Subcribe to our RSS feeds Join Us on Facebook Follow us on Twitter Add to Circles
+82221152857 wijayadie@yahoo.com
Memuat...

Tentang Gunung Merbabu

Sharing Yaa
Gunung ini adalah gunung tak aktif lagi selama ratusan tahun, dengan ketinggian 3167 mdpl. Merbabu yang berarti Gunung Wanita, Meru berarti gunung dan babu berarti wanita ini berada di wilayah Magelang dan Boyolali Jawa Tengah, serta letaknya bersebelahan dengan gunung Merapi, Telomoyo dan gunung Ungaran. Merbabu merupakan gunung yang terlampau sering kami daki dan juga sering menjadi pendakian yang menyenangkan bagi penggiat alam bebas di Indonesia.


Karena menawarkan pemandangan yang tak kalah elok dengan gunung - gunung lain yang tersebar di seluruh Indonesia. Gunung Merbabu terdapat tiga buah puncak yakni Puncak Triangulasi ( 3167 mdpl ), puncak Syarif ( 3119 mdpl ) dan puncak Kenteng Songo ( 3142 mdpl ). Serta memiliki lima buah kawah, yaitu: kawah Condrodimuko, kawah Kombang, kawah Kendang, kawah Rebab, dan kawah Sambernyowo. Gunung Merbabu termasuk gunung yang tidak aktif karena tergolong gunung api tua di pulau Jawa walaupun pernah dilaporkan dahulu gunung ini pernah meletus pada tahun 1560 dan 1797. Dilaporkan juga pada tahun 1570 pernah meletus, akan tetapi belum dilakukan konfirmasi dan penelitian lebih lanjut.

Puncak Gunung Merbabu dapat ditempuh dari Cunthel, Thekelan, ( Kopeng, Salatiga ), Wekas ( Kaponan, Magelang ) atau dari Selo ( Boyolali ). Perjalanan akan sangat menarik bila Anda berangkat dari jalur Utara ( Wekas, Cunthel, Thekelan ) turun kembali lewat jalur selatan ( Selo ). Tipe jalur utara ( Wekas, Cunthel, Thekelan ) lumayan terjal dan curam tetapi jarak serta waktu tempuh menuju puncak lebih singkat sedangkan tipe jalur selatan ( Selo ) landai dan jarak serta waktu tempuh lebih panjang akan tetapi kita akan di’suguhi’ pemandangan yang tiada duanya indahnya di dunia ini yaitu beberapa sabana dan kebun edelweis yang mengagumkan. Akan kita berikan sedikit gambaran mengenai jalur - jalur pendakian tersebut. Jalur pendakian ke puncak Merbabu lewat pos atau basecamp Desa Thekelan akan bertemu dengan jalur pos atau base camp Cuntel di Pos IV ( Pos Pemancar) taau bisa juga di Pos III ( Pos Watu Gubug). Sedangkan dengan jalur pos atau base camp Desa Wekas akan bertemu di antara Pos IV ( Pos Pemancar ) dengan Pos V ( Pos helipad ).

Jalur Pendakian Thekelan
Jika kita berangkat dari semarang, naik bis jurusan Solo ( jika belum naik bayar 6 ribu) dan turun di Pasar Sapi setelah itu lanjutkan dengan bis kecil dan turun di obyek wisata Umbul Songo ( jika belum naik bayar 2 ribu). Dari sini jika kita akan melakukan pendakian melalui desa Thekelan kita ambil jalan setapak ke arah kiri sebelum memasuki pintu gerbang obyek wisata Umbul Songo, selanjutnya kita akan melalui hutan pinus bumi perkemahan Umbul Songo.

