Subcribe to our RSS feeds Join Us on Facebook Follow us on Twitter Add to Circles
+82221152857 wijayadie@yahoo.com
Memuat...

Jalur Pendakian Gunung Guntur

Sharing Yaa
Gunung Guntur berketinggian 2.249 mdpl adalah gunung aktif di wilayah Garut. Gunung Guntur tak sepertti gunung - gunung lainnya, gunung Guntur justru terlihat tandus dan gersang, sehingga jalur pendakiannya di dominasi oleh savanna dan batuan kerikil kecil sisa dari letusan.

www.belantaraindonesia.org

Dan susahnya, kita akan sulit bertemu pohon besar guna untuk berteduh dari panas maupun hujan dalam pendakian. Terutama jalur setelah lewat curug Citiis. Medan yang tandus dan gersang membuat gunung guntur lebih dikenal karena cuacanya yang liar. Tekanan angin dan suhu udara yang panas, bahkan bisa di bilang ganas.

Untuk mendaki gunung guntur, kita bisa melalui jalur curug citiis, yang berada di kampung citiis, kecamatan Tarogong kaler, Kabupaten Garut. Jalur pendakian ini merupakan jalur terpendek dan termudah yang ditemukan oleh Frans Junghun. Jalur ini selain melewati air terjun atau curug citiis, anda juga akan melalui lokasi penambangan pasir citiis yang beroperasi sejak tahun 1960 an.

www.belantaraindonesia.org

Walaupun terlihat gersang dan tandus, Gunung Guntur mempunyai bentangan alam yang cukup menarik dan unik untuk di daki. Topografi medannya secara umum bisa dikatakan cukup terjal dengan kemiringan antara 45 - 75 derajat. Medan yang gersang dan nyaris tanpa pohon membuat Gunung Guntur juga dikenal karena cuacanya yang liar.

Tekanan angin dan panasnya suhu udara terkadang sangat tinggi bahkan bisa dibilang ganas Sebagian besar material di pegunungannya merupakan perpaduan antara pasir, batu dan kerikil kecil yang terkadang menyulitkan karena licin saat diinjak. Lembah, air terjun, sungai, kawah dan panorama alam menjadi bagian dari keindahan bentangan alam komplek gunung api ini.

Tiga buah bukit yang terdapat pada puncaknya merupakan karakteristik lain dari bentangan alam Gunung Guntur yang sangat unik dan menarik. Air panas alami sebagai salah satu hasil dari aktifitas gunung api juga dengan mudah bisa kita rasakan di komplek pemandian air alami Cipanas, Tarogong. Berbagai karakteristik dari gunung yang dari jauh terlihat gersang ini tentu sangat cocok untuk dijadikan sebagai salah satu agenda pendakian untuk menuntaskan hasrat bertualang kita.

Untuk menuju kampung citiis, anda yang dari Jakarta bisa menumpang bus jurusan garut. Ada dua alternatif disini, anda bisa menumpang bus Jakarta – Garut yang melewati tol cipularang, turun di terminal garut, lalu naik angkot jurusan cipanas, turun di gerbang kampung citiis, dengan waktu tempuh yang lebih singkat. Atau bisa juga naik bus jurusan garut via puncak, dan langsung turun di gerbang desa citiis. Tapi dengan waktu tempuh yang lumayan lebih panjang.

www.belantaraindonesia.org

Dari gerbang desa citiis, anda bisa melanjutkan perjalanan menuju kampung citiis dengan menumpang ojek, atau bisa juga dengan berjalan kaki. Jaraknya tidak terlalu jauh, hanya sekitar 15 menit dengan menggunakan ojek. Tarifnya sekitar 10rb - an. Biasanya tukang ojek disana sudah biasa mengantar pendaki yang ingin mendaki gunung guntur. Ia akan mengantarkan kita ke rumah kepala desa terlebih dahulu untuk melakukan perizinan.

CURUG CITIIS
Untuk mendaki ke Gunung Guntur yang melewati Curug Citiis ada dua jalur yang bisa kita lalui. Jalur yang umum digunakan selama ini yaitu berada persis di penggalian pasir. Sedangkan jalur yang satunya lagi melalui sungai Citiis, disekitar penggalian pasir.

Dari dua pilihan jalur tersebut, kami bertiga memutuskan melalui jalur Sungai Citiis yang relatif lebih sejuk dengan rimbunnya pepohonan di kiri kanannya. Suasana disekitar curug citiis begitu sejuk. Anda bisa mendirikan tenda dikawasan tersebut.

