Subcribe to our RSS feeds Join Us on Facebook Follow us on Twitter Add to Circles
+82221152857 wijayadie@yahoo.com

Cara Pendakian Gunung Di Musim Hujan

Sharing Yaa
Pendaki gunung atau petualang yang sejati, tak akan memperdulikan hujan turun saat berada di alam bebas. Tetapi dengan segala persiapan matang dan menjauhkan malas karena hujan. Resiko pendakian saat hujan memang begitu besar. Di gunung saat hujan sering terjadi badai di sela hujan, maka seperti disebut di atas, persiapan, mutlak di perlukan secara khusus. Juga fisik di haruskan siap tanpa penghalang, karena kondisi medan yang berhawa dingin, hujan, angin kencang dan pakaian yang selalu basah.

Perhitungan yang matang tentang waktu perjalanan, lokasi berkemah, tempat - tempat darurat yang bisa digunakan untuk berlindung, bersitirahat dari hempasan cuaca dingin, sangat diperlukan pengetahuan jalur. Untuk itu harus ada anggota yang telah berpengalaman dengan jalur pendakian. Serta pendaki harus pandai - pandai memilih peralatan, jangan menjadikan berat dengan barang yang tak diperlukan.  

Cuaca yang buruk sering membuat stamina pendaki menurun sehingga sangat tidak nyaman membawa beban berat. Tetapi pendaki justru menambah beban keril dengan barang - barang yang seringkali justru tidak berguna. Perlengkapan yang penting seperti jas hujan justru sering dilupakan, mereka berpikir lebih penting membawa sleeping bag.


Lupakan tidur di gunung ketika musim hujan. Berkemah di musim hujan sungguh tidak nyaman, pakaian basah harus diganti sebelum masuk tenda, tas yang basah dan kotor, serta sepatu yang kotor harus berada diluar tenda sehingga tidak aman. Tenda kapasitas 4 orang ketika musim hujan tidak bisa diisi penuh empat orang, karena banyak barang yang basah, dan barang yang bersentuhan dengan tenda akan menghasilkan rembesan air. Atau bisa juga menerapkan Hiking Without Camping, yakni pendakian gunung dalam sekali jalan, naik dan turun, sehingga tak perlu menginap di tengah gunung. Atau mendaki dan kembali turun dalam satu hari.

Untuk melakukan hal itu, beberapa hal yang dilakukan adalah:

a. Memilih dan menentukan gunung dengan jarak tempuh pendakian yang relatif pendek ( sekitar 6 km s / d 15 km - jarak akumulatif pergi dan pulang ).

b. Mulai mendaki di pagi hari. Sedapat mungkin mengusahakan mulai mendaki sekitar pukul 05.00 wib.

c. Membawa perlengkapan seringan mungkin, hanya yang betul - betul diperlukan dan biasanya beban yang di bawa tidak lebih dari 3 kg. Pastinya perlengkapan kesiapan untuk menghadapi hujan yang tiba - tiba turun tak mungkin dilupakan, juga dengan kemungkinan kemalaman di dalam hutan, ponco, payung, senter.

d. Say no to 'sandal', apalagi sandal jepit.

e. Ingat prinsip pendakian: 'pulang dengan selamat adalah tujuan'.

Artikel terkait untuk dibaca



4 Belantara Indonesia Fans:

  1. wah, kalau saya takut amat mendaki gunung...
    takut gk bisa pulang, heheh

    BalasHapus
  2. lebih baik sabar menunggu cuaca bersahabat,
    agar semua selamat
    perjalanan nikmat
    biapun penat
    hati tertambat (?????)

    OOt: link di profil follow B.I berjumlah 7 semua mengarah ke home B.I trus apanya yang dikritik lha wong semua penampilan B.I sudah manteb dan ndak ada duanya, salah satunya adalah ndak pernah ditemukan si gundul pipis sembarangan ketendang bola

    BalasHapus

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial Belantara Indonesia. Kami berhak menghapus kata - kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, antar golongan, porno serta spammer, Terima kasih Sahabat alam Indonesia!