Subcribe to our RSS feedsJoin Us on FacebookFollow us on TwitterAdd to Circles
+82221152857 wijayadie@yahoo.com

Carstensz Pyramid, Gunung Termahal Di Dunia

Mendaki Gunung Carstensz Pyramid yang berketinggian 4.884 Mdpl bisa dimulai dari Lembah Danau - Danau. Dari dasar dinding dengan tehnik Jumaring atau mendaki menggunakan Ascender pada sebuah tali sekitar 4 bagian sampai ke teras besar pada ketinggian 4.600 m. Terasa sangat menantang, ketika salah satu bagian menuntut keandalan air jumaring ( jumaring tanpa menapak Bumi ), meski jaraknya hanya 50 m.

www.belantaraindonesia.org

Sesudahnya, seperti mendapatkan bonus; medan gigir atas atau Carstensz Ridge bisa dicapai dengan trekking. Dari sini, jarak ke puncak bisa dicapai dalam 3 - 4 jam, tergantung ritme perjalanan. Di Ridge kini sudah dipasang tali tetap hingga patahan tebing.

Melintas patahan itu sendiri merupakan bagian paling menegangkan dari seluruh pendakian ke Puncak Carstensz. Pasalnya, pendaki dituntut melakukan tyrolean traverse menyeberang menggantung pada seutas tali sepanjang 50 m. Butuh adrenalin tinggi untuk melakukan hal ini, utamanya bila cuaca cerah, karena jurang sedalam kira - kira 600 m menganga di bawah.

Lepas dari kawasan menegangkan tadi, terlihat Puncak Carstensz yang ditandai dengan Prasasti Hartono Basuki, pendaki dari Mapala UI yang meninggal saat cuaca buruk dalam ekspedisi 1982. Jika cuaca bagus, dapat dilihat Laut Arafuru, dataran tinggi Zenggilorong, Gresberg, Ideburg, Tembagapura dan Timika. Dan para pendaki yang berdiri di puncak es tanah Papua ini akan menjadi orang tertinggi di lempeng benua Australia.

Saat para pendaki Indonesia pertama kali mendaki Puncak Carstensz Pyramid, posisi pegunungan es kebanggaan Tanah Air kita belumlah sekondang sekarang. Kini ia menjadi salah satu idaman para pendaki dunia, karena termasuk dalam rangkaian The Seven Summits.

Tujuh puncak tertinggi di lempengan benua, bersama Mount Everest ( Asia ), Kilimanjaro ( Afrika ), Elbrus ( Eropa ), Aconcagua ( Amerika Selatan ), Mckinley ( Amerika Utara ), dan Vinson Massif ( Antartika ).

Karena letak dan akses yang sulit itulah, Carstensz Pyramid menjadi salah satu gunung termahal di dunia. biaya pendakiannya mencapai 1.800 dolar AS atau sekitar Rp18 juta! Viagra
Mendaki Gunung Carstensz Pyramid yang berketinggian 4.884 Mdpl bisa dimulai dari Lembah Danau - Danau. Dari dasar dinding dengan tehnik Jumaring atau mendaki menggunakan Ascender pada sebuah tali sekitar 4 bagian sampai ke teras besar pada ketinggian 4.600 m. Terasa sangat menantang, ketika salah satu bagian menuntut keandalan air jumaring ( jumaring tanpa menapak Bumi ), meski jaraknya hanya 50 m.

www.belantaraindonesia.org

Sesudahnya, seperti mendapatkan bonus; medan gigir atas atau Carstensz Ridge bisa dicapai dengan trekking. Dari sini, jarak ke puncak bisa dicapai dalam 3 - 4 jam, tergantung ritme perjalanan. Di Ridge kini sudah dipasang tali tetap hingga patahan tebing.

Melintas patahan itu sendiri merupakan bagian paling menegangkan dari seluruh pendakian ke Puncak Carstensz. Pasalnya, pendaki dituntut melakukan tyrolean traverse menyeberang menggantung pada seutas tali sepanjang 50 m. Butuh adrenalin tinggi untuk melakukan hal ini, utamanya bila cuaca cerah, karena jurang sedalam kira - kira 600 m menganga di bawah.

