Not seeing a Kembali Ke Atas? Go to our FAQ page for more info.
Join Us on FacebookFollow us on TwitterAdd to Circles
+81391470737 savanna@belantaraindonesia.org

Mengharukan: Demi Anak, Seorang Ayah Jual Pena

Seorang lelaki paruh baya berdiri di jalanan kota Beirut Libanon sambil di bahu kanannya dia menggendong putrinya yang masih berusia 4,5 tahun, sementara di tangan kirinya dia menggenggam beberapa pucuk pena. Sesekali dia menawarkan pena itu kepada orang yang lewat di depannya. Dia terus berharap ada seseorang bermurah hati membeli dagangannya.

www.belantaraindonesia.org
Abdul Dan Reem, Pengungsi Suriah Bertahan Hidup Dengan Menjual Pena ( Dream.co.id )
Dia melakukan hal itu agar bisa bertahan hidup dan memberi makan putrinya. Meski banyak yang mengabaikannya, pria itu tidak lelah menawarkan dagangannya.

Pria tersebut tidak menyadari apa yang dilakukannya ternyata didokumentasikan oleh seorang warga Libanon, yang juga seorang aktivis, Gissur Simonarson dalam bentuk foto. Gissur kemudian mengunggah foto tersebut ke Twitter dengan tagar #BuyPens dan meminta netizen untuk membantunya.

30 menit setelah foto itu terunggah, seseorang mengontak Gissur. Orang itu memberitahu si aktivis, dia kerap melihat pria itu di sekitar rumahnya. Dalam 24 jam, identitas pria tersebut terlacak dan dia adalah Abdul, ayah dua anak dengan putrinya berusia 4,5 tahun, Reem.

Abdul juga diketahui ternyata berasal dari kamp pengungsian Yarmuk di Damaskus, Suriah. Dia terpaksa pergi ke Beirut untuk menyambung hidup dan agar putri yang disayanginya bisa tetap makan.

Mengetahui identitas Abdul, Gissur kemudian membuat laman sumbangan di dunia maya untuk membantu meringankan beban Abdul. Dengan itu, Gissur berniat membantu keluarga Abdul untuk memulai hidup baru.

Hal yang menakjubkan terjadi. Dalam 30 menit pertama setelah laman tersebut aktif, Gissur mendapat sumbangan mencapai 5.000 dolar, setara Rp70 juta.

"Kami telah mendapat 5.000 dolar dalam 30 menit pertama. Ini bukan berarti puncak, hanya sebuah permulaan," kata Gissur.

www.belantaraindonesia.org

Gissur berharap sumbangan tersebut akan semakin meningkat. Uang itu akan langsung dia berikan kepada Abdul.

"Mari memastikan Abdul dan Reem benar - benar memulai kehidupan baru mereka yang hebat. Seluruh sumbangan tentu akan langsung diberikan kepada mereka," lanjut Gissur.

Dana yang terkumpul dalam tiga jam telah mencapai 17.000 dolar, setara Rp 238 juta. Laman sumbangan tersebut belum ditutup dan jumlah uang masuk dipastikan akan semakin bertambah.  dream.co.id
Seorang lelaki paruh baya berdiri di jalanan kota Beirut Libanon sambil di bahu kanannya dia menggendong putrinya yang masih berusia 4,5 tahun, sementara di tangan kirinya dia menggenggam beberapa pucuk pena. Sesekali dia menawarkan pena itu kepada orang yang lewat di depannya. Dia terus berharap ada seseorang bermurah hati membeli dagangannya.

www.belantaraindonesia.org
Abdul Dan Reem, Pengungsi Suriah Bertahan Hidup Dengan Menjual Pena ( Dream.co.id )
Dia melakukan hal itu agar bisa bertahan hidup dan memberi makan putrinya. Meski banyak yang mengabaikannya, pria itu tidak lelah menawarkan dagangannya.

Pria tersebut tidak menyadari apa yang dilakukannya ternyata didokumentasikan oleh seorang warga Libanon, yang juga seorang aktivis, Gissur Simonarson dalam bentuk foto. Gissur kemudian mengunggah foto tersebut ke Twitter dengan tagar #BuyPens dan meminta netizen untuk membantunya.

30 menit setelah foto itu terunggah, seseorang mengontak Gissur. Orang itu memberitahu si aktivis, dia kerap melihat pria itu di sekitar rumahnya. Dalam 24 jam, identitas pria tersebut terlacak dan dia adalah Abdul, ayah dua anak dengan putrinya berusia 4,5 tahun, Reem.

