Subcribe to our RSS feeds Join Us on Facebook Follow us on Twitter Add to Circles
+82221152857 wijayadie@yahoo.com
Memuat...

Jalur Pendakian Gunung Leuser

Sharing Yaa
Taman nasional gunung Leuser terletak di propinsi Naggroe Aceh Darussalam dan propinsi Sumatera Utara dan merupakan hutan lindung yang harus di jaga dan di lestarikan. Secara spesifik, gunung Leuser terdiri dari Suaka Margasatwa Kluit, Suaka Margasatwa Gunung Leuser, Suaka Margasatwa Kappi, Suaka Margasatwa Langkat Selatan, Suaka Margasatwa Sikundur, Taman Wisata Lawe Gura, Taman Wisata Sikundur dan hutan lindung serta hutan produksi terbatas.

AKSES MENUJU LEUSER

Dari terminal Pinang Baris - Medan, pendaki dapat naik bis berukuran besar seperti Garuda, Pinem atau selain menuju Kutacane yang berjarak 233 km, dengan memakan waktu kira - kira 10 - 12 jam. Dalam perjalanan tersebut pendaki akan melewati Brastagi dan Kaban jahe. Kutacane merupakan ibukota Aceh Tenggara. Daerah ini membentang diantara jalan raya yang menghubungkan Banda Aceh dengan Bakingan, yang membentang sepanjang 508 km. Selain melalui Medan, Kutacane juga dapat ditempuh melalui Banda Aceh dengan mengendarai Colt L-300. Selanjutnya dari kutacane naik angkutan lokal ( Loser, Marmas ) Jurusan Blangkajeren ke Desa Angusan, atau dapat mencarter langsung ke Desa Kedah Penosan.


JALUR PENDAKIAN

Sekarang sudah terdapat 4 jalur yakni jalur normal, merupakan jalur pertama yang dibuka oleh Wanadri. Jalur ini mengambil start dari Desa Kedah Penosan Kuta Panjang Aceh Tenggara. Tiga jalur lainnya terdapat pada pendakian Gunung Leuser melalui jalur selatan. Ketiga jalur tersebut yakni jalur Peulumat yang dibuka oleh UKM PA Leuser Unsyiah pada tahun 1994, yang startnya dimulai dari Desa Peulumat Kecamatan Labuhan Aceh Selatan, jalur Rika Vandayana yang dibuka pada tahun 1990.

Perintisan jalur tersebut gagal dan hilang, karena saat rombongan menyeberangi Sungai Kerueng Meukek dilanda air bah, yang mengakibatkan tewasnya Rika Vandayana yang juga merupakan Anggota Wanadri. Beberapa waktu kemudain jalur ini dirintis kembali oleh tim putri Jeumpa pada tahun 1995 yang mengambil start dari Desa Jambo Papeun Kecamatan Meukek Aceh Selatan. Jalur ini kemudian diberi nama jalur Putri Jeumpa. dan jalur Manggeng yang dirintis oleh anggota gabungan Wanadri dan Brimob Polri pada bulan Mei 1994 melalui kecamatan Manggeng Aceh Selatan.

GREEN SINEBUK ( KEDAH ) - SIMPANG ANGKASAN
Dari jalur Kedah Aceh Tenggara, puncak gunung yang dituju tidak kelihatan berbeda dengan gunung-gunung lain yang ada di Jawa. Green Sinebuk merupakan pos terakhir berupa Bungalow yang berada pada ketinggian 1555 mdpl. Vegetasi di sekitar daerah ini merupakan daerah perkebunan masyarakat dan hutan herogen dengan keadaan alam yang berupa perbukitan dataran tinggi. Setiba di daerah ini pendaki akan diserbu oleh para guide yang memasang tarif antara Rp. 800.000 s/d Rp.1.000.000 per pendakian. Disekitar area ini terdapat 7 etnis penduduk yang mendiami seputar ekosistem Leuser yaitu Gayo, Aceh, Melayu, Alas, Singkil, Karo dan Pakpak. Untuk menuju puncak gunung Leuser diperlukan waktu selama 9-10 hari tergantung cuaca dan kondisi fisik pendaki. Maka secara total pulang - pergi, pendakian memakan waktu kira - kira 14 - 16 hari. untuk mencapai puncak gunung Leuser pendai harus melewati 7 gunung lagi sebagai persyaratannya.

