Subcribe to our RSS feedsJoin Us on FacebookFollow us on TwitterAdd to Circles
+82221152857 wijayadie@yahoo.com

Inilah 5 Candi Indah Di Bali

Bali yang dikenal dengan sebutan yang melegenda, Pulau Dewata sering menjadi destinasi wisata para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Mereka mengagumi berbagai keindahan alam dan budaya yang berada di Bali. Salah satunya adalah candi.

Beberapa daerah menyimpan keindahan dibalik kesucian candi bersejarah. Berikut 5 candi indah di Bali seperti dikutip Asiancorrespondent.

1. Gua Gajah

www.belantaraindonesia.org

Komplek arkeologi berada di dekat Ubud dan dikenal gua gajah, bukan berarti seekor gajah di dalamnya. Sebaliknya, candi ini mengambil nama Sungai Gajah yang tidak jauh dari lokasi. Daya tarik utamanya adalah mukut gua yang diukir batu dan di dalamnya kolam pemandian.

2. Uluwatu

www.belantaraindonesia.org

Uluwatu merupakan salah satu candi paling populer di Bali. Di sini menyuguhkan pemandangan pantai, tetapi tidak seperti di Tanah Lot, melainkan dari atas tebing setinggi 70 meter. Di malam hari ada pertunjukan Tari Kecak menghadirkan sosok Ramayana. Selain itu, di sini wisatawan bisa menikmati pemandangan Matahari terbenam yang menakjubkan dari atas tebing.

3. Ulun Danu Beratan

www.belantaraindonesia.org

Candi ini terletak di sepanjang Danau Beratan yang menyuguhkan pemandangan pegunungan indah. Di sini terdapat Kebun Danau dan kuil indah, dan bisa menyewa perahu dayung  berkeliling danau.

4. Pura Luhur Lempuyang

www.belantaraindonesia.org

Untuk mencapai Pura Luhur Lempuyang harus mendaki 1700 langkah dan melalui hutan. Tetapi, semua ini terbayar dengan pemandangan Gunung Agung menakjubkan. Di kuil ini terdapat sembilan candi yang diyakini melindungi Bali dari roh jahat.

5. Pura Taman Ayun

www.belantaraindonesia.org

Candi kerajaan ini dibangun sekitar tahun 1600 - an Raja Mengwi. Daya tarik kawasan candi ini adalah tata letaknya yang indah bersama sawah hijau dan parit. src
Bali yang dikenal dengan sebutan yang melegenda, Pulau Dewata sering menjadi destinasi wisata para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Mereka mengagumi berbagai keindahan alam dan budaya yang berada di Bali. Salah satunya adalah candi.

Beberapa daerah menyimpan keindahan dibalik kesucian candi bersejarah. Berikut 5 candi indah di Bali seperti dikutip Asiancorrespondent.

1. Gua Gajah

www.belantaraindonesia.org

Komplek arkeologi berada di dekat Ubud dan dikenal gua gajah, bukan berarti seekor gajah di dalamnya. Sebaliknya, candi ini mengambil nama Sungai Gajah yang tidak jauh dari lokasi. Daya tarik utamanya adalah mukut gua yang diukir batu dan di dalamnya kolam pemandian.

2. Uluwatu

www.belantaraindonesia.org

Uluwatu merupakan salah satu candi paling populer di Bali. Di sini menyuguhkan pemandangan pantai, tetapi tidak seperti di Tanah Lot, melainkan dari atas tebing setinggi 70 meter. Di malam hari ada pertunjukan Tari Kecak menghadirkan sosok Ramayana. Selain itu, di sini wisatawan bisa menikmati pemandangan Matahari terbenam yang menakjubkan dari atas tebing.

3. Ulun Danu Beratan

www.belantaraindonesia.org

Candi ini terletak di sepanjang Danau Beratan yang menyuguhkan pemandangan pegunungan indah. Di sini terdapat Kebun Danau dan kuil indah, dan bisa menyewa perahu dayung  berkeliling danau.

4. Pura Luhur Lempuyang

www.belantaraindonesia.org

Untuk mencapai Pura Luhur Lempuyang harus mendaki 1700 langkah dan melalui hutan. Tetapi, semua ini terbayar dengan pemandangan Gunung Agung menakjubkan. Di kuil ini terdapat sembilan candi yang diyakini melindungi Bali dari roh jahat.