Abdul juga diketahui ternyata berasal dari kamp pengungsian Yarmuk di Damaskus, Suriah. Dia terpaksa pergi ke Beirut untuk menyambung hidup dan agar putri yang disayanginya bisa tetap makan.

Mengetahui identitas Abdul, Gissur kemudian membuat laman sumbangan di dunia maya untuk membantu meringankan beban Abdul. Dengan itu, Gissur berniat membantu keluarga Abdul untuk memulai hidup baru.

Hal yang menakjubkan terjadi. Dalam 30 menit pertama setelah laman tersebut aktif, Gissur mendapat sumbangan mencapai 5.000 dolar, setara Rp70 juta.

"Kami telah mendapat 5.000 dolar dalam 30 menit pertama. Ini bukan berarti puncak, hanya sebuah permulaan," kata Gissur.

www.belantaraindonesia.org

Gissur berharap sumbangan tersebut akan semakin meningkat. Uang itu akan langsung dia berikan kepada Abdul.

"Mari memastikan Abdul dan Reem benar - benar memulai kehidupan baru mereka yang hebat. Seluruh sumbangan tentu akan langsung diberikan kepada mereka," lanjut Gissur.

Dana yang terkumpul dalam tiga jam telah mencapai 17.000 dolar, setara Rp 238 juta. Laman sumbangan tersebut belum ditutup dan jumlah uang masuk dipastikan akan semakin bertambah.  dream.co.id
Read More
1 comment

Strategi Pendakian Yang Aman: Kembali Pulang Dengan Selamat

Terletak pada pertemuan lempeng tektonik Eurasia dan Indo - Australia, Indonesia memiliki banyak gunung dengan segala keindahannya yang memukau. Namun untuk menikmati keindahan dan kemegahan gunung tersebut pendaki harus memiliki pengetahuan keamanan dalam hal mendaki gunung agar tetap aman dan selamat.

www.belantaraindonesia.org

Seringkali pendaki mengincar puncak gunung sebagai tujuan akhir pendakian. Dalam buku Mountaineering: The Freedom of The Hills ( 2010 ) tertulis  “Sebuah strategi yang baik untuk pendakian yang aman memiliki tujuan pertama yaitu kembali ke rumah dengan selamat…”. Dalam buku tersebut, tertulis beberapa cara untuk dapat meningkatkan pengetahuan keamanan dalam bergiat di alam bebas.

Dan berikut tips ketika mendaki gunung agar dapat selamat hingga sampai di rumah.

Penilaian Terhadap Bahaya
Musuh terbesar ketika mendaki bukanlah gunung yang didaki tapi adalah pengambilan keputusan yang buruk. Kematian dan cedera banyak disebabkan oleh pengambilan keputusan yang buruk dari pendaki tersebut. Pendaki gunung dapat mempertimbangkan dengan menilai tingkat risiko yang dapat dilalui. Kemudian, menjalankan perencanaan dengan kontrol yang baik.

Hal tersebut dapat tercermin dalam perencanaan pendakian gunung. Pendaki harus mengetahui jalur dan ancaman bahaya yang timbul saat melakukan pendakian. Penilaian terhadap keadaan jalur seperti panjang rute, keanekaragaman hayati, medan pendakian, dan cuaca pendakian mutlak diketahui. Setelah mengetahui, pendaki dapat mengambil keputusan terbaik ketika melakukan pendakian gunung.

Belajar dari Pengalaman
Belajar dari kesalahan ketika mendaki gunung dapat membantu pendaki mengembangkan keterampilan dalam menentukan keputusan terbaik. Namun, dalam mendaki gunung, kesalahan kecil maupun besar tidak dapat diterima. Belajar dari kesalahan dan kecelakaan orang lain dapat menjadi satu pilihan. Untuk para pendaki pemula, proses pembelajaran dapat dilakukan dengan mencari  yang berkualitas dan mencari teman pendakian yang terampil.

www.belantaraindonesia.org

Mengevaluasi kesalahan yang dilakukan setelah pendakian gunung adalah salah satu cara pembelajaran terbaik. Pendaki dapat mengetahui jenis - jenis kesalahan ketika mendaki gunung dan mencari solusi hingga nanti dapat menghindari kesalahan terulang kembali. Dengan mengetahui kejadian kecelakaan dalam pendakian gunung yang banyak terjadi di Indonesia, para pendaki dapat mengambil pelajaran dari setiap musibah agar tidak terulang kembali.

