Not seeing a Kembali Ke Atas? Go to our FAQ page for more info.
Join Us on FacebookFollow us on TwitterAdd to Circles
+81391470737 savanna@belantaraindonesia.org
Memuat...

Panjat Tebing

Sharing Yaa
Pada umumnya Panjat Tebing adalah bentuk olahraga untuk melatih mental dan tenaga agar selalu siap dalam pengarungan alam bebas yang sesungguhnya. Di mulai dengan aneka latihan dan pemanjatan yang betehnik. Olahraga ini cukup di minati oleh banyak kalangan dan juga karena merupakan berjenis olahraga yang sangat sehat. Berikut ini akan kami ulas tentang aneka ragam model panjat tebing yang semoga berguna bagi sahabat alam semua .

Topopring. 
Tehnik pemanjatan yang di lakukan dengan tali pengaman. Sehingga saat pemanjat jatuh , tali akan mengamankan badan dan dompet tentunya. Jadi ketika jatuh tak akan langsung tersungkur di tanah, tetapi akan menggantung di tali. Dan nantinya jika sampai puncak, tali akan menolong menurunkan pemanjat dengan aman.

Bouldering. 
Pemanjatan tanpa tali pengaman, hanya biasanya menggunakan matras atau kasur pengaman yang diletakkan di bawah, sehingga saat pemanjat jatuh akan langsung jatuh di matras dan bisa langsung ngorok, tidur!. Biasanya tehnik ini di lakukan pada tebing yang tak begitu tinggi, misalnya 3 meter tinggi dari tanah.

Buildering. 
Ini metode panjat tebing yang tak dilakukan di tebing alam, melainkan pada suatu bentuk buatan manusia, misalnya gedung bertingkat, tiang, jembatan dll. Atau mungkin panjat pinang juga termasuk ini ya?

Lead Climbing. 
Ada dua macam yaitu Sport Climbing dan Traditional ( Trad ) Climbing. Berbeda dengan toproping dimana tali pengaman terikat ke pemanjat dan mengulur ke karabiner di puncak tebing dan kembali ke bawah terikat pada belayer, pada lead climbing tali tidak menjulur ke jangkar pengaman di puncak tebing melainkan dari belayer langsung ke pemanjat. Pada saat pemanjat mulai memanjat si belayer mengulurkan tali, kemudian pada interval ketinggian tertentu ( misalnya setiap 3 meter ) pemanjat terus memasang alat pengaman, jika dia jatuh maka belayer akan mengunci tali pengaman dan pemanjat akan menggantung pada tali yang mengulur keatas ke alat pengaman terakhir yang dia pasang.

Perbedaan dari Sport dan Trad Climbing yaitu dari rute pemanjatan. 

Pada Sport climbing rute yang dipanjat umumya di bolted artinya pada interval ketinggian tertentu ada besi berlubang (hanger) yang dipasang / ditempel ( menggunakan mur dan juga kadang lem ) pada dinding tebing. Pemanjat harus membawa beberapa quickdraws ( sepasang karabiner yang diikat oleh sling/tali nylon kuat ).Si pemanjat mengklip satu karabiner di quickdraw tersebut pada bolt yang ada didinding tebing dan kemudian mengklip tali pengaman pada karabiner yang lain.

Sedangkan pada Trad Climbing, dinding tebing benar - benar bersih dari bolts dan hangers, tak ada pengaman buatan yang dipasang pada dinding. Biasanya dilakukan oleh dua orang. Si pemanjat harus membawa alat pengaman sendiri dan memasangnya pada saat memanjat. Ketika tali sudah hampir habis pemanjat pertama membuat stasiun belay untuk membelay pemanjat kedua. Pemanjat kedua yang sebelumnya membelay pemanjat pertama mulai memanjat tebing dan membersihkan  alat pengaman yang dipasang di dinding tebing oleh pemanjat pertama. Alat pengaman yang digunakan pada Trad Climbing ini bisa berupa friends cams, nuts, tricams, hexagon, bigbro dll. Peralatan ini mahal dan tak bisa sedikit, sahabat harus memiliki beberapa set yang terdiri dari berbagai ukuran untuk bisa memanjat rute dengan aman dan baik. Beberapa set ini kemudian biasa disebut RACK.

Free Solo. 
Ini bukan gratis menuju Solo lho...Tetapi tehnik panjat tebing tanpa teman alias sendiri dan tanpa tali pengaman. Biasanya hanya memakai sepatu traking dan kantung berisi kapur. Jadi tehnik ini hanya bisa dilakukan oleh pemanjat profesional dan hafal daerah pemanjatan, bukan asal manjat kemudian ambil jemuran tetangga!

Semua type pemanjatan tadi masuk dalam kategori Free Climbing, hanya memakai tangan dan kaki dan tebing untuk menggapai puncak tebing. Sedangkan yang memakai alat di sebut Aid Climbing, ini juga ada bermacam bentuk panjat tebingnya, yakni Big Wall Climbing, pemanjatan tebing berhari - hari dan biasanya juga camping. Ice Climbing, mendaki tebing es, Mixed Climbing, pemanjatan campuran antara es dan tebing batu, dan Mountaineering Climbing atau Alpine Climbing, memanjat pada gunung tinggi bersuhu dingin serta es atau glatser.

Yang pasti hati - hati dan berdoa adalah yang utama jika melakukan panjat tebing agar selamat semuanya. Dan ingat bahwa kegiatan ini juga tak asal - asalan karena ada sejarahnya di panjat tebing dan pendakian gunung dan pesan kami, hilangkan budaya panjat rumah tetangga demi jemuran ya...halah..lebay...

Artikel Terkait Untuk Dibaca



0 Komentar

0 Belantara Indonesia Fans:

Poskan Komentar

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial Belantara Indonesia. Kami berhak menghapus kata - kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, antar golongan, porno serta spammer, Terima kasih Sahabat alam Indonesia!