Lepas dari kawasan menegangkan tadi, terlihat Puncak Carstensz yang ditandai dengan Prasasti Hartono Basuki, pendaki dari Mapala UI yang meninggal saat cuaca buruk dalam ekspedisi 1982. Jika cuaca bagus, dapat dilihat Laut Arafuru, dataran tinggi Zenggilorong, Gresberg, Ideburg, Tembagapura dan Timika. Dan para pendaki yang berdiri di puncak es tanah Papua ini akan menjadi orang tertinggi di lempeng benua Australia.

Saat para pendaki Indonesia pertama kali mendaki Puncak Carstensz Pyramid, posisi pegunungan es kebanggaan Tanah Air kita belumlah sekondang sekarang. Kini ia menjadi salah satu idaman para pendaki dunia, karena termasuk dalam rangkaian The Seven Summits.

Tujuh puncak tertinggi di lempengan benua, bersama Mount Everest ( Asia ), Kilimanjaro ( Afrika ), Elbrus ( Eropa ), Aconcagua ( Amerika Selatan ), Mckinley ( Amerika Utara ), dan Vinson Massif ( Antartika ).

Karena letak dan akses yang sulit itulah, Carstensz Pyramid menjadi salah satu gunung termahal di dunia. biaya pendakiannya mencapai 1.800 dolar AS atau sekitar Rp18 juta!
Read More
40 comments

Pasarnya Mahluk Halus Di Merbabu

Merbabu, gunung yang berada di Jawa Tengah memiliki ketinggian 3.145 Mdpl. Gunung Merbabu merupakan gunung dengan tipe B yang pernah meletus beberapa ratus tahun yang silam. Tercatat pada tahun 1560 dan 1797 gunung ini pernah memuntahkan laharnya. Kini, Merbabu menjadi gunung tidur yang berdiri berdampingan dengan Gunung Merapi yang aktif.

www.belantaraindonesia.org

Dalam naskah - naskah masa pra - Islam, Gunung Merbabu dikenal sebagai Gunung Damalung atau Gunung Pamrihan. Secara etimologi, kata "Merbabu" sendiri berasal dari gabungan kata "Meru" yang berarti gunung dan "Abu" yang berarti abu. Di lerengnya pernah terdapat pertapaan terkenal dan pernah disinggahi oleh Bujangga Manik pada abad ke - 15.

Bujangga Manik adalah seorang sakti dari tataran sunda yang berkelana dan pernah singgah dan membuat pertapaan di lereng Merbabu. Perjalanan Bujangga Manik di lereng Gunung Merbabu tecatat dalam naskah catatan Belanda, namun perlu dilakukan konfirmasi dan penelitian lebih lanjut akan kebenarannya.

Terdapat versi yang berbeda terkait dengan nama Merbabu itu sendiri. Menurut versi yang beredar di kalangan Keraton Mataram, konon di Bumi telah berdiri beberapa kerajaan yang saling berperang. Salah satu kerajaan itu, yakni Mamenang, merupakan kerajaan pemenang dari peperangan tersebut. Kerajaan itu berada di bawah pimpinan Maharaja Kusumawicitra.

Waktu itu Resi Sengkala atau Jaka Sengkala atau Jitsaka atau umum menyebutnya Ajisaka telah memberikan nama - nama gunung di seluruh Jawa. Sebelum datang ke Pulau Jawa, sang resi adalah raja yang bertahta di Kerajaan Sumatri.

Karena kemenangan Maharaja Kusumawicitra itu, maka segala sesuatu yang berada di bawah kekuasaannya diganti namanya disesuaikan dengan kebudayaan Mamenang. Nama Gunung Candrageni, yang semua diberi nama Ajisaka, lantas Kusumawicitra menggantinya menjadi Gunung Merapi. Begitu pula dengan Gunung Candramuka, diubah menjadi “Gunung Merbabu“. Sehingga kita mengenal nama Gunung Merapi dan Merbabu. 

