Subcribe to our RSS feeds Join Us on Facebook Follow us on Twitter Add to Circles
+82221152857 wijayadie@yahoo.com

Gunung Bibi Sang Pengasuh Merapi

Konon ada sebuah kepercayaan dari banyak masyarakat disekitar kaki Gunung Merapi di Jawa Tengah. Kendati Merapi memuntahkan lava pijar, mereka merasa aman sehingga ada keengganan untuk mengungsi. Aktivitas wargapun masih terlihat normal, meski status kondisi Merapi sudah berganti awas. Ini terjadi di wilayah Balerante, Klaten misalnya.

Gunung Bibi
Alasan sebagian warga lereng Merapi terutama warga Balerante tidak mau meninggalkan atau mengevakuasi dan malah tetap melakukan aktivitas seperti biasanya dikarenakan mereka meyakini bahwa akan ada kekuatan lain yang tak kalah besarnya dengan kekuatan Merapi yang dapat melindungi mereka.

Sebuah gumpalan awan panas yang datangpun, bila telah sampai ke dusun mereka, dalam waktu tertentu mereka akan mendengar bunyi letusan yang tak begitu keras, namun cukup terdengar oleh seluruh warga. Letusan itu hampir mirip dengan suara cemeti yang di lecutkan. Suara itu terdengar dari angkasa, dan sejenak kemudian gumpalan awan panas di angkasa itupun pecah, arah awan panas berbelok ke Kali Gendol, hingga tak sampai turun ke dusun mereka.

Desa Balerante memang tidak terkena muntahan lahar, paling parah hanya terkena hujan abu. Kawasan tersebut terlindungi oleh salah satu bukit yang di percaya masyarakat sebagai pengasuh Merapi, disebut pula oleh warga sekitar adalah Gunung Biyung Bibi. Bukit tersebut ibarat tameng dari bencana merapi bagi warga Balerante secara turun temurun.

Dan ada selorohan bahwa penunggu Gunung Merapi kalah awu, kalah tua ataupun masih kalah ilmu di banding dengan penunggu Gunung Bibi. Dan tak mungkin Merapi akan melukai pengasuhnya sendiri.

Gunung Bibi merupakan ibu ( pengasuh ) dari Gunung Merapi yang dinyatakan sebagai hutan larangan, hutan itu dipercaya masih menyimpan misteri yang amat gaib.

Berita angin dari warga dan para pendaki menyebutkan bahwa daerah itu merupakan pedesaan wong samar. Artinya, jika melewati wilayah itu harus sikap rendah hati dan bilang permisi. Bahkan, tidak sedikit pendaki Gunung Merapi yang melintas di hutan tersebut hilang dan tidak dapat ditemukan. Apalagi jika tidak menggelar ritual sebelumnya.

Perlu diketahui bahwa Gunung Bibi sampai hari ini masih merupakan kawasan berbahaya karena masih dihuni hewan - hewan liar termasuk oleh ular - ular python raksasa. Tidak mengherankan jika penduduk sekitarnya selalu menahan KTP para pendaki yang hendak naik ke Gunung Bibi, alasannya agar bisa segera memberitahu keluarganya bila pendatang yang bersangkutan tidak kembali turun dari gunung.

Saking mistisnya dan gaib Gunung Bibi itu, maka masyarakat di dusun tersebut hingga kini tetap menggelar ritual rutin setiap hari pasaran Legi malam Pahing. Ritual dengan berbagai bentuk sesaji tersebut di gelar sebagai doa bersama untuk keselamatan masyarakat setempat dan sebagai doa bagi warga masyarakat di seputaran Merapi.

Mereka tetap menyajikan berbagai macam sesaji, baik saat diupacarakan bersama di Gunung Bibi ataupun di rumah masing - masing. Mereka hanya berpegang bahwa itu adalah adat dan budaya yang mesti dilestarikan, meskipun agama yang mereka anut tak mengajarkan demikian.
Konon ada sebuah kepercayaan dari banyak masyarakat disekitar kaki Gunung Merapi di Jawa Tengah. Kendati Merapi memuntahkan lava pijar, mereka merasa aman sehingga ada keengganan untuk mengungsi. Aktivitas wargapun masih terlihat normal, meski status kondisi Merapi sudah berganti awas. Ini terjadi di wilayah Balerante, Klaten misalnya.

Gunung Bibi
Alasan sebagian warga lereng Merapi terutama warga Balerante tidak mau meninggalkan atau mengevakuasi dan malah tetap melakukan aktivitas seperti biasanya dikarenakan mereka meyakini bahwa akan ada kekuatan lain yang tak kalah besarnya dengan kekuatan Merapi yang dapat melindungi mereka.

Sebuah gumpalan awan panas yang datangpun, bila telah sampai ke dusun mereka, dalam waktu tertentu mereka akan mendengar bunyi letusan yang tak begitu keras, namun cukup terdengar oleh seluruh warga. Letusan itu hampir mirip dengan suara cemeti yang di lecutkan. Suara itu terdengar dari angkasa, dan sejenak kemudian gumpalan awan panas di angkasa itupun pecah, arah awan panas berbelok ke Kali Gendol, hingga tak sampai turun ke dusun mereka.

Desa Balerante memang tidak terkena muntahan lahar, paling parah hanya terkena hujan abu. Kawasan tersebut terlindungi oleh salah satu bukit yang di percaya masyarakat sebagai pengasuh Merapi, disebut pula oleh warga sekitar adalah Gunung Biyung Bibi. Bukit tersebut ibarat tameng dari bencana merapi bagi warga Balerante secara turun temurun.

Dan ada selorohan bahwa penunggu Gunung Merapi kalah awu, kalah tua ataupun masih kalah ilmu di banding dengan penunggu Gunung Bibi. Dan tak mungkin Merapi akan melukai pengasuhnya sendiri.

Gunung Bibi merupakan ibu ( pengasuh ) dari Gunung Merapi yang dinyatakan sebagai hutan larangan, hutan itu dipercaya masih menyimpan misteri yang amat gaib.

Berita angin dari warga dan para pendaki menyebutkan bahwa daerah itu merupakan pedesaan wong samar. Artinya, jika melewati wilayah itu harus sikap rendah hati dan bilang permisi. Bahkan, tidak sedikit pendaki Gunung Merapi yang melintas di hutan tersebut hilang dan tidak dapat ditemukan. Apalagi jika tidak menggelar ritual sebelumnya.

Perlu diketahui bahwa Gunung Bibi sampai hari ini masih merupakan kawasan berbahaya karena masih dihuni hewan - hewan liar termasuk oleh ular - ular python raksasa. Tidak mengherankan jika penduduk sekitarnya selalu menahan KTP para pendaki yang hendak naik ke Gunung Bibi, alasannya agar bisa segera memberitahu keluarganya bila pendatang yang bersangkutan tidak kembali turun dari gunung.

Saking mistisnya dan gaib Gunung Bibi itu, maka masyarakat di dusun tersebut hingga kini tetap menggelar ritual rutin setiap hari pasaran Legi malam Pahing. Ritual dengan berbagai bentuk sesaji tersebut di gelar sebagai doa bersama untuk keselamatan masyarakat setempat dan sebagai doa bagi warga masyarakat di seputaran Merapi.

