Subcribe to our RSS feeds Join Us on Facebook Follow us on Twitter Add to Circles
+82221152857 wijayadie@yahoo.com

Jangan Lakukan Hal Berikut Ini Saat Mendaki Semeru

Semeru, gunung yang selalu menarik minat para pendaki untuk mencoba menggapainya. Sebagai gunung tertinggi di Pulau Jawa, Semeru selalu di banjiri ribuan pendaki setiap tahunnya. Sayangnya, karena kepopulerannya, banyak pendaki yang nekat ingin mencapai puncak tertinggi di tanah Jawa tersebut tanpa mengindahkan keselamatan mereka.

Sering bukan kita mendengar banyak pendaki yang hilang atau meninggal di Semeru? Nah, apakah kamu berniat mendaki Semeru yang melegenda tersebut? Apabila iya, sebaiknya jangan lakukan hal berikut ini demi keselamatanmu.

1. Jangan Percaya Pada Gambaran Pendakian Dalam Film 5 CM
Film yang diadaptasi dari novel berjudul sama ini jadi pemantik meningkat drastisnya angka pendaki Semeru sejak tahun 2012. Menawarkan pemandangan Semeru yang penuh gambar langit biru juga lavender, pun dibumbui dengan cerita cinta dan persahabatan khas Indonesia membuat banyak penonton tersihir untuk turut merasakan pengalaman mendaki Semeru. Sayangnya, gambaran yang diberikan oleh film ini keliru!

Apa saja kesalahannya?
1. Pakai Jeans 

www.belantaraindonesia.org

Dalam film tersebut, pemain - pemainnya dengan santai mengenakan celana jeans sepanjang pendakian. Padahal, jeans adalah bahan yang sebisa mungkin dihindari oleh para pendaki. Selain berat, sifat dasar jeans yang tidak cepat kering jika terkena air juga bisa membahayakan keselamatan. Mengenakan pakaian yang basah selama pendakian bisa membuatmu kedinginan, bahkan membuatmu terkena hipotermia.

2. Langsung Ke Kalimati Tanpa Nge -Camp 

www.belantaraindonesia.org

Mengaku sebagai pendaki pemula, anehnya kelompok ini kuat sekali staminanya. Mereka langsung berjalan ke Kalimati dalam 1 hari, tanpa nge - camp dulu di Ranu Kumbolo. Rencana pendakian ini terlalu ambisius untuk pendaki pemula. Kalau menuruti rencana pendakian ala 5 CM bisa - bisa kakimu bengkak di tengah jalan.

3. Minta Air 1,5 L Di Kalimati Untuk Bekal Mendaki Sampai Puncak 

www.belantaraindonesia.org

Persediaan air yang mencukupi harusnya jadi perhatian setiap pendaki. Film 5 CM malah menujukkan sebaliknya. Mereka yang sudah digeber tenaganya untuk berjalan non - stop dari Ranu Pane ke Kalimati justru kehabisan air sebelum etape perjalanan terberat ke puncak dimulai. Hanya membawa 1,5 liter air ( yang juga diminta dari sesama pendaki ) untuk 6 orang adalah hal yang gila.

2. Sampai Ranu Pane Jangan Langsung Mendaki, Istirahatlah Dahulu Untuk Aklimatisasi Tubuh
Ranu Pane adalah titik awal bagi para pendaki yang ingin membawa kakinya menjejak tanah tertinggi Pulau Jawa. Di sini, kamu bisa mengisi perut dulu dengan hangatnya nasi rames atau Bakso Malang sebelum hanya makan makanan instan selama 5 hari ke depan. Di Ranu Pane kamu juga bisa beristirahat sejenak demi menyesuaikan kondisi tubuh dengan perubahan ketinggian yang drastis.

www.belantaraindonesia.org

Jangan terburu - buru mengangkat keril untuk kemudian mendaki. Duduk - duduk dulu di basecamp. Berikan tubuhmu waktu untuk mengalami aklimatisasi. Ini penting, sebab jika tidak bisa - bisa tubuhmu kaget dan malah mengalami mountain sickness nantinya, Tentu kamu nggak mau ‘kan jadi beban untuk anggota tim lain sepanjang pendakian yang tidak ringan?

3. Jangan Memaksakan Diri Kalau Belum Yakin
Pengelola TNBTS sebenarnya sudah menetapkan batas terakhir pendakian yang diizinkan, yaitu Kalimati. Tapi banyak pendaki yang masih gatal ingin mencoba pendakian sampai Puncak Jonggring Saloka. Jika ini adalah pilihanmu, silahkan. Tapi kamu harus siap menanggung semua dampak dan akibat yang mungkin muncul.

www.belantaraindonesia.org

Jika memang merasa tidak yakin mampu, ya jangan paksakan dirimu. Pencapaian pendaki ‘kan bukan hanya berhasil sampai puncak. Justru pencapaian sebesar - besarnya adalah saat kamu bisa pulang dengan selamat.

4. Jangan Malas Membuka Tenda
Perjalanan pendakian Semeru tidaklah ringan. Track terberat akan kamu jumpai dalam perjalanan menuju puncak Mahameru, dari Arcopodo. Jalur pendakian yang berbatu dan berpasir bisa membuatmu kesulitan mengatur langkah. Jalan 5 langkah, merosot 3 langkah — begitu berturut - turut. Karena itu penting bagimu mempersiapkan tenaga untuk menghadapi etape pendakian paling menantang ini.

www.belantaraindonesia.org

Menghemat tenaga jadi kunci penting agar staminamu tidak habis sebelum waktunya. Di hari pertama, beristirahatlah dulu di Ranu Kumbolo. Buka tendamu, dan menginaplah semalam disana. Keesokan harinya kamu bisa melanjutkan perjalanan untuk menuju Kalimati. Istirahatlah dulu di Kalimati sebelum tengah malam nanti mulai berjalan ke Arcopodo, untuk kemudian menghadapi tanjakan berpasir Mahameru.

5. Makan Dahulu Sebelum Menuju Arcopodo
Perjalanan menuju Arcopodo biasanya dimulai pendaki pada tengah malam. Alasannya tentu agar bisa menikmati sunrise dari Puncak Jonggring Saloko dan bisa punya waktu lebih lama untuk menikmati keindahan dari tanah tertinggi di Pulau Jawa. Tapi ini juga yang kadang jadi masalah. Bangun tengah malam sering membuat kita malas mengisi perut — masih mengantuk kok suruh makan?

Padahal, makan amat penting agar kamu tak kelaparan saat trekking ke puncak. Jangan malas membuat minuman hangat dan mengganjal perutmu dengan roti sebelum mulai berjalan.

6. Jangan Bawa Keril Menuju Puncak
Perjalanan ke Mahameru memang tidak didesain untuk membawa keril. Sudut kemiringan yang cukup ekstrem bisa membuatmu kehilangan keseimbangan kalau ngotot berjalan dengan keril 60 liter di punggung. Maka dari itu, tinggalkan kerilmu di dalam tenda saja di Kalimati. Kemas barang - barang secukupnya. Cukup bawa air 1,5 liter, cokelat, kurma, dan makanan lain yang bisa mengganjal perut sebagai bekal dalam daypack.

www.belantaraindonesia.org

7. Siapkan Head Lamp Untuk Trekking Menuju Puncak
Trek ke puncak Jonggring Saloko harus kamu lalui dalam keadaan gelap gulita. Beberapa pendaki memilih menggunakan senter sebagai alat penerangan, tapi beberapa diantaranya memilih mengenakan headlamp di kepalanya. Lebih baik gunakan headlamp sebagai alat bantu penerangan selama pendakian.

Kenapa? Trek pendakian yang mengarah ke atas akan lebih mudah diterangi dengan headlamp. Kamu tak perlu repot - repot mengangkat senter demi menyoroti jalur pendakian yang tak telihat. Tanganmu yang bebas dari kewajiban menggenggam senter bisa digunakan untuk meraih batang dan akar pohon yang masih bisa sesekali ditemui di trek Kalimati - Arcopodo.

8. Gunakan Masker Dan Kacamata Untuk Melindungi Dari Pasir
Trek menuju puncak Mahameru didominasi oleh pasir, kerikil, dan batu. Karena itu, penting bagimu mempersiapkan pengaman yang bisa membuatmu mendaki tanpa gangguan. Kacamata dan masker wajib hukumnya dipakai. Tanpa kedua barang ini, kamu harus repot mengucek mata dan menutup mulut agar bebas dari gangguan pasir.

Kalau kamu punya asma atau tak kuat pada pekatnya udara yang bercampur pasir, basahi dulu maskermu sebelum dipakai agar makin bisa menghalau debu.

9. Gunakan Sepatu Gunung Saat Menuju Puncak
Memakai sandal gunung memang tampak nyaman dan lebih ekonomis dari segi biaya. Tapi, sandal gunung tidak memenuhi standar keamanan untuk mendaki puncak Semeru. Kalau memang mau pakai sandal gunung, boleh….tapi hanya sampai di Kalimati saja. Setelahnya, wajib bagimu untuk mengenakan sepatu gunung.

Sepatu akan memberikanmu pijakan yang lebih solid di atas pasir dan bebatuan. Selain itu, penggunaan sepatu juga bisa memberimu pengalaman mendaki yang lebih nyaman. Kerikil dan batu tidak akan masuk ke sandal gunungmu dan membuatmu kesulitan berjalan. Kamu bisa fokus pada langkahmu, tak harus pusing memikirkan batu dan kerikil yang masuk ke alas kakimu tanpa diundang.

10. Silahkan Gunakan Trekking Pole
Penggunaan trekking pole ( tongkat yang didesain khusus untuk mendaki ) bisa membantumu dalam pendakian. Trek puncak Mahameru sama sekali tidak memiliki vegetasi yang bisa kamu jadikan pegangan. Penggunaan trekking pole bisa jadi alternatif agar kamu tak harus susah payah mempertahankan pijakan di tengah trek pasir yang licin.

Kalau enggan mengeluarkan uang untuk beli gear mendaki yang baru, kamu juga bisa menggunakan kayu sebagai trekking pole yang dibikin sendiri.

11. Jangan Main Seluncuran Pasir Saat Turun
Turun dari Puncak Mahameru memang memberikan sensasi tersendiri. Trek pasir yang curam terkadang justru dimanfaatkan para pendaki untuk main seluncuran. Proses mendaki yang tidak ringan memang perlu dirayakan keberhasilannya. Tapi, jangan terlalu asyik berseluncur di pasir tanpa memperhatikan titik tempatmu harus turun. Salah - salah kamu bisa tersesat ke Blank 75!

Blank 75 adalah adalah jurang yang berada di area kanan jalur turun ke Cemoro Tunggal. Terkadang, saking asyiknya berseluncur pendaki jadi kehilangan konsentrasi dan lupa memperhatikan lubang - lubang berbahaya di sekelilingnya. Ketika seorang pendaki masuk ke area ini, ia bisa kehilangan orientasi arah hingga akhirnya tersesat.

12. Jangan Berlama - lama Di Puncak
 Konon, Jonggring Saloko baru mengeluarkan asap beracunnya di atas jam 9 atau 10 pagi. Namun hal ini tidak sepenuhnya benar. Sebenarnya tidak ada waktu prediksi yang pasti kapan asap beracun dari kawah yang masih aktif ini bisa keluar. Maka dari itu, kamu yang sudah sampai Puncak Semeru tak usah berlama - lama di sana.

www.belantaraindonesia.org

Setelah foto - foto dan menikmati pemandangan yang memang tak ada duanya, bergegaslah turun. Masih ada perjalanan pulang yang cukup panjang yang menanti. Kaki dan tubuhmu perlu sejenak diistirahatkan. Tenda, sleeping bag, dan perbekalan di Kalimati sudah menunggu.

Pnucak Semeru memang magis dan selalu membuat rindu. Tapi, bukan cuma puncak-lah yang seharusnya jadi tujuan utamamu dalam mendaki. Puncak bukan segalanya, bisa pulang ke rumah dengan selamatlah yang jadi pencapaian pendaki sesungguhnya.  hipwee
Semeru, gunung yang selalu menarik minat para pendaki untuk mencoba menggapainya. Sebagai gunung tertinggi di Pulau Jawa, Semeru selalu di banjiri ribuan pendaki setiap tahunnya. Sayangnya, karena kepopulerannya, banyak pendaki yang nekat ingin mencapai puncak tertinggi di tanah Jawa tersebut tanpa mengindahkan keselamatan mereka.

Sering bukan kita mendengar banyak pendaki yang hilang atau meninggal di Semeru? Nah, apakah kamu berniat mendaki Semeru yang melegenda tersebut? Apabila iya, sebaiknya jangan lakukan hal berikut ini demi keselamatanmu.

1. Jangan Percaya Pada Gambaran Pendakian Dalam Film 5 CM
Film yang diadaptasi dari novel berjudul sama ini jadi pemantik meningkat drastisnya angka pendaki Semeru sejak tahun 2012. Menawarkan pemandangan Semeru yang penuh gambar langit biru juga lavender, pun dibumbui dengan cerita cinta dan persahabatan khas Indonesia membuat banyak penonton tersihir untuk turut merasakan pengalaman mendaki Semeru. Sayangnya, gambaran yang diberikan oleh film ini keliru!

Apa saja kesalahannya?
1. Pakai Jeans 

www.belantaraindonesia.org

Dalam film tersebut, pemain - pemainnya dengan santai mengenakan celana jeans sepanjang pendakian. Padahal, jeans adalah bahan yang sebisa mungkin dihindari oleh para pendaki. Selain berat, sifat dasar jeans yang tidak cepat kering jika terkena air juga bisa membahayakan keselamatan. Mengenakan pakaian yang basah selama pendakian bisa membuatmu kedinginan, bahkan membuatmu terkena hipotermia.

2. Langsung Ke Kalimati Tanpa Nge -Camp 

www.belantaraindonesia.org

Mengaku sebagai pendaki pemula, anehnya kelompok ini kuat sekali staminanya. Mereka langsung berjalan ke Kalimati dalam 1 hari, tanpa nge - camp dulu di Ranu Kumbolo. Rencana pendakian ini terlalu ambisius untuk pendaki pemula. Kalau menuruti rencana pendakian ala 5 CM bisa - bisa kakimu bengkak di tengah jalan.

3. Minta Air 1,5 L Di Kalimati Untuk Bekal Mendaki Sampai Puncak 

www.belantaraindonesia.org

Persediaan air yang mencukupi harusnya jadi perhatian setiap pendaki. Film 5 CM malah menujukkan sebaliknya. Mereka yang sudah digeber tenaganya untuk berjalan non - stop dari Ranu Pane ke Kalimati justru kehabisan air sebelum etape perjalanan terberat ke puncak dimulai. Hanya membawa 1,5 liter air ( yang juga diminta dari sesama pendaki ) untuk 6 orang adalah hal yang gila.

2. Sampai Ranu Pane Jangan Langsung Mendaki, Istirahatlah Dahulu Untuk Aklimatisasi Tubuh
Ranu Pane adalah titik awal bagi para pendaki yang ingin membawa kakinya menjejak tanah tertinggi Pulau Jawa. Di sini, kamu bisa mengisi perut dulu dengan hangatnya nasi rames atau Bakso Malang sebelum hanya makan makanan instan selama 5 hari ke depan. Di Ranu Pane kamu juga bisa beristirahat sejenak demi menyesuaikan kondisi tubuh dengan perubahan ketinggian yang drastis.

www.belantaraindonesia.org

Jangan terburu - buru mengangkat keril untuk kemudian mendaki. Duduk - duduk dulu di basecamp. Berikan tubuhmu waktu untuk mengalami aklimatisasi. Ini penting, sebab jika tidak bisa - bisa tubuhmu kaget dan malah mengalami mountain sickness nantinya, Tentu kamu nggak mau ‘kan jadi beban untuk anggota tim lain sepanjang pendakian yang tidak ringan?