Terdapat cerita dan keyakinan yang berkembang, baik dalam masyarakat lereng Merbabu sendiri dan juga para pendaki akan adanya 'Pasar Setan". Pasar yang dipercaya sebagai pasarnya para makhluk halus. Konon pasar ini hanya dapat disaksikan bagi yang memiliki keahlian tersendiri namun dapat dirasakan oleh banyak orang. Keramaiannya sering membuat para pendaki untuk melihat dan membuktikan kebenarannya. 
 
Kisah keramaian "Pasar Setan" di Gunung Merbabu sudah jadi cerita umum yang dikenal pula di kalangan pendaki dan pecinta alam. Tempat ini bahkan dijadikan tempat pos pendakian. Pendaki akan mendirikan tenda dan beristirahat di sini. Lokasi ini begitu dikenal. Jalan yang terjal dan medan yang cukup rumit tak jadi penghalang sejumlah pendaki untuk mengunjungi lokasi ini. Biasanya sebelum mencapai tempat ini pendaki akan singgah ke Kentheng Songo.

Anda penasaran dengan kisah ini? Silahkan untuk sesekali berwisata alam sekaligus merasakan keramaian "Pasar Setan" di Gunung Merbabu ini. Entah bagaimana kebenarannya, pada akhirnya kisah ini menjadi misteri yang selalu menyelimuti Gunung Merbabu. Sama seperti “saudara kembarnya” Gunung Merapi yang dituturkan sebagai basis kekuatan gaib.  src
Viagra
Merbabu, gunung yang berada di Jawa Tengah memiliki ketinggian 3.145 Mdpl. Gunung Merbabu merupakan gunung dengan tipe B yang pernah meletus beberapa ratus tahun yang silam. Tercatat pada tahun 1560 dan 1797 gunung ini pernah memuntahkan laharnya. Kini, Merbabu menjadi gunung tidur yang berdiri berdampingan dengan Gunung Merapi yang aktif.

www.belantaraindonesia.org

Dalam naskah - naskah masa pra - Islam, Gunung Merbabu dikenal sebagai Gunung Damalung atau Gunung Pamrihan. Secara etimologi, kata "Merbabu" sendiri berasal dari gabungan kata "Meru" yang berarti gunung dan "Abu" yang berarti abu. Di lerengnya pernah terdapat pertapaan terkenal dan pernah disinggahi oleh Bujangga Manik pada abad ke - 15.

Bujangga Manik adalah seorang sakti dari tataran sunda yang berkelana dan pernah singgah dan membuat pertapaan di lereng Merbabu. Perjalanan Bujangga Manik di lereng Gunung Merbabu tecatat dalam naskah catatan Belanda, namun perlu dilakukan konfirmasi dan penelitian lebih lanjut akan kebenarannya.

Terdapat versi yang berbeda terkait dengan nama Merbabu itu sendiri. Menurut versi yang beredar di kalangan Keraton Mataram, konon di Bumi telah berdiri beberapa kerajaan yang saling berperang. Salah satu kerajaan itu, yakni Mamenang, merupakan kerajaan pemenang dari peperangan tersebut. Kerajaan itu berada di bawah pimpinan Maharaja Kusumawicitra.

Waktu itu Resi Sengkala atau Jaka Sengkala atau Jitsaka atau umum menyebutnya Ajisaka telah memberikan nama - nama gunung di seluruh Jawa. Sebelum datang ke Pulau Jawa, sang resi adalah raja yang bertahta di Kerajaan Sumatri.

Karena kemenangan Maharaja Kusumawicitra itu, maka segala sesuatu yang berada di bawah kekuasaannya diganti namanya disesuaikan dengan kebudayaan Mamenang. Nama Gunung Candrageni, yang semua diberi nama Ajisaka, lantas Kusumawicitra menggantinya menjadi Gunung Merapi. Begitu pula dengan Gunung Candramuka, diubah menjadi “Gunung Merbabu“. Sehingga kita mengenal nama Gunung Merapi dan Merbabu. 