Mereka tetap menyajikan berbagai macam sesaji, baik saat diupacarakan bersama di Gunung Bibi ataupun di rumah masing - masing. Mereka hanya berpegang bahwa itu adalah adat dan budaya yang mesti dilestarikan, meskipun agama yang mereka anut tak mengajarkan demikian.
Read More
5 comments

Hantu Cantik Di Ranu Kumbolo

Gunung Semeru adalah gunung tertinggi di tanah Jawa terletak di propinsi Jawa Timur. Gunung Semeru berdirei bersanding dengan Gunung Bromo dan Gunung Arjuno meski tak sedekat seperti Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro maupun Gunung Merapi dan Gunung Merbabu di Jawa Tengah.

www.belantaraindonesia.org

Mahameru adalah sebutan untuk Puncak Semeru. Gunung berketinggian 3676 meter di atas permukaan laut ini memiliki banyak kisah yang mampu menarik perhatian para pendaki. Sosok Soe Hok Gie, tokoh tahun 70 – an pun memiliki hubungan dengan Gunung Semeru. Di tempat inilah, Gie harus menghembuskan nafas yang terakhirnya.

Untuk naik ke gunung ini, salah satu jalur yang banyak ditempuh adalah melalui kota Malang. Dari kota Apel ini, pendakian ke Gunung Semeru berawal dari sebuah daerah bernama Ranu Pani. Di Ranu Pani ini, banyak pendaki mulai menentukan waktu untuk mengawali pendakian.

Dari Ranu Pani, perjalanan setengah hari menuju daerah bernama Ranu Kumbolo. Di lokasi ini, terdapat danau sehingga di tempat ini para pendaki sering menghabiskan malam untuk beristrirahat dan menikmati keindahan danau di atas ketinggian.

Yang menarik adalah pengakuan para pendaki gunung yang melihat sesuatu yang aneh di malam hari. Mereka mengaku melihat cahaya berwarna oranye di tengah Danau Ranu Kumbolo yang berubah wujud menjadi sesosok hantu wanita cantik.

Selain itu di danau tersebut juga terdapat banyak ikan mas yang tidak diketahui asal muasalnya, tiba – tiba saja ada. Diyakini ikan – ikan tersebut adalah jelmaan dari hantu wanita cantik serta para dayang – dayangnya.

Haram hukumnya bagi warga sekitar Semeru maupun para pendaki untuk memancing ikan mas di sana. Percaya atau tidak, yang jelas cerita berbau mistis itu masih hidup hingga kini di tengah kecantikan Semeru.
Gunung Semeru adalah gunung tertinggi di tanah Jawa terletak di propinsi Jawa Timur. Gunung Semeru berdirei bersanding dengan Gunung Bromo dan Gunung Arjuno meski tak sedekat seperti Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro maupun Gunung Merapi dan Gunung Merbabu di Jawa Tengah.

www.belantaraindonesia.org

Mahameru adalah sebutan untuk Puncak Semeru. Gunung berketinggian 3676 meter di atas permukaan laut ini memiliki banyak kisah yang mampu menarik perhatian para pendaki. Sosok Soe Hok Gie, tokoh tahun 70 – an pun memiliki hubungan dengan Gunung Semeru. Di tempat inilah, Gie harus menghembuskan nafas yang terakhirnya.

Untuk naik ke gunung ini, salah satu jalur yang banyak ditempuh adalah melalui kota Malang. Dari kota Apel ini, pendakian ke Gunung Semeru berawal dari sebuah daerah bernama Ranu Pani. Di Ranu Pani ini, banyak pendaki mulai menentukan waktu untuk mengawali pendakian.

Dari Ranu Pani, perjalanan setengah hari menuju daerah bernama Ranu Kumbolo. Di lokasi ini, terdapat danau sehingga di tempat ini para pendaki sering menghabiskan malam untuk beristrirahat dan menikmati keindahan danau di atas ketinggian.

Yang menarik adalah pengakuan para pendaki gunung yang melihat sesuatu yang aneh di malam hari. Mereka mengaku melihat cahaya berwarna oranye di tengah Danau Ranu Kumbolo yang berubah wujud menjadi sesosok hantu wanita cantik.

Selain itu di danau tersebut juga terdapat banyak ikan mas yang tidak diketahui asal muasalnya, tiba – tiba saja ada. Diyakini ikan – ikan tersebut adalah jelmaan dari hantu wanita cantik serta para dayang – dayangnya.

Haram hukumnya bagi warga sekitar Semeru maupun para pendaki untuk memancing ikan mas di sana. Percaya atau tidak, yang jelas cerita berbau mistis itu masih hidup hingga kini di tengah kecantikan Semeru.
Read More
21 comments

Menguak Misteri Di Gunung Slamet

Banyak misteri yang beredar di masyarakat tentang keangkeran Gunung Slamet yang berketinggian 3.428 Mdpl. Gunung yang berada di wilayah perbatasan Kabupaten Brebes, Banyumas, Purbalingga, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Pemalang di Propinsi Jawa Tengah ini adalah gunung tertinggi ke 2 di Pulau Jawa setelah Gunung Semeru

www.belantaraindonesia.org

Gunung Slamet sering di cap sebagai salah satu gunung paling angker oleh para pendaki. Banyak mitos mengerikan yang berhubungan dengan Gunung Slamet.

Gunung Slamet mempunyai medan pendakian yang cukup berat. Untuk menuju puncak, pendaki dapat melewati beberapa jalur pendakian, diantaranya Jalur Bambangan, Jalur Guci, Jalur Dukuhliwung dan Jalur Baturaden

Gunung Slamet termasuk dalam gunung berapi yang masih aktif. Di puncaknya terdapat kawah yang sangat luas. Kawah itu bernama Segara Wedi ( Bahasa Jawa: Lautan Pasir ). Di pinggir kawah keluar asap belerang yang menandakan gunung ini masih aktif. 

Puncak tertinggi gunung Slamet bernama puncak Surono. Menurut warga setempat,dahulu kala ada seorang pendaki yang bernama Surono. Pendaki tersebut meninggal di puncak Gunung Slamet karena terpeleset ke jurang. 

Untuk menghormatinya, namanya kemudian dijadikan nama puncak tertinggi gunung Slamet yaitu puncak Surono. Di puncak Surono terdapat sebuah tugu penghormatan untuk mengenang almarhum Surono.

Jalur pendakian Bambangan adalah jalur pendakian Gunung Slamet yang paling populer di kalangan pendaki. Jalur pendakian Bambangan adalah yang paling pendek dibandingkan dengan jalur pendakian lain.

www.belantaraindonesia.org

Ketika kita mendaki Gunung Slamet dari jalur Bambangan maka kita akan melewati sebuah tempat yang sangat sakral. Konon katanya tempat ini adalah pintu masuk menuju kerajaan ghaib di Gunung Slamet. Di tempat ini terdapat 2 buah pohon besar yang tampak seperti pintu yang sangat besar.

Setelah itu kita akan melewati pos yang bernama Samarantu. Konon katanya tempat ini adalah yang paling angker sepanjang jalur pendakian Bambangan. Samarantu sendiri berasal dari 2 buah kata yaitu Samar dan Hantu yang berarti hantu yang tidak terlihat.

Usahakan jangan mendirikan tenda di tempat ini karena konon banyak pendaki yang diganggu oleh makhluk ghaib ketika bermalam di daerah Samarantu ini.

Misteri Makhluk Kerdil
Misteri yang beredar di jalur pendakian Guci pun tidak kalah ngerinya. Konon katanya di sekitar pelawangan Gunung Slamet khususnya di jalur Guci terdapat makhluk kerdil. Mahkluk tersebut dulunya adalah seorang manusia. Manusia tersebut tersesat ketika mendaki Gunung Slamet dan tidak bisa kembali ke bawah.

Manusia tersebut mencoba bertahan hidup dengan memakan daun seperti layaknya hewan. Lama - kelamaan makhluk tersebut kehilangan jati dirinya sebagai manusia karena terlalu lama hidup dengan cara hewan. Makhluk kerdil ini ketakutan jika bertemu dengan pendaki.

www.belantaraindonesia.org

Seringkali ketika pendaki gunung mendirikan tenda di sekitar plawangan dan meninggalkan makanan di depan tenda, makhluk kerdil ini akan mengambil makanan tersebut dan hilang sebelum pendaki menyadarinya.