3. Jangan Memaksakan Diri Kalau Belum Yakin
Pengelola TNBTS sebenarnya sudah menetapkan batas terakhir pendakian yang diizinkan, yaitu Kalimati. Tapi banyak pendaki yang masih gatal ingin mencoba pendakian sampai Puncak Jonggring Saloka. Jika ini adalah pilihanmu, silahkan. Tapi kamu harus siap menanggung semua dampak dan akibat yang mungkin muncul.

www.belantaraindonesia.org

Jika memang merasa tidak yakin mampu, ya jangan paksakan dirimu. Pencapaian pendaki ‘kan bukan hanya berhasil sampai puncak. Justru pencapaian sebesar - besarnya adalah saat kamu bisa pulang dengan selamat.

4. Jangan Malas Membuka Tenda
Perjalanan pendakian Semeru tidaklah ringan. Track terberat akan kamu jumpai dalam perjalanan menuju puncak Mahameru, dari Arcopodo. Jalur pendakian yang berbatu dan berpasir bisa membuatmu kesulitan mengatur langkah. Jalan 5 langkah, merosot 3 langkah — begitu berturut - turut. Karena itu penting bagimu mempersiapkan tenaga untuk menghadapi etape pendakian paling menantang ini.

www.belantaraindonesia.org

Menghemat tenaga jadi kunci penting agar staminamu tidak habis sebelum waktunya. Di hari pertama, beristirahatlah dulu di Ranu Kumbolo. Buka tendamu, dan menginaplah semalam disana. Keesokan harinya kamu bisa melanjutkan perjalanan untuk menuju Kalimati. Istirahatlah dulu di Kalimati sebelum tengah malam nanti mulai berjalan ke Arcopodo, untuk kemudian menghadapi tanjakan berpasir Mahameru.

5. Makan Dahulu Sebelum Menuju Arcopodo
Perjalanan menuju Arcopodo biasanya dimulai pendaki pada tengah malam. Alasannya tentu agar bisa menikmati sunrise dari Puncak Jonggring Saloko dan bisa punya waktu lebih lama untuk menikmati keindahan dari tanah tertinggi di Pulau Jawa. Tapi ini juga yang kadang jadi masalah. Bangun tengah malam sering membuat kita malas mengisi perut — masih mengantuk kok suruh makan?

Padahal, makan amat penting agar kamu tak kelaparan saat trekking ke puncak. Jangan malas membuat minuman hangat dan mengganjal perutmu dengan roti sebelum mulai berjalan.

6. Jangan Bawa Keril Menuju Puncak
Perjalanan ke Mahameru memang tidak didesain untuk membawa keril. Sudut kemiringan yang cukup ekstrem bisa membuatmu kehilangan keseimbangan kalau ngotot berjalan dengan keril 60 liter di punggung. Maka dari itu, tinggalkan kerilmu di dalam tenda saja di Kalimati. Kemas barang - barang secukupnya. Cukup bawa air 1,5 liter, cokelat, kurma, dan makanan lain yang bisa mengganjal perut sebagai bekal dalam daypack.

www.belantaraindonesia.org

7. Siapkan Head Lamp Untuk Trekking Menuju Puncak
Trek ke puncak Jonggring Saloko harus kamu lalui dalam keadaan gelap gulita. Beberapa pendaki memilih menggunakan senter sebagai alat penerangan, tapi beberapa diantaranya memilih mengenakan headlamp di kepalanya. Lebih baik gunakan headlamp sebagai alat bantu penerangan selama pendakian.

Kenapa? Trek pendakian yang mengarah ke atas akan lebih mudah diterangi dengan headlamp. Kamu tak perlu repot - repot mengangkat senter demi menyoroti jalur pendakian yang tak telihat. Tanganmu yang bebas dari kewajiban menggenggam senter bisa digunakan untuk meraih batang dan akar pohon yang masih bisa sesekali ditemui di trek Kalimati - Arcopodo.

8. Gunakan Masker Dan Kacamata Untuk Melindungi Dari Pasir
Trek menuju puncak Mahameru didominasi oleh pasir, kerikil, dan batu. Karena itu, penting bagimu mempersiapkan pengaman yang bisa membuatmu mendaki tanpa gangguan. Kacamata dan masker wajib hukumnya dipakai. Tanpa kedua barang ini, kamu harus repot mengucek mata dan menutup mulut agar bebas dari gangguan pasir.

Kalau kamu punya asma atau tak kuat pada pekatnya udara yang bercampur pasir, basahi dulu maskermu sebelum dipakai agar makin bisa menghalau debu.

9. Gunakan Sepatu Gunung Saat Menuju Puncak
Memakai sandal gunung memang tampak nyaman dan lebih ekonomis dari segi biaya. Tapi, sandal gunung tidak memenuhi standar keamanan untuk mendaki puncak Semeru. Kalau memang mau pakai sandal gunung, boleh….tapi hanya sampai di Kalimati saja. Setelahnya, wajib bagimu untuk mengenakan sepatu gunung.

Sepatu akan memberikanmu pijakan yang lebih solid di atas pasir dan bebatuan. Selain itu, penggunaan sepatu juga bisa memberimu pengalaman mendaki yang lebih nyaman. Kerikil dan batu tidak akan masuk ke sandal gunungmu dan membuatmu kesulitan berjalan. Kamu bisa fokus pada langkahmu, tak harus pusing memikirkan batu dan kerikil yang masuk ke alas kakimu tanpa diundang.

10. Silahkan Gunakan Trekking Pole
Penggunaan trekking pole ( tongkat yang didesain khusus untuk mendaki ) bisa membantumu dalam pendakian. Trek puncak Mahameru sama sekali tidak memiliki vegetasi yang bisa kamu jadikan pegangan. Penggunaan trekking pole bisa jadi alternatif agar kamu tak harus susah payah mempertahankan pijakan di tengah trek pasir yang licin.

Kalau enggan mengeluarkan uang untuk beli gear mendaki yang baru, kamu juga bisa menggunakan kayu sebagai trekking pole yang dibikin sendiri.

11. Jangan Main Seluncuran Pasir Saat Turun
Turun dari Puncak Mahameru memang memberikan sensasi tersendiri. Trek pasir yang curam terkadang justru dimanfaatkan para pendaki untuk main seluncuran. Proses mendaki yang tidak ringan memang perlu dirayakan keberhasilannya. Tapi, jangan terlalu asyik berseluncur di pasir tanpa memperhatikan titik tempatmu harus turun. Salah - salah kamu bisa tersesat ke Blank 75!

Blank 75 adalah adalah jurang yang berada di area kanan jalur turun ke Cemoro Tunggal. Terkadang, saking asyiknya berseluncur pendaki jadi kehilangan konsentrasi dan lupa memperhatikan lubang - lubang berbahaya di sekelilingnya. Ketika seorang pendaki masuk ke area ini, ia bisa kehilangan orientasi arah hingga akhirnya tersesat.

12. Jangan Berlama - lama Di Puncak
 Konon, Jonggring Saloko baru mengeluarkan asap beracunnya di atas jam 9 atau 10 pagi. Namun hal ini tidak sepenuhnya benar. Sebenarnya tidak ada waktu prediksi yang pasti kapan asap beracun dari kawah yang masih aktif ini bisa keluar. Maka dari itu, kamu yang sudah sampai Puncak Semeru tak usah berlama - lama di sana.

www.belantaraindonesia.org

Setelah foto - foto dan menikmati pemandangan yang memang tak ada duanya, bergegaslah turun. Masih ada perjalanan pulang yang cukup panjang yang menanti. Kaki dan tubuhmu perlu sejenak diistirahatkan. Tenda, sleeping bag, dan perbekalan di Kalimati sudah menunggu.

Pnucak Semeru memang magis dan selalu membuat rindu. Tapi, bukan cuma puncak-lah yang seharusnya jadi tujuan utamamu dalam mendaki. Puncak bukan segalanya, bisa pulang ke rumah dengan selamatlah yang jadi pencapaian pendaki sesungguhnya.  hipwee
Read More
33 comments

Mendaki Gunung Kerinci, Pengalaman Tiada Dua

Mendaki Gunung Kerinci yang berada di Jambi yang merupakan gunung berapi aktif tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.805 Mdpl akan memberikan pada Anda pengalaman tiada dua saat mendaki hingga puncaknya. Petualangan yang tak hanya sekedar lelah raga, tetapi juga mental Anda akan di tempa saat disana.

www.belantaraindonesia.org

Gunung Kerinci merupakan gunung api aktif tertinggi di Indonesia dan terletak di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, gunung ini bagian dari Bukit Barisan dan menjadi salah satu gunung yang digemari pecinta alam dan pendaki gunung dari nusantara maupun mancanegara.

Dibutuhkan sekitar dua hari untuk sampai ke puncak Gunung Kerinci melalui Pintu Rimba yang menjadi titik awal pendakian. Mendaki Gunung Kerinci akan menjadi pengalaman sangat berkesan sekaligus great summit attack bagi pendakinya dengan medan yang cukup berat dan terjal hingga kemiringan 60 derajat. Di sepanjang perjalanan Anda akan disuguhi oleh beragam flora dan fauna di hutan Taman Nasional Kerinci Seblat.

Dari Pintu Rimba Anda menempuh perjalanan sekitar sepuluh jam untuk sampai di shelter 1. Kemudian silahkan lanjutkan menuju Shelter 2. Perjalanan menuju shelter 2 Anda akan tempuh sekitar tiga jam dan dibutuhkan dua jam lagi waktu yang Anda tempuh dari shelter 2 ke shelter 3.

Di Shelter 3 bisa untuk mendirikan tenda guna istirahat sebentar dan bermalam di Gunung Kerinci di bawah hamparan bintang dan pemandangan cahaya lampu dari pemukiman di sekitar kaki Gunung Kerinci.

Setelah cukup beristirahat siap - siap untuk sedikit demi sedikit melanjutkan perjalanan menuju ke titik puncak. Batu yang dinginnya seperti es pun menjadi pijakan Anda. Minuman hangat yang sudah Anda persiapkan menjadi bekal sangat membantu Anda menuju Puncak Gunung Kerinci.

Setelah sampai di puncak Anda akan menyaksikan pemandangan yang menajubkan yang sayang untuk dilewatkan. Dimana Danau Gunung Tujuh terlihat jelas dengan diatapi cakrawala. Anda juga akan mendaki saksi melihat sebagian dari hamparan tanah Sumatera, bahkan Samudera Hindia yang membentang indah di depan mata. Tentunya ini merupakan simfoni keindahan yang takkan terlupakan.
Mendaki Gunung Kerinci yang berada di Jambi yang merupakan gunung berapi aktif tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.805 Mdpl akan memberikan pada Anda pengalaman tiada dua saat mendaki hingga puncaknya. Petualangan yang tak hanya sekedar lelah raga, tetapi juga mental Anda akan di tempa saat disana.

www.belantaraindonesia.org

Gunung Kerinci merupakan gunung api aktif tertinggi di Indonesia dan terletak di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, gunung ini bagian dari Bukit Barisan dan menjadi salah satu gunung yang digemari pecinta alam dan pendaki gunung dari nusantara maupun mancanegara.

Dibutuhkan sekitar dua hari untuk sampai ke puncak Gunung Kerinci melalui Pintu Rimba yang menjadi titik awal pendakian. Mendaki Gunung Kerinci akan menjadi pengalaman sangat berkesan sekaligus great summit attack bagi pendakinya dengan medan yang cukup berat dan terjal hingga kemiringan 60 derajat. Di sepanjang perjalanan Anda akan disuguhi oleh beragam flora dan fauna di hutan Taman Nasional Kerinci Seblat.

Dari Pintu Rimba Anda menempuh perjalanan sekitar sepuluh jam untuk sampai di shelter 1. Kemudian silahkan lanjutkan menuju Shelter 2. Perjalanan menuju shelter 2 Anda akan tempuh sekitar tiga jam dan dibutuhkan dua jam lagi waktu yang Anda tempuh dari shelter 2 ke shelter 3.

Di Shelter 3 bisa untuk mendirikan tenda guna istirahat sebentar dan bermalam di Gunung Kerinci di bawah hamparan bintang dan pemandangan cahaya lampu dari pemukiman di sekitar kaki Gunung Kerinci.

Setelah cukup beristirahat siap - siap untuk sedikit demi sedikit melanjutkan perjalanan menuju ke titik puncak. Batu yang dinginnya seperti es pun menjadi pijakan Anda. Minuman hangat yang sudah Anda persiapkan menjadi bekal sangat membantu Anda menuju Puncak Gunung Kerinci.

Setelah sampai di puncak Anda akan menyaksikan pemandangan yang menajubkan yang sayang untuk dilewatkan. Dimana Danau Gunung Tujuh terlihat jelas dengan diatapi cakrawala. Anda juga akan mendaki saksi melihat sebagian dari hamparan tanah Sumatera, bahkan Samudera Hindia yang membentang indah di depan mata. Tentunya ini merupakan simfoni keindahan yang takkan terlupakan.
Read More
21 comments

5 Lokasi Yang Cantik Di Lombok

Pernah pergi berwisata ke Pulau Lombok di Nusa Tenggara Barat? Apabila belum, rencanakanlah mengunjungi Lombok. Seolah akan terpahat hati Anda di sana karena kecantikan dan keindahannya. Saking banyaknya tempat indah yang masih alami di Lombok, kebanyakan orang jadi sembarangan memilih dan akhirnya melewatkan yang paling top.

Dan inilah 5 lokasi yang cantik di Lombok serta alasannya.

1. Kepulauan Gili
Ke Lombok belum lengkap jika belum ke Gili Islands. Cukup 20 menit naik perahu dari Lombok, Anda bisa mulai menginjakkan kaki di salah satu dari tiga pulau Gili yang populer: Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air.

www.belantaraindonesia.org

Jika Anda suka keindahan alam plus lokasi yang lively, Gili bisa jadi pilihan yang tepat. Ketiganya dikenal sebagai tempat snorkeling, renang dan scuba diving. Yang menarik, Gili Trawangan sangat digemari anak muda karena sarana di kawasan ini menawarkan harga yang cukup bersahabat bagi backpacker.

2. Pantai Mawun
Ingin pesona pasir putih lembut, air kebiruan jernih serasa milik pribadi namun dengan lokasi yang mudah dicapai? Pantai Mawun di pesisir selatan inilah tempatnya. Pantai ini merupakan bagian dari teluk, dengan garis pantai yang berbentuk seperti tapal kuda. Kalau Anda ingin berenang, pilihlah sisi barat atau timur karena ombaknya lebih tenang.

www.belantaraindonesia.org

Pantai Mawun dihimpit oleh dua bukit di sisi barat dan timur. Untuk menikmati pemandangan yang lebih spektakular lagi, pengunjung biasanya menjelajah kedua bukit tersebut. Pemandangan dari atas bukit benar - benar worth it.