Terdapat cerita dan keyakinan yang berkembang, baik dalam masyarakat lereng Merbabu sendiri dan juga para pendaki akan adanya 'Pasar Setan". Pasar yang dipercaya sebagai pasarnya para makhluk halus. Konon pasar ini hanya dapat disaksikan bagi yang memiliki keahlian tersendiri namun dapat dirasakan oleh banyak orang. Keramaiannya sering membuat para pendaki untuk melihat dan membuktikan kebenarannya. 
 
Kisah keramaian "Pasar Setan" di Gunung Merbabu sudah jadi cerita umum yang dikenal pula di kalangan pendaki dan pecinta alam. Tempat ini bahkan dijadikan tempat pos pendakian. Pendaki akan mendirikan tenda dan beristirahat di sini. Lokasi ini begitu dikenal. Jalan yang terjal dan medan yang cukup rumit tak jadi penghalang sejumlah pendaki untuk mengunjungi lokasi ini. Biasanya sebelum mencapai tempat ini pendaki akan singgah ke Kentheng Songo.

Anda penasaran dengan kisah ini? Silahkan untuk sesekali berwisata alam sekaligus merasakan keramaian "Pasar Setan" di Gunung Merbabu ini. Entah bagaimana kebenarannya, pada akhirnya kisah ini menjadi misteri yang selalu menyelimuti Gunung Merbabu. Sama seperti “saudara kembarnya” Gunung Merapi yang dituturkan sebagai basis kekuatan gaib.  src
Read More
40 comments

Inilah 5 Lokasi Eksotis Yang Buat Kita Rindu Pada Jogja

Banyak tempat cantik di Jogja yang belum terlalu banyak di kunjungi para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Bila Anda bilang bahwa Anda bosan, bukan Jogja yang disalahkan, karena di Jogja banyak lokasi wisata yang tak pernah membosankan untuk dikunjungi. Percaya?

Misalnya dua lokasi tersembunyi yang hanya diketahui para fotografer untuk menikmati Candi Borobudur dari sisi berbeda yaitu: Puncak Suroloyo dan Bukit Punthuk Setumbu.

Butuh inspirasi wisata di Jogja? Berikut 5 tempat eksotis yang akan membangkitkan rasa rindumu ingin ke Jogja secepatnya:

1. Punthuk Setumbu, Karangrejo
Walapun Anda pernah mengunjungi Candi Borobudur, tidak ada salahnya untuk berkunjung lagi tetapi kali ini lihat kemegahannya dari Bukit Punthuk Setumbu. Anda akan melihat sesuatu yang berbeda dari Candi Borobudur, terutama saat Matahari terbit.

www.belantaraindonesia.org

Punthuk Setumbu berada di Desa Karangrejo atau sekitar 15 menit ( 4 km ) berkendara ke arah barat dari Candi Borobudur. Untuk menuju ke atas bukit Punthuk Setumbu, Anda harus berjalan kaki mendaki jalan setapak sekitar 30 menit.

Tersedia fasilitas warung kopi, toilet dan gazebo di Punthuk Setumbu. Tarif masuk ke kawasan Punthuk Setumbu adalah Rp 15.000 per orang. ( Harga yang tertera dapat berubah sewaktu - waktu )

2. Kebun Buah, Mangunan Bantul
Walau namanya kebun buah, tetapi sebenarnya bukan itu daya tarik utamanya. Panorama bukit, kelok Sungai Oya dan hamparan laut di kejauhan adalah daya tarik dari Kebun Buah Mangunan. Menikmati Matahari terbenam dari tempat ini bisa jadi kegiatan yang menarik.

www.belantaraindonesia.org

Untuk menuju Kebun Buah Mangunan, Anda bisa berkendara ke arah tenggara sekitar 50 menit ( 35 km ) dari pusat kota Jogja. Jalan menuju Kebun Buah Mangunan cenderung menanjak dan terlalu kecil untuk kendaraan besar / bus.

Tak jauh dari Kebun Buah Mangunan, terdapat kawasan Hutan Pinus Dlingo. Di sana Anda bisa menikmati suasana hutan pinus yang sejuk dan tenang. Anda bisa bersepeda melewati jalur offroad atau menggunakan mobil / motor melewati jalan aspal dari Kebun Buah Mangunan menuju Hutan Pinus Dlingo.