Ketahui Penyebab Kecelakaan Dalam Pendakian Gunung
Laporan Accidents in North American Mountain ( ANAM ) yang dirilis setiap tahun oleh American Alpine Club and the Alpine Club of Canada adalah satu referensi yang pembelajaran yang baik. Isi laporan kecelakaan dalam pendakian gunung tersebut menyebutkan faktor - faktor kesalahan yang telah dilakukan oleh para pendaki. Dari laporan tersebut penggunaan alat, teknik, dan pengambilan keputusan dapat menjadi rekomendasi.

Seperti contoh laporan ANAM pada tahun 2009 menyebutkan kecelakaan yang paling sering terjadi ketika mendaki gunung adalah jatuh atau terpeleset. Sebanyak 3.879 kasus kecelakaan pendakian gunung yaitu jatuh atau terpeleset di medan berbatu. Sementara 763 kasus kecelakaan adalah tertimpa batu atau objek lain. Kesalahan lain yang berkontribusi dalam kecelakaan pendakian gunung adalah mendaki tanpa menggunakan tali, melebihi kemampuan, dan peralatan pendakian yang tidak memadai.

www.belantaraindonesia.org

Dengan mempelajari laporan - laporan kecelakaan ketika pendakian gunung, pendaki dapat belajar mengambil keputusan terbaik sebelum mendaki. Keputusan terbaik yang diambil oleh pendaki adalah kunci untuk selamat sampai tiba di rumah.

Mengetahui Sumber Bahaya
Ketika mendaki gunung, bahaya selalu mengancam para pendaki. Pengetahuan tentang sumber bahaya pendakian mutlak diketahui oleh para pendaki. Terdapat dua jenis sumber bahaya saat mendaki gunung yaitu bahaya obyektif dan subjektif. Bahaya obyektif berasal gunung yang akan didaki, sementara subyektif berasal dari para pendaki sendiri.

Bahaya obyektif dari gunung yang didaki seperti kemiringan medan, biodiversitas di sekitar jalur, medan pendakian, cuaca, dan pengaruh ketinggian. Sementara bahaya subyektif seperti pengambilan keputusan yang buruk, pengetahuan pendakian yang kurang maksimal, kesehatan yang kurang, dan cara bertindak yang buruk. Kecelakaan saat mendaki banyak didominasi oleh bahaya subyektif terutama pengambilan keputusan yang buruk.

Memahami Risiko
Risiko yang dapat diterima adalah hal yang sulit untuk diukur. Setiap pendaki memiliki tingkat risiko yang berbeda. Beberapa pendaki senang dapat menuntaskan pendakian puncak gunung yang paling menantang dengan komitmen yang serius, alat pendakian terbaik, dan kondisi fisik yang prima.

www.belantaraindonesia.org

Namun karena tingkat risiko yang berbeda, pendaki berpikir tentang risiko yang diterima dan terlalu optimis dapat melampaui. Pada kenyataan di lapangan, banyak pendaki yang terluka bahkan terbunuh karena tidak mengetahui bahaya yang akan dihadapi.

Perencanaan Pendakian
Perencanaan pendakian yang baik adalah mendaki dengan mengetahui risiko. Untuk mengetahui, pendaki dapat melakukan riset melalui buku dan juga dapat bertanya kepada orang yang sebelumnya telah mendaki gunung. Dalam menyusun perencanaan pendakian, pendaki dapat melakukan riset dengan pedoman seperti bahaya yang mengancam, cara pencegahan dan penanggulangan, dan kebutuhan pengetahuan penyelamatan.

Tetap Waspada
Selama melakukan pendakian, para pendaki sebaiknya tetap pada rencana yang telah disusun dan tetap waspada pada perubahan kondisi. Perubahan kondisi selama pendakian seperti mengalami luka, hujan, kehilangan peralatan, medan pendakian yang berubah, cuaca buruk, kelelahan atau cedera, kekurangan makanan, dan segala potensi bahaya yang dapat menjadikan kecelakaan.

Pendaki gunung dapat mengevaluasi bahaya melalui sumber sekunder seperti buku,  artikel, foto, maupun video. Juga dapat mendapatkan informasi dari sumber primer yaitu dari pengamatan panca indera. Hasil evaluasi tentang potensi bahaya dapat menjadi bahan acuan untuk tetap waspada selama pendakian.

