Pengetahuan Sebelum Ke Gunung Gede

Gunung Gede di wilayah Jawa Barat memiliki tingkat kunjungan yang tinggi, karena lokasinya dekat dengan wilayah Jakarta dan Bandung, yang juga penuh dengan  Universitas - universitas. Banyak dari Mapala menjadikan gunung Gede sebagai ajang penggodokan anggota Mapala baru. Itulah salah satu sebab tingginya kunjungan menuju Gunung Gede. Dan kini perlu menjadikan pengetahuan bagi para pendaki sebelum mendaki gunung Gede.


PERATURAN SEMAKIN DIPERKETAT

Semua diberlakukan demi habitat alamnya terjaga, maka perketatan pendakian Gede di buat.

1. Melakukan booking pendakian sebelum mendaki paling cepat 1bulan sebelum pendakian, paling lambat pada hari H jika kuota masih tersedia. Kuota pengunjung pendakian di TNGGP ditetapkan 600 orang / hari ( Pintu Cibodas 300 orang / hari; Pintu Gunung Putri 200 orang / hari; Pintu Selabintana 100 orang / hari )

2. Lama maksimum pendakian adalah 2 hari. Kecuali ada izin khusus ( penelitian dll ). Untuk pendakian lebih dari 2 hari 1 malam, dikenakan biaya tambahan Rp 100 ribu.

3. Setiap pendaki diwajibkan masuk dan keluar ( chek in / chek out ) di pintu masuk / keluar pada pukul 07.00 – 22.00 WIB.

4. Jumlah pendaki minimum 3 orang. Maksimum 10 org untuk umum, 20 orang untuk pelajar.

5. Harga tiket masuk sebesar Rp 2000,- ditambah asuransi sebesar Rp 2500,- ( asuransi bersifat wajib )

6. Penutupan pendakian rutin dilakukan pada tanggal 1 - 31 Agustus dan 1 Januari - 31 Maret.

7. Larangan – larangan meliputi diantaranya : membawa alat musik dan alat bunyi - bunyian lainnya ( gitar, piano, seruling, harmonika, peluit, dll ), alat elektronik seperti radio komunikasi ( Handy Talky ), radio, tape, walkman, gamewatch, wireless dan lain - lain, kecuali jam tangan, telepon seluler ( ponsel ) dan kamera saku, senjata tajam ( pisau lipat, belati, golok ), senjata api, narkoba, cat semprot, detergen.

8. Bagi rombongan pendaki yang membawa makanan kaleng, petugas lapangan dapat memberikan ijin membawa pisau lipat kecil 1 ( satu ) buah untuk setiap rombongan.

9. Terdapat beberapa peralatan yang menjadi kewajiban bagi pendaki untuk digunakan seperti tertulis dalam halaman 38 Petunjuk Teknis Pendakian TNGP : Demi kenyamanan dan keamanan, setiap pendaki diwajibkan untuk menggunakan:

- Tenda kedap air
- Ransel / carier dengan spesifikasi kuat dan kondisi baik ( jahitan, resleting, pengikat ), nyaman dipakai, Kapasitas 60 – 100 lt, tidak mengganggu pergerakan.
- Matras dengan spesifikasi ketebalan min 3 mm, lebar min 40 cm, panjang min 180 cm, dapat digulung dan memakai pengikat, ringkas;
- Kantong tidur ( Sleeping bag );
- Sarung tangan dengan spesifikasi jari - jari tangan tertutup, sesuai dengan ukuran tangan menutup / melebihi pergelangan tangan;
- Kaos kaki diutamakan bahan semi wool, kuat dan tebal, bahan bukan nylon dan membawa cadangan ( 2 Ps );
- Baju lapangan tangan panjang, mudah kering ( menyerap keringat )serta tidak terlalu longgar / ketat;
- Celana lapangan dengan spesifikasi bahan tidak terbuat dari jeans, mempunyai saku tambahan ( saku samping ), tidak terlalu longgar / ketat;
- Pakaian tidur / training / sweater / kaos tangan panjang yang bersifat menghangatkan ( 1 Stel );
- Balaclava / kupluk diutamakan bahan semi wool
- Sepatu diutamakan sepatu militer, kuat, nyaman dengan membawa tali sepatu cadangan ( 1 Ps );
- Jas hujan jenis ponco terdapat lubang untuk kepala Jenis bahan tidak mudah sobek/berserat / plastic;
- Webbing bukan tali / tambang ( plastic / sabut ) dengan spesifikasi jenis tubular, Lebar 27 mm, Panjang 4 m, kondisi baik ( tidak aus dan lapuk );
- Lampu senter menggunakan 2 buah baterai besar, diberi tali gantungan dengan bohlam cadangan ( 2 buah ), baterai cadangan ( 2 buah );
- Lampu badai;
- Peralatan masak : misting / nasting lengkap dengan spesifikasi bahan aluminium dan memakai pembungkus, parafin atau kompos gas kecil;
- Perbekalan logistik, disesuaikan dengan rencana perjalanan dan jumlah anggota kelompok;
- Obat - obatan pribadi ( alat P3K ).


Mendaki Gunung Gede dan Pangrango kini boleh tanpa pemandu lagi. Setelah hampir setahun diberlakukan, mulai April 2010 peraturan bernomor SK 84 / 11-TU / 1 / 2009 itu dicabut. Peraturan yang efektif mulai 10 Agustus 2009 itu menyebutkan untuk mendaki Gunung Gede dan Gunung Pangrango semua pengunjung harus menggunakan jasa pemandu ( guide ), yang tarifnya Rp 300.000 / orang untuk perjalanan 2 hari satu malam.

Namun, seperti diberitakan dalam laman Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ( TNGGP ), kini wisatawan Nusantara ( wisnu ) yang akan mendaki ke Gunung Gede atau Gunung Pangrango kini boleh tanpa disertai pemandu, asal memenuhi syarat yang ditentukan pihak TNGGP. Namun peraturan baru ini tak berlaku bagi wisatawan mancanegara ( wisman ), yang artinya mereka masih harus menggunakan pemandu saat akan naik ke puncak dua gunung tersebut.

TARIF TIKET

Wisatawan Nusantara:
Tiket masuk: Rp. 2.500 / hari / orang
Asuransi : Rp. 2.000 / orang

Wisatawan Mancanegara:
Tiket masuk: Rp. 20.000 / hari / orang
Asuransi : Rp. 2.000 / orang
Wisman yang menunjukkan KIMS atau KITAS dapat memperoleh harga tiket yang sama dengan wisatawan Nusantara.

Artikel Belantara Indonesia Lainnya Seputar:



Kaizar MahameruBelantara Indonesia adalah Web Organisasi dan tidak ada jaminan bahwa tulisan di web ini akan adil, tidak bias dan seimbang. Bersikaplah dewasa dan jika anda membutuhkan opini dari pihak lain atau pihak yang berseberangan pendapat, anda dapat mencarinya dari sumber lain. Informasi yang disediakan oleh web ini bersifat apa adanya, tanpa jaminan dengan kepercayaan penuh pada kedewasaan para pembacanya. Dan opini didalam web ini adalah murni opini kami, tidak mewakili opini organisasi lain maupun institusi baik secara langsung maupun tidak langsung.

2 comments

Sabtu, 02 April 2011 19:55:00 WIB Reply To This Comment

saat ini kesadaran untuk memelihara kelestarian alam semakin meningkat, smg saja kedepannya jg..

Sabtu, 02 April 2011 20:03:00 WIB Reply To This Comment

@pelangi anak Harapan dan dukungan juga punya arti bagus..thx u ..semoga kedepannya..alam kita tak rusak oleh badai manusia serakah..

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial Belantara Indonesia. Kami berhak menghapus kata - kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, antar golongan, porno serta spammer, Terima kasih Sahabat alam Indonesia!