Harga tiket masuk Kebun Buah Mangunan Rp 5.000 per orang. Anda bisa masuk ke kawasan Hutan Pinus Dlingo secara gratis. ( Harga yang tertera dapat berubah sewaktu - waktu )

3. Gumuk Pasir Parangkusumo, Bantul
Jika Anda pernah merasakan berselancar di Gumuk Pasir Parangkusumo, pasti tidak ada kata bosan untuk mengunjungi Jogja. Kata 'Gumuk' dalam bahasa Jawa artinya gundukan atau tumpukan. Gundukan Pasir Parangkusumo ini memiliki karakteristik yang mirip dengan gurun pasir di Meksiko.

www.belantaraindonesia.org

Gumuk Pasir Parangkusumo terletak di hilir Sungai Opak, tepatnya di Desa Parangtritis atau sekitar 40 menit ( 30 km ) berkendara dari pusat kota Jogja. Jalan yang mesti dilalui menuju Gumuk Pasir Parangkusumo sama seperti rute menuju Pantai Parangtritis dari pusat kota Jogja.

Harga tiket masuk ke kawasan Gumuk Pasir Parangkusumo adalah Rp 3.000 per orang. Tarif sewa alat selancar pasir Rp 200.000 per orang ( minimal 6 orang ) selama dua jam. ( Harga yang tertera dapat berubah sewaktu - waktu )

4. Pantai Goa Cemara, Bantul
Walaupun namanya Pantai Goa Cemara, di pantai ini tidak terdapat goa sama sekali. Nama tersebut diberikan karena untuk memasuki pantai, Anda harus melewati pepohonan cemara yang membentuk seperti goa.

www.belantaraindonesia.org

Pantai Goa Cemara berada sekitar 15 menit berkendara ke arah barat dari Gumuk Pasir Parangkusumo atau sekitar 40 menit ( 30 kilometer ) berkendara dari pusat kota Jogja.

Belum banyak wisatawan yang datang ke Pantai Goa Cemara sehingga belum banyak fasilitas yang tersedia. Hanya ada beberapa warga sekitar berjualan makanan di sekitar pantai. Anda bisa masuk ke kawasan Pantai Goa Cemara secara gratis.

5. Pemandian Tirta Budi "Blue Lagoon" Sleman
Pemandian Tirta Budi atau juga disebut "Blue Lagoon" adalah obyek wisata di Jogja yang lokasinya tersembunyi. Diberi nama Blue Lagoon karena kolam yang terbentuk alami ini berwarna biru muda akibat pantulan cahaya matahari di pagi hari.

www.belantaraindonesia.org

Lokasi Pemandian Tirta Budi berada di Widodomartani, Sleman atau sekitar 30 menit berkendara ( 20 km ) ke arah utara dari pusat kota Jogja. Luas kolam pemandiannya kurang lebih sama seperti luas lapangan basket dengan kedalaman sekitar 3 meter. Jika berani, Anda boleh saja melompat ke kolam dari atas dinding semen setinggi sekitar 4 meter.

Pemandian Tirta Budi bisa dikunjungi pukul 06:00 - 18:00 setiap hari. Anda bisa masuk menikmati Pemandian Tirta Budi secara gratis.Viagra
Banyak tempat cantik di Jogja yang belum terlalu banyak di kunjungi para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Bila Anda bilang bahwa Anda bosan, bukan Jogja yang disalahkan, karena di Jogja banyak lokasi wisata yang tak pernah membosankan untuk dikunjungi. Percaya?

Misalnya dua lokasi tersembunyi yang hanya diketahui para fotografer untuk menikmati Candi Borobudur dari sisi berbeda yaitu: Puncak Suroloyo dan Bukit Punthuk Setumbu.