Hutan pertama yang ditemui kondisinya masih cukup rimbun dan berlumut yang menyebabkan jalan setapaknya sangat licin. karena lebatnya hutan di daerah ini, sinar mataharipu tidak samai ke tanah sehingga kelembabannya menjadi abadi. Menurut penduduk setempat, daerah di sekitar ini terdapat " persimpangan siluman " yang merupakan sebuah persimpangan menuju perkebunan ilegal " perkebunan daun surga " yang di kelola oleh oknum - oknum tertentu. Disinyalir harimau Sumatera masih berkeliaran di sekitar daerah ini. Dan di sepanjang jalan akan disajikan pemandangan hewan - hewan yang langka. Menuju Simpang Angkasan diperlukan waktu normal pendakian 9 - 10 jam, itupun jika di dukung cuaca yang bersahabat.

SIMPANG ANGKASAN - JAMBUR
Simpang Angkasan terdapat disebuah pegunungan yang berada di ketinggian 1525 mdpl. Vegetasi di sekitar adalah hutan heterogen dan hutan yang telah hangus terbakar.Banyak terdapat jenis burung dan tumbuhan pemangsa binatang ( kantong semar ). Didaerah ini pendaki diwajibkan waspada karena terdapat percabangan lintasan yang cukup membingungkan. Untuk itu diperlukan Orientasi dan navigasi yang jitu dan tepat agar pendaki dapat meneruskan perjalanan menuju jambur. Lintasan menuju Jambur mulai nanjak dan berat dengan lebatnya vegetasi yang di dominasi oleh juluran pohon rotan. Diperlukan waktu 2 - 3 jam menuju Jambur.

JAMBUR - PUNCAK ANGKASAN
Jambur merupakan sebuah pos pendakian yang berupa tanah terbuka dan disekitar terdapat genangan air yang dapat digunakan sebagai keperluan memasak bagi para pendaki. Untuk menuju puncak Angkasan diperlukan waktu 3 - 4 jam dengan lintasan yang tetap menanjak.

PUNCAK ANGKASAN - SIMPANG JI'IT
Puncak Angkasan berada pada ketinggian 2891 mdpl. Disini pendaki dapat menjumpai beberapa jenis fauna. Perjalanan kesana ditempuh dengan menyusuri sebuah punggungan yang berhutan sangat lebat. Perjalanan kira - kira memakan waktu 2 - 2.5 jam dengan panjang lintasan 3.4 km.


Simpang JI'IT biasa dikenal juga dengan simpang 21. Selepas area ini lintasan tetap landai. Sekitar 1 km kemudian pendaki akan memasuki area hutan kayu manis. Selanjutnya pendaki harus benar - benar kembali menentukan orientasi medan yang tepat karena lintasan banyak tertutup oleh semak. Untuk sampai lintasan Badak pendaki perlu menempuhnya selama 3.5 - 4 jam dengan lintasan menanjak.

LINTASAN BADAK - BLANGBEKE
Lintasan Badak merupakan area camp yang berada didekat Bukit Perpanji. Biasanya pendaki berada disini jika telah memasuki hari kelima. Setelah itu lintasan menuju Blangbeke sangatlah panjang yang memakan waktu pendakian 8 - 10 jam. Untuk itu pendaki dianjurkan menimbun logistik sebagai cadangan makanan saat turun kelak.

BLANGBEKE - KOLAM BADAK
Selepas area Blangbeke kondisi medan mulai memasuki daerah berhutan lebat dan pepohonannya diselimuti lumut tebal. Vegatasi sepanjang lintasan ini sangatlah beragam mulai dari pohon berbatang keras dan lebat hingga semak dan benalu yang menempel apada pepohonan besar tersebut. Namun sepanjang lintasan ini belum dapat ditemui edelweis. Selepas area tersebut pendaki akan menyeberangi tiga buah sungai kecil dan sangat jernih dan dingin, dan sebuah sungai yang cukup besar dengan luas penampang mencapai 10 m, yang bernama sungai Alas 2 . sekitar 3 jam kemudian, pendaki akan tiba di Camp Kolam Badak.