Dari kota Mataram, Anda bisa berkendara sejauh kurang lebih 1,5 jam menuju Pantai Mawun. Ada dua rute menuju ke sini, melalui Selong Belanak atau Kuta.

3. Tanjung Aan
Selain keindahannya, keistimewaan Pantai Tanjung Aan terletak di tekstur pasirnya. Berjalan kaki di atas pasir Tanjung Aan mirip terapi, karena butiran pasir putihnya sebesar biji merica.

www.belantaraindonesia.org

Lokasi Tanjung Aan adalah di sisi selatan Lombok Tengah, dengan akses yang mudah dilalui. Dari Mataram, Anda hanya butuh 90 menit untuk menuju ke Tanjung Aan, melewati By Pass BIL, Kuta, lalu bundaran Mandalika Resort.

Tidak hanya air lautnya yang jernih dan pasir putihnya yang unik, Tanjung Aan juga menawarkan ombak yang tenang. Dengan pesisir pantai sepanjang 1 km, Tanjung Aan sudah dilengkapi fasilitas parkir, kamar mandi bilas serta beberapa tempat makan dan penjual cinderamata.

4. Pink Beach
Hanya ada dua pantai berpasir merah muda di Indonesia, yaitu Pulau Komodo dan Lombok. Nama asli Pink Beach versi Lombok adalah Pantai Tangsi, terletak di Temeak, Desa Serewe, ujung selatan Lombok Timur. Persis seperti julukannya, pasir di pantai ini berwarna merah muda, berasal dari pasir putih yang bercampur dengan serpihan koral berwarna merah.

www.belantaraindonesia.org

Pink Beach termasuk masih alami, apalagi jika dibandingkan dengan pantai - pantai di Bali. Selain bersih, ombak di sini kecil dan cocok untuk bermain air, snorkeling, atau sekedar bersantai. Di Pink Beach belum terdapat sarana akomodasi, namun Anda dapat menginap di Kuta, Lombok.

Untuk menuju Pink Beach, diperlukan sekitar dua jam dari Kota Mataram. Jalan menuju Pink Beach sempit dan banyak yang rusak, sehingga perlu ekstra hati - hati dalam berkendara. Kalau ingin cara termudahnya, Anda bisa menyewa speedboat atau kapal dari TPI Desa Tanjung Luar Keruak, Lombok Timur.

5. Gunung Rinjani
Lombok bukan melulu soal pantai. Untuk yang ingin suasana beda, pulau yang dijuluki “the better Bali” ini memiliki Gunung Rinjani. Gunung vulkanis tertinggi kedua di Indonesia ini menjulang di sebelah utara Lombok. Bagi warga Bali, gunung cantik ini dianggap suci karena dipercaya menjadi tempat bermukimnya Dewi Anjani.

www.belantaraindonesia.org

Jangankan berada di puncak, saat masih di kaki gunungpun pemandangannya sudah too good to be true. Di awal pendakian, Anda akan disambut oleh padang savana yang ditumbuhi ilalang surreal, hutan tropis dan barisan bukit yang menawan. Jika kabut turun, biasanya Matahari tidak akan terlalu menyengat.

Untuk pemula, disarankan untuk mengikuti tur yang biasanya menyediakan berbagai pilihan paket, misalnya paket mendaki selama 2 hari 1 malam atau 3 hari 2 malam.  src
Pernah pergi berwisata ke Pulau Lombok di Nusa Tenggara Barat? Apabila belum, rencanakanlah mengunjungi Lombok. Seolah akan terpahat hati Anda di sana karena kecantikan dan keindahannya. Saking banyaknya tempat indah yang masih alami di Lombok, kebanyakan orang jadi sembarangan memilih dan akhirnya melewatkan yang paling top.

Dan inilah 5 lokasi yang cantik di Lombok serta alasannya.

1. Kepulauan Gili
Ke Lombok belum lengkap jika belum ke Gili Islands. Cukup 20 menit naik perahu dari Lombok, Anda bisa mulai menginjakkan kaki di salah satu dari tiga pulau Gili yang populer: Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air.

www.belantaraindonesia.org

Jika Anda suka keindahan alam plus lokasi yang lively, Gili bisa jadi pilihan yang tepat. Ketiganya dikenal sebagai tempat snorkeling, renang dan scuba diving. Yang menarik, Gili Trawangan sangat digemari anak muda karena sarana di kawasan ini menawarkan harga yang cukup bersahabat bagi backpacker.

2. Pantai Mawun
Ingin pesona pasir putih lembut, air kebiruan jernih serasa milik pribadi namun dengan lokasi yang mudah dicapai? Pantai Mawun di pesisir selatan inilah tempatnya. Pantai ini merupakan bagian dari teluk, dengan garis pantai yang berbentuk seperti tapal kuda. Kalau Anda ingin berenang, pilihlah sisi barat atau timur karena ombaknya lebih tenang.

www.belantaraindonesia.org

Pantai Mawun dihimpit oleh dua bukit di sisi barat dan timur. Untuk menikmati pemandangan yang lebih spektakular lagi, pengunjung biasanya menjelajah kedua bukit tersebut. Pemandangan dari atas bukit benar - benar worth it.

Dari kota Mataram, Anda bisa berkendara sejauh kurang lebih 1,5 jam menuju Pantai Mawun. Ada dua rute menuju ke sini, melalui Selong Belanak atau Kuta.

3. Tanjung Aan
Selain keindahannya, keistimewaan Pantai Tanjung Aan terletak di tekstur pasirnya. Berjalan kaki di atas pasir Tanjung Aan mirip terapi, karena butiran pasir putihnya sebesar biji merica.

www.belantaraindonesia.org

Lokasi Tanjung Aan adalah di sisi selatan Lombok Tengah, dengan akses yang mudah dilalui. Dari Mataram, Anda hanya butuh 90 menit untuk menuju ke Tanjung Aan, melewati By Pass BIL, Kuta, lalu bundaran Mandalika Resort.

Tidak hanya air lautnya yang jernih dan pasir putihnya yang unik, Tanjung Aan juga menawarkan ombak yang tenang. Dengan pesisir pantai sepanjang 1 km, Tanjung Aan sudah dilengkapi fasilitas parkir, kamar mandi bilas serta beberapa tempat makan dan penjual cinderamata.

4. Pink Beach
Hanya ada dua pantai berpasir merah muda di Indonesia, yaitu Pulau Komodo dan Lombok. Nama asli Pink Beach versi Lombok adalah Pantai Tangsi, terletak di Temeak, Desa Serewe, ujung selatan Lombok Timur. Persis seperti julukannya, pasir di pantai ini berwarna merah muda, berasal dari pasir putih yang bercampur dengan serpihan koral berwarna merah.

www.belantaraindonesia.org

Pink Beach termasuk masih alami, apalagi jika dibandingkan dengan pantai - pantai di Bali. Selain bersih, ombak di sini kecil dan cocok untuk bermain air, snorkeling, atau sekedar bersantai. Di Pink Beach belum terdapat sarana akomodasi, namun Anda dapat menginap di Kuta, Lombok.

Untuk menuju Pink Beach, diperlukan sekitar dua jam dari Kota Mataram. Jalan menuju Pink Beach sempit dan banyak yang rusak, sehingga perlu ekstra hati - hati dalam berkendara. Kalau ingin cara termudahnya, Anda bisa menyewa speedboat atau kapal dari TPI Desa Tanjung Luar Keruak, Lombok Timur.

5. Gunung Rinjani
Lombok bukan melulu soal pantai. Untuk yang ingin suasana beda, pulau yang dijuluki “the better Bali” ini memiliki Gunung Rinjani. Gunung vulkanis tertinggi kedua di Indonesia ini menjulang di sebelah utara Lombok. Bagi warga Bali, gunung cantik ini dianggap suci karena dipercaya menjadi tempat bermukimnya Dewi Anjani.

www.belantaraindonesia.org

Jangankan berada di puncak, saat masih di kaki gunungpun pemandangannya sudah too good to be true. Di awal pendakian, Anda akan disambut oleh padang savana yang ditumbuhi ilalang surreal, hutan tropis dan barisan bukit yang menawan. Jika kabut turun, biasanya Matahari tidak akan terlalu menyengat.

Untuk pemula, disarankan untuk mengikuti tur yang biasanya menyediakan berbagai pilihan paket, misalnya paket mendaki selama 2 hari 1 malam atau 3 hari 2 malam.  src
Read More
166 comments

Satu Spesies Satwa Punah, Apa Yang Terjadi?

Kepunahan spesies satwa liar terus terjadi dengan alasan tertentu dan penyebab tertentu. Contohnya saja perdagangan gading gajah dan cula badak Afrika. Mengingat perdagangan ini akan memperparah kepunahan satwa liar, maka kampanye perlindungan terus digaungkan. Kemudian apa yang terjadi apabila satu spesies satwa punah?

www.belantaraindonesia.org

Sebenarnya kepunahan satwa liar sudah menjadi perhatian seluruh warga dunia. Amerika Serikat menggandeng negara di Afrika, Eropa, hingga LSM Wildlife Conservation Society ( WCS )  untuk meningkatkan kesadaran isu ini.

Bukan hanya gajah maupun badak yang terancam punah karena praktik ilegal perdagangan internasional. Spesies seperti mamalia, burung, dan reptil pun masuk daftar hewan terancam punah karena perdagangan.

Semua spesies di dunia mempunyai peran ekologi masing - masing. Sehingga hilangnya salah satu spesies hewan tentu akan berpengaruh pada keanekaragaman hayati di Bumi. Fungsi ekosistem pun akan ikut berubah.

Oleh karena itu, perlu kesadaran bagi seluruh penduduk di Bumi untuk melestarikan satwa. Manusia tentu boleh memanfaatkan satwa untuk kebutuhan sehari - hari, dengan catatan selalu bijak dan tak berlebihan.

Berikut hewan yang diambang kepunahan:
Harimau
Saat ini hanya ada 3.000 ekor harimau di dunia. Hewan berloreng ini terancam karena pembunuhan ilegal untuk diambil tulang dan bagian tubuh lainnya. Berdasarkan laporan Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora ( CITES ) antara tahun 2000 hingga 2013 saja, lebih dari 27.000 harimau hilang di Tiongkok dan Vietnam.

Trenggiling
Menurut daftar dari International Union for Conservation of Nature ( IUCN ) bahwa delapan spesies trenggiling terancam punah. Satwa ini diperdagangkan untuk obat tradisional. Daging hewan berduri ini dipercaya ampuh sebagai obat. Bahkan satu dekade terakhir saja sebanyak satu juta trenggiling diburu dari alam liar. Sebagian besar masuk dalam perdagangan ilegal internasional.

Kura - kura air tawar
Dari 330 spesies kura - kura air tawar yang ada, 50 persen diantaranya berada di garis merah alias terancam punah. Mereka diperdagangkan baik untuk konsumsi atau binatang peliharaan. Tentunya kebanyakan dari perdagangan kura - kura air tawar termasuk dalam prosedur ilegal.

Burung
Banyak sekali jenis burung yang terancam punah karena perburuan liar untuk dijadikan hewan perliharaan. Burung beo abu - abu Afrika contohnya. Spesies burung ini jumlahnya berkurang 50 persen karena penangkapan dan kematian karena terperangkap jerat. Selain itu burung cucak rawa yang dulu banyak ditemui di Thailand dan Pulau Jawa, kini suda sangat sulit ditemui.

Antara tahun 1975 hingga 2005 sebanyak 1,3 juta ekor burung beo abu - abu Afrika diekspor secara ilegal. Hal ini membuat populasinya terus menghilang dari hutan di sekitar Afrika Barat. Bahkan populasi burung beo di Amerika Tengah terus menyusut larena perdagangan ilegal.

Hiu dan ikan pari
Nyatanya tak hanya satwa liar di daratan terancam punah, hewan di laut pun turut berkurang jumlahnya. Berbeda dengan kepunahan gajah, badak, maupun harimau. Semakin sedikitnya populasi hiu dan ikan pari hampir tidak pernah dilaporkan dan regulasinya yang abu - abu.

Hiu dan ikan pari memasuki tahap mengkhawatirkan karena besarnya permintaan pasar internasional. Seperti diketahui bahwa daging, sirip, tulang rawan, minyak, dan insang kedua hewan laut ini bernilai ekonomis tinggi. Amerika Serikat, Eropa, Tiongkok, dan beberapa negara lainnya memegang peranan penting dalam eksploitasi berlebih. Tingkap konsumsi yang besar juga berakibat semakin sedikitnya populasi hiu dan ikan pari di lautan.  NG
Kepunahan spesies satwa liar terus terjadi dengan alasan tertentu dan penyebab tertentu. Contohnya saja perdagangan gading gajah dan cula badak Afrika. Mengingat perdagangan ini akan memperparah kepunahan satwa liar, maka kampanye perlindungan terus digaungkan. Kemudian apa yang terjadi apabila satu spesies satwa punah?

www.belantaraindonesia.org

Sebenarnya kepunahan satwa liar sudah menjadi perhatian seluruh warga dunia. Amerika Serikat menggandeng negara di Afrika, Eropa, hingga LSM Wildlife Conservation Society ( WCS )  untuk meningkatkan kesadaran isu ini.

Bukan hanya gajah maupun badak yang terancam punah karena praktik ilegal perdagangan internasional. Spesies seperti mamalia, burung, dan reptil pun masuk daftar hewan terancam punah karena perdagangan.

Semua spesies di dunia mempunyai peran ekologi masing - masing. Sehingga hilangnya salah satu spesies hewan tentu akan berpengaruh pada keanekaragaman hayati di Bumi. Fungsi ekosistem pun akan ikut berubah.

Oleh karena itu, perlu kesadaran bagi seluruh penduduk di Bumi untuk melestarikan satwa. Manusia tentu boleh memanfaatkan satwa untuk kebutuhan sehari - hari, dengan catatan selalu bijak dan tak berlebihan.

Berikut hewan yang diambang kepunahan:
Harimau
Saat ini hanya ada 3.000 ekor harimau di dunia. Hewan berloreng ini terancam karena pembunuhan ilegal untuk diambil tulang dan bagian tubuh lainnya. Berdasarkan laporan Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora ( CITES ) antara tahun 2000 hingga 2013 saja, lebih dari 27.000 harimau hilang di Tiongkok dan Vietnam.

Trenggiling
Menurut daftar dari International Union for Conservation of Nature ( IUCN ) bahwa delapan spesies trenggiling terancam punah. Satwa ini diperdagangkan untuk obat tradisional. Daging hewan berduri ini dipercaya ampuh sebagai obat. Bahkan satu dekade terakhir saja sebanyak satu juta trenggiling diburu dari alam liar. Sebagian besar masuk dalam perdagangan ilegal internasional.

Kura - kura air tawar
Dari 330 spesies kura - kura air tawar yang ada, 50 persen diantaranya berada di garis merah alias terancam punah. Mereka diperdagangkan baik untuk konsumsi atau binatang peliharaan. Tentunya kebanyakan dari perdagangan kura - kura air tawar termasuk dalam prosedur ilegal.

Burung
Banyak sekali jenis burung yang terancam punah karena perburuan liar untuk dijadikan hewan perliharaan. Burung beo abu - abu Afrika contohnya. Spesies burung ini jumlahnya berkurang 50 persen karena penangkapan dan kematian karena terperangkap jerat. Selain itu burung cucak rawa yang dulu banyak ditemui di Thailand dan Pulau Jawa, kini suda sangat sulit ditemui.

