Subcribe to our RSS feeds Join Us on Facebook Follow us on Twitter Add to Circles
+82221152857 wijayadie@yahoo.com

Hypotermia - Kedinginan

Sharing Yaa
Terlalu lama kedinginan, khususnya dalam cuaca berangin dan hujan, dapat menyebabkan mekanisme pemanasan tubuh terganggu sehingga menyebabkan penyakit kronis. Hipotermia adalah suatu keadaan dimana tubuh merasa sangat kedinginan. Setelah panas dipermukaan tubuh hilang maka akan terjadi pendinginan pada jaringan dalam dan organ tubuh. Kedinginan yang terlalu lama dapat menyebabkan tubuh beku, pembuluh darah dapat mengerut dan memutus aliran darah ke telinga, hidung, jari dan kaki. Dalam kondisi yang parah mungkin korban menderita ganggren ( kemuyuh ) dan perlu diamputasi.


Udara dingin yang basah disertai angin yang bertiup kencang, seringkali dijumpai para pendaki ketika melakukan pendakian gunung. Tidak jarang badai dan hujan lebat menyertai hawa dingin. Malam yang cerah seringkali membuat udara semakin dingin dan berembun. Di puncak musim kemarau justru di sekitar puncak gunung seringkali muncul kristal - kristal es yang menempel pada daun - daunan dan bunga edelweis.

Pakaian yang basah, kaos kaki yang basah semakin menambah dinginnya badan. Keadaan akan semakin parah bila pendaki tidak memperhatikan makanan sehingga tubuh tidak memperoleh energi untuk memanaskan badan. Dinginnya udara seringkali membuat perut kembung sehingga enggan untuk makan, kecuali memang kehabisan makanan.

Gejala - gejala kedinginan biasanya Pendaki akan menggigil kedinginan, gigi gemeretakan, merasa sangat letih dan mengantuk yang sangat luar biasa. Selanjutnya pandangan mulai menjadi kabur, kesigapan mental dan fisik menjadi lamban.

Gejala kedinginan yang lebih parah akan membuat gerakan tubuh menjadi tidak terkoordinasi, berjalan sempoyongan dan tersandung - sandung. Pikiran menjadi kacau, bingung, dan pembicaraannya mulai ngacau. Kulit tubuh terasa sangat dingin bila disentuh, nafas menjadi pendek dan lamban. Denyut nadi pun menjadi lamban, seringkali menjadi kram bahkan akhirnya pingsan.

Untuk membantu penderita sebaiknya jangan cepat - cepat menghangatkan korban dengan botol berisikan air panas atau membaringkan di dekat api atau pemanas. Jangang menggosok - gosok tubuh penderita. Jika korban pingsan, baringkan dia dalam posisi miring. Periksa saluran pernafasan, pernafasan dan denyut nadi. Mulailah pernafasan buatan dari mulut dan menekan dada.

Pindahkan ke tempat kering yang teduh. Ganti pakaian basah dengan pakaian kering yang hangat, selimuti untuk mencegah kedinginan. Jika tersedia, gunakan bahan tahan angin, seperti alumunium foil atau plastik untuk perlindungan lebih lanjut.

Panas tubuh dari orang lain juga bagus untuk diberikan, suruh seseorang melepas pakaian, dan berbagi pakai selimut dengan si korban. Jika penderita sadar, berikan minuman hangat jangan memberikan minuman alkohol. Segeralah cari bantuan medis.

Seperti halnya terlalu kepanasan, anak muda dan orang tua merupakan sasaran paling banyak. Alasannya, tubuh kurang efisien dalam mengatur temperatur tubuh. Namun, orang dewasa yang fitpun, dapat kedinginan jika terlalu lama berada di air dingin, udara dingin atau di cuaca dingin tanpa pelindung. Selain itu minuman beralkohol dan narkotika juga mengurangi mekanisme pemanasan tubuh.