Di sekitar sini juga terdapat sebuah tempat yang bisa mengeluarkan air yang bisa diminum. Untuk mengeluarkan air tersebut kita perlu membawa menyan kemudian dibakar dan diiringi dengan bacaan - bacaan tertentu.

Gunung Slamet juga sering didatangi oleh para pencari pesugihan. Ada beberapa tempat di Gunung Slamet yang dipercaya bisa mendatangkan berkah bagi para pengunjungnya.

Air Terjun Guci
Air terjun Guci di lereng Gunung Slamet, Slawi, dikenal sebagai objek wisata sejuk nan nyaman. Tak sedikit yang memanfaatkannya sebagai tempat olah kanuragan dan olah batin. Airnya berkhasiat menyembuhkan berbagai macam sakit kulit.

Tapi obyek ini juga ada yang memanfaatkannya sebagai tempat mencari pesugihan. Di balik gemuruhnya air terjun Guci, dipercaya sebagai sarang siluman naga bernama Naga Cerek. Meski royal memberi pesugihan, tapi berat permintaan Naga Cerek. Sebab yang diminta nyawa salah satu anggota keluarga. Boleh nyawa orang lain, tapi kalau meleset tetap harus diganti keluarga sendiri.

Juru kunci setempat, bisa menyampaikan permintaan itu kepada Naga Cerek dengan ritual khusus. Itu pun harus dilakukan malam Jumat Legi dan Selasa Kliwon. Uba rampe yang harus dipersiapkan antara lain, minyak wangi, kemenyan, kembang dan tumpeng. Bila semuanya sudah siap, ritual bisa langsung digelar.

Kehadiran Naga Cerek bisa ditandai bila air yang berisi uba rampe berbuih. Lagi pula si juru kunci haus sampai mengalami trance. Setelah itu, si peminta pesugihan dipersilakan mandi air terjun Guci. Banyak pemandu wanita siap memberikan jasa pada setiap tamu, baik laki - laki maupun perempuan. Usai menjalani ritual, lalu dilakukan kenduri sekadarnya.
Banyak misteri yang beredar di masyarakat tentang keangkeran Gunung Slamet yang berketinggian 3.428 Mdpl. Gunung yang berada di wilayah perbatasan Kabupaten Brebes, Banyumas, Purbalingga, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Pemalang di Propinsi Jawa Tengah ini adalah gunung tertinggi ke 2 di Pulau Jawa setelah Gunung Semeru

www.belantaraindonesia.org

Gunung Slamet sering di cap sebagai salah satu gunung paling angker oleh para pendaki. Banyak mitos mengerikan yang berhubungan dengan Gunung Slamet.

Gunung Slamet mempunyai medan pendakian yang cukup berat. Untuk menuju puncak, pendaki dapat melewati beberapa jalur pendakian, diantaranya Jalur Bambangan, Jalur Guci, Jalur Dukuhliwung dan Jalur Baturaden

Gunung Slamet termasuk dalam gunung berapi yang masih aktif. Di puncaknya terdapat kawah yang sangat luas. Kawah itu bernama Segara Wedi ( Bahasa Jawa: Lautan Pasir ). Di pinggir kawah keluar asap belerang yang menandakan gunung ini masih aktif. 

Puncak tertinggi gunung Slamet bernama puncak Surono. Menurut warga setempat,dahulu kala ada seorang pendaki yang bernama Surono. Pendaki tersebut meninggal di puncak Gunung Slamet karena terpeleset ke jurang. 

Untuk menghormatinya, namanya kemudian dijadikan nama puncak tertinggi gunung Slamet yaitu puncak Surono. Di puncak Surono terdapat sebuah tugu penghormatan untuk mengenang almarhum Surono.

Jalur pendakian Bambangan adalah jalur pendakian Gunung Slamet yang paling populer di kalangan pendaki. Jalur pendakian Bambangan adalah yang paling pendek dibandingkan dengan jalur pendakian lain.

www.belantaraindonesia.org

Ketika kita mendaki Gunung Slamet dari jalur Bambangan maka kita akan melewati sebuah tempat yang sangat sakral. Konon katanya tempat ini adalah pintu masuk menuju kerajaan ghaib di Gunung Slamet. Di tempat ini terdapat 2 buah pohon besar yang tampak seperti pintu yang sangat besar.

Setelah itu kita akan melewati pos yang bernama Samarantu. Konon katanya tempat ini adalah yang paling angker sepanjang jalur pendakian Bambangan. Samarantu sendiri berasal dari 2 buah kata yaitu Samar dan Hantu yang berarti hantu yang tidak terlihat.

Usahakan jangan mendirikan tenda di tempat ini karena konon banyak pendaki yang diganggu oleh makhluk ghaib ketika bermalam di daerah Samarantu ini.

Misteri Makhluk Kerdil
Misteri yang beredar di jalur pendakian Guci pun tidak kalah ngerinya. Konon katanya di sekitar pelawangan Gunung Slamet khususnya di jalur Guci terdapat makhluk kerdil. Mahkluk tersebut dulunya adalah seorang manusia. Manusia tersebut tersesat ketika mendaki Gunung Slamet dan tidak bisa kembali ke bawah.

Manusia tersebut mencoba bertahan hidup dengan memakan daun seperti layaknya hewan. Lama - kelamaan makhluk tersebut kehilangan jati dirinya sebagai manusia karena terlalu lama hidup dengan cara hewan. Makhluk kerdil ini ketakutan jika bertemu dengan pendaki.

www.belantaraindonesia.org

Seringkali ketika pendaki gunung mendirikan tenda di sekitar plawangan dan meninggalkan makanan di depan tenda, makhluk kerdil ini akan mengambil makanan tersebut dan hilang sebelum pendaki menyadarinya.

Di sekitar sini juga terdapat sebuah tempat yang bisa mengeluarkan air yang bisa diminum. Untuk mengeluarkan air tersebut kita perlu membawa menyan kemudian dibakar dan diiringi dengan bacaan - bacaan tertentu.

Gunung Slamet juga sering didatangi oleh para pencari pesugihan. Ada beberapa tempat di Gunung Slamet yang dipercaya bisa mendatangkan berkah bagi para pengunjungnya.

Air Terjun Guci
Air terjun Guci di lereng Gunung Slamet, Slawi, dikenal sebagai objek wisata sejuk nan nyaman. Tak sedikit yang memanfaatkannya sebagai tempat olah kanuragan dan olah batin. Airnya berkhasiat menyembuhkan berbagai macam sakit kulit.

Tapi obyek ini juga ada yang memanfaatkannya sebagai tempat mencari pesugihan. Di balik gemuruhnya air terjun Guci, dipercaya sebagai sarang siluman naga bernama Naga Cerek. Meski royal memberi pesugihan, tapi berat permintaan Naga Cerek. Sebab yang diminta nyawa salah satu anggota keluarga. Boleh nyawa orang lain, tapi kalau meleset tetap harus diganti keluarga sendiri.

Juru kunci setempat, bisa menyampaikan permintaan itu kepada Naga Cerek dengan ritual khusus. Itu pun harus dilakukan malam Jumat Legi dan Selasa Kliwon. Uba rampe yang harus dipersiapkan antara lain, minyak wangi, kemenyan, kembang dan tumpeng. Bila semuanya sudah siap, ritual bisa langsung digelar.