Antara tahun 1975 hingga 2005 sebanyak 1,3 juta ekor burung beo abu - abu Afrika diekspor secara ilegal. Hal ini membuat populasinya terus menghilang dari hutan di sekitar Afrika Barat. Bahkan populasi burung beo di Amerika Tengah terus menyusut larena perdagangan ilegal.

Hiu dan ikan pari
Nyatanya tak hanya satwa liar di daratan terancam punah, hewan di laut pun turut berkurang jumlahnya. Berbeda dengan kepunahan gajah, badak, maupun harimau. Semakin sedikitnya populasi hiu dan ikan pari hampir tidak pernah dilaporkan dan regulasinya yang abu - abu.

Hiu dan ikan pari memasuki tahap mengkhawatirkan karena besarnya permintaan pasar internasional. Seperti diketahui bahwa daging, sirip, tulang rawan, minyak, dan insang kedua hewan laut ini bernilai ekonomis tinggi. Amerika Serikat, Eropa, Tiongkok, dan beberapa negara lainnya memegang peranan penting dalam eksploitasi berlebih. Tingkap konsumsi yang besar juga berakibat semakin sedikitnya populasi hiu dan ikan pari di lautan.  NG
Read More
118 comments

Peralatan Dasar Mendaki Gunung

Pendakian gunung tentu saja membawa peralatan yang mendukung untuk kegiatan tersebut disamping harus mempersiapkan manajemen pendakian, fisik dan mental. Kemudian yang wajib ada adalah peralatan dasar atau peralatan standar untuk pendakian gunung. Apa saja itu?

www.belantaraindonesia.org

Dalam artikel ini kita akan membahas beberapa peralatan dasar yang sebaiknya dibawa oleh seorang pendaki gunung saat hendak bertualang di alam bebas. Pada dasarnya peralatan mendaki gunung itu sendiri bersifat fleksible, dalam artian bisa saja harus dibawa dan bisa saja tidak harus dibawa tergantung kemana, berapa lama, dan siapa.

Peralatan Packing
1. Tas Carrier / Ransel
Carrier sangatlah penting untuk seorang pendaki gunung. Pemilihan carrier yang tepat dapat membuat perjalanan kita semakin nyaman. Usahakan memilih carrier yang udah teruji kualitasnya ( bermerk ).

2. Tas Punggung ( Daypack ) ( optional )
Boleh bawa boleh juga tidak. Jika masih memungkinkan sebaiknya Anda membawanya. Kegunaannya untuk summit attack. Untuk medan summit attack yang berat seperti di Gunung Semeru atau Gunung Slamet, membawa daypack sangat disarankan.

3. Kantong Plastik
Fungsinya untuk menjaga barang bawaan kita agar tidak basah terkena air. Kan sudah ada carrier yang notabene ada lapisan tahan airnya? Pada kenyataannya hal itu tetap saja tidak membantu.

4. Tas Kamera ( optional )

Pakaian
1. Jaket Gunung
Fungsinya pasti sudah pada tahu, untuk melindungi tubuh kita dari hawa dingin.

2. Baju Ganti
Bawa saja secukupnya. Hal ini untuk berjaga - jaga jika baju yang kita pakai basah atau kotor. Baju ganti disini sudah termasuk baju ( kaos ), celana, dan pakaian dalam.

3. Jas Hujan
Cuaca di gunung sangat tidak menentu kawan, apalagi setelah terjadi global warming seperti saat ini. Hujan bisa turun kapan saja meskipun pada saat musim kemarau. Membawa jas hujan adalah sebuah keputusan yang tepat.

4. Topi, Sarung Tangan, Bandana
Topi bisa berguna untuk melindungi kepala dari terik Matahari, sengatan serangga, dan meminimalisir kepala kita terbentur pohon / ranting. Sarung tangan berguna untuk menahan dingin dan bandana berguna untuk menyaring udara yang kita hirup.

Perlengkapan Kaki
1. Sepatu 
Fungsinya pasti sudah pada tahu, untuk melindungi kaki dari duri, kerikil tajam, gigitan ular dan mencegah dari hawa dingin. Gunakan sepatu yang dirancang khusus untuk mendaki gunung.

2. Sandal

3. Kaos Kaki ( cadangan ) 

Perlengkapan Camping 
1. Tenda 
Usahakan membawa tenda yang sanggup menampung seluruh anggota team, jangan sampai lebih apalagi kurang. Jika kapasitas tenda terlalu besar pastinya berat tenda juga akan semakin bertambah.

www.belantaraindonesia.org
2. Sleeping Bag 
Selain jaket, sleeping bag akan menjadi peralatan andalan untuk mengusir hawa dingin yang menyerang tubuh kita.

3. Matras 

4. Peralatan Masak 
Peralatan masak terdiri dari kompor dan bahan bakar, nesting, wadah air, dsb. Harap diperhatikan, jika memungkinkan bawalah alternatif dari alat masak yang Anda bawa. Jika anda memilih kompor gas portable, saya sarankan Anda juga membawa parafin atau bahan bakar lainnya. Jika sewaktu - waktu kompor yang kita bawa rusak kita tidak perlu khawatir karena kita sudah punya penggantinya.

5. Peralatan Makan Piring, sendok, gelas, dan lain sebagainya. 

6. Logistik ( PENTING ) 
Usahakan kita membawa logistik yang cukup dan jika perlu bawa lebih. Kita pasti tidak ingin mendaki gunung dalam keadaan perut keroncongan bukan? Apa saja yang musti dibawa? Sebagai gambaran biasa di bawa beras, mie instan, tempe yang sudah siap saji, jelly, roti, susu, teh, kopi, dsb.

Semua yang disebutkan di atas adalah menu dari seorang pendaki hemat, jika Anda punya dana lebih, silakan bawa logistik yang lebih bergizi dari contoh di atas.  src
Pendakian gunung tentu saja membawa peralatan yang mendukung untuk kegiatan tersebut disamping harus mempersiapkan manajemen pendakian, fisik dan mental. Kemudian yang wajib ada adalah peralatan dasar atau peralatan standar untuk pendakian gunung. Apa saja itu?

www.belantaraindonesia.org

Dalam artikel ini kita akan membahas beberapa peralatan dasar yang sebaiknya dibawa oleh seorang pendaki gunung saat hendak bertualang di alam bebas. Pada dasarnya peralatan mendaki gunung itu sendiri bersifat fleksible, dalam artian bisa saja harus dibawa dan bisa saja tidak harus dibawa tergantung kemana, berapa lama, dan siapa.

Peralatan Packing
1. Tas Carrier / Ransel
Carrier sangatlah penting untuk seorang pendaki gunung. Pemilihan carrier yang tepat dapat membuat perjalanan kita semakin nyaman. Usahakan memilih carrier yang udah teruji kualitasnya ( bermerk ).

2. Tas Punggung ( Daypack ) ( optional )
Boleh bawa boleh juga tidak. Jika masih memungkinkan sebaiknya Anda membawanya. Kegunaannya untuk summit attack. Untuk medan summit attack yang berat seperti di Gunung Semeru atau Gunung Slamet, membawa daypack sangat disarankan.

3. Kantong Plastik
Fungsinya untuk menjaga barang bawaan kita agar tidak basah terkena air. Kan sudah ada carrier yang notabene ada lapisan tahan airnya? Pada kenyataannya hal itu tetap saja tidak membantu.

4. Tas Kamera ( optional )

Pakaian
1. Jaket Gunung
Fungsinya pasti sudah pada tahu, untuk melindungi tubuh kita dari hawa dingin.

2. Baju Ganti
Bawa saja secukupnya. Hal ini untuk berjaga - jaga jika baju yang kita pakai basah atau kotor. Baju ganti disini sudah termasuk baju ( kaos ), celana, dan pakaian dalam.

3. Jas Hujan
Cuaca di gunung sangat tidak menentu kawan, apalagi setelah terjadi global warming seperti saat ini. Hujan bisa turun kapan saja meskipun pada saat musim kemarau. Membawa jas hujan adalah sebuah keputusan yang tepat.

4. Topi, Sarung Tangan, Bandana
Topi bisa berguna untuk melindungi kepala dari terik Matahari, sengatan serangga, dan meminimalisir kepala kita terbentur pohon / ranting. Sarung tangan berguna untuk menahan dingin dan bandana berguna untuk menyaring udara yang kita hirup.

Perlengkapan Kaki
1. Sepatu 
Fungsinya pasti sudah pada tahu, untuk melindungi kaki dari duri, kerikil tajam, gigitan ular dan mencegah dari hawa dingin. Gunakan sepatu yang dirancang khusus untuk mendaki gunung.

2. Sandal

3. Kaos Kaki ( cadangan ) 

Perlengkapan Camping 
1. Tenda 
Usahakan membawa tenda yang sanggup menampung seluruh anggota team, jangan sampai lebih apalagi kurang. Jika kapasitas tenda terlalu besar pastinya berat tenda juga akan semakin bertambah.

www.belantaraindonesia.org
2. Sleeping Bag 
Selain jaket, sleeping bag akan menjadi peralatan andalan untuk mengusir hawa dingin yang menyerang tubuh kita.

3. Matras 

4. Peralatan Masak 
Peralatan masak terdiri dari kompor dan bahan bakar, nesting, wadah air, dsb. Harap diperhatikan, jika memungkinkan bawalah alternatif dari alat masak yang Anda bawa. Jika anda memilih kompor gas portable, saya sarankan Anda juga membawa parafin atau bahan bakar lainnya. Jika sewaktu - waktu kompor yang kita bawa rusak kita tidak perlu khawatir karena kita sudah punya penggantinya.

5. Peralatan Makan Piring, sendok, gelas, dan lain sebagainya. 

6. Logistik ( PENTING ) 
Usahakan kita membawa logistik yang cukup dan jika perlu bawa lebih. Kita pasti tidak ingin mendaki gunung dalam keadaan perut keroncongan bukan? Apa saja yang musti dibawa? Sebagai gambaran biasa di bawa beras, mie instan, tempe yang sudah siap saji, jelly, roti, susu, teh, kopi, dsb.

Semua yang disebutkan di atas adalah menu dari seorang pendaki hemat, jika Anda punya dana lebih, silakan bawa logistik yang lebih bergizi dari contoh di atas.  src
Read More
92 comments

Mencumbu Cantiknya Gunung Rinjani

Memiliki luas sekira 40 ribu hektare, Taman Nasional Gunung Rinjani ( TNGR ) di Pulau Lombok memang menantang untuk disinggahi. Memiliki pucuk setinggi 3.720 Mdpl, daya tarik utama gunung tertinggi ketiga di Indonesia ini terletak pada pesona Danau Segara Anak yang berada di ketinggian 2.008 Mdpl dengan luas sekira 1.100 hektare, dan memiliki kedalaman hingga 230 meter.

www.belantaraindonesia.org

Segara Anak terbentuk dari hasil letusan Gunung Rinjani pada masa purba. Saat itu diperkirakan Gunung Rinjani memiliki ketinggian 5.000 mdpl. Letusan dahsyat pun terjadi dan kemudian membuat sebuah kawah besar yang diisi oleh air atau maar.

Pada 1994, permukaan danau terangkat naik karena aktivitas letusan Gunung Rinjani. Lalu, muncul gunung baru yang dinamakan Gunung Baru Jari dari permukaan danau, menjadikannya daya tarik wisatawan petualang yang ingin mendaki Gunung Rinjani. Adanya aktivitas vulkanik menjadikan Gunung Baru Jari terus bertambah tinggi.

Fenomena ini alam Gunung Rinjani sempat terbingkai pada mata uang pecahan Rp10.000 yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia. Oleh Bank Indonesia, potret panorama Gunung Baru Jari yang muncul di permukaan danau kawah dan dikelilingi oleh tebing setinggi ratusan meter serta pucuk Gunung Rinjani yang menjulang ke angkasa dianggap pantas dipromosikan ke masyarakat Indonesia.

www.belantaraindonesia.org
Baru Jari
Bagi kalangan pendaki, Danau Segara Anak merupakan lokasi favorit untuk berkemah dan melepaskan penat seusai melakukan pendakian melintasi perbukitan terjal, savana, memasuki hutan belantara selama kurang lebih 10 jam. Lokasi ini juga ideal untuk memanjakan lidah. Ikan - ikan yang ditebar di danau telah dewasa dan beranak sehingga bila bisa dipancing untuk memenuhi kebutuhan pangan para turis.

Saking banyak ikan di Segara Anak, penduduk lokal pun tertarik datang untuk memancing meskipun harus turun naik bukit selama berjam - jam. Beberapa di antaranya bahkan ada yang menginap selama beberapa hari, dan baru pulang ketika hasil pancingan dirasakan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Tak hanya panorama alam, keanekaragaman flora dan fauna di kawasan taman nasional ini juga menjadi magnet tersendiri bagi para turis. Selain terdapat jenis mamalia endemik yaitu musang rinjani, di kawasan ini juga terdapat kijang, lutung budeng, trenggiling, burung cikukua tanduk, dawah hutan, kepudang kuduk hitam, dan beberapa jenis reptilia. Tak terhitung pula berbagai jenis tumbuhan di sini.

www.belantaraindonesia.org
Segara Anak Rinjani
Untuk bisa merasakan petualangan di Gunung Rinjani, ada tida jalur yang biasanya dilalui oleh para turis ataupun pendaki, yaitu jalur Desa Sembalun, Lawang, Desa Senaru, dan Torean.

Ada dua akses yang bisa dilalui wisatawan. Pertama, dari Mataram - Selong - Sambelia - Sembalun Lawang ( sekira 140 km ) akan menempuh perjalanan selama 4,5 jam berkendara. Mataram - Bayan - Senaru ( 82 km ) akan memakan waktu perjalanan 2,5 jam berkendara. Akses kedua, dari Mataram - Bayan-Torean ( 85 km ) membutuhkan waktu perjalanan sekira 2,5 jam dengan kendaraan. src
Memiliki luas sekira 40 ribu hektare, Taman Nasional Gunung Rinjani ( TNGR ) di Pulau Lombok memang menantang untuk disinggahi. Memiliki pucuk setinggi 3.720 Mdpl, daya tarik utama gunung tertinggi ketiga di Indonesia ini terletak pada pesona Danau Segara Anak yang berada di ketinggian 2.008 Mdpl dengan luas sekira 1.100 hektare, dan memiliki kedalaman hingga 230 meter.

www.belantaraindonesia.org

Segara Anak terbentuk dari hasil letusan Gunung Rinjani pada masa purba. Saat itu diperkirakan Gunung Rinjani memiliki ketinggian 5.000 mdpl. Letusan dahsyat pun terjadi dan kemudian membuat sebuah kawah besar yang diisi oleh air atau maar.

Pada 1994, permukaan danau terangkat naik karena aktivitas letusan Gunung Rinjani. Lalu, muncul gunung baru yang dinamakan Gunung Baru Jari dari permukaan danau, menjadikannya daya tarik wisatawan petualang yang ingin mendaki Gunung Rinjani. Adanya aktivitas vulkanik menjadikan Gunung Baru Jari terus bertambah tinggi.

