Not seeing a Scroll to Top Button? Go to our FAQ page for more info.
Subcribe to our RSS feedsJoin Us on FacebookFollow us on TwitterAdd to Circles
+81391470737 wijayadie@yahoo.com

Yakinlah, Indonesia Itu Cantik Adanya

Yakinlah, Indonesia itu cantik adanya, sulit percaya? Setidaknya pesona alam Indonesia berikut ini akan membuat Anda menjadi yakin bahwa di Bumi dimana kita tinggal memiliki banyak sekali destinasi yang teramat indah lengkap dengan kearifan lokal penghuninya. Tempat - tempat ini punya pemandangan menawan, serta keunikan yang membuatnya tersohor di mata dunia.

Wae Rebo, Nusa Tenggara Timur
Di Nusa Tenggara Timur tepatnya Kecamatan Satarmase, Kabupaten Manggarai, ada sebuah desa unik di ketinggian 1.200 mMdpl. Namanya Wae Rebo, yang merupakan desa adat dengan 7 rumah utama berbentuk kerucut. Satu rumah bisa ditinggali 6 - 8 keluarga. Rumah ini memiliki diameter dan ketinggian yang sama.

www.belantaraindonesia.org

Di sini, Anda bisa merasakan hidup tanpa sinyal ponsel apalagi internet. Nikmatilah pengalaman hidup jauh dari peradaban, di tengah lanskap hijau dengan pemandangan menawan. Berkunjung ke sini akan membuat Anda lebih menghargai orang sekitar. Apalagi, anak - anak di Wae Rebo terkenal ramah dan suka bermain dengan wisatawan.

Bromo, Jawa Timur
Bisa dibilang, Gunung Bromo yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ( TNBTS ) adalah primadona keindahan alam di Jawa Timur. Keindahan gunung ini sudah mendunia, tiap hari Gunung Bromo selalu didatangi wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

www.belantaraindonesia.org

Berada di tempat ini, Anda akan merasakan betapa indahnya alam Nusantara. Mulailah dari Pananjakan, tempat melihat terbitnya Matahari dengan pemandangan menawan. Setelah itu Anda bisa mengarungi lautan pasir, sebelum akhirnya mendaki Bromo sampai puncak. Jangan lupa abadikan momen dengan kamera, Anda bisa menyebar fotonya di media sosial agar dunia tahu betapa indah dan cantiknya Indonesia!

Suku Baduy, Banten
Suku Baduy, atau juga disebut Urang Kanekes, adalah suatu kelompok masyarakat adat yang mendiami wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Mereka punya adat istiadat tersendiri dan tertutup dari dunia luar.

www.belantaraindonesia.org

Satu hal yang paling identik dengan Suku Baduy adalah kearifan lokalnya. Suku Baduy sangat menghormati alam. Jika mereka baik dengan alam, maka alam akan lebih baik kepada mereka. Ajaran seperti itu masih terasa kental pada Suku Baduy.

Mereka sama sekali menjaga kebersihan dan tidak melakukan perusakan terhadap hutan. Jangankan itu, mereka saja menolak memakai shampoo dan sabun mandi di sungai karena dianggap dapat mencemarkan lingkungan. Kuncinya, mereka hidup selaras dengan alam.

Pintu masuk menuju tempat tinggal pemukiman Suku Baduy adalah Desa Ciboleger yang menjadi pemukiman Baduy Luar. Setelah itu, Anda bisa berjalan ke berbagai desa di Baduy Dalam seperti Cibeo, Cikitawarna dan Cikeusik. Kalau Baduy Luar tersebar di 49 desa.

Puncak Carstensz, Papua
Meski negara tropis, Indonesia punya salju abadi yang terletak di puncak gunung. Carstensz, begitu nama puncak yang merupakan titik tertinggi di Pegunungan Jaya Wijaya, Papua. Ketinggiannya 4.884 Mdpl, dan masuk dalam World's Seven Summit alias 7 puncak tertinggi di dunia.

www.belantaraindonesia.org

Mendaki sampai Puncak Carstensz tidaklah gampang. Dari Timika atau Nabire, perjalanan dilanjutkan naik pesawat perintis ke Sugapa di Intan Jaya. Dari sana, perjalanan dilanjutkan 8 jam ke Desa Ugimba. Jalan kaki menuju Puncak Carstensz paling cepat memakan waktu 4 hari.

Butuh latihan serta fisik yang kuat untuk bisa sampai Puncak Carstensz. Namun para pendaki yang sudah mencapai Carstensz mengakui, rasa nasionalisme pasti membuncah ketika tiba di puncak penuh salju abadi itu. Mendaki Carstensz pasti jadi pengalaman satu kali dalam seumur hidup.

Raja Ampat, Papua Barat
Bagi para diver, Raja Ampat adalah tempat 'naik haji'. Perairan di Papua Barat ini punya biota laut yang sangat kaya, serupa dengan lautan Karibia serta Great Barrier Reef di Australia. Diving di tempat ini, berarti Anda sudah melihat salah satu kekayaan alam bawah laut terindah di Indonesia.

www.belantaraindonesia.org

Tak heran, Raja Ampat menjadi destinasi para penyelam dari berbagai belahan dunia. Dari hiu, manta, sampai hiu paus ( Whale Shark ) bisa ditemui di perairan Raja Ampat dan sekitarnya. Hiu karpet menjadi spesies endemik di kawasan ini.

Terdapat banyak spot diving di Raja Ampat. Mulai dari Mansuar, Piaynemo, Manta Point, sampai Wayag yang menjadi ikon Raja Ampat.

Bali
Bagi turis mancanegara, Bali adalah destinasi wajib sekaligus bisa dibilang terlengkap di Indonesia. Betapa tidak, Pulau Dewata punya banyak suguhan. Mulai dari pantai, laut, gunung, danau, kuliner, serta budaya dan tradisi masyarakat lokal yang terjaga ratusan tahun lamanya.

www.belantaraindonesia.org

Tak heran Bali menjadi salah satu highlight dalam buku Eat, Pray, Love yang kemudian dijadikan film. Dalam film tersebut, sang pemain yaitu julia Roberts mengunjungi Bali untuk mendalami spiritualitas sekaligus mengubah cara pandangnya tentang kehidupan.

Pulau Dewata seperti tak habis dijelajahi. Terlepas dari kawasan ramai seperti Kuta, Legian, Seminyak dan Ubud, masih banyak daerah yang belum sepenuhnya dijamah turis. Mulai dari Kintamani, Singaraja, Pemuteran, sampai Taman Nasional Bali Barat yang masih alami.

Aceh
Sebagai provinsi paling barat di Indonesia, Aceh punya banyak suguhan untuk wisatawan. Namun terlepas dari itu, Aceh punya banyak destinasi yang akan memperluas ilmu pengetahuan. Aceh juga jadi destinasi tepat untuk wisata religi dan sejarah.

www.belantaraindonesia.org

Museum Tsunami di Banda Aceh adalah tempat Anda mengenang tragedi tsunami yang melanda Aceh tahun 2004. Museum dengan bangunan futuristik ini akan membuat hati terenyuh, khususnya saat melihat Asma Allah di satu ruangannya.

Selain Banda Aceh, Anda bisa mengunjungi Pulau Weh yang merupakan pulau paling barat di Indonesia. Di sinilah Titik Nol Kilometer berada, ditandai oleh sebuah tugu. Pulau Weh juga jadi destinasi populer untuk diving dan snorkeling.

Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara
Indonesia juga punya kekayaan flora dan fauna yang tak terhitung. Salah satunya adalah komodo, yang populasinya terjaga di Taman Nasional Komodo. Inilah dinosaurus terakhir di Bumi, yang tidak ditemukan di tempat lain!

www.belantaraindonesia.org

Taman Nasional Komodo terletak di antara Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Pintu masuknya adalah Labuan Bajo, sebuah kota pelabuhan di NTB. Untuk melihat Si Naga Purba, Anda bisa sewa boat mengunjungi Pulau Komodo dan Pulau Rinca.

Taman Nasional ini juga tersohor akan keindahan perairannya. Pulau Komodo punya Pink Beach, pantai landai dengan pasir merah muda akibat koral warna merah yang terdapat di perairannya. Tak heran, seleb Hollywood seperti Gwyneth Paltrow mengajak kedua anaknya liburan ke TN Komodo pada 2013 lalu.
src
Yakinlah, Indonesia itu cantik adanya, sulit percaya? Setidaknya pesona alam Indonesia berikut ini akan membuat Anda menjadi yakin bahwa di Bumi dimana kita tinggal memiliki banyak sekali destinasi yang teramat indah lengkap dengan kearifan lokal penghuninya. Tempat - tempat ini punya pemandangan menawan, serta keunikan yang membuatnya tersohor di mata dunia.

Wae Rebo, Nusa Tenggara Timur
Di Nusa Tenggara Timur tepatnya Kecamatan Satarmase, Kabupaten Manggarai, ada sebuah desa unik di ketinggian 1.200 mMdpl. Namanya Wae Rebo, yang merupakan desa adat dengan 7 rumah utama berbentuk kerucut. Satu rumah bisa ditinggali 6 - 8 keluarga. Rumah ini memiliki diameter dan ketinggian yang sama.

www.belantaraindonesia.org

Di sini, Anda bisa merasakan hidup tanpa sinyal ponsel apalagi internet. Nikmatilah pengalaman hidup jauh dari peradaban, di tengah lanskap hijau dengan pemandangan menawan. Berkunjung ke sini akan membuat Anda lebih menghargai orang sekitar. Apalagi, anak - anak di Wae Rebo terkenal ramah dan suka bermain dengan wisatawan.

Bromo, Jawa Timur
Bisa dibilang, Gunung Bromo yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ( TNBTS ) adalah primadona keindahan alam di Jawa Timur. Keindahan gunung ini sudah mendunia, tiap hari Gunung Bromo selalu didatangi wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

www.belantaraindonesia.org

Berada di tempat ini, Anda akan merasakan betapa indahnya alam Nusantara. Mulailah dari Pananjakan, tempat melihat terbitnya Matahari dengan pemandangan menawan. Setelah itu Anda bisa mengarungi lautan pasir, sebelum akhirnya mendaki Bromo sampai puncak. Jangan lupa abadikan momen dengan kamera, Anda bisa menyebar fotonya di media sosial agar dunia tahu betapa indah dan cantiknya Indonesia!

Suku Baduy, Banten
Suku Baduy, atau juga disebut Urang Kanekes, adalah suatu kelompok masyarakat adat yang mendiami wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Mereka punya adat istiadat tersendiri dan tertutup dari dunia luar.

www.belantaraindonesia.org

Satu hal yang paling identik dengan Suku Baduy adalah kearifan lokalnya. Suku Baduy sangat menghormati alam. Jika mereka baik dengan alam, maka alam akan lebih baik kepada mereka. Ajaran seperti itu masih terasa kental pada Suku Baduy.

Mereka sama sekali menjaga kebersihan dan tidak melakukan perusakan terhadap hutan. Jangankan itu, mereka saja menolak memakai shampoo dan sabun mandi di sungai karena dianggap dapat mencemarkan lingkungan. Kuncinya, mereka hidup selaras dengan alam.

Pintu masuk menuju tempat tinggal pemukiman Suku Baduy adalah Desa Ciboleger yang menjadi pemukiman Baduy Luar. Setelah itu, Anda bisa berjalan ke berbagai desa di Baduy Dalam seperti Cibeo, Cikitawarna dan Cikeusik. Kalau Baduy Luar tersebar di 49 desa.

Puncak Carstensz, Papua
Meski negara tropis, Indonesia punya salju abadi yang terletak di puncak gunung. Carstensz, begitu nama puncak yang merupakan titik tertinggi di Pegunungan Jaya Wijaya, Papua. Ketinggiannya 4.884 Mdpl, dan masuk dalam World's Seven Summit alias 7 puncak tertinggi di dunia.

www.belantaraindonesia.org

Mendaki sampai Puncak Carstensz tidaklah gampang. Dari Timika atau Nabire, perjalanan dilanjutkan naik pesawat perintis ke Sugapa di Intan Jaya. Dari sana, perjalanan dilanjutkan 8 jam ke Desa Ugimba. Jalan kaki menuju Puncak Carstensz paling cepat memakan waktu 4 hari.

Butuh latihan serta fisik yang kuat untuk bisa sampai Puncak Carstensz. Namun para pendaki yang sudah mencapai Carstensz mengakui, rasa nasionalisme pasti membuncah ketika tiba di puncak penuh salju abadi itu. Mendaki Carstensz pasti jadi pengalaman satu kali dalam seumur hidup.

Raja Ampat, Papua Barat
Bagi para diver, Raja Ampat adalah tempat 'naik haji'. Perairan di Papua Barat ini punya biota laut yang sangat kaya, serupa dengan lautan Karibia serta Great Barrier Reef di Australia. Diving di tempat ini, berarti Anda sudah melihat salah satu kekayaan alam bawah laut terindah di Indonesia.

www.belantaraindonesia.org

Tak heran, Raja Ampat menjadi destinasi para penyelam dari berbagai belahan dunia. Dari hiu, manta, sampai hiu paus ( Whale Shark ) bisa ditemui di perairan Raja Ampat dan sekitarnya. Hiu karpet menjadi spesies endemik di kawasan ini.

Terdapat banyak spot diving di Raja Ampat. Mulai dari Mansuar, Piaynemo, Manta Point, sampai Wayag yang menjadi ikon Raja Ampat.

Bali
Bagi turis mancanegara, Bali adalah destinasi wajib sekaligus bisa dibilang terlengkap di Indonesia. Betapa tidak, Pulau Dewata punya banyak suguhan. Mulai dari pantai, laut, gunung, danau, kuliner, serta budaya dan tradisi masyarakat lokal yang terjaga ratusan tahun lamanya.

www.belantaraindonesia.org

Tak heran Bali menjadi salah satu highlight dalam buku Eat, Pray, Love yang kemudian dijadikan film. Dalam film tersebut, sang pemain yaitu julia Roberts mengunjungi Bali untuk mendalami spiritualitas sekaligus mengubah cara pandangnya tentang kehidupan.

Pulau Dewata seperti tak habis dijelajahi. Terlepas dari kawasan ramai seperti Kuta, Legian, Seminyak dan Ubud, masih banyak daerah yang belum sepenuhnya dijamah turis. Mulai dari Kintamani, Singaraja, Pemuteran, sampai Taman Nasional Bali Barat yang masih alami.

Aceh
Sebagai provinsi paling barat di Indonesia, Aceh punya banyak suguhan untuk wisatawan. Namun terlepas dari itu, Aceh punya banyak destinasi yang akan memperluas ilmu pengetahuan. Aceh juga jadi destinasi tepat untuk wisata religi dan sejarah.

www.belantaraindonesia.org

Museum Tsunami di Banda Aceh adalah tempat Anda mengenang tragedi tsunami yang melanda Aceh tahun 2004. Museum dengan bangunan futuristik ini akan membuat hati terenyuh, khususnya saat melihat Asma Allah di satu ruangannya.

Selain Banda Aceh, Anda bisa mengunjungi Pulau Weh yang merupakan pulau paling barat di Indonesia. Di sinilah Titik Nol Kilometer berada, ditandai oleh sebuah tugu. Pulau Weh juga jadi destinasi populer untuk diving dan snorkeling.

Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara
Indonesia juga punya kekayaan flora dan fauna yang tak terhitung. Salah satunya adalah komodo, yang populasinya terjaga di Taman Nasional Komodo. Inilah dinosaurus terakhir di Bumi, yang tidak ditemukan di tempat lain!

www.belantaraindonesia.org

Taman Nasional Komodo terletak di antara Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Pintu masuknya adalah Labuan Bajo, sebuah kota pelabuhan di NTB. Untuk melihat Si Naga Purba, Anda bisa sewa boat mengunjungi Pulau Komodo dan Pulau Rinca.

Taman Nasional ini juga tersohor akan keindahan perairannya. Pulau Komodo punya Pink Beach, pantai landai dengan pasir merah muda akibat koral warna merah yang terdapat di perairannya. Tak heran, seleb Hollywood seperti Gwyneth Paltrow mengajak kedua anaknya liburan ke TN Komodo pada 2013 lalu.
src
Read More
8 comments

Sampah Di Gunung - Gunung Indonesia Semakin Mengkhawatirkan

Tingkat kesadaran pendaki gunung yang semakin melemah dan juga sarana dan prasarana yang sangat kurang membuat gunung - gunung di Indonesia menjadi tempat pembuangan sampah. Tentu hal ini sangat tidak layak. Apakah karena sudah tak ada lagi tempat membuang sampah di perkotaan kemudian berpindah ke gunung? Atau memang itu hanya mental pengunjungnya?

www.belantaraindonesia.org

Botol plastik dan bungkus plastik mi instan tampak berserakan di salah satu sudut tepian Danau Ranu Kumbolo, Gunung Semeru, Jawa Timur. Sampah itu ditinggalkan begitu saja oleh para pendaki dan pengunjung gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut, tanpa ada yang berinisiatif membawanya ke tempat pembuangan di bagian bawah gunung.

Data Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menunjukkan setiap pengunjung membuang sekitar 0,5 kilogram sampah di Gunung Semeru. Padahal, setiap hari gunung tersebut disambangi 200 hingga 500 pendaki. Artinya, di Gunung Semeru ada sekitar 250 kilogram sampah per hari!

Kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Gunung Semeru. Sejumlah aktivis lingkungan mengatakan tumpukan sampah di taman nasional dan gunung di Indonesia menjadi panorama umum. Kebersihannya memprihatinkan, bahkan sudah dalam taraf mengkhawatirkan.

www.belantaraindonesia.org

Berdasarkan pemantauan selama beberapa tahun terakhir, kesadaran para pengunjung dan pendaki untuk membuang sampah di tempat yang sudah dialokasikan sangat rendah.

Di samping itu, kita juga melihat manajemen taman nasional yang ingin mengembangkan wisata dengan meningkatkan kuota pengunjung per hari, namun tidak diimbangi dengan kesiapan mengolah sampah.

Terbatasnya kemampuan pengelola gunung dan taman nasional untuk menangani sampah diakui Khairunissa, humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Menurutnya, pengelola Gunung Semeru hanya memiliki anggaran menyewa truk untuk mengeluarkan sampah setiap pekan. “Nggak mungkin setiap hari, kita nggak punya anggaran untuk itu.”

Gunung Semeru juga mengandalkan empat personel untuk menjaga pintu jalur pendakian Ranu Pani. Bila ditambah dengan tenaga upah, ada 10 orang yang berjaga di sana.

www.belantaraindonesia.org

Mereka harus melayani ratusan pengunjung, menjaga keamanan, lalu mengurus kebersihan. Jelas secara personel kita tidak mampu ( menangani sampah ),” ujarnya.

Yang paling utama adalah perubahan mental dan perilaku pendakinya. Aksi penurunan sampah tidak akan efektif bila tidak dibarengi dengan pemberian pemahaman dan pengawasan.

Yang efektif adalah mencegah sampah - sampah itu berada di atas gunung. Apabila kita hanya fokus mengangkut sampah dari atas gunung, siklusnya akan berputar tanpa henti.

Dan masalah sampah di gunung Indonesia tidak pernah selesai jika diserahkan kepada para insinyur. Karena tehnologi itu mudah.

Kini sudah ada plastik yang bisa terurai, lalu ada daur ulang yang canggih. Tapi itu tidak menyelesaikan masalah selama masyarakat Indonesia masih tidak terdidik membuang sampah dengan benar. Ahli agama, pendidikan, psikologi, komunikasi, harus kerja keras memberi pendidikan tentang membuang sampah.  NG
Tingkat kesadaran pendaki gunung yang semakin melemah dan juga sarana dan prasarana yang sangat kurang membuat gunung - gunung di Indonesia menjadi tempat pembuangan sampah. Tentu hal ini sangat tidak layak. Apakah karena sudah tak ada lagi tempat membuang sampah di perkotaan kemudian berpindah ke gunung? Atau memang itu hanya mental pengunjungnya?

www.belantaraindonesia.org

Botol plastik dan bungkus plastik mi instan tampak berserakan di salah satu sudut tepian Danau Ranu Kumbolo, Gunung Semeru, Jawa Timur. Sampah itu ditinggalkan begitu saja oleh para pendaki dan pengunjung gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut, tanpa ada yang berinisiatif membawanya ke tempat pembuangan di bagian bawah gunung.

Data Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menunjukkan setiap pengunjung membuang sekitar 0,5 kilogram sampah di Gunung Semeru. Padahal, setiap hari gunung tersebut disambangi 200 hingga 500 pendaki. Artinya, di Gunung Semeru ada sekitar 250 kilogram sampah per hari!

Kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Gunung Semeru. Sejumlah aktivis lingkungan mengatakan tumpukan sampah di taman nasional dan gunung di Indonesia menjadi panorama umum. Kebersihannya memprihatinkan, bahkan sudah dalam taraf mengkhawatirkan.

www.belantaraindonesia.org

Berdasarkan pemantauan selama beberapa tahun terakhir, kesadaran para pengunjung dan pendaki untuk membuang sampah di tempat yang sudah dialokasikan sangat rendah.

Di samping itu, kita juga melihat manajemen taman nasional yang ingin mengembangkan wisata dengan meningkatkan kuota pengunjung per hari, namun tidak diimbangi dengan kesiapan mengolah sampah.

Terbatasnya kemampuan pengelola gunung dan taman nasional untuk menangani sampah diakui Khairunissa, humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Menurutnya, pengelola Gunung Semeru hanya memiliki anggaran menyewa truk untuk mengeluarkan sampah setiap pekan. “Nggak mungkin setiap hari, kita nggak punya anggaran untuk itu.”

Gunung Semeru juga mengandalkan empat personel untuk menjaga pintu jalur pendakian Ranu Pani. Bila ditambah dengan tenaga upah, ada 10 orang yang berjaga di sana.

www.belantaraindonesia.org

Mereka harus melayani ratusan pengunjung, menjaga keamanan, lalu mengurus kebersihan. Jelas secara personel kita tidak mampu ( menangani sampah ),” ujarnya.

Yang paling utama adalah perubahan mental dan perilaku pendakinya. Aksi penurunan sampah tidak akan efektif bila tidak dibarengi dengan pemberian pemahaman dan pengawasan.

Yang efektif adalah mencegah sampah - sampah itu berada di atas gunung. Apabila kita hanya fokus mengangkut sampah dari atas gunung, siklusnya akan berputar tanpa henti.

Dan masalah sampah di gunung Indonesia tidak pernah selesai jika diserahkan kepada para insinyur. Karena tehnologi itu mudah.

Kini sudah ada plastik yang bisa terurai, lalu ada daur ulang yang canggih. Tapi itu tidak menyelesaikan masalah selama masyarakat Indonesia masih tidak terdidik membuang sampah dengan benar. Ahli agama, pendidikan, psikologi, komunikasi, harus kerja keras memberi pendidikan tentang membuang sampah.  NG
Read More
11 comments

Inilah Masjid Portable Yang Pertama Di Indonesia

Sering kita merasa kesulitan menemukan Masjid untuk menunaikan ibadah Shalat saat sedang menonton musik atau juga sedang berjalan - jalan di wilayah perkotaan ramai. Tetapi masalah tersebut kini telah ada jalan keluarnya karena di Bandung sudah tersedia Masjid Portable yang bisa berpindah - pindah lokasi. Mobile Masjid adalah sebuah inovasi baru dalam pelayanan Shalat di Kota Bandung. Ide ini digagas oleh Muhammad Sobirin, Direktur Yayasan Masjid Nusantara.

www.belantaraindonesia.org

"Jadi kita membuat membuat fasilitas yang bisa melayani shalat di mana pun dan kapan pun. Sasaran kita adalah tempat keramaian yang jauh dari Mushala, konser musik, dan tempat bencana," kata Sobirin.

Disebut Masjid Portabel lantaran minibus Isuzu L300 berwarna hitam berpadu hijau dan putih yang dimodifikasi khusus oleh Yayasan Masjid Nusantara membawa segudang peralatan yang cukup banyak untuk membuat masjid dadakan di mana pun dan kapan pun.

"Tergantung permintaan di mana yang dibutuhkan. Tapi kalau tidak ada permintaan kita keliling - keliling cari tempat keramaian yang sangat butuh tempat Shalat," tuturnya.

Isi dari mobil sumbangan dari Rumah Zakat tersebut mengangkut tanki air berkapasitas 5.000 liter yang bisa dimanfaatkan puluhan umat islam untuk berwudhu. Selain itu, ada juga karpet shaf, genset, sound system, mimbar, hingga peralatan pribadi yang bisa dipakai bergantian seperti mukena, sarung hingga sandal jepit untuk wudhu.

www.belantaraindonesia.org

Saking lengkapnya, Masjid Portabel ini bahkan bisa menggelar Shalat Jumat yang memiliki syarat harus diikuti oleh 40 orang lebih jamaah.

"Ini pertama kali di Indonesia. Masjid ini bisa digunakan sampai 70 orang," tuturnya.

Tidak hanya peralatan untuk Shalat saja, masjid keliling ini juga menyediakan Imam ( pemimpin shalat ).
Masjid portabel ini baru tersedia satu unit di Kota Bandung. Sobirin berharap kembali mendapatkan donatur agar bisa menambah armada Mobile Masjid anyar agar bisa memenuhi antusiasme masyarakat yang mulai tinggi terhadap keberadaan masjid bongkar pasang ini.

Selain itu, kelemahan masjid ini adalah ketika datang hujan. Sebab, Masjid Portabel ini cuma beratapkan langit.

"Kalau hujan ya terpaksa kita berhenti beroperasi," jelasnya.

www.belantaraindonesia.org

Sekali lagi, Sobirin berharap ada donatur yang bisa menyumbang untuk kelangsungan Mobile Masjid ini. Dia punya rencana untuk menambah armada yang memiliki bodi lebih besar agar bisa mengangkut peralatan lebih banyak.

Selain itu, armada tersebut dipastikan lebih canggih karena disertai dengan perpustakaan dan jaringan wifi.
"Kalau mobil ini masih 1.0. Rencananya akhir tahun 2015 Kita ingin tambah yang 2.0, lebih besar kapasitas, yang dibawa lebih banyak. Di dalam mobil bisa jadi tempat Shalat untuk perempuan," paparnya. NG
Sering kita merasa kesulitan menemukan Masjid untuk menunaikan ibadah Shalat saat sedang menonton musik atau juga sedang berjalan - jalan di wilayah perkotaan ramai. Tetapi masalah tersebut kini telah ada jalan keluarnya karena di Bandung sudah tersedia Masjid Portable yang bisa berpindah - pindah lokasi. Mobile Masjid adalah sebuah inovasi baru dalam pelayanan Shalat di Kota Bandung. Ide ini digagas oleh Muhammad Sobirin, Direktur Yayasan Masjid Nusantara.

www.belantaraindonesia.org

"Jadi kita membuat membuat fasilitas yang bisa melayani shalat di mana pun dan kapan pun. Sasaran kita adalah tempat keramaian yang jauh dari Mushala, konser musik, dan tempat bencana," kata Sobirin.

Disebut Masjid Portabel lantaran minibus Isuzu L300 berwarna hitam berpadu hijau dan putih yang dimodifikasi khusus oleh Yayasan Masjid Nusantara membawa segudang peralatan yang cukup banyak untuk membuat masjid dadakan di mana pun dan kapan pun.

"Tergantung permintaan di mana yang dibutuhkan. Tapi kalau tidak ada permintaan kita keliling - keliling cari tempat keramaian yang sangat butuh tempat Shalat," tuturnya.

Isi dari mobil sumbangan dari Rumah Zakat tersebut mengangkut tanki air berkapasitas 5.000 liter yang bisa dimanfaatkan puluhan umat islam untuk berwudhu. Selain itu, ada juga karpet shaf, genset, sound system, mimbar, hingga peralatan pribadi yang bisa dipakai bergantian seperti mukena, sarung hingga sandal jepit untuk wudhu.

www.belantaraindonesia.org

Saking lengkapnya, Masjid Portabel ini bahkan bisa menggelar Shalat Jumat yang memiliki syarat harus diikuti oleh 40 orang lebih jamaah.

"Ini pertama kali di Indonesia. Masjid ini bisa digunakan sampai 70 orang," tuturnya.

Tidak hanya peralatan untuk Shalat saja, masjid keliling ini juga menyediakan Imam ( pemimpin shalat ).
Masjid portabel ini baru tersedia satu unit di Kota Bandung. Sobirin berharap kembali mendapatkan donatur agar bisa menambah armada Mobile Masjid anyar agar bisa memenuhi antusiasme masyarakat yang mulai tinggi terhadap keberadaan masjid bongkar pasang ini.

Selain itu, kelemahan masjid ini adalah ketika datang hujan. Sebab, Masjid Portabel ini cuma beratapkan langit.

"Kalau hujan ya terpaksa kita berhenti beroperasi," jelasnya.

www.belantaraindonesia.org

Sekali lagi, Sobirin berharap ada donatur yang bisa menyumbang untuk kelangsungan Mobile Masjid ini. Dia punya rencana untuk menambah armada yang memiliki bodi lebih besar agar bisa mengangkut peralatan lebih banyak.

Selain itu, armada tersebut dipastikan lebih canggih karena disertai dengan perpustakaan dan jaringan wifi.
"Kalau mobil ini masih 1.0. Rencananya akhir tahun 2015 Kita ingin tambah yang 2.0, lebih besar kapasitas, yang dibawa lebih banyak. Di dalam mobil bisa jadi tempat Shalat untuk perempuan," paparnya. NG
Read More
4 comments

Spesifikasi Jam Tangan Pendaki Gunung

Bagi pendaki gunung, salah satu sarana yang mestinya ada adalah jam tangan, karena sangat dibutuhkan untuk alat penunjuk waktu saat berada di tengah alam bebas. Selain itu banyak lagi peralatan untuk menunjang kegiatan tersebut, seperti kompas atau penunjuk arah dan lain sebagainya. Kali ini kita akan membahas beberapa hal penting mengenai jam tangan yang disarankan bagi pendaki gunung berikut spesifikasinya.

www.belantaraindonesia.org

Jam Tangan Terdapat Kompas Atau Petunjuk Arah
Jam pendaki gunung seharusnya sudah dilengkapi kompas. Mengapa demikian? Jika di gunung maka tidak akan ada sinyal sehingga jika Anda pengguna smartphone, tentunya tidak akan berfungsi disini. Di gunung juga tidak tersedia listrik sewaktu - waktu ketika baetrei dari smartphone Anda habis.

Jam Tangan Terdapat Thermometer Atau Pengatur Suhu
Seperti kita ketahui bahwa di gunung memiliki suhu yang sangat ekstrim dan dingin. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui seberapa besar suhu pada tempat yang akan kita datangi sehingga kita dapat mempersiapkan segala kemungkinan buruk yang bisa terjadi.

Jam Tangan Terdapat Barometer Atau Pengatur Tekanan Udara
Meskipun di gunung banyak sekali pohon dan tanaman, lantas itu tidak menjamin bahwa di gunung kita akan mendapatkan cakupan oksigen yang banyak. Semakin tinggi gunung, semakin tinggi pula tekanan udara yang menjadikan kita sulit untuk bernafas. Sehingga, jika ada jam tangan yang memiliki tekanan udara pastinya akan sangat membantu.

Jam Tangan Terdapat Tenaga Surya
Jam yang baik pasti menyerap daya baterei yang besar pula. Oleh sebab itu, jika Anda memilih jam untuk pendaki, pastikan memiliki sumber tenaga surya sehingga Anda tidak perlu khawatir jika sewaktu - waktu baterei akan habis.

Jam Tangan Harus Tahan Air
Jika menjadi pendaki gunung, Anda harus siap dengan resiko apapun yang Anda hadapi, termasuk perubahan cuaca. Jika sewaktu - waktu hujan, Anda harus memiliki jam yang tahan air. Jam tangan kw tidak akan tahan terhadap air. Jam ini akan sangat penting ketika berada di gunung atau hutan sehingga dapat dipastikan jangan sampai kehilangan fungsi dari arloji ini gara - gara hujan.

Jika Anda ingin kegiatan mendaki gunung yang aman dan nyaman, pastikan Anda memiliki jam tangan yang memiliki kelima fitur tersebut.  Pilihlah jam tangan yang memiliki fitur komplit, ketangguhan di lapangan, daya tahan baetrei yang kuat bahkan baterei bisa otomatis terisi ulang oleh sinar Matahari membuat pendakian sangat mudah dan nyaman. Anda juga tidak perlu khawatir akan kehilangan arah karena jam tersebut juga dilengkapi dengan kompas digital yang canggih.

Sekarang baru pikirkan tentang berapa harga jam tangan yang spesifikasinya seperti di atas? Viva
Bagi pendaki gunung, salah satu sarana yang mestinya ada adalah jam tangan, karena sangat dibutuhkan untuk alat penunjuk waktu saat berada di tengah alam bebas. Selain itu banyak lagi peralatan untuk menunjang kegiatan tersebut, seperti kompas atau penunjuk arah dan lain sebagainya. Kali ini kita akan membahas beberapa hal penting mengenai jam tangan yang disarankan bagi pendaki gunung berikut spesifikasinya.

www.belantaraindonesia.org

Jam Tangan Terdapat Kompas Atau Petunjuk Arah
Jam pendaki gunung seharusnya sudah dilengkapi kompas. Mengapa demikian? Jika di gunung maka tidak akan ada sinyal sehingga jika Anda pengguna smartphone, tentunya tidak akan berfungsi disini. Di gunung juga tidak tersedia listrik sewaktu - waktu ketika baetrei dari smartphone Anda habis.

Jam Tangan Terdapat Thermometer Atau Pengatur Suhu
Seperti kita ketahui bahwa di gunung memiliki suhu yang sangat ekstrim dan dingin. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui seberapa besar suhu pada tempat yang akan kita datangi sehingga kita dapat mempersiapkan segala kemungkinan buruk yang bisa terjadi.

Jam Tangan Terdapat Barometer Atau Pengatur Tekanan Udara
Meskipun di gunung banyak sekali pohon dan tanaman, lantas itu tidak menjamin bahwa di gunung kita akan mendapatkan cakupan oksigen yang banyak. Semakin tinggi gunung, semakin tinggi pula tekanan udara yang menjadikan kita sulit untuk bernafas. Sehingga, jika ada jam tangan yang memiliki tekanan udara pastinya akan sangat membantu.

Jam Tangan Terdapat Tenaga Surya
Jam yang baik pasti menyerap daya baterei yang besar pula. Oleh sebab itu, jika Anda memilih jam untuk pendaki, pastikan memiliki sumber tenaga surya sehingga Anda tidak perlu khawatir jika sewaktu - waktu baterei akan habis.

Jam Tangan Harus Tahan Air
Jika menjadi pendaki gunung, Anda harus siap dengan resiko apapun yang Anda hadapi, termasuk perubahan cuaca. Jika sewaktu - waktu hujan, Anda harus memiliki jam yang tahan air. Jam tangan kw tidak akan tahan terhadap air. Jam ini akan sangat penting ketika berada di gunung atau hutan sehingga dapat dipastikan jangan sampai kehilangan fungsi dari arloji ini gara - gara hujan.

Jika Anda ingin kegiatan mendaki gunung yang aman dan nyaman, pastikan Anda memiliki jam tangan yang memiliki kelima fitur tersebut.  Pilihlah jam tangan yang memiliki fitur komplit, ketangguhan di lapangan, daya tahan baetrei yang kuat bahkan baterei bisa otomatis terisi ulang oleh sinar Matahari membuat pendakian sangat mudah dan nyaman. Anda juga tidak perlu khawatir akan kehilangan arah karena jam tersebut juga dilengkapi dengan kompas digital yang canggih.

Sekarang baru pikirkan tentang berapa harga jam tangan yang spesifikasinya seperti di atas? Viva
Read More
1 comment

Tips Agar Tetap Sehat Saat Mendaki Gunung

Saat mendaki gunung, badan sehat tentu hal pokok yang di butuhkan. Tubuh yang segar dan kuat sangat dibutuhkan saat berusaha menggapai puncak tertinggi di gunung. Banyak pendaki yang tidak bisa melanjutkan perjalanan hingga ke puncak dikarenakan kondisi tubuh yang tidak memungkinkan seperti sakit, lelah dan lain sebagainya.

www.belantaraindonesia.org

Bagi para pendaki, melangkah menuju puncak merupakan hal yang sangat mendebarkan. Meski dilanda rasa lelah dan medan yang begitu sulit, semuanya akan terbayar ketika para pendaki sampai kepuncak. Pemandangan indah akan menghapus semua rasa lelah para pendaki.
 
Namun dalam mendaki gunung juga memiliki resiko, diantara berbagai penyakit yang bisa menyerang kapan saja ketika Anda sedang dalam perjalan pendakian. Agar dalam pendakian Anda aman dan untuk mencegah penyakit menghampiri Anda. Anda perlu melakukan  tips ini.
 
Berdoa
Berdoa walaupun sulit dibuktikan secara ilmiah, namun berdoa sangat penting dilakukan saat Anda mengawali segala aktivitas apapun, termasuk sebelum melakukan pendakian. Doa bisa membantu pikiran Anda tetap positif dan membuat Anda dalam keadaan beruntung. Jadi sebelum Anda melakukan pendakian baiknya Anda dan teman - teman melakukan doa bersama terlebih dahulu untuk keselamatan dan kelancaran selama perjalanan pendakian.
 
Lakukan Peregangan Sebelum Dan Sesudah Pendakian
Berolah raga secara rutin atau melakukan perenggangan sebelum melakukan pendakian akan membantu memulihkan otot dengan cepat dan mencegah keram. Jika Anda langsung melakukan pendakian tanpa pemanasan terlebih dahulu, bukan tidak mungkin ditengah perjalanan akan merasa pegal - pegal, badan terasa kaku dan keram sehingga sangat mengganggu perjalanan Anda. Untuk menghindari ini baiknya jauh - jauh hari melakukan olah raga secara rutin atau setidaknya melakukan pemanasan sebelum melakukan pendakian.
 
Minum Air Secukupnya
Saat melakukan pendakian, tubuh melakukan aktivitas fisik yang membuat kekurangan cairan. Pendakian merupakan aktivitas fisik yang membakar kalori, walaupun udara terasa dingin, namun tubuh akan tetap mengeluarkan keringat. Aktivitas ini tentunya memicu dehidrasi dan kekurangan cairan. Kondisis seperti ini akan berakibat fatal jika di biarkan, namun banyak pendaki yang mengabaikan hal ini. Untuk mengurangi resiko mengalami dehidrasi, Anda harus minum air secukupnya. Jika dihari biasa Anda minum air sebanyak 2 liter, mungkin saat mendaki bisa minum 5 - 6 liter.
 
Lindungi Kulit Dari Sinar Ultraviolet
Udara di pegunungan memang dingin dan sejuk, namun Anda juga tidak boleh membiarkan kulit terkena sinar Matahari secara langsung. Sinar Matahari memang sehat namun jika mengabaikan hal ini, kulit bisa terbakar dan terasa perih. Selalu gunakan jaket dan celana panjang atau pakaian tertutup lainnya. Gunakan juga masker untuk melindungi bibir dari pecah - pecah.
 
Persiapan Yang Cukup
Udara di pegunungan sangat dingin, tentunya persiapan harus cukup dan memadai. Tidak hanya udara dingin saja, namun cuaca buruk juga kerap menghantui para pendaki. Untuk itu Anda harus benar - benar melakukan persiapan dan bekal yang cukup.
 
Jangan Tergesa - Gesa Ingin Cepat Sampai Puncak
Saat melakukan pendakian, kondisi udara tentunya jauh berbeda dengan yang ada di tempat tinggal kita. Tubuh akan melakukan penyesuaian, Anda tidak boleh menganggap remeh hal ini, walaupun tidak kasat mata, namun jika tubuh tidak dapat melakukan penyesuaian secara sempurna, bukan tidak mungin akan terserang penyakit Mountain Sickness di atas gunung. Gejala mulai dari mual, lemas, tidak nafsu makan. Hal ini sangat berbahaya, karena jika di biarkan pendaki bisa kehilangan nyawa.
 
Bawalah Obat - Obatan
Tubuh kita berbeda dengan orang lain, Anda yang paling paham dengan keadaan tubuh sendiri, penyakit apa yang Anda derita dan obat apa yang Anda perlukan. Walaupun mungkin tidak menderita penyakit apapun, bukan berarti Anda tidak perlu membawa obat - obatan. Ingat di dalam perjalanan pendakian segala hal bisa terjadi seperti kecelakaan adan lain sebagainya, dan disana tidak ada dokter ataupun apotek. Jadi Anda harus persiapkan obat dari rumah.  src
Saat mendaki gunung, badan sehat tentu hal pokok yang di butuhkan. Tubuh yang segar dan kuat sangat dibutuhkan saat berusaha menggapai puncak tertinggi di gunung. Banyak pendaki yang tidak bisa melanjutkan perjalanan hingga ke puncak dikarenakan kondisi tubuh yang tidak memungkinkan seperti sakit, lelah dan lain sebagainya.

www.belantaraindonesia.org

Bagi para pendaki, melangkah menuju puncak merupakan hal yang sangat mendebarkan. Meski dilanda rasa lelah dan medan yang begitu sulit, semuanya akan terbayar ketika para pendaki sampai kepuncak. Pemandangan indah akan menghapus semua rasa lelah para pendaki.
 
Namun dalam mendaki gunung juga memiliki resiko, diantara berbagai penyakit yang bisa menyerang kapan saja ketika Anda sedang dalam perjalan pendakian. Agar dalam pendakian Anda aman dan untuk mencegah penyakit menghampiri Anda. Anda perlu melakukan  tips ini.
 
Berdoa
Berdoa walaupun sulit dibuktikan secara ilmiah, namun berdoa sangat penting dilakukan saat Anda mengawali segala aktivitas apapun, termasuk sebelum melakukan pendakian. Doa bisa membantu pikiran Anda tetap positif dan membuat Anda dalam keadaan beruntung. Jadi sebelum Anda melakukan pendakian baiknya Anda dan teman - teman melakukan doa bersama terlebih dahulu untuk keselamatan dan kelancaran selama perjalanan pendakian.
 
Lakukan Peregangan Sebelum Dan Sesudah Pendakian
Berolah raga secara rutin atau melakukan perenggangan sebelum melakukan pendakian akan membantu memulihkan otot dengan cepat dan mencegah keram. Jika Anda langsung melakukan pendakian tanpa pemanasan terlebih dahulu, bukan tidak mungkin ditengah perjalanan akan merasa pegal - pegal, badan terasa kaku dan keram sehingga sangat mengganggu perjalanan Anda. Untuk menghindari ini baiknya jauh - jauh hari melakukan olah raga secara rutin atau setidaknya melakukan pemanasan sebelum melakukan pendakian.
 
Minum Air Secukupnya
Saat melakukan pendakian, tubuh melakukan aktivitas fisik yang membuat kekurangan cairan. Pendakian merupakan aktivitas fisik yang membakar kalori, walaupun udara terasa dingin, namun tubuh akan tetap mengeluarkan keringat. Aktivitas ini tentunya memicu dehidrasi dan kekurangan cairan. Kondisis seperti ini akan berakibat fatal jika di biarkan, namun banyak pendaki yang mengabaikan hal ini. Untuk mengurangi resiko mengalami dehidrasi, Anda harus minum air secukupnya. Jika dihari biasa Anda minum air sebanyak 2 liter, mungkin saat mendaki bisa minum 5 - 6 liter.
 
Lindungi Kulit Dari Sinar Ultraviolet
Udara di pegunungan memang dingin dan sejuk, namun Anda juga tidak boleh membiarkan kulit terkena sinar Matahari secara langsung. Sinar Matahari memang sehat namun jika mengabaikan hal ini, kulit bisa terbakar dan terasa perih. Selalu gunakan jaket dan celana panjang atau pakaian tertutup lainnya. Gunakan juga masker untuk melindungi bibir dari pecah - pecah.
 
Persiapan Yang Cukup
Udara di pegunungan sangat dingin, tentunya persiapan harus cukup dan memadai. Tidak hanya udara dingin saja, namun cuaca buruk juga kerap menghantui para pendaki. Untuk itu Anda harus benar - benar melakukan persiapan dan bekal yang cukup.
 
Jangan Tergesa - Gesa Ingin Cepat Sampai Puncak
Saat melakukan pendakian, kondisi udara tentunya jauh berbeda dengan yang ada di tempat tinggal kita. Tubuh akan melakukan penyesuaian, Anda tidak boleh menganggap remeh hal ini, walaupun tidak kasat mata, namun jika tubuh tidak dapat melakukan penyesuaian secara sempurna, bukan tidak mungin akan terserang penyakit Mountain Sickness di atas gunung. Gejala mulai dari mual, lemas, tidak nafsu makan. Hal ini sangat berbahaya, karena jika di biarkan pendaki bisa kehilangan nyawa.
 
Bawalah Obat - Obatan
Tubuh kita berbeda dengan orang lain, Anda yang paling paham dengan keadaan tubuh sendiri, penyakit apa yang Anda derita dan obat apa yang Anda perlukan. Walaupun mungkin tidak menderita penyakit apapun, bukan berarti Anda tidak perlu membawa obat - obatan. Ingat di dalam perjalanan pendakian segala hal bisa terjadi seperti kecelakaan adan lain sebagainya, dan disana tidak ada dokter ataupun apotek. Jadi Anda harus persiapkan obat dari rumah.  src
Read More
2 comments

Dahsyatnya Letusan Tambora Yang Melegenda

Letusan Gunung Tambora sudah 200 tahun berlalu tetapi masih menyisakan beragam kenangan yang masih bisa dinikmati hingga kini. Letusannya terdengar hingga ke Pulau Jawa. Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Thomas Stamfford Raffles, mencatatnya dalam memoar "The History of Java". Ia menggambarkan bunyi letusan Gunung Tambora pada 5 April 1815 itu bagai meriam.

www.belantaraindonesia.org

Raffles pun mengutus Letnan Owen Phillips untuk mencari tahu letusan gunung di sisi timur dari Pulau Jawa. Phillips menemui Raja Sanggar yang selamat dari "amarah" Gunung Tambora di Pulau Sumbawa. Dalam catatan Phillips, Raja Sanggar menuturkan bahwa pada 10 April 1815 tiga kolom raksasa muncul dari puncak Gunung Tambora dan membubung tinggi.

Kengerian itu tergambar jelas dari kaldera besar yang ada di Gunung Tambora saat ini. Sebelum letusan dahsyat itu, Gunung Tambora memiliki ketinggian mencapai 4.200 meter di atas permukaan laut ( Mdpl ). Letusan yang dahsyat melenyapkan hampir setengah bagian tubuhnya.

Kini gunung yang melegenda itu hanya menyisakan ketinggian 2.751 Mdpl. Kaldera besar juga tercipta akibat letusan yang membawa petaka hingga daratan Eropa ini.

Dari bibir kaldera lewat Doro Ncanga masih sekitar 8 jam lagi untuk turun. Itu juga mesti pakai tali. Kita hanya dapat memandang takjub lubang kaldera yang bertebing curam di segala bagian. Tak terbayangkan penderitaan yang terjadi ketika awan panas, abu, dan batu - batuan vulkanik jatuh ke permukiman warga.

www.belantaraindonesia.org

Raja Sanggar kembali mengisahkan, antara pukul 21.00 dan 22.00, abu terus jatuh, diikuti puting beliung yang menerbangkan hampir semua rumah di Sanggar. Tumbuhan raksasa tercerabut bersama akarnya, lalu terbang bersama orang, rumah, ternak, dan apa pun di muka Bumi.

Dampaknya tak hanya terasa di Pulau Sumbawa ataupun di seluruh bagian Nusantara. Pada tahun 1816, Eropa dan bagian utara dunia lainnya mengalami tahun tanpa musim panas yang mengubah dunia. Berbagai penelitian menyebutkan, tahun tanpa musim panas merupakan dampak dari letusan maha dahsyat dari Gunung Tambora.

Eropa mengalami musim dingin berkepanjangan yang berujung pada gagal panen dan kelaparan. Sejarah terbentuk dari tahun tanpa musim panas itu, mulai dari beragam penemuan, kisah horor melegenda, migrasi penduduk, hingga konon kekalahan Napoleon Bonaparte.

Kaldera Nan Luas
Kini, memandang kaldera Tambora di depan mata, napas kembali terhela dengan kepala sedikit menunduk. Sepasang mata tak cukup untuk memandangi seluruh bagian kawah yang pernah menggemparkan dunia tersebut.  Besar. Bayangkan hampir 7 kilometer diameternya.

www.belantaraindonesia.org

Dengan diameter sepanjang itu, jika ditempuh oleh kendaraan bermotor dengan kecepatan 20 kilometer per jam, maka memerlukan waktu sekitar 3 menit. Sementara kedalaman dasar kaldera diperkirakan mencapai 1 kilometer. Perlu waktu hingga 8 jam perjalanan dengan beberapa bagian medan yang sangat curam.

Dari bibir kaldera, menghadap barat laut, gugusan Pulau Moyo dan Pulau Satonda tampak di depan mata. Di sebelah utara dari titik akhir pendakian lewat Doro Ncanga, jalur pendakian lain yang melewati Desa Kawinda Toi, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima.

Sementara di ujung sisi barat, terdapat jalur pendakian melewati Desa Pancasila. Di arah timur, masih ada lagi jalur pendakian yaitu melewati Desa Sanggar.

Asap tipis mengepul di sisi barat laut dasar kaldera. Diikuti juga dengan awan - awan yang tipis ketika berada di bibir kaldera. Selepas tahun 1815, sang Tambora berupsi kembali, tetapi dengan skala yang jauh lebih kecil.

Tercatat pada 1819, selama 1847-1913 yang membentuk kerucut Doro Afi Toi, dan terakhir kali pada 1967. Anak gunung yang baru terbentuk tak dapat terlihat dari bibir kaldera jalur Doro Ncanga. Jika dilihat dari jalur Pancasila, Doro Afi Toi dapat terlihat. Tambora tidak benar - benar mati. Ia hanya tertidur sebentar. Seakan menanti waktu untuk terbangun dan kembali menunjukkan kedahsyatannya. NG
Letusan Gunung Tambora sudah 200 tahun berlalu tetapi masih menyisakan beragam kenangan yang masih bisa dinikmati hingga kini. Letusannya terdengar hingga ke Pulau Jawa. Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Thomas Stamfford Raffles, mencatatnya dalam memoar "The History of Java". Ia menggambarkan bunyi letusan Gunung Tambora pada 5 April 1815 itu bagai meriam.

www.belantaraindonesia.org

Raffles pun mengutus Letnan Owen Phillips untuk mencari tahu letusan gunung di sisi timur dari Pulau Jawa. Phillips menemui Raja Sanggar yang selamat dari "amarah" Gunung Tambora di Pulau Sumbawa. Dalam catatan Phillips, Raja Sanggar menuturkan bahwa pada 10 April 1815 tiga kolom raksasa muncul dari puncak Gunung Tambora dan membubung tinggi.

Kengerian itu tergambar jelas dari kaldera besar yang ada di Gunung Tambora saat ini. Sebelum letusan dahsyat itu, Gunung Tambora memiliki ketinggian mencapai 4.200 meter di atas permukaan laut ( Mdpl ). Letusan yang dahsyat melenyapkan hampir setengah bagian tubuhnya.

Kini gunung yang melegenda itu hanya menyisakan ketinggian 2.751 Mdpl. Kaldera besar juga tercipta akibat letusan yang membawa petaka hingga daratan Eropa ini.

Dari bibir kaldera lewat Doro Ncanga masih sekitar 8 jam lagi untuk turun. Itu juga mesti pakai tali. Kita hanya dapat memandang takjub lubang kaldera yang bertebing curam di segala bagian. Tak terbayangkan penderitaan yang terjadi ketika awan panas, abu, dan batu - batuan vulkanik jatuh ke permukiman warga.

www.belantaraindonesia.org

Raja Sanggar kembali mengisahkan, antara pukul 21.00 dan 22.00, abu terus jatuh, diikuti puting beliung yang menerbangkan hampir semua rumah di Sanggar. Tumbuhan raksasa tercerabut bersama akarnya, lalu terbang bersama orang, rumah, ternak, dan apa pun di muka Bumi.

Dampaknya tak hanya terasa di Pulau Sumbawa ataupun di seluruh bagian Nusantara. Pada tahun 1816, Eropa dan bagian utara dunia lainnya mengalami tahun tanpa musim panas yang mengubah dunia. Berbagai penelitian menyebutkan, tahun tanpa musim panas merupakan dampak dari letusan maha dahsyat dari Gunung Tambora.

Eropa mengalami musim dingin berkepanjangan yang berujung pada gagal panen dan kelaparan. Sejarah terbentuk dari tahun tanpa musim panas itu, mulai dari beragam penemuan, kisah horor melegenda, migrasi penduduk, hingga konon kekalahan Napoleon Bonaparte.

Kaldera Nan Luas
Kini, memandang kaldera Tambora di depan mata, napas kembali terhela dengan kepala sedikit menunduk. Sepasang mata tak cukup untuk memandangi seluruh bagian kawah yang pernah menggemparkan dunia tersebut.  Besar. Bayangkan hampir 7 kilometer diameternya.

www.belantaraindonesia.org

Dengan diameter sepanjang itu, jika ditempuh oleh kendaraan bermotor dengan kecepatan 20 kilometer per jam, maka memerlukan waktu sekitar 3 menit. Sementara kedalaman dasar kaldera diperkirakan mencapai 1 kilometer. Perlu waktu hingga 8 jam perjalanan dengan beberapa bagian medan yang sangat curam.

Dari bibir kaldera, menghadap barat laut, gugusan Pulau Moyo dan Pulau Satonda tampak di depan mata. Di sebelah utara dari titik akhir pendakian lewat Doro Ncanga, jalur pendakian lain yang melewati Desa Kawinda Toi, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima.

Sementara di ujung sisi barat, terdapat jalur pendakian melewati Desa Pancasila. Di arah timur, masih ada lagi jalur pendakian yaitu melewati Desa Sanggar.

Asap tipis mengepul di sisi barat laut dasar kaldera. Diikuti juga dengan awan - awan yang tipis ketika berada di bibir kaldera. Selepas tahun 1815, sang Tambora berupsi kembali, tetapi dengan skala yang jauh lebih kecil.

Tercatat pada 1819, selama 1847-1913 yang membentuk kerucut Doro Afi Toi, dan terakhir kali pada 1967. Anak gunung yang baru terbentuk tak dapat terlihat dari bibir kaldera jalur Doro Ncanga. Jika dilihat dari jalur Pancasila, Doro Afi Toi dapat terlihat. Tambora tidak benar - benar mati. Ia hanya tertidur sebentar. Seakan menanti waktu untuk terbangun dan kembali menunjukkan kedahsyatannya. NG
Read More
2 comments