Pengambilan Keputusan yang Baik
Pengambilan keputusan yang baik adalah kunci sukses dalam pendakian gunung. Faktor - faktor yang mendukung keberhasilan ketika mendaki gunung adalah proses riset, perencanaan yang matang, tim pendakian, pemilihan rute pendakian yang baik, pengetahuan teknis mendaki gunung, cuaca baik, stamina prima, dan efisiensi waktu.

www.belantaraindonesia.org

Ketika mendaki gunung, pengambilan keputusan untuk melanjutkan pendakian atau membatalkan pendakian adalah hal yang sulit. Pendaki akan dibebani seperti keakuratan informasi, kelelahan, cedera, dehidrasi, hipotermia, dan ketidaknyamanan jalur. Maka ketika masalah muncul, segera lakukan evaluasi hambatan yang ada, cari solusi, dan nilai apakah solusi tersebut dapat dilakukan.

Hilangkan Kebiasaan Mengambil Keputusan yang Buruk
Kecelakaan dalam pendakian merupakan hasil dari masalah - masalah yang ada. Satu kesalahan kecil dalam pengambilan keputusan dapat menyebabkan kecelakaan. Pengambilan keputusan yang buruk dapat diatasi dengan mengenal masalah yang ada seperti penyebab kegagalan melakukan rencana pendakian, menghindari stres dan kelelahan saat mengambil keputusan, panik dalam menghadapi situasi terburuk, dan tetap waspada.  src
 
Terletak pada pertemuan lempeng tektonik Eurasia dan Indo - Australia, Indonesia memiliki banyak gunung dengan segala keindahannya yang memukau. Namun untuk menikmati keindahan dan kemegahan gunung tersebut pendaki harus memiliki pengetahuan keamanan dalam hal mendaki gunung agar tetap aman dan selamat.

www.belantaraindonesia.org

Seringkali pendaki mengincar puncak gunung sebagai tujuan akhir pendakian. Dalam buku Mountaineering: The Freedom of The Hills ( 2010 ) tertulis  “Sebuah strategi yang baik untuk pendakian yang aman memiliki tujuan pertama yaitu kembali ke rumah dengan selamat…”. Dalam buku tersebut, tertulis beberapa cara untuk dapat meningkatkan pengetahuan keamanan dalam bergiat di alam bebas.

Dan berikut tips ketika mendaki gunung agar dapat selamat hingga sampai di rumah.

Penilaian Terhadap Bahaya
Musuh terbesar ketika mendaki bukanlah gunung yang didaki tapi adalah pengambilan keputusan yang buruk. Kematian dan cedera banyak disebabkan oleh pengambilan keputusan yang buruk dari pendaki tersebut. Pendaki gunung dapat mempertimbangkan dengan menilai tingkat risiko yang dapat dilalui. Kemudian, menjalankan perencanaan dengan kontrol yang baik.

Hal tersebut dapat tercermin dalam perencanaan pendakian gunung. Pendaki harus mengetahui jalur dan ancaman bahaya yang timbul saat melakukan pendakian. Penilaian terhadap keadaan jalur seperti panjang rute, keanekaragaman hayati, medan pendakian, dan cuaca pendakian mutlak diketahui. Setelah mengetahui, pendaki dapat mengambil keputusan terbaik ketika melakukan pendakian gunung.

Belajar dari Pengalaman
Belajar dari kesalahan ketika mendaki gunung dapat membantu pendaki mengembangkan keterampilan dalam menentukan keputusan terbaik. Namun, dalam mendaki gunung, kesalahan kecil maupun besar tidak dapat diterima. Belajar dari kesalahan dan kecelakaan orang lain dapat menjadi satu pilihan. Untuk para pendaki pemula, proses pembelajaran dapat dilakukan dengan mencari  yang berkualitas dan mencari teman pendakian yang terampil.

www.belantaraindonesia.org

Mengevaluasi kesalahan yang dilakukan setelah pendakian gunung adalah salah satu cara pembelajaran terbaik. Pendaki dapat mengetahui jenis - jenis kesalahan ketika mendaki gunung dan mencari solusi hingga nanti dapat menghindari kesalahan terulang kembali. Dengan mengetahui kejadian kecelakaan dalam pendakian gunung yang banyak terjadi di Indonesia, para pendaki dapat mengambil pelajaran dari setiap musibah agar tidak terulang kembali.