Fenomena ini alam Gunung Rinjani sempat terbingkai pada mata uang pecahan Rp10.000 yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia. Oleh Bank Indonesia, potret panorama Gunung Baru Jari yang muncul di permukaan danau kawah dan dikelilingi oleh tebing setinggi ratusan meter serta pucuk Gunung Rinjani yang menjulang ke angkasa dianggap pantas dipromosikan ke masyarakat Indonesia.

www.belantaraindonesia.org
Baru Jari
Bagi kalangan pendaki, Danau Segara Anak merupakan lokasi favorit untuk berkemah dan melepaskan penat seusai melakukan pendakian melintasi perbukitan terjal, savana, memasuki hutan belantara selama kurang lebih 10 jam. Lokasi ini juga ideal untuk memanjakan lidah. Ikan - ikan yang ditebar di danau telah dewasa dan beranak sehingga bila bisa dipancing untuk memenuhi kebutuhan pangan para turis.

Saking banyak ikan di Segara Anak, penduduk lokal pun tertarik datang untuk memancing meskipun harus turun naik bukit selama berjam - jam. Beberapa di antaranya bahkan ada yang menginap selama beberapa hari, dan baru pulang ketika hasil pancingan dirasakan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Tak hanya panorama alam, keanekaragaman flora dan fauna di kawasan taman nasional ini juga menjadi magnet tersendiri bagi para turis. Selain terdapat jenis mamalia endemik yaitu musang rinjani, di kawasan ini juga terdapat kijang, lutung budeng, trenggiling, burung cikukua tanduk, dawah hutan, kepudang kuduk hitam, dan beberapa jenis reptilia. Tak terhitung pula berbagai jenis tumbuhan di sini.

www.belantaraindonesia.org
Segara Anak Rinjani
Untuk bisa merasakan petualangan di Gunung Rinjani, ada tida jalur yang biasanya dilalui oleh para turis ataupun pendaki, yaitu jalur Desa Sembalun, Lawang, Desa Senaru, dan Torean.

Ada dua akses yang bisa dilalui wisatawan. Pertama, dari Mataram - Selong - Sambelia - Sembalun Lawang ( sekira 140 km ) akan menempuh perjalanan selama 4,5 jam berkendara. Mataram - Bayan - Senaru ( 82 km ) akan memakan waktu perjalanan 2,5 jam berkendara. Akses kedua, dari Mataram - Bayan-Torean ( 85 km ) membutuhkan waktu perjalanan sekira 2,5 jam dengan kendaraan. src
Read More
106 comments

Menjejak Langkah Menggapai Jonggring Saloka

Gunung Semeru, gunung tertinggi di tanah Jawa tentu sudah tak asing lagi bagi para pendaki gunung dimanapun berada. Untuk mencapainya dibutuhkan kesiapan fisik, mental, perbekalan, serta perlengkapan mendaki yang cukup. Selain itu, buang jauh - jauh sifat sombong, ego, dan selalu ingat Yang Maha Kuasa selama mendaki.

www.belantaraindonesia.org

Tak jarang, banyaknya pendaki yang hilang, meninggal dunia, atau tersesat di rimbanya Semeru karena sifat angkuh mereka. Dari pengalaman beberapa kali mencari pendaki tersesat, rata - rata karena mereka meremehkan.

Nah, kalau sudah siap persiapan fisik, mental, perlengkapan, serta persiapan teknis dan non - teknis, Anda bisa langsung menuju Desa Ranu Pani yang berada di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Untuk menuju ke Desa Ranu Pani, Anda bisa melalui Malang, Pasuruan, Probolingo, maupun Lumajang. Namun, para pendaki biasanya sering melalui Malang atau Lumajang. Alangkah baiknya Anda mencari informasi secara detail seputar pendakian ke Semeru.

Dari Malang, Anda bisa melalui Tumpang dan melewati Desa Poncokusumo, serta melintasi Desa Suku Tengger di Ngadas. Anda juga bisa bermalam di sini karena sudah banyak homestay dan persewaan mobil jeep untuk transportasi ke Ranu Pane maupun ke Bromo.

www.belantaraindonesia.org

Kebanyakan pendaki naik angkutan umumdari Stasiun Malang menuju Pasar Tumpang. Dari Pasar Tumpang ke Desa Ngadas, bisa ikut mobil pickup atau truk sayur. Ada juga yang sudah menggunakan atau memesan mobil jeep untuk menuju Desa Ranu Pani.

Di Desa Ngadas, Anda juga bisa menikmati dan membaur dengan warga Tengger yang ramah. Lereng - lereng perbukitan nan hijau dengan pemandanan sawah berbentuk teras iring dijamin bisa memanjakan mata kita yang lelah dengan pemandangan gedung bertingkat.

Udara dingin mengundang Anda untuk lebih mendekatkan dengan pemilik rumah warga yan selalu siap di depan tungku pembakaran yang juga digunakan memasak. Di luar rumah, juga terlihat puncak Mahameru dari kejauhan. Lalu lalang penduduk Tengger yang akan pergi ke ladang menambah kekhasan pemandangan desa.

Setelah di Desa Ranu Pani, Anda bisa bermalam di pondokan pendaki jika tiba malam hari. Sebab, batas akhir perizinan mendaki hingga pukul 16.00 WIB. Anda juga bisa menitipkan motor di sana jika menggunakan motor.

www.belantaraindonesia.org

Di sekitar Ranu Pani juga ada dua danau yang bisa dikunjungi, yakni Danau Ranu Pani dan Danau Ranu Regulo yang berjarak sekira 500 meter dari Ranu Pani. Hitung - hitung sambil menungu proses perizinan selesai, Anda bisa menikmati keindahan dua danau ini. Juga ada kebun Edelweis yang tengah dibiakkan oleh taman nasional.

Untuk mencapai puncak Mahameru, dari Desa terakhir Ranu Pani hingga puncak bisa ditempuh waktu dua hari dua malam pergi pulang. Tentunya dengan kondisi yang prima dan yang pasti menguras energi. Tapi juga bisa sampai 3 - 4 hari jika ingin lebih santai menikmati keindahan Semeru beserta oase di gunung berapi berupa Danau Ranu Kumbolo yang berada di ketinggian 2.400 Mdpl dengan suhu minimal -5 derajat Celsius hingga -20 derajat Celsius.

Setelah menyelesaikan segala persyaratan dan perizinan di Pos Perizinan pendakian di Kantor Resort Ranu Pani, Anda bisa memulai perjalanan dan lebih baik berdo’a dulu agar diberi kemudahan dan keselamatan oleh Yang Maha Kuasa dan bisa kembali pulang dengan selamat.

Dari Ranu Pani, sebaiknya Anda menempuh jalur yang telah ditetapkan dan tidak melewati jalur pintas dengan melewati hayek - hayek menuju Ranu Kumbolo. Sebab, jalurnya ekstrem ketika menanjak maupun turun meski menghemat waktu beberapa jam.

Target pertama dari Ranu Pani bagi pendaki biasanya menuju ke Ranu Kumbolo dengan jarak tempuh sepanjang 10,5 kilometer. Dibutuhkan waktu antara 4 - 5 jam perjalanan untuk menuju ke sana. Jarak Ranu Pani - Landengan Dowo 3 kilometer, Landengan Dowo - Watu Rejeng 3 kilometer, dan Watu Rejeng - Ranu Kumbolo 4,5 kilometer.

www.belantaraindonesia.org
Ranu Kumbolo
Dari Pos Ranu Pani, Anda berjalan mengikuti jalan beraspal menurun sekira 200 meter akan ditemui pintu gerbang masuk jalur pendakian ke Semeru. Di sini biasanya para pendaki berfoto - foto dengan mimik wajah yang masih segar bugar, dan ketika turun juga berfoto bersama tapi dengan wajah yang lusuh, capek, dan lelah.

Setelah memasuki gerbang, jalur sedikit menanjak dengan pemandangan ladang penduduk dengan medan jalan tanah berdebu. Setelah itu, Anda menemui persimpangan yang ke arah kanan merupakan jalur ke ladang penduduk.

Anda ambil yang jalan setapak sedikit ke kiri melipir ke pinggir bukit yang sudah dibatako. Medan lumayan menanjak untuk memutari bukit sepanjang 300 meter - an dengan pemandangan sebelah kiri tebing bukit dan sebelah kanan ladang penduduk.

Selama perjalanan ke Landengan Dowo, Anda akan melewati jalan setapak dengan batako hingga melewati pos 1 nanti. Ada sekira lima tikungan yang di kanan - kiri terkadang terlihat hamparan hutan lebat kawasan taman nasional. Jika beruntung, Anda bisa mengamati monyet ekor panjang maupun lutung yang sedang berada di atas pohon.

Beberapa burung juga sering berada di jalur pendakian. Landengan Dowo merupakan jalur landai yang sangat panjang sehingga kadang membuat pendaki merasa bosan sendiri. Dari Landenan Dowo setelah belok ke kiri dan menanjak, Anda sudah sampai di Pos 1 pendakian. Anda bisa istirahat sekira 5 - 10 menit untuk mengatur nafas atau minum air putih maupun menikmati makanan ringan.

Puas istirahat, perjalanan dilanjutkan menuju Watu Rejeng. Pemandangannya hampir sama dengan jalur sebelumnya. Namun di sini Anda akan lebih sering menjumpai satwa karena sudah masuk lebih dalam ke area hutan.

www.belantaraindonesia.org

Setelah di Watu Rejeng, Anda juga bisa melihat pemandangan batu besar di depan kita yang seperti di Rejeng. Sementara di sebelah kiri nampak puncak Mahameru bisa dilihat jika tidak terhalang mendung.

Setelah melalui jalan setapak yang berdebu, dengan medan naik dan turun yang di sebelah kiri terkadang jurang curam, kita akan melewati pos 2 dan pos 3 yang sudah roboh dan tinggal atapnya. Di pos 3 kita istirahat sejenak untuk menatur nafas dan bersiap - siap melewati tanjakan yang cukup membuat napas terengah - engah. Tanjakan setelah pos tiga ini panjangnya sekira 100 meter dan dinamakan tanjakan Bakri karena yang membuat katanya Pak Bakri yang merupakan  warga Ranu Pane.

Sukses menaklukkan tanjakan Bakri, baiknya kita istirahat dulu di atas sambil melihat ke bawah di mana biasanya para pendaki lain juga sedang berjuang untuk melewati tantangan ini. Anda bisa membantu mereka yang kira - kira membutuhkan bantuan. Setelah melewati tanjakan Bakri, jalur menuju Ranu Kumbolo kian dekat. Melalui medan yang kadang menanjak kadang turun serta banyak pohon yang melintas di jalan dan belaian daun - daun ilalang di sepanjang jalur membuat ritme perjalanan semakin seru.

Setelah melalui beberapa kelokan, lamat - lamat terlihat sebuah cekungan besar yang akan menghipnotis langkah kita untuk berjalan lebih cepat dan terlihatlah oase gunung semeru, Danu Ranu Kombolo dari atas ketinggian. Indah, menawan, menakjubkan. Di sebelah baratnya terlihat tanjakan cinta yang terkenal di kalangan pendaki. Sebelum turun ke area Ranu Kumbolo, kita akan melewati Pos 4.

Di sepanjang menuju Pos 4 ini, di pinggir - pinggir jalur banyak terdapat bunga Anggrek endemik Semeru, seperti jenis Coribis, Speristilus, dan lain - lain. Pun demikian dengan bunga Edelweis yang juga berada di lereng - lerengnya. Sebaiknya berjalan dengan hati - hati agar tas Anda tidak merusak keanekaragaman hayati ini.

www.belantaraindonesia.org
Oro - Oro Ombo
Tidak sabar rasanya di Pos 4 untuk segera turun ke arah danau Ranu Kumbolo. Namun, untuk sampai di pondokan pendaki maupun tempat yang biasanya digunakan para pendaki mendirikan tenda, Anda masih melewati jalan menurun terjal dan juga naik. Sampailah kita di Ranu Kumbolo.

Di sini Anda bisa mendirikan tenda maupun cukup melepas penat sekira satu jam sebelum melanjutkan ke Kalimati. Bagi yang ingin menikmati pemandangan Matahari terbit di Ranu Kumbolo, Anda harus menginap dan mendirikan tenda.

Keindahan ciptaan Tuhan pada malam harinya juga bisa kita nikmati bertaburnya ribuan bintang di angkasa. Pagi harinya Anda bisa menikmati sunrise di Ranu Kumbolo dengan gambaran Matahari yang muncul di tengah - tengah dua bukit yang samar - samar dilengkapi dengan kabut putih dan bayangannya di air danau yang jernih.

Enggan rasanya meninggalkan Ranu Kumbolo dengan segala keindahannya; kabut putih yang berjalan pelan di atas air serta riak - riak kecil air yang ditimbulkan oleh ikan maupun angin. Ini melengkapi kemolekan ciptaan Sang Pencipta.

Danau yang dihasilkan dari tampungan air hujan berkumpul di cekungan kawah bekas letusan Gunung Jambangan. Di sekitarnya, ada sebuah prasasti yang dipercaya peninggalan Kerajaan Khadiri ( Kediri ). Prasasti itu menghadap ke danau dengan keberadaan tulisan membelakangi danau.

Dalam prasasti yang ditulis menggunakan bahasa Jawa kuno ini, kalau diterjemahkan berbunyi “Mpu Kameswara Tirtayasa”. Kameswara atau Bameswara merupakan nama Raja Kadiri. Sementara, prasasti tersebut sebagai penanda jika Danau Ranu Kumbolo berfungsi sebagai air suci.

Dari beberapa sumber disebutkan jika Ranu Kumbolo adalah tempat bersemedi Raja Bameswara. Danau ini juga dipercaya sebagai tempat mandi para dewa dan menjadi air suci Gunung Semeru.

www.belantaraindonesia.org
Tanjakan Cinta
Perjalanan dari Ranu Kumbolo menuju Mahameru masih berjarak 10,2 kilometer. Rinciannya sebagai berikut, Ranu Kumbolo - Cemoro Kandang 2,5 km, Cemoro Kandang - Jambangan 3 km, Jambangan - Kalimati 2 km, Kalimati - Arcopodo 1,2 km, dan Arcopodo - Mahameru 1,5 km.

Mengawali pendakian dari Ranu Kumbolo, Anda akan melihat beberapa batu nisan atau pertanda pendaki yang meninggal dunia. Tempatnya berada di samping jalan setapak Tanjakan Cinta. Ada beberapa nama di sana dan bisa dijadikan pengingat bagi para pendaki agar selalu ingat Yang Maha Kuasa dan berhati - hati demi keselamatan.

Menapaki Tanjakan Cinta akan menguras energi, terlihat pendek tapi ternyata cukup panjang dan membuat napas terengah - engah. Penuh perjuangan ekstra dan energi lebih, setapak demi setapak untuk mencapai pucuk tanjakan.

Anda bisa istirahat sejenak sambil melihat aneka anggrek yang menempel di ranting - ranting pohon pinus, dan memandangi danau Ranu Kumbolo dari ketinggian. Beberapa tenda pendaki serta kabut putih yang melewati danau dengan latar hamparan langit yang biru cerah bisa Anda lihat, harmoni keindahan alam sebagai media mendekatkan diri dengan Sang Pencipta.

