Subcribe to our RSS feeds Join Us on Facebook Follow us on Twitter Add to Circles
+82221152857 wijayadie@yahoo.com
Memuat...

Tehnik Survival di Hutan

Sharing Yaa
A. Menentukan Arah Dan Lintasan

Pada keadaan tersesat maka tindakan awal sebelum melakukan perjalanan adalah melakukan orientasi medan, kemudian memilih lintasan yang aman sehingga tujuan untuk keluar dari kondisi survival dapat tercapai.


    1. Menentukan Arah
        a. Berpedoman pada arah matahari, matahari selalu terbit dari timur dan terbenam arah barat
        b. Berpedoman pada bintang, rasi bintang crux atau bintang salib, garis diagonalnya bila ditarik sampai kekaki langit, menunjukkan arah selatan
        c. Berpedoman pada lumut di pohon, pada daerah terbuka, cari sebuah pohon dan lihatlah lumuat yang menempel pada pohon tersebut, lumut yang lebih tebal menunjukkan arah barat sedangkan yang tipis arah timur. Petunjuk ini tidak berlaku untuk daerah lereng atau lembah atau hutan lebat

    2. Memilih Lintasan
        a. Melakukan perjalanan didataran rendah :
            Pertama tentukan arah yang dituju, hal ini dimaksudkan untuk menghindari lintasan yang tidak mementu atau berputar-putar disekitar lokasi. Apabila menghadapi sungai yag besar dan sulit disebrangi maka ikutilah aliran sungai tersebut sebagai pedoman untuk keluar dari daerah survival, karena kemungkinan akan melewati perkampungan penduduk
        b. Melakukan perjalanan dipegunungan :
            Tentukan arah dan ikuti punggungan gunung. Jangan berjalan di lembah atau pada aliran sungai, karena sungai dipegunungan cukup curam dan kadang kala membentuk air terjun

B. Jejak

Pada kawasan hutan banyak ditemui jejak yang merupakan tanda yang menunjukkan adanya manusia atau hewan. Bentu ini perlu diketahui agar dapat membedakan individu yang melintas daerah tersebut. Jejak dapat pula sebagai penunjuk arah pergerakan SURVIVOR

    1. Jejak hewan
        Berupa telapak kaki, kotoran dan sibakan tumbuhan, dapat menunjukkan jenis hewan tersebut, ukuran tubuh, habitat, makanan, pola dan tingkah laku. Sehingga dapat diambil tindakan membuat jerat atau menghindari hewan berbahaya.

    2. Jejak manusia
        Berupa telapak kaki, sepatu atau sandal, sibakan atau patahan tumbuhan, bekas bacokan pada pohon dan sampah. Sehingga dapat menunjukkan             aktivitas aktivitas seseorang sebagai pemburu, perambah hutan, penjelajah atau survivor.

    3. Membuat jejak
        Usaha survivor untuk keluar dari kondisi survival dalam melakukan pergerakan dapat membuat membuat jejak yang jelas agar Tim SAR mudah melacak. Jejak ini dapat dibuat sesuai dengan alat atau barang yang dibawa atau tanpa alat.

        1. Menggunakan alat atau barang
            a. Potongan tali yang diikatkan pada batang pohon - pohon dengan jarak tertentu sesuai medan
            b. Tebasan dan bacokan golok atau pisau pada pohon
            c. Sampah, potongan kain dan barang lain terutama yang berwarna mencolok, diletakkan pada jarak tertentu sepanjang jalu yang dilalui.

        2.Tanpa menggunakan alat
            a. Menyibakan  atau mematahkan tumbuhan
            b. Mencabut dan meletakkan kembali tumbuan semak yang berwarna mencolok
            c. Menyi\usun batu atau ranting membentuk panah
            d. Memperjelas jejak kaki atau sepatu pada tanah gembur


C. Mencari air

Air merupakan kebuutuhan pokok manusia. Dalam survive, penggunaan air harus dihemat dan jangan  melakukan tindakan yang tidak perlu karena kebutuhan air akan meningkat. Ketersediaan air dihutan cukup banyak dan dapat diproleh dari berbagai sumber. Berdasarkan sumbernya, air diperoleh perlu dimurnikan dahulu, ada pula yang langsung dapat diminum.

    1. Air yang dimurnikan
        Air ini perlu diendapkan atau dimasak karena kemungkinan keruh, mengandung cacing dan mikroorganisme yang berbahaya.
        Air ini adalah sebagai berikut
            a. Air yang berasal dari sungai yang besar
            b. Air genangan
            c. Air dari perasan lumut
            d. Air dari tebasan pohon pisang
            e. Air dari bunga kantung semar
            f.  Air dari hasi menggali pasir dari sungai kering
            g.  Air sungai pegunungan, walaupun dapat diminum langsung, alangkah baiknya dimasak dulu.