Butuh inspirasi wisata di Jogja? Berikut 5 tempat eksotis yang akan membangkitkan rasa rindumu ingin ke Jogja secepatnya:

1. Punthuk Setumbu, Karangrejo
Walapun Anda pernah mengunjungi Candi Borobudur, tidak ada salahnya untuk berkunjung lagi tetapi kali ini lihat kemegahannya dari Bukit Punthuk Setumbu. Anda akan melihat sesuatu yang berbeda dari Candi Borobudur, terutama saat Matahari terbit.

www.belantaraindonesia.org

Punthuk Setumbu berada di Desa Karangrejo atau sekitar 15 menit ( 4 km ) berkendara ke arah barat dari Candi Borobudur. Untuk menuju ke atas bukit Punthuk Setumbu, Anda harus berjalan kaki mendaki jalan setapak sekitar 30 menit.

Tersedia fasilitas warung kopi, toilet dan gazebo di Punthuk Setumbu. Tarif masuk ke kawasan Punthuk Setumbu adalah Rp 15.000 per orang. ( Harga yang tertera dapat berubah sewaktu - waktu )

2. Kebun Buah, Mangunan Bantul
Walau namanya kebun buah, tetapi sebenarnya bukan itu daya tarik utamanya. Panorama bukit, kelok Sungai Oya dan hamparan laut di kejauhan adalah daya tarik dari Kebun Buah Mangunan. Menikmati Matahari terbenam dari tempat ini bisa jadi kegiatan yang menarik.

www.belantaraindonesia.org

Untuk menuju Kebun Buah Mangunan, Anda bisa berkendara ke arah tenggara sekitar 50 menit ( 35 km ) dari pusat kota Jogja. Jalan menuju Kebun Buah Mangunan cenderung menanjak dan terlalu kecil untuk kendaraan besar / bus.

Tak jauh dari Kebun Buah Mangunan, terdapat kawasan Hutan Pinus Dlingo. Di sana Anda bisa menikmati suasana hutan pinus yang sejuk dan tenang. Anda bisa bersepeda melewati jalur offroad atau menggunakan mobil / motor melewati jalan aspal dari Kebun Buah Mangunan menuju Hutan Pinus Dlingo.

Harga tiket masuk Kebun Buah Mangunan Rp 5.000 per orang. Anda bisa masuk ke kawasan Hutan Pinus Dlingo secara gratis. ( Harga yang tertera dapat berubah sewaktu - waktu )

3. Gumuk Pasir Parangkusumo, Bantul
Jika Anda pernah merasakan berselancar di Gumuk Pasir Parangkusumo, pasti tidak ada kata bosan untuk mengunjungi Jogja. Kata 'Gumuk' dalam bahasa Jawa artinya gundukan atau tumpukan. Gundukan Pasir Parangkusumo ini memiliki karakteristik yang mirip dengan gurun pasir di Meksiko.

www.belantaraindonesia.org

Gumuk Pasir Parangkusumo terletak di hilir Sungai Opak, tepatnya di Desa Parangtritis atau sekitar 40 menit ( 30 km ) berkendara dari pusat kota Jogja. Jalan yang mesti dilalui menuju Gumuk Pasir Parangkusumo sama seperti rute menuju Pantai Parangtritis dari pusat kota Jogja.

Harga tiket masuk ke kawasan Gumuk Pasir Parangkusumo adalah Rp 3.000 per orang. Tarif sewa alat selancar pasir Rp 200.000 per orang ( minimal 6 orang ) selama dua jam. ( Harga yang tertera dapat berubah sewaktu - waktu )

4. Pantai Goa Cemara, Bantul
Walaupun namanya Pantai Goa Cemara, di pantai ini tidak terdapat goa sama sekali. Nama tersebut diberikan karena untuk memasuki pantai, Anda harus melewati pepohonan cemara yang membentuk seperti goa.

www.belantaraindonesia.org

Pantai Goa Cemara berada sekitar 15 menit berkendara ke arah barat dari Gumuk Pasir Parangkusumo atau sekitar 40 menit ( 30 kilometer ) berkendara dari pusat kota Jogja.

Belum banyak wisatawan yang datang ke Pantai Goa Cemara sehingga belum banyak fasilitas yang tersedia. Hanya ada beberapa warga sekitar berjualan makanan di sekitar pantai. Anda bisa masuk ke kawasan Pantai Goa Cemara secara gratis.

5. Pemandian Tirta Budi "Blue Lagoon" Sleman
Pemandian Tirta Budi atau juga disebut "Blue Lagoon" adalah obyek wisata di Jogja yang lokasinya tersembunyi. Diberi nama Blue Lagoon karena kolam yang terbentuk alami ini berwarna biru muda akibat pantulan cahaya matahari di pagi hari.

www.belantaraindonesia.org

Lokasi Pemandian Tirta Budi berada di Widodomartani, Sleman atau sekitar 30 menit berkendara ( 20 km ) ke arah utara dari pusat kota Jogja. Luas kolam pemandiannya kurang lebih sama seperti luas lapangan basket dengan kedalaman sekitar 3 meter. Jika berani, Anda boleh saja melompat ke kolam dari atas dinding semen setinggi sekitar 4 meter.

Pemandian Tirta Budi bisa dikunjungi pukul 06:00 - 18:00 setiap hari. Anda bisa masuk menikmati Pemandian Tirta Budi secara gratis.
Read More
87 comments

Wisata Trekking Di Gunung Merapi

Sebuah perencanaan dari pihak Taman Nasional Gunung Merapi untuk menjadikan wisata trekking melewati jalur selatan pendakian Gunung Merapi dari Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang ditutup sejak 2006.

www.belantaraindonesia.org
Property Safitri
 Jalur pendakian Gunung Merapi melalui selatan kondisinya masih berbahaya pascaerupsi 2006 dan 2010, untuk itu jalur pendakian akan lebih diarahkan sebagai jalur wisata trekking.

Nantinya jalur yang akan dibuka itu melewati Sungai Kuning, kemudian juga melewati Watu Kemloso. Hamparan batu yang bentuknya unik, bekas terkena awan panas saat terjadinya erupsi.

Jalur trekking ini akan menarik bagi wisatawan, terutama turis mancanegara. Membuka jalur trekking termasuk salah satu program untuk meningkatkan wisata alam di wilayah TNGM. Selain itu juga pemberdayaan masyarakat sekitar pastinya akan berpengaruh.

Jalur pendakian Merapi dari wilayah selatan juga masih berpotensi untuk dibuka. Namun, masih menunggu ekosistem alam di sekitarnya pulih kembali.

Jalur pendakian Merapi dari selatan saat ini masih berbahaya. Pendakian hanya sampai pos dua saja. Medan tersebut, banyak titik jurang. Terlebih, tumbuhan yang hidup di sekitarnya juga masih semak - semak. Jika salah injak semak - semak, bisa saja itu jurang. Viagra
Sebuah perencanaan dari pihak Taman Nasional Gunung Merapi untuk menjadikan wisata trekking melewati jalur selatan pendakian Gunung Merapi dari Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang ditutup sejak 2006.

www.belantaraindonesia.org
Property Safitri
 Jalur pendakian Gunung Merapi melalui selatan kondisinya masih berbahaya pascaerupsi 2006 dan 2010, untuk itu jalur pendakian akan lebih diarahkan sebagai jalur wisata trekking.

Nantinya jalur yang akan dibuka itu melewati Sungai Kuning, kemudian juga melewati Watu Kemloso. Hamparan batu yang bentuknya unik, bekas terkena awan panas saat terjadinya erupsi.

Jalur trekking ini akan menarik bagi wisatawan, terutama turis mancanegara. Membuka jalur trekking termasuk salah satu program untuk meningkatkan wisata alam di wilayah TNGM. Selain itu juga pemberdayaan masyarakat sekitar pastinya akan berpengaruh.

Jalur pendakian Merapi dari wilayah selatan juga masih berpotensi untuk dibuka. Namun, masih menunggu ekosistem alam di sekitarnya pulih kembali.

Jalur pendakian Merapi dari selatan saat ini masih berbahaya. Pendakian hanya sampai pos dua saja. Medan tersebut, banyak titik jurang. Terlebih, tumbuhan yang hidup di sekitarnya juga masih semak - semak. Jika salah injak semak - semak, bisa saja itu jurang.
Read More
59 comments