Untuk menghadapi bahaya kedinginan bawalah beberapa lapis pakaian kering. Siapkan mantel hujan, jaket tebal, dan kantung tidur. Masukkan pakaian kedalam kantong plastik sebelum dimasukkan ke dalam tas. Gunakan cover pelindung air untuk membungkus tas. Bawalah bekal makanan yang cukup, ada baiknya membawa bekal lebih guna menghapi tertundanya perjalanan karena cuaca atau harus beristirahat karena sakit. Pelajari jalur yang akan ditempuh sebelum melakukan pendakian, hal ini bisa ditanyakan ke petugas pos penjagaan. Rencanakan dan pilih tempat yang akan digunakanan untuk beristirahat, berlindung, memasak, dan mendirikan tenda.

Pilihlah pendakian pada musim kemarau, karena pada musim penghujan curah hujannya tinggi sering ada badai dan tanah longsor, di musim kemaraupun di gunung sering turun hujan namun tidak sebanyak dan sesering di musim hujan. Musim kemarau yang cerah suhu di gunung sangat dingin sekali bisa minus dibawah nol, dibeberapa gunung misal gunung semeru sering muncul kristal - kristal es. Bila cuaca sangat buruk dan sudah tidak sanggup menghadapi udara yang semakin dingin sebaiknya tidak melanjutkan pendakian, karena bisa berakibat sangat fatal.

Dalam menembus cuaca yang sangat dingin harus berusaha mengatasi rasa lapar, kelelahan dan mengantuk. Beristirahatlah sebentar saja bila terlalu lama badan justru akan semakin dingin dan semakin mengantuk, dengan berjalan badan biasanya menjadi hangat bahkan berkeringat. Termos kecil berisi kopi hangat sangat praktis untuk membantu mengatasi rasa dingin dan mengantuk. Sepatu bot dengan kaos kaki yang tebal dan kering sangat membantu. Sebaliknya sepatu basah, kaos kaki basah, dan sendal, dapat membuat kaki serasa beku.

Beristirahat di antara hempasan angin dingin dan tebalnya kabut, justru semakin membuat badan menjadi menggigil, untuk itu carilah batu besar atau celah - celah batu untuk berlindung dari hempasan angin dingin. Bila ingin istirahat tunggulah sampai kabut menghilang, karena beristirahat di tengah kabut membuat pakaian basah dan berembun, sehingga semakin menyiksa badan. Kaos tangan, kerudung kepala, kaos kaki, jaket tebal bisa membantu mengatasi rasa dingin. Bila memungkinkan dan tidak membahayakan lingkungan bisa membuat api unggun untuk menghangatkan badan dan beristirahat.

Ketika hendak mendirikan tenda carilah tempat yang terlindung dari hempasan angin, dan usahakan tempat yang kering. Di tempat yang basah dan lembab embun dan kabut mudah terbentuk sehingga pakaian dan peralatan kita menjadi basah, berembun dan dingin.

Bila ingin minum obat minumlah pada waktu istirahat mau tidur jangan minum obat pada saat melakukan perjalanan sangat berbahaya. Beberapa jenis obat bisa membuat kita menjadi mengantuk atau tenggorokan kering.

Apakah Hypothermia?

Biasanya suhu tubuh Kita normal dan tetap pada suhu +/-37,5 derajat Celsius. Kalau panas, tubuh kita akan mengeluarkan keringat untuk mengurangi panas tersebut, dan kalau dingin kita menggigil untuk memanaskan tubuh. Hypothermia adalah penurunan suhu tubuh (kedingingan) dari suhu normal, dan apabila kalau tidak cepat mengatasi situasi tersebut di gunung bisa berakibat fatal. Percayalah...! setiap tahun di Indonesia, anak pendaki meninggal karena hypothermia,.... jangan sampai Kamu atau teman lain menjadi korban dan kemudian tewas. Sebagai pendaki, anda harus paham tentang hypothermia.

Tahapan Hypothermia lebih cepat menjadi parah bagi anak - anak, orang tua, yang sakit dan yang kurus.

