengan suka itu..( itu?)..hhehehehehe

    BalasHapus
  4. Ternyata eyang Lawu udah tua yach...!!!!

    Makasih bnyak info...!!!!

    BalasHapus
  5. pengen berpetualangan, enak engga ya.

    :(

    BalasHapus

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial Belantara Indonesia. Kami berhak menghapus kata - kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, antar golongan, porno serta spammer, Terima kasih Sahabat alam Indonesia!