Tempat itu bisa menampung kurang lebih 2 - 3 tenda. Selain itu juga terdapat sebuah shelter kecil yang bisa anda gunakan untuk beristirahat. Anda bisa menambah persediaan air ditempat ini, karena setelah ini, anda akan kesulitan menemukan mata air di sepanjang jalur pendakian.

Selepas curug citiis, anda harus naik kearah padang savanna, bukan lagi jalur hutan seperti sebelumnya. Jadi aliran sungai haruslah berada di sisi kanan jalur pendakian anda. Disinilah tantangan dimulai, tanjakan terjal dan berbatu merupakan jalur yang akan anda lewati selepas kawasan air terjun. Lebih baik menggunakan baju atau kaus berlengan panjang.

Selain untuk melindungi dari sengatan sinar matahari, juga untuk melindungi kulit dari sayatan semak dan ilalang yang tumbuh disepanjang jalur pendakian. Kira – kira satu jam selepas air terjun citiis, anda akan menjumpai sebuah area yang cukup “teduh” dan dapat menampung sekitar 2 buah tenda. Anda bisa beristirahat disini atau melanjutkan perjalanan.

Tidak jauh berbeda dengan kondisi sebelumnya, medan yang akan anda lalui didominasi tumbuhan jenis ilalang dan semak dan pepohonan yang kering merangas tanpa daun. Tampak pula pepohonan yang batangnya hitam seperti habis terbakar.

Dikanan kiri jalur anda akan melihat bekas aliran lava yang telah membeku. Medan pendakian semakin lama semakin menanjak dengan kemiringan berkisar antara 45 – 75 derajat. Jika anda mendaki di siang hari dengan teriknya sinar matahari, anda akan merasakan betapa panasnya berjalan di punggungan Gunung Guntur ini.

Semakin mendekati puncak pertama, jalur yang akan anda lalui semakin terjal dan gersang. Medan yang kita lalui pun didominasi campuran antara tanah, pasir dan kerikil, sehingga jika kita tidak pintar – pintar memilih jalan anda akan mudah terperosok ke bawah karena jalur yang licin. Mendekati puncak pertama, anda akan melalui sebuah pohon cemara yang cukup besar.

Pohon ini sebenarnya sudah terlihat dari bawah, karena tidak ada lagi sesuatu yang menghalangi pandangan kita ke atas. Setelah melewati pohon ini, kira – kira 15 menit kemudian, anda akan menemui sebuah batu besar. Lalu 15 menit dari batu besar tersebut, anda akan tiba di puncak pertama. Total waktu untuk mencapai puncak pertama dari curug citiis adalah 2 – 2.5 jam.

PUNCAK PERTAMA
Dipuncak pertama ini, ada lokasi yang terletak sebelum bibir kawah yang bisa anda jadikan tempat untuk mendirikan tenda. Tapi pastikan pasak tenda anda terpasang dengan kuat, karena dikhawatirkan ada angina yang sewaktu – waktu bertiup kuat.  

Kawah gunung guntur berada di sebelah kiri anda. Berhadapan dengan Gunung Cikuray yang terlihat menjulang tinggi. Dari puncak pertama ini anda dapat melihat pemandangan kota garut, areal pemukiman, persawahan, Situ Bagendit, komplek pemandian Cipanas dengan jelas. Puncak kedua juga terlihat dengan jelas beserta jalurnya.

Menuju puncak kedua, anda akan melintasi lembah yang jalurnya cukup landai, sebelum akhirnya menanjak kembali. Anda berjalan melipir punggungan kawah, kemudian belok kanan menanjak daerah terjal, dengan kemiringan sekitar 4 derajat.

Punggungan yang anda lintasi berupa padang savanna yang cukup luas dengan pemandangan yang cukup indah. Medan terjal tersebut berupa tanahvulkanis yang hangat, gembur, licin, dan di beberapa tempat tanahnya lembek bila diinjak. Perjalanan dari puncak pertama menuju puncak kedua memerlukan waktu sekitar 30 menit.

www.belantaraindonesia.org

PUNCAK KEDUA
Seperti halnya puncak pertama, areal puncak kedua juga di dominasi padang savanna. Berada di antara puncak pertama dan puncak tertinggi gunung guntur. Padang savanna memisahkan kedua puncak tersebut dan menampakkan pemandangan yang sangat menarik. Beberapa jenis tanaman jenis cantigi yang tumbuh terbatas ikut menambah pesonanya.