Ketahui Penyebab Kecelakaan Dalam Pendakian Gunung
Laporan Accidents in North American Mountain ( ANAM ) yang dirilis setiap tahun oleh American Alpine Club and the Alpine Club of Canada adalah satu referensi yang pembelajaran yang baik. Isi laporan kecelakaan dalam pendakian gunung tersebut menyebutkan faktor - faktor kesalahan yang telah dilakukan oleh para pendaki. Dari laporan tersebut penggunaan alat, teknik, dan pengambilan keputusan dapat menjadi rekomendasi.

Seperti contoh laporan ANAM pada tahun 2009 menyebutkan kecelakaan yang paling sering terjadi ketika mendaki gunung adalah jatuh atau terpeleset. Sebanyak 3.879 kasus kecelakaan pendakian gunung yaitu jatuh atau terpeleset di medan berbatu. Sementara 763 kasus kecelakaan adalah tertimpa batu atau objek lain. Kesalahan lain yang berkontribusi dalam kecelakaan pendakian gunung adalah mendaki tanpa menggunakan tali, melebihi kemampuan, dan peralatan pendakian yang tidak memadai.

www.belantaraindonesia.org

Dengan mempelajari laporan - laporan kecelakaan ketika pendakian gunung, pendaki dapat belajar mengambil keputusan terbaik sebelum mendaki. Keputusan terbaik yang diambil oleh pendaki adalah kunci untuk selamat sampai tiba di rumah.

Mengetahui Sumber Bahaya
Ketika mendaki gunung, bahaya selalu mengancam para pendaki. Pengetahuan tentang sumber bahaya pendakian mutlak diketahui oleh para pendaki. Terdapat dua jenis sumber bahaya saat mendaki gunung yaitu bahaya obyektif dan subjektif. Bahaya obyektif berasal gunung yang akan didaki, sementara subyektif berasal dari para pendaki sendiri.

Bahaya obyektif dari gunung yang didaki seperti kemiringan medan, biodiversitas di sekitar jalur, medan pendakian, cuaca, dan pengaruh ketinggian. Sementara bahaya subyektif seperti pengambilan keputusan yang buruk, pengetahuan pendakian yang kurang maksimal, kesehatan yang kurang, dan cara bertindak yang buruk. Kecelakaan saat mendaki banyak didominasi oleh bahaya subyektif terutama pengambilan keputusan yang buruk.

Memahami Risiko
Risiko yang dapat diterima adalah hal yang sulit untuk diukur. Setiap pendaki memiliki tingkat risiko yang berbeda. Beberapa pendaki senang dapat menuntaskan pendakian puncak gunung yang paling menantang dengan komitmen yang serius, alat pendakian terbaik, dan kondisi fisik yang prima.

www.belantaraindonesia.org

Namun karena tingkat risiko yang berbeda, pendaki berpikir tentang risiko yang diterima dan terlalu optimis dapat melampaui. Pada kenyataan di lapangan, banyak pendaki yang terluka bahkan terbunuh karena tidak mengetahui bahaya yang akan dihadapi.

Perencanaan Pendakian
Perencanaan pendakian yang baik adalah mendaki dengan mengetahui risiko. Untuk mengetahui, pendaki dapat melakukan riset melalui buku dan juga dapat bertanya kepada orang yang sebelumnya telah mendaki gunung. Dalam menyusun perencanaan pendakian, pendaki dapat melakukan riset dengan pedoman seperti bahaya yang mengancam, cara pencegahan dan penanggulangan, dan kebutuhan pengetahuan penyelamatan.

Tetap Waspada
Selama melakukan pendakian, para pendaki sebaiknya tetap pada rencana yang telah disusun dan tetap waspada pada perubahan kondisi. Perubahan kondisi selama pendakian seperti mengalami luka, hujan, kehilangan peralatan, medan pendakian yang berubah, cuaca buruk, kelelahan atau cedera, kekurangan makanan, dan segala potensi bahaya yang dapat menjadikan kecelakaan.

Pendaki gunung dapat mengevaluasi bahaya melalui sumber sekunder seperti buku,  artikel, foto, maupun video. Juga dapat mendapatkan informasi dari sumber primer yaitu dari pengamatan panca indera. Hasil evaluasi tentang potensi bahaya dapat menjadi bahan acuan untuk tetap waspada selama pendakian.