    2. Air yang dapat langsung diminum
        a. Air hujan yang ditampung pada daun lebar, ponco dan alat lainnya
        b. Air berasal dari mata air
        c. Air embun pada daun
        d. Air dari tebasan rotan dan akar gantung atau liana
        e. Air pada ruas bambu
        f. Air dari tebasan dari bunga ( manggar ) aren, nipah atau jenis palem lainnya
        g. Air hasil pengembunan dengan cara menyelubungi ranting pohon berdau lebat dengan plastik besar

D. Tempat berlindung
Kendala survivor saat tidak melakukan perjalanan tergantung dari kondisi lingkungan dilokasi tersebut. Mencari atau membuat tempat berlindung sangat diperlukan untuk menghadapi pengaruh cuaca, hewan berbahaya atau kondisi medan, sehingga kebutuhan istirahat terbutuhi secara aman. Membuat tempat berlindung harus disesuaikan dengan jumlah survivor, alat atauperlengkapan yang ada, sarana yang disediakan oleh alam dan berapa ;ama survivor pada lokasi tesebut.

    Macam - macam tempat berlindung
    1. Gua atau Gua atau cekungan
    2. Pohon tumbang
    3. Lubang besar pada pohon
    4. Bivak yang dibuat dari rangka batang dan susunan daun lebar
    5. Bivak dengan bahan ponco, plastik, parasut dan bahan lebar lainnya
    6. Didaerah rawa dapat dilakukan dengan membuat para - para, dengan jaring ( hammock ) dan duduk pada cabang dengan tubuh di ditambat tali kepohon
Pergerakan malam dihutan sangat berbahaya, cari dan buatlah tempat berlindung sebelum matahari terbenam

    Hal - hal yang harus diperhatikan dalam membuat bivak :
    1. Pilih lokasi yang datar
    2. Bivak tidak bocor dan tegenang air saat hujan
    3. Tidak pada aliran air
    4. Terlindung dari terpaan angin
    5. Tidak didasar lembah atau dekat lereng terjal
    6. Tidak pada lintasan binatang buas
    7. Tidak berada dibawah pohon lapuk
    8. Lokasi dekat dengan sumber air jika survivor tidak berpindah - pindah.

Dalam pembuatan bivak dibutuhkan kerjasama kelompok, buatlah bentuk yang sederhana sehingga dapat menghemat waktu dan tenaga. Lantai bivak sebaiknya diberi alas dengan daun - daun kering atau dengan alat yang dibawa agar tubuh tudak kehilangan panas akibat kontak langsung dengan tanah

E. Perapian

Api sangat diperlukan untuk memasak, menghangatkan tubuh pada cuaca dingin dan mengusir serangga. Beberapa hewan tidak akan mendekat apabila ada perapian. Asap dari hasil pembakaran dapat dijadikan tanda dari darat ke udara sehingga memudahkan Tim Sar untuk mengetahui posisi survivor berada. Untuk membuat perapian dibutukan 3 unsur yaitu : bahan bakar, udara dan sumber panas

1. Bahan bakar
Kayu kering dan tidak bergabus sangat baik untuk membuat perapian, kumpulkan kayu dan ranting , kemudian potong dan dibelah. Jika hanya menemukan kayu lembab, maka bauanglah kulitnya dan iris tipis membentuk serpihan. Getah damar yang mengandung terpetin dapat digunakan sabagai bahan bakar pemicu, demikian pula kalau ada lilin, kain atau bahan lain yang mudah terbakar.

2. Udara
Dalam proses pembakaran membutuhkan udara, maka susunan kayu jangan terlalu rapat agar sirkulasi cukup. Susunan ini dapat membentuk piramda atau kerucut.

3. Sumber panas
    a. Berasal dari korek api
    b. Sinar matahari yang difokuskan melalui lensa cembung atau kaca pembesar
    c. Gesekan bambu dengan bambu
    d. Gesekan busur dengan gurdi
    e. Benturan golok atau pisau baja pada batu
    f. Dari alal lain seperti : batu pematik atau fire starter yang ada pada survival kit.

Membuat perapian membutuhkan ketekunan dan kesabaran. Tentukan lokasi yang aman dan perhatikan arah angin sehingga asap yang ditimbulkan tidak mengganggu. Hematlah korek api saat membuat perapian tanpa korek api sangat sulit, jagalah api yang sedang menyala dan matikan apabila akan meninggalkan lokasi

F. Makanan

Manusia sanagat membutuhkan makanan untuk kelangsungan proses metabolisme dalam tubuh, kebutuhan makanan ini bersumber dari tumbuhan atau hewan. Ketersediaan makanan sangat tergantung pada kondisi lingkungan dan kemampuan untuk memanfaatkan jenis tumbuhan dan hewan dalam keadaan survival. Dalam pengusahaan dan pengaturan makanan yang perlu diperhatikan adalah fungsi untuk tubuh. Makanan yang baik adalah makanan yang mengandung banyak karbohidrat, hindarilah makanan kering, banyak pati, banyak bumbu dan daging apabila ketersediaan air terbatas.

Dalam keadaan survive, tenaga yang dimiliki sangat tergantung dari makanan, oleh karena itu jangan gelisah dan menghambur - hamburkan tenaga secara percuma sebab kebutuhan makanan dan air akan meningkat. Usahakan mengelola atau memasak bahan makanan yang didapat, hal ini penting untuk mensterilkan bahan makanan dan dapat untuk mempermudah kerja pada alat pencernaan.

Artikel terkait untuk dibaca



0 Belantara Indonesia Fans:

Poskan Komentar

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial Belantara Indonesia. Kami berhak menghapus kata - kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, antar golongan, porno serta spammer, Terima kasih Sahabat alam Indonesia!