Subcribe to our RSS feeds Join Us on Facebook Follow us on Twitter Add to Circles
+82221152857 wijayadie@yahoo.com

Yang Mistis Di Gunung Ciremai

Gunung Ciremai merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat dengan ketinggian 3.078 Mdpl yang dapat didaki dari arah timur melalui Linggarjati, dari arah selatan melalui Palutungan dan dari barat melalui Maja ( lewat Apui dan lewat Argalingga ). Akan tetapi Jalur Linggarjati dan jalur Palutungan adalah jalur yang paling banyak dilalui, dan merupakan jalur yang dianjurkan oleh pihak PERHUTANI pengelola kawasan hutan di sekitar Gunung Ciremai.

www.belantaraindonesia.org

Selain akrab dengan dunia pendakian, Gunung Ciremai juga akrab dengan hal berbau mistis. Apa sajakah itu? Berikut ini Yang Mistis Di Gunung Ciremai yang bisa Anda ketahui.

Singgasana Nini Pelet
Konon, Gunung Ciremai dipercaya sebagai singgasana kerajaan Nini Pelet. Menurut kisah dalam buku berjudul: Rahasia Pelet, Nini Pelet ini merupakan tokoh yang memiliki kesaktian hebat, khususnya di bidang percintaan. Dia adalah tokoh yang merebut kitab "Mantra Asmara" ciptaan tokoh sakti bernama Ki Buyut Mangun Tapa.

Salah satu isi dari ajian dalam kitab tersebut adalah ilmu "Jaran Goyang" yang dikenal ampuh mengikat hati lawan jenis. Uniknya, ilmu itu sampai kini masih dipelajari oleh kebanyakan orang, terutama para paranormal.

Air Seni Jangan Menyentuh Tanah
Salah satu mitos yang berkembang soal Gunung Ciremai adalah larangan membuang air seni ke tanah. Biasanya pantangan itu diberitahu oleh kuncen Ciremai kepada para pendaki gunung tertinggi di Jawa Barat itu.

Konon, jika tak dituruti akan mendapat bala. Karenanya, tak jarang banyak dahan dan ranting pohon di jalur pendakian Gunung Ciremai digantungi plastik atau botol plastik yang berisi air seni.

Namun demikian, banyak juga orang yang tak percaya dan tetap buang air seni seperti biasa. Hal itu kembali ke diri masing - masing apakah mau percaya atau tidak.

Batu Lingga Keramat
Di Gunung Ciremai terdapat sejumlah pos atau blok yang dipercaya memiliki aura mistis. Salah satunya adalah blok Batu Lingga.

www.belantaraindonesia.org

Penduduk setempat bahkan sangat mensakralkan tempat itu. Untuk menghindari hal - hal yang tak diinginkan, para pendaki bahkan dilarang menduduki sebuah batu besar atau berbuat yang tak senonoh di tempat itu.

Konon batu - batu di lokasi itu menjadi tempat pertapaan Nini Pelet. Batu itu juga kabarnya pernah menjadi lokasi khutbah salah seorang Wali Songo.

Di dekat Batu Lingga juga terdapat sebuah kenangan seorang pendaki yang meninggal. Kabarnya pendaki itu meninggal dengan aneh di Batu Lingga. Menurut kepercayaan, blok Batu Lingga dijaga oleh dua makhluk halus bernama Aki dan Nini Serentet Buntet.

Sarang Harimau Bermata Satu
Konon kabarnya Gunung Ciremai menjadi sarang harimau bermata satu. Menurut legenda, makhluk itu merupakan tunggangan sekaligus sekutu dari Nini Pelet.

Kabarnya, harimau bermata satu itu tinggal di antara rimbun ranting kering yang menyerupai goa di gunung itu. Dari tempat itu dapat terlihat hamparan langit dan awan yang luas. Tak hanya itu, latar Gunung Slamet pun dapat terlihat jelas dari tempat itu.
Gunung Ciremai merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat dengan ketinggian 3.078 Mdpl yang dapat didaki dari arah timur melalui Linggarjati, dari arah selatan melalui Palutungan dan dari barat melalui Maja ( lewat Apui dan lewat Argalingga ). Akan tetapi Jalur Linggarjati dan jalur Palutungan adalah jalur yang paling banyak dilalui, dan merupakan jalur yang dianjurkan oleh pihak PERHUTANI pengelola kawasan hutan di sekitar Gunung Ciremai.

www.belantaraindonesia.org

Selain akrab dengan dunia pendakian, Gunung Ciremai juga akrab dengan hal berbau mistis. Apa sajakah itu? Berikut ini Yang Mistis Di Gunung Ciremai yang bisa Anda ketahui.

Singgasana Nini Pelet
Konon, Gunung Ciremai dipercaya sebagai singgasana kerajaan Nini Pelet. Menurut kisah dalam buku berjudul: Rahasia Pelet, Nini Pelet ini merupakan tokoh yang memiliki kesaktian hebat, khususnya di bidang percintaan. Dia adalah tokoh yang merebut kitab "Mantra Asmara" ciptaan tokoh sakti bernama Ki Buyut Mangun Tapa.

Salah satu isi dari ajian dalam kitab tersebut adalah ilmu "Jaran Goyang" yang dikenal ampuh mengikat hati lawan jenis. Uniknya, ilmu itu sampai kini masih dipelajari oleh kebanyakan orang, terutama para paranormal.

Air Seni Jangan Menyentuh Tanah
Salah satu mitos yang berkembang soal Gunung Ciremai adalah larangan membuang air seni ke tanah. Biasanya pantangan itu diberitahu oleh kuncen Ciremai kepada para pendaki gunung tertinggi di Jawa Barat itu.

Konon, jika tak dituruti akan mendapat bala. Karenanya, tak jarang banyak dahan dan ranting pohon di jalur pendakian Gunung Ciremai digantungi plastik atau botol plastik yang berisi air seni.

Namun demikian, banyak juga orang yang tak percaya dan tetap buang air seni seperti biasa. Hal itu kembali ke diri masing - masing apakah mau percaya atau tidak.

Batu Lingga Keramat
Di Gunung Ciremai terdapat sejumlah pos atau blok yang dipercaya memiliki aura mistis. Salah satunya adalah blok Batu Lingga.

www.belantaraindonesia.org

Penduduk setempat bahkan sangat mensakralkan tempat itu. Untuk menghindari hal - hal yang tak diinginkan, para pendaki bahkan dilarang menduduki sebuah batu besar atau berbuat yang tak senonoh di tempat itu.

Konon batu - batu di lokasi itu menjadi tempat pertapaan Nini Pelet. Batu itu juga kabarnya pernah menjadi lokasi khutbah salah seorang Wali Songo.

Di dekat Batu Lingga juga terdapat sebuah kenangan seorang pendaki yang meninggal. Kabarnya pendaki itu meninggal dengan aneh di Batu Lingga. Menurut kepercayaan, blok Batu Lingga dijaga oleh dua makhluk halus bernama Aki dan Nini Serentet Buntet.

Sarang Harimau Bermata Satu
Konon kabarnya Gunung Ciremai menjadi sarang harimau bermata satu. Menurut legenda, makhluk itu merupakan tunggangan sekaligus sekutu dari Nini Pelet.

Kabarnya, harimau bermata satu itu tinggal di antara rimbun ranting kering yang menyerupai goa di gunung itu. Dari tempat itu dapat terlihat hamparan langit dan awan yang luas. Tak hanya itu, latar Gunung Slamet pun dapat terlihat jelas dari tempat itu.
Read More
28 comments

Akulah Pendaki Tercepat

Akulah Pendaki Tercepat. Pernah mendengar ungkapan tersebut? Ya, ciri khas para pendaki pemula, apalagi yang masih berusia muda adalah selalu bergerak cepat. Mereka bahkan cenderung selalu tergesa - gesa, menjadikan kegiatan pendakian gunung sebagai lomba lari menuju puncak. Malu menjadi yang belakang karena akan dianggap lemah.

www.belantaraindonesia.org

Karena itu biasanya waktu tempuh ke puncak lebih singkat. Baru setelah perjalanan turun, aneka masalah datang. Kehabisan tenaga, cidera otot hingga kecelakaan dan kehilangan arah menjadi ancaman.

