Subcribe to our RSS feeds Join Us on Facebook Follow us on Twitter Add to Circles
+82221152857 wijayadie@yahoo.com

Kawah Ijen

Sharing Yaa
Kawah Ijen di bentuk oleh gunung api kembar dengan gunung Merapi yang telah padam. Kawahnya berbentuk elips, dan kawah ijen merupakan pesona alam Indonesia yang luar biasa indahnya. Disana akan mudah mencium bau belerang karena dari dasar kawah terus mengepul uap belerang. Jika berbau sate, pasti dari dasar kawah ada penjual sate keluyuran.

Kawah Ijen berupa danau kawah yang berukuran kurang lebih 960 x 600 m, berada pada ketinggian 2.148 mdpl, dan kedalamannya 200 m. Di dalam kawah gunung ini terdiri atas endapan batuan sisa letusan. Tebing - tebing terjal mengelilingi kawah dan bila kita ingin menuju ke kawah kita harus melalui jalanan di sekitar tebing yang biasa dilalui penambang belerang. Kawasan Kawah Ijen merupakan sebuah dataran tinggi, terdiri dari bukit Gunung Merapi ( 2.799 mdpl ) yang terletak bersebelahan.


Kawah Ijen merupakan kaldera terbesar di Indonesia, dan sampai sekarang bijih belerangnya ditambang secara tradisional. Kaldera Ijen juga memiliki potensi panas bumi yang rencananya akan dimanfaatkan untuk pembangkit listrik.

Jalur Pendakian

Untuk menuju Kawah Ijen, terdapat dua jalur utama, yaitu dari arah Bondowoso - Wonosari dan Banyuwangi - Licin. Dari arah Bondowoso mobil bisa mencapai Pal Tuding yang merupakan awal pendakian, sedangkan dari arah Banyuwangi kita harus berjalan 4 jam dari Desa Jambu untuk mencapai Pal Tuding, karena jalan aspal dari Jambu menuju Pal Tuding sedang dibuat.

Jalur Sempol Bondowoso

Dari Bondowoso, kita naik angkutan umum ( minibus ) menuju Wonosari dilanjutkan lagi ke Sukosari, dan ganti kendaraan lagi menuju Sempol. Di sini kita dapat mencari penginapan sederhana yang diusahakan para petugas PHPA, atau kita bisa menginap di Perkebunan Kopi Belawan yang memiliki penginapan yang dikelola dengan baik. Untuk mencapai Belawan yang jaraknya 3 km, tidak ada kendaraan umum, kecuali carter atau menumpang kendaraan perkebunan.

Kalau menginap di Belawan, kita bisa menikmati mandi air panas yang telah dikelola masyarakat dengan biaya sekedarnya. Dari Sempol kita menuju ke Pal Tuding yang berjarak 13 Km, perjalanan membutuhkan waktu 30 menit dengan kendaraan. Karena tidak ada kendaraan umum, untuk menyingkat waktu, dianjurkan untuk menyewa kendaraan dari Wonosari atau Sempol sampai ke Pal Tuding.

Perjalanan menuju Pal Tuding ini kita melewati padang rumput dan kebun kopi yang sangat luas. Di Pal Tuding kita harus melaporkan pendakian kita kepada petugas PHPA, dan membeli tanda masuk. Kita bisa menginap di Pos PHPA ini dengan biaya sekedarnya, juga menyewa sleeping bag bila diperlukan. Dianjurkan untuk menginap di Pos PHPA ini, atau di Sempol, karena perjalanan ke Kawah Ijen hanya 2 jam saja dari Pal Tuding ini.

Dari Pal Tuding perjalanan terus menanjak melintasi jalan yang cukup lebar dengan pemandangan hutan alam yang indah. Diperlukan waktu 1,5 jam maka kita akan sampai di Pondok Penambangan Belerang. Pondok ini dibuat kantor penampungan hasil belerang yang di dapat dari kawah. Di tempat ini kita bisa membeli minuman dan makanan ringan.

