Subcribe to our RSS feedsJoin Us on FacebookFollow us on TwitterAdd to Circles
+82221152857 wijayadie@yahoo.com

Benarkah Matahari Akan Terbit Dari Barat?

Seribu empat ratus tahun yang lalu, Rasulullah Saw pernah menyatakan dalam haditsnya, kelak Matahari akan terbit dari barat sebagai bukti keagungan Allah Swt dan pertanda hari Kiamat sudah semakin dekat. “Tidak akan terjadi kiamat sehingga Matahari terbit dari tempat terbenamnya, apabila ia telah terbit dari barat dan semua manusia melihat hal itu maka semua mereka akan beriman, dan itulah waktu yang tidak ada gunanya iman seseorang yang belum pernah beriman sebelum itu.” ( Riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah. Dan riwayat Ahmad, Abu Dawud dan Ibn Majah ).

www.belantaraindonesia.org

Kebenaran ajaran Islam terus - menerus dibuktikan oleh penemuan demi penemuan ilmu pengetahuan. Fakta terbaru yang mengejutkan, posisi kutub Bumi mulai bergeser, pertanda Matahari akan terbit dari barat.

Matahari terbit dari Barat akan terjadi selama satu hari saja, kemudian tertutuplah pintu taubat.
Setelah itu, gerakan Matahari pun akan kembali seperti sebelumnya terbit dari timur sampai terjadinya Kiamat.

Ini sesuai dan dibenarkan oleh peneliti NASA dalam artikelnya dibawah. Dari Ibn ‘Abbas, “Maka Ubai bin Ka’ab berkata:

Maka bagaimana jadinya Matahari dan manusia setelah itu?” Rasulullah menjawab: “Matahari akan tetap menyinarkan cahayanya dan akan terbit sebagaimana terbit sebelumnya, dan orang - orang akan menghadapi ( tugas - tugas ) dunia mereka, apabila kuda seorang laki - laki melahirkan anaknya, maka ia tidak akan dapat menunggang kuda tersebut sampai terjadinya Kiamat.” ( Fathul Baari, Kitaburriqaq, Juz 11, Thulu’issyamsi Min Maghribiha ).

Ilmuwan Fisika Ukraina, Demitri Bolykov, masuk Islam setelah membuktikan kebenaran Al-qur’an bahwa putaran poros Bumi bisa berbalik arah.

Demitri Bolykov, sorang ahli fisika yang sangat menggandrungi kajian serta riset - riset ilmiah, mengatakan bahwa pintu masuk ke Islamannya adalah fisika.

www.belantaraindonesia.org
Riset Kutub Bumi Mulai Bergeser
Sungguh suatu yang sangat ilmiah, bagaimanakah fisika bisa mendorang Demitri Bolyakov masuk Islam? Demitri mengatakan, ia tergabung dalam sebuah penelitian ilmiah yang dipimpin oleh Prof. Nicolai Kosinikov, seorang pakar dalam bidang fisika.

Mereka sedang dalam penelitian terhadap sebuah sempel yang diuji di laboratorium untuk mempelajari sebuah teori moderen yang menjelaskan tentang perputaran Bumi dan porosnya.

Mereka berhasil menetapkan teori tersebut. Akan tetapi Dimetri mengetahui bahwasanya diriwayatkan dalam sebuah hadis dari nabi saw yang diketahui umat Islam, bahkan termasuk inti akidah mereka yang menguatkan keharusan teori tersebut ada, sesuai dengan hasil yang dicapainya.

Demitri merasa yakin bahwa pengetahuan seperti ini, yang umurnya lebih dari 1.400 tahun yang lalu sebagai sumber satu - satunya yang mungkin hanyalah pencipta alam semesta ini.

Teori yang dikemukan oleh Prof. Kosinov merupakan teori yang paling baru dan paling berani dalam menfsirakan fenomena perputaran Bumi pada porosnya.

www.belantaraindonesia.org

Kelompok peneliti ini merancang sebuah sempel berupa bola yang diisi penuh dengan papan tipis dari logam yang dilelehkan , ditempatkan pada badan bermagnit yang terbentuk dari elektroda yang saling berlawanan arus.

Ketika arus listrik berjalan pada dua elektroda tersebut maka menimbulkan gaya magnet dan bola yang dipenuhi papan tipis dari logam tersebut mulai berputar pada porosnya fenomena ini dinamakan “Gerak Integral Elektro Magno-Dinamika”. Gerak ini pada substansinya menjadi aktivitas perputaran Bumi pada porosnya. 

Pada tingkat realita di alam ini, daya Matahari merupakan “kekuatan penggerak” yang bisa melahirkan area magnet yang bisa mendorong Bumi untuk berputar pada porosnya.

Kemudian gerak perputaran Bumi ini dalam hal cepat atau lambatnya seiring dengan daya insensitas daya  Matahari  Atas dasar ini pula posisi dan arah kutub utara bergantung.
 
Telah diadakan penelitian bahwa kutub magnet Bumi hingga tahun 1970 bergerak dengan kecepatan tidak lebih dari 10 km dalam setahun, akan tetapi pada tahun - tahun terakhir ini kecepatan tersebut bertambah hingga 40 km dalam setahun.

Bahkan pada tahun 2001 kutub magnet Bumi bergeser dari tempatnya hingga mencapai jarak 200 km dalam sekali gerak.

Ini berarti Bumi dengan pengaruh daya magnet tersebut mengakibatkan dua kutub magnet bergantian tempat. Artinya bahwa “gerak” perputaran Bumi akan mengarah pada arah yang berlawanan.

Ketika itu Matahari  akan terbit ( keluar ) dari Barat !!! Ilmu pengetahuan dan informasi seperti ini tidak didapati Demitri dalam buku - buku atau didengar dari manapun, akan tetapi ia memperoleh kesimpulan tersebut dari hasil riset dan percobaan serta penelitian.
 
Ketika ia menelaah kitab - kitab samawi lintas agama, ia tidak mendapatkan satupun petunjuk kepada informasi tersebut selain dari Islam.

Ia mendapati informasi tersebut dari sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Huarirah, bahwasanya Rasulullah Saw bersabda, ”Siapa yang bertaubat sebelum Matahari terbit dari Barat, maka Allah akan menerima Taubatnya.” ( dari kitab Islam wa Qishshah ).  Tribunnews
Seribu empat ratus tahun yang lalu, Rasulullah Saw pernah menyatakan dalam haditsnya, kelak Matahari akan terbit dari barat sebagai bukti keagungan Allah Swt dan pertanda hari Kiamat sudah semakin dekat. “Tidak akan terjadi kiamat sehingga Matahari terbit dari tempat terbenamnya, apabila ia telah terbit dari barat dan semua manusia melihat hal itu maka semua mereka akan beriman, dan itulah waktu yang tidak ada gunanya iman seseorang yang belum pernah beriman sebelum itu.” ( Riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah. Dan riwayat Ahmad, Abu Dawud dan Ibn Majah ).

www.belantaraindonesia.org

Kebenaran ajaran Islam terus - menerus dibuktikan oleh penemuan demi penemuan ilmu pengetahuan. Fakta terbaru yang mengejutkan, posisi kutub Bumi mulai bergeser, pertanda Matahari akan terbit dari barat.

Matahari terbit dari Barat akan terjadi selama satu hari saja, kemudian tertutuplah pintu taubat.
Setelah itu, gerakan Matahari pun akan kembali seperti sebelumnya terbit dari timur sampai terjadinya Kiamat.

Ini sesuai dan dibenarkan oleh peneliti NASA dalam artikelnya dibawah. Dari Ibn ‘Abbas, “Maka Ubai bin Ka’ab berkata:

Maka bagaimana jadinya Matahari dan manusia setelah itu?” Rasulullah menjawab: “Matahari akan tetap menyinarkan cahayanya dan akan terbit sebagaimana terbit sebelumnya, dan orang - orang akan menghadapi ( tugas - tugas ) dunia mereka, apabila kuda seorang laki - laki melahirkan anaknya, maka ia tidak akan dapat menunggang kuda tersebut sampai terjadinya Kiamat.” ( Fathul Baari, Kitaburriqaq, Juz 11, Thulu’issyamsi Min Maghribiha ).

Ilmuwan Fisika Ukraina, Demitri Bolykov, masuk Islam setelah membuktikan kebenaran Al-qur’an bahwa putaran poros Bumi bisa berbalik arah.

Demitri Bolykov, sorang ahli fisika yang sangat menggandrungi kajian serta riset - riset ilmiah, mengatakan bahwa pintu masuk ke Islamannya adalah fisika.

www.belantaraindonesia.org
Riset Kutub Bumi Mulai Bergeser
Sungguh suatu yang sangat ilmiah, bagaimanakah fisika bisa mendorang Demitri Bolyakov masuk Islam? Demitri mengatakan, ia tergabung dalam sebuah penelitian ilmiah yang dipimpin oleh Prof. Nicolai Kosinikov, seorang pakar dalam bidang fisika.

Mereka sedang dalam penelitian terhadap sebuah sempel yang diuji di laboratorium untuk mempelajari sebuah teori moderen yang menjelaskan tentang perputaran Bumi dan porosnya.

Mereka berhasil menetapkan teori tersebut. Akan tetapi Dimetri mengetahui bahwasanya diriwayatkan dalam sebuah hadis dari nabi saw yang diketahui umat Islam, bahkan termasuk inti akidah mereka yang menguatkan keharusan teori tersebut ada, sesuai dengan hasil yang dicapainya.

Demitri merasa yakin bahwa pengetahuan seperti ini, yang umurnya lebih dari 1.400 tahun yang lalu sebagai sumber satu - satunya yang mungkin hanyalah pencipta alam semesta ini.

Teori yang dikemukan oleh Prof. Kosinov merupakan teori yang paling baru dan paling berani dalam menfsirakan fenomena perputaran Bumi pada porosnya.

www.belantaraindonesia.org

Kelompok peneliti ini merancang sebuah sempel berupa bola yang diisi penuh dengan papan tipis dari logam yang dilelehkan , ditempatkan pada badan bermagnit yang terbentuk dari elektroda yang saling berlawanan arus.

Ketika arus listrik berjalan pada dua elektroda tersebut maka menimbulkan gaya magnet dan bola yang dipenuhi papan tipis dari logam tersebut mulai berputar pada porosnya fenomena ini dinamakan “Gerak Integral Elektro Magno-Dinamika”. Gerak ini pada substansinya menjadi aktivitas perputaran Bumi pada porosnya. 

Pada tingkat realita di alam ini, daya Matahari merupakan “kekuatan penggerak” yang bisa melahirkan area magnet yang bisa mendorong Bumi untuk berputar pada porosnya.

Kemudian gerak perputaran Bumi ini dalam hal cepat atau lambatnya seiring dengan daya insensitas daya  Matahari  Atas dasar ini pula posisi dan arah kutub utara bergantung.
 
Telah diadakan penelitian bahwa kutub magnet Bumi hingga tahun 1970 bergerak dengan kecepatan tidak lebih dari 10 km dalam setahun, akan tetapi pada tahun - tahun terakhir ini kecepatan tersebut bertambah hingga 40 km dalam setahun.

Bahkan pada tahun 2001 kutub magnet Bumi bergeser dari tempatnya hingga mencapai jarak 200 km dalam sekali gerak.

Ini berarti Bumi dengan pengaruh daya magnet tersebut mengakibatkan dua kutub magnet bergantian tempat. Artinya bahwa “gerak” perputaran Bumi akan mengarah pada arah yang berlawanan.

Ketika itu Matahari  akan terbit ( keluar ) dari Barat !!! Ilmu pengetahuan dan informasi seperti ini tidak didapati Demitri dalam buku - buku atau didengar dari manapun, akan tetapi ia memperoleh kesimpulan tersebut dari hasil riset dan percobaan serta penelitian.
 
Ketika ia menelaah kitab - kitab samawi lintas agama, ia tidak mendapatkan satupun petunjuk kepada informasi tersebut selain dari Islam.

Ia mendapati informasi tersebut dari sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Huarirah, bahwasanya Rasulullah Saw bersabda, ”Siapa yang bertaubat sebelum Matahari terbit dari Barat, maka Allah akan menerima Taubatnya.” ( dari kitab Islam wa Qishshah ).  Tribunnews
Read More
42 comments

Inilah 5 Gunung Yang Bisa Didaki Dalam Satu Hari

Mendaki gunung adalah sebuah kegiatan yang banyak juga disukai oleh kaum pelajar atau juga kaum pekerja yang sering sulit memiliki waktu luang yang banyak. Tetapi jangan khawatir, ada gunung yang bisa didaki dalam waktu singkat. Cocok untuk kegiatan di akhir pekan. Ayo packing dan dakilah gunung!

www.belantaraindonesia.org

Setidaknya ada 5 gunung yang bisa didaki dan tidak membutuhkan waktu lama, cukup sehari saja untuk mencapai puncaknya. Dikumpulkan dari berbagai sumber, inilah 5 gunung yang bisa didaki dalam satu hari.

1. Gunung Prau
Destinasi pertama adalah Gunung Prau yang ada di Wonosobo, Jawa Tengah. Gunung ini termasuk cocok untuk para pelajar, yang notabene belum berpengalaman. Cukup dengan perjalanan 3 - 4 jam, Anda sudah sampai ke puncak untuk menikmati pemandangan yang dijamin spektakuler!

www.belantaraindonesia.org
Prau pendakigunung.org
Untuk mendaki Gunung Prau, setidaknya ada 3 jalur yang bisa Anda lewati. Jalur tersebut antara lain, jalur Patak Banteng, Dieng Wetan dan Kalilembu. Tinggal pilih mau jalur yang mana. Walaupun perjalanan agak sedikit terjal, namun semuanya tetap seru! Apalagi mendakinya bersama teman - teman sepermainan.

Gunung Prau ini semakin jadi pilihan bagi para pecinta alam, yang didominasi anak - anak muda untuk berakhir pekan. Jadi jangan heran ketika mendaki Gunung Prau, ketemunya anak muda yang usianya sebaya juga. Tunggu apalagi? Ayo daki Gunung Prau!

2. Gunung Bromo
Siapa yang tidak kenal Bromo? Destinasi satu ini memang untuk semua umur. Namun lihatlah di sekitar, di sini Anda akan dengan mudah menemui anak muda lalu lalang karena Bromo memang cocok banget untuk anak muda!

www.belantaraindonesia.org
Bromo Wikipedia
Momen yang paling dinanti saat berada di Bromo tentu saja menanti munculnya sang Golden Sunrise dengan latar belakang Gunung Batok dan lautan pasir. Pemandangannya dijamin spektakuler!

Selain menikmati pemandangan, biasanya anak muda akan menjelajahi lautan pasir dengan menyewa mobil offroad. Atau bisa juga menyewa kuda untuk berkeliling sekitar area. Kapan lagi naik kuda di Bromo?

3. Gunung Papandayan
Gunung berikutnya tentu saja Gunung Papandayan. Tak lengkap rasanya jika menyebut gunung khusus anak muda tanpa menyebut Gunung Papandayan. Gunung ini sedang eksis di kalangan anak muda karena cukup mudah untuk didaki dan pemandangannya indah.

www.belantaraindonesia.org
Papandayan untung09
Ada Hutan Mati, Tegal Alun dengan padang Edelweissnya, serta Pondok Saladah sebagai kemping ground favorit para pendaki. Semuanya bisa Anda nikmati jika sedang mendaki Gunung Papandayan.

Dengan ketinggian hanya 2.665 Mdpl, Anda bisa mendaki Papandayan hanya dalam waktu sehari saja. Jika ke sini, jangan lupa siapkan waktu di akhir pekan dan ajaklah teman - teman terdekat untuk menikmati Papandayan bersama.

4. Gunung Sindoro
Gunung keempat ada di Jawa Tengah, tepatnya di Temanggung berbatasan dengan Magelang dan Wonosobo. Namanya Gunung Sindoro. Saudara kembar dari Gunung Sumbing ini memang menawarkan pemandangan yang indahnya tak terbantahkan.

www.belantaraindonesia.org
Sindoro TickTab
Anda bisa melihat sunrise dari puncak dengan latar belakang gunung lain, seperti Sumbing, Merbabu hingga Gunung Merapi di Yogyakarta pun bisa terlihat dari sini, jika cuaca sedang cerah.

Setelah selesai mendaki Sindoro, Anda bisa manfaatkan waktu tersisa untuk menuju ke Yogyakarta atau Semarang karena jaraknya dekat.

5. Gunung Cikuray
Gunung terakhir adalah Gunung Cikuray yang berlokasi di Garut, Jawa Barat. Gunung ini memiliki ketinggian 2.821 Mdpl. Memang bukan tergolong gunung yang tinggi, namun Cikuray ini kecil - kecil cabe rawit.

www.belantaraindonesia.org
Cikuray www.telusurindonesia.com
Meskipun tidak terlalu tinggi, tetapi Gunung Cikuray banyak diminati pendaki karena memang memiliki tantangan lebih. Tak salah jika pendaki Cikuray rata - rata anak muda berusia di bawah 30 tahun. Anak muda memang suka tantangan!

Perjalanan agak terjal itu sebanding dengan pemandangan yang nantinya bisa Anda nikmati di Puncak Cikuray. Konon katanya, sunrise di Cikuray ini paling indah di antara jajaran gunung lain di daerah Jawa Barat. Seperti negeri di atas awan! Anda harus coba sendiri mendaki Cikuray untuk membuktikan kebenarannya. Tertarik?  src
Mendaki gunung adalah sebuah kegiatan yang banyak juga disukai oleh kaum pelajar atau juga kaum pekerja yang sering sulit memiliki waktu luang yang banyak. Tetapi jangan khawatir, ada gunung yang bisa didaki dalam waktu singkat. Cocok untuk kegiatan di akhir pekan. Ayo packing dan dakilah gunung!

www.belantaraindonesia.org

Setidaknya ada 5 gunung yang bisa didaki dan tidak membutuhkan waktu lama, cukup sehari saja untuk mencapai puncaknya. Dikumpulkan dari berbagai sumber, inilah 5 gunung yang bisa didaki dalam satu hari.

1. Gunung Prau
Destinasi pertama adalah Gunung Prau yang ada di Wonosobo, Jawa Tengah. Gunung ini termasuk cocok untuk para pelajar, yang notabene belum berpengalaman. Cukup dengan perjalanan 3 - 4 jam, Anda sudah sampai ke puncak untuk menikmati pemandangan yang dijamin spektakuler!

www.belantaraindonesia.org
Prau pendakigunung.org
Untuk mendaki Gunung Prau, setidaknya ada 3 jalur yang bisa Anda lewati. Jalur tersebut antara lain, jalur Patak Banteng, Dieng Wetan dan Kalilembu. Tinggal pilih mau jalur yang mana. Walaupun perjalanan agak sedikit terjal, namun semuanya tetap seru! Apalagi mendakinya bersama teman - teman sepermainan.

Gunung Prau ini semakin jadi pilihan bagi para pecinta alam, yang didominasi anak - anak muda untuk berakhir pekan. Jadi jangan heran ketika mendaki Gunung Prau, ketemunya anak muda yang usianya sebaya juga. Tunggu apalagi? Ayo daki Gunung Prau!

2. Gunung Bromo
Siapa yang tidak kenal Bromo? Destinasi satu ini memang untuk semua umur. Namun lihatlah di sekitar, di sini Anda akan dengan mudah menemui anak muda lalu lalang karena Bromo memang cocok banget untuk anak muda!

www.belantaraindonesia.org
Bromo Wikipedia
Momen yang paling dinanti saat berada di Bromo tentu saja menanti munculnya sang Golden Sunrise dengan latar belakang Gunung Batok dan lautan pasir. Pemandangannya dijamin spektakuler!

Selain menikmati pemandangan, biasanya anak muda akan menjelajahi lautan pasir dengan menyewa mobil offroad. Atau bisa juga menyewa kuda untuk berkeliling sekitar area. Kapan lagi naik kuda di Bromo?

3. Gunung Papandayan
Gunung berikutnya tentu saja Gunung Papandayan. Tak lengkap rasanya jika menyebut gunung khusus anak muda tanpa menyebut Gunung Papandayan. Gunung ini sedang eksis di kalangan anak muda karena cukup mudah untuk didaki dan pemandangannya indah.

www.belantaraindonesia.org
Papandayan untung09
Ada Hutan Mati, Tegal Alun dengan padang Edelweissnya, serta Pondok Saladah sebagai kemping ground favorit para pendaki. Semuanya bisa Anda nikmati jika sedang mendaki Gunung Papandayan.

Dengan ketinggian hanya 2.665 Mdpl, Anda bisa mendaki Papandayan hanya dalam waktu sehari saja. Jika ke sini, jangan lupa siapkan waktu di akhir pekan dan ajaklah teman - teman terdekat untuk menikmati Papandayan bersama.

4. Gunung Sindoro
Gunung keempat ada di Jawa Tengah, tepatnya di Temanggung berbatasan dengan Magelang dan Wonosobo. Namanya Gunung Sindoro. Saudara kembar dari Gunung Sumbing ini memang menawarkan pemandangan yang indahnya tak terbantahkan.

www.belantaraindonesia.org
Sindoro TickTab
Anda bisa melihat sunrise dari puncak dengan latar belakang gunung lain, seperti Sumbing, Merbabu hingga Gunung Merapi di Yogyakarta pun bisa terlihat dari sini, jika cuaca sedang cerah.

Setelah selesai mendaki Sindoro, Anda bisa manfaatkan waktu tersisa untuk menuju ke Yogyakarta atau Semarang karena jaraknya dekat.

5. Gunung Cikuray
Gunung terakhir adalah Gunung Cikuray yang berlokasi di Garut, Jawa Barat. Gunung ini memiliki ketinggian 2.821 Mdpl. Memang bukan tergolong gunung yang tinggi, namun Cikuray ini kecil - kecil cabe rawit.

www.belantaraindonesia.org
Cikuray www.telusurindonesia.com
Meskipun tidak terlalu tinggi, tetapi Gunung Cikuray banyak diminati pendaki karena memang memiliki tantangan lebih. Tak salah jika pendaki Cikuray rata - rata anak muda berusia di bawah 30 tahun. Anak muda memang suka tantangan!

Perjalanan agak terjal itu sebanding dengan pemandangan yang nantinya bisa Anda nikmati di Puncak Cikuray. Konon katanya, sunrise di Cikuray ini paling indah di antara jajaran gunung lain di daerah Jawa Barat. Seperti negeri di atas awan! Anda harus coba sendiri mendaki Cikuray untuk membuktikan kebenarannya. Tertarik?  src
Read More
68 comments

Dua Surga Tersembunyi Di Kaki Gunung Ungaran

Pesona di kaki Gunung Ungaran masih sangat alami hingga membuat banyak wisatawan yang datang berbondong - bondong mengunjungi tempat ini. Ya, kawasan yang masih segar membuat daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk lebih dekat dengan alam. Anda pendaki gunung? Tak ada salah apabila setelah turun dari mendaki Gunung Ungaran untuk mampir di tempat ini.

www.belantaraindonesia.org
Curug Benowo Kompas
Di mata kaki Gunung Ungaran bagian barat, dua objek wisata alam hadir dan memanjakan mata. Ada dua wisata air terjun. Warga menamakan dua tempat itu: Curug Benowo dan Curug Lawe. Baik Curug Benowo dan Lawe bertempat di Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.

Perlu waktu satu jam perjalanan dari Kota Semarang untuk melihat keindahan alam ini. Namun tempat wisata ini tergolong mudah ditemukan.

Sebelum anda masuk, Anda bisa melewati Kecamatan Gunung Pati, atau arah Kota Semarang bagian Selatan. Petunjuk arah Curug Lawe sudah menanti jika sudah mulai masuk ke arah gunung. Anda tak akan bosan melihat pemandangan alam sepanjang perjalanan. Para pedagang durian dan rambutan berjejer menawarkan dagangannya. Pun, Kota Semarang mulai terlihat ketika mulai sampai di titik pendakian.

Setelah masuk di area pintu masuk curug, tiket masuk untuk dua wisata itu hanya Rp 4.000. Tarif yang relatif murah itu bukan berarti tempat wisata yang ada tidak bagus. Justru, wisata yang relatif murah inilah yang menandakan objek wisata ini masih belum dibangun infrastrukturnya—atau dilirik pemerintah setempat.

Sebelum masuk ke lokasi, sebaiknya Anda membawa bekal tersendiri. Pasalnya, beban berat menanti. Jarak Curug Lawe - Benowo dari pintu masuk sangat jauh, dan hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Tidak ada tumpangan, dan Anda harus masuk berjalan kaki menyusuri hutan yang penuh dengan semak belukar, pepohonan, jalan yang naik - turun bebatuan. Kira - kira satu hingga dua jam perjalanan dari pintu masuk jika jalan Anda cepat.

www.belantaraindonesia.org
Curug Lawe berwisata.info
Ketika jalan kaki, Anda juga harus berkonsentrasi penuh. Jalan setapak yang menyusur ke bawah hanya cukup untuk satu orang secara bergantian. Lebar jalan yang kurang dari satu meter mengharuskan Anda untuk hati - hati, lantaran di sekeliling jalan ada jurang yang menanti. Meski begitu, jalur itu aman untuk dilalui.

Setelah jalur itu selesai, Anda akan melewati jalan di atas bukit yang terbuat dari Baja yang di bawahnya dilapisi dengan kayu. Jalur itu kerap digunakan wisatawan untuk berfoto ria. Anda harus bersiap karena jalur yang dilalui banyak bebatuan, berkelok dan panjang. Anda juga melewati beberapa sungai dalam perjalanan naik turun gunung itu.

Setelah berjalan panjang, rasa lelah anda akan terbayarkan dengan pemandangan luar biasa dari air terjun yang ada di balik gunung. Baik Curug Lawe maupun Curug Benowo menawarkan panorama luar biasa, yang semuanya membuat Anda akan berlama - lama di sana.

Setelah sampai di Curug Benowo, ternyata ada ratusan warga yang mengantre melihat dua surga tersembunyi di bilik gunung Ungaran itu. Ketika sampai di Curug Benowo, pemandangan akan terasa beda.

Corak air tejun mengalir dari atas tebing setinggi kurang lebih 30 meter. Air yang meluncur ke bawah terlihat begitu indah, karena cucuran air terselip di tengah tebing lain yang sama - sama tinggi menjulang.

Sementara menuju Curug Benowo, kondisi lebih alami. Rimbunnya pepohonan memaksa sinar Matahari tertahan di atas pohon. Kondisi di sekitar Curug Lawe seperti fajar, tapi sangat ramai wisatawan.

Corak air tejun terlihat lebih lebar dan mencucur deras dari atas tebing. Beberapa mata air juga mencucur deras di tebing sekitarnya. Arus air terjun lebih lebat dari Curug Benowo. Tempat ini lebih ramai pengunjung, lantaran aksesnya lebih mudah.

Ratusan wisatawan pun mengabadikan diri dengan latar air terjun. Meski ponsel dan kamera terkena embusan debu air, hal tersebut tidak menyurutkan minat mereka untuk berfoto ria. Sebagian lain memberanikan diri berbasah - basahan dengan mata air dingin itu.  NG
Pesona di kaki Gunung Ungaran masih sangat alami hingga membuat banyak wisatawan yang datang berbondong - bondong mengunjungi tempat ini. Ya, kawasan yang masih segar membuat daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk lebih dekat dengan alam. Anda pendaki gunung? Tak ada salah apabila setelah turun dari mendaki Gunung Ungaran untuk mampir di tempat ini.

www.belantaraindonesia.org
Curug Benowo Kompas
Di mata kaki Gunung Ungaran bagian barat, dua objek wisata alam hadir dan memanjakan mata. Ada dua wisata air terjun. Warga menamakan dua tempat itu: Curug Benowo dan Curug Lawe. Baik Curug Benowo dan Lawe bertempat di Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.

Perlu waktu satu jam perjalanan dari Kota Semarang untuk melihat keindahan alam ini. Namun tempat wisata ini tergolong mudah ditemukan.

Sebelum anda masuk, Anda bisa melewati Kecamatan Gunung Pati, atau arah Kota Semarang bagian Selatan. Petunjuk arah Curug Lawe sudah menanti jika sudah mulai masuk ke arah gunung. Anda tak akan bosan melihat pemandangan alam sepanjang perjalanan. Para pedagang durian dan rambutan berjejer menawarkan dagangannya. Pun, Kota Semarang mulai terlihat ketika mulai sampai di titik pendakian.

Setelah masuk di area pintu masuk curug, tiket masuk untuk dua wisata itu hanya Rp 4.000. Tarif yang relatif murah itu bukan berarti tempat wisata yang ada tidak bagus. Justru, wisata yang relatif murah inilah yang menandakan objek wisata ini masih belum dibangun infrastrukturnya—atau dilirik pemerintah setempat.

Sebelum masuk ke lokasi, sebaiknya Anda membawa bekal tersendiri. Pasalnya, beban berat menanti. Jarak Curug Lawe - Benowo dari pintu masuk sangat jauh, dan hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Tidak ada tumpangan, dan Anda harus masuk berjalan kaki menyusuri hutan yang penuh dengan semak belukar, pepohonan, jalan yang naik - turun bebatuan. Kira - kira satu hingga dua jam perjalanan dari pintu masuk jika jalan Anda cepat.

www.belantaraindonesia.org
Curug Lawe berwisata.info
Ketika jalan kaki, Anda juga harus berkonsentrasi penuh. Jalan setapak yang menyusur ke bawah hanya cukup untuk satu orang secara bergantian. Lebar jalan yang kurang dari satu meter mengharuskan Anda untuk hati - hati, lantaran di sekeliling jalan ada jurang yang menanti. Meski begitu, jalur itu aman untuk dilalui.

Setelah jalur itu selesai, Anda akan melewati jalan di atas bukit yang terbuat dari Baja yang di bawahnya dilapisi dengan kayu. Jalur itu kerap digunakan wisatawan untuk berfoto ria. Anda harus bersiap karena jalur yang dilalui banyak bebatuan, berkelok dan panjang. Anda juga melewati beberapa sungai dalam perjalanan naik turun gunung itu.

Setelah berjalan panjang, rasa lelah anda akan terbayarkan dengan pemandangan luar biasa dari air terjun yang ada di balik gunung. Baik Curug Lawe maupun Curug Benowo menawarkan panorama luar biasa, yang semuanya membuat Anda akan berlama - lama di sana.

Setelah sampai di Curug Benowo, ternyata ada ratusan warga yang mengantre melihat dua surga tersembunyi di bilik gunung Ungaran itu. Ketika sampai di Curug Benowo, pemandangan akan terasa beda.

Corak air tejun mengalir dari atas tebing setinggi kurang lebih 30 meter. Air yang meluncur ke bawah terlihat begitu indah, karena cucuran air terselip di tengah tebing lain yang sama - sama tinggi menjulang.

Sementara menuju Curug Benowo, kondisi lebih alami. Rimbunnya pepohonan memaksa sinar Matahari tertahan di atas pohon. Kondisi di sekitar Curug Lawe seperti fajar, tapi sangat ramai wisatawan.

Corak air tejun terlihat lebih lebar dan mencucur deras dari atas tebing. Beberapa mata air juga mencucur deras di tebing sekitarnya. Arus air terjun lebih lebat dari Curug Benowo. Tempat ini lebih ramai pengunjung, lantaran aksesnya lebih mudah.

Ratusan wisatawan pun mengabadikan diri dengan latar air terjun. Meski ponsel dan kamera terkena embusan debu air, hal tersebut tidak menyurutkan minat mereka untuk berfoto ria. Sebagian lain memberanikan diri berbasah - basahan dengan mata air dingin itu.  NG
Read More
26 comments

Inilah Elang Jawa, Wajah Asli Garuda Indonesia

Jika ada spesies burung yang disebut - sebut menjadi inspirasi dari lambang negara Indonesia maka Elang jawa ( Nisaetus bartelsi ) atau javan hawk - eagle merupakan sosok paling meyakinkan dari Sang Garuda. Sosoknya yang gagah dengan jambul panjang di bagian belakang kepala membuat Elang jawa kerap diidentikkan dengan Garuda.

www.belantaraindonesia.org

Dalam Kitab Adiparwa diceritakan bahwa Garuda merupakan burung gagah berani yang dijadikan kendaraan sekaligus lambang panji - janji Dewa Wisnu.

Burung ini berdiam di surga, setelah misinya membebaskan ibunya dari perbudakan para naga selesai. Dalam cerita budaya Indonesia, Garuda diperkirakan mulai menjadi mitologi sejak abad ke - 10 Masehi. Sedangkan Presiden Soekarno memperkenalkan pertama kalinya kepada khalayak sebagai lambang negara pada 15 Februari 1950 di Hotel Des Indes Jakarta.

Dalam buku "Bung Hatta Menjawab" diungkapkan bahwa awal terpilihnya garuda sebagai lambang negara dilakukan melalui sayembara. Kala itu, terpilih dua karya terbaik dari Sultan Hamid II dan Mohammad Yamin. Namun pada akhirnya, Pemerintah dan DPR memilih karya Sultan Hamid II.

Meski telah terpilih, sketsa Garuda karya Sultan Hamid II terus disempurnakan. Bersama Soekarno dan Mohammad Hatta, pita merah yang awalnya dicengkeram Garuda diganti dengan putih dan ditambahkan kata "Bhinneka Tunggal Ika".

AG Pringgodigdo dalam buku "Sekitar Pancasila" menyebutkan bahwa rancangan Sultan Hamid II akhirnya diresmikan pemakaiannya dalam Sidang Kabinet RIS pada 11 Februari 1950. Selanjutnya, Soekarno memperkenalkan kepada khalayak pada 15 Februari 1950 di Hotel Des Indes Jakarta.

Tak Lagi Seperti Dalam Kenyataannya
Namun, berbeda dengan Garuda yang disanjung - sanjung dan menjadi lambang negara, nasib Elang jawa justru miris. Burung endemis Jawa ini masuk dalam kategori terancam punah dengan status Genting ( endangered ). Menurut data BirdLife International saat ini populasi Elang jawa di alam diperkirakan hanya tersisa sekitar 300 – 500 individu dewasa.

Salah satu penyebabnya adalah makin menyusutnya luasan hutan alami di Jawa. Sebagai pulau dengan populasi penduduk terpadat di dunia, kebutuhan lahan untuk permukiman dan pertanian makin meningkat dari tahun ke tahun. Akibatnya, banyak hutan yang dibuka dan dialihfungsikan menjadi lahan pertanian maupun permukiman. Saat ini, hutan alami yang tersisa di Jawa diperkirakan hanya tersisa 10 persen.

Alihfungsi hutan itu membuat anggota suku Accipitridae ini terdesak dan sebagian besar hanya tersisa di hutan - hutan pegunungan. Maklum, Elang berbulu dominan cokelat gelap itu sangat tergantung dengan keberadaan hutan, baik hutan alami maupun daerah berhutan terbuka yang dekat dengan hutan primer.

Elang jawa juga memanfaatkan hutan sekunder untuk berburu. Burung pemangsa ini biasanya berburu dengan terbang di dekat kanopi pohon atau bertengger di pohon dan menunggu mangsa yang lewat.

Tak hanya habitatnya yang dirusak, Elang jawa juga kerap ditangkap dan diperjualbelikan sebagai satwa peliharaan. Padahal Elang jawa merupakan burung yang dilindungi Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, serta diperkuat lewat Kepres No. 4 / 1993 Tentang Satwa dan Bunga Nasional. Jenis ini juga termasuk salah satu dari 14 satwa prioritas untuk diselamatkan berdasar SK Dirjen PHKA Nomor 132 / 2011.

Jika perdagangan dan alih fungsi hutan tidak dihentikan, maka bukan tidak mungkin suatu saat nanti Elang jawa hanya dapat dilihat dalam bentuk gambar atau foto atau hanya dikenang sebagai burung yang identik dengan simbol negara, Garuda.  NG
Jika ada spesies burung yang disebut - sebut menjadi inspirasi dari lambang negara Indonesia maka Elang jawa ( Nisaetus bartelsi ) atau javan hawk - eagle merupakan sosok paling meyakinkan dari Sang Garuda. Sosoknya yang gagah dengan jambul panjang di bagian belakang kepala membuat Elang jawa kerap diidentikkan dengan Garuda.

www.belantaraindonesia.org

Dalam Kitab Adiparwa diceritakan bahwa Garuda merupakan burung gagah berani yang dijadikan kendaraan sekaligus lambang panji - janji Dewa Wisnu.

Burung ini berdiam di surga, setelah misinya membebaskan ibunya dari perbudakan para naga selesai. Dalam cerita budaya Indonesia, Garuda diperkirakan mulai menjadi mitologi sejak abad ke - 10 Masehi. Sedangkan Presiden Soekarno memperkenalkan pertama kalinya kepada khalayak sebagai lambang negara pada 15 Februari 1950 di Hotel Des Indes Jakarta.

Dalam buku "Bung Hatta Menjawab" diungkapkan bahwa awal terpilihnya garuda sebagai lambang negara dilakukan melalui sayembara. Kala itu, terpilih dua karya terbaik dari Sultan Hamid II dan Mohammad Yamin. Namun pada akhirnya, Pemerintah dan DPR memilih karya Sultan Hamid II.

Meski telah terpilih, sketsa Garuda karya Sultan Hamid II terus disempurnakan. Bersama Soekarno dan Mohammad Hatta, pita merah yang awalnya dicengkeram Garuda diganti dengan putih dan ditambahkan kata "Bhinneka Tunggal Ika".

AG Pringgodigdo dalam buku "Sekitar Pancasila" menyebutkan bahwa rancangan Sultan Hamid II akhirnya diresmikan pemakaiannya dalam Sidang Kabinet RIS pada 11 Februari 1950. Selanjutnya, Soekarno memperkenalkan kepada khalayak pada 15 Februari 1950 di Hotel Des Indes Jakarta.

Tak Lagi Seperti Dalam Kenyataannya
Namun, berbeda dengan Garuda yang disanjung - sanjung dan menjadi lambang negara, nasib Elang jawa justru miris. Burung endemis Jawa ini masuk dalam kategori terancam punah dengan status Genting ( endangered ). Menurut data BirdLife International saat ini populasi Elang jawa di alam diperkirakan hanya tersisa sekitar 300 – 500 individu dewasa.

Salah satu penyebabnya adalah makin menyusutnya luasan hutan alami di Jawa. Sebagai pulau dengan populasi penduduk terpadat di dunia, kebutuhan lahan untuk permukiman dan pertanian makin meningkat dari tahun ke tahun. Akibatnya, banyak hutan yang dibuka dan dialihfungsikan menjadi lahan pertanian maupun permukiman. Saat ini, hutan alami yang tersisa di Jawa diperkirakan hanya tersisa 10 persen.

Alihfungsi hutan itu membuat anggota suku Accipitridae ini terdesak dan sebagian besar hanya tersisa di hutan - hutan pegunungan. Maklum, Elang berbulu dominan cokelat gelap itu sangat tergantung dengan keberadaan hutan, baik hutan alami maupun daerah berhutan terbuka yang dekat dengan hutan primer.

Elang jawa juga memanfaatkan hutan sekunder untuk berburu. Burung pemangsa ini biasanya berburu dengan terbang di dekat kanopi pohon atau bertengger di pohon dan menunggu mangsa yang lewat.

Tak hanya habitatnya yang dirusak, Elang jawa juga kerap ditangkap dan diperjualbelikan sebagai satwa peliharaan. Padahal Elang jawa merupakan burung yang dilindungi Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, serta diperkuat lewat Kepres No. 4 / 1993 Tentang Satwa dan Bunga Nasional. Jenis ini juga termasuk salah satu dari 14 satwa prioritas untuk diselamatkan berdasar SK Dirjen PHKA Nomor 132 / 2011.

Jika perdagangan dan alih fungsi hutan tidak dihentikan, maka bukan tidak mungkin suatu saat nanti Elang jawa hanya dapat dilihat dalam bentuk gambar atau foto atau hanya dikenang sebagai burung yang identik dengan simbol negara, Garuda.  NG
Read More
37 comments