Subcribe to our RSS feeds Join Us on Facebook Follow us on Twitter Add to Circles
+82221152857 wijayadie@yahoo.com

Gunung Ciremai Lewat Jalur Linggarjati

Sharing Yaa
Linggarjati adalah gerbang utama menuju Ciremai, selain juga terkenal dahulu dengan perjanjian Linggarjati jaman penjajahan Belanda. Untuk menuju Linggarjati, dari terminal Cirebon, naik bis jurusan Kuningan dan turun di terminal Cilimus atau di pertigaan menuju pusat desa Linggarjati lalu meneruskan menuju desa Linggarjati dengan menggunakan minibus. Disana kita bisa menginap di rumah - rumah penduduk daripada di hotel - hotel yang bertarif cukup mahal.

Desa Linggarjati merupakan desa yang bersejarah dimana kita bisa mengunjungi Gedung Linggarjati, yang dijadikan museum untuk mengenang perjanjian Linggarjati yang dilaksanakan tahun 1946. Setelah pendakian kita bisa menikmati pemandian air panas yang terletak di Desa Sangkan Hurip, 4 km ke arah timur Linggarjati, yang mengandung yodium, berbeda dengan kebanyakan pemandian air panas alami yang mengandung belerang.


Jalur pendakian Linggarjati ini sangat jelas, karenanya menjadi pilihan utama para pendaki. Dibandingkan dengan jalur Palutungan, jalur Linggarjati ini lebih curam dan sulit, dengan kemiringan sampai 70 derajat. Di jalur ini, air hanya terdapat di Cibunar. Dari Desa Linggarjati berjalan lurus, kurang lebih ½ jam, mengikuti jalan desa menuju hutan pinus, kita akan sampai di Cibunar ( 750 mdpl ). Disini kita menjumpai jalan bercabang, ke arah kiri menuju sumber mata air dan lurus menuju arah puncak. Kalau tidak bermalam di Desa Linggarjati, kita bisa berkemah di Cibunar. Persediaan air sebaiknya disiapkan disini, karena setelah ini tidak ada mata air lagi.

Dari Cibunar, kita akan mulai mendaki melewati ladang dan hutan pinus, dan kita akan melewati Leuweung Datar ( 1.285 mdpl ), Condong Amis ( 1.350 mdpl ), dan Blok Kuburan Kuda ( 1.580 mdpl ), disini kita dapat mendirikan tenda. Dari Cibunar ke Blok Kuburan Kuda diperlukan waktu kira - kira 3 jam.

Jalur akan semakin curam dan kita akan melewati Pengalap ( 1.790 mdpl ) dan Tanjakan Binbin ( 1.920 mdpl ) dimana kita bisa temui pohon - pohon palem merah. Selanjutnya kita akan melewati Tanjakan Seruni ( 2.080 mdpl ) dan Bapa Tere ( 2.200 mdpl ), kemudian kita sampai di Batu Lingga ( 2.400 mdpl ), dimana terdapat sebuah batu cukup besar di tengah jalur. Menurut cerita rakyat, dasar kawah gunung Ciremai sama tingginya dengan Batu Lingga ini. Perjalanan dari Kuburan Kuda sampai Batu Lingga memakan waktu antara 4 - 5 jam. Di beberapa pos, kita dapat menjumpai nama tempat tersebut, walaupun kadang kurang jelas karena dirusak.

Dari Batu Lingga kita akan melewti Sangga Buana Bawah ( 2.545 mdpl ) dan Sangga Buana Atas ( 2.665 mdpl ), mulai di jalur ini kita bisa memandang ke arah pantai Cirebon. Burung - burung juga akan mudah dijumpai di daerah ini, dan selanjutnya kita akan sampai di Pengasinan ( 2.860 mdpl ), yang membutuhkan waktu 1,5 jam dari Batu Lingga. Disekitar Pengasinan banyak dijumpai Edelweis Jawa ( Bunga Salju ) yang langka itu, namun dari waktu ke waktu semakin berkurang jumlahnya akibat sering dipetik. Dari Pengasinan menuju puncak Sunan Telaga / Sunan Cirebon ( 3.078 mdpl ) masih dibutuhkan waktu sekitar ½ jam lagi dengan melewati jalur yang berbatu - batu.

Dari puncak, akan kita saksikan pemandangan kawah - kawah Gunung Ciremai yang menawan. Bila cuaca cerah kita juga dapat menikmati panorama yang menarik ke arah kota Cirebon, Majalengka, Bandung, Laut Jawa, Gunung Slamet, dan gunung - gunung di Jawa Barat. Pemandangan lebih menarik akan kita jumpai pada waktu matahari terbit dari arah laut Jawa. Suhu di puncak bisa mencapai 8 - 13 C. Dari puncak ke arah kanan kita bisa menuju ke kawah belerang yang ditempuh dalam ½ jam perjalanan. Untuk mengitari puncak dan kawah - kawahnya diperlukan waktu 2,5 jam.

Dari puncak ke arah kiri 15 - 20 menit perjalanan, kita akan jumpai 3 buah cerukan yang dapat kita gunakan untuk bermalam dan membuka tenda, tempatnya cukup nyaman karena posisinya lebih rendah dari puncak dinding kawah. Perjalanan mendaki puncak Gunung Ciremai rata - rata membutuhkan waktu 8 - 11 jam dan 5 - 6 jam untuk turun. Dengan demikian kita harus mendirikan tenda di perjalanan, karena itu perlengkapan tidur dan perlengkapan masak adalah suatu keharusan. Pendakian pada musim kemarau culup menyenangkan karena cuaca lebih bersahabat, dan kondisi medan tidak terlalu licin serta pemandangan lebih cerah.

Thanks To : Tapala

Artikel terkait untuk dibaca



5 Belantara Indonesia Fans:

  1. Wah, lengkap banget infonya.. sayangnya aku baru nyampe kakinya Ciremai, ga kesampaian pengen ke puncaknya. hiks.. :'( hehe... makasih nih, btw 2 tahun yg lalu aku bolak-balik tuh ksana. hehe *curhet*
    thanks kawan..

    BalasHapus
  2. linggarjati kalau g salah dulu dalam pelajaran sejarah adalah nama sebuaghh perjanjian sekarang di jadikan nama daerah, buat para pecinta pendakian khususnya para pecinta alam mungkin ini bisa jijadikan informasi alternativ

    BalasHapus
  3. Sudah cukup lama saya tidak berkunjung ke sana. Peta jalur pendakian tentu sangat membantu kami untuk gambaran medan, selain deskripsi pos ke pos dengan fasilitas penunjuk jalur. Dulu ada semacam kebiasaan menggantungkan kantong plastik/botol berisi air seni kalau pendaki terpaksa buang air kecil. Meski unik seperti seni instalasi di sepanjang jalur, rasanya perlu bak sampah di pos-pos yg setiap ada kegiatan bersih gunung dibawa turun agar gunung tetap lestari. Semoga udah jauh berubah. Bravo Belantara-Ciremai.

    BalasHapus
  4. bulan ini rencananya saya ingin kesana....doakan..... :)

    BalasHapus

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial Belantara Indonesia. Kami berhak menghapus kata - kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, antar golongan, porno serta spammer, Terima kasih Sahabat alam Indonesia!