5. Pura Taman Ayun

www.belantaraindonesia.org

Candi kerajaan ini dibangun sekitar tahun 1600 - an Raja Mengwi. Daya tarik kawasan candi ini adalah tata letaknya yang indah bersama sawah hijau dan parit. src
Read More
137 comments

Sudut Cantik Di Gunung Bromo

Mungkin sebagian besar dari Anda kaum penikmat alam bebas pernah merasakan keindahan dan kehangatan cumbuan Bromo, gunung cantik di wilayah Jawa Timur yang bersandingan dengan sang legenda Gunung Semeru. Tetapi pernahkan Anda mengunjungi Puncak B29? yap, dari Puncak B29 keindahan Bromo nampak terasa berbeda.

www.belantaraindonesia.org

Atur jadwal perjalanan Anda dan nikmati hawa dingin di Puncak B29.  B29 terletak di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, tepatnya di atas Desa Argosari, Kabupaten Lumajang.

Perjalanan dari Lumajang ke Desa Argosari memakan waktu kurang lebih 2 jam dengan jarak tempuh sekitar 40 km dari pusat kota Lumajang.

Medan yang cukup menantang dapat ditempuh dengan sepeda motor. Atau jika kendaraan Anda tidak cukup mampu menaklukkan medan silahkan untuk ngojek. Cukup dengan merogoh kocek yang relatif murah, Rp 50 ribu per orang untuk pulang pergi dari Desa Argosari.

Akan lebih seru lagi jika Anda mendirikan tenda disana untuk menikmati sunrise yang sangat menawan. Cahaya merah seakan menyeruak dari sela - sela Gunung Argopuro. Dari puncak B29 kita dapat melihat Gunung Bromo, Gunung BatokGunung SemeruGunung Lamongan dan Gunung Argopuro.

Nikmatilah sudut cantik di Gunung Bromo!
Mungkin sebagian besar dari Anda kaum penikmat alam bebas pernah merasakan keindahan dan kehangatan cumbuan Bromo, gunung cantik di wilayah Jawa Timur yang bersandingan dengan sang legenda Gunung Semeru. Tetapi pernahkan Anda mengunjungi Puncak B29? yap, dari Puncak B29 keindahan Bromo nampak terasa berbeda.

www.belantaraindonesia.org

Atur jadwal perjalanan Anda dan nikmati hawa dingin di Puncak B29.  B29 terletak di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, tepatnya di atas Desa Argosari, Kabupaten Lumajang.

Perjalanan dari Lumajang ke Desa Argosari memakan waktu kurang lebih 2 jam dengan jarak tempuh sekitar 40 km dari pusat kota Lumajang.

Medan yang cukup menantang dapat ditempuh dengan sepeda motor. Atau jika kendaraan Anda tidak cukup mampu menaklukkan medan silahkan untuk ngojek. Cukup dengan merogoh kocek yang relatif murah, Rp 50 ribu per orang untuk pulang pergi dari Desa Argosari.

Akan lebih seru lagi jika Anda mendirikan tenda disana untuk menikmati sunrise yang sangat menawan. Cahaya merah seakan menyeruak dari sela - sela Gunung Argopuro. Dari puncak B29 kita dapat melihat Gunung Bromo, Gunung BatokGunung SemeruGunung Lamongan dan Gunung Argopuro.

Nikmatilah sudut cantik di Gunung Bromo!
Read More
112 comments

Carstensz Pyramid, Gunung Termahal Di Dunia

Mendaki Gunung Carstensz Pyramid yang berketinggian 4.884 Mdpl bisa dimulai dari Lembah Danau - Danau. Dari dasar dinding dengan tehnik Jumaring atau mendaki menggunakan Ascender pada sebuah tali sekitar 4 bagian sampai ke teras besar pada ketinggian 4.600 m. Terasa sangat menantang, ketika salah satu bagian menuntut keandalan air jumaring ( jumaring tanpa menapak Bumi ), meski jaraknya hanya 50 m.

www.belantaraindonesia.org

Sesudahnya, seperti mendapatkan bonus; medan gigir atas atau Carstensz Ridge bisa dicapai dengan trekking. Dari sini, jarak ke puncak bisa dicapai dalam 3 - 4 jam, tergantung ritme perjalanan. Di Ridge kini sudah dipasang tali tetap hingga patahan tebing.