Kehadiran Naga Cerek bisa ditandai bila air yang berisi uba rampe berbuih. Lagi pula si juru kunci haus sampai mengalami trance. Setelah itu, si peminta pesugihan dipersilakan mandi air terjun Guci. Banyak pemandu wanita siap memberikan jasa pada setiap tamu, baik laki - laki maupun perempuan. Usai menjalani ritual, lalu dilakukan kenduri sekadarnya.
Read More
2 comments

Mendaki Gunung Bersama Keluarga Itu Menyenangkan

Mendaki gunung adalah kegiatan yang menyenangkan. Tetapi akan lebih menyenangkan lagi apabila mendaki gunung bersama keluarga. Ada banyak momen yang tak bisa dilewatkan yang dapat mengakrabkan keluarga dalam kegiatan mendaki gunung, misalnya saat menapak jalan menanjak dan menyusuri sungai kecil.

www.belantaraindonesia.org

Namun, kegiatan mendaki gunung bersama keluarga bisa menjadi 'bencana' kala tidak disertai dengan persiapan yang baik. Luka bakar, gigitan serangga, bahkan dehidrasi dapat menyerang anak - anak yang belum terbiasa menjalani kegiatan luar ruangan seperti ini.

Terus bagaimana membuat kegiatan ini menyenangkan saat bersama keluarga? Berikut ini tips - tipsnya.

Beri Gambaran Pada Anak Tentang Kegiatan yang Akan Dilakukan
Penting bagi anak mengetahui seperti apa medan yang akan ditempuh dan apa yang akan mereka lakukan ketika perjalanan mendaki gunung. Meskipun Anda harus memberi tahu bahwa mereka harus selalu mawas diri, tetapi yakinkan pada mereka kegiatan ini akan menjadi kegiatan yang seru dan takkan terlupakan.

Carilah Informasi Tentang Area Pendakian
Sangat penting untuk mengetahui area pendakian yang akan dilalui bersama keluarga. Carilah track yang tidak terlalu menyulitkan, khususnya bagi anak - anak yang masih kecil. Anda tak mau 'kan kegiatan pendakian berakhir dengan anak - anak yang rewel karena track yang terlalu panjang dan melelahkan?

Pilih Sepatu Yang Aman Dan Nyaman
Tidak ada yang dapat menggantikan kenyamanan sepatu yang digunakan pendaki dalam acara mendaki gunung. Hal ini sangat penting, maka disarankan agar memilih sepatu yang memang dirancang untuk melindungi area pergelangan kaki dan anti selip. Hindari menggunakan sandal yang terbuka untuk anak - anak. Jika menggunakan sepatu lari, pastikan mengenakan kaos kaki setinggi lutut untuk menghindari cedera dan gigitan serangga yang ada di tanah.

Ajari Anak Etika Saat Berada Di Alam Bebas
Mendaki gunung bermanfaat untuk belajar saling menghormati satu sama lain. Ajarilah anak untuk menghormati tanaman - tanaman yang ada di jalur pendakian dengan tidak sembarangan memetiknya, selalu menjaga ketenangan dan tidak membuang sampah sembarangan.

Pastikan Perbekalan Yang Cukup
Anak - anak memerlukan energi yang cukup untuk melakukan pendakian. Bawalah sebotol besar air minum dan cemilan ringan yang mengenyangkan, misalnya roti gandum. Hindarilah terlalu banyak gula - gulaan yang dimakan selama perjalanan.

Semoga tips ini membantu persiapan perjalanan Anda yang menyenangkan bersama keluarga ya, Selamat berpetualang!   Vemale
Mendaki gunung adalah kegiatan yang menyenangkan. Tetapi akan lebih menyenangkan lagi apabila mendaki gunung bersama keluarga. Ada banyak momen yang tak bisa dilewatkan yang dapat mengakrabkan keluarga dalam kegiatan mendaki gunung, misalnya saat menapak jalan menanjak dan menyusuri sungai kecil.

www.belantaraindonesia.org

Namun, kegiatan mendaki gunung bersama keluarga bisa menjadi 'bencana' kala tidak disertai dengan persiapan yang baik. Luka bakar, gigitan serangga, bahkan dehidrasi dapat menyerang anak - anak yang belum terbiasa menjalani kegiatan luar ruangan seperti ini.

Terus bagaimana membuat kegiatan ini menyenangkan saat bersama keluarga? Berikut ini tips - tipsnya.

Beri Gambaran Pada Anak Tentang Kegiatan yang Akan Dilakukan
Penting bagi anak mengetahui seperti apa medan yang akan ditempuh dan apa yang akan mereka lakukan ketika perjalanan mendaki gunung. Meskipun Anda harus memberi tahu bahwa mereka harus selalu mawas diri, tetapi yakinkan pada mereka kegiatan ini akan menjadi kegiatan yang seru dan takkan terlupakan.

Carilah Informasi Tentang Area Pendakian
Sangat penting untuk mengetahui area pendakian yang akan dilalui bersama keluarga. Carilah track yang tidak terlalu menyulitkan, khususnya bagi anak - anak yang masih kecil. Anda tak mau 'kan kegiatan pendakian berakhir dengan anak - anak yang rewel karena track yang terlalu panjang dan melelahkan?

Pilih Sepatu Yang Aman Dan Nyaman
Tidak ada yang dapat menggantikan kenyamanan sepatu yang digunakan pendaki dalam acara mendaki gunung. Hal ini sangat penting, maka disarankan agar memilih sepatu yang memang dirancang untuk melindungi area pergelangan kaki dan anti selip. Hindari menggunakan sandal yang terbuka untuk anak - anak. Jika menggunakan sepatu lari, pastikan mengenakan kaos kaki setinggi lutut untuk menghindari cedera dan gigitan serangga yang ada di tanah.

Ajari Anak Etika Saat Berada Di Alam Bebas
Mendaki gunung bermanfaat untuk belajar saling menghormati satu sama lain. Ajarilah anak untuk menghormati tanaman - tanaman yang ada di jalur pendakian dengan tidak sembarangan memetiknya, selalu menjaga ketenangan dan tidak membuang sampah sembarangan.

Pastikan Perbekalan Yang Cukup
Anak - anak memerlukan energi yang cukup untuk melakukan pendakian. Bawalah sebotol besar air minum dan cemilan ringan yang mengenyangkan, misalnya roti gandum. Hindarilah terlalu banyak gula - gulaan yang dimakan selama perjalanan.

Semoga tips ini membantu persiapan perjalanan Anda yang menyenangkan bersama keluarga ya, Selamat berpetualang!   Vemale
Read More
17 comments

Menggapai Puncak Gunung Leuser

Gunung Leuser merupakan salah satu gunung dalam jajaran pegunungan Bukit Barisan di Sumatera. Memiliki ketinggian sekitar 3.404 mdpl, menjadikannya sebagai gunung tertinggi di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Gunung Leuser termasuk dalam wilayah Taman Nasional Gunung Leuser ( TNGL ) dikenal dengan nama Kawasan Ekosistem Leuser yang merupakan situs warisan dunia UNESCO.

www.belantaraindonesia.org

Gunung ini memiliki hutan yang masih sangat asri dan alami yang terdiri dari hutan tua dengan pepohonan besar, hutan lumut pada dataran tinggi serta daerah terbuka dengan tumbuhan perdu khas pegunungan.

Gunung Leuser berada di sebelah Tenggara Aceh, berbatasan dengan Provinsi Sumatera Utara. Secara administratif puncaknya termasuk dalam empat wilayah Kabupaten yaitu Kabupaten Aceh Tenggara, Kabupaten Barat Daya, Kabupaten Aceh Selatan dan Kabupaten Gayo Lues.