Pengambilan Keputusan yang Baik
Pengambilan keputusan yang baik adalah kunci sukses dalam pendakian gunung. Faktor - faktor yang mendukung keberhasilan ketika mendaki gunung adalah proses riset, perencanaan yang matang, tim pendakian, pemilihan rute pendakian yang baik, pengetahuan teknis mendaki gunung, cuaca baik, stamina prima, dan efisiensi waktu.

www.belantaraindonesia.org

Ketika mendaki gunung, pengambilan keputusan untuk melanjutkan pendakian atau membatalkan pendakian adalah hal yang sulit. Pendaki akan dibebani seperti keakuratan informasi, kelelahan, cedera, dehidrasi, hipotermia, dan ketidaknyamanan jalur. Maka ketika masalah muncul, segera lakukan evaluasi hambatan yang ada, cari solusi, dan nilai apakah solusi tersebut dapat dilakukan.

Hilangkan Kebiasaan Mengambil Keputusan yang Buruk
Kecelakaan dalam pendakian merupakan hasil dari masalah - masalah yang ada. Satu kesalahan kecil dalam pengambilan keputusan dapat menyebabkan kecelakaan. Pengambilan keputusan yang buruk dapat diatasi dengan mengenal masalah yang ada seperti penyebab kegagalan melakukan rencana pendakian, menghindari stres dan kelelahan saat mengambil keputusan, panik dalam menghadapi situasi terburuk, dan tetap waspada.  src
 
Read More
No comments

Tips Mendaki Gunung Tetap Dengan Tampilan Fashionable

Mendaki gunung merupakan kegiatan olahraga yang digemari semua golongan usia. Biasanya kita mengenal bahwa mendaki gunung identik dengan pakaian kumal, serba tebal dan di dominasi dengan warna yang serba gelap. Tetapi bagi Anda yang suka penampilan modis, jangan khawatir, karena Anda tetap bisa mendaki gunung dengan tampilan fashionable.

www.belantaraindonesia.org

Jika Anda tetap memperhatikan gaya Anda saat mendaki gunung, akan sangat membantu ketika Anda berfoto selfie di puncak gunung. Karena Anda tidak hanya akan mendapatkan pemandangan alam yang Indah, Anda juga bisa bergaya bak model di puncak gunung.

Namun, Anda harus tetap memperhatikan keselamatan ketika selfie di daerah yang berbahaya. Walaupun tidak berada di spot yang berbahaya, Anda tetap bisa mendapatkan foto yang indah dan gaya. Berikut hal - hal yang membuat Anda tetap fashionable saat mendaki gunung.

1. Tas Gunung

www.belantaraindonesia.org

Tas Gunung memilki sistem khusus yang dirancang untuk Anda pecinta alam. Sistem khusus yang dimaksud yaitu tas ini sudah disesuaikan ukuran punggungnya, selain itu juga dilengkapi dengan tali pada bagian pinggang dan dada. Saat ini sudah tersedia tas gunung yang diproduksi khusus untuk wanita. Jadi, Anda tidak perlu khawatir dengan desain dan warnanya, sudah menawan tentunya.

2 . Atasan Berwarna Cerah
Dalam memilih atasan, Anda harus memperhatikan desain bajunya. Disarankan untuk memilih baju kaos untuk kenyamanan Anda saat mendaki. Namun untuk pilihan warna, Anda dapat menggunakan warna - warna cerah agar terlhiat lebih ceria.

3. Celana Gunung

www.belantaraindonesia.org

Untuk menyempurnakan tampilan Anda saat mendaki, Anda dapat mempadu - padankannya dengan celana gunung dengan warna natural, seperti hijau lumut, coklat atau hitam. Hal ini juga dimaksudkan agar Anda tidak terlihat kumal saat mendaki ketika celana Anda terkena tanah atau rerumputan di perjalanan.

4. Sepatu Trekking
Untuk sepatu saat mendaki gunung, Anda bisa memilih sepatu trekking. Selain untuk keselamatan karena sepatu ini sudah didesain khusus, sepatu trekking juga memiliki desain yang cantik dan pilihan warna yang menarik. Ini akan membuat tampilan Anda lebih gaya saat mendaki.

5. Jaket Windbreaker

www.belantaraindonesia.org

Jika Anda ingin mendaki gunung, jangan memakai sweater yang terbuat dari wol. Meskipun terlihat indah namun ini akan berbahaya karena suhu di atas gunung sangat dingin. Oleh karena itu, Anda dapat menggunakan jaket windbreaker. Jaket ini juga tidak kalah gaya dengan sweater dari wol. Anda tetap bisa memilih warna yang sesuai dengan keinginan Anda dan mendukung keselamatan Anda selama diperjalanan.

6. Sarung Tangan
Aksesoris terakhir yang harus Anda lengkapi saat mendaki gunung yaitu sarung tangan. Meskipun tergolong aksesoris, namun keberadaan sarung tangan sangat penting saat mendaki, terlebih pada malam hari.