Disana kita dapat mengisi logistik dahulu yang kita akan bawa di tas maupun yang di dalam perut. Setelah itu kita lanjutkan perjalanan lumayan menanjak melewati hutan pinus dan kebun penduduk ( melewati kuburan juga) menuju pos atau base camp Desa Thekelan, tahap ini lumayan untuk pemanasan. Setelah mencapai pos atau base camp Desa Thekelan ( tempatnya seperti rumah biasa tetapi lumayan nyaman) kita harus lapor dan akan di data oleh petugas di sana. Dengan membayar biaya administrasi ( jika belum naik 5 ribu) kita akan di data dan akan mendapat peta jalur pendakian. Dalam peta tersebut akan dijelaskan mengenai jalur pendakian, pos – pos, sumber mata air, dan aturan pendakian. Pos – pos pendakian jalur Thekelan Pos Pending Pos I  Pos Gumuk Pos II  Pos Lempong Sampan Pos III  Pos Watu Gubug Pos IV  Pos Pemancar / Puncak Antena Pos V  Pos Helipad Pertigaan

Jalur Pendakian Cuntel
Sama seperti dengan jalur Thekelan jika kita berangkat dari semarang, naik bis jurusan solo ( jika belum naik bayar 6 ribu ) dan turun di Pasar Sapi setelah itu lanjutkan dengan bis kecil dan turun di obyek wisata Umbul Songo ( jika belum naik bayar 2 ribu ). Tetapi kita masuk ke pintu gerbang obyek wisata Umbul Songo dan akan melewati jalan berbatu yang telah tertata rapi dengan jarak kurang lebih 3 km mencapai pos atau base camp Cuntel ,melintasi juga hutan pinus dan kebun penduduk. Berbeda dengan pos atau base camp Thekelan, di sini tempatnya lebih terorganisasi walaupun sebelahnya adalah kuburan penduduk sekitar dan banyak suara misteri. Sama seperti Pos Pendakian yang lain, disini kita akan di data dan harus membayar administrasi juga mendapat fasilitas yang sama.

Pos – pos pendakian jalur Cuntel Pos Bayangan I Pos Bayangan II / Gumuk Pos I  Pos Watu Putut Pos II  Pos Kedokan Pos III  Pos Kergo Pasar Pos IV  Pos Pemancar / Puncak Antena Pos V  Pos Helipad Pertigaan Jalur Pendakian Wekas Jika kita akan memilih jalur ini dari Pasar Sapi kita harus naik mobil Jurusan Kopeng - Magelang untuk ke Desa Wekas Dan turun di Kaponan, yakni sekitar 9 Km dari Kopeng, dari situ kita berjalan kaki melewati jalanan berbatu sejauh kurang lebih 3 Km menuju pos atau base camp Pendakian Desa Wekas.

Wekas merupakan desa terakhir menuju puncak yang memakan waktu kira - kira 6 - 7 jam. Jalur wekas merupakan jalur pendek sehingga jarang terdapat lintasan yang datar atau sering kita sebut ‘ bonus’ dan hanya terdapat 2 Pos. Pos I merupakan sebuah dataran dengan bebatuan yang mendasarinya dan ada sebuah balai sebagai tempat peristirahatan. Di sekitar area ini masih banyak terdapat warung dan rumah penduduk. Sepanjang perjalanan dari base camp menuju Pos I ini kita akan menemui ladang penduduk khas dataran tinggi dengan Rute yang cukup menanjak dengan waktu tempuh 2 jam.

Selepas pos I, perjalanan masih melewati ladang penduduk, kemudian masuk hutan pinus. Waktu tempuh menuju pos II adalah 2 jam, dengan jalur yang terus menanjak curam. Pos II merupakan sebuah tempat yang terbuka dan datar, yang biasa didirikan hingga beberapa puluhan tenda. Pada hari Sabtu, Minggu dan hari libur Pos II ini banyak digunakan oleh para remaja untuk berkemah. Sehingga pada hari - hari tersebut banyak penduduk yang berdagang makanan. Pada area ini terdapat sumber air yang di salurkan melalui pipa - pipa besar yang ditampung pada sebuah bak.


Dari Pos II terdapat jalur buntu yang menuju ke sebuah sungai. Jalur ini mengikuti aliran pipa air menyusuri tepian jurang yang mengarah ke aliran sungai dibawah kawah. Terdapat dua buah aliran sungai yang sangat curam yang membentuk air terjun yang bertingkat - tingkat. Selepas pos II jalur mulai terbuka hingga bertemu dengan persimpangan jalur Kopeng ( Thekelan dan Cuntel ) yang berada di antara pos V ( Pos Pemancar ) dengan Pos Helipad.