KOLAM BADAK - BIPAK
Dinamakan kolam badak karena tempat ini sering digunakan berkubang oleh Badak - Badak Sumatera. Panorama disekitar kolam badak ini sangatlah indah bila cuaca cerah. Karena lokasinya sangat terbuka sehingga memungkinkan pendaki untuk menyaksikan area di kawasan bawah. Selain itu di tempat ini juga terdapat genangan air yang menyerupai sebuah danau. Ditempat yang cukup terbuka dengan sinar matahari yang cukup ini pendaki dapat menyempatkan diri menjemur segala perlengkapan pendakian yang basah. Selepas area kolam badak medan yang akan dilalui pendaki kembali menanjak dan sesekali menurun dengan pemandangan yang sangat indah. untuk mencapai Camp Bipak perlu waktu 5.5 - 6 jam.

BIPAK - BIPAK KALENG
Bipak kaleng merupakan sebuah pos yang berasal dari kata bivoak atau bivak. Tempat ini berada disebuah puncak bukit kecil yang tak bernama, biasanya pada hari ke 7 pendaki akan tiba disini. Puncak Leuser belumlah menampakan dirinya. Untuk sampai ke bipak kaleng memakan waktu selama 5-6 jam pendakian dengan medan yang hampir sama dengan sebelumnya, yakni naik turun melewati perbukitan dan lembah.


BIPAK KALENG - BIPAK BATU
Dinamakan bipak kaleng karena diarea ini terdapat bekas kaleng sisa makanan yang didrop dari helikopter kepada rombongan yang kehabisan perbekalan. untuk sampai ke bipak batu hanya memerlukan waktu 30 - 45 menit.

BIPAK BATU - PADANG SABANA
Dinamakan bipak batu karena di tempat ini banyak terdapat batu berserakan dengan dikelilingi vegetasi semak dan nyaris tidak terdapat pepohonan. Dari area ini puncak Gunung Leuser masih belum tampak. Selepas area ini lintasan landai dan tidak begitu menanjak. Ditengah pendakian dapat di temui sebuah sungai kecil yang membentang, airnya jernih. Untuk mencapai padang sabana diperlukan waktu 4 - 4.5 jam.

PADANG SABANA - PUNCAK LOSER
Padang sabana merupakan padang rumput yang sangat luas dan indah. Area ini dapat digunakan pendaki sebagai tempat summit attack untuk keesokan harinya menuju puncak Loser. Lintasan menuju puncak loser tidaklah begitu menanjak dan hanya membutuhkan waktu selama 1.5 jam. Puncak Loser merupakan yang tertinggi dari puncak Leuser. Puncak ini mempunyai ketinggian 3404 mdpl, dan hanya berdampingan dengan puncak gunung Leuser yang merupakan rentetan Bukit Barisan yang memanjang di sepanjang pulau Sumatera.

Kemudian perjalanan dapat dilanjutkan menuju Puncak Leuser yang membutuhkan waktu pendakian 5 - 6 jam, dengan melewati beberapa punggungan. Setiba di Puncak Leuser pendaki dapat menyaksikan indahnya Taman Nasional Gunung Leuser yang berbukit - bukit bergelombang seluas 950.000 ha dan dihiasi oleh deburan ombak nun jauh di sisi selatan diantara kabut tipis yang melintas, yang menyadarkan betapa kecilnya umat manusia dibandingkan ciptaan Tuhan.

PERIZINAN


Selain medan yang membahayakan, juga karena keadaan keamanan di NAD belum sepenuhnya stabil maka pendaki diharapkan mengurus segala perizinan mulai dari Pemda TK I, Kadit Sospol, Kapolres Aceh Tenggara, Basarnas di KKR Polonia Medan, TNGL Aceh Tenggara, Surat keterangan dari organisasi pendakian dan juga surat keterangan dokter.