Sarung tangan dapat membantu menghangatkan tubuh Anda karena tangan merupakan bagian tubuh yang paling peka terhadap suhu. Selain itu Anda bisa memilih sarung tangan dengan berbagai warna dan motif. Namun jangan lupa untuk memilih sarung tangan dengan bahan yang tepat demi kelancaran mendaki Anda. Selamat mendaki.  src
Mendaki gunung merupakan kegiatan olahraga yang digemari semua golongan usia. Biasanya kita mengenal bahwa mendaki gunung identik dengan pakaian kumal, serba tebal dan di dominasi dengan warna yang serba gelap. Tetapi bagi Anda yang suka penampilan modis, jangan khawatir, karena Anda tetap bisa mendaki gunung dengan tampilan fashionable.

www.belantaraindonesia.org

Jika Anda tetap memperhatikan gaya Anda saat mendaki gunung, akan sangat membantu ketika Anda berfoto selfie di puncak gunung. Karena Anda tidak hanya akan mendapatkan pemandangan alam yang Indah, Anda juga bisa bergaya bak model di puncak gunung.

Namun, Anda harus tetap memperhatikan keselamatan ketika selfie di daerah yang berbahaya. Walaupun tidak berada di spot yang berbahaya, Anda tetap bisa mendapatkan foto yang indah dan gaya. Berikut hal - hal yang membuat Anda tetap fashionable saat mendaki gunung.

1. Tas Gunung

www.belantaraindonesia.org

Tas Gunung memilki sistem khusus yang dirancang untuk Anda pecinta alam. Sistem khusus yang dimaksud yaitu tas ini sudah disesuaikan ukuran punggungnya, selain itu juga dilengkapi dengan tali pada bagian pinggang dan dada. Saat ini sudah tersedia tas gunung yang diproduksi khusus untuk wanita. Jadi, Anda tidak perlu khawatir dengan desain dan warnanya, sudah menawan tentunya.

2 . Atasan Berwarna Cerah
Dalam memilih atasan, Anda harus memperhatikan desain bajunya. Disarankan untuk memilih baju kaos untuk kenyamanan Anda saat mendaki. Namun untuk pilihan warna, Anda dapat menggunakan warna - warna cerah agar terlhiat lebih ceria.

3. Celana Gunung

www.belantaraindonesia.org

Untuk menyempurnakan tampilan Anda saat mendaki, Anda dapat mempadu - padankannya dengan celana gunung dengan warna natural, seperti hijau lumut, coklat atau hitam. Hal ini juga dimaksudkan agar Anda tidak terlihat kumal saat mendaki ketika celana Anda terkena tanah atau rerumputan di perjalanan.

4. Sepatu Trekking
Untuk sepatu saat mendaki gunung, Anda bisa memilih sepatu trekking. Selain untuk keselamatan karena sepatu ini sudah didesain khusus, sepatu trekking juga memiliki desain yang cantik dan pilihan warna yang menarik. Ini akan membuat tampilan Anda lebih gaya saat mendaki.

5. Jaket Windbreaker

www.belantaraindonesia.org

Jika Anda ingin mendaki gunung, jangan memakai sweater yang terbuat dari wol. Meskipun terlihat indah namun ini akan berbahaya karena suhu di atas gunung sangat dingin. Oleh karena itu, Anda dapat menggunakan jaket windbreaker. Jaket ini juga tidak kalah gaya dengan sweater dari wol. Anda tetap bisa memilih warna yang sesuai dengan keinginan Anda dan mendukung keselamatan Anda selama diperjalanan.

6. Sarung Tangan
Aksesoris terakhir yang harus Anda lengkapi saat mendaki gunung yaitu sarung tangan. Meskipun tergolong aksesoris, namun keberadaan sarung tangan sangat penting saat mendaki, terlebih pada malam hari.

Sarung tangan dapat membantu menghangatkan tubuh Anda karena tangan merupakan bagian tubuh yang paling peka terhadap suhu. Selain itu Anda bisa memilih sarung tangan dengan berbagai warna dan motif. Namun jangan lupa untuk memilih sarung tangan dengan bahan yang tepat demi kelancaran mendaki Anda. Selamat mendaki.  src
Read More
No comments

Menjelajahi Gunung Galunggung

Gunung Galunggung berada di wilayah Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat dan Desa Cisayong merupakan lokasi pemberhentian awal sebelum melanjutkan perjalanan menuju Gunung Galunggung. Dari desa ini hanya membutuhkan waktu 45 menit lewat perjalanan darat untuk menuju kawasan Galunggung.

www.belantaraindonesia.org

Sepanjangan perjalanan hamparan sawah petani menjadi teman setia, beberapa kali juga terlihat gundukan pasir. Selain bertani, warga Desa Cisayong sebagian besar berprofesi sebagai penambang pasir gunung.