Tempat - tempat Sakral
1. Pereng Putih
Sebuah tebing yang sangat terjal yang berada di jalur pendakian Thekelan antara pos Pending dengan Pos I, kita harus meningkatkan kewaspadaan.
2. Watu Gubug
Sebuah batu besar berongga yang dapat dimasuki 5 orang dewasa. Situasi di tempat ini sangat mistis, konon batu ini merupakan pintu gerbang menuju kerajaan alam gaib. Kita harus menjaga tingkah laku kita.
3. Kawah Condrodimuko
Sebuah kawah yang berada setelah Pos Helipad yang letaknya dibawah jalur pendakian. Terdapat 2 mata air, air gunung yang segar dan air belerang yang sepat. Banyak sekali sesaji yang diberikan oleh masyarakat sekitar.
4. Jembatan Setan
Sebuah jalur yang sangat sempit, menanjak dan terjal yang kanan kiri jalur tersebut adalah jurang yang menganga. Diperlukan kewaspadaan dan konsentrasi yang sangat tinggi saat melewati tempat ini. 5. Kenteng Songo Salah satu puncak merbabu yang disana terdapat beberapa cawan / kenteng yang menurut penduduk sekitar berjumlah 9 buah tetapi hanya tampak 5 buah. banyak sesaji ditempat ini krn tempat ini dikeramatkan.

Dan ada pantangan - pantangan dari tradisi penduduk setempat yang sepatutnya kita hargai dan kita patuhi lebih baik. Tak ada salahnya bukan demi keselamatan kita? Dan juga demi menghormati masyarakat sekeliling Merbabu.

Pantangan yang harus dipatuhi pada waktu mendaki :

Jangan Mengeluh
Hindari kata - kata kotor
Hindari perbuatan mesum
Jangan melamun
Jangan berak atau kencing di daerah yang dikeramatkan
Jangan memakai pakaian warna merah dan hijau

Artikel terkait untuk dibaca



12 Belantara Indonesia Fans:

  1. Assalamualaikum Syeikh Al Habaib ....
    Insya Allah setiap doa yang terapanjat semata menacari RidhaNya, akan terwujud. Terlebih setiap puncak gunung tergapai dengan semangat yang tinggi. Bekal semangat dan doa, Insya Allah mengantarkan Njenengan bersimpuh mencium harumnya Hajar Aswad.

    BalasHapus
  2. nambah ya syeikh...
    tampilan blognya makin keren, kontenya keren dan selalu update. terlebih template-nya, semuanya menarik deh

    BalasHapus
  3. @Djangan Pakies wah thx u lagi ada Habib memuji kayak di puji Malaikatullah...hehhe..amin lah...puas rasanya...

    BalasHapus
  4. Waduh para habib dan syeikh sedang online ni.....!!!
    Ternyata ada pantanganya Brader ya....Ada alasannya ga uM tu ga boleh pake baju wrna merah dan ijo....?

    BalasHapus
  5. Wah..kirain kl pake pakaian mah ga ada pantangannya..ternyata ada jg ya pantangannya...mmhhh..baiknya menjaga tradisi itu demi kebaikan..

    *hehe..bener saiki iso..ketok klasike...matur nuwun nggih...:)

    BalasHapus
  6. @windflowers nah sip....ga sia2 aku berjuang demi weblog..hehehehehhe..lele

    BalasHapus
  7. @ChugyGOGOG iya brad...sesuai aturan roro kidul kali.....ga boleh pake baju warna itu...bajunya belaiu penjaga samudera dan gunung merbabu merapi...tau lah...walauhualam..

    BalasHapus
  8. Merbabu... masih teringat saat terakhir memijakkan kaki di puncak2-nya, tahun baru 1996 doeloe.. wah lama banget yah? Sempet evakuasi korban hilang juga waktu itu.. Kiranya seperti apa wajah merbabu sekarang ini? Aku bertanya, karena yang empunya site ini kan akrab dengan alam Gunung Merbabu.. :)

    BalasHapus
  9. @heru wah makin bagus dan cenderung masih sam masih bro, ya tahun segitu blom lama. aku awal ke merbabu malah tahun 92..hehehehe...setelah itu ya jadi idola karena deket...kwkkwkwkww

    BalasHapus

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial Belantara Indonesia. Kami berhak menghapus kata - kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, antar golongan, porno serta spammer, Terima kasih Sahabat alam Indonesia!