Di balik bukit Tanjakan Cinta sudah menungu Oro - Oro Ombo. Dari atas terlihat padang savana yang dihiasi tumbuhan sejenis lavender dengan bunganya yang ungu. Ada dua jalur dari sini; jalur melipir di pinggiran bukit sebelah kiri dan jalur membelah savana serta tumbuhan jenis lavender. Dua jalur ini akan bertemu di satu titik di kawasan Cemoro Kandang.

www.belantaraindonesia.org
Puncak Semeru
Dari atas savana terlihat seperti rumput, tapi bila Anda lewati tingginya hampir sama dengan dengan tinggi badan orang dewasa. Di Cemoro Kandang, Anda bisa rebahan santai sambil menikmati hamparan savana dan lavender berwarna keunguan dari kejauhan, sembari menikmati hawa sejuk, serta desiran angin dan suara mendesis khas hutan pinus.

Biasanya para pendaki duduk - duduk di atas pohon pinus yang tumbang. Ada juga bersandar di pohon yang berdiri tegak. Merebahkan diri di atas rumput hijau sambil menyeruput kopi yang dibawa dari Ranu Kumbolo.

Bila napas sudah normal kembali serta pundak sedikit lebih ringan setelah beberapa saat melepas tas berkilo - kilogram yang membebani pundak, perjalanan bisa dilanjutkan membelah hutan pinus yang luas. Medannya cukup berat karena terus menanjak dan sedikit sekali ada bonus jalan yang turun.

Untuk menurangi rasa capek, Anda bisa bercanda ringan dengan rekan seperjalanan. Sebelum sampai di Jambangan, Anda bisa istirahat sejenak di Kalisat, sebuah cekungan mirip sungai dengan tanah berpasir tanpa air sehinga disebut Kalisat.

Di atas Kalisat, ada tempat yang cukup nyaman dan luas untuk rehat bagi pendaki berkelompok lebih dari 10 orang. Dari sini Anda mendapat medan yan turun sedikit kemudian naik di antara dua bukit. Tibalah kita di lahan mendatar yang disebut Jambangan. Ada savana, berbagai jenis anggrek, serta bunga Edelweis menyambut mata kita. Di sebelah selatan, Nampak guratan - guratan puncak Mahameru yang menjulang gagah.

Beberapa pendaki lain sering Anda jumpai tengah beristirahat sejenak di sini, saling tegur biasa dilakukan dan menjadi kekhasan meski belum pernah mengenal. Bincang - bincang ringan terkait jalur serta pengalaman lain bisa menambah semangat tersendiri. Dari Jambangan, jalur menuju Kalimati cukup ringan karena jalannya menurun dan landai dengan jarak 2 kilometer.

Setelah berjalan santai, Anda akan menemui Kalimati, sebuah kawasan dengan padang rumput yang diapit hutan pinus. Di sini juga ada pondokan permanen. Para pendaki biasanya mendirikan tenda di kawasan ini sembari mengisi perbekalan air di Sumber Mani yang lumayan jauh.

Bisa ditempuh perjalanan selama satu jam. Sebaiknya bersama pendaki yang lebih tahu tempat ini atau berkelompok dan tidak mengambil air terlalu gelap. Dikhawatirkan tersesat meski ada petunjuknya, atau bertatap muka dengan hewan buas.

www.belantaraindonesia.org

Dari Kalimati, terlihat lebih jelas bekas aliran lahar dingin yang membentuk guratan - guratan curam di lereng puncak Mahameru. Di tengahnya juga terlihat jalur pendakian menuju puncak Mahameru, puncak abadi para dewa, atap tanah Jawa atau kaki langit Jawa. Sebaiknya istirahat di Kalimati sambil memasak untuk dimakan dan bekal menuju puncak pada malam hari.

Perjalanan Kalimati normalnya membutuhkan waktu tempuh selama 5 - 6 jam. Ada juga yang hanya 4 jam sampai puncak. Selain Kalimati, para pendaki biasanya mendirikan tenda di kawasan Arcopodo yang berjarak 1,2 kilometer dari Kalimati.

Namun, di sini tanahnya berdebu, rawan longsor, serta jauh dari sumber air. Sebaiknya Anda mendirikan tenda di sekitar Kalimati, menyiapkan perbekalan serta perlengkapan yang cukup untuk digunakan mendaki ke puncak Mahameru.

Persiapan summit attack atau mendaki ke puncak dari Kalimati sebaiknya dilakukan pukul 00.00 WIB, agar sampai di puncak beberapa saat sebelum Matahari terbit, kalau tidak mendung. Sebab kalau terlalu pagi di puncak, Anda akan kedinginan.

Perbekalan yang dibawa cukup air sesuai kebutuhan, minimal satu botol minum 1,5 liter. Bisa membawa tas pinggang atau daypack kecil untuk digunakan membawa air dan makanan ringan. Madu, coklat, serta minuman berkalori, serta makanan ringan cukup membantu mengisi energi saat mendaki puncak. Usahakan tidur sore agar bangunnya tidak terlewat. 

Alarm berbunyi kencang, jarum jam di tangan menunjukkan pukul 00.00 WIB. Saatnya bangun, persiapan menuju puncak Mahameru.

Semua perbekalan dan perlengkapan, seperti senter atau headlamp yang disiapkan sore hari, jangan sampai ketinggalan. Baju hangat, seperti jaket, mantel ( untuk jaga - jaga jika hujan ), serta masker dan penutup kepala juga harus dibawa.

Usahakan tidak terlalu membawa barang yang berat, cukup air secukupnya dan makanan ringan. Sebelum berangkat, Anda sebaiknya berdoa agar diberi kemudahan dan kekuatan untuk bisa mencapai puncak.

Perjalanan sesungguhnya akan dimulai, dimana egoisme pribadi mutlak dibuang, berangkat bersama, pulang juga harus bersama, buang jauh - jauh sifat sombong. Puncak Mahameru bagian dari tujuan, pulang dengan selamat menjadi tujuan utama.

Jangan sampai meninggalkan anggota kelompok sendirian di jalan meski Anda masih kuat berjalan. Lebih baik kembali daripada meninggalkan teman sendirian di lereng puncak Semeru. Banyak pendaki yang hilang ketika dalam keadaan sendiri di lereng puncak Semeru.

Dari Kalimati, dibalut gelapnya malam dan bertaburnya bintang di angkasa perjalanan ke puncak dimulai. Melewati padang rumput ke arah timur, Anda akan menemui medan menurun dan menyeberangi kali yang sudah mati atau tidak ada airnya.

www.belantaraindonesia.org

Setelah itu, perjalanan sedikit menanjak dan terus menanjak tajam dengan medan tanah yang berdebu. Di kiri - kanan adalah jurang Blank 75 yang sering memakan korban. Kurang lebih 2 jam, Anda baru sampai di Arcopodo. Dari sini, jalur ke puncak masih lurus ke atas mengikuti jalur yang sudah ada. Sedangkan lokasi dua arca kembar berada di sebelah kiri dengan medan jalan menurun.

Di sekitar Arcopodo juga dijumpai beberapa tenda pendaki yang bermalam di sini. Juga ada beberapa nisan atau in memoriam pendaki yang meninggal dunia atau hilang. Dari Arcopodo menuju vegetasi terakhir, yang dinamai Kelik, bisa ditempuh kurang dari satu jam.

Kelik adalah perbatasan antara hutan pinus dengan lereng Semeru berupa pasir keabu - abuan. Di kanan - kiri terlihat jurang Blank 75 yang curam. Sebaiknya selalu berdoa selama perjalanan dan konsentrasi ketika melangkah agar tidak terpeleset. Tak jarang medan yang dilalui hanya cukup untuk langkah kaki. Dari sinilah summit attack dimulai.

Istilah 5 - 3 atau 2 - 1 akan Anda rasakan di sini. Maju lima langkah mundur tiga langkah, atau maju dua langkah mundur satu langkah akan kita alami selama perjalanan menuju puncak.

Medan berpasir sedalam tumit memang menyulitkan para pendaki melangkah. Sebaiknya berjalan semampunya dan mengatur irama langkah dengan nyaman. Istirahat mengatur napas dan mengisi perut dengan perbekalan serta minum air secukupnya.

Pendakian ini kadang memaksa pendaki merangkak. Sesekali menggapai tebing jalur sebagai pegangan sementara kaki mencari tumpuan untuk berpijak. Tak jarang, para pendaki banyak yang menyerah ketika berada di sini.

Meski jarak ke puncak tingal beberapa ratus meter, bahkan ada yang memilih kembali turun karena tersisa sekira 50 meter ke puncak. Namun, karena kondisi fisik tidak memungkinkan atau kesiangan lebih baik turun. Puncak Mahameru masih bisa didaki lain waktu.

Jika lelah, sesekali Anda bisa berbaring di atas pasir dengan kemiringan yang curam. Sembari mengamati gemebyar bintang di langit serta bintang jatuh di langit.

Di sisi timur terlihat kemerlip cahaya lampu dari daerah Lumajang, di sisi barat juga terlihat kemerlip cahaya lampu dari daerah Malang. Jejak pendaki yang terlebih dulu naik bisa dijadikan pedoman untuk melangkah agar lebih mudah.

Dengan menancapkan ujung sepatu ke pasir juga bisa memudahkan Anda untuk melangkah. Temaram cahaya sinar di atas yang berkelip - kelip menunjukkan pendaki yang berada di atas juga banyak. Terlihat dekat namun masih terasa jauh. Semakin dilihat ke atas semakin terasa jauh.

Waktu sudah menujukkan pukul 05.00 WIB, puncak juga terlihat masih jauh di atas, sementara mega merah sudah menampakkan diri, di balik mendung yang tebal di ufuk timur. Samar - samar mentari mulai terlihat, hamparan lautan awan di depan mata seolah berada di negeri di atas awan.

Sayup - sayup terdengar ekspresi para pendaki yang mencapai puncak dengan berteriak sekencang-kencangnya seraya bersyukur. Sementara puluhan orang masih ada yang berjuang menapaki medan berpasir. Ada yang sampai ditarik dengan tali, ada juga yang menunggu kelompoknya naik. Bahkan, ada juga yang terpaksa kembali karena merasa fisiknya tidak mampu lagi naik. Di sinilah kesabaran kita diuji, sifat ego terhadap kelompok juga tengah diuji.

Menjelang pukul 06.00 WIB, samar - samar terdengar suara para pendaki yang sudah mencapai puncak. Setelah sampai di puncak bayangan, ada petunjuk arah menuju jalur puncak, sedikit belok ke kiri kemudian naik beberapa meter terlihatlah kibar bendera merah putih berkibar di atas ketinggian 3.676 Mdpl.

Puncak Mahameru, Gunung tertinggi di Pulau Jawa. Kawahnya yang dikenal dengan sebutan Jonggring Saloka berada di sebalah selatan puncak  Mahameru. Setiap 15 - 20 menit menyemburkan asap vulkanik disertai dentuman yang menggelegar. Momen ini sering dimanfaatkan pendaki untuk berfoto - foto selain berfoto di samping sang saka Merah Putih.

Hamparan pasir serta bebatuan berserakan di atas puncak. Di sebelah selatan tampak terlihat laut selatan pesisir Lumajang, di sisi utara terlihat pegunungan Tengger serta Bromo, agak ke barat Anda juga melihat bentuk mungil Gunung Arjuna dan Welirang. Sementara, di sisi Barat ada Gunung Kawi dan Panderman.

Pendaki juga dilarang mendekati kawah Jonggring Saloka karena sangat berbahaya. Waktu berada di puncak memang terbatas karena semakin siang berkabut serta angin cenderung mengarah ke utara atau mengarah ke puncak Mahameru. Asap beracun bisa terbawa ke puncak sehingga membahayakan para pendaki.

Sebaiknya kita turun kembali setelah agak siang dan mulai banyak kabut. Selama perjalanan turun, sebaiknya tetap konsentrasi dan tetap berkelompok. Sebab, pendaki yang hilang, tersesat, atau jatuh sering terjadi ketika perjalanan turun.

Perjalanan turun memang cukup singkat, biasanya dua jam Anda sudah sampai Kalimati. Namun cukup membahayakan, disamping karena faktor kelelahan, konsentrasi juga sering berkurang. Tak heran jika banyak pendaki yang terpeleset ketika turun dari puncak.

Selama perjalanan turun, Anda baru bisa melihat dengan jelas bagaimana curamnya jurang Blank 75 yang yang berada di sisi kanan dan kiri tempat Anda berjalan malam harinya. Selain jalan yang curam dan berdebu, jika hujan sedikit licin dan berbahaya.

Setelah perjalanan dua jam, sampailah di kalimati, Anda bisa istirahat sejenak sambil mengemas barang-barang untuk menuju Ranu Kumbolo. Dari Ranu Kumbolo, Anda bisa bermalam lagi atau istirahat secukupnya sambil mengisi perut sebelum melanjutkan perjalan ke Ranu Pane dan pulang.

Jangan lupa semua sampah yang Anda bawa mulai perjalanan berangkat hinga pulang, bawa dalam trash bag yang wajib dibawa pendaki. Jangan sampai meninggalkan sampah di kawasan taman nasional. Jangan tinggalkan apapun kecuali jejak, jangan ambil apapun kecuali gambar.    src
Gunung Semeru, gunung tertinggi di tanah Jawa tentu sudah tak asing lagi bagi para pendaki gunung dimanapun berada. Untuk mencapainya dibutuhkan kesiapan fisik, mental, perbekalan, serta perlengkapan mendaki yang cukup. Selain itu, buang jauh - jauh sifat sombong, ego, dan selalu ingat Yang Maha Kuasa selama mendaki.

www.belantaraindonesia.org

Tak jarang, banyaknya pendaki yang hilang, meninggal dunia, atau tersesat di rimbanya Semeru karena sifat angkuh mereka. Dari pengalaman beberapa kali mencari pendaki tersesat, rata - rata karena mereka meremehkan.

Nah, kalau sudah siap persiapan fisik, mental, perlengkapan, serta persiapan teknis dan non - teknis, Anda bisa langsung menuju Desa Ranu Pani yang berada di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Untuk menuju ke Desa Ranu Pani, Anda bisa melalui Malang, Pasuruan, Probolingo, maupun Lumajang. Namun, para pendaki biasanya sering melalui Malang atau Lumajang. Alangkah baiknya Anda mencari informasi secara detail seputar pendakian ke Semeru.

Dari Malang, Anda bisa melalui Tumpang dan melewati Desa Poncokusumo, serta melintasi Desa Suku Tengger di Ngadas. Anda juga bisa bermalam di sini karena sudah banyak homestay dan persewaan mobil jeep untuk transportasi ke Ranu Pane maupun ke Bromo.

www.belantaraindonesia.org

Kebanyakan pendaki naik angkutan umumdari Stasiun Malang menuju Pasar Tumpang. Dari Pasar Tumpang ke Desa Ngadas, bisa ikut mobil pickup atau truk sayur. Ada juga yang sudah menggunakan atau memesan mobil jeep untuk menuju Desa Ranu Pani.

Di Desa Ngadas, Anda juga bisa menikmati dan membaur dengan warga Tengger yang ramah. Lereng - lereng perbukitan nan hijau dengan pemandanan sawah berbentuk teras iring dijamin bisa memanjakan mata kita yang lelah dengan pemandangan gedung bertingkat.

Udara dingin mengundang Anda untuk lebih mendekatkan dengan pemilik rumah warga yan selalu siap di depan tungku pembakaran yang juga digunakan memasak. Di luar rumah, juga terlihat puncak Mahameru dari kejauhan. Lalu lalang penduduk Tengger yang akan pergi ke ladang menambah kekhasan pemandangan desa.

Setelah di Desa Ranu Pani, Anda bisa bermalam di pondokan pendaki jika tiba malam hari. Sebab, batas akhir perizinan mendaki hingga pukul 16.00 WIB. Anda juga bisa menitipkan motor di sana jika menggunakan motor.

www.belantaraindonesia.org

Di sekitar Ranu Pani juga ada dua danau yang bisa dikunjungi, yakni Danau Ranu Pani dan Danau Ranu Regulo yang berjarak sekira 500 meter dari Ranu Pani. Hitung - hitung sambil menungu proses perizinan selesai, Anda bisa menikmati keindahan dua danau ini. Juga ada kebun Edelweis yang tengah dibiakkan oleh taman nasional.

Untuk mencapai puncak Mahameru, dari Desa terakhir Ranu Pani hingga puncak bisa ditempuh waktu dua hari dua malam pergi pulang. Tentunya dengan kondisi yang prima dan yang pasti menguras energi. Tapi juga bisa sampai 3 - 4 hari jika ingin lebih santai menikmati keindahan Semeru beserta oase di gunung berapi berupa Danau Ranu Kumbolo yang berada di ketinggian 2.400 Mdpl dengan suhu minimal -5 derajat Celsius hingga -20 derajat Celsius.

Setelah menyelesaikan segala persyaratan dan perizinan di Pos Perizinan pendakian di Kantor Resort Ranu Pani, Anda bisa memulai perjalanan dan lebih baik berdo’a dulu agar diberi kemudahan dan keselamatan oleh Yang Maha Kuasa dan bisa kembali pulang dengan selamat.

Dari Ranu Pani, sebaiknya Anda menempuh jalur yang telah ditetapkan dan tidak melewati jalur pintas dengan melewati hayek - hayek menuju Ranu Kumbolo. Sebab, jalurnya ekstrem ketika menanjak maupun turun meski menghemat waktu beberapa jam.

Target pertama dari Ranu Pani bagi pendaki biasanya menuju ke Ranu Kumbolo dengan jarak tempuh sepanjang 10,5 kilometer. Dibutuhkan waktu antara 4 - 5 jam perjalanan untuk menuju ke sana. Jarak Ranu Pani - Landengan Dowo 3 kilometer, Landengan Dowo - Watu Rejeng 3 kilometer, dan Watu Rejeng - Ranu Kumbolo 4,5 kilometer.

www.belantaraindonesia.org
Ranu Kumbolo
Dari Pos Ranu Pani, Anda berjalan mengikuti jalan beraspal menurun sekira 200 meter akan ditemui pintu gerbang masuk jalur pendakian ke Semeru. Di sini biasanya para pendaki berfoto - foto dengan mimik wajah yang masih segar bugar, dan ketika turun juga berfoto bersama tapi dengan wajah yang lusuh, capek, dan lelah.

Setelah memasuki gerbang, jalur sedikit menanjak dengan pemandangan ladang penduduk dengan medan jalan tanah berdebu. Setelah itu, Anda menemui persimpangan yang ke arah kanan merupakan jalur ke ladang penduduk.

Anda ambil yang jalan setapak sedikit ke kiri melipir ke pinggir bukit yang sudah dibatako. Medan lumayan menanjak untuk memutari bukit sepanjang 300 meter - an dengan pemandangan sebelah kiri tebing bukit dan sebelah kanan ladang penduduk.

Selama perjalanan ke Landengan Dowo, Anda akan melewati jalan setapak dengan batako hingga melewati pos 1 nanti. Ada sekira lima tikungan yang di kanan - kiri terkadang terlihat hamparan hutan lebat kawasan taman nasional. Jika beruntung, Anda bisa mengamati monyet ekor panjang maupun lutung yang sedang berada di atas pohon.

Beberapa burung juga sering berada di jalur pendakian. Landengan Dowo merupakan jalur landai yang sangat panjang sehingga kadang membuat pendaki merasa bosan sendiri. Dari Landenan Dowo setelah belok ke kiri dan menanjak, Anda sudah sampai di Pos 1 pendakian. Anda bisa istirahat sekira 5 - 10 menit untuk mengatur nafas atau minum air putih maupun menikmati makanan ringan.

Puas istirahat, perjalanan dilanjutkan menuju Watu Rejeng. Pemandangannya hampir sama dengan jalur sebelumnya. Namun di sini Anda akan lebih sering menjumpai satwa karena sudah masuk lebih dalam ke area hutan.

www.belantaraindonesia.org

Setelah di Watu Rejeng, Anda juga bisa melihat pemandangan batu besar di depan kita yang seperti di Rejeng. Sementara di sebelah kiri nampak puncak Mahameru bisa dilihat jika tidak terhalang mendung.

Setelah melalui jalan setapak yang berdebu, dengan medan naik dan turun yang di sebelah kiri terkadang jurang curam, kita akan melewati pos 2 dan pos 3 yang sudah roboh dan tinggal atapnya. Di pos 3 kita istirahat sejenak untuk menatur nafas dan bersiap - siap melewati tanjakan yang cukup membuat napas terengah - engah. Tanjakan setelah pos tiga ini panjangnya sekira 100 meter dan dinamakan tanjakan Bakri karena yang membuat katanya Pak Bakri yang merupakan  warga Ranu Pane.

Sukses menaklukkan tanjakan Bakri, baiknya kita istirahat dulu di atas sambil melihat ke bawah di mana biasanya para pendaki lain juga sedang berjuang untuk melewati tantangan ini. Anda bisa membantu mereka yang kira - kira membutuhkan bantuan. Setelah melewati tanjakan Bakri, jalur menuju Ranu Kumbolo kian dekat. Melalui medan yang kadang menanjak kadang turun serta banyak pohon yang melintas di jalan dan belaian daun - daun ilalang di sepanjang jalur membuat ritme perjalanan semakin seru.

Setelah melalui beberapa kelokan, lamat - lamat terlihat sebuah cekungan besar yang akan menghipnotis langkah kita untuk berjalan lebih cepat dan terlihatlah oase gunung semeru, Danu Ranu Kombolo dari atas ketinggian. Indah, menawan, menakjubkan. Di sebelah baratnya terlihat tanjakan cinta yang terkenal di kalangan pendaki. Sebelum turun ke area Ranu Kumbolo, kita akan melewati Pos 4.

Di sepanjang menuju Pos 4 ini, di pinggir - pinggir jalur banyak terdapat bunga Anggrek endemik Semeru, seperti jenis Coribis, Speristilus, dan lain - lain. Pun demikian dengan bunga Edelweis yang juga berada di lereng - lerengnya. Sebaiknya berjalan dengan hati - hati agar tas Anda tidak merusak keanekaragaman hayati ini.

www.belantaraindonesia.org
Oro - Oro Ombo
Tidak sabar rasanya di Pos 4 untuk segera turun ke arah danau Ranu Kumbolo. Namun, untuk sampai di pondokan pendaki maupun tempat yang biasanya digunakan para pendaki mendirikan tenda, Anda masih melewati jalan menurun terjal dan juga naik. Sampailah kita di Ranu Kumbolo.

Di sini Anda bisa mendirikan tenda maupun cukup melepas penat sekira satu jam sebelum melanjutkan ke Kalimati. Bagi yang ingin menikmati pemandangan Matahari terbit di Ranu Kumbolo, Anda harus menginap dan mendirikan tenda.

Keindahan ciptaan Tuhan pada malam harinya juga bisa kita nikmati bertaburnya ribuan bintang di angkasa. Pagi harinya Anda bisa menikmati sunrise di Ranu Kumbolo dengan gambaran Matahari yang muncul di tengah - tengah dua bukit yang samar - samar dilengkapi dengan kabut putih dan bayangannya di air danau yang jernih.

Enggan rasanya meninggalkan Ranu Kumbolo dengan segala keindahannya; kabut putih yang berjalan pelan di atas air serta riak - riak kecil air yang ditimbulkan oleh ikan maupun angin. Ini melengkapi kemolekan ciptaan Sang Pencipta.

Danau yang dihasilkan dari tampungan air hujan berkumpul di cekungan kawah bekas letusan Gunung Jambangan. Di sekitarnya, ada sebuah prasasti yang dipercaya peninggalan Kerajaan Khadiri ( Kediri ). Prasasti itu menghadap ke danau dengan keberadaan tulisan membelakangi danau.

Dalam prasasti yang ditulis menggunakan bahasa Jawa kuno ini, kalau diterjemahkan berbunyi “Mpu Kameswara Tirtayasa”. Kameswara atau Bameswara merupakan nama Raja Kadiri. Sementara, prasasti tersebut sebagai penanda jika Danau Ranu Kumbolo berfungsi sebagai air suci.

Dari beberapa sumber disebutkan jika Ranu Kumbolo adalah tempat bersemedi Raja Bameswara. Danau ini juga dipercaya sebagai tempat mandi para dewa dan menjadi air suci Gunung Semeru.

www.belantaraindonesia.org
Tanjakan Cinta
Perjalanan dari Ranu Kumbolo menuju Mahameru masih berjarak 10,2 kilometer. Rinciannya sebagai berikut, Ranu Kumbolo - Cemoro Kandang 2,5 km, Cemoro Kandang - Jambangan 3 km, Jambangan - Kalimati 2 km, Kalimati - Arcopodo 1,2 km, dan Arcopodo - Mahameru 1,5 km.

Mengawali pendakian dari Ranu Kumbolo, Anda akan melihat beberapa batu nisan atau pertanda pendaki yang meninggal dunia. Tempatnya berada di samping jalan setapak Tanjakan Cinta. Ada beberapa nama di sana dan bisa dijadikan pengingat bagi para pendaki agar selalu ingat Yang Maha Kuasa dan berhati - hati demi keselamatan.

Menapaki Tanjakan Cinta akan menguras energi, terlihat pendek tapi ternyata cukup panjang dan membuat napas terengah - engah. Penuh perjuangan ekstra dan energi lebih, setapak demi setapak untuk mencapai pucuk tanjakan.

Anda bisa istirahat sejenak sambil melihat aneka anggrek yang menempel di ranting - ranting pohon pinus, dan memandangi danau Ranu Kumbolo dari ketinggian. Beberapa tenda pendaki serta kabut putih yang melewati danau dengan latar hamparan langit yang biru cerah bisa Anda lihat, harmoni keindahan alam sebagai media mendekatkan diri dengan Sang Pencipta.

Di balik bukit Tanjakan Cinta sudah menungu Oro - Oro Ombo. Dari atas terlihat padang savana yang dihiasi tumbuhan sejenis lavender dengan bunganya yang ungu. Ada dua jalur dari sini; jalur melipir di pinggiran bukit sebelah kiri dan jalur membelah savana serta tumbuhan jenis lavender. Dua jalur ini akan bertemu di satu titik di kawasan Cemoro Kandang.

www.belantaraindonesia.org
Puncak Semeru
Dari atas savana terlihat seperti rumput, tapi bila Anda lewati tingginya hampir sama dengan dengan tinggi badan orang dewasa. Di Cemoro Kandang, Anda bisa rebahan santai sambil menikmati hamparan savana dan lavender berwarna keunguan dari kejauhan, sembari menikmati hawa sejuk, serta desiran angin dan suara mendesis khas hutan pinus.

Biasanya para pendaki duduk - duduk di atas pohon pinus yang tumbang. Ada juga bersandar di pohon yang berdiri tegak. Merebahkan diri di atas rumput hijau sambil menyeruput kopi yang dibawa dari Ranu Kumbolo.

Bila napas sudah normal kembali serta pundak sedikit lebih ringan setelah beberapa saat melepas tas berkilo - kilogram yang membebani pundak, perjalanan bisa dilanjutkan membelah hutan pinus yang luas. Medannya cukup berat karena terus menanjak dan sedikit sekali ada bonus jalan yang turun.

Untuk menurangi rasa capek, Anda bisa bercanda ringan dengan rekan seperjalanan. Sebelum sampai di Jambangan, Anda bisa istirahat sejenak di Kalisat, sebuah cekungan mirip sungai dengan tanah berpasir tanpa air sehinga disebut Kalisat.

Di atas Kalisat, ada tempat yang cukup nyaman dan luas untuk rehat bagi pendaki berkelompok lebih dari 10 orang. Dari sini Anda mendapat medan yan turun sedikit kemudian naik di antara dua bukit. Tibalah kita di lahan mendatar yang disebut Jambangan. Ada savana, berbagai jenis anggrek, serta bunga Edelweis menyambut mata kita. Di sebelah selatan, Nampak guratan - guratan puncak Mahameru yang menjulang gagah.

Beberapa pendaki lain sering Anda jumpai tengah beristirahat sejenak di sini, saling tegur biasa dilakukan dan menjadi kekhasan meski belum pernah mengenal. Bincang - bincang ringan terkait jalur serta pengalaman lain bisa menambah semangat tersendiri. Dari Jambangan, jalur menuju Kalimati cukup ringan karena jalannya menurun dan landai dengan jarak 2 kilometer.

Setelah berjalan santai, Anda akan menemui Kalimati, sebuah kawasan dengan padang rumput yang diapit hutan pinus. Di sini juga ada pondokan permanen. Para pendaki biasanya mendirikan tenda di kawasan ini sembari mengisi perbekalan air di Sumber Mani yang lumayan jauh.

Bisa ditempuh perjalanan selama satu jam. Sebaiknya bersama pendaki yang lebih tahu tempat ini atau berkelompok dan tidak mengambil air terlalu gelap. Dikhawatirkan tersesat meski ada petunjuknya, atau bertatap muka dengan hewan buas.

www.belantaraindonesia.org

Dari Kalimati, terlihat lebih jelas bekas aliran lahar dingin yang membentuk guratan - guratan curam di lereng puncak Mahameru. Di tengahnya juga terlihat jalur pendakian menuju puncak Mahameru, puncak abadi para dewa, atap tanah Jawa atau kaki langit Jawa. Sebaiknya istirahat di Kalimati sambil memasak untuk dimakan dan bekal menuju puncak pada malam hari.

Perjalanan Kalimati normalnya membutuhkan waktu tempuh selama 5 - 6 jam. Ada juga yang hanya 4 jam sampai puncak. Selain Kalimati, para pendaki biasanya mendirikan tenda di kawasan Arcopodo yang berjarak 1,2 kilometer dari Kalimati.

Namun, di sini tanahnya berdebu, rawan longsor, serta jauh dari sumber air. Sebaiknya Anda mendirikan tenda di sekitar Kalimati, menyiapkan perbekalan serta perlengkapan yang cukup untuk digunakan mendaki ke puncak Mahameru.

Persiapan summit attack atau mendaki ke puncak dari Kalimati sebaiknya dilakukan pukul 00.00 WIB, agar sampai di puncak beberapa saat sebelum Matahari terbit, kalau tidak mendung. Sebab kalau terlalu pagi di puncak, Anda akan kedinginan.

Perbekalan yang dibawa cukup air sesuai kebutuhan, minimal satu botol minum 1,5 liter. Bisa membawa tas pinggang atau daypack kecil untuk digunakan membawa air dan makanan ringan. Madu, coklat, serta minuman berkalori, serta makanan ringan cukup membantu mengisi energi saat mendaki puncak. Usahakan tidur sore agar bangunnya tidak terlewat. 

Alarm berbunyi kencang, jarum jam di tangan menunjukkan pukul 00.00 WIB. Saatnya bangun, persiapan menuju puncak Mahameru.

Semua perbekalan dan perlengkapan, seperti senter atau headlamp yang disiapkan sore hari, jangan sampai ketinggalan. Baju hangat, seperti jaket, mantel ( untuk jaga - jaga jika hujan ), serta masker dan penutup kepala juga harus dibawa.

Usahakan tidak terlalu membawa barang yang berat, cukup air secukupnya dan makanan ringan. Sebelum berangkat, Anda sebaiknya berdoa agar diberi kemudahan dan kekuatan untuk bisa mencapai puncak.

Perjalanan sesungguhnya akan dimulai, dimana egoisme pribadi mutlak dibuang, berangkat bersama, pulang juga harus bersama, buang jauh - jauh sifat sombong. Puncak Mahameru bagian dari tujuan, pulang dengan selamat menjadi tujuan utama.

Jangan sampai meninggalkan anggota kelompok sendirian di jalan meski Anda masih kuat berjalan. Lebih baik kembali daripada meninggalkan teman sendirian di lereng puncak Semeru. Banyak pendaki yang hilang ketika dalam keadaan sendiri di lereng puncak Semeru.

Dari Kalimati, dibalut gelapnya malam dan bertaburnya bintang di angkasa perjalanan ke puncak dimulai. Melewati padang rumput ke arah timur, Anda akan menemui medan menurun dan menyeberangi kali yang sudah mati atau tidak ada airnya.

www.belantaraindonesia.org

Setelah itu, perjalanan sedikit menanjak dan terus menanjak tajam dengan medan tanah yang berdebu. Di kiri - kanan adalah jurang Blank 75 yang sering memakan korban. Kurang lebih 2 jam, Anda baru sampai di Arcopodo. Dari sini, jalur ke puncak masih lurus ke atas mengikuti jalur yang sudah ada. Sedangkan lokasi dua arca kembar berada di sebelah kiri dengan medan jalan menurun.

Di sekitar Arcopodo juga dijumpai beberapa tenda pendaki yang bermalam di sini. Juga ada beberapa nisan atau in memoriam pendaki yang meninggal dunia atau hilang. Dari Arcopodo menuju vegetasi terakhir, yang dinamai Kelik, bisa ditempuh kurang dari satu jam.

Kelik adalah perbatasan antara hutan pinus dengan lereng Semeru berupa pasir keabu - abuan. Di kanan - kiri terlihat jurang Blank 75 yang curam. Sebaiknya selalu berdoa selama perjalanan dan konsentrasi ketika melangkah agar tidak terpeleset. Tak jarang medan yang dilalui hanya cukup untuk langkah kaki. Dari sinilah summit attack dimulai.

Istilah 5 - 3 atau 2 - 1 akan Anda rasakan di sini. Maju lima langkah mundur tiga langkah, atau maju dua langkah mundur satu langkah akan kita alami selama perjalanan menuju puncak.

Medan berpasir sedalam tumit memang menyulitkan para pendaki melangkah. Sebaiknya berjalan semampunya dan mengatur irama langkah dengan nyaman. Istirahat mengatur napas dan mengisi perut dengan perbekalan serta minum air secukupnya.

Pendakian ini kadang memaksa pendaki merangkak. Sesekali menggapai tebing jalur sebagai pegangan sementara kaki mencari tumpuan untuk berpijak. Tak jarang, para pendaki banyak yang menyerah ketika berada di sini.

Meski jarak ke puncak tingal beberapa ratus meter, bahkan ada yang memilih kembali turun karena tersisa sekira 50 meter ke puncak. Namun, karena kondisi fisik tidak memungkinkan atau kesiangan lebih baik turun. Puncak Mahameru masih bisa didaki lain waktu.

Jika lelah, sesekali Anda bisa berbaring di atas pasir dengan kemiringan yang curam. Sembari mengamati gemebyar bintang di langit serta bintang jatuh di langit.

Di sisi timur terlihat kemerlip cahaya lampu dari daerah Lumajang, di sisi barat juga terlihat kemerlip cahaya lampu dari daerah Malang. Jejak pendaki yang terlebih dulu naik bisa dijadikan pedoman untuk melangkah agar lebih mudah.

Dengan menancapkan ujung sepatu ke pasir juga bisa memudahkan Anda untuk melangkah. Temaram cahaya sinar di atas yang berkelip - kelip menunjukkan pendaki yang berada di atas juga banyak. Terlihat dekat namun masih terasa jauh. Semakin dilihat ke atas semakin terasa jauh.

Waktu sudah menujukkan pukul 05.00 WIB, puncak juga terlihat masih jauh di atas, sementara mega merah sudah menampakkan diri, di balik mendung yang tebal di ufuk timur. Samar - samar mentari mulai terlihat, hamparan lautan awan di depan mata seolah berada di negeri di atas awan.

Sayup - sayup terdengar ekspresi para pendaki yang mencapai puncak dengan berteriak sekencang-kencangnya seraya bersyukur. Sementara puluhan orang masih ada yang berjuang menapaki medan berpasir. Ada yang sampai ditarik dengan tali, ada juga yang menunggu kelompoknya naik. Bahkan, ada juga yang terpaksa kembali karena merasa fisiknya tidak mampu lagi naik. Di sinilah kesabaran kita diuji, sifat ego terhadap kelompok juga tengah diuji.

Menjelang pukul 06.00 WIB, samar - samar terdengar suara para pendaki yang sudah mencapai puncak. Setelah sampai di puncak bayangan, ada petunjuk arah menuju jalur puncak, sedikit belok ke kiri kemudian naik beberapa meter terlihatlah kibar bendera merah putih berkibar di atas ketinggian 3.676 Mdpl.

Puncak Mahameru, Gunung tertinggi di Pulau Jawa. Kawahnya yang dikenal dengan sebutan Jonggring Saloka berada di sebalah selatan puncak  Mahameru. Setiap 15 - 20 menit menyemburkan asap vulkanik disertai dentuman yang menggelegar. Momen ini sering dimanfaatkan pendaki untuk berfoto - foto selain berfoto di samping sang saka Merah Putih.

Hamparan pasir serta bebatuan berserakan di atas puncak. Di sebelah selatan tampak terlihat laut selatan pesisir Lumajang, di sisi utara terlihat pegunungan Tengger serta Bromo, agak ke barat Anda juga melihat bentuk mungil Gunung Arjuna dan Welirang. Sementara, di sisi Barat ada Gunung Kawi dan Panderman.

Pendaki juga dilarang mendekati kawah Jonggring Saloka karena sangat berbahaya. Waktu berada di puncak memang terbatas karena semakin siang berkabut serta angin cenderung mengarah ke utara atau mengarah ke puncak Mahameru. Asap beracun bisa terbawa ke puncak sehingga membahayakan para pendaki.

Sebaiknya kita turun kembali setelah agak siang dan mulai banyak kabut. Selama perjalanan turun, sebaiknya tetap konsentrasi dan tetap berkelompok. Sebab, pendaki yang hilang, tersesat, atau jatuh sering terjadi ketika perjalanan turun.

Perjalanan turun memang cukup singkat, biasanya dua jam Anda sudah sampai Kalimati. Namun cukup membahayakan, disamping karena faktor kelelahan, konsentrasi juga sering berkurang. Tak heran jika banyak pendaki yang terpeleset ketika turun dari puncak.

Selama perjalanan turun, Anda baru bisa melihat dengan jelas bagaimana curamnya jurang Blank 75 yang yang berada di sisi kanan dan kiri tempat Anda berjalan malam harinya. Selain jalan yang curam dan berdebu, jika hujan sedikit licin dan berbahaya.

Setelah perjalanan dua jam, sampailah di kalimati, Anda bisa istirahat sejenak sambil mengemas barang-barang untuk menuju Ranu Kumbolo. Dari Ranu Kumbolo, Anda bisa bermalam lagi atau istirahat secukupnya sambil mengisi perut sebelum melanjutkan perjalan ke Ranu Pane dan pulang.

Jangan lupa semua sampah yang Anda bawa mulai perjalanan berangkat hinga pulang, bawa dalam trash bag yang wajib dibawa pendaki. Jangan sampai meninggalkan sampah di kawasan taman nasional. Jangan tinggalkan apapun kecuali jejak, jangan ambil apapun kecuali gambar.    src
Read More
65 comments

Mari Selamatkan Rinjani!

Mendaki Gunung Rinjani, Di Lombok Nusa Tenggara Barat, Indonesia adalah sebuah impian bagi para pendaki gunung maupun penyuka tantangan di alam terbuka. Bagi yang pernah mendaki Rinjani, dari awal pendakian sampai menuju tempat perkemahan Plawangan Sembalun, hampir sepanjang jalan pendakian ditemui sampah di mana - mana.

www.belantaraindonesia.org

Tercatat ada tiga pos peristirahatan sebelum Plawangan Sembalun dan setiap pos dipenuhi sampah. Terutama pos yang dijadikan tempat memasak makan siang. Yang paling parah adalah Plawangan Sembalun dimana menjadi pusat perkemahan sebelum mendaki ke puncak Rinjani keesokan harinya sebelum Matahari terbit.

Siapa pun tamu yang akan menikmati keindahan dari pintu masuk sebelah timur ( Desa Sembalun ) dan barat ( Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Lombok Utara ), pasti akan menemukan sampah yang menyebar dan adakalanya bertumpuk di tepi jalan setapak atau sudut - sudut Taman Nasional Gunung Rinjani.

www.belantaraindonesia.org

Sampah itu beragam jenisnya, seperti kantong plastik, kaleng, botol kaca, serta wadah minuman air mineral dan penyegar lainnya. Bahkan, celakanya, termasuk kotoran manusia!

Sungguh memprihatinkan bagaimana ketidakteraturannya pendakian dan tidak diikutinya peraturan yang ada.

Begitu pula saat menuju ke Segara Anak. Dari Plawangan Sembalun turun ke danau selama perjalanan ditemui banyak sampah seperti bungkusan permen, kantong plastik biskuit dan makanan ringan, botol dll. Tiba di danau, sampah baru memuncak di beberapa tempat di sekitar danau.

www.belantaraindonesia.org

Ada yang sudah dibakar, ada yang ditumpuk menjadi satu. Semua porter sibuk menyiapkan makan siang untuk tamu - tamunya, mencuci peralatan di danau, juga ditemui penduduk lokal yang sibuk memancing. Ada sebagian pendaki yang berkemah di danau.

Lanjutkan perjalanan menuju Plawangan Senaru, dari danau Segara Anak ke Plawangan Senaru sampah masih ditemui meskipun tidak separah area sebelumnya. Sampah di area perkemahan Plawangan Senaru juga sama parahnya dengan area perkemahan sebelumnya.

www.belantaraindonesia.org

Bisa dilihat bahwa ini bukan masalah yang gampang diatasi. Mengingat tidak ada kesadarannya dari pendaki yang membuang sampah sembarangan dan tidak membawa kembali sampahnya. Jadi hanya bisa berharap pada pemerintah untuk menerapkan sistem pembersihan yang efektif.

www.belantaraindonesia.org

Kepada semua pembaca yang berencana ke Rinjani, mari kita sama - sama sadar akan bahayanya sampah dan menjaga kelestarian Rinjani.

Ada rencana Rinjani akan diusulkan menjadi taman bumi dunia Oktober 2014 ke UNESCO Semoga dengan menjadi bagian dari UNESCO, Taman Nasional Gunung Rinjani bisa semakin terjaga. 

www.belantaraindonesia.org

Diluar dari masalah sampah, Taman Nasional Gunung Rinjani tidak bisa dipungkiri sangat indah sekali. Terutama dari Plawangan Sembalun turun menuju danau dan naik lagi menuju Plawangan Senaru. Surga!. Bahkan melihat Matahari terbenam dari Plawangan Sembalun tidak bisa digambarkan dengan kata - kata.

Mari Selamatkan Rinjani!  Mothdemon
Mendaki Gunung Rinjani, Di Lombok Nusa Tenggara Barat, Indonesia adalah sebuah impian bagi para pendaki gunung maupun penyuka tantangan di alam terbuka. Bagi yang pernah mendaki Rinjani, dari awal pendakian sampai menuju tempat perkemahan Plawangan Sembalun, hampir sepanjang jalan pendakian ditemui sampah di mana - mana.

www.belantaraindonesia.org

Tercatat ada tiga pos peristirahatan sebelum Plawangan Sembalun dan setiap pos dipenuhi sampah. Terutama pos yang dijadikan tempat memasak makan siang. Yang paling parah adalah Plawangan Sembalun dimana menjadi pusat perkemahan sebelum mendaki ke puncak Rinjani keesokan harinya sebelum Matahari terbit.

Siapa pun tamu yang akan menikmati keindahan dari pintu masuk sebelah timur ( Desa Sembalun ) dan barat ( Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Lombok Utara ), pasti akan menemukan sampah yang menyebar dan adakalanya bertumpuk di tepi jalan setapak atau sudut - sudut Taman Nasional Gunung Rinjani.

www.belantaraindonesia.org

Sampah itu beragam jenisnya, seperti kantong plastik, kaleng, botol kaca, serta wadah minuman air mineral dan penyegar lainnya. Bahkan, celakanya, termasuk kotoran manusia!

Sungguh memprihatinkan bagaimana ketidakteraturannya pendakian dan tidak diikutinya peraturan yang ada.

Begitu pula saat menuju ke Segara Anak. Dari Plawangan Sembalun turun ke danau selama perjalanan ditemui banyak sampah seperti bungkusan permen, kantong plastik biskuit dan makanan ringan, botol dll. Tiba di danau, sampah baru memuncak di beberapa tempat di sekitar danau.

www.belantaraindonesia.org

Ada yang sudah dibakar, ada yang ditumpuk menjadi satu. Semua porter sibuk menyiapkan makan siang untuk tamu - tamunya, mencuci peralatan di danau, juga ditemui penduduk lokal yang sibuk memancing. Ada sebagian pendaki yang berkemah di danau.

Lanjutkan perjalanan menuju Plawangan Senaru, dari danau Segara Anak ke Plawangan Senaru sampah masih ditemui meskipun tidak separah area sebelumnya. Sampah di area perkemahan Plawangan Senaru juga sama parahnya dengan area perkemahan sebelumnya.

www.belantaraindonesia.org

Bisa dilihat bahwa ini bukan masalah yang gampang diatasi. Mengingat tidak ada kesadarannya dari pendaki yang membuang sampah sembarangan dan tidak membawa kembali sampahnya. Jadi hanya bisa berharap pada pemerintah untuk menerapkan sistem pembersihan yang efektif.

www.belantaraindonesia.org

Kepada semua pembaca yang berencana ke Rinjani, mari kita sama - sama sadar akan bahayanya sampah dan menjaga kelestarian Rinjani.

Ada rencana Rinjani akan diusulkan menjadi taman bumi dunia Oktober 2014 ke UNESCO Semoga dengan menjadi bagian dari UNESCO, Taman Nasional Gunung Rinjani bisa semakin terjaga. 

www.belantaraindonesia.org

Diluar dari masalah sampah, Taman Nasional Gunung Rinjani tidak bisa dipungkiri sangat indah sekali. Terutama dari Plawangan Sembalun turun menuju danau dan naik lagi menuju Plawangan Senaru. Surga!. Bahkan melihat Matahari terbenam dari Plawangan Sembalun tidak bisa digambarkan dengan kata - kata.

Mari Selamatkan Rinjani!  Mothdemon
Read More
77 comments