Terdapat beberapa Jalur pendakian Gunung Leuser yang bisa digunakan untuk mendaki gunung ini, yaitu jalur Agusan, jalur Kedah dan jalur Meukek. Jalur Agusan waktu tempuhnya lebih panjang dibanding jalur lainnya sedangkan jalur Meukek sangatlah curam untuk dilalui sehingga membutuhkan peralatan khusus untuk mendakinya. Jalur yang lebih sering digunakan adalah melalui jalur Kedah yang berada di dusun kedah, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, NAD.

www.belantaraindonesia.org

Tidak seperti gunung - gunung lainnya di Indonesia, Gunung Leuser memiliki tantangan tersendiri yang cukup populer di kalangan pendaki lokal maupun manca Negara. Jalur pendakian menuju puncak Gunung Leuser terbilang cukup panjang dan menguras tenaga.

Dibutuhkan waktu sekitar 9 -10 hari untuk menuju puncaknya yang berjarak sekitar 51 Kilometer dari titik start pendakian jalur Kedah. Dalam perjalanannya, pendaki harus melalui empat puncak gunung, menyusuri perbukitan panjang sampai melintasi lembah - lembah.

Bandingkan dengan pendakian di Gunung Rinjani, Semeru, Carstensz dan lainnya hanya membutuhkan waktu 2 sampai 5 hari. Bahkan untuk mencapai puncak Kilimanjaro di Afrika Selatan hanya membutuhkan waktu 5 hari. Dapat Anda bayangkan bukan bagaimana rintangan yang harus dihadapi ?

Puncak Leuser hanya berupa dataran yang tidak begitu luas dengan vegetasi berupa tanaman perdu. Pemandangan dari atas sini cukup terbuka, Anda dapat menyaksikan pemandangan bukit - bukit TNGL yang menghijau memanjakan mata.

www.belantaraindonesia.org

Selain itu pula dari kejauhan tampak pemandangan Kota BlangPidie dan beberapa kota lain di sekitarnya dengan hiasan pemandangan lautnya yang membiru. Sungguh sebuah suguhan pemandangan alam yang cantik, dijamin akan sangat cukup untuk membayar semua penat yang terasa.

Tips
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah dari bulan Juni hingga Oktober. Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi: Lembaga Pariwisata Tangkahan – LPT Pusat Pengunjung Kawasan Ekowisata Tangkahan ( Kawasan Ekowisata Tangkahan ). Desa Namo Sialang, Tangkahan, HP: +62 8126567432 dan 81361662387. Atau email: tangkahan_ecotourism@yahoo.com

Peraturan
1. Melakukan booking minimal satu bulan sebelum jadwal pendakian
2. Bagi Pelajar / Mahasiswa / Organisasi untuk menyampaikan permohonan resmi dari Sekolah / Universitas / Organisasi kepada Balai Besar TNGL yang ditembuskan ke Polres Gayo Lues dan Kodim 0113 Gayo Lues.
3. Melengkapi administrasi berupa foto copy identitas per orang sebanyak 4 rangkap yang akan diberikan ke Balai Besar TNGL, Polres Gayo Lues, Kodim 0113 Gayo Lues dan sebagai arsip Leuser Mentalu.
4. Menyerahkan Surat Ijin Masuk Kawasan Konservasi ( SIMAKSI ) dari Balai Besar TNGL yang dibuat di Seksi Pengelolaan TNGL Wilayah III di Kota Blangkejeren, Gayo Lues.
5. Surat keterangan sehat dari dokter.
www.belantaraindonesia.org

Perlengkapan

• 1 ransel besar.
• 1 tas harian kecil.
• Tas anti air untuk barang pribadi, dokumen, kamera.
• 1 sweter katun.
• 1 kemeja tebal.
• 1 baju hangat yang tebal untuk trekking yang lebih tinggi dengan ketinggian 2.500m.
• 3 kaos Katun T-shirt.
• 5 pasang celana dalam katun.
• 1 pasang kaus kaki katun untuk setiap hari di hutan.
• 3 celana kargo katun, dengan beberapa kantong resleting.
• 1 pasang celana pendek.
• 1 topi besar. • 1 pasang sepatu bot yang ringan namun nyaman, ( cepat kering seperti Garmont Tenere Atau yang serupa ).
• 1 pasang sepatu olah raga.
• Jangan membawa sepatu bot karet, karena tidak akan berguna.
• 1 Sleeping bag
• Kamera dengan batre cadangan dan disk yang cukup
• 1 senter
• 1 Teropong
• Tenda dan kelambu yang disediakan oleh penginapan hutan tadah hujan Kedah

www.belantaraindonesia.org

Obat - Obatan
• krim sunblock.
• Obat Anti Diare.
Pil Malaria.
• Pembasmi serangga.
• Garam Dehidrasi. • Obat Anti Flu obat.
• Antibiotik.
• Anda harus memiliki vaksinasi Tetanus yang masih berlaku.

Pencegahan terhadap Malaria penting namun Anda harus menghubungi dokter Anda tentang tindakan pencegahan atau pengobatan jika terjadi infeksi. Anda juga perlu memastikan asuransi kesehatan jiwa Anda dari penyedia asuransi, mereka akan menanggung biaya terhadap resiko trekking di hutan, khususnya di hutan lebat Leuser.
Gunung Leuser merupakan salah satu gunung dalam jajaran pegunungan Bukit Barisan di Sumatera. Memiliki ketinggian sekitar 3.404 mdpl, menjadikannya sebagai gunung tertinggi di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Gunung Leuser termasuk dalam wilayah Taman Nasional Gunung Leuser ( TNGL ) dikenal dengan nama Kawasan Ekosistem Leuser yang merupakan situs warisan dunia UNESCO.

www.belantaraindonesia.org

Gunung ini memiliki hutan yang masih sangat asri dan alami yang terdiri dari hutan tua dengan pepohonan besar, hutan lumut pada dataran tinggi serta daerah terbuka dengan tumbuhan perdu khas pegunungan.

Gunung Leuser berada di sebelah Tenggara Aceh, berbatasan dengan Provinsi Sumatera Utara. Secara administratif puncaknya termasuk dalam empat wilayah Kabupaten yaitu Kabupaten Aceh Tenggara, Kabupaten Barat Daya, Kabupaten Aceh Selatan dan Kabupaten Gayo Lues.

Terdapat beberapa Jalur pendakian Gunung Leuser yang bisa digunakan untuk mendaki gunung ini, yaitu jalur Agusan, jalur Kedah dan jalur Meukek. Jalur Agusan waktu tempuhnya lebih panjang dibanding jalur lainnya sedangkan jalur Meukek sangatlah curam untuk dilalui sehingga membutuhkan peralatan khusus untuk mendakinya. Jalur yang lebih sering digunakan adalah melalui jalur Kedah yang berada di dusun kedah, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, NAD.

www.belantaraindonesia.org

Tidak seperti gunung - gunung lainnya di Indonesia, Gunung Leuser memiliki tantangan tersendiri yang cukup populer di kalangan pendaki lokal maupun manca Negara. Jalur pendakian menuju puncak Gunung Leuser terbilang cukup panjang dan menguras tenaga.

Dibutuhkan waktu sekitar 9 -10 hari untuk menuju puncaknya yang berjarak sekitar 51 Kilometer dari titik start pendakian jalur Kedah. Dalam perjalanannya, pendaki harus melalui empat puncak gunung, menyusuri perbukitan panjang sampai melintasi lembah - lembah.

Bandingkan dengan pendakian di Gunung Rinjani, Semeru, Carstensz dan lainnya hanya membutuhkan waktu 2 sampai 5 hari. Bahkan untuk mencapai puncak Kilimanjaro di Afrika Selatan hanya membutuhkan waktu 5 hari. Dapat Anda bayangkan bukan bagaimana rintangan yang harus dihadapi ?