Idealnya, ada seorang Sweeper yang berjalan paling belakang. Biasanya orang ini yang paling kuat dan bisa diandalkan. Tugasnya menyapu seluruh anggota tim. Memastikan tak ada yang keteteran atau tertinggal di belakang.

Namun dalam rombongan pendaki pemula, tak ada yang mau menerima tugas ini. Jadi Sweeper dianggap hina. Menjadi paling pertama sampai puncak dan pertama turun ke kaki gunung jadi tujuan utama.

"Akulah pendaki tercepat. Tanpa sadar kutinggalkan sahabatku yang kelelahan mati di gunung."
Akulah Pendaki Tercepat. Pernah mendengar ungkapan tersebut? Ya, ciri khas para pendaki pemula, apalagi yang masih berusia muda adalah selalu bergerak cepat. Mereka bahkan cenderung selalu tergesa - gesa, menjadikan kegiatan pendakian gunung sebagai lomba lari menuju puncak. Malu menjadi yang belakang karena akan dianggap lemah.

www.belantaraindonesia.org

Karena itu biasanya waktu tempuh ke puncak lebih singkat. Baru setelah perjalanan turun, aneka masalah datang. Kehabisan tenaga, cidera otot hingga kecelakaan dan kehilangan arah menjadi ancaman.

Idealnya, ada seorang Sweeper yang berjalan paling belakang. Biasanya orang ini yang paling kuat dan bisa diandalkan. Tugasnya menyapu seluruh anggota tim. Memastikan tak ada yang keteteran atau tertinggal di belakang.

Namun dalam rombongan pendaki pemula, tak ada yang mau menerima tugas ini. Jadi Sweeper dianggap hina. Menjadi paling pertama sampai puncak dan pertama turun ke kaki gunung jadi tujuan utama.

"Akulah pendaki tercepat. Tanpa sadar kutinggalkan sahabatku yang kelelahan mati di gunung."
Read More
16 comments

Sunrise Bromo Yang Tiada Tanding

Gunung Bromo di Jawa Timur, Indonesia memang memiliki banyak keindahan yang bisa dinikmati kapan saja dan oleh siapa saja. Tetapi apabila ingin menikmati suguhan alam yang tiada tanding, jadilah saksi saat Matahari terbit di Gunung Bromo. Sungguh, Sunrise Bromo memang tiada tanding!

www.belantaraindonesia.org

Ingin melihat salah satu lukisan indah tangan Tuhan di Jawa Timur, datanglah ke Bromo dan nikmati suasana saat Matahari terbit. Ada sensasi tersendiri melihat bola Matahari pelan - pelan muncul dari balik gunung dan awan terasa di depan mata kita. Kemudian langit pun memamerkan keindahan gradasi warna yang membuat kita takjub.

Bromo terletak di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Memiliki keunikan lautan pasir seluas 5.250 hektar di ketinggian 2392 Mdpl. Suhu udara di Gunung Bromo berkisar antara 3 - 20 derajat Celcius. Namun bisa beberapa derajat di bawah nol selama musim kemarau. Jadi tentu saja siapkan pakaian yang cocok untuk dibawa di tempat dingin.

Ada banyak akses untuk menuju Bromo. Dari Malang atau Surabaya, Anda bisa memilih jalur akses dari Probolinggo atau Pasuruan. Akses kendaraan umum pun mudah didapat di sana. Berikut beberapa pilihan rute menuju Bromo.

Probolinggo - Tongas - Sukapura - Ngadisari - Cemorolawang - Gunung Bromo, dengan lama perjalanan kurang lebih 2 jam. Jika Anda dari Pasuruan, bisa langsung ke Purwodadi - Wonokitri - Gunung Bromo, dengan lama perjalanan kurang lebih 2,5 jam.

Sebaiknya Anda sampai di Gunung Bromo ketika malam hari dan menyempatkan menginap satu malam di hotel atau villa yang banyak disediakan di sana dengan harga terjangkau. Siapkan fisik yang kuat karena dini hari Anda harus menempuh pendakian sebelum menikmati keindahan Matahari terbit dan lautan pasir Bromo.

www.belantaraindonesia.org

Untuk lebih mudah, Anda bisa menyewa dulu mobil jeep seharga Rp 300 - 400 ribu dengan kapasitas penumpang maksimal 7 orang. Saat dini hari sekitar pukul 3 pagi, sopir akan menjemput di villa atau hotel untuk mengantar Anda ke pendakian.

Setelah sampai di pendakian, Anda harus berjalan kaki sekitar 30 menit untuk sampai di puncak. Jika lelah, bisa juga menyewa jasa kuda seharga Rp 100 ribu untuk pulang pergi.

Dari puncak tersebut, Anda akan disuguhi pemandangan yang luar biasa. Rasa lelah setelah berjalan kaki mendaki pun hilang seketika dengan pemandangan lautan pasir di depan dan awan yang serasa ada di bawah mata. Sesekali Anda pun bisa merasakan menyentuh awan yang terasa dingin ketika digenggam.

Dan ketika Matahari mulai memunculkan diri, matapun serasa tidak mau dikedipkan melihat sebuah bola besar perlahan muncul naik dengan warna keemasannya. Langit sekitar pun mulai berubah warna menjadi oranye.

Pantulan sinar di lautan pasir pun menambah keindahan pemandangan. Dan jangan heran jika saat Matahari mulai naik, akan banyak terdengar riuh tepuk tangan dari pendaki lain.

Puas menikmati sunrise, Anda bisa memilih langsung pulang atau menjelajahi lautan pasir dengan jeep. Serta, sejenak menikmati keindahan karya Tuhan ini akan selalu terekam di memori Anda.
Gunung Bromo di Jawa Timur, Indonesia memang memiliki banyak keindahan yang bisa dinikmati kapan saja dan oleh siapa saja. Tetapi apabila ingin menikmati suguhan alam yang tiada tanding, jadilah saksi saat Matahari terbit di Gunung Bromo. Sungguh, Sunrise Bromo memang tiada tanding!

www.belantaraindonesia.org

Ingin melihat salah satu lukisan indah tangan Tuhan di Jawa Timur, datanglah ke Bromo dan nikmati suasana saat Matahari terbit. Ada sensasi tersendiri melihat bola Matahari pelan - pelan muncul dari balik gunung dan awan terasa di depan mata kita. Kemudian langit pun memamerkan keindahan gradasi warna yang membuat kita takjub.

Bromo terletak di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Memiliki keunikan lautan pasir seluas 5.250 hektar di ketinggian 2392 Mdpl. Suhu udara di Gunung Bromo berkisar antara 3 - 20 derajat Celcius. Namun bisa beberapa derajat di bawah nol selama musim kemarau. Jadi tentu saja siapkan pakaian yang cocok untuk dibawa di tempat dingin.

Ada banyak akses untuk menuju Bromo. Dari Malang atau Surabaya, Anda bisa memilih jalur akses dari Probolinggo atau Pasuruan. Akses kendaraan umum pun mudah didapat di sana. Berikut beberapa pilihan rute menuju Bromo.

Probolinggo - Tongas - Sukapura - Ngadisari - Cemorolawang - Gunung Bromo, dengan lama perjalanan kurang lebih 2 jam. Jika Anda dari Pasuruan, bisa langsung ke Purwodadi - Wonokitri - Gunung Bromo, dengan lama perjalanan kurang lebih 2,5 jam.

Sebaiknya Anda sampai di Gunung Bromo ketika malam hari dan menyempatkan menginap satu malam di hotel atau villa yang banyak disediakan di sana dengan harga terjangkau. Siapkan fisik yang kuat karena dini hari Anda harus menempuh pendakian sebelum menikmati keindahan Matahari terbit dan lautan pasir Bromo.

www.belantaraindonesia.org

Untuk lebih mudah, Anda bisa menyewa dulu mobil jeep seharga Rp 300 - 400 ribu dengan kapasitas penumpang maksimal 7 orang. Saat dini hari sekitar pukul 3 pagi, sopir akan menjemput di villa atau hotel untuk mengantar Anda ke pendakian.

Setelah sampai di pendakian, Anda harus berjalan kaki sekitar 30 menit untuk sampai di puncak. Jika lelah, bisa juga menyewa jasa kuda seharga Rp 100 ribu untuk pulang pergi.

Dari puncak tersebut, Anda akan disuguhi pemandangan yang luar biasa. Rasa lelah setelah berjalan kaki mendaki pun hilang seketika dengan pemandangan lautan pasir di depan dan awan yang serasa ada di bawah mata. Sesekali Anda pun bisa merasakan menyentuh awan yang terasa dingin ketika digenggam.

Dan ketika Matahari mulai memunculkan diri, matapun serasa tidak mau dikedipkan melihat sebuah bola besar perlahan muncul naik dengan warna keemasannya. Langit sekitar pun mulai berubah warna menjadi oranye.

Pantulan sinar di lautan pasir pun menambah keindahan pemandangan. Dan jangan heran jika saat Matahari mulai naik, akan banyak terdengar riuh tepuk tangan dari pendaki lain.

Puas menikmati sunrise, Anda bisa memilih langsung pulang atau menjelajahi lautan pasir dengan jeep. Serta, sejenak menikmati keindahan karya Tuhan ini akan selalu terekam di memori Anda.
Read More
14 comments

Inilah 2 Masjid Di Aceh Yang Utuh Walau Di Terjang Tsunami

Tsunami maha dahsyat menghancurkan Aceh 9 tahun yang lalu. Tetapi ada 2 masjid yang tetap kokoh berdiri meskipun tsunami menerjang yaitu Masjid Raya Baiturrahman dan Masjid Rahmatullah. Wisatawan pun mengenang tsunami di tempat ini. Maha perkasanya Sang Pencipta, Allah Swt.

www.belantaraindonesia.org
Masjid Raya Baiturrahman
Bencana tsunami kini menjadi wisata kelam di Aceh dimana wisatawan mengenang bencana paling memilukan itu. Selain pergi ke Museum Tsunami Aceh, wisatawan bisa mendatangi dua masjid dengan kisah yang menakjubkan.

Masjid Raya Baiturrahman adalah masjid kebanggaan warga Aceh. Masjid ini terletak di pusat Kota Banda Aceh. Masjid ini didominasi warna putih dengan tujuh kubah yang besar. Luasnya sendiri mencapai 4 hektar dan mampu menampung 10 ribu jemaah.

www.belantaraindonesia.org
Masjid Rahmatullah
Pemandangan arsitektur yang megah, menjadi hal pertama yang Anda lihat saat berkunjung ke Masjid Raya Baiturrahman. Masjid ini sering disebut sebagai ikonnya Serambi Makkah. Siapa sangka masjid ini menjadi saksi bisu bencana tsunami yang terjadi di Aceh, akhir 2004.

Di masjid inilah, puluhan ribu orang mengungsi dan selamat dari musibah. Bangunan masjidnya pun tak hancur dihempas gelombang tsunami. Tsunami tertahan dengan banyak bangunan di sekitar Masjid Raya Baiturrahman.

Masjid ini pun dikenang sebagai tempat pengungsian. Tanpa keberadaan Masjid Raya Baiturrahman, tidak terbayang bagaimana para korban bencana harus mengungsi kemana di Banda Aceh.

www.belantaraindonesia.org
Foto udara Masjid raya Baiturrahman pasca tsunami yang mengejutkan dunia
Selain Masjid Raya Baiturrahman, ada juga Masjid Rahmatullah di Pantai Lampuuk, yang menjadi saksi bisu ketika gelombang tsunami menerjang kawasan Aceh besar. Masjid ini menjadi satu - satunya bangunan yang masih berdiri kokoh ketika yang lain sudah roboh dibawa gelombang.

Anda mungkin masih ingat sebuah foto pasca tsunami yang membuat heboh sampai ke luar negeri. Itu adalah foto udara tentang kondisi Aceh Besar yang luluh lantak, kecuali hanya sebuah masjid saja. Itulah Masjid Rahmatullah.

Sungguh ajaib memang! Tapi itulah kebesaran Tuhan. Memang, hal ini sulit jika dibayangkan dengan logika. Tapi jika sudah kuasa Tuhan, apapun yang tidak mungkin bisa saja terjadi.

www.belantaraindonesia.org
Foto udara Masjid Rahmatullah pasca tsunami yang mengejutkan dunia
Masjid Rahmatullah ini bisa ditempuh dengan perjalanan sekitar 15 sampai 20 menit saja melalui jalur darat ke Arah jalur Barat, Selatan Aceh. Tepatnya di daerah Lampuuk kawasan wisata Loknga, Aceh Besar.

Di salah satu sudut masjid ini, kita bisa melihat beberapa foto yang dipajang sebagai kenangan akan bencana ssunami dan ada juga beberapa tiang bangunan yang patah diterjang tsunami sengaja dibiarkan sebagai bukti betapa dahsyatnya bencana tsunami saat itu.

Kedua masjid ini menjadi saksi bisu betapa dahsyatnya bencana Tsunami yang melanda Aceh sembilan tahun silam. Selain itu kedua masjid ini juga menjadi bukti betapa agungnya kuasa Tuhan. Para wisatawan yang ingin sekedar mengenang peristiwa itu bisa mengunjungi kedua masjid tersebut.  src
Tsunami maha dahsyat menghancurkan Aceh 9 tahun yang lalu. Tetapi ada 2 masjid yang tetap kokoh berdiri meskipun tsunami menerjang yaitu Masjid Raya Baiturrahman dan Masjid Rahmatullah. Wisatawan pun mengenang tsunami di tempat ini. Maha perkasanya Sang Pencipta, Allah Swt.

www.belantaraindonesia.org
Masjid Raya Baiturrahman
Bencana tsunami kini menjadi wisata kelam di Aceh dimana wisatawan mengenang bencana paling memilukan itu. Selain pergi ke Museum Tsunami Aceh, wisatawan bisa mendatangi dua masjid dengan kisah yang menakjubkan.

Masjid Raya Baiturrahman adalah masjid kebanggaan warga Aceh. Masjid ini terletak di pusat Kota Banda Aceh. Masjid ini didominasi warna putih dengan tujuh kubah yang besar. Luasnya sendiri mencapai 4 hektar dan mampu menampung 10 ribu jemaah.

www.belantaraindonesia.org
Masjid Rahmatullah
Pemandangan arsitektur yang megah, menjadi hal pertama yang Anda lihat saat berkunjung ke Masjid Raya Baiturrahman. Masjid ini sering disebut sebagai ikonnya Serambi Makkah. Siapa sangka masjid ini menjadi saksi bisu bencana tsunami yang terjadi di Aceh, akhir 2004.

Di masjid inilah, puluhan ribu orang mengungsi dan selamat dari musibah. Bangunan masjidnya pun tak hancur dihempas gelombang tsunami. Tsunami tertahan dengan banyak bangunan di sekitar Masjid Raya Baiturrahman.

Masjid ini pun dikenang sebagai tempat pengungsian. Tanpa keberadaan Masjid Raya Baiturrahman, tidak terbayang bagaimana para korban bencana harus mengungsi kemana di Banda Aceh.

www.belantaraindonesia.org
Foto udara Masjid raya Baiturrahman pasca tsunami yang mengejutkan dunia
Selain Masjid Raya Baiturrahman, ada juga Masjid Rahmatullah di Pantai Lampuuk, yang menjadi saksi bisu ketika gelombang tsunami menerjang kawasan Aceh besar. Masjid ini menjadi satu - satunya bangunan yang masih berdiri kokoh ketika yang lain sudah roboh dibawa gelombang.

Anda mungkin masih ingat sebuah foto pasca tsunami yang membuat heboh sampai ke luar negeri. Itu adalah foto udara tentang kondisi Aceh Besar yang luluh lantak, kecuali hanya sebuah masjid saja. Itulah Masjid Rahmatullah.

Sungguh ajaib memang! Tapi itulah kebesaran Tuhan. Memang, hal ini sulit jika dibayangkan dengan logika. Tapi jika sudah kuasa Tuhan, apapun yang tidak mungkin bisa saja terjadi.

www.belantaraindonesia.org
Foto udara Masjid Rahmatullah pasca tsunami yang mengejutkan dunia
Masjid Rahmatullah ini bisa ditempuh dengan perjalanan sekitar 15 sampai 20 menit saja melalui jalur darat ke Arah jalur Barat, Selatan Aceh. Tepatnya di daerah Lampuuk kawasan wisata Loknga, Aceh Besar.

Di salah satu sudut masjid ini, kita bisa melihat beberapa foto yang dipajang sebagai kenangan akan bencana ssunami dan ada juga beberapa tiang bangunan yang patah diterjang tsunami sengaja dibiarkan sebagai bukti betapa dahsyatnya bencana tsunami saat itu.

Kedua masjid ini menjadi saksi bisu betapa dahsyatnya bencana Tsunami yang melanda Aceh sembilan tahun silam. Selain itu kedua masjid ini juga menjadi bukti betapa agungnya kuasa Tuhan. Para wisatawan yang ingin sekedar mengenang peristiwa itu bisa mengunjungi kedua masjid tersebut.  src
Read More
26 comments

Uniknya Bulan Februari

Februari, bulan kedua di tahun Masehi. Apa yang terlintas di benak Anda? Valentine tentu saja. Bulan yang di tunggu pasangan yang sedang jatuh cinta. Mereka menanti cokelat, bunga atau hadiah lainnya dari pasangan mereka. Februari memang identik dengan Valentine, tetapi Valentine hanya pada tanggal 14 saja, bukan sebulan penuh.

www.belantaraindonesia.org

Di bulan Februari masih ada keunikan lain selain Valentine. Keunikan sekaligus keistimewaan yang tidak di miliki bulan lain. Ingin tahu? Ya inilah uniknya bulan Februari.

Merupakan Bulan Baru
Februari itu diambil dari bahasa latin, yaitu Februus, artinya dewa penyucian. Dulu, zaman Romawi kuno, dalam 1 tahun terdapat 10 bulan, karena 61 hari pada musim dingin tidak dimasukkan ke dalam kalender. Akhirnya ada seorang yang mereformasi kalender, yaitu Numa Pompilus. Dia membutuhkan kalender yang bias dijadikan patokan kapan harus diadakan upacara dan tidaknya hanya untuk bertani.

Akhirnya ditambahkanlah bulan baru, yaitu Ianuarius dan Februarius. Ianuarius berjumlah 29 hari, sedangkan Februarius berjumlah 28 hari, jadi total dalam 1 tahun adalah 355 hari. Bulan pertama adalah Martinius dan bulan ke 11 adalah Ianuarius, sedangkan Februarius adalah bulan ke 12.

Pada tahun 45 SM, Julius Caesar mereformasi kalender lagi, Ianuarius menjadi bulan pertama dan Februarius menjadi bulan kedua. Di bulan Januari biasanya diadakan pemilihan konsul, dan di bulan Februarius, konsul yang terpilih dapat diberkati dalam upacara menyambut musim semi yang artinya menyambut hal yang baru.

Jumlah Hari Sedikit
Hanya Februari yang mempunyai hari paling sedikit. Di bulan Januari, Maret, Mei, Juli, Agustus, Oktober, Desember, Anda akan merasakan hari yang panjang, 31 hari. Sedangkan di bulan April, Juni, September, November Anda merasakan 30 hari. Coba Februari, hanya 28 atau 29 hari.

Mau tahu mengapa Februari jumlah harinya sedikit? Dulu, pada zaman Numa Pompilus, Februari berjumlah 28 hari, dan pada zaman Julius Caesar, bulan Februari berjumlah 29 dan 30 hari pada tahun kabisat. Saat Julius Caesar digantikan oleh Kisar Agustus, bangsa Romawi menyebut bulan Agustus dengan sexitilis yang berarti keenam.

Kemudian mereka mengubah namanya menjadi Agustus untuk menghormati pengganti Julius Caesar. Bulan ini dipilih karena Kisar Agustus selalu beruntung di bulan sexitilis. Karena ia tidak mau bulannya memiliki jumlah hari yang lebih pendek dari Julius Caesar, maka ia “mencuri” 1 hari pada bulan Februari dan ini menyebabkan Februari berjumlah 28 hari sedangkan Agustus berjumlah 31 hari.

Tahun Kabisat
Tahu apa yang dimaksud dengan tahun Kabisat? Ya, tahun yang bisa dibagi 4 dan dalam 1 tahun berjumlah 366 hari, bukan 365 hari. Tahun Kabisat ini berpengaruh pada bulan Februari. Biasanya Februari berjumlah 28 hari, namun pada saat tahun Kabisat, Februari berjumlah 29 hari. Jadi, Anda akan merasakan 28 hari di Februari setiap 4 tahun sekali.

Tahun kabisat berawal dari zaman Kekaisaran Romawi ribuan tahun yang lalu. Pada waktu itu pemimpinnya adalah Julius Caesar. Ia gusar sebab penanggalan yang berlaku malah membuat pusing kepala. Bulan Desember misalnya, kadang musim dingin dan kadang tidak. Kemudian, ia memerintahkan ahli perbintangan kerajaan, Sosigenes untuk membuat penanggalan baru. Dia mengatakan bahwa lama Bumi mengitari Matahari adalah 365,25 hari.

Namun, supaya mudah digenapkan menjadi 365 hari. Dan kekurangannya digabung menjadi 1 hari dalam setiap 4 tahun sekali. Lalu, tanggal berapakah yang hanya akan muncul tiap 4 tahun sekali? Ditetapkanlah, 1 hari akan ditambahkan pada bulan Februari setiap tahun Kabisat. Mengapa harus Februari? Karena bulan Februari memiliki jumlah hari yang paling sedikit, yaitu 29 hari. Bila tahun Kabisat tiba, Februari berjumlah 29 hari.

Hak Paten Telepon
Siapa yang tidak tahu Alexander Graham Bell? Dia adalah penemu / yang menciptakan telepon. Ada yang tahu kapan telepon di - hak - patenkan? Di bulan Februari!, tepatnya tanggal 14 Februari . Karena Alexander Graham Bell, dan hari dipatenkannya telepon, kita semua bisa memiliki telepon, sms - an, teleponan, pokonya bisa komunikasi jarak jauh dengan mudah. Dengan adanya telepon, pasangan dapat mencurahkan kasih sayang. Pas dengan momen Valentine.

Penyambung Bumi Dan Surga
Pada zaman Yunani kuno, Iris adalah penyampai pesan dewa - dewa dan personifikasi pelangi ( dalam bahasa Yunani, Iris berarti pelangi ). Iris bertugas sebagai penyambung antara Bumi dan Surga. Itulah sejarah bunga Iris, bunga kelahiran Februari. Sehingga, orang yang lahir di Februari dilambangkan dengan bunga Iris. Kelopak bunga Iris menghadap ke atas melambangkan keyakinan dan kebijaksanaan.

Amethyst
Amethyst adalah batu kelahiran Februari. Jadi orang yang lahir di Februari dilambangkan dengan batu ini. Kedalaman ungunya mengilhami Anda dengan perasaan kesehatan, itu adalah kekuasaan besar batu itu. Amethyst memberikan kekuatan pemakainya dan melindungi terhadap keracunan dari pemakaian berlebihan.

Amethyst adalah batu yang terjangkau, tersedia, dalam berbagai warna, mulai dari lavender untuk ungu kemerahan atau mendalam, dan banyak digunakan dalam perhiasan Amethyst dikatakan untuk rileks dan menenangkan pikiran, meredakan sakit kepala dan membuka pikiran untuk spiritualitas. Hal ini juga membawa keberuntungan dalam perang dan mempromosikan kepercayaan dan persahabatan.
Februari, bulan kedua di tahun Masehi. Apa yang terlintas di benak Anda? Valentine tentu saja. Bulan yang di tunggu pasangan yang sedang jatuh cinta. Mereka menanti cokelat, bunga atau hadiah lainnya dari pasangan mereka. Februari memang identik dengan Valentine, tetapi Valentine hanya pada tanggal 14 saja, bukan sebulan penuh.

www.belantaraindonesia.org

Di bulan Februari masih ada keunikan lain selain Valentine. Keunikan sekaligus keistimewaan yang tidak di miliki bulan lain. Ingin tahu? Ya inilah uniknya bulan Februari.

Merupakan Bulan Baru
Februari itu diambil dari bahasa latin, yaitu Februus, artinya dewa penyucian. Dulu, zaman Romawi kuno, dalam 1 tahun terdapat 10 bulan, karena 61 hari pada musim dingin tidak dimasukkan ke dalam kalender. Akhirnya ada seorang yang mereformasi kalender, yaitu Numa Pompilus. Dia membutuhkan kalender yang bias dijadikan patokan kapan harus diadakan upacara dan tidaknya hanya untuk bertani.

Akhirnya ditambahkanlah bulan baru, yaitu Ianuarius dan Februarius. Ianuarius berjumlah 29 hari, sedangkan Februarius berjumlah 28 hari, jadi total dalam 1 tahun adalah 355 hari. Bulan pertama adalah Martinius dan bulan ke 11 adalah Ianuarius, sedangkan Februarius adalah bulan ke 12.

Pada tahun 45 SM, Julius Caesar mereformasi kalender lagi, Ianuarius menjadi bulan pertama dan Februarius menjadi bulan kedua. Di bulan Januari biasanya diadakan pemilihan konsul, dan di bulan Februarius, konsul yang terpilih dapat diberkati dalam upacara menyambut musim semi yang artinya menyambut hal yang baru.

Jumlah Hari Sedikit
Hanya Februari yang mempunyai hari paling sedikit. Di bulan Januari, Maret, Mei, Juli, Agustus, Oktober, Desember, Anda akan merasakan hari yang panjang, 31 hari. Sedangkan di bulan April, Juni, September, November Anda merasakan 30 hari. Coba Februari, hanya 28 atau 29 hari.

Mau tahu mengapa Februari jumlah harinya sedikit? Dulu, pada zaman Numa Pompilus, Februari berjumlah 28 hari, dan pada zaman Julius Caesar, bulan Februari berjumlah 29 dan 30 hari pada tahun kabisat. Saat Julius Caesar digantikan oleh Kisar Agustus, bangsa Romawi menyebut bulan Agustus dengan sexitilis yang berarti keenam.

Kemudian mereka mengubah namanya menjadi Agustus untuk menghormati pengganti Julius Caesar. Bulan ini dipilih karena Kisar Agustus selalu beruntung di bulan sexitilis. Karena ia tidak mau bulannya memiliki jumlah hari yang lebih pendek dari Julius Caesar, maka ia “mencuri” 1 hari pada bulan Februari dan ini menyebabkan Februari berjumlah 28 hari sedangkan Agustus berjumlah 31 hari.

Tahun Kabisat
Tahu apa yang dimaksud dengan tahun Kabisat? Ya, tahun yang bisa dibagi 4 dan dalam 1 tahun berjumlah 366 hari, bukan 365 hari. Tahun Kabisat ini berpengaruh pada bulan Februari. Biasanya Februari berjumlah 28 hari, namun pada saat tahun Kabisat, Februari berjumlah 29 hari. Jadi, Anda akan merasakan 28 hari di Februari setiap 4 tahun sekali.

Tahun kabisat berawal dari zaman Kekaisaran Romawi ribuan tahun yang lalu. Pada waktu itu pemimpinnya adalah Julius Caesar. Ia gusar sebab penanggalan yang berlaku malah membuat pusing kepala. Bulan Desember misalnya, kadang musim dingin dan kadang tidak. Kemudian, ia memerintahkan ahli perbintangan kerajaan, Sosigenes untuk membuat penanggalan baru. Dia mengatakan bahwa lama Bumi mengitari Matahari adalah 365,25 hari.

Namun, supaya mudah digenapkan menjadi 365 hari. Dan kekurangannya digabung menjadi 1 hari dalam setiap 4 tahun sekali. Lalu, tanggal berapakah yang hanya akan muncul tiap 4 tahun sekali? Ditetapkanlah, 1 hari akan ditambahkan pada bulan Februari setiap tahun Kabisat. Mengapa harus Februari? Karena bulan Februari memiliki jumlah hari yang paling sedikit, yaitu 29 hari. Bila tahun Kabisat tiba, Februari berjumlah 29 hari.

Hak Paten Telepon
Siapa yang tidak tahu Alexander Graham Bell? Dia adalah penemu / yang menciptakan telepon. Ada yang tahu kapan telepon di - hak - patenkan? Di bulan Februari!, tepatnya tanggal 14 Februari . Karena Alexander Graham Bell, dan hari dipatenkannya telepon, kita semua bisa memiliki telepon, sms - an, teleponan, pokonya bisa komunikasi jarak jauh dengan mudah. Dengan adanya telepon, pasangan dapat mencurahkan kasih sayang. Pas dengan momen Valentine.

Penyambung Bumi Dan Surga
Pada zaman Yunani kuno, Iris adalah penyampai pesan dewa - dewa dan personifikasi pelangi ( dalam bahasa Yunani, Iris berarti pelangi ). Iris bertugas sebagai penyambung antara Bumi dan Surga. Itulah sejarah bunga Iris, bunga kelahiran Februari. Sehingga, orang yang lahir di Februari dilambangkan dengan bunga Iris. Kelopak bunga Iris menghadap ke atas melambangkan keyakinan dan kebijaksanaan.

Amethyst
Amethyst adalah batu kelahiran Februari. Jadi orang yang lahir di Februari dilambangkan dengan batu ini. Kedalaman ungunya mengilhami Anda dengan perasaan kesehatan, itu adalah kekuasaan besar batu itu. Amethyst memberikan kekuatan pemakainya dan melindungi terhadap keracunan dari pemakaian berlebihan.

Amethyst adalah batu yang terjangkau, tersedia, dalam berbagai warna, mulai dari lavender untuk ungu kemerahan atau mendalam, dan banyak digunakan dalam perhiasan Amethyst dikatakan untuk rileks dan menenangkan pikiran, meredakan sakit kepala dan membuka pikiran untuk spiritualitas. Hal ini juga membawa keberuntungan dalam perang dan mempromosikan kepercayaan dan persahabatan.
Read More
15 comments

Melacak Jejak Mistis Di Gunung Lawu

Mendaki Gunung Lawu pada umumnya jalur yang biasa dipakai pendaki ada dua yakni Jalur Cemoro Kandang ( Jawa Tengah ) dan Jalur Cemoro Sewu ( Jawa Timur ). Selain kedua jalur utama pendakian tersebut, Gunung Lawu juga masih memiliki jalur alternatif lainnya, yakni Jalur Candi Cetho, Jalur Tahura ( Candi Sukuh ), dan Jalur Jogorogo.

www.belantaraindonesia.org

Gunung Lawu memiliki dua buah Kawah yaitu Kawah Telaga Kuning dan Kawah Telaga Lembung Selayur, juga terdapat tempat - tempat keramat di sekitarnya, diantaranya Sendang Panguripan, Sumur Jolo Tundo, Gua Sigolo - golo, Sendang Drajad, Sendang Macan, Hargo Tumiling, Pasar Dieng, Hargo Dalem, dan Hargo Dumilah

Jalur menuju puncak Gunung Lawu melalui Candi Cetho adalah salah satu jalur yang jarang dipakai oleh para pendaki. Jika ingin mendaki melalui jalur tersebut, tentunya harus menuju Candi Cetho terlebih dahulu yang terletak di daerah Ngargoyoso dengan melewati perkebunan teh Kemuning yang hijau asri.

Untuk menuju puncak Hargo Dumilah dari Jalur Candi Cetho, akan melewati berbagai tempat yang bisa dikatakan memiliki karakteristik budaya yang sangat kental. Di antaranya kita akan melewati komplek Candi Cetho, Puri Saraswati, dan Candi Kethek sebelum memulai jalur pendakian yang sebenarnya. Untuk mencapai Hargo Dalem akan melewati 5 pos terlebih dahulu setelah pendakian yang dimulai dari jalur di belakang Candi Kethek.

Setelah Pos 4 akan melewati jalur pendakian yang lewat di antara 2 pohon cemara yang cukup besar yang dikenal dengan Cemoro Kembar. Konon Cemoro Kembar tersebut adalah gerbang gaib kerajaan makhluk astral yang ada di Gunung Lawu. Kemudian pada Pos 5 akan ditemui sabana - sabana yang sangat indah yang tidak akan ditemui pada jalur pendakian Gunung Lawu yang lainnya.

www.belantaraindonesia.org
Bulak Peperangan
Sabana tersebut diberi nama Bulak Peperangan yang konon dahulu kala menjadi arena perang Pasukan Kerajaan Majapahit melawan Pasukan Kerajaan Demak. Masih di area sabana Bulak Peperangan juga akan ditemui Sendang Tapak Menjangan yang terdapat air kala musim penghujan.

Setelah menikmati sabana, untuk menuju Hargo Dalem masih harus melipir bukit dan melewati Pasar Dieng atau Pasar Batu yang memiliki banyak percabangan yang dapat menuju ke banyak arah yakni Hargo Dalem, Hargo Dumilah, Hargo Puruso, dan Hargo Tuliling. Untuk mencapai Hargo Dalem dari arah Jalur Candi Cetho harus mengarah ke arah kiri ketika di Jalur Pasar Dieng.

Hargo Dalem merupakan tempat pertapaan Prabu Brawijaya dan di sana juga terdapat banyak bangunan yang biasa dipakai untuk berteduh maupun untuk acara spiritual.

www.belantaraindonesia.org

Di Hargo Dalem juga akan ditemui Warung yang sudah melegenda di kalangan pendaki yang dikelola oleh seorang penjual bernama Mbok Yem. Warung tersebut menyediakan makanan dan minuman untuk para pendaki sekaligus juga menyediakan tempat menginap bagi pendaki yang tidak membawa tenda.

Menuju puncak tertinggi Gunung Lawu, yakni Hargo Dumilah dapat memilih melalui Jalur Cemoro Sewu ataupun Jalur Cemoro Kandang dari Hargo Dalem. Secara normal total perjalanan naik dari Candi Cetho menuju Hargo Dumilah adalah 8 - 10 jam perjalanan ( tanpa menghitung istirahat ) dan 4 - 6 jam perjalanan turun.

Pendakian melalui Candi Cetho tersebut memakan waktu 1,5 kali lebih lama dibanding Jalur Cemoro Sewu, tentunya dengan medan yang lebih sulit pula. Terkadang ada benarnya untuk mendapatkan hasil yang istimewa, butuh perjuangan yang ekstra pula. Anda patut mencobanya!
Mendaki Gunung Lawu pada umumnya jalur yang biasa dipakai pendaki ada dua yakni Jalur Cemoro Kandang ( Jawa Tengah ) dan Jalur Cemoro Sewu ( Jawa Timur ). Selain kedua jalur utama pendakian tersebut, Gunung Lawu juga masih memiliki jalur alternatif lainnya, yakni Jalur Candi Cetho, Jalur Tahura ( Candi Sukuh ), dan Jalur Jogorogo.

www.belantaraindonesia.org

Gunung Lawu memiliki dua buah Kawah yaitu Kawah Telaga Kuning dan Kawah Telaga Lembung Selayur, juga terdapat tempat - tempat keramat di sekitarnya, diantaranya Sendang Panguripan, Sumur Jolo Tundo, Gua Sigolo - golo, Sendang Drajad, Sendang Macan, Hargo Tumiling, Pasar Dieng, Hargo Dalem, dan Hargo Dumilah

Jalur menuju puncak Gunung Lawu melalui Candi Cetho adalah salah satu jalur yang jarang dipakai oleh para pendaki. Jika ingin mendaki melalui jalur tersebut, tentunya harus menuju Candi Cetho terlebih dahulu yang terletak di daerah Ngargoyoso dengan melewati perkebunan teh Kemuning yang hijau asri.

Untuk menuju puncak Hargo Dumilah dari Jalur Candi Cetho, akan melewati berbagai tempat yang bisa dikatakan memiliki karakteristik budaya yang sangat kental. Di antaranya kita akan melewati komplek Candi Cetho, Puri Saraswati, dan Candi Kethek sebelum memulai jalur pendakian yang sebenarnya. Untuk mencapai Hargo Dalem akan melewati 5 pos terlebih dahulu setelah pendakian yang dimulai dari jalur di belakang Candi Kethek.

Setelah Pos 4 akan melewati jalur pendakian yang lewat di antara 2 pohon cemara yang cukup besar yang dikenal dengan Cemoro Kembar. Konon Cemoro Kembar tersebut adalah gerbang gaib kerajaan makhluk astral yang ada di Gunung Lawu. Kemudian pada Pos 5 akan ditemui sabana - sabana yang sangat indah yang tidak akan ditemui pada jalur pendakian Gunung Lawu yang lainnya.

www.belantaraindonesia.org
Bulak Peperangan
Sabana tersebut diberi nama Bulak Peperangan yang konon dahulu kala menjadi arena perang Pasukan Kerajaan Majapahit melawan Pasukan Kerajaan Demak. Masih di area sabana Bulak Peperangan juga akan ditemui Sendang Tapak Menjangan yang terdapat air kala musim penghujan.

Setelah menikmati sabana, untuk menuju Hargo Dalem masih harus melipir bukit dan melewati Pasar Dieng atau Pasar Batu yang memiliki banyak percabangan yang dapat menuju ke banyak arah yakni Hargo Dalem, Hargo Dumilah, Hargo Puruso, dan Hargo Tuliling. Untuk mencapai Hargo Dalem dari arah Jalur Candi Cetho harus mengarah ke arah kiri ketika di Jalur Pasar Dieng.

Hargo Dalem merupakan tempat pertapaan Prabu Brawijaya dan di sana juga terdapat banyak bangunan yang biasa dipakai untuk berteduh maupun untuk acara spiritual.

www.belantaraindonesia.org

Di Hargo Dalem juga akan ditemui Warung yang sudah melegenda di kalangan pendaki yang dikelola oleh seorang penjual bernama Mbok Yem. Warung tersebut menyediakan makanan dan minuman untuk para pendaki sekaligus juga menyediakan tempat menginap bagi pendaki yang tidak membawa tenda.

Menuju puncak tertinggi Gunung Lawu, yakni Hargo Dumilah dapat memilih melalui Jalur Cemoro Sewu ataupun Jalur Cemoro Kandang dari Hargo Dalem. Secara normal total perjalanan naik dari Candi Cetho menuju Hargo Dumilah adalah 8 - 10 jam perjalanan ( tanpa menghitung istirahat ) dan 4 - 6 jam perjalanan turun.

Pendakian melalui Candi Cetho tersebut memakan waktu 1,5 kali lebih lama dibanding Jalur Cemoro Sewu, tentunya dengan medan yang lebih sulit pula. Terkadang ada benarnya untuk mendapatkan hasil yang istimewa, butuh perjuangan yang ekstra pula. Anda patut mencobanya!
Read More
13 comments

Inilah Benda Yang Wajib Ada Di Tas Ransel Anda

Anda seorang petualang alam bebas? Tentu, tas ransel tidak akan pernah Anda tinggalkan begitu saja karena barang - barang bawaan Anda bisa dibawa dalam satu tempat. Tetapi sering ada pertanyaan, benda apa yang wajib ada di tas ransel? Nah, inilah benda yang wajib ada di tas ransel Anda yang akan membuat perbedaan dalam perjalanan petualangan Anda.

www.belantaraindonesia.org

Tisu Basah Bayi
Sederhana, tapi berguna. Tisu bayi memiliki banyak kegunaan yang tak terbatas. Berjalan - jalan pada hari yang panas dan lembap? Gunakan tisu basah untuk membantu Anda tetap segar. Dan Anda pasti senang sudah membawa tisu ini. Pastikan membawa tisu basah tersebut berukuran kecil dan biodegradable. Selain itu, tisu bayi juga cenderung lebih lembut.

Perban Luka
Tidak ada yang lebih buruk daripada berjalan - jalan sepanjang hari di tengah alam yang indah dengan lecet di kaki Anda. Selalu membawa beberapa perban luka di tas ransel Anda. Mereka berukuran kecil, ringan, dan dapat membuat perbedaan besar.

Syal Atau Pasmina
Syal atau pasmina adalah aksesori hebat yang harus selalu dibawa bersama Anda. Anda dapat menggunakannya sebagai bantal di dalam tenda, seperti selimut, untuk melindungi Anda dari hujan atau Matahari, dan masih banyak lagi.

Sunblock
Wajib! Selalu tempatkan sedikit tabir surya dalam wadah kecil dan bawalah ke mana - mana. Sungguh tidak menakjubkan jika kulit Anda terbakar hanya karena berjalan - jalan di bawah sinar Matahari sepanjang hari.

Air Semprot ( Water Spray )
Kesegaran dalam kaleng. Setelah berjalan sepanjang hari, tidak ada yang lebih menyegarkan selain menyemprotkan air segar pada wajah Anda. Pastikan Anda membawa botol semprot kecil.

Makanan Ringan
Lapar dapat membuat Anda marah - marah! So, simpan camilan sehat di tas Anda untuk berjaga - jaga.

Penyembunyi Uang
Ambil kantong kecil dan masukkan uang tunai Anda. Anda bahkan akan lupa jika kantong tersebut ada, ketika pada suatu saat Anda membutuhkan untuk membeli sesuatu di basecamp kaki gunung atau tempat wisata, ini bisa menjadi penyelamat.

Kedengarannya terlalu banyak untuk dibawa, tapi semua barang - barang tersebut ( kecuali pasmina ) muat dan pas di kantong kecil. Anda dapat menemukan manfaat dari benda tersebut tidak peduli ke mana Anda pergi, dan mereka benar - benar dapat menyelamatkan nyawasrc
Anda seorang petualang alam bebas? Tentu, tas ransel tidak akan pernah Anda tinggalkan begitu saja karena barang - barang bawaan Anda bisa dibawa dalam satu tempat. Tetapi sering ada pertanyaan, benda apa yang wajib ada di tas ransel? Nah, inilah benda yang wajib ada di tas ransel Anda yang akan membuat perbedaan dalam perjalanan petualangan Anda.

www.belantaraindonesia.org

Tisu Basah Bayi
Sederhana, tapi berguna. Tisu bayi memiliki banyak kegunaan yang tak terbatas. Berjalan - jalan pada hari yang panas dan lembap? Gunakan tisu basah untuk membantu Anda tetap segar. Dan Anda pasti senang sudah membawa tisu ini. Pastikan membawa tisu basah tersebut berukuran kecil dan biodegradable. Selain itu, tisu bayi juga cenderung lebih lembut.

Perban Luka
Tidak ada yang lebih buruk daripada berjalan - jalan sepanjang hari di tengah alam yang indah dengan lecet di kaki Anda. Selalu membawa beberapa perban luka di tas ransel Anda. Mereka berukuran kecil, ringan, dan dapat membuat perbedaan besar.

Syal Atau Pasmina
Syal atau pasmina adalah aksesori hebat yang harus selalu dibawa bersama Anda. Anda dapat menggunakannya sebagai bantal di dalam tenda, seperti selimut, untuk melindungi Anda dari hujan atau Matahari, dan masih banyak lagi.

Sunblock
Wajib! Selalu tempatkan sedikit tabir surya dalam wadah kecil dan bawalah ke mana - mana. Sungguh tidak menakjubkan jika kulit Anda terbakar hanya karena berjalan - jalan di bawah sinar Matahari sepanjang hari.

Air Semprot ( Water Spray )
Kesegaran dalam kaleng. Setelah berjalan sepanjang hari, tidak ada yang lebih menyegarkan selain menyemprotkan air segar pada wajah Anda. Pastikan Anda membawa botol semprot kecil.

Makanan Ringan
Lapar dapat membuat Anda marah - marah! So, simpan camilan sehat di tas Anda untuk berjaga - jaga.

Penyembunyi Uang
Ambil kantong kecil dan masukkan uang tunai Anda. Anda bahkan akan lupa jika kantong tersebut ada, ketika pada suatu saat Anda membutuhkan untuk membeli sesuatu di basecamp kaki gunung atau tempat wisata, ini bisa menjadi penyelamat.

Kedengarannya terlalu banyak untuk dibawa, tapi semua barang - barang tersebut ( kecuali pasmina ) muat dan pas di kantong kecil. Anda dapat menemukan manfaat dari benda tersebut tidak peduli ke mana Anda pergi, dan mereka benar - benar dapat menyelamatkan nyawasrc
Read More
8 comments

Sulitnya Menggapai Atap Indonesia

Bagi para pendaki gunung, bisa menapakkan kaki di jajaran pegunungan Jayawijaya dan Carstenz Pyramid di Irian Jaya adalah sebuah impian. Mengapa? Karena pada salah satu puncak pegunungan tersebut terdapat titik tertinggi Indonesia ( Sudirman ). Dan yang lebih istimewa lagi, karena Carstenz Pyramid masuk dalam deretan 7 puncak tertinggi di dunia.

www.belantaraindonesia.org

Jangan heran bila pendaki - pendaki papan atas kelas dunia berlomba untuk mendaki puncak tertinggi di Australasia ini. Tak kurang dari Heinrich Harrer si pendaki yang hidupnya diperankan Brad Pitt dalam Seven Years In Tibet menjadi orang pertama yang mendaki Carstensz Pyramid. Kemudian Reinhold Messner pendaki pertama yang mencapai 14 puncak di atas 8.000 meter.

Pat Morrow yang mencanangkan Carstenz Pyramid sebagai satu dari tujuh puncak di tujuh benua Bumi ini. Irian itu bagian dari benua Australasia katanya. Ini mengakibat pendaki - pendaki kelas dunia berbondong - bondong mengikuti jejaknya di antaranya pendaki wanita pertama Everest Junko Tabei pernah menjamah puncak ini.

Sayang, sulitnya prosedur izin yang harus dimiliki, membuat banyak pendaki harus mengurungkan niatnya untuk berekspedisi. Apalagi wilayah pegunungan tengah Irian Jaya sempat tertutup untuk pendakian sejak kasus penculikan di Mapenduma 1995 – 1996.

Rumitnya Ijin Mendaki
Di kalangan pendaki gunung di Indonesia ada satir tentang pendakian gunung di Irian Jaya. ”Lebih sulit mengurus izinnya daripada mendaki gunungnya,” keluh mereka. Izin pendakian gunung – utamanya ke Carstensz Pyramide – di Irian Jaya memang rumit dan tidak jelas.

www.belantaraindonesia.org

Tidak ada selembar surat izin yang sah seperti misalnya pendakian di Nepal di mana pendaki diberikan semacam paspor selembar lengkap dengan foto dan keterangan izin mendaki puncak ketinggian berapa di daerah mana.

Di Nepal ketika berhasil dan bisa menyerahkan bukti pun Departemen Pariwisata yang menangani izin ini mengeluarkan surat keterangan kesuksesan pendaki. Ketidakjelasan ini – hal yang biasa terjadi selama Orde Baru – selama bertahun - tahun bertahan dengan alasan klasik, keamanan.

Untuk diketahui, untuk mendaki gunung ini harus memiliki rekomendasi dari kantor Menpora, Kapolri, BIA – intelejen Indonesia, Menhutbun / PKA, PT Freeport Indonesia ( PTFI ).

Kalau mau lewat Tembagapura ditambah dari Federasi Panjat Tebing Indonesia ( FPTI ). Itu semua harus diurus di Jakarta. Lalu di Jayapura, rekomendasi dari Bakorstranasda dan Kapolda harus dikantongi. Di Timika, rekomendasi EPO dan izin PTFI untuk fasilitas lintasan.

Terakhir di Tembagapura, koordinasi dengan Emergency Response Group ( ERG ) untuk penanganan Emergency Procedur dan aparat Satgaspam untuk masalah keamanan lintasan.

Jika lewat Nabire, surat dari Bakorstranasda dan Polda Irian Jaya harus dilaporkan ke Polres Paniai dan Kodim Nabire, yang keduanya ada di kota Nabire. Lalu terakhir di Ilaga, semua surat rekomendasi diberikan ke Tripika setempat ( Ilaga ) yaitu Polsek, Koramil dan Camat.

Tapi tunggu dulu, ketiga pimpinan tersebut akan memutuskan bisa atau tidaknya pendaki meneruskan ekspedisi. Semuanya tergantung dengan situasi keamanan pada saat itu. Bila sedang tidak ada bahaya yang dapat mengancam keselamatan pendaki seperti perang suku, maka pendaki boleh segera mulai. Nah itulah daftar panjang surat rekomendasi untuk mendaki atap Indonesia itu. Rumit dan repot.

Bambang Hertadi Mas, petualang dan pesepeda jarak jauh kawakan, sempat mengurungkan niatnya untuk berekspedisi ke puncak Carstensz Pyramide, gara - gara sulitnya mengurus izin pendakian itu. Paimo, panggilan akrab Bambang, lebih memilih memanjat Gunung Kilimanjaro, di benua Afrika untuk ekspedisi tahun 1987. ”Mending sekalian ke luar ( negeri ), toh ongkos dan susahnya proses perizinan relatif tidak jauh berbeda,” begitu komentar Paimo waktu itu.

Sebagian besar pemandu gunung, pendaki profesional sampai kelas amatiran, harus menelan kekecewaan. Padahal menurut mereka, banyak sekali turis - turis mancanegara yang ingin menggapai salju putih di kawasan tropis.

Kegamangan masalah politik Bumi Cenderawasih ini juga mengganggu upaya untuk menjadikan Carstensz Pyramid dan pegunungan Sudirman sebagai tujuan wisata yang bisa jadi andalan Papua. Bagi sebagian orang, Carstensz merupakan sumber rezeki tersendiri dan punya nilai jual yang tinggi.

Kelangkaan informasi tentang kedua pegunungan itu juga menjadikan minat terhadap pendakian gunung di Irian Jaya – utamanya Carstenz Pyramid – harus surut di tengah jalan. Kecuali, bagi para pendaki yang cukup dana dan pengalaman. Tak banyak buku - buku ”keluaran” negeri sendiri yang benar - benar menceritakan nikmatnya bertualang menggapai atap Indonesia itu. Paling - paling hanyalah beberapa bentuk tulisan hasil ekspedisi ke sana. 

Akhirnya, pendaki - pendaki lokal harus pontang - panting mencari informasi ke beberapa perkumpulan pecinta alam ternama dan berpengalaman di negeri ini. Tapi itu mungkin tidak seberapa rumit jika dibandingkan dengan mengurus perizinannya. Sampai kapan?  src
Bagi para pendaki gunung, bisa menapakkan kaki di jajaran pegunungan Jayawijaya dan Carstenz Pyramid di Irian Jaya adalah sebuah impian. Mengapa? Karena pada salah satu puncak pegunungan tersebut terdapat titik tertinggi Indonesia ( Sudirman ). Dan yang lebih istimewa lagi, karena Carstenz Pyramid masuk dalam deretan 7 puncak tertinggi di dunia.

www.belantaraindonesia.org

Jangan heran bila pendaki - pendaki papan atas kelas dunia berlomba untuk mendaki puncak tertinggi di Australasia ini. Tak kurang dari Heinrich Harrer si pendaki yang hidupnya diperankan Brad Pitt dalam Seven Years In Tibet menjadi orang pertama yang mendaki Carstensz Pyramid. Kemudian Reinhold Messner pendaki pertama yang mencapai 14 puncak di atas 8.000 meter.

Pat Morrow yang mencanangkan Carstenz Pyramid sebagai satu dari tujuh puncak di tujuh benua Bumi ini. Irian itu bagian dari benua Australasia katanya. Ini mengakibat pendaki - pendaki kelas dunia berbondong - bondong mengikuti jejaknya di antaranya pendaki wanita pertama Everest Junko Tabei pernah menjamah puncak ini.

Sayang, sulitnya prosedur izin yang harus dimiliki, membuat banyak pendaki harus mengurungkan niatnya untuk berekspedisi. Apalagi wilayah pegunungan tengah Irian Jaya sempat tertutup untuk pendakian sejak kasus penculikan di Mapenduma 1995 – 1996.

Rumitnya Ijin Mendaki
Di kalangan pendaki gunung di Indonesia ada satir tentang pendakian gunung di Irian Jaya. ”Lebih sulit mengurus izinnya daripada mendaki gunungnya,” keluh mereka. Izin pendakian gunung – utamanya ke Carstensz Pyramide – di Irian Jaya memang rumit dan tidak jelas.

www.belantaraindonesia.org

Tidak ada selembar surat izin yang sah seperti misalnya pendakian di Nepal di mana pendaki diberikan semacam paspor selembar lengkap dengan foto dan keterangan izin mendaki puncak ketinggian berapa di daerah mana.

Di Nepal ketika berhasil dan bisa menyerahkan bukti pun Departemen Pariwisata yang menangani izin ini mengeluarkan surat keterangan kesuksesan pendaki. Ketidakjelasan ini – hal yang biasa terjadi selama Orde Baru – selama bertahun - tahun bertahan dengan alasan klasik, keamanan.

Untuk diketahui, untuk mendaki gunung ini harus memiliki rekomendasi dari kantor Menpora, Kapolri, BIA – intelejen Indonesia, Menhutbun / PKA, PT Freeport Indonesia ( PTFI ).

Kalau mau lewat Tembagapura ditambah dari Federasi Panjat Tebing Indonesia ( FPTI ). Itu semua harus diurus di Jakarta. Lalu di Jayapura, rekomendasi dari Bakorstranasda dan Kapolda harus dikantongi. Di Timika, rekomendasi EPO dan izin PTFI untuk fasilitas lintasan.

Terakhir di Tembagapura, koordinasi dengan Emergency Response Group ( ERG ) untuk penanganan Emergency Procedur dan aparat Satgaspam untuk masalah keamanan lintasan.

Jika lewat Nabire, surat dari Bakorstranasda dan Polda Irian Jaya harus dilaporkan ke Polres Paniai dan Kodim Nabire, yang keduanya ada di kota Nabire. Lalu terakhir di Ilaga, semua surat rekomendasi diberikan ke Tripika setempat ( Ilaga ) yaitu Polsek, Koramil dan Camat.

Tapi tunggu dulu, ketiga pimpinan tersebut akan memutuskan bisa atau tidaknya pendaki meneruskan ekspedisi. Semuanya tergantung dengan situasi keamanan pada saat itu. Bila sedang tidak ada bahaya yang dapat mengancam keselamatan pendaki seperti perang suku, maka pendaki boleh segera mulai. Nah itulah daftar panjang surat rekomendasi untuk mendaki atap Indonesia itu. Rumit dan repot.

Bambang Hertadi Mas, petualang dan pesepeda jarak jauh kawakan, sempat mengurungkan niatnya untuk berekspedisi ke puncak Carstensz Pyramide, gara - gara sulitnya mengurus izin pendakian itu. Paimo, panggilan akrab Bambang, lebih memilih memanjat Gunung Kilimanjaro, di benua Afrika untuk ekspedisi tahun 1987. ”Mending sekalian ke luar ( negeri ), toh ongkos dan susahnya proses perizinan relatif tidak jauh berbeda,” begitu komentar Paimo waktu itu.

Sebagian besar pemandu gunung, pendaki profesional sampai kelas amatiran, harus menelan kekecewaan. Padahal menurut mereka, banyak sekali turis - turis mancanegara yang ingin menggapai salju putih di kawasan tropis.

Kegamangan masalah politik Bumi Cenderawasih ini juga mengganggu upaya untuk menjadikan Carstensz Pyramid dan pegunungan Sudirman sebagai tujuan wisata yang bisa jadi andalan Papua. Bagi sebagian orang, Carstensz merupakan sumber rezeki tersendiri dan punya nilai jual yang tinggi.

Kelangkaan informasi tentang kedua pegunungan itu juga menjadikan minat terhadap pendakian gunung di Irian Jaya – utamanya Carstenz Pyramid – harus surut di tengah jalan. Kecuali, bagi para pendaki yang cukup dana dan pengalaman. Tak banyak buku - buku ”keluaran” negeri sendiri yang benar - benar menceritakan nikmatnya bertualang menggapai atap Indonesia itu. Paling - paling hanyalah beberapa bentuk tulisan hasil ekspedisi ke sana. 

Akhirnya, pendaki - pendaki lokal harus pontang - panting mencari informasi ke beberapa perkumpulan pecinta alam ternama dan berpengalaman di negeri ini. Tapi itu mungkin tidak seberapa rumit jika dibandingkan dengan mengurus perizinannya. Sampai kapan?  src
Read More
23 comments