Subcribe to our RSS feeds Join Us on Facebook Follow us on Twitter Add to Circles
+82221152857 wijayadie@yahoo.com

Jalur Pendakian Gunung Papandayan

Sharing Yaa
Gunung Papandayan merupakan gunung tinggi di propinsi Jawa Barat setelah Gunung Ciremai. Sangat layak di daki oleh para pendaki gunung di wilayah Jawa Barat maupun dari wilayah lain karena keindahannya. Seperti gunung - gunung lain, menuju Papandayan juga banyak jalur masuknya, salah satunya melalui pintu masuk yang berada di Desa Pakejeng Kecamatan Pamulihan yang merupakan pintu masuk paling biasa dilewati para pendaki.

Sesampainya di Desa Pakejeng, kita sebenarnya masih harus berjalan menuju kaki gunung Papandayan sekaligus menuju pos pendaftaran yang jaraknya lumayan jauh, yaitu sekira 8 - 10 km ( menurut informasi penduduk ) dengan kondisi jalan menanjak.

Tetapi jika tak ingin lelah dan membawa perbekalan cukup banyak, kita dapat menyewa mobil angkutan terbuka untuk mencapai kaki gunung, namun tentunya dengan harga yang cukup tinggi. Bagi para pendaki, berjalan kaki merupakan pilihan utama, selain untuk mencari pengalaman juga tentunya agar menghemat bekal uang agar cukup untuk pulang nanti.

Sesampainya di kaki Gunung Papandayan, kita diharuskan melakukan pendaftaran dengan membayar biaya administrasi dan kita pun diharuskan menyimpan kartu identitas pribadi ataupun kelompok. Bagi para pendaki yang ingin beristirahat sejenak selepas perjalanan yang cukup menguras banyak keringat tadi, dapat mendirikan tenda di area bumi perkemahan Camp Davies.


Bagi yang ingin melanjutkan pendakian menuju puncak gunung, terlebih dahulu harus menempuh perjalanan jauh selama berjam - jam dengan kondisi perjalanan berbatu dan menanjak. Di sini para pendaki harus berhati-hati, karena bila tidak, bisa tergelincir dan menimpa batu - batu besar yang berada di sekeliling jalan sehingga nyawa boleh jadi menjadi taruhannya.

Di tengah perjalanan antara Camp Davies dengan puncak gunung Papandayan, kita dapat menyaksikan suatu fenomena alam yang begitu jelas tampak di depan pelupuk mata, yakni semburan uap panas keluar dari perut bumi dan mengeluarkan bau yang begitu menyengat, mungkin karena mengandung unsur belerang. Di sini biasanya para pendaki menyempatkan diri untuk berfoto bersama mengabadikan fenomena alam yang mungkin saja tidak terdapat di kawasan wisata alam lainnya.

Ketika perjalanan hampir sampai di puncak Gunung Papandayan , kondisi perjalanan akan terasa sedikit lebih menyejukkan karena rimbunnya pepohonan. Berbeda dengan kondisi sebelumnya, udara terasa panas karena di sekitar perjalanan jarang terdapat pohon - pohon yang menjulang tinggi yang mampu menahan teriknya sinar matahari dan hanya berupa tebing dan batu - batu cadas besar.

Sesampainya di puncak gunung Papandayan atau lebih dikenal dengan nama Pondok Saladah, ada kebanggaan tersendiri bagi para pendaki yang berhasil mencapainya. Alam terasa tampak sangat indah dilihat dari atas puncak gunung, kita pun seolah - olah berada di atas awan yang terhampar bagaikan permadani putih raksasa.


Kita juga dapat melihat bunga edelweis yang juga disebut - sebut sebagai bunga abadi, bunga yang meskipun dipetik tidak pernah layu dan tidak pernah hilang aromanya khasnya. Bunga ini merupakan bunga yang tergolong langka karena hanya tumbuh di atas puncak gunung yang beriklim dingin dan tidak semua puncak gunung ditumbuhi oleh bunga jenis ini.  

Tetapi lebih bagus jangan lah memetik dan merusak bunga abadi ini, perbuatan yang konyol dan meragukan sebagai pecinta alam jika itu di lakukan.

Walaupun udara di puncak gunung terasa sangat dingin, tetapi hal tersebut seakan sirna oleh keindahan alam di sekitar puncak gunung yang menyuguhkan suasana yang tidak mungkin diperoleh di tempat lain. Akhirnya kita hanya bisa mengucapkan “Maha Besar Allah dengan segala bentuk keindahan yang diciptakan-Nya”.

Artikel terkait untuk dibaca



12 Belantara Indonesia Fans:

  1. yang punyi panu kadas dan jamur kulit boleh tuh berlama-lama dekat semburan uap puncak papandayan. Belerang yang panas menjadmin penyakit kulit rontok.
    Wah kalo batu di sepanjang jalan beresiko bahaya, mesti ati-ati nih

    BalasHapus
  2. Sob pernah mendaki gunung di luar negri pa gak,kalo aq jangan kan mendaki gunung,panjat pohon aja takut he...he...

    BalasHapus
  3. Assalamu'alaikum...
    Subhanalloh..., pemandangan indah. Iya Kang saya sering dengar kalo Gunung Papandayan indah. Bersyukur yo Kang Panjenengan sudah menapaki belantaranya.

    BalasHapus
  4. lum pernah kesono, soalnya kalau ke bandung cuma cari peyempuannya hahahaha, btw tq infonya :)

    BalasHapus
  5. terima kasih gan buat infonya salam kenal aja gan

    BalasHapus
  6. jawa barat memang terkenal dengan gunung-gunungnya yang indah-indah.

    BalasHapus
  7. lain kali ajak2 gan kalo mau naik gunung..hhe

    BalasHapus
  8. Haduh ... kalau aku sih belum pernah mendaki gunung ... jangankan mendaki gunung lewatin kebun aja kalau malem gak berani, xixixi (penakut dasar)

    BalasHapus
  9. ada yang mau bareng ke papandayan gk jumat beso tgl 20 september?

    BalasHapus

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial Belantara Indonesia. Kami berhak menghapus kata - kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, antar golongan, porno serta spammer, Terima kasih Sahabat alam Indonesia!