Artikel terkait untuk dibaca



9 Belantara Indonesia Fans:

  1. misal naik Leuser, tanpa guide, itu bisa g boz?
    dalam artian, bisa lolos perijinannya..
    thnx

    BalasHapus
  2. @Nanda bisa...spt gunung2 lain, guide juga bukan hal yg harus ada

    BalasHapus
  3. sekedar melengkapi info... bahwa setahu saya jalur kedah (tenggara) bukan wanadri yg buka, jalur itu sudah ada sejak dulu. Wanadri 1990 mencoba punggungan selatan dan gagal saat terjadi musibah yg merenggut nyawa seorang anggotanya. UKM PA Leuser pada 1993 melakukan ekspedisi dari selatan dan waktunya hampir bersamaan dgn Tim Stupala Borobudur Jkt. Saat itu tim Stupala Univ Borobudur juga gagal mencapai puncak dan kehilangan 1 org pendakinya, Alm Hendra Budi. Lalu pada 1994 tim EJSL UKM Leuser kembali mencoba menembus jalur selatan dan berhasil. Pada April 1995 Tim Ekspedisi Putri Jeumpa yg beranggotakan para pendaki putri Aceh berhasil menembus jalur Wanadri(Alm. Rika Vandayana). Pada Agustus-Sept 1995 Tim Ekspedisi Jalur Selatan - Barat Daya Leuser, dari Mapagratwa Politeknik Medan yg saya pimpin juga melakukane kspedisi peri
    ntisan jalur, sedikit berbeda dgn jalur Rika Vandaya pada bagian awal sebab melipiri bukit Meukek dan Krueng Meuh. Seminggu sebelum keberangkatan kami Tim Ekspedisi Leuser Impeesa Perbanas Jkt jg memulai start dariJambo Papeun dengan anggota tim 17 org dan porter 7 org. Mereka akhirnya memutuskan kembali turun di hari ke 11, sedangkan kami yg berbeda 1 punggungan disebelah mereka dgn 6 org pendaki dan 2 org tim komunikasi meneruskan hingga berhasil menembus puncak pad hari ke 27 sejak start. Seminggu kemudian kami berhasil kembali ke BC di meukek.Panjang seluruh trek sekitar 95 km melintasi 7 punggungan sebelum sampai di bukit setan, punggungan terakhir sebelum puncak leuser (tanpa triangulasi) dan sekitar 4 jam berjalan lagi untuk sampai di puncak Loser (Triangulasi S-227). Perlu digaris bawahi bahwa di bukit setan itu sepertinya ada medan magnet yg kuat sebab semua kompas kami ngaco dan kami sempat terputar hingga akhirnya muncul ti bekas camp kami sendiri yg telah kami lalui 2 hari sebelumnya. Pengalaman sama yg dialami tim Stupala Borobudur 1993. Setelah itu hingga kini saya tak pernah lagi mendengar ada yg mencoba ketiga jalur selatan itu...

    BalasHapus
  4. salam kenal saya dari Himakpa ITN Malang,,,,,,tahun 1992 saya pernah kesana....starnya agak lupa yg saya ingat saya sempat nginap di blangkijeren dan sempat ketemu sama camat kota panjang krn wilayahnya kami liwati sebagai awal star.......memang jalur pendakian kesana luar biasa......hebatnya. mungkin menjadi kenangan buat temen2 yang pernah kesana. Pada saat kami kesana team kami berbarengan dengan team dari Kapa UI tapi mereka sudah berangkat 3 minggu sebelumnya melalui jalur selatan / star dari tapak tuan (gagal karena kehabisan makanan sehingga team KAPA UI harus dievakuasi dengan helikopter)....Lama perjalanan kami PP adalah 11 hari ....5 anggota dan 2 porter....terus terang rata2 berat badan kami ber 5 pada turun 5-7kg.

    BalasHapus
  5. Waaah, ngerih jga tpi keren. Saiia jdi pngen k sna jga?

    BalasHapus
  6. Boleh minta CP buat pendakian ke sana?

    BalasHapus
  7. Waw..seru dan menantang,mdh2an IMPALA SMU 15 pnya kesempatan mencoba menaklukan leuser

    BalasHapus

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial Belantara Indonesia. Kami berhak menghapus kata - kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, antar golongan, porno serta spammer, Terima kasih Sahabat alam Indonesia!