Subcribe to our RSS feeds Join Us on Facebook Follow us on Twitter Add to Circles
+82221152857 wijayadie@yahoo.com
Memuat...

Go Green, Hadiah Termewah Untuk Anak Cucu

Sharing Yaa
Persembahkan hadiah termewah dan termahal untuk keturunan kita, anak cucu kita kelak, yakni Dunia bebas polusi! Bukan lalu hadiah polusi lalu lintas, tetapi dunia hijau dan segar demi kematangan mereka nanti. Hadiah mewah tersebut bisa kita berikan pada mereka dengan tanpa kita mengeluarkan uang sepeser pun! Hanya dari sahabat alam semua demi kesehatan dan kebahagiaan keturunan kita kelak. Kok bisa gratis? Ya, Mudah, cukup terapkan prinsip 4 R berikut dalam keseharian. Go Green!

* Reduce ( Mengurangi ), sebisa mungkin lakukan minimalisasi barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan.

* Reuse ( Memakai kembali ), sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang disposable ( sekali pakai, buang ). Hal ini dapat memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum ia menjadi sampah.

* Recycle ( Mendaur ulang ), sebisa mungkin, barang - barang yang sudah tidak berguna lagi, bisa didaur ulang. Tidak semua barang bisa didaur ulang, namun saat ini sudah banyak industri non - formal dan industri
rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain.

* Replace ( Mengganti ), teliti barang yang kita pakai sehari - hari. Gantilah barang - barang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama. Juga telitilah agar kita hanya memakai barang - barang yang lebih ramah lingkungan, Misalnya, ganti kantong kresek kita dengan keranjang bila berbelanja, dan jangan pergunakan styrofoam karena kedua bahan ini tidak bisa didegradasi secara alami.


Mudah dan Murah kan? GO GREEN!

Artikel terkait untuk dibaca



34 Belantara Indonesia Fans:

  1. Wah....hidup Go Green.....
    keren deh pokoke.....

    BalasHapus
  2. @Teras Info Thx u boss telah bilang aku keren..tau aja yah...:D..kwkwkwkwkkw...

    BalasHapus
  3. semoga seruan seperti ini semakin ramain dan mengusik para pengambil kebijakan dinegeri ini untuk berpikir ulang soal politik lingkungan yang sedang mereka lancarkan selama ini. Aminn

    BalasHapus
  4. Aww Kang ...
    Kalo pakies akan mewariskan tanaman menahun yang menghasilkan buah dan bermanfaat bagi banyak orang. dan tak lupa tetap memelihara sapi

    BalasHapus
  5. aku mau pelihara sapi juga aah.... niru pakies,hehehehehe

    BalasHapus
  6. ngikutan go green dengan tidak merokok lagi
    om yudi

    BalasHapus
  7. mestinya istilahnya pake bahasa Indonesia. Hijau Terus, Terus Hijau atau Hidup Hijau kan kesannya nasionalis.

    BalasHapus
  8. yg paling penting sih recyclenya sob... terutama bahan2 kaya sterofom dll yg susah diurai.... wah bener2 hadiah termewah untuk anak cucu emank haha... :P

    Happy blogging n sukses slalu Sob.. :p

    BalasHapus
  9. sipppp...akan aku kurangi semua yg sekali pake demi si dia, dia, dan dia...hehehe..

    viva belantara indonesia...!

    BalasHapus
  10. salam kenal .
    bener banget .
    hadiah yang paling berarti buat ntarnya adalah negara yang bersih dan bebas polusi .

    BalasHapus
  11. Benar sx mas........:)

    nice post......:)

    jgn lupa mampir balik jika punya waktu.....

    BalasHapus
  12. @Muhammad A Vip Go Green bukan masalah nasionalis. Itu ungkapan dunia, jadi jika di ganti Hijau terus dll ya warga jepang tak akan tahu...bukankah bhs inggris adalah bhs dunia dan tak perlu menghapus nasionalisme bukan hanya dari ungkapan Go Green? Apa jadinya jika kata Fastfood juga diganti bhs indonesia dgn alasan nasionalis?...hmm

    BalasHapus
  13. Jiah.. lagi Blogging nie kayanya wkwkw.... Yoi sob SMS kita berlanjut dipostinganku.. dan tanpa ku kunjungi akhirnya sang Prof berkunjung dan menanggapi.. smoga aja dia agak sedikit merenung... hhe....

    tumben nie gak sekalian Posting baru hhe.... :P

    BalasHapus
  14. @Ferdinand ga bakalan ada renungan atau taubat..karena agama Alexa nya lah yg mebuat jadi melupakan ke Maha an Allah Swt..

    BalasHapus
  15. Tepat sekali, dengan 4R saja kita sudah dapat berpartisipasi untuk mempersiapkan HADIAN special buat generasi mendatang. Sayangnya pohon-pohon hijau yang ditebang kurang teratur, padahal untuk tumbuh besar dan hijau kembali membutuhkan waktu yang puluhan bahkan ratusan tahun.
    Semoga masyarakat dan aparat pemerintah sadar akan hal ini

    BalasHapus
  16. Saya salut akan sportifitas dan kebesaran jiwa mas Adit dan mas Ferdinand dalam bersahabat.

    BalasHapus
  17. @Erianto Anas Baguslah....Aku Islam dan tetap Islam sampe tak ada nanti..Sahabat? ya tetap dlm koridor Allah Ta'alla dan tak menjelekkanya demi?...Traffik....sudah..

    BalasHapus
  18. Tambah salut saya dengan kebersihan jiwa, hati dan iman mas Adit yng selalu terpelihara dalam menngunjingkan sahabat sendiri...