Dari Pondok ini hanya diperlukan waktu 0,5 jam lagi melewati jalanan yang datar kita akan sampai di Kawah Ijen. Kawasan Kawah Ijen mempunyai panorama alam yang sangat indah. Suhu di sekitar kawah Ijen dapat mencapai 12 - 18 C dan Curah hujannya mencapai 3.000 - 4.000 mm / tahun. Di sekitar lereng kawah terhampar pohon Manisrejo yang berdaun kemerahan, sedangkan batuan dinding kawah berwarna belerang, kekuningan, kondisi - kondisi inilah yang membuat panorama alam disini begitu mengesankan untuk dinikmati.

Dari punggungan kawah sejauh mata memandang kita bisa menyaksikan gunung - gunung di sekelilingnya dengan jelas, di sebelah kiri kita memandang Gunung Padak, Gunung Widodaren ( 2.601 mdpl ) dan sebelah kanan kita memandang Gunung Merapi 2.800 mdpl .

Jalur Banyuwangi

Dari kota Banyuwangi, kita menuju ke terminal Sasak Perot / Banjarsari dengan naik bemo. Dari Sasak perot kita ganti kendaraan minibus ke jurusan Licin. Dari desa Licin kita menuju kearah Sodong lewat Jambu dengan naik Truk perkebunan atau ojek dan bisa juga dengan travel karena jalanan mudah di lalui oleh kendaraan. Perjalanan melewati perkebunan kopi dan cengkeh serta hutan tropika yang indah. Jarak Licin ke Sodong 8 Km ( 2,5 Jam ). Setelah tiba di Sodong kita melanjutkan perjalanan lagi menuju ke Paltuding dengan Truk / Ojek. Paltuding merupakan tempat bertemunya jalur lewat dari arah Bondowoso dan arah Banyuwangi.

Kalau punya cukup waktu, bila memulai perjalanan dari arah Bondowoso, dianjurkan turun ke arah Banyuwangi, selain transportasi umum lebih mudah di Jambu, juga bisa menikmati pemandangan hutan alam yang indah disepanjang perjalanan dari Pal Tuding ke Jambu, juga sekaligus menikmati pemandangan alam pantai Selat Bali di Banyuwangi - Ketapang yang berpantai landai.

Dari Banyuwangi kita bisa meneruskan perjalanan ke Baluran dan Taman Nasional Alas Purwo untuk menyaksikan habitat terbesar di Jawa untuk Kerbau Liar, Rusa dan Banteng. Kita juga bisa meneruskan perjalanan ke Pulau Bali. Kalau kita berasal dari daerah yang jauh dari Kawah Ijen, sebaiknya kita merencanakan pendakian ke Gunung Raung sebagai pendakian utama dan pendakian ke Kawah Ijen dapat dijadikan pendakian tambahan setelah pendakian yang cukup melelahkan ke Gunung Raung.



Bila kita ingin menginap di Kota Banyuwangi banyak terdapat Hotel. Karena letak kota Banyuwangi sebagai pintu gerbang menuju kawasan wisata yang terkenal di dunia yaitu pulau Bali.Hotel yang terdapat di sini antara lain Hotel Baru dengan alamat Jl. Pattimura 82 - 84. Hotel ini tersedia bermacam - macam tarif bermalam antara Rp. 15.000 sampai dengan Rp 250.000 dan masih banyak lagi hotel di kawasan ini.

Artikel terkait untuk dibaca



7 Belantara Indonesia Fans:

  1. wah saya belum pernah ke Kawah Ijen mas, kapan-kapan kesana tapi kayaknya mending cari carteran aja, daripada naik angkot mutus-mutus dan yang pasti nge-taemnya lama.

    BalasHapus
  2. @sisi lain Dwi ato bawa mobil ndiri mas..enak....ato motor paling gak/...

    BalasHapus
  3. Wah indah sekali kawah ijen Brad...jadi pengen kesana.
    kawah ijen ini masih deket donk sm merapi ya....?

    BalasHapus
  4. Aku paling ga kuat sebenarnya bau belerang. Aku belum pernah ke sana sob

    BalasHapus
  5. @ChugyGogog iya brad merapi tapi bukan merapi di jogja..hehehehe..gunung berapi lain..

    BalasHapus

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial Belantara Indonesia. Kami berhak menghapus kata - kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, antar golongan, porno serta spammer, Terima kasih Sahabat alam Indonesia!