Melintas patahan itu sendiri merupakan bagian paling menegangkan dari seluruh pendakian ke Puncak Carstensz. Pasalnya, pendaki dituntut melakukan tyrolean traverse menyeberang menggantung pada seutas tali sepanjang 50 m. Butuh adrenalin tinggi untuk melakukan hal ini, utamanya bila cuaca cerah, karena jurang sedalam kira - kira 600 m menganga di bawah.

Lepas dari kawasan menegangkan tadi, terlihat Puncak Carstensz yang ditandai dengan Prasasti Hartono Basuki, pendaki dari Mapala UI yang meninggal saat cuaca buruk dalam ekspedisi 1982. Jika cuaca bagus, dapat dilihat Laut Arafuru, dataran tinggi Zenggilorong, Gresberg, Ideburg, Tembagapura dan Timika. Dan para pendaki yang berdiri di puncak es tanah Papua ini akan menjadi orang tertinggi di lempeng benua Australia.

Saat para pendaki Indonesia pertama kali mendaki Puncak Carstensz Pyramid, posisi pegunungan es kebanggaan Tanah Air kita belumlah sekondang sekarang. Kini ia menjadi salah satu idaman para pendaki dunia, karena termasuk dalam rangkaian The Seven Summits.

Tujuh puncak tertinggi di lempengan benua, bersama Mount Everest ( Asia ), Kilimanjaro ( Afrika ), Elbrus ( Eropa ), Aconcagua ( Amerika Selatan ), Mckinley ( Amerika Utara ), dan Vinson Massif ( Antartika ).

Karena letak dan akses yang sulit itulah, Carstensz Pyramid menjadi salah satu gunung termahal di dunia. biaya pendakiannya mencapai 1.800 dolar AS atau sekitar Rp18 juta!
Mendaki Gunung Carstensz Pyramid yang berketinggian 4.884 Mdpl bisa dimulai dari Lembah Danau - Danau. Dari dasar dinding dengan tehnik Jumaring atau mendaki menggunakan Ascender pada sebuah tali sekitar 4 bagian sampai ke teras besar pada ketinggian 4.600 m. Terasa sangat menantang, ketika salah satu bagian menuntut keandalan air jumaring ( jumaring tanpa menapak Bumi ), meski jaraknya hanya 50 m.

www.belantaraindonesia.org

Sesudahnya, seperti mendapatkan bonus; medan gigir atas atau Carstensz Ridge bisa dicapai dengan trekking. Dari sini, jarak ke puncak bisa dicapai dalam 3 - 4 jam, tergantung ritme perjalanan. Di Ridge kini sudah dipasang tali tetap hingga patahan tebing.

Melintas patahan itu sendiri merupakan bagian paling menegangkan dari seluruh pendakian ke Puncak Carstensz. Pasalnya, pendaki dituntut melakukan tyrolean traverse menyeberang menggantung pada seutas tali sepanjang 50 m. Butuh adrenalin tinggi untuk melakukan hal ini, utamanya bila cuaca cerah, karena jurang sedalam kira - kira 600 m menganga di bawah.

Lepas dari kawasan menegangkan tadi, terlihat Puncak Carstensz yang ditandai dengan Prasasti Hartono Basuki, pendaki dari Mapala UI yang meninggal saat cuaca buruk dalam ekspedisi 1982. Jika cuaca bagus, dapat dilihat Laut Arafuru, dataran tinggi Zenggilorong, Gresberg, Ideburg, Tembagapura dan Timika. Dan para pendaki yang berdiri di puncak es tanah Papua ini akan menjadi orang tertinggi di lempeng benua Australia.

Saat para pendaki Indonesia pertama kali mendaki Puncak Carstensz Pyramid, posisi pegunungan es kebanggaan Tanah Air kita belumlah sekondang sekarang. Kini ia menjadi salah satu idaman para pendaki dunia, karena termasuk dalam rangkaian The Seven Summits.

