10 Tips Mendaki Gunung Dempo

Gunung Dempo yang berada di perbatasan antara Propinsi Sumatera Selatan dan Propinsi Bengkulu memiliki ketinggian 3.159 Mdpl. Untuk mencapai desa terdekat, terlebih dahulu anda harus mencapai kota Pagar Alam, kurang lebih 7 jam perjalanan darat dari Palembang. Dari ibukota Sumsel ini tersedia banyak bus ke arah Pagar Alam.

www.belantaraindonesia.org

Ingin menuju ke Gunung Dempo? Berikut ini 10 tips mendaki Gunung Dempo yang baik apabila Anda tahu.

1. Perizinan pendakian dengan cara melapor dan menyerahkan surat jalan atau daftar nama pendaki dan tim kepada petugas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) dan Pak Anton di dekat pabrik PTPN VII juga di rumah ketua RT Kampung IV.

2. Sumber air gunung ini terdapat pada sungai di bawah jembatan jika berada di daerah perkebunan teh. Di Shelter 1 dan 2, terdapat di sebelah kanan jalur pendakian dengan menuruni sebuah tanjakan yang cukup curam, jalurnya tidak bercabang serta cukup jelas.

Jika di Lembah Gunung Dempo, terdapat di tengah - tengahnya. Terlihat jelas. Bila aliran sungai ini di ikuti ke arah hilirnya, akan ditemukan aliran yang paling besar atau lebar, biasa di sebut Telaga Putri / Pemandian Putri.

3. Saat musim kemarau, sumber - sumber air di atas mengecil volumenya. Diwaktu musim pendakian, seringkali ditemukan sampah, sisa makanan dan terkadang kotoran manusia di sumber air ini, terutama di Telaga Putri / Pemandian Putri.

4. Periksa terlebih dahulu keadaan air sebelum menggunakannya atau lebih amannya anda mengambil langsung di bagian hulu atau tempat paling atas air ini.

5. Gunung ini ramai di daki pada saat tahun baru, libur sekolah atau kuliah ( Januari, Februari, Juni dan Juli ), akhir bulan Desember ( Tahun Baru ), seusai hari raya Idul Fitri, Bulan Agustus ( 17 Agustus ), juga biasanya di ziarahi penduduk lokal saat menjelang malam 1 Suro.

6. Bawalah peralatan dan perlengkapan standar pendakian secukupnya.

7 Logistik / makanan serta kebutuhan yang lainnya, terakhir kali dapat di beli pada Pasar Kota Pagar Alam. Warung sedikit di temui di kaki gunung ini atau di Kampung IV, kalau pun ada biasanya tidak lengkap.

www.belantaraindonesia.org

8. Gunakanlah Sepatu Trekking yang baik, karena jalur menuju Puncak Dempo banyak terdapat akar - akar pohon. Sedangkan jalur dari Kampung IV ke Pintu Rimba dan jalur menuju Puncak Gunung Api Dempo adalah jalur yang didominasi batu - batu sisa letusan gunung ini.

9. Anda dapat menginap gratis pada pondok yang di bangun di belakang rumah Pak Anton atau di area perkebunan teh pada tanah lapangnya asalkan tidak mengganggu aktivitas di kebun ini.

10. Tempat yang biasa di jadikan Camping Ground oleh para pendaki ialah di kebun teh di bawah Pintu Rimba, Shelter 1 ( maksimal 2 tenda berkapasitas 4 orang ), Shelter 2 ( maksimal sekitar 6 tenda berkapasitas 4 orang ) tetapi medan disini miring dan banyak terdapat akar pohon yang keluar dari tanah. Serta tentunya di lembah Gunung Dempo, di sini banyak di temui tanah yang datar dan luas.  src

Kurangi Volume Sampah Dengan Melipat Bungkus Makanan

Melipat bungkus makanan bisa mengurangi volume sampah walaupun praktek ini tidak sepenuhnya berdampak besar, tetapi apabila dilakukan secara bersama oleh banyak orang di Bumi ini, niscaya akan berpengaruh berarti bagi Bumi. Mulailah dari kita sendiri.

www.belantaraindonesia.org

Tentunya tidak perlu sampai ke sampah dunia, sampah yang ada di Indonesia saja jumlahnya sudah sangat banyak dan tampatnya tidak beraturan. Bahkan seorang tukang sampah dari negara Inggris sampai iba terhadap orang yang mengurusi sampah di Indonesia.

Apa yang membedakan sampah di Indonesia dengan di luar negeri? Kita kira dari satu sisi adalah penanganannya, di luar negeri sampah itu bisa di kompres dengan tekanan yang sangat besar sehingga mengurangi volume sampah itu sendiri.

Sebenarnya kita pun bisa melakukan hal serupa itu dengan hal yang sangat sederhana, yaitu melipat bungkus makan yang kita beli. Biasanya kalau anak kost makannya selalu jajan di warung makan dan kadang di bungkus kalau sedang malas.

Kalau bungkusan itu di biarkan saja maka akan makan ruang, akan berbentuk gumpalan dan di dalammya masih tersisa sedikit makanan. Akan lebih baik di lipat seperti ini:

www.belantaraindonesia.org

Andai saja bungkus tadi kita bisa lipat seperti di atas, maka kita akan mengurangi sedikit volume sampah. Coba, dari sampah yang berbentuk gumpalan sebesar tangan, dapat di padatkan sebesar ibu jari. Hal ini akan berarti sekali bagi pengepul sampah, karena tempat sampahnya tidak lagi terlalu penuh.

Kemudian untuk melipat bungkus makanan menjadi seperti di atas, berarti kita harus memisahkan sisa daging dan sisa makanan lainya terlebih dahulu. Dan di buang kemana lagi kalau tidak ke tanah, berarti kita sudah bersedekah kepada hewan dengan memisahkan makanannya. Sehingga hewan dan tanah akan senang dengan kita.

Mungkin ada langkah yang lebih baik lagi untuk menanggulangi sampah dari makanan, yaitu dengan membawa tempat makan sendiri ketika memesan makan di luar. Hal ini sungguh sangat baik, apalagi wanita yang biasa melakukan ini.

Kita beberapa kali melihat teman kita ketika memesan nasi di warung makanan dan dia ternyata sudah membawa tempatnya sendiri. Apapun itu, segala hal kecil untuk alam yang kita lakukan akan sangat berarti, karena alam adalah titipan anak cucu kita supaya mereka bisa menikmatinya juga. src

Gunung Panderman, Ikon Alam Kota Batu

Gunung Panderman bisa dikatakan adalah ikon alam Kota Batu. Dimanapun Anda berada dalam wilayah Kota Batu, gunung ini akan selalu tampak dan menjadi latar belakang yang menarik. Puncaknya dapat dilihat jelas dari bawah, namun meskipun puncaknya terkesan tidak begitu tinggi, untuk mencapainya diperlukan stamina yang prima karena jalan menuju ke puncak menanjak cukup tajam dan melelahkan.

www.belantaraindonesia.org

Jika Anda kebetulan sedang berada di alun - alun Kota Batu, maka gunung dengan tinggi 2045 meter ini akan menjadi semacam “backdrop” untuk alun - alun Kota Batu yang terkenal dengan bianglala - nya tersebut.

Untuk mendaki Gunung Panderman ada dua jalur; jalur pertama adalah jalur umum yang sudah banyak dikenal yaitu melalui Dukuh Toyomerto, Desa Pesanggrahan.

Jalur kedua bisa dikatakan tidak banyak yang mengetahuinya karena jalur ini bukanlah jalur umum dan tidak terdapat fasilitas - fasilitas seperti tempat parkir dan air bersih karena memang tidak dirancang bagi mereka yang akan mendaki Gunung Panderman; namun sebenarnya jalur ini adalah semacam Jalan Pintas untuk sampai di puncak, dan bagi para anggota pecinta alam di Kota Batu, jalur ini justru merupakan jalur favorit mereka.

Para anggota pecinta alam Kota Batu biasa menyebutnya dengan jalur Curah Banteng. Sebuah jalur yang cukup menantang karena di beberapa tanjakan sudut kemiringannya nyaris mencapai 90 derajat, dan hanya bisa dilewati dengan cara memanjatnya.

Pemandangan di sepanjang jalur kedua ini tidak kalah indahnya dengan jalur pertama namun cukup berbahaya. Pendaki akan melewati tepian Curah Banteng yang sangat curam namun begitu indah. Jika beruntung, pendaki bisa melihat bunga Edelweis yang banyak terdapat di sekitar Curah Banteng.

Untuk melewati jalur ini, dari Kota Batu pendaki harus menuju ke arah Kusuma Agrowisata Hotel, dan terus naik melalui jalan beraspal yang cukup menanjak sampai ke titik awal pendakian. Bagi anda yang memilih jalur pertama atau jalur umum, pertama anda harus menuju Dukuh Toyomerto, Desa Pesanggrahan sebagai dukuh terakhir sebelum pendakian.

Di sini Anda bisa menitipkan kendaraan dan mengurus perizinan. Setelah itu anda bisa langsung bergerak menuju Pos I yaitu Pos Pendaftaran dilanjutkan ke Pos tempat sumber air ( sekitar 1330 meter dpl ), dimana Anda bisa mengisi persediaan air bersih terakhir karena setelah itu tidak akan dijumpai lagi air bersih.

Berikutnya Anda harus berjalan lagi menuju pos yang lebih tinggi lagi yaitu Pos Latar Ombo (1600 meter dpl) dimana waktu tempuhnya kurang lebih satu jam dari Pos tempat sumber air. Pos berikutnya adalah pos yang disebut Pos Watu Gede ( 1730 Mdpl ) karena di tempat ini terdapat banyak sekali batu - batu besar.

Hembusan angin di Pos Watu Gede ini cukup kencang sehingga jarang sekali pendaki yang berkemah di sini. Dari pos ini perjalanan menuju ke puncak akan melewati hamparan ilalang dan dilanjutkan dengan tanjakan - tanjakan yang sangat menguras tenaga, kondisi medan di sini sangat terbuka dan tidak ada ruginya untuk menikmati sejenak pemandangan sekitar yang cukup indah.

Dari tempat ini, untuk mencapai puncak diperlukan waktu sekitar 30 menit atau lebih karena medan yang menanjak merupakan hambatan yang tidak dapat dianggap enteng.

Sampai di puncak yang disebut Puncak Basundara dengan tinggi 2045 Mdpl ini, seluruh rasa letih akan terhibur saat di depan Anda membentang pemandangan Gunung Arjuno dan Welirang, hamparan Kota Batu dan Malang, serta jika langit sedang cerah, kita juga bisa melihat gugusan pengunungan Tengger dan Gunung Semeru. src

7 Gunung Tertinggi Di Pulau Jawa

7 Gunung tertinggi di Pulau Jawa berikut ini kami rekomendasikan untuk Anda daki sebelum Anda mewujudkan mimpi untuk mendaki gunung tertinggi di dunia, Everest. 7 gunung tertinggi di Pulau Jawa ini sangat cocok buat Anda yang hobinya dengan kegiatan alam bebas selain pemandangannya indah dan banyak jalur yang ekstrim yang bisa Anda lalui.

1. Gunung Semeru 3.676 Mdpl di Jawa Timur
Gunung Semeru atau dikenal juga sebagai Mahameru adalah gunung tertinggi di pulau Jawa terletak 7°51’ – 8°11’ LS, 112°47’ – 113°10’ BT dan merupakan salah satu gunung berapi teraktif yang ada di Indonesia.

www.belantaraindonesia.org

Salah satu keunikan dari gunung ini ialah kawahnya selalu mengeluarkan letupan secara berkala setiap 15 – 20 menit sekali, menimbulkan kepulan asap abu bahkan kadang - kadang bercampur batu kerikil ke udara. Jalur pendakiannya yang sering dilalui adalah Ranupani.

2. Gunung Slamet 3.428 Mdpl di Jawa Tengah
Gunung Slamet adalah gunung berapi yang terdapat di Pulau Jawa, Indonesia. Gunung ini berada di perbatasan Kabupaten Brebes, Banyumas, Purbalingga, dan Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah, dan merupakan yang tertinggi di Jawa Tengah serta kedua tertinggi di Pulau Jawa.

www.belantaraindonesia.org

Terdapat empat kawah di puncaknya yang semuanya aktif. Jalur pendakiannya adalah Bambangan, Kali Wadas dan Batu Raden.

3. Gunung Sumbing 3.371 Mdpl di Jawa Tengah
Merupakan sebuah gunung yang terdapat di pulau Jawa, Indonesia. Gunung Sumbing mempunyai ketinggian setinggi 3.371 meter.

www.belantaraindonesia.org

Gunung ini terletak di tiga kabupaten yakni Kabupaten Magelang, Temanggung dan Wonosobo. Jalur pendakian ada 3 yaitu Garung, Cepit dan Bowongso.

4. Gunung Arjuno 3.339 Mdpl di Jawa Timur
Gunung Arjuno terletak di Malang, Jawa Timur, bertipe Strato dengan ketinggian 3.339 Mdpl dan berada di bawah Pengelolaan Tahura Raden Soeryo. Biasanya gunung ini dicapai dari tiga titik pendakian yang cukup dikenal yaitu dari Lawang, Tretes dan Batu.

www.belantaraindonesia.org

Gunung Arjuno dapat didaki dan berbagai arah, arah Utara ( Tretes ) melalui Gunung Welirang,dan arah Timur ( Lawang ) dan dari arah Barat ( Batu - Selecta ), dan arah selatan ( Karangploso ), juga dari kecamatan Singosari melalui desa Sumberawan.

Desa Sumberawan adalah desa pusat kerajinan tangan di kecamatan Singosari, Malang dan merupakan desa terakhir untuk mempersiapkan diri sebelum memulai pendakian.

5. Gunung Raung 3.332 Mdpl di Jawa Timur
Gunung Raung adalah sebuah gunung yang besar dan unik, yang berbeda dari ciri gunung pada umumnva di pulau Jawa ini. Keunikan dari Puncak Gunung Raung adalah kalderanya yang berbentuk elips dengan kedalaman sekitar 500 meter dalamnya, yang selalu berasap dan sering menyemburkan api dan terdapat kerucut setinggi kurang lebih 100m.

www.belantaraindonesia.org

Gunung Raung termasuk gunung tua dengan kaldera di puncaknya dan dikitari oleh banyak puncak kecil, menjadikan pemandangannya benar - benar menakjubkan. Jalur pendakianya Kabupaten Bondowoso ( desa Sumber Wringin ) dan Kalibaru.

6. Gunung Lawu 3.265 di Jawa Tengah
Gunung Lawu terletak di Pulau Jawa, Indonesia, tepatnya di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Status gunung ini adalah gunung api “istirahat” dan telah lama tidak aktif, terlihat dari rapatnya vegetasi serta puncaknya yang tererosi. Di lerengnya terdapat kepundan kecil yang masih mengeluarkan uap air ( fumarol ) dan belerang ( solfatara ).

www.belantaraindonesia.org

Gunung Lawu mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan hutan Ericaceous. Gunung Lawu memiliki tiga puncak, Puncak Hargo Dalem, Hargo Dumiling dan Hargo Dumilah. Yang terakhir ini adalah puncak tertinggi. Jalur pendakian yang terkenal Cemoro Sewu, Cemoro Kandang dan Candi Cetho.

7. Gunung Welirang 3.156 Mdpl di Jawa Timur 
Gunung Welirang ( atau Walirang, nama kuno ) merupakan sebuah gunung yang terdapat di Jawa Timur, Indonesia. “Welirang” dalam bahasa Jawa berarti belerang.

www.belantaraindonesia.org

Gunung Welirang mempunyai ketinggian setinggi 3,156 meter dan memiliki kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.

Megahnya Raung

Gunung Raung adalah sebuah gunung yang besar dan unik, yang berbeda dari ciri gunung pada umumnya di pulau Jawa ini. Keunikan dari Puncak Gunung Raung adalah kalderanya yang sekitar 500 meter dalamnya, selalu berasap dan sering menyemburkan api.

Gunung Raung termasuk gunung tua dengan kaldera di puncaknya dan dikitari oleh banyak puncak kecil, menjadikan pemandangannya benar - benar menakjubkan. Selain itu gunung ini juga terletak di paling ujung pulau jawa bahkan keindahan gunung ini dapat kita lihat dari Pulau Dewata Bali, tepatnya ketika kita berada di pantai Lovina Singaraja Bali Utara pada akhir siang atau ketika sunset di Lovina Beach.

www.belantaraindonesia.org

Keindahan Gunung Raung ini akan terlihat indah. Jajaran pegunungan di timur pulau Jawa ini memiliki keindahan yang sangat unik. Gunung ini terletak di Kab. Banyuwangi Jawa Timur. Gunung api raksasa ini muncul di sebelah timur dari suatu deretan puing gunung api yang berarah barat laut – tenggara.

Di Puncaknya terdapat sebuah kaldera yang berbentuk elips dan terdapat kerucut setinggi kurang lebih 100 m.

Rute Pendakian 
Untuk mendaki Gunung Raung, paling mudah adalah dari arah Bondowoso. Dari Bondowoso terus menuju desa Sumber Wringin dengan menggunakan Colt melalui Sukosani. Perjalanan diawali dari desa Sumber Wringin melalui kebun pinus dan perkebunan kopi menuju Pondok Motor atau Pos pendaki dimana kita dapat menjumpai seorang juru kunci yang bernama Pak Serani.

Ada seorang lagi penduduk desa ini yang rumahnya juga sering ditumpangi para pendaki yaitu Pak Sahati. Pos - pos perhentian yang akan kita lewati adalah sbb:

Pondok Motor 
Pondok Sumur 
Pondok Demit 
Pondok Mayit 
Pondok Angin 

Di Pondok Motor kita dapat menginap dan beristirahat, kemudian kita dapat melanjutkan perjalanan ke puncak yang membutuhkan waktu sekitar 9 jam. Dari Pondok Motor, kita akan melewati perkebunan kopi, hutan pinus, hutan cemara, terus sampai di dataran tempat dimana kita dapat berkemah.

www.belantaraindonesia.org

Perjalanan dilanjutkan melalui padang alang - alang ( sekitar 1 jam perjalanan ), Hutan gunung ini terdiri dari pohon glentongan, arcisak, takir dan lain - lain. Setelah pendakian selama 2 jam atau sekitar 1300 – 1400 m pendaki akan menemukan jalan berkelok dan naik turun sampai ketinggian sekitar 1500 - 1600 m.

Di daerah ini mulai terlihat pohon cemara lalu pendakian diteruskan menuju Pondok Sumur ( 1750 M ). setelah itu pendakian akan mulai sulit dan sudut pendakian mulai membesar dan jalur pendakian kurang jelas karena hanya semak - semak dan kemudian terus mendaki selama 3 jam hingga dicapai Pondok Demit.

Kemudian pendaki harus mendaki lagi selama sekitar 8 jam hingga dicapai batas hutan, yang dikenal dengan nama Pondok Mantri atau Parasan pada ketinggian sekitar 2900 – 3000 m. di tempat inilah pendakian beristirahat untuk berkemah.

Selanjutnya menuju puncak Gunung Raung yang sedikit berpasir dan berbatu - batu. Dari tempat berkemah menuju puncak Gunung Raung, hanya diperlukan waktu sekitar 2 ( dua ) jam saja. Sedangkan perjalanan turun, memakan waktu sekitar 7 jam.

Puncak Gunung Raung ini berada pada ketinggian 3.332 m dari permukaan laut dan sering bertiup angin kencang. Sesungguhnya masih ada puncak yang lebih tinggi lagi, namun kita tidak dapat mendaki ke sana, sebab selain tidak ada jalan juga hutannya masih terlalu lebat.

Dalam perjalanan ke Puncak Gunung Raung, tidak ada mata air. Sebaiknya untuk air dipersiapkan di Sumber Wringin atau di Sumber Lekan. Untuk mendaki Gunung Raung tidak diperlukan ijin khusus, hanya saja kita perlu melaporkan diri ke aparat desa di Sumber Wringin. src

9 Puncak Gunung Indah Milik Indonesia

Puncak gunung yang selama ini selalu menjadi tujuan para pendaki gunung. Di puncak gununglah segala keindahan alam dari ketinggian dapat dinikmati oleh mata dan dirasakan oleh hati. Itulah sebagian kecil dari karya Tuhan Yang Maha Perkasa untuk mahluknya di Bumi ini. Puncak Gunung! Dan berikut ini 9 puncak gunung indah milik Indonesia.

1. Gunung Rinjani
Gunung Rinjani adalah gunung yang berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gunung yang merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 M dpl ini merupakan gunung favorit bagi pendaki Indonesia karena keindahan pemandangannya.

www.belantaraindonesia.org

Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani yang memiliki luas sekitar 41.330 ha dan ini akan diusulkan penambahannya sehingga menjadi 76.000 ha ke arah barat dan timur.

2. Gunung Batur
Gunung Batur merupakan sebuah gunung berapi aktif di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, Indonesia. Terletak di barat laut Gunung Agung, gunung ini memiliki kaldera berukuran 13,8 x 10 km dan merupakan salah satu yang terbesar dan terindah di dunia ( van Bemmelen, 1949 ).

www.belantaraindonesia.org

Pematang kaldera tingginya berkisar antara 1267 m - 2152 m ( puncak G. Abang ). Di dalam kaldera I terbentuk kaldera II yang berbentuk melingkar dengan garis tengah lebih kurang 7 km. Dasar kaldera II terletak antara 120 - 300 m lebih rendah dari Undak Kintamani ( dasar Kaldera I ).

Di dalam kaldera tersebut terdapat danau yang berbentuk bulan sabit yang menempati bagian tenggara yang panjangnya sekitar 7,5 km, lebar maksimum 2,5 km, kelilingnya sekitar 22 km dan luasnya sekitar 16 km2 yang yang dinamakan Danau Batur. Kaldera Gunung Batur diperkirakan terbentuk akibat dua letusan besar, 29.300 dan 20.150 tahun yang lalu.

3. Gunung Gede
Gunung Gede merupakan sebuah gunung yang berada di Pulau Jawa, Indonesia. Gunung Gede berada dalam ruang lingkup Taman Nasional Gede Pangrango, yang merupakan salah satu dari lima taman nasional yang pertama kali diumumkan di Indonesia pada tahun 1980.

www.belantaraindonesia.org

Gunung ini berada di wilayah tiga kabupaten yaitu Kabupaten Bogor, Cianjur dan Sukabumi, dengan ketinggian 1.000 - 3.000 m. dpl, dan berada pada lintang 106°51' - 107°02' BT dan 64°1' - 65°1 LS. Suhu rata - rata di puncak gunung Gede 18 °C dan di malam hari suhu puncak berkisar 5 °C, dengan curah hujan rata-rata 3.600 mm / tahun.

Gerbang utama menuju gunung ini adalah dari Cibodas dan CipanasGunung Gede diselimuti oleh hutan pegunungan, yang mencakup zona - zona submontana, montana, hingga ke subalpin di sekitar puncaknya. Hutan pegunungan di kawasan ini merupakan salah satu yang paling kaya jenis flora di Indonesia, bahkan di kawasan Malesia.

4. Gunung Bromo

www.belantaraindonesia.org

Gunung Bromo merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata, Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif.

5. Gunung Semeru
Gunung Semeru atau Sumeru adalah gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut ( Mdpl ). Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloka.

www.belantaraindonesia.org

Pada tahun 1913 dan 1946 Kawah Jonggring Saloka memiliki kubah dengan ketinggian 3.744,8 M hingga akhir November 1973. Disebelah selatan, kubah ini mendobrak tepi kawah menyebabkan aliran lava mengarah ke sisi selatan meliputi daerah Pronojiwo dan Candipuro di Lumajang.

6. Gunung Halimun

www.belantaraindonesia.org

Gunung Halimun merupakan gunung yang terletak di antara Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Lebak. Gunung dengan ketinggian sekitar 1.925 Mdpl ini dikelilingi oleh Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Di sebelah timur gunung ini terdapat Gunung Salak.

7. Puncak Jaya
Puncak Jaya ialah sebuah puncak yang menjadi bagian dari Barisan Sudirman yang terdapat di provinsi Papua, Indonesia. Puncak Jaya mempunyai ketinggian 4884 m dan di sekitarnya terdapat gletser Carstenz, satu - satunya gletser tropika di Indonesia, yang kemungkinan besar segera akan lenyap akibat pemanasan global.

www.belantaraindonesia.org

Puncak ini pernah dinamai Poentjak Soekarno dan merupakan gunung yang tertinggi di Oceania. Puncak Jaya adalah salah satu dari tujuh puncak dunia.

8. Gunung Kerinci
Gunung Kerinci ( juga dieja "Kerintji", dan dikenal sebagai Gunung Gadang, Berapi Kurinci, Kerinchi, Korinci, atau Puncak Indrapura ) adalah gunung tertinggi di Sumatera, dan puncak tertinggi di Indonesia di luar Papua.

www.belantaraindonesia.org

Gunung Kerinci terletak di Pegunungan Bukit Barisan, dekat pantai barat, dan terletak sekitar 130 km sebelah selatan Padang. Gunung ini dikelilingi hutan lebat Taman Nasional Kerinci Seblat dan merupakan habitat harimau sumatra dan badak sumatra. Kerinci masih aktif dan terakhir kali meletus pada tahun 2009.

9. Gunung Kelimutu
Gunung Kelimutu adalah gunung berapi yang terletak di Pulau Flores, Provinsi NTT, Indonesia. Lokasi gunung ini tepatnya di Desa Pemo Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende. Gunung ini memiliki tiga buah danau kawah di puncaknya.

www.belantaraindonesia.org

Danau ini dikenal dengan nama Danau Tiga Warna karena memiliki tiga warna yang berbeda, yaitu merah, biru, dan putih. Walaupun begitu, warna - warna tersebut selalu berubah - ubah seiring dengan perjalanan waktu.

Antara Soe Hok Gie Dan Film 5 Cm

Seiring dimulainya musim pendakian tahun ini, pengrusakan ekosistem gunung juga semakin parah ditambah banyaknya pendaki - pendaki karbitan yang mengatasnamakan Pecinta Alam. Padahal esensi dari Pecinta alam itu sendiri mereka tidak memahami.

www.belantaraindonesia.org

Mereka hanya hanya sekedar latah akibat menjadi korban vandalisme sebuah tontonan yang mereka anggap hal itu sebagai panutan. Berbeda dengan generasi dahulu seperti zamannya Soe Hok Gie, mereka melakukan kegiatan alam bebas memang benar - benar didasari dari hati yang mencintai alam ini, tidak hanya sekedar ikut - ikutan trend.

Sebagai contoh pendaki Gunung Semeru, kerusakan ekosistem Semeru secara masif saat ini terjadi akibat vandalisme tontonan, berbeda halnya dengan zaman Soe Hok Gie Dulu dimana hakikat Pecinta alam tidak pernah terlupa dalam mereka berkegiatan di alam.

Mari kita bandingkan generasi siapa yang pantas dijadikan panutan, antara Soe Hok Gie dan 5 Cm, sekaligus untuk menjadi bahan renungan untuk Anda sahabat alam semua.

Jumat, 12 Desember 1969, hari masih pagi di Stasiun Gambir, Jakarta. Keceriaan melingkupi Tim Mapala Fakultas Sastra Universitas Indonesia yang bersiap bergerak ke Surabaya. Ada Soe Hok Gie, Herman O Lantang, Abdurachman, dan Anton Wijana. Ikut bergabung juga redaktur koran Sinar Harapan Aristides Katopo. Selain itu deretan para 'junior' Rudi Badil, Idhan Dhanvantari Lubis dan Freddy Lodewijk Lasut.

Mereka berdelapan menaiki gerbong barang. Bertujuan mendaki Gunung Semeru di Jawa Timur. Sebuah ekspedisi besar untuk Mapala FS-UI ketika itu.

Dalam buku Soe Hok Gie yang diterbitkan Kepustakaan Populer Gramedia, Rudi Badil menceritakan perjalanan tersebut. Jangan bayangkan pecinta alam pada masa itu seperti sekarang. Dengan carrier canggih yang bisa disetel sesuai rangka tubuh, GPS, tenda dome empat musim atau kompor trangia berbahan bakar spirtus yang antiangin.

Saat itu ransel para pendaki gunung masih menggunakan milik ABRI. Herman Lantang menggunakan peta peninggalan zaman Belanda. Badil menyebut kompor minyak tanah mereka seperti kompor milik penjual tahu goreng.

Semeru tahun 1969 tentu sangat indah. Badil menceritakan Danau Ranu Kumbolo masih dipenuhi burung Belibis Liar. Dia pun sempat melihat seekor macan tutul yang muncul di remang cahaya pagi. Kini tak ada satu ekor pun Belibis di Ranu Kumbolo. Cerita soal macan masih ada, tapi tak ada seorang pun pendaki yang pernah melihat sosoknya.

Perjalanan indah Gie cs akhirnya berujung duka. Petaka itu terjadi 16 Desember 1969, setelah summit atack, Gie dan Idhan Lubis terkena gas beracun. Mereka kejang sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir. Persis satu hari sebelum hari ulang tahun Gie ke - 27.

Butuh delapan hari untuk mengevakuasi jenazah keduanya dari Puncak Semeru. Kematian dua pendaki itu menjadi duka nasional.

Gie meninggal di puncak Semeru, tetapi semangatnya selalu menjadi inspirasi para pendaki untuk mengunjungi Semeru. 

Soe Hok Gie : "Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hpokrasi dan slogan, seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal akan objek - objeknya, mencintai tanah air Indonesia dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dengan dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat karena itulah kami naik gunung".

5 Cm : "Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu. Dan sehabis itu yang kamu perlu cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya serta mulut yang akan selalu berdoa"

Setelah 40 tahun tahun berlalu perjuangan Soe Hok Gie dan Idhan Lubis lah yang wajib kita contoh, dan sayang akhirnya kini muncul "pahlawan" baru Semeru dengan sosok Genta yang berwibawa, Riani yang pintar, Arial yang sporty, Zafran yang puitis dan Ian yang kocak. Hadir pula Dinda, adik Arial yang cantik dan polos.

5 Cm Meledak, kini Semeru bukan hanya milik pendaki gunung. Anak - anak SMA Alay dengan sepatu basket pun bermimpi mendaki puncaknya.

Mahasiswi lebay dengan setelan yang lebih cocok ke mall terengah - engah menapaki Arcopodo.

Kini Ranu Kumbolo sesak oleh mereka kaum alay dan lebay korban vandalisme tontonan yang ingin merasakan momen saat Genta menyatakan cinta pada Riani. Merasakan apa yang dirasakan 5 sahabat itu saat mendaki Semeru...!!!  Forum Hijau Merdeka

Seorang Ibu Mendaki Everest Bersama Anaknya

Mendaki Gunung Everest yang merupakan puncak tertinggi di Bumi merupakan sebuah pencapaian dari sebuah mimpi bagi seorang pendaki gunung. Dan impian tersebut dilaksanakan oleh seorang ibu yang juga mengajak anaknya yang baru berusia 12 tahun untuk menggapai puncak Everest! Kita hanya bisa bilang: Wow!

www.belantaraindonesia.org

Pada Selasa 14 Mei 2013, Theodora Sutcliffe dan anaknya, Zac telah mendaki selama kurang lebih 19 hari. Bagi Zac, pendakian ini sangatlah istimewa.

Sebagai remaja, sudah sewajarnya Zac tidak terlalu tertarik dengan perjalanan ini. Namun kenyataannya, ia sangat menikmati pendakian ke puncak tertinggi di dunia.

Ia sempat bermain bersama bayi sapi gunung, meluncur di danau gletser yang beku, dan bermain lempar bola salju. Di sana Zac juga bermain di lereng yang curam, melintasi sungai beku, dan bermain dengan anak - anak suku Sherpa.

Ibu dan anak ini juga sempat melewati beberapa tugu peringatan para pendaki yang telah meninggal dalam perjalanan mendaki. Saat belum terlalu tinggi, mereka menikmati perjalanan melewati hutan juniper dan pinus yang dihuni oleh kawanan burung merak dan kambing liar.

Mereka pun berkisah mengalami pemandangan magis pertama melihat Gunung Everest. Momen saat segumpal salju mengalir dari puncaknya, yang dibawa angin, terlihat sungguh memesona. Sebagai ibu, Theodora telah mempersiapkan Zac untuk berekspektasi sebuah perjalanan yang sulit. Namun ternyata, perjalanan mereka malah terasa lebih mudah dari yang dibayangkan.

www.belantaraindonesia.org

"Kami harus naik secara perlahan untuk menghindari mabuk ketinggian. Sehingga kami berjalan tidak lebih dari dua atau tiga jam per hari," lanjut Theodora.

Mereka memilih rute yang lebih menarik tapi lebih menantang daripada perjalanan standar. Ibu dan anak ini mengikuti Sungai Koshi Dudh hingga Gokyo Ri. Di sana mereka pun melihat Matahari terbit terindah yang pernah dilihat ibu dan anak ini.

"Melintasi sungai es merupakan bagian dari pengalaman yang saya tidak akan pernah lupa. Namun setiap detik di Everest BaseCamp sungguh pengalaman yang sangat berharga," tutup Theodora.

Rupanya ini bukanlah petualangan pertama mereka. Mereka berdua juga pernah menjelajah Indonesia. Dengan naik motor matic, mereka pernah menempuh ekspedisi dari Bali sampai Timor Leste. src

Dahsyatnya Kaldera Gunung Batur Diakui Unesco

Kaldera Gunung Batur di Kabupaten Bangli, Bali pada September 2012 yang lalu resmi masuk dalam Global Geopark Network ( GGN ) UNESCO. Wisatawan bisa mendaki gunung ini untuk melihat kaldera besar nan spektakuler. Rasanya mustahil jika Anda wisata ke Kabupaten Bangli, Bali, tanpa melihat kaldera Gunung Batur yang sangat besar.

www.belantaraindonesia.org

Kaldera itu memang terlihat dari berbagai sudut. Tampak bagai kawah besar menganga di atas Gunung Batur. Tak jarang wisatawan yang mendaki Gunung Batur pada dini hari untuk melihat sunrise menawan.

Panorama Matahari terbit di Gunung Batur adalah salah satu yang terbaik di dunia berdasarkan situs Lonely Planet. Terlebih lagi, kalderanya masuk dalam Global Geopark Network ( GGN ) yang dicanangkan UNESCO.

Penetapan tersebut dilakukan pada acara Konferensi Geopark Eropa yang ke -11 di Geopark Auroca, Portugal. Selain Gunung Batur, ada 3 geopark lain yang masuk dalam GGN yaitu Balkony-Balaton Global Geopark di Hungaria, Central Catalonia Global Geopark di Sanyol, dan Sanqingshan Global Geopark di China. 4 Geopark ini menang di antara 11 geopark lain yang diajukan oleh 11 negara.

Kaldera Gunung Batur adalah satu dari 6 calon geopark yang diusulkan Indonesia ke UNESCO di samping Danau Toba, Merangin, Gunung Rinjani, Raja Ampat, dan kawasan karst Sewu. Satu keistimewaan kaldera Gunung Batur adalah adanya endapan surge berumur 5.000 tahun. Endapan ini jauh lebih kompleks dibanding endapan yang ada di Gunung Krakatau.

www.belantaraindonesia.org

Dari kejauhan wisatawan sudah bisa melihat kaldera Gunung Batur. Ini adalah kawah vulkanik besar yang terbentuk sekitar 22 ribu tahun silam. Gunung Batur merupakan bagian dari Cincin Api ( Ring of Fire ) Pasifik yang kaya dengan elemen bentukan tanah vulkanik. Kalderanya berbentuk danau vulkanik yang dalam.

Dengan masuknya kaldera Gunung Batur dalam Global Geopark Network UNESCO, namanya sekarang menjadi Batur Global Geopark. Meski lanskapnya kering, wisatawan bisa mendaki gunung ini untuk melihat kaldera atau sekadar menunggu sunrise. src visit Ukraine

Jalan Setan, Jalur Pendakian Maut Di Amerika

Jalan Setan atau Devil's Path merupakan salah satu jalur pendakian di Catskill New York Amerika Serikat. Sesuai dengan namanya yang seram, jalur Devil's Path sangat menantang. Kalau mengaku sebagai pendaki yang berani, coba dulu susuri Jalan Setan ini!

www.belantaraindonesia.org

Jalur Devil's Path melintasi bagian punggung Gunung Catskils di New York. Untuk mencapai sampai di jalur pendakian ini, pendaki perlu menempuh waktu dua jam ke utara Manhattan.

Dari situs Backpacker, legenda setempat mengatakan kalau jalur ini pertama kali dilihat oleh pendatang dari Belanda dan Jerman di daerah Catskills. Mereka melihat barisan pegunungan yang sangat berlekuk - lekuk dari Sungai Hudson. Melihat bentuk pegunungan tersebut, hanya kaki setan yang bisa melewati jalan curam dan berbahaya itu.

Oleh karena itu, Devil's Path juga sering disebut sebagai jalur hiking paling berat di Gunung Catskills. Meski begitu, rute ini tetap terlihat sangat menantang untuk para penjelajah. Tak jarang, pendaki juga harus melewati jalan dengan jurang yang curam, licin, rapuh, dan berbatu.

www.belantaraindonesia.org

Devil's Path mempunyai rute sejauh 37,76 km dengan tujuh puncak yang harus dicapai oleh pendaki. Enam dari tujuh puncak berada di atas 1.050 meter.

Untuk menggapai tujuh puncak ini, dibutuhkan waktu setidaknya 3 hari. Jalur pendakian ini benar - benar jauh dari keramaian. Namun, bila ingin mendaki di Devil's Path Anda harus menyediakan air sebanyak - banyaknya. Ya, selama mendaki Anda akan sulit menemukan air di jalur ini.

www.belantaraindonesia.org
Panorama dari Atas Devil's Path
Tidak hanya itu, kendala dan tantangan lain yang harus pendaki hadapi adalah Beruang hitam. Jangan sampai perbekalan atau Anda sendiri menjadi target buruan dari beruang liar tersebut. Pastikan saat malam hari Anda menggantung pasokan makanan di atas pohon dan buatlah kemah di tempat aman.

Meski butuh perjuangan untuk menyusuri Devil's Path, panorama dari puncaknya dijamin bisa buat Anda terperangah. Anda bisa melihat cantiknya panorama hutan yang tenang. Pasti seru sekaligus menegangkan! src