Puncak Leuser hanya berupa dataran yang tidak begitu luas dengan vegetasi berupa tanaman perdu. Pemandangan dari atas sini cukup terbuka, Anda dapat menyaksikan pemandangan bukit - bukit TNGL yang menghijau memanjakan mata.

www.belantaraindonesia.org

Selain itu pula dari kejauhan tampak pemandangan Kota BlangPidie dan beberapa kota lain di sekitarnya dengan hiasan pemandangan lautnya yang membiru. Sungguh sebuah suguhan pemandangan alam yang cantik, dijamin akan sangat cukup untuk membayar semua penat yang terasa.

Tips
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah dari bulan Juni hingga Oktober. Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi: Lembaga Pariwisata Tangkahan – LPT Pusat Pengunjung Kawasan Ekowisata Tangkahan ( Kawasan Ekowisata Tangkahan ). Desa Namo Sialang, Tangkahan, HP: +62 8126567432 dan 81361662387. Atau email: tangkahan_ecotourism@yahoo.com

Peraturan
1. Melakukan booking minimal satu bulan sebelum jadwal pendakian
2. Bagi Pelajar / Mahasiswa / Organisasi untuk menyampaikan permohonan resmi dari Sekolah / Universitas / Organisasi kepada Balai Besar TNGL yang ditembuskan ke Polres Gayo Lues dan Kodim 0113 Gayo Lues.
3. Melengkapi administrasi berupa foto copy identitas per orang sebanyak 4 rangkap yang akan diberikan ke Balai Besar TNGL, Polres Gayo Lues, Kodim 0113 Gayo Lues dan sebagai arsip Leuser Mentalu.
4. Menyerahkan Surat Ijin Masuk Kawasan Konservasi ( SIMAKSI ) dari Balai Besar TNGL yang dibuat di Seksi Pengelolaan TNGL Wilayah III di Kota Blangkejeren, Gayo Lues.
5. Surat keterangan sehat dari dokter.
www.belantaraindonesia.org

Perlengkapan

• 1 ransel besar.
• 1 tas harian kecil.
• Tas anti air untuk barang pribadi, dokumen, kamera.
• 1 sweter katun.
• 1 kemeja tebal.
• 1 baju hangat yang tebal untuk trekking yang lebih tinggi dengan ketinggian 2.500m.
• 3 kaos Katun T-shirt.
• 5 pasang celana dalam katun.
• 1 pasang kaus kaki katun untuk setiap hari di hutan.
• 3 celana kargo katun, dengan beberapa kantong resleting.
• 1 pasang celana pendek.
• 1 topi besar. • 1 pasang sepatu bot yang ringan namun nyaman, ( cepat kering seperti Garmont Tenere Atau yang serupa ).
• 1 pasang sepatu olah raga.
• Jangan membawa sepatu bot karet, karena tidak akan berguna.
• 1 Sleeping bag
• Kamera dengan batre cadangan dan disk yang cukup
• 1 senter
• 1 Teropong
• Tenda dan kelambu yang disediakan oleh penginapan hutan tadah hujan Kedah

www.belantaraindonesia.org

Obat - Obatan
• krim sunblock.
• Obat Anti Diare.
Pil Malaria.
• Pembasmi serangga.
• Garam Dehidrasi. • Obat Anti Flu obat.
• Antibiotik.
• Anda harus memiliki vaksinasi Tetanus yang masih berlaku.

Pencegahan terhadap Malaria penting namun Anda harus menghubungi dokter Anda tentang tindakan pencegahan atau pengobatan jika terjadi infeksi. Anda juga perlu memastikan asuransi kesehatan jiwa Anda dari penyedia asuransi, mereka akan menanggung biaya terhadap resiko trekking di hutan, khususnya di hutan lebat Leuser.
Read More
10 comments

Fakta Tentang Gaza

Gaza, sebuah wilayah di Palestina yang dari dulu hingga kini selalu di perangi oleh pasukan tentara Israel. Gaza selalu membuat hati miris dan sedih karena perjuangan rakyat Gaza tak jua lekang di amuk jaman dan tak bosan walau serangan militer Israel terus menerus mengancam. Apa yang salah dengan Gaza? Dan berikut ini fakta tentang Gaza yang layak Anda tahu.

www.belantaraindonesia.org

1. Ternyata warga negara asing yang disegani oleh warga disana adalah warga negara Indonesia ! Selain karena Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, juga karena Indonesia selalu memberikan dukungan moriil dibandingkan dengan negara lain, baik negara di Timur Tengah lain sekalipun.

2. Walaupun tinggal di area konflik, anak - anak di Gaza tidak ada yang trauma sedikitpun. Wajah mereka selalu riang dan ceria!

3. Ternyata rata - rata pendidikan minimal warga sana adalah S2 !

4. Saat mengunjungi panti orang cacat, disana juga para penghuninya juga tidak ada yang murung. Semuanya menampakkan wajah ceria! Yang mereka yakini adalah bagian tubuh mereka yang tidak ada telah mendahului mereka ke Surga.
 


5. Rata - rata masyarakatnya hafidz 30 juz.

6. Rata - rata ibu - ibu disana tidak tidur sebelum membaca 3 juz al Qur’an!


7. Saat komisi X DPR kesana, mereka sempat mengunjungi penjara hasil tawanan Israel. Dan ternyata disana berisi ibu - ibu dan anak Palestina yang dikurung dengan dakwaan yang tidak jelas alasannya. Dan hukuman untuk mereka rata - rata tidak logis. 1000 tahun penjara! Sebegitu takutkah Israel terhadap Palestina?


www.belantaraindonesia.org

8. Setiap anak kecil yang ditanya, mereka bercita - cita menjadi pasukan Izzuddin Al Qasam dan syahid di jalan Allah


9. Angka kelahiran selalu sama dengan atau lebih besar dari angka kematian. Tanah yang takkan kekurangan Pejuang!


10. Sebagian dari warga dunia mengira rakyat Palestina memperjuangkan ‘tanah kelahiran mereka’. Nyatanya jawaban mereka adalah, ’ kami disini memperjuangkan tanah yang memang ditakdirkan untuk umat Islam. Hanya saja karena kami lah yang ditakdirkan untuk lahir disini, makan kami lah berkewajiban untuk melindungi tanah umat Islam ini"


11. Di sana tidak ada pupuk. Namun ternyata semua hasil pertaniannya adalah grade A. Grade terbaik! Memang, tanah akan kian subur apabila disirami darah para Syuhada!
  Facebook
Gaza, sebuah wilayah di Palestina yang dari dulu hingga kini selalu di perangi oleh pasukan tentara Israel. Gaza selalu membuat hati miris dan sedih karena perjuangan rakyat Gaza tak jua lekang di amuk jaman dan tak bosan walau serangan militer Israel terus menerus mengancam. Apa yang salah dengan Gaza? Dan berikut ini fakta tentang Gaza yang layak Anda tahu.

www.belantaraindonesia.org

1. Ternyata warga negara asing yang disegani oleh warga disana adalah warga negara Indonesia ! Selain karena Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, juga karena Indonesia selalu memberikan dukungan moriil dibandingkan dengan negara lain, baik negara di Timur Tengah lain sekalipun.

2. Walaupun tinggal di area konflik, anak - anak di Gaza tidak ada yang trauma sedikitpun. Wajah mereka selalu riang dan ceria!

3. Ternyata rata - rata pendidikan minimal warga sana adalah S2 !

4. Saat mengunjungi panti orang cacat, disana juga para penghuninya juga tidak ada yang murung. Semuanya menampakkan wajah ceria! Yang mereka yakini adalah bagian tubuh mereka yang tidak ada telah mendahului mereka ke Surga.
 