Tujuh puncak tertinggi di lempengan benua, bersama Mount Everest ( Asia ), Kilimanjaro ( Afrika ), Elbrus ( Eropa ), Aconcagua ( Amerika Selatan ), Mckinley ( Amerika Utara ), dan Vinson Massif ( Antartika ).

Karena letak dan akses yang sulit itulah, Carstensz Pyramid menjadi salah satu gunung termahal di dunia. biaya pendakiannya mencapai 1.800 dolar AS atau sekitar Rp18 juta!
Read More
103 comments

Pasarnya Mahluk Halus Di Merbabu

Merbabu, gunung yang berada di Jawa Tengah memiliki ketinggian 3.145 Mdpl. Gunung Merbabu merupakan gunung dengan tipe B yang pernah meletus beberapa ratus tahun yang silam. Tercatat pada tahun 1560 dan 1797 gunung ini pernah memuntahkan laharnya. Kini, Merbabu menjadi gunung tidur yang berdiri berdampingan dengan Gunung Merapi yang aktif.

www.belantaraindonesia.org

Dalam naskah - naskah masa pra - Islam, Gunung Merbabu dikenal sebagai Gunung Damalung atau Gunung Pamrihan. Secara etimologi, kata "Merbabu" sendiri berasal dari gabungan kata "Meru" yang berarti gunung dan "Abu" yang berarti abu. Di lerengnya pernah terdapat pertapaan terkenal dan pernah disinggahi oleh Bujangga Manik pada abad ke - 15.

Bujangga Manik adalah seorang sakti dari tataran sunda yang berkelana dan pernah singgah dan membuat pertapaan di lereng Merbabu. Perjalanan Bujangga Manik di lereng Gunung Merbabu tecatat dalam naskah catatan Belanda, namun perlu dilakukan konfirmasi dan penelitian lebih lanjut akan kebenarannya.

Terdapat versi yang berbeda terkait dengan nama Merbabu itu sendiri. Menurut versi yang beredar di kalangan Keraton Mataram, konon di Bumi telah berdiri beberapa kerajaan yang saling berperang. Salah satu kerajaan itu, yakni Mamenang, merupakan kerajaan pemenang dari peperangan tersebut. Kerajaan itu berada di bawah pimpinan Maharaja Kusumawicitra.

Waktu itu Resi Sengkala atau Jaka Sengkala atau Jitsaka atau umum menyebutnya Ajisaka telah memberikan nama - nama gunung di seluruh Jawa. Sebelum datang ke Pulau Jawa, sang resi adalah raja yang bertahta di Kerajaan Sumatri.

Karena kemenangan Maharaja Kusumawicitra itu, maka segala sesuatu yang berada di bawah kekuasaannya diganti namanya disesuaikan dengan kebudayaan Mamenang. Nama Gunung Candrageni, yang semua diberi nama Ajisaka, lantas Kusumawicitra menggantinya menjadi Gunung Merapi. Begitu pula dengan Gunung Candramuka, diubah menjadi “Gunung Merbabu“. Sehingga kita mengenal nama Gunung Merapi dan Merbabu. 

Terdapat cerita dan keyakinan yang berkembang, baik dalam masyarakat lereng Merbabu sendiri dan juga para pendaki akan adanya 'Pasar Setan". Pasar yang dipercaya sebagai pasarnya para makhluk halus. Konon pasar ini hanya dapat disaksikan bagi yang memiliki keahlian tersendiri namun dapat dirasakan oleh banyak orang. Keramaiannya sering membuat para pendaki untuk melihat dan membuktikan kebenarannya. 
 
Kisah keramaian "Pasar Setan" di Gunung Merbabu sudah jadi cerita umum yang dikenal pula di kalangan pendaki dan pecinta alam. Tempat ini bahkan dijadikan tempat pos pendakian. Pendaki akan mendirikan tenda dan beristirahat di sini. Lokasi ini begitu dikenal. Jalan yang terjal dan medan yang cukup rumit tak jadi penghalang sejumlah pendaki untuk mengunjungi lokasi ini. Biasanya sebelum mencapai tempat ini pendaki akan singgah ke Kentheng Songo.