    BalasHapus
  19. @ Mas Adit:

    Baru sadar saya betapa besar dan jentlenya jiwa seorang pendaki yang saya puji selama ini. Dan saya yakin dia tidak akan menghapus komentar ini. Karena saya sudah tahu dari dulu bahwa dia sahabat sejati saya yang sportif.


    NB: yang di atas mohon di hapus mas Adit. Kalimatnya kurang lengkap. Terima kasih

    BalasHapus
  20. @Erianto Anas Slow mas anas...semua saya ambil juga karena mas anas tahu sedikit siapa keluarga saya....tak mungkin saya setuju tatkala Tuhan saya di maki demi duniawi...Masya Allah ucap ku...

    BalasHapus
  21. Baru saya sadar kalau Tuhan yang satu itu adalah Tuhan milik mas Adit, bukan milik saya juga. Dan baru saya sadar kalau saya sedang memaki Tuhan. (untung mas Adit bilang saya memaki Tuhan). Tapi saya harus maklum walaupun tidak semua tulisan saya seputar Tuhan dipahami dg tenang dan sabar. Yah... saya harus tahu diri bahwa saya memang tidak pantas bicara tentang Tuhan. Karena Tuhan itu bukan milik saya.

    Saya harus belajar manampar hati saya ini habis-habisan agar saya tahu apa artiya beriman pada Tuhan. Oh ... Tuhan!

    BalasHapus
  22. @Erianto Anas Ya Tuhan saya, seharusnya tahu arti tulisan saya, tatkala saya nulis, tak akan menuliskan Tuhan dia, tapi Tuhan saya. Semua akan bilang Tuhan saya satu misalnya, bukan Tuhan dia satu...Tak ada yg tak pantas menyebut Tuhan selama dalam paradigma baik dan memuja. Bukan tulisan menghujat tapi beda konten dlm artikel. Demi apa coba mas?....

    BalasHapus
  23. Saya tidak pantas mengakui bahwa saya menulis Tuhan karena ingin berbagi pemahaman tentang Tuhan. Tapi karena hati saya masih KOTOR maka saya sangat berterima kasih pada teman saya ini bahwa yang saya lakukan adalah memaki Tuhan. Dan saya baru sadar bahwa ada orang yang bisa menilai hati saya bahwa saya menulis hanya untuk traffic. Menjual agama dan Tuhan untuk traffic.

    Saya harus belajar pada teman saya ini bagaimana caranya benar2 membersihkan hati bahwa menulis dan blogging benar2 steril dari mengharapkan kunjungan, benar2 steril dari Alexa.

    Oh .. Tuhan!
    Bunuhlah jasadku! Tikamlah hati ini. Dan masukkanlah aku ke dalam nerakamu sekarang juga. Aku tidak layak menjadi seorang yang menyembahMu. Tidak layak untuk blogging karena tdk bisa melupakan traffic dan Alexa...

    BalasHapus
  24. @Erianto Anas Itulah pandangan saya, tiap kali tulisan betema Quran dan Tuhan banyak tamu, maka artikel berikutnya adalh Tentang kebanggaan masuk lintas berita dll juga alexa. Jadikan judul menarik tak harus "memaki" bukan mas?...Korban Merapi tak butuh Tuhan antara lain...Benarkah judul itu?.....Judul lho bukan isi artikel...

    BalasHapus
  25. Tidak pantas saya menjelaskan secara mendetail untuk seorang mas Adit yang bisa memahami sesuatu secara tersirat. Apalagi bila telah menghubungkan judul itu dg membaca isinya.

    Terakhir untuk saat ini mas Adit,
    Jangankan untuk digunjingkan di balik layar, dibunuh saja sudah halal darahnya orang yang sudah tergolong sesat dan kafir spt saya. JAdi teruslah mas Adit. Tuhan akan tahu apa yang bergetar di hati kita masing-masing.

    Selamat malam dan tetaplah semangat blogging!

    BalasHapus
  26. @Erianto Anas Ya sudahlah, tak akan selesai debat sehat ataupun tak sehat ttg Tuhan....Saya Islam dan Allah Swt Tuhan saya...marah dlm bentuk apapun pantas jika Tuhan dan Islam di jadikan tumbal...amin...dan terima kasih..

    BalasHapus
  27. Yang ku saluti, kata Mas Ferdinand di telepon barusan, Blogwalking akhirnya walau karena ada artikel ttg mas anas ini....Ternyata nikmat kan silaturahim?.....hmmm..cobalah kembali ke idiom lalu, kunjungi kawan dgn riang....

    BalasHapus
  28. Ya silaturrahmi memang nikmat. Tapi mempermalukan saya di depan umum juga nikmat ya? Tapi mas Adit orang beriman yang taat dan selalu menjaga kebersihan hati pada Tuhan. Selama ini saya masih menganggap mas Adit dan mas Ferdinand sahabat yang sportif dan berjiwa besar. Tapi kok kenyaataannya spt ini? Kenapa kita tidak saling mengajak saja dg baik-baik?

    BalasHapus
  29. @Erianto Anas Malu? karena apa?..rubah pola....mempermalukan di depan umum?..kapan dan bagaimana bentuknya...dewasa boss...Pernah kan aku tulis, jika hendak bersitegang ttg agama, bisa kok sama santri aby saya mas...lama artikel itu..dan jika hendak menggawangi artikel anda, tapi takut malu, ya send me msg atau call, no telpon ada di weblog ini jika jeli..

    BalasHapus
  30. @Erianto Anas Pernah saya tulis artikel ttg memuja Tuhan, dan mas anas ada komentar dgn lontaran taubat..hmm...taubat asli atau?....karena tak juga berubah bukan polanya?......Astagfirullah...

    BalasHapus

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial Belantara Indonesia. Kami berhak menghapus kata - kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, antar golongan, porno serta spammer, Terima kasih Sahabat alam Indonesia!