Untuk bisa menjamahi Gunung Galunggung tidak perlu direpotkan dengan track yang becek, terjal, berliku, dan licin. Pasalnya objek wisata ini sudah dilengkapi dengan tangga. Namun tetap dibutuhkan kehati - hatian dan stamina yang prima, mengingat tangga yang akan dilalui sangat panjang dengan total 620 anak tangga.

Hamparan pemandangan indah kawah Gunung Galunggung yang di dominasi warha hijau menjadi obat bagi rasa lelah setelah menaiki anak tangga yang panjang. Semilir angin datang menyejukkan suasana, dan sejauh mata memandang yang terlihat adalah dinding - dinding gunung yang indah. Menurut catatan, puncak Gunung Galunggung berada pada ketinggian 2.167 M dpl. Sepanjang riwayatnya, gunung ini pernah mengalami erupsi dahsyat pada 1982.

www.belantaraindonesia.org

Kawah Gunung Galunggung menjadi spot favorit bagi para pecinta alam untuk berkemah. Di tempat ini juga dibangun Mushola, yang  diperuntukkan khusus bagi mereka yang mendambakan tempat berdoa yang hening, sejuk, dan berdampingan dengan alam.

Selain itu, Gunung Galunggung juga menjadi tempat bagi mereka yang gemar olahraga Paralayang. Bahkan diantaranya adalah atlet Paralayang profesional yang sengaja datang dari luar Tasikmalaya.

Menjelajahi gunung Galunggung merupakan liburan akhir pekan yang sangat menyenangkan. Namun demikian diperlukan persiapan khusus untuk bisa beraktivitas di alam raya, baik persiapan fisik maupun mental, agar fit dan tetap menjaga kebersihan alam dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Gunung Galunggung berada di wilayah Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat dan Desa Cisayong merupakan lokasi pemberhentian awal sebelum melanjutkan perjalanan menuju Gunung Galunggung. Dari desa ini hanya membutuhkan waktu 45 menit lewat perjalanan darat untuk menuju kawasan Galunggung.

www.belantaraindonesia.org

Sepanjangan perjalanan hamparan sawah petani menjadi teman setia, beberapa kali juga terlihat gundukan pasir. Selain bertani, warga Desa Cisayong sebagian besar berprofesi sebagai penambang pasir gunung.

Untuk bisa menjamahi Gunung Galunggung tidak perlu direpotkan dengan track yang becek, terjal, berliku, dan licin. Pasalnya objek wisata ini sudah dilengkapi dengan tangga. Namun tetap dibutuhkan kehati - hatian dan stamina yang prima, mengingat tangga yang akan dilalui sangat panjang dengan total 620 anak tangga.

Hamparan pemandangan indah kawah Gunung Galunggung yang di dominasi warha hijau menjadi obat bagi rasa lelah setelah menaiki anak tangga yang panjang. Semilir angin datang menyejukkan suasana, dan sejauh mata memandang yang terlihat adalah dinding - dinding gunung yang indah. Menurut catatan, puncak Gunung Galunggung berada pada ketinggian 2.167 M dpl. Sepanjang riwayatnya, gunung ini pernah mengalami erupsi dahsyat pada 1982.

www.belantaraindonesia.org

Kawah Gunung Galunggung menjadi spot favorit bagi para pecinta alam untuk berkemah. Di tempat ini juga dibangun Mushola, yang  diperuntukkan khusus bagi mereka yang mendambakan tempat berdoa yang hening, sejuk, dan berdampingan dengan alam.

Selain itu, Gunung Galunggung juga menjadi tempat bagi mereka yang gemar olahraga Paralayang. Bahkan diantaranya adalah atlet Paralayang profesional yang sengaja datang dari luar Tasikmalaya.

Menjelajahi gunung Galunggung merupakan liburan akhir pekan yang sangat menyenangkan. Namun demikian diperlukan persiapan khusus untuk bisa beraktivitas di alam raya, baik persiapan fisik maupun mental, agar fit dan tetap menjaga kebersihan alam dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Read More
3 comments