Gunung –gunung berhutan rimbun disisi gunung guntur dan dibatasi lembah serta jurang – jurang yang menganga dalam pun ikut menambah daya tarik disekitarnya. Di puncak ini terdapat seperangkat peralatan dan pagar kawat yang sudah rusak. Perlengkapan tersebut tampaknya bekas alat untuk memantau keadaan gunung guntur. Dari sini, puncak tertinggi gunung guntur terlihat dihadapan anda. Jalur menuju ke puncak tertinggi itupun terlihat dengan jelas.

Setelah puas menikmati pemandangan dan melepas lelah di Puncak kedua, kawan2 bisa melanjutkan pendakian menuju puncak tertinggi gunung guntur. Dari puncak kedua ini, jalur yang akan anda lewati tidak jauh berbeda dengan jalur dari pucak pertama menuju puncak kedua. Kanan kirinya merupakan padang savanna yang luas.

Beberapa tanaman termasuk jenis cantigi juga bisa anda temui disini. Setelah sedikit menurun, jalur yang anda lalui akan menanjak terjal dengan kemiringan sekitar 45 derajat. Tidak sampai 40 menit dari puncak pertama, anda akan sampai di puncak tertnggi gunung Guntur ( 2.249 mdpl ).

PUNCAK UTAMA
Area puncak gunung guntur cukup datar dan memiliki luas kira – kira 2 kali lapangan Voli. Disini terdapat seperangkat peralatan yang berfungsi untuk memantau aktivitas gunung api. Anda juga bisa melihat anggunnya Gunung Cikuray dengan sangat Jelas. Pemandangan dari puncak gunung Guntur sangat menakjubkan, sehingga perjalanan berat melintasi medan yang sulit dan melelahkan seakan terbayar dengan keindahan yang anda saksikan.

Artikel terkait untuk dibaca



16 Belantara Indonesia Fans:

  1. Malem Sob... :P

    Hem... sebenernya menurutku keadaannya yg gersang itu yg justru bikin pendakian terasa seru... soalnya beda sama yg lain disini ada kerikilnya hhe.... walah wes akeh kerikil aktif lagi ya tuh gunung hhe.. nek meletus bisa dipastikan hujan kerikil wkwkw...

    Wes lah aku tak langsung pamit... :P

    BalasHapus
  2. Kalu jalur dari kadungora jauh ga sob? aku ada teman di garut, dia bilang tempatnya di kadungora. Duh..dah lama ga jalan nih sob, dah bangkotan soalnya..hehehe

    BalasHapus
  3. postingan bagus kawan
    bisa nambah pengetahuan
    makasih ya

    BalasHapus
  4. wah pemandangannya sepertinya bagus gan...

    BalasHapus
  5. Met pagi Sob... aku datang hho.... wah tumben nie beluma da Update baru biasanya aku udah ketinggalan 2 atau 3 postingan disini hhe...

    Aku Mau minta izin make 2 Link postinganmu tentang Facebook ya Sob... biasa buat post baru hhe... Thnx a lot before...

    Happy Friday :P

    BalasHapus
  6. mendaki dengan topografi 45 derajat tentu memeras keringat, emangnya yang diperas orangnya apa handuknya ya Kang hhhh

    BalasHapus
  7. Mas bro, kapan-kapan mampir ya wisata ke daerahku, lereng gunung Welirang atau puncak gunung Arjuno Pasuruan. kalau mo kesana jangan lupa call aku ya :)

    BalasHapus
  8. @Akhmad Syaiful Owh siap komandan!...Insya Allah sampai kesana lagi..

    BalasHapus
  9. ma utanya bro..untuk menuju kampung citiis, kendaraan pribadi bisa masuk gak ? and dtitipkannya dimana ?

    tks ya

    BalasHapus
  10. @Anonim sangat bisa...dan bisa di titipkan di kampung Citiis nya...ke salah satu rumah penduduk setempat....

    BalasHapus
  11. Numpang tanya, kalau berangkat dari Jakarta Jumat malam, sebaiknya pendakian dilakukan kapan? Jumat tengah malam atau Sabtu tengah malam? (pulang ke Jakarta Minggu)
    Terima kasih atas infonya.

    BalasHapus
  12. mau tanya juga ini gunung recommanded ga untuk di daki lagi musim hujan gini, maksudnya banyak petir/gledek lalu lalang ga? terimakasih!

    BalasHapus
  13. @Anonim hamnpir semua gunung tidak bagus didaki utk musim hujan..badai yg pasti....

    BalasHapus

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial Belantara Indonesia. Kami berhak menghapus kata - kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, antar golongan, porno serta spammer, Terima kasih Sahabat alam Indonesia!