5. Rata - rata masyarakatnya hafidz 30 juz.

6. Rata - rata ibu - ibu disana tidak tidur sebelum membaca 3 juz al Qur’an!


7. Saat komisi X DPR kesana, mereka sempat mengunjungi penjara hasil tawanan Israel. Dan ternyata disana berisi ibu - ibu dan anak Palestina yang dikurung dengan dakwaan yang tidak jelas alasannya. Dan hukuman untuk mereka rata - rata tidak logis. 1000 tahun penjara! Sebegitu takutkah Israel terhadap Palestina?


www.belantaraindonesia.org

8. Setiap anak kecil yang ditanya, mereka bercita - cita menjadi pasukan Izzuddin Al Qasam dan syahid di jalan Allah


9. Angka kelahiran selalu sama dengan atau lebih besar dari angka kematian. Tanah yang takkan kekurangan Pejuang!


10. Sebagian dari warga dunia mengira rakyat Palestina memperjuangkan ‘tanah kelahiran mereka’. Nyatanya jawaban mereka adalah, ’ kami disini memperjuangkan tanah yang memang ditakdirkan untuk umat Islam. Hanya saja karena kami lah yang ditakdirkan untuk lahir disini, makan kami lah berkewajiban untuk melindungi tanah umat Islam ini"


11. Di sana tidak ada pupuk. Namun ternyata semua hasil pertaniannya adalah grade A. Grade terbaik! Memang, tanah akan kian subur apabila disirami darah para Syuhada!
  Facebook
Read More
36 comments

Jika Suamimu Seorang Pendaki Gunung

Apa yang ada dibenak kalian jika mendengar kata ‘pendaki gunung’? Boleh jadi seorang lelaki dengan carrier besar, celana pdl, sepatu gunung, buff bercorak bunga atau sulur abstrak, windbreaker dan sarung tangan tebal, rambut gondrong yang terkesan kumal, dan kulit gelap khas terbakar Matahari.

www.belantaraindonesia.org

Aku adalah seseorang yang nantinya berprofesi tak dekat dengan alam. Tapi tak bisa kupungkiri aku memiliki ketertarikan terhadap alam. Ya, aku adalah seorang pendaki gunung. Aku tahu, kesan seorang pendaki gunung identik dengan kesan kotor dan urakan, tapi perlu kau ketahui wahai calon istriku, aku adalah seorang pendaki yang berbeda dengan image pendaki gunung seperti itu. Banyak diluar sana para pendaki yang masih  menjaga etikanya, kerapihannya, serta tata kramanya dan aku termasuk salah satu diantaranya.

Calon istriku, sebagai seorang pendaki tak perlu kau cemas jika kelak aku menghabiskan hari - hariku di alam. Bukan maksudku ingin meninggalkanmu, tapi inilah salah satu caraku untuk mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa. Tidak sehari dua hari aku pergi meninggalkanmu, bahkan mimpiku menaklukkan 7 puncak dunia bisa memakan waktu hingga 3 tahun tak bertemu denganmu. Tak perlu kau khawatir. Aku telah menitipkan diriku dan dirimu pada Tuhan. Aku bertekad pada diri ini untuk kembali bersua denganmu.

Calon istriku. Bukan berarti aku tak punya tujuan dengan aku pergi mendaki. Justru para pendaki gunung adalah orang yang memiliki tujuan yang mantap dan jelas. Apalagi kalau bukan puncak gunung. Aku tidak memiliki istilah “Mengalir sajalah ikuti arus”.

Menjejak di puncak adalah tujuan akhir dari perjalanan panjang nan melelahkan. Jika belum mencapainya, maka aku akan menjadikan ini sebagai hutang yang harus dibayar. Prinsip inilah yang menjadikan tekad ku kuat dalam menggapai puncak - puncak kehidupan.

Calon istriku. Perjalanan ini tak mudah. Perlu proses yang panjang dan kerja keras dalam mencapainya. Tak bisa tetiba aku ada di puncak menikmati Mentari terbit dan terbenam yang sungguh elok memesona. Aku harus sabar dan menghargai setiap proses hingga aku dapat menikmati hasilnya. Aku juga belajar menjadi pribadi yang tak mudah menyerah menghadapi medan juang yang begitu berat.

Calon istriku. Jika kau hidup bersamaku, kesabaran dan kesetiaan adalah nilai utama yang aku tanamkan dalam hidup mu. Ya, aku tahu kau khawatir menungguku kembali. Tapi tahukah engkau? Saat aku berada di puncak gunung, aku merasa sangat dekat dengan Tuhan.

Tak lupa aku menyelipkan namamu ketika berdoa di tanah tinggi ini. Aku menitipkan pesan kepada Tuhan bahwa aku telah tiba dan tak perlu engkau khawatir. Jikalau aku telah tiba kembali di titik awal pendakian, aku akan menghubungimu. Tak peduli selelah apa aku. Yang aku inginkan hanya mendengar suaramu. Mendengar celotehanmu. Mendengar ceritamu selama kutinggalkan. Ah, lelahku hilang tak berbekas karenanya.

Calon istriku. Maukah kau hidup bersamaku? Ditengah resiko aku meregang nyawa dalam perjalanan? Ditengah resiko aku kehilangan bagian tubuhku ketika mendaki? Maukah kau menungguku dengan setia? Sanggupkah kau sabar menantiku? Hanya satu yang dapat aku berikan. Janji. Ya janji. Peganglah janjiku. Aku pergi untuk kembaliKurniawan Gunadi
Apa yang ada dibenak kalian jika mendengar kata ‘pendaki gunung’? Boleh jadi seorang lelaki dengan carrier besar, celana pdl, sepatu gunung, buff bercorak bunga atau sulur abstrak, windbreaker dan sarung tangan tebal, rambut gondrong yang terkesan kumal, dan kulit gelap khas terbakar Matahari.

www.belantaraindonesia.org

Aku adalah seseorang yang nantinya berprofesi tak dekat dengan alam. Tapi tak bisa kupungkiri aku memiliki ketertarikan terhadap alam. Ya, aku adalah seorang pendaki gunung. Aku tahu, kesan seorang pendaki gunung identik dengan kesan kotor dan urakan, tapi perlu kau ketahui wahai calon istriku, aku adalah seorang pendaki yang berbeda dengan image pendaki gunung seperti itu. Banyak diluar sana para pendaki yang masih  menjaga etikanya, kerapihannya, serta tata kramanya dan aku termasuk salah satu diantaranya.

Calon istriku, sebagai seorang pendaki tak perlu kau cemas jika kelak aku menghabiskan hari - hariku di alam. Bukan maksudku ingin meninggalkanmu, tapi inilah salah satu caraku untuk mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa. Tidak sehari dua hari aku pergi meninggalkanmu, bahkan mimpiku menaklukkan 7 puncak dunia bisa memakan waktu hingga 3 tahun tak bertemu denganmu. Tak perlu kau khawatir. Aku telah menitipkan diriku dan dirimu pada Tuhan. Aku bertekad pada diri ini untuk kembali bersua denganmu.

Calon istriku. Bukan berarti aku tak punya tujuan dengan aku pergi mendaki. Justru para pendaki gunung adalah orang yang memiliki tujuan yang mantap dan jelas. Apalagi kalau bukan puncak gunung. Aku tidak memiliki istilah “Mengalir sajalah ikuti arus”.

Menjejak di puncak adalah tujuan akhir dari perjalanan panjang nan melelahkan. Jika belum mencapainya, maka aku akan menjadikan ini sebagai hutang yang harus dibayar. Prinsip inilah yang menjadikan tekad ku kuat dalam menggapai puncak - puncak kehidupan.