Anda penasaran dengan kisah ini? Silahkan untuk sesekali berwisata alam sekaligus merasakan keramaian "Pasar Setan" di Gunung Merbabu ini. Entah bagaimana kebenarannya, pada akhirnya kisah ini menjadi misteri yang selalu menyelimuti Gunung Merbabu. Sama seperti “saudara kembarnya” Gunung Merapi yang dituturkan sebagai basis kekuatan gaib.  src
Merbabu, gunung yang berada di Jawa Tengah memiliki ketinggian 3.145 Mdpl. Gunung Merbabu merupakan gunung dengan tipe B yang pernah meletus beberapa ratus tahun yang silam. Tercatat pada tahun 1560 dan 1797 gunung ini pernah memuntahkan laharnya. Kini, Merbabu menjadi gunung tidur yang berdiri berdampingan dengan Gunung Merapi yang aktif.

www.belantaraindonesia.org

Dalam naskah - naskah masa pra - Islam, Gunung Merbabu dikenal sebagai Gunung Damalung atau Gunung Pamrihan. Secara etimologi, kata "Merbabu" sendiri berasal dari gabungan kata "Meru" yang berarti gunung dan "Abu" yang berarti abu. Di lerengnya pernah terdapat pertapaan terkenal dan pernah disinggahi oleh Bujangga Manik pada abad ke - 15.

Bujangga Manik adalah seorang sakti dari tataran sunda yang berkelana dan pernah singgah dan membuat pertapaan di lereng Merbabu. Perjalanan Bujangga Manik di lereng Gunung Merbabu tecatat dalam naskah catatan Belanda, namun perlu dilakukan konfirmasi dan penelitian lebih lanjut akan kebenarannya.

Terdapat versi yang berbeda terkait dengan nama Merbabu itu sendiri. Menurut versi yang beredar di kalangan Keraton Mataram, konon di Bumi telah berdiri beberapa kerajaan yang saling berperang. Salah satu kerajaan itu, yakni Mamenang, merupakan kerajaan pemenang dari peperangan tersebut. Kerajaan itu berada di bawah pimpinan Maharaja Kusumawicitra.

Waktu itu Resi Sengkala atau Jaka Sengkala atau Jitsaka atau umum menyebutnya Ajisaka telah memberikan nama - nama gunung di seluruh Jawa. Sebelum datang ke Pulau Jawa, sang resi adalah raja yang bertahta di Kerajaan Sumatri.

Karena kemenangan Maharaja Kusumawicitra itu, maka segala sesuatu yang berada di bawah kekuasaannya diganti namanya disesuaikan dengan kebudayaan Mamenang. Nama Gunung Candrageni, yang semua diberi nama Ajisaka, lantas Kusumawicitra menggantinya menjadi Gunung Merapi. Begitu pula dengan Gunung Candramuka, diubah menjadi “Gunung Merbabu“. Sehingga kita mengenal nama Gunung Merapi dan Merbabu. 

Terdapat cerita dan keyakinan yang berkembang, baik dalam masyarakat lereng Merbabu sendiri dan juga para pendaki akan adanya 'Pasar Setan". Pasar yang dipercaya sebagai pasarnya para makhluk halus. Konon pasar ini hanya dapat disaksikan bagi yang memiliki keahlian tersendiri namun dapat dirasakan oleh banyak orang. Keramaiannya sering membuat para pendaki untuk melihat dan membuktikan kebenarannya. 
 
Kisah keramaian "Pasar Setan" di Gunung Merbabu sudah jadi cerita umum yang dikenal pula di kalangan pendaki dan pecinta alam. Tempat ini bahkan dijadikan tempat pos pendakian. Pendaki akan mendirikan tenda dan beristirahat di sini. Lokasi ini begitu dikenal. Jalan yang terjal dan medan yang cukup rumit tak jadi penghalang sejumlah pendaki untuk mengunjungi lokasi ini. Biasanya sebelum mencapai tempat ini pendaki akan singgah ke Kentheng Songo.

Anda penasaran dengan kisah ini? Silahkan untuk sesekali berwisata alam sekaligus merasakan keramaian "Pasar Setan" di Gunung Merbabu ini. Entah bagaimana kebenarannya, pada akhirnya kisah ini menjadi misteri yang selalu menyelimuti Gunung Merbabu. Sama seperti “saudara kembarnya” Gunung Merapi yang dituturkan sebagai basis kekuatan gaib.  src
Read More
193 comments