Harus berani  menghentikan kegiatan demi mengatasi hypothermia daripada melanjutkan perjalanan. Hypothermia bisa dan akan membunuh bagi yang tidak paham dan siap. Kalau anda pendaki, anda tidak ada alasan untuk menjadikan korban menderita hypothermia berat yang dapat mengakibatkan kematian ( tewas ). Situasi apapun yg terjadi di gunung anda harus bisa menjaga panas tubuh. Paham dan siapkanlah !

"Saya kuat dan tidak takut dingin !" Maaf, saat ini kamu bodoh! Kalau anda pernah merasa dingin atau pernah menggigil di gunung, berarti suhu tubuh anda sudah mulai menurun dari suhu normal. ... Kalau terus di situasi tersebut tanpa intervensi atau perubahan situasi, suhu tubuh akan terus menurun lagi sampai kamu tidak bisa membantu diri sendiri. Semangat saja tidak cukup dan bisa berbahaya !!!.. Pengatahuan dan persiapan lebih penting kalau kamu mau menjadi seorang yang ahli di gunung dari pada menjadi korban ( orang bodoh ). Paham : Semakin lama menunggu sebelum menaikkan suhu tubuh yang mulai menurun maka akan semakin susah dan berbahaya. Susah untuk menyelamatkan korban hypothermia berat.... lebih baik mencegah dari pada mengobati. 

Bagaimana Mencegah?

Memakai pakaian yang berlapis untuk mengontrol suhu tanpa banyak mengeluarkan keringat, jangan duduk / berbaring langsung diatas tanah / batu, dan gunakan topi bulu domba kalau dingin, karena kebanyakan panas tubuh hilang dari kepala. Saat mendaki atau berjalan kembali kita bisa mengurangi lapisan pakaian sehingga tidak mengeluarkan banyak keringat ( jika pakaian jadi basah... panas tubuh akan hilang lebih cepat ). Saat berhenti, sebaiknya kembali menambah pakaian ( berlapis ) SEBELUM tubuh mulai menjadi dingin atau suhu tubuh menurun. ( jangan tunggu tubuh menjadi dingin atau suhu tubuh menurun, karena badannya harus membutuhkan energi untuk mengembalikan panas tubuh ). Hindarkan kulit dari air. Makan makanan tambahan sesering mungkin yang berkalori tinggi, misalnya gula - gula, coklat, dll. Siap membawa cukup pakaian gunung, peralatan, tenda dan makanan. Celana "jeans" ( seperti Levis ) tidak cocok untuk mendaki, karena jeans yang basah akan lebih berat dan lama keringnya. Bawahlah termos untuk menyimpan air panas agar pada saat perjalanan atau beristirahat kita tidak repot lagi untuk menyiapkannya. Melakukan paking ransel sehingga kalau hujan pakaian, SB dan alat penting tetap tidak menjadi basah. ( Misalnya memakai polybag dalam ransel )

Simpan bahan bakar kompor dalam botol yang kuat dan aman agar tidak terjadi bocor pada saat melakukan perjalanan di gunung. Kalau memakai botol Aqua saja, dua botol kecil lebih terjamin dibanding satu botol besar. Kalau rencananya pulang pergi dalam waktu satu hari... membawah cukup persiapan untuk bermalam dengan aman. ( misalnya 'flysheet' tenda, survival bag, makanan darurat ). Siapa tahu akan terjadi sesuatu saat perjalanan yang mengharuskan kita untuk  bermalam atau membutuhkan perlindungan. Dingin, Hujan dan Angin = Berbahaya ( Sangat mudah terserang hypothermia ) ... Siap untuk mencegah Hypothermia dan cepat mengatasi sebelum terlambat.

Artikel terkait untuk dibaca



1 Belantara Indonesia Fans:

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial Belantara Indonesia. Kami berhak menghapus kata - kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, antar golongan, porno serta spammer, Terima kasih Sahabat alam Indonesia!