Calon istriku. Perjalanan ini tak mudah. Perlu proses yang panjang dan kerja keras dalam mencapainya. Tak bisa tetiba aku ada di puncak menikmati Mentari terbit dan terbenam yang sungguh elok memesona. Aku harus sabar dan menghargai setiap proses hingga aku dapat menikmati hasilnya. Aku juga belajar menjadi pribadi yang tak mudah menyerah menghadapi medan juang yang begitu berat.

Calon istriku. Jika kau hidup bersamaku, kesabaran dan kesetiaan adalah nilai utama yang aku tanamkan dalam hidup mu. Ya, aku tahu kau khawatir menungguku kembali. Tapi tahukah engkau? Saat aku berada di puncak gunung, aku merasa sangat dekat dengan Tuhan.

Tak lupa aku menyelipkan namamu ketika berdoa di tanah tinggi ini. Aku menitipkan pesan kepada Tuhan bahwa aku telah tiba dan tak perlu engkau khawatir. Jikalau aku telah tiba kembali di titik awal pendakian, aku akan menghubungimu. Tak peduli selelah apa aku. Yang aku inginkan hanya mendengar suaramu. Mendengar celotehanmu. Mendengar ceritamu selama kutinggalkan. Ah, lelahku hilang tak berbekas karenanya.

Calon istriku. Maukah kau hidup bersamaku? Ditengah resiko aku meregang nyawa dalam perjalanan? Ditengah resiko aku kehilangan bagian tubuhku ketika mendaki? Maukah kau menungguku dengan setia? Sanggupkah kau sabar menantiku? Hanya satu yang dapat aku berikan. Janji. Ya janji. Peganglah janjiku. Aku pergi untuk kembaliKurniawan Gunadi
Read More
17 comments

Kecantikan Alam Di Kaki Gunung Sindoro

Kecantikan Alam Di Kaki Gunung Sindoro berikut ini mungkin tak banyak yang tahu. Posong nama tempat tersebut yang berada di wilayah Temanggung, Jawa Tengah. Pemandangan khas pegunungan akan Anda temukan dan panorama alam dahsyat akan membuat Anda bermimpi untuk kembali lagi.

www.belantaraindonesia.org
Pemandangan Cantik Di Kaki Sindoro
Wisata baru yang terletak di Desa Tlahap, Kecamatan Kledung ini menawarkan konsep wisata alam dengan pemandangan sunrise yang menakjubkan dan pemandangan 7 puncak gunung di Jawa Tengah. Wisata ini sendiri berada diantara dua gunung yang megah, yaitu Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.

Wisata Posong menyuguhkan pemandangan Gunung Sumbing, Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo, Andong, Gunung Ungaran dan Gunung Muria terlihat dari kejauhan. Wisata ini tepatnya berada di lereng gunung Sindoro. Gunung Sindoro terlihat sangat jelas di bagian belakang wisata ini.

Berada pada ketinggian sekitar 2.000 Mdpl kita akan mendapatkan pemandangan yang eksotik menawan tanpa harus jalan kaki. Sebab tempat ini sangat mudah sekali dijangkau dengan mobil maupun motor yang bisa sampai di lahan parkir obyek wisata ini.

www.belantaraindonesia.org
Gazebo Untuk Bersantai
Tarif parkirnya relatif murah hanya Rp 2.000 untuk motor dan Rp 5.000 untuk mobil tanpa tambahan restribusi lagi. Tempat ini sudah dilengkapi dengan tempat parkir yang luas, kamar mandi / WC dan Mushala serta ada 3 buah gardu pandang yang luas, juga ada beberapa bangunan pendukung lain.

Pada malam hari banyak sekali para pecinta alam yang bermalam sekadar kemping atau memotret Milkyway ( Galaksi Bima Sakti ) yang tampak jelas. Milkyway bisa diliat karena tempat wisata berada di ketinggian yang cukup tinggi, juga karena minimnya polusi cahaya.

Jika mengunjungi obyek ini hanya akan dijumpai 1 buah warung yang menyediakan gorengan dan kopi saja. Maka Anda akan lebih mudah membawa bekal minuman hangat dari rumah jika tidak ingin kedinginan di pagi hari. Juga, jangan lupa pakaian tebal yang hangat.

www.belantaraindonesia.org
Sunrise Di Posong
Setelah berwisata dari Posong untuk pengunjung yang akan merasakan hidangan kas Temanggung atau mencicipi hangatnya kopi, bisa langsung menikmati di daerah rest area Kledung.

Selain sunrise, kita juga bisa bermain outbound ria, melihat Watu Kelir, melihat Watu Mlongso, juga situs punden berundak yang masih dalam kawasan yang sama. Penasaran dengan keindahannya, datang saja ke tempat ini!  Foto Credit
Kecantikan Alam Di Kaki Gunung Sindoro berikut ini mungkin tak banyak yang tahu. Posong nama tempat tersebut yang berada di wilayah Temanggung, Jawa Tengah. Pemandangan khas pegunungan akan Anda temukan dan panorama alam dahsyat akan membuat Anda bermimpi untuk kembali lagi.

www.belantaraindonesia.org
Pemandangan Cantik Di Kaki Sindoro
Wisata baru yang terletak di Desa Tlahap, Kecamatan Kledung ini menawarkan konsep wisata alam dengan pemandangan sunrise yang menakjubkan dan pemandangan 7 puncak gunung di Jawa Tengah. Wisata ini sendiri berada diantara dua gunung yang megah, yaitu Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.

Wisata Posong menyuguhkan pemandangan Gunung Sumbing, Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo, Andong, Gunung Ungaran dan Gunung Muria terlihat dari kejauhan. Wisata ini tepatnya berada di lereng gunung Sindoro. Gunung Sindoro terlihat sangat jelas di bagian belakang wisata ini.

Berada pada ketinggian sekitar 2.000 Mdpl kita akan mendapatkan pemandangan yang eksotik menawan tanpa harus jalan kaki. Sebab tempat ini sangat mudah sekali dijangkau dengan mobil maupun motor yang bisa sampai di lahan parkir obyek wisata ini.

www.belantaraindonesia.org
Gazebo Untuk Bersantai
Tarif parkirnya relatif murah hanya Rp 2.000 untuk motor dan Rp 5.000 untuk mobil tanpa tambahan restribusi lagi. Tempat ini sudah dilengkapi dengan tempat parkir yang luas, kamar mandi / WC dan Mushala serta ada 3 buah gardu pandang yang luas, juga ada beberapa bangunan pendukung lain.

Pada malam hari banyak sekali para pecinta alam yang bermalam sekadar kemping atau memotret Milkyway ( Galaksi Bima Sakti ) yang tampak jelas. Milkyway bisa diliat karena tempat wisata berada di ketinggian yang cukup tinggi, juga karena minimnya polusi cahaya.

Jika mengunjungi obyek ini hanya akan dijumpai 1 buah warung yang menyediakan gorengan dan kopi saja. Maka Anda akan lebih mudah membawa bekal minuman hangat dari rumah jika tidak ingin kedinginan di pagi hari. Juga, jangan lupa pakaian tebal yang hangat.

www.belantaraindonesia.org
Sunrise Di Posong
Setelah berwisata dari Posong untuk pengunjung yang akan merasakan hidangan kas Temanggung atau mencicipi hangatnya kopi, bisa langsung menikmati di daerah rest area Kledung.

Selain sunrise, kita juga bisa bermain outbound ria, melihat Watu Kelir, melihat Watu Mlongso, juga situs punden berundak yang masih dalam kawasan yang sama. Penasaran dengan keindahannya, datang saja ke tempat ini!